logo-website
Rabu, 22 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Binmas Noken Polda Papua Terus Berinovasi, Hingga Berikan Bantuan Pakan Ternak Terhadap Masyarakat  Binmas Noken Polda Papua Terus Berinovasi, Hingga Berikan Bantuan Pakan Ternak Terhadap MasyarakatPapuanewsonline.com-Jayapura – Personel Binmas Noken kembali menggelar Progam "KASUARI" untuk melihat langsung Kondisi ternakan babi milik bapak Ruben Kalolik selaku Tokoh Masyarakat di kabupaten Nduga. Kegiatan ini dipimpin Oleh Ipda Murtono, S.H bersama anggota bertempat Distrik Kenyam Kabupaten Nduga, Jumat (11/11/2022).Pada kesempatan itu Ipda Murtono memberi motivasi pada warga binaan untuk tetap semangat dalam mengelola spot ternak babi yang sudah dipercayakan oleh Binmas Noken. " Kami apresiasi atas kerja kerasnya selama ini merawat babi, Kami harap bapak Ruben tetap semangat dalam memelihara ternak babi. Selain itu ternak babi terlihat sehat, kondisi ini agar tetap dijaga. Kotoran ternak yang ada harus rutin dibersihkan, selain itu makanan juga diperhatikan," ujarnya.Ditempat yang sama, Nus Korwa selaku KBO yang juga turut hadir menghimbau,  agar masyarakat tetap  bersama-sama dengan TNI/Polri menjaga Kamtibmas." Sebagai tokoh masyarakat yang cukup didengar oleh masyarakatnya, kami mengharap peran bapak Ruben Kalolik untuk bersama mengajak masyarakat tertib dan menjaga stabilitas kamtibmas di kabupaten Nduga," ucap Ipda Nus Korwa.Sementara itu seccara terpisah,  Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2022 Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH, mengatakan, kehadiran Polri di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Nduga akan terus berupaya untuk membantu mensejahterakan masyarakat dengan melaksanakan program-program Binmas Noken Polri. “Salah satunya Program Kasuari (Kesejahteraan Untuk Anak Negeri) selain memberikan bibit ikan mujair kepada masyarakat,Tim Binmas Noken juga rutin mengontrol perkembangan Ikan. Besar Harapan Kami nantinya hasil dari Perikanan ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Nduga kedepanya,” tutup Kasatgas Humas.(Fausia) 11 Nov 2022, 17:43 WIT
Wakapolda Papua Hadiri Peresmian dan Pelantikan 3 Penjabat Daerah Provinsi Baru Papuanewsonline.com, Jakarta – Bertempat di Plaza Gedung A Kantor Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Wakapolda Papua turut menghadiri acara Peresmian serta Pelantikan Penjabat Gubernur Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan serta Pelantikan Penjabat Gubernur, Jumat (11/11/2022). Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D tersebut juga dihadiri para pejabat Pemerintah Republik Indonesia serta Para Kapolres yang ada di Papua. Sebelum memberikan sambutannya, Mendagri membacakan putusan Presiden serta mengambil sumpah janji jabatan para Penjabat Daerah sekaligus memasangkan tanda pangkat maupun penandatanganan pakta integritas. Untuk diketahui, Tiga penjabat Gubernur yang dilantik tersebut yakni Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T sebagai Penjabat Gubernur Papua Selatan, Nikolaus Kondomou, S.H., M.H sebagai Penjabat Gubernur Papua Pegunungan dan Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M sebagai Penjabat Gubernur Papua Tengah. Pada sambutannya, Mendagri mengatakan bahwa dengan disahkannya undang-undang Nomor 2 tahun 2021 tentang Otonomi khusus Papua Yang telah ditetapkan pada tanggal 19 Juli 2021 menjadi momen penting dalam rangka akselerasi percepatan pembangunan di Papua, diantaranya dengan cara melakukan pemekaran di daerah Papua yang dimana ini merupakan sebuah aspirasi dari sebuah sejarah. Mantan Kapolda Papua ini melanjutkan, dengan berbagai pertimbangan itulah kemudian muncul inisiatif dari DPR RI Untuk membuat draft tentang pembentukan 3 daerah otonomi baru provinsi. Oleh karena itu disepakati oleh DPR RI dan DPD RI serta Pemerintah dengan melalui pembahasan yang cukup panjang dengan mencari berbagai informasi, masukkan dan lain-lain, sehingga akhirnya 3 undang-undang ini disempurnakan dan di paripurnakan oleh DPR RI Dan kemudian diundangkan oleh Pemerintah. “Kita sudah melakukan persiapan-persiapan dari awal yang dipimpin oleh Bapak wamendagri sebagai orang asli Papua yang mana beliau Saya tunjuk untuk membuat tim untuk melakukan persiapan seperti sarana prasarana anggaran  termasuk seleksi pemilihan pejabat,  yang mana pemilihan pejabat melalui proses yang cukup panjang dan menerima masukan masukan dari berbagai pihak dan diputuskan dalam sidang tim penilai akhir yang dipimpin oleh Bapak Presiden Republik Indonesia yang dihadiri oleh sejumlah menteri serta kepala lembaga lainnya,” ucapnya. Tito  juga menyampaikan, pelaksanaan pelantikan untuk menandai defacto 3 provinsi baru di Indonesia yang mana saat ini Indonesia memiliki 37 provinsi 5 diantaranya ada di tanah Papua.  untuk mengakomodir adanya provinsi-provinsi baru ini dari DPD, dirinya melihat 1 provinsi mengirim 4 perwakilan DPD yang mengartikan bahwa kedepannya akan ada 20 anggota DPD RI dan suara yang mewakili Papua akan lebih kuat sampai ke DPD RI. “Pemekaran jangan disikapi sebagai hal yang negative, karena kami melihat lebih banyak sisi positifnya dan juga kita melihat model-model pemekaran yang selama ini sudah ada. Dapat dilihat sejarah pada saat Papua di masa lalu banyak terhambat perkembangan namun dengan adanya pemekaran ini kita dapat mempermudah melakukan pelayanan kepada masyarakat, agar pelayanan dapat menyeluruh,” Ucapnya. Tidak hanya itu, ia juga mengajak masyarakat untuk dapat bersama-sama mengevaluasi apa saja langkah-langkah yang dilakukan para penjabat baru dan dirinya berharap dengan adanya pejabat baru semua dapat berjalan dengan maksimal guna mencapai pembangunan di Papua. “Terkait program-program Pemerintah Pusat, agar para bupati dapat meneruskan program tersebut agar dapat berkesinambungan dan bermanfaat bagi masyarakat Papua demi meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan di Papua,” tutup Mendagri.(Arifin) 11 Nov 2022, 14:15 WIT
Lukas Enembe Bakal Tak Berkutik, KPK Temukan Bukti Aliran Uang Saat Geledah Dua lokasi di Jakarta Papuanewsonline.com, Jakarta- Tersangka Lukas Enembe bakal tak berkutik pasalnya Tim penyidik KPK pada Rabu (9/11/2022), menemukan beberapa dokumen  bukti elektronik, catatan keuangan, uang cash dalam bentuk rupiah dan juga emas batangan dalam pengeledahan pada dua lokasi di Jakarta.“ Benar penyidik  telah selesai melakukan penggeledahan di 2 lokasi berbeda di Jakarta yaitu rumah kediaman tersangka LE dan juga sebuah apartemen pada, Rabu (9/11/2022),’’ ungkap  Kepala pemberitaan Gedung Merah Putih, Ali Fikri melalui pesan singkat via WhatsApp, Kamis (10/11/2022) malam.  Ali menegaskan, dalam penggeledahan, telah Ditemukan beberapa dokumen terkait perkara, bahkan bukti elektronik, catatan keuangan, uang cash dalam bentuk rupiah dan juga emas batangan. “ hasil penggeledahan Segera dilakukan analisis dan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara dengan tersangka LE dkk,’’ Ujarnya.Sebelumnya diketahui, terkait dengan skandal dugaan korupsi tersangka Lukas Enembe, penydik KPK juga telah memeriksa Sekda Provinsi Papua, Ridwan Rumasukun di Mako Brimob Polda Papua, pada Sabtu (5/11/2022). Pecan kemarin.Selain Sekda Provinsi, tim penyidik KPK juga memeriksa Kepala ULP, Noldy Taroreh terkait pengetahuannya dalam proses lelang maupun pelaksanaan beberapa proyek pekerjaan infrastuktur di Pemprov Papua.Penydik KPK juga mendalami dan memeriksa  beberapa pihak swasta yang  yaitu,           Rijatono Lakka (Swasta) , Bonny Pirono (Swasta / Komisaris PT. Tabi Bangun Papua), Fredik Banne (Swasta / Karyawan PT. Tabi Bangun Papua), Meike (Staf Finance PT. Tabi Bangun Papua), Yani Ardiningrum (Staf PT Tabi Bangun Papua), Irianti Yuspita (Swasta / Direktris CV. Walibhu), Razwel  Patrick Williams Bonay (Swasta /Komanditer CV. Walibhu) dan Irma Imelda (Staf CV. Walibhu)Para saksi didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan keikutsertaan beberapa perusahaan swasta dalam mengerjakan berbagai proyek di Pemprov Papua. Sebagai informasi, Tersangka Lukas Enembe suda selesai diperiksa penyidik KPK,  didampingi kuasa hukum, dan didampingi tim medis beberapa hari lalu di kediaman pribadi Lukas di Koya Tengah kota Jayapura.(Fauzia) 10 Nov 2022, 17:47 WIT
Personil Polda Papua Selain lakukan Patroli Dialogis Juga Berbagi dengan Masyarakat Papuanewsonline.com, Jayapura – Personil Satgas Preventif Pegunungan Bintang, Polda Papua secara rutin melakukan Patroli Dialogis dan berbagi dengan masyarakatKampung Yapimakot, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kamis (10/11/22).Kegiatan Patroli Dialogis dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri sepanjang kampung Yapimakot. Patroli ini dipimpin oleh Brigpol Wahyu WA. Dalam aksi rutin tersebut, Sesekali tim berinteraksi langsung dengan masyarakat dengan menyampaikan pesan Kamtibmas." Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat yang sedang beraktivitas," ujar Brigpol Wahyu.Selain itu kata Wahyu, Tim Satgas Preventif juga memberikan beberapa bantuan yang langsung diberikan kepada masyarakat. “ Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,’’ Ungkapnya.Wahyu menambahkan, selain patrol rutin dilakukan, timnya  juga memberikan beberapa bantuan paket sembako kepada warga, dengan harapan bantuan tersebut, dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat sekitar.Terpisah, Kabid Humas Polda Papua selaku Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Drs. Ahmad Mustofa Kamal, S.H mengatakan, dengan kegiatan yang dilakukan oleh anggota preventif ini dapat menciptakan kamtibmas yang kondusif, serta mempererat hubungan silaturahmi antar masyarakat dan pihak keamanan. "Kita berharap sinergitas yang baik dapat terus terjalin dan dengan kegiatan ini masyarakat merasa aman dan nyaman saat melakukan aktivitas sehari-hari mereka," pungkas Kabid Humas.(Febri) 10 Nov 2022, 16:16 WIT
Ini 27 Provinsi Yang Diapresiasi Kemendagri Karena Menetapkan Perda RUED-P Papuanewsonline.com, Badung – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi pemerintah provinsi (Pemprov) yang telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi (RUED-P). Apresiasi itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Agus Fatoni saat mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbaru (ADPMET) tahun 2022 di Hotel Anvaya, Badung, Bali, Rabu (9/11/2022)." Dalam mendukung transisi energi, pemerintah daerah telah menetapkan Perda tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi sebagaimana mandat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi. Status sampai dengan saat ini, sudah 27 Provinsi yang telah menetapkan Perda RUED-P," ungkap Fatoni.Fatoni mengatakan, di luar 27 provinsi yang telah menetapkan Perda RUEDP, ada satu provinsi yang saat ini masih dalam proses Paripurna di DPRD untuk ditetapkan menjadi Perda RUEPD. Sementara itu, ada dua provinsi yang statusnya sudah masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2021-2022 dan akan memulai pembahasan dengan DPRD." Kemudian ada empat provinsi yang sudah masuk Propemperda 2021-2022 dan sudah memulai pembahasan dengan DPRD," sambung Fatoni.Di lain sisi, Fatoni juga mengungkapkan fokus utama Pemda dalam upaya mencapai target porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi. Hal itu di antaranya menggunakan pembangkit EBT seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya."Selain itu, Pemda juga diharapkan melakukan pengembangan ekosistem dan implementasi kendaraan listrik dengan membangun infrastruktur pengisian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)," jelas Fatoni.Lebih lanjut Fatoni menyampaikan, fokus utama lainnya ialah mempermudah proses perizinan lahan sesuai ketentuan perundang-undangan. Kemudian, Pemda juga diminta untuk melakukan inovasi pembiayaan dengan pemberian insentif dan inovasi desa."Fokus utama lain yaitu kerja sama sektor EBT dan pengembangan kapasitas SDM," pungkas Fatoni.Adapun menurut catatan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuda Kemendagri, 27 provinsi yang telah menetapkan Perda RUEPD di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Jawa Timur, Lampung, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Jambi, Nangroe Aceh Darussalam, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Selatan, Bali, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Riau, Sumatera Utara, serta Maluku Utara.Sementara untuk empat provinsi yang sudah masuk dalam Propemperda 2021-2022 dan sedang melakukan pembahasan di antaranya Banten, Papua Barat, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau. Kemudian untuk dua provinsi yang sudah masuk dalam Propemperda 2021-2022 dan akan memulai pembahasan dengan DPRD yaitu DKI Jakarta dan Papua.(Ridwan) 10 Nov 2022, 13:33 WIT
Sambut KTT G20, Polri Telah Siapkan Kontijensi Plan Antisipasi Dinamika di Lapangan Papuanewsonline.com, DENPASAR - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa jajarannya telah mempersiapkan dengan matang seluruh strategi pengamanan termasuk mempersiapkan rencana kontijensi untuk mengantisipasi dinamika di lapangan.Hal ini disampaikan Kapolri usai menggelar Tactical Floor Game (TFG) yang diikuti langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) Menko Marves, Menteri Pertahanan, dan Panglima TNI, di GOR Kepaon Prajaraksaka Denpasar, Bali, Rabu (9/11/2022). “ Kita juga mempersiapkan yang namanya kontijensi plan, escape apakah terkait dengan kesehatan, apakah terkait dengan peristiwa-peristiwa lain, itu juga semua dipersiapkan,” ungkap Kapolri melalui Presrelease Humas Mabes Polri yang diterima redaksi Papuanewsonline.com, Kamis (10/11/20220. Mantan Kabareskrim Polri ini memastikan bahwa seluruh kegiatan KTT G20 menjadi fokus utama pengamanan Polri. Mulai dari kedatangan, akomodasi hingga bergeser dari venue ke venue. “Itu semua kan diatur waktunya. Jadi semua harus lancar, baik jalurnya, pengawalannya kemudian kondisi di masing-masing wilayah harus dipastikan maksimal,” tegas Kapolri. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menambahkan bahwa, sama halnya dengan Polri, TNI juga telah menyiapkan pasukan cadangan di luar petugas yang melakukan pengamanan di lapangan. Hal ini, kata Andika, guna memastikan keamanan tetap berjalan ketika terjadi dinamika yang tidak diinginkan. “Seandainya ada dinamika di luar yang kami siapkan kita pasti kerahkan,” tambah Jenderal Andika Perkasa. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi kesiapan TNI dan Polri dalam pengamanan event KTT G20 di Bali ini. “ Mereka semua menunjukan kekompakan terintegrasi. Kemudian juga paham, kalau ada apa-apa. Dan ini juga saya kira ini memberikan pesan kepada siapapun bahwa TNI dan Polri itu siap menghadapi apapun,” ujar Luhut. Hal senada juga disampaikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang menurutnya aparat keamanan harus mendapat penghargaan atas dedikasinya memastikan KTT G20 berjalan aman, lancar dan tanpa gangguan, sehingga Indonesia siap untuk menyambut tamu-tamu penting negara. “ Saya ingin menyampaikan penghargaan kepada TNI, Polri, BIN semua unsur yang luar biasa periapannya. Kita optimis, kita siap ini gawean besar untuk bangsa kita. Ini kehormatan besar bagi bangsa kita. Seluruh rakyat saya harap ikut mengamankan,” demikian Prabowo menambahkan.(Arifin) 10 Nov 2022, 11:40 WIT
Simak Baik-Baik!! Ini Tanggapan OKIA Terhadap Penolakan Kelompok Masyarakat Wilayah Meepago Papuanewsonline.com,TIMIKA- Beredar kabar bakal ada  penolakan oleh beberapa kelompok masyarakat meepago terhadap PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah, lantaran menurut mereka PJ Gubernur Papua Tengah dan PJ Sekda Provinsi Papua Tengah  bukan berasal dari Meepago.menaggapi hal itu, Organisasi Kaum Intelktual Amungme -Kamoro (OKIA) menyampaikan kekesalan terhadap rencana penolakan tersebut.OKIA berpendapat, siapapun yang ditunjuk pemerintah pusat merupakan tanggungjawab masyarakat adat Meepago untuk mendukung agar menjawab kelancaran sistim administrasi birokrasi pemerintahan di Provinsi Papua Tengah.“ OKIA siap  Mendukung  orang Papua yang ditunjuk untuk menjadi PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah, dan tentunya kami berharap, masyarakat adat Meepago juga turut mendukung,’’ ungkap Ketua OKIA, Raimond Kelanangame melalui pesan elektronik yang diterima media Papuanewsonline.com, Rabu (9/11/2022). Raimond menegaskan, dasar penolakan sekelompok masyarakat terhadap PJ Gubernur dan PJ Sekda  karena  Adanya kepentingan politik  2024 oleh oknum-oknum tertentu.“ Penolakan adalah kecelakaan berpikir yang sengaja dibangun oleh oknum-oknum tertentu, untuk mempengaruhi masyarakat, sehingga perlu ada edukasi yang baik dan benar bagi masyarakat adat Meepago,’’ ujar Raimond.Raimond menegaskan, OKIA yakin PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah adalah putri dan putra terbaik Papua yang dimiliki masyarakat.“ PJ Gubernur dan PJ Sekda Provinsi Papua Tengah adalah tokoh Papua yang dipercayakan Negara  saat ini untuk mengemban tugas besar dalam menata administrasi dan sistem pemerintahan DOB, sehingga Masyarakat adat harus mendukung,’’ tegas Raimond. Ketua OKIA berharap  Kepada seluruh masyarakat di Propinsi Papua Tengah, agar tetap menjaga persatuan dan kebersamaan dalam memberikan dukungan kepada  PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah agar dapat bekerja dengan maksimal dalam mengemban tugas dalam menjalankan roda pemerintahan DOB ini. “ Tanah Amungsa dan  Bumi Mimika siap menyambut PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah, semoga langkah dan tindakan kedua pejabat, PJ Gubernur dan PJ Sekda Papua Tengah sejalan dengan rencana Tuhan untuk orang Papua di Wilayah adat Meepago dan Bomberay,’’ tandas Raimond.(Ridwan) 09 Nov 2022, 12:01 WIT
Warga Keluhkan Jalan Berdebu sepanjang Bougenville Kelurahan Koperapoka Papuanewsonline.com, TIMIKA- Warga masyarakat pengguna jalan  maupun penduduk yang bermukim sepanjang jalan Bougenville, Kelurahan Koperapoka Kecamatan Mimika Baru  Timika, mengeluhkan tebaran debu yang setiap hari menghiasi areah tersebut. Beberapa masyarakat yang bermukim di jalan Bougenville maupun pengusaha kuliner merasa terganggu dengan adanya dampak  penggalian tanah dan jalan rusak berdebu itu.“ Saya sebagai penjual bakso merasa terganggu dengan adanya debu ini, kan sebelumnya belum ada penggalian kita merasa aman-aman, tidak ada debu, dengan adanya debu sekarang kita merasa terganggu apalagi dengan pelanggan, kalau bisa diperbaikilah,” Ujar reky  Penjual Bakso yang setiap hari berjualan di areah jalan tersebut saat ditemui, Selasa (8/11/2022).Kata dia,  tebaran debu juga berdampak bagi kesehatan Masyarakat yang bermukim pada areah jalan tersebut." Selain kesehatan, Dampak yang dirasakan ialah pendapatan masyarakat yang membuka usaha di bidang kuliner mengalami penurunan pendapatan, karena sepanjang jalan dipenuhi tebaran debu," Ucapnya.Lanjut Reky, pelanggan baksonya banyak yang sudah tidak mengunjungi kedainya, karena sepanjang jalan berdebu.Hal yang sama juga dikeluhkan Warga lainya  Mirna penjual Es. Ia mengatakan, sebelumnya pendapatanya lumayan namun karena sepanjang jalan berdebu, sehingga pendapatanya menurun drastis." Ya beginilah kondisi Pak, apalagi ada kendaraan lewat, itu yang membuat jalan tidak terlihat akibat berdebu” Ujar Mirna.Mirna berharap agar pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Dinas terkait, agar secepatnya mencari solusi memperbaiki jalan tersebut demi keberlangsungan kehidupan warga." Kami berharap Kalau bisa jalannya  diperbaiki supaya jangan  berdebu seperti ini," Ungkapnya.(Ridwan) 08 Nov 2022, 15:29 WIT
Luncuran 6 Proyek PT Freeport Indonesia Mengancam Kehidupan Masyarakat Asli Papua di Timika Papuanewsonline.com, TIMIKA- Pembuangan limbah pada aliran sungai di kali kopi oleh PT Freeport Indonesia saat ini menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat asli Papua, yang lebih menyedihkan belum ada solusi terkait pembuangan limbah pada aliran sungai kali kopi, kini PT Freeport  Indonesia bersama pemerintah pusat kembali ingin menyelesaikan proses AMDAL enam proyek yang berkaitan dengan produk tambahan yang direncanakan akan diluncurkan.Menanggapi persoalan tersebut, sekretaris Aliansi Pemuda Komoro (APK), Rafael Taorekeyau menyebutkan, masyarakat menolak dengan keras luncuran enam proyek tersebut.“ Luncuran enam proyek PT Freeport akan jadi ancaman terhadap kehidupan masyarakat asli Papua, coba saja kita lihat sendiri pembuangan limbah di lokasi sungai yang baru di kali kopi, dimana tailing cukup besar  kurang lebih 2 juta M3, ini  berdampak pada keberlangsungan kehidupan masyarakat Papua kedepa,’’ Jelas Rafael di Timika, Sabtu (5/11/2022).Rafael mengemukakan, PT Freeport Indonesia dan pemerintah pusat jangan memaksakan kehendak untuk melakukan proses AMDAL terkait 6 proyek tambahan tersebut tanpa melihat kehidupan sosial masyarakat asli Papua. “ Peralihan sungai,  atau pembuangan limbah di sungai yang baru seperti dikali kopi,  kita lihat cukup besar luasnya kurang lebih 2 juta M3 lebih, ini merupakan ancaman serius bagi kehidupan masyarakat asli papua, sehingga PT.Freeport dan Pemerintah pusat jangan memaksakan kehendak, karena masyarakat menolak dengan keras,’’ tegas Rafael. Kata Rafael, apabila PT Freeport dan pemerintah pusat memaksakan kehendak untuk  melakukan pembuangan limbah di sungai, maka  masyarakat 3 kampung yang ada di Mimika Timur jauh akan menerima ancaman dalam keberlangsungan kehidupan mereka.Kata Dia, luncuran enam proyek PT Freeport nantinya akan menyerap ribuan tenaga kerja, namun OAP kembali akan jadi penonton di tanahnya sendiri, ini fakta dan realita dalam kehidupan saudara-saudara saya saat ini, karena semenjak kehadiran PT Freeport hingga kini, dalam rekrutmen tenaga karyawan untuk saudara saya  OAP yang diakomodir dihitung dengan jari, karena banyak didominasi oleh orang luar papua.“ Mereka Selalu dengan dalil memberikan lapangan pekerjaan dan janji manis lain terhadap masyarakat, namun janji dan harapan mereka palsu, ini fakta,’’ Tegasnya. Dikatakannya, Kerusakan lingkungan yang dilakukan PT Freeport Indonesia sudah mencapai ambang batas, sehingga masyarakat tidak akan memberikan toleransi.“ Pimpinan PT Freeport Indonesia dan Pemerintah pusat jangan hanya memaksakan kehendak untuk meraup keuntungan tanpa melihat dampak yang akan terjadi terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat asli papua,’’ pinta Rafael.Lanjut Tokoh Pemuda suku Komoro ini menegaskan, Pemerintah dan PT Freeport Indonesia tidak perlu mengundang masyarakat ke Jakarta untuk melakukan negosiasi-negosiasi, karena masyarakat akan menolak luncuran enam proyek tersebut.“ Pimpinan PT Freeport dan Pemerintah Pusat Datang bicara  dan ketemu masyarakat, bila perlu melihat kondisi lingkungan yang telah rusak saat ini, sehingga memiliki kajian dan analisis yang matang, jangan memaksaakan kehendak dan mengorbankan kami masyarakat asli Papua,’’ Tutupnya.(Stefi)   08 Nov 2022, 05:32 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT