logo-website
Senin, 02 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Jelang Pilkada 2024, Personel Gabungan di Puncak Jaya Gelar Patroli Dialogis Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Sebagai upaya sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, personel gabungan dari Polres Puncak Jaya dan Kodim 1714/PJ rutin melakukan kegiatan patroli dialogis di sekitar Kota Mulia dan sekitarnya, Selasa (13/08/2024).Patroli gabungan tersebut dipimpin oleh Kabag Ren Polres Puncak Jaya, AKP Nurdin Rahmati, S.H., M H, dan mengikutsertakan personel gabungan TNI dari Kodim 1714-PJ dan juga Polres Puncak Jaya.Selain melakukan patroli di jalur-jalur yang dianggap rawan, personel gabungan juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menjaga situasi keamanan yang kondusif.Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kabag Ren menyatakan bahwa sinergi antara aparat keamanan di wilayah Kabupaten Puncak Jaya merupakan hal yang biasa dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas daerah.“Kegiatan patroli dialogis merupakan bagian rutin dari upaya kami untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari, terutama di sekitar Kota Mulia,” ungkap AKP Nurdin.Lebih lanjut, ia mengatakan akan terus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga situasi keamanan, termasuk dalam menghindari membawa senjata tajam di dalam Kota karena hal tersebut dapat menimbulkan ketakutan dan persepsi negatif di kalangan masyarakat menjelang Pilkada 2024.“Kami berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan patroli gabungan ini secara rutin guna memastikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Puncak Jaya tetap terjaga dengan baik menjelang Pilkada 2024,” tutup Kompol Hari. (PNO-12) 14 Agu 2024, 14:22 WIT
Gelar Konvoi Kendaraan, Polres Jayapura Bagikan 1.708 Bendera Merah Putih Papuanewsonline.com, Jayapura – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Polres Jayapura menggelar Aksi Konvoi Kendaraan dan Pembagian 1.708 Bendera Merah putih Kepada masyarakat di sekitar Kota Sentani, Selasa (13/08/2024).Konvoi dimulai sekitar pukul 10.00 WIT dari Mapolres Jayapura dan melibatkan puluhan kendaraan dinas dan berbagai instansi dan komunitas lainnya diantaranya RAPI, ORARI, Kominfo, Komunitas SKIN Mobil Jeep Papua, Komunitas Motor Vespa, Alumni 94 SMP Negeri 1 Sentani dan Alumni 97 SMA Negeri 1 Sentani yang dihias dengan atribut merah putih. Rute konvoi melewati beberapa jalan utama di kota Sentani, termasuk Jalan Raya Doyo Lama hingga Stadion Lukas Enembe, yang dipenuhi warga yang antusias menyaksikan acara tersebut.Dalam kesempatannya, Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K, mengatakan bahwa pihaknya ingin mengingatkan kembali arti penting dari kemerdekaan dan Nasionalisme kepada seluruh masyarakat khususnya di Kota Sentani. “Dengan konvoi ini, ia juga berharap dapat menanamkan rasa kebanggaan dan cinta tanah air yang lebih mendalam,” ucap Kapolres.Seusai konvoit, ia mengatakan Polres Jayapura melanjutkan acara dengan aksi pembagian 1.708 bendera merah putih kepada warga di sepanjang rute perjalanan. “Jumlah bendera yang dibagikan melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia, 1945, dan menegaskan komitmen Polres Jayapura untuk mengedukasi dan melibatkan masyarakat dalam perayaan hari bersejarah ini,” ungkapnya.“Mari kita Bersama-sama menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ini dengan senang hati dan penuh sukacita, jangan ada permusuhan,” imbuhnya.Sementara itu, salah satu masyarakat, Sri Wahyuni mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Polres Jaypura dengan mengadakan konvoi kendaraan Merah Putih ini.“Pembagian bendera ini membuat kami merasa lebih terhubung dengan semangat kemerdekaan dan menambah kebanggaan kami sebagai warga negara Indonesia,” tuturnya.Acara konvoi dan pembagian bendera merah putih mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat dan dinilai berhasil dalam mempererat tali persaudaraan serta meningkatkan semangat kebangsaan di Jayapura. (PNO-12) 14 Agu 2024, 13:37 WIT
Wakapolda Papua Ikuti Pakta Integritas Seleksi Sespimti, Sespimmen dan PAG Melalui Zoom Meeting Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakapolda Papua, Brigjen Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., mengikuti kegiatan Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Pakta Integritas Panitia dan Peserta Seleksi Dikbangpimti, Seleksi Sespimmen Tahun Anggaran 2025 dan Seleksi PAG Tahun Anggaran 2024 secara Zoom Meeting bertempat di Aula Rastra Samara Mapolda Papua, Kota Jayapura, Selasa (13/08/2024).Turut hadir dalam kegiatan tersebut Irwasda Polda Papua, Kombes Pol, Drs. Yosi Muhamartha, Karo SDM Polda Papua, Kombes Pol, Sugandi, S.I.K., M.Hum, PJU Polda Papua,pPara Peserta Seleksi Dikbangpimti, Seleksi Sespimmen Tahun Anggaran 2025, para Peserta Seleksi PAG Tahun Anggaran 2024, Para Pantia Seleksi penerimaan baik internal maupun eksternal.Penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah ini berlangsung secara tatap muka serta virtual melalui sarana zoom meeting yang dipimpin langsung oleh Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen. Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., dari Mapolda Kalimantan Timur (Kaltim).Irjen Dedi menekankan sejumlah hal kepada panitia seleksi yang wajib menjadi pedoman dalam pelaksanaan seleksi yakni penerapan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH), penggunaan wewenang tanpa menyalahi aturan dan pengawasan optimal. “Lakukan antisipasi dan pengawasan yang optimal agar tidak terjadi permasalahan, kendala dan hambatan dalam pelaksanaan seleksi,” tegas Irjen Dedi.Kegiatan ini tentunya bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan Seleksi Dikbangpimti, seleksi Sespimmen Tahun Anggaran 2025 dan Seleksi PAG Tahun Anggaran 2024 dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel. Penandatanganan pakta integritas ini diharapkan dapat menguatkan komitmen semua pihak untuk menjalankan seleksi dengan integritas dan profesionalisme tinggi. (PNO-12) 14 Agu 2024, 13:32 WIT
Niko Mauri Mengimbau Masyarakat Untuk Tetap Bersatu dan Menjaga Sejarah Papua Papuanewsonline.com, Jayapura - Ketua Deparda Pemuda Panca Marga Provinsi Papua, Niko Mauri, mengeluarkan pernyataan penting yang ditujukan kepada seluruh masyarakat di tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura. Dalam pernyataannya, Niko Mauri mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu dan menjaga negeri dari kelompok-kelompok yang tidak memahami sejarah dan berusaha memutarbalikkan fakta sejarah.Niko Mauri menekankan pentingnya menjaga negeri yang telah membesarkan dan memberikan kehidupan kepada masyarakat Papua. Ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama dengan TNI dan Polri demi memastikan keamanan negeri ini untuk generasi mendatang.“Ada kelompok-kelompok yang berusaha memancing di air keruh dan membelokkan sejarah, sehingga masyarakat harus waspada dan tidak lengah,” katanya.Dalam pernyataannya, Niko Mauri juga menegaskan bahwa Papua adalah bagian sah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tidak boleh dipisahkan oleh siapapun. “Saya mengajak seluruh komponen anak bangsa untuk berdiri membela negeri dan menjaga keputusan-keputusan bangsa yang menjadi bagian dari Sejarah,” pungkasnya.Niko Mauri juga menyoroti pentingnya pemahaman generasi muda tentang sejarah, khususnya terkait New York Agreement. “Bangsa dan negara telah berjuang agar Papua menjadi bagian dari NKRI, dan hal ini harus dijaga oleh generasi muda yang cerdas dan berpikir tentang masa depan Papua,” ungkapnya.Lebih lanjut, Niko Mauri menekankan pentingnya komunikasi yang baik dengan pemerintah, mengutip Firman Tuhan yang menyatakan bahwa pemerintah adalah wakil Allah di dunia.“Siapa pun yang melawan pemerintah berarti melawan wakil Allah. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi tanggal 15, dan harus tetap berani serta tidak gentar,” ujarnya.Niko Mauri juga mengajak masyarakat untuk merapatkan barisan dan mengibarkan bendera merah putih di seluruh kota sebagai bentuk komitmen bersama. “Perjuangan untuk mempertahankan Papua sebagai bagian dari NKRI harus terus dilanjutkan dengan dukungan dari TNI dan Polri. Penting untuk membaca situasi dan bertindak benar, meskipun harus mempertaruhkan jiwa dan raga,” tegasnya.Dengan semangat persatuan dan kesadaran sejarah, Niko Mauri mengajak seluruh masyarakat Papua untuk merapatkan barisan dan menjaga negeri ini bersama-sama. (PNO-12) 14 Agu 2024, 08:32 WIT
Paul Ohee Sampaikan Penolakan Terhadap Aksi KNPB di 15 Agustus 2024 Papuanewsonline.com, Jayapura - Rencana aksi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) untuk memperingati bulan Agustus sebagai bulan rasis dan sejarah New York Agreement dengan menghimbau seluruh rakyat Papua untuk libur pada 15 Agustus 2024 mendapat penolakan keras dari Tokoh Pemuda Tabi, Paul Ohee."Kami Pemuda Tabi dan masyarakat adat Tabi menolak dengan tegas adanya aksi demo pada tanggal 15 Agustus 2024," tegas Paul Ohee dalam pernyataannya pada Selasa, 13 Agustus 2024.Paul Ohee dengan tegas menolak rencana aksi KNPB yang dinilai tidak sejalan dengan semangat pembangunan di Papua. "Kami meminta aparat keamanan menindak dengan tegas aksi KNPB jika melakukan aksi di Kota Jayapura," ujarnya.Menurut Paul Ohee, Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi. "Saat ini, tugas kita adalah membangun negeri ini, menyiapkan sumber daya manusia (SDM) baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur, sosial budaya untuk membangun negeri ini," jelasnya.Lebih lanjut, Paul Ohee menegaskan bahwa bulan Agustus merupakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 tahun. Ia mengajak seluruh rakyat Papua untuk bersama-sama merayakan momen bersejarah tersebut. "Mari kita rayakan bersama HUT ke-79 Republik Indonesia dengan semangat persatuan dan kesatuan," ajaknya.Paul Ohee juga menghimbau kepada masyarakat adat Tabi untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang memecah belah persatuan dan kesatuan, baik secara agama, adat, maupun budaya yang ada di Tanah Tabi. "Tanah Tabi merupakan tanah damai di mana semua suku, agama, dan ras ada di sini. Sudah sepatutnya kita menjaga kedamaian ini dan jangan lagi ada aksi-aksi yang merugikan masyarakat, khususnya di Kota Jayapura," tegasnya.Ia menekankan bahwa Kota Jayapura adalah kota pluralis dan kota pendidikan bagi semua suku dan agama, sehingga tidak boleh ada aksi-aksi yang mengganggu ketertiban dan keamanan. "Kota Jayapura adalah kota pluralis dan juga merupakan kota pendidikan bagi semua suku dan agama, sehingga tidak boleh lagi ada aksi-aksi yang terjadi seperti yang sudah pernah terjadi di mana masyarakat di kota ini menjadi korban harta benda dan nyawa," sambungnya.Pada akhir pernyataannya, Paul Ohee meminta kepada semua masyarakat di Kota Jayapura dan aparat keamanan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) khususnya di Tanah Tabi. "Mari kita jaga kamtibmas bersama demi kedamaian dan kesejahteraan seluruh masyarakat di Tanah Tabi ini," pungkasnya. (PNO-12) 14 Agu 2024, 08:28 WIT
KKB Lagi-Lagi Bunuh Masyarakat Sipil di Sugapa Intan Jaya Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Pada Selasa, 13 Agustus 2024, sekitar pukul 14.55 WIT, di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, terjadi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Bunyi tembakan terdengar dari arah Kampung Wandoga setelah personil Pasasgat menerbangkan drone untuk memantau area. Dari pantauan drone tersebut, terlihat satu korban tergeletak di area bawah sungai Wabu. Korban yang diidentifikasi bernama Raimon Gustam Kailimang, pekerja proyek TJP (Tigi Jaya Permai), berasal dari suku Makassar. Korban mengalami luka-luka serius, di antaranya luka tembak pada bagian kepala yang menembus dari telinga kiri ke telinga kanan, Luka Tembak dilengan Kanan, Luka Tembak di Dada Kanan.Kepala Operasi Damai Cartenz-2024, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., saat dikonfirmasi mengatakan, penembakan dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap VIII Intan Jaya, Lewis Kogoya , yang mengakibatkan korban meninggal dunia. "Yang melakukan penembakan adalah KKB Kodap VIII Intan Jaya, Lewis Kogoya," ujar Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, dalam keteranganya mengungkapkan kronologi kejadian. Pada hari Selasa, 13 Agustus 2024, sekitar pukul 14.55 WIT, di Kali Wabu, korban Raimon Gustam Kailimang (MD) bersama rekannya, Robi Belau, turun ke kali untuk mengambil air. Setibanya di lokasi, mereka turun dari mobil dan mengeluarkan selang untuk menyedot air dari kali. Tiba-tiba, seorang anggota KKB dengan membawa senjata panjang mendekati mereka.“Pelaku, yang diidentifikasi sebagai anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya, Lewis Kogoya. berdasarkan keterangan saksi dan hasil identifikasi foto, pelaku menembak korban Raimon Gustam Kailimang dari jarak sekitar satu meter. Pelaku juga melakukan pemukulan terhadap Robi Belau, rekan korban, sebelum melarikan diri ke arah Gunung Wabuk,” Jelas Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno.Saksi yang berada di lokasi kejadian adalah Robi Belau, warga Kampung Tigamasigi, yang juga menjadi korban pemukulan. Saat ini, Robi Belau masih menjalani Pemeriksaan oleh tim penyidik Ops Damai Caretnz-2024 dan Polres Intan Jaya untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut.Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno menekankan bahwa korban merupakan masyarakat sipil dan bukan mata-mata pemerintah, seperti yang selalu dicurigai oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).“Jenazah korban telah dievakuasi oleh Satgas Tindak Ops Damai Cartenz dan Satgas 509/BY ke Puskesmas Sugapa dan Jenazah korban direncanakan akan dikirim ke Makasar Kampung halamanya pada rabu 14 Agustus 2024.”, Tutup Kasatgas Humas. PNO-12 13 Agu 2024, 21:35 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT