logo-website
Senin, 27 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Panglima TNI Hadiri Pembukaan Pameran Lukisan “Bagimu Negeri” Papuanewsonline.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri pameran dan lelang lukisan “BAGIMU NEGERI” dalam rangkaian Acara Milad ke-49 Majelis Ulama Indonesia (MUI) TA 2024, bertempat di Flores Room Hotel Borobudur, Jl. Lapangan Banteng No.1, Jakarta Pusat, Jum’at, (26/07/2024).Dalam sambutanya, Panglima TNI menyampaikan pameran lukisan "Bagimu Negeri" sebagai salah satu kegiatan positif yang diadakan dalam rangka Milad MUI. Pameran ini menampilkan karya seni dari berbagai daerah di Indonesia yang bernafaskan Islam, mencerminkan semangat kebhinekaan dan keharmonisan yang tinggi. Karya seni ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk terus berkarya dan berinovasi dalam berbagai bidang.“Pameran lukisan “bagimu negeri” yang bernafaskan islam ini merupakan bentuk nyata bagaimana MUI melalui kiprahnya mengangkat nilai-nilai di masyarakat yang dapat dilihat dari hasil karya para pelukis. pameran ini adalah sebuah pernyataan tegas bahwa para seniman dan seluruh komponen bangsa memiliki tanggung jawab yang besar untuk berkontribusi bagi kemajuan dan kejayaan negeri tercinta," ungkap Panglima TNI Mengakhiri sambutannya, Panglima TNI berharap seniman lukis yang mengikuti pameran saat ini agar tetap terus berkarya dan mewarnai seni lukis Indonesia dengan karya-karya terbaik. Turut hadir dalam rangkaian kegiatan diantaranya Kepala Staf Angkata Laut, Kabais TNI, Ketua Umum Dharma Pertiwi, Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI serta para tamu undangan lainnya. (PNO-12) 28 Jul 2024, 08:45 WIT
Polri Berhasil Ungkap Ribuan Kasus, Mulai dari Judi hingga TPPO Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri telah melakukan pengungkapan kasus tindak pidana sebanyak 1.546 kasus sepanjang periode 19-26 Juli 2024. Adapun kasus yang diungkap yakni mulai dari narkoba, perjudian, TPPO, penyakit masyarakat (pekat), tindak pidana ringan (tipiring) dan kasus yang menarik perhatian masyarakat.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kasus narkoba sebanyak 178. Lalu perjudian baik online maupun konvensional sebanyak 38 kasus."Untuk kasus persetubuhan 17 kasus, pencabulan, 31 kasus dan senjata tajam 30 kasus," kata Trunoyudo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 27 Juli 2024.Sementara untuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang diungkap ada 4 kadus dan 325 tindak pidana ringan (tipiring) diungkap.Adapun beberapa kasus yang menarik perhatian masyarakat seperti pembunuhan ada 30 kasus. Pencurian biasa 37 kasus, pencurian dengan pemberatan 36 kasus dan pencurian dengan kekerasan 17 kasus."Kasus penganiayaan ada 67, illegal loging satu kasus, illegal mining 2 kasus dan illegal drilling satu kasus," katanya.Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ada 50, miras 8 kasus dan penemuan mayat 7 kasus. Lalu penemuan mayat 7 kasus, kebakaran 3 kasus, pengerusakan 5 kasus, fidusia 2 kasus, kecelakaan lalu lintas 35 kasus dan teguran simpatik lalu lintas 500."Kasus uang palsu satu kasus, pengeroyokan 14 kasus dan KRDT sebanyak 5 kasus," ucapnya. (PNO-12) 27 Jul 2024, 18:42 WIT
Polres SBB Tetapkan 5 Orang Sebagai Tersangka Dalam Kasus Pencabulan Anak Papuanewsonline.com, SBB - Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Seram Bagian Barat (SBB), resmi menetapkan DT, BC, SA, FK dan RAK, sebagai tersangka persetubuhan anak dibawa umur, di desa Rumakay, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Para tersangka ini dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Perempuan dan anak.Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas Dharmawan, SIK, mengatakan, setelah ditangkap pada tiga kawasan berbeda di Kota Ambon, Maluku Tengah, dan Kecamatan Amalatu, Kabupaten SBB."Kelima pelaku tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawa umur ini, sudah kita tetapkan sebagai tersangka,"kata Kapolres kepada media di Mapolres SBB, Jumat (26/7/2024).Menurut Kapolres, penetapan status kelima pelaku sebagai tersangka itu, setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan, baik terhadap saksi-saksi, korban hingga kelima pemuda tersebut."Dari hasil pemeriksaan itu, maka kelima orang ini kita tetapkan sebagai tersangka. Kita kenakan pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun penjara,"beber Kapolres.Dikatakan, pihaknya tidak akan mentolelir siapapun pelaku kejahatan. Apalagi yang berkaitan dengan perempuan dan anak."Semua orang sama di mata hukum, sehingga dalam penegakkan hukum kita tetap profesional,"ujar Kapolres.AKBP Dennie mengaku, kelima tersangka itu kini sudah ditahan di rumah tahanan Mapolres SBB."Sudah kita tahan, dan kasus ini kita akan maksimal penangan sehingga kasus ini segara kita tuntaskan,"tegasnya. Selain itu, Kapolres menambahkan, dalam penanganan kasus-kasus kriminal itu dilakukan tanpa ada intervensi dari pihak manapun."Jangan berpikir kalau penanganan kasus itu dilakukan setelah ada ini dan itu, sebab hal itu merupakan sebuah kekeliruan, karena Polres selama ini telah melaksanakan tugas penegakan hukum tanpa intervensi, dan sesuai mekanisme yang berlaku,"bebernya.Untuk itu Kapolres mengingatkan, masyarakat agar lebih profesional dalam menanggapi setiap permasalahan yang dilaporkan kepada pihak Kepolisian."Jangan beranggapan jika kasus itu begitu dilaporkan langsung dituntaskan, sebab ada mekanisme hukum yang harus kita lalui. Kemudian masyarakat juga harus bijak dan bisa menahan diri atas setiap permasalahan yang dilaporkan kepada pihak Kepolisian,"tutup Kapolres. (PNO-12) 27 Jul 2024, 13:51 WIT
Calon Taruni Akpol Tunjukkan Bakatnya Saat Tes Rikpil Tingkat Pusat Papuanewsonline.com, Semarang - Calon taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Salma Aulia menunjukkan bakat bela diri karate ‘Kata’ saat tes Pemeriksaan Penampilan tingkat pusat. Perempuan 18 tahun ini ternyata sudah malang-melintang di ajang kejuaraan karate baik nasional maupun internasional sejak di bangku SMP.“Ini kali pertama saya daftar Akademi Kepolisian,” ujar Salma usai mengikuti tes Rikpil di Gedung Paramartha, Kompleks Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (26/7/2024).Salma mengatakan awalnya gugup saat masuk lokasi tes Rikpil, Gedung Serbaguna Akpol, karena pemeriksa merupakan para perwira tinggi (pati) Polri. Namun setelah di para pati di hadapannya, Salma menguatkan mental untuk tampil percaya diri.“Ini kali pertama saya melaksanakan tes Rikpil dan awalnya bener-bener tremor banget tangannya. Tapi pas waktu jenderal tepat di hadapan mata saya, saya harus yakin dengan diri saya bahwa saya mampu menunjukkan kemampuan terbaik saya,” ucap Salma.Alumnus SMAN 13 Jakarta Utara (Jakut) ini mengatakan sejak kecil bercita-cita jadi polisi karena pertama kali mengenal karate di dojo Polsek Koja Jakut. Tak hanya latihan karate, dia menceritakan personel Polsek Koja juga melatihnya baris-berbaris untuk menjadi bagian dari pasukan polisi cilik. “Cita-cita awal (jadi polwan) karena sejak kecil saya juga pernah jadi polisi cilik, saya dilatih baris-berbaris di Polsek Koja. Jadi dulu dojo pertama saya di Polsek Koja. Selain karate, saya diajakin jadi polisi cilik, yang isinya tuh teman-teman karate semua,” cerita dia.Meski masih berstatus atlet pelatnas kategori pelajar, Salma sudah dipercaya untuk melatih karate anak-anak usia Sekolah Dasar (SD). Salma bersama karateka senior melatih anak-anak yang masih sabuk putih, kuning dan hijau. Salma menuturkan karateka cilik yang dilatihnya sekitar 20 orang.“Dulu sempat niat target masuk pelatnas senior, cuma kan alhamdulillah sudah capai target jadi atlet pelatnas, walaupun kategori pelajar. Dan alhamdulillah sudah jadi pelatih di dojo dekat rumah, Dojo Warakas. Jadi saya ikut dua dojo, Dojo Renzo yang untuk saya latihan dan Dojo Warakas untuk ngelatih,” terang Salma.Salma optimis dirinya lolos seleksi tingkat pusat taruna-taruni Akpol 2024. Dia berterima kasih karena kedua orang tuanya mendukung bakat dan cita-citanya.“Pekerjaan ibu hanya ibu rumah tangga, kalau ayah pekerjaannya tidak tetap, seperti bantu jual mobil bekas. Walaupun saya bukan dilahirkan dari keluarga anggota Polri, tapi saya yakin dan percaya saya bisa menjadi salah satu anggota Polri. Dan alhamdulillah orang tua juga ngedukung,” pungkas Salma.Berikut sejumlah kejuaraan karate yang dijuarai Salma:2018- Juara 1 Kumite Beregu Kejuaraan LBW Open Kalimantan Timur2019- Juara 1 SMP Putri Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (02SN) tingkat Nasional - Juara 1 Kata Kejuaraan Dunia Pelajar O2SN di Luxembourg- Juara 1 Kumite Kejuaraan Dunia Pelajar O2SN di Luxembourg- Juara 3 Kumite Kejuaraan Thailand Open di Thailand2023- Juara 1 Kumite Kejuaraan Internasional Silent Knight di Malaysia- Juara 1 Kumite Kejuaraan Internasional Surabaya Open- Juara 1 Kumite Kejuaraan Internasional Piala Raja di Daerah Istimewa Yogyakarta- Juara 1 Kumite Kejuaraan Dunia Pelajar O2SN di Portugal- Juara 2 Kata Kejuaraan Dunia Pelajar O2SN di Portugal (PNO-12) 27 Jul 2024, 13:39 WIT
Konggregasi Susteran Mumugu Sambut Gembira Kreativitas Prajurit Satgas TNI Papuanewsonline.com, Nduga – Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) Para Raider 503/Mayangkara Kostrad, sebagai salah satu Satuan Jajaran Komando Operasi TNI (KOOPS TNI) di Papua, membantu keinginan Konggregasi Susteran Kampung Mumugu, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan dengan membangun sebuah Kongregasi Susteran di dekat Pos Batas Batu. Jumat (26/7/2024).Kongregasi Susteran ini merupakan tempat perkumpulan para Biarawan, Biarawati, Rohaniwan, atau Rohaniwati Umat Katolik.Komandan Satgas Yonif 503 Kostrad, Letkol Inf Gurbasa Samosir, telah menekankan kepada para Prajurit TNI bahwa kegiatan membantu kesulitan masyarakat di daerah tugas merupakan hal yang perlu dilakukan saat melaksanakan tugas pokok pengamanan wilayah. Suatu ketika, Komandan Pos Batas Batu berkomunikasi dengan beberapa personel Kongregasi, dan salah satu Suster bernama Suster Florida Murib menyampaikan sebuah kebutuhan Kongregasi. Kebutuhan tersebut adalah kursi tempat mereka biasa berkumpul di salah satu area Kongregasi. Tidak perlu waktu lama untuk merespon, Lettu Inf Galih sebagai Komandan Pos Batas Batu langsung menyetujui keinginan tersebut. Cukup hanya waktu dua hari sejak hari Rabu (24/7), para Prajurit Pos Batas Batu mewujudkan kebutuhan Kongregasi. Akhirnya, 3 buah kursi panjang selesai dibuatkan oleh para Prajurit menggunakan material yang tersedia di lingkungan sekitar Pos. Melihat keinginannya terkabul, Suster Florida mengucapkan terima kasihnya atas kreativitas yang ditunjukan oleh personel Pos Batas Batu dalam membuat sebuah konggregasi."Terima kasih Bapak TNI, kami telah dibuatkan kursi. Kami senang sekali. Tuhan memberkati TNI,"ujarnya gembira.Usai menerima laporan kegiatan, Panglima KOOPS TNI, Brigjen TNI Lucky Avianto, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Satgas Yonif 503 Kostrad dalam melakukan Komsos dengan Kongregasi Susteran Mumugu."Hal ini merupakan realisasi TNI dalam melakukan Komunikasi Sosial yang inklusif dengan seluruh stakeholder di Daerah Tugas, dalam rangka mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua,"pungkasnya. (PNO-12) 27 Jul 2024, 09:35 WIT
Berkat Operasi Patuh Cartenz 2024 di Nabire, Motor Curian Kembali ke Tangan Pemilik Papuanewsonline.com, Nabire – Di halaman Sat Lantas Polres Nabire, Kapolres Nabire melalui Kasat Lantas Polres Nabire mengembalikan sepeda motor merk Honda Beat dengan Nomor Polisi PA 5927 KS kepada pemiliknya pada Kamis pagi (24/7/2024).Kasat Lantas Polres Nabire, AKP Boby Pratama, S.T.K., menyampaikan bahwa sepeda motor tersebut ditemukan saat pelaksanaan Giat Razia Ops Patuh Cartenz 2024. "Saat kami sedang melaksanakan razia, terjadi kecelakaan lalu lintas di depan SMP Antonius Nabire. Pengemudi yang menggunakan motor tersebut melarikan diri, dan setelah diidentifikasi, motor tersebut memang benar telah dicuri dari saudara Muhammad Abrar (22)," jelas AKP Boby.Dalam kesempatan tersebut, Kasat Lantas juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga keamanan barang-barang miliknya. “Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu berhati-hati dan tidak memberikan peluang kepada pelaku kejahatan. Pastikan kendaraan Anda aman dengan mengunci stang dan memasang kunci ganda jika perlu,” tambah AKP Boby.Muhammad Abrar, pemilik sepeda motor, menyatakan rasa terima kasihnya kepada Kasat Lantas Polres Nabire dan anggota Sat Lantas Polres Nabire yang telah berhasil menemukan dan mengembalikan motornya. "Saya berterima kasih kepada Kasat Lantas Polres Nabire yang telah menemukan dan mengembalikan motor saya dalam giat Ops Patuh Cartenz 2024 ini,” ungkap Abrar.Pengembalian sepeda motor ini diharapkan dapat memberikan kepercayaan dan rasa aman kepada masyarakat, serta menunjukkan bahwa Polres Nabire serius dalam menindak kejahatan dan melindungi warga dari segala bentuk tindak kriminal. Kasat Lantas menegaskan bahwa Polres Nabire berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan dan keselamatan di wilayah mereka, terutama melalui operasi-operasi seperti Ops Patuh Cartenz 2024."Pengembalian motor curian ini menunjukkan bahwa kami tidak main-main dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kami. Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi masyarakat dan menindak tegas pelaku kejahatan," tutup AKP Boby. (PNO-12) 27 Jul 2024, 09:32 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT