Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Satgas Damai Cartenz Tangkap Sarius Indey, Tersangka Baru Kasus Senjata Api di Jayapura
Papuanewsonline.com, Jayapura - Satgas Ops Damai Cartenz-2024 kembali berhasil mengungkap tersangka baru dalam kasus jual beli senjata api ilegal yang sedang ditangani, Setelah berhasil menangkap tersangka Petrus Oyaitouw pada 4 Juni 2024, kini Tim Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz-2024 berhasil mengamankan tersangka baru dalam pengembangan kasus tersebut.Kepala operasi Damai Cartenz-2024, Kombes Pol . Dr. Faizal Ramadhani, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa, tersangka baru yang berhasil ditangkap adalah Sarius Indey, seorang pegawai negeri sipil berusia 58 tahun, yang berdomisili di Hamadi Gunung, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Sementara itu, Kasatgas Humas OPS Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno, dalam keterangannya juga menyampaikan bahwa, Sarius Indey ditangkap pada Jumat, 7 Juni 2024 sekitar pukul 18.16 WIT di Hamadi Kampung Nelayan, Distrik Jayapura Selatan oleh tim Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz-2024. Setelah penangkapan, Sarius Indey kemudian dibawa ke Ruangan Investigasi Polda Papua untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas AKBP Dr. Bayu Suseno.Lanjutnya, saat penangkapan, tim Satgas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon genggam dan identitas milik Sarius Indey.“Penangkapan Sarius Indey merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan terhadap Petrus Oyaitouw yang sebelumnya telah ditangkap dan diduga kuat terlibat dalam jaringan pemasok senjata api kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Tabi,” lanjutnya.Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Petrus Oyaitouw, Sarius Indey diketahui memiliki dan memberikan senjata jenis Suar kepadanya.Menurut pengakuan Sarius Indey dalam pemeriksaan awal, dirinya mendapatkan senjata tersebut dari anak-anak yang menemukan senjata berkarat di bekas kantor Dinas Perhubungan pada tahun 2021. “Sarius kemudian menyerahkan senjata tersebut kepada Petrus Oyaitouw yang bermaksud memperbaikinya untuk digunakan berburu. Selain itu, Sarius juga memberikan uang sebesar 10 juta rupiah kepada Petrus untuk pembelian senjata lainnya,” tambah Kasatgas Humas.AKBP Dr. Bayu Suseno menambahkan, tim Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz-2024 terus mendalami kasus ini dan menelusuri jaringan jual beli senjata api ilegal yang melibatkan Sarius Indey dan Petrus Oyaitouw."Saat ini, Sarius Indey tengah menjalani pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut di Polda Papua. Satgas Ops Damai Cartenz-2024 terus berkomitmen untuk memberantas jaringan peredaran senjata api ilegal di Papua demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini,” tandas AKBP Dr. Bayu Suseno. (PNO-12)
08 Jun 2024, 19:34 WIT
Kapolda Papua Berikan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Caravan, Sentani
Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana kebakaran di Jalan Caravan Sentani, Kabupaten Jayapura pada Kamis (6/6/2024).Penyerahan bantuan dilakukan Kapolda di lokasi kebakaran Jumat (7/6/2024) didampingi Kepala BNN Papua dan Kapolres Jayapura. Adapun bantuan yang diserahkan 150 sak semen, 100 seng, dan bantuan berupa uang.Kapolda Mathius menyampaikan pihaknya merasakan apa yang dirasakan korban kebakaran kemarin seperti pada saat kebakaran rumah dinas Kapolda beberapa waktu lalu.“Pertama saya merasakan apa yang dirasakan korban senama saya pada saat rumah dinas Kapolda Papua, tapi saya sadar betul karena kejadian pada subuh jadi tidak ada yang bisa diselamatkan. Saya berharap keluarga besar korban kebakaran Mathius Payung tidak bersedih karena ini bagian yang kita amini sebagai cobaan dari Tuhan untuk mengingatkan umatnya,” ujar Kapolda.Lebih lanjut, ia berharap kepada keluarga besar Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Sentani agar mempunyai rasa empati yang sama untuk bisa membantu meringankan beban yang dirasakan keluarga besar Mathius Payung.“Saya berharap dengan bantuan yang saya berikan bisa cepat membangun rumahnya kembali, sehingga ada tempat berteduh bersama keluarga, karena tinggal di tempat orang lain itu rasanya kurang nyaman,” katanya.Irjen Fakhiri mengatakan setelah bantuan yang diserahkan tersebut ada juga bantuan lain dari keluarga besar IKT sehingga keluarga korban bisa cepat kembali ke rumahnya. “Saya berharap setelah bangun rumah ini arus listrik harus diperhatikan agar tidak terjadi korseleting lagi. Kebakaran ini tentu tidak diinginkan mereka, tetapi kalau Tuhan sudah berkehendak tak satu pun manusia bisa dibatalkan,” bebernya.Ia mengaku, rumah dinas Kapolda Papua yang terbakar sebelumnya akibat arus listrik karena rumah sudah tua, sehingga cepat terbakar. Musibah yang dialami oleh keluarga Payung ini tidak membuat rumah lain terbakar. Untuk itu, dia meminta kepada pemerintah Kabupaten Jayapura bisa melihat warganya memberikan kepedulian agar masyarakat bisa memperbaharui rumah-rumahnya. “Kalau kehadiran saya disini untuk membantu warga korban kebakaran meringankan beban keluarga Mathius Payung,” ungkap Fakiri.Sementara itu, keluarga korban kebakaran Mathius Payung menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Papua yang telah datang ke tempatnya.“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan Kapolda Papua ini sebagai bentuk empati, simpati buat kami. Tadi sudah disampaikan bahwa Kapolda juga sudah pernah merasakan apa yang kami rasakan, sehingga memiliki empati yang sangat besar dan luar biasa yang kami rasakan. Kami sudah saksikan bersama bantuan dari bapak Kapolda buat kami,” ucap Mathius Payung.Ia menyebutkan, pihaknya tidak bisa berbuat sesuatu untuk membalas kebaikan Kapolda Papua.“Kami hanya bisa berdoa dalam karir, jabatan dan dalam berbagai impian rencana kedepan dapat terwujud,” tuturnya.Mathius Payung menyampaikan dirinya juga mendapat dukungan bantuan dari masyarakat IKT, masyarakat setempat karena mereka kehilangan segalanya sehingga mereka tetap semangat kedepan dalam membangun rumahnya kembali setelah terbakar. (PNO-12)
08 Jun 2024, 14:09 WIT
Sambut HUT Bhayangkara Ke-78, Kapolda Papua Gelar Turnamen Futsal
Papuanewsonline.com, Jayapura – Dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-78, Polda Papua menggelar turnamen futsal Garuda Atamali Cup I, Jumat (07/6/2024). Yang langsung di buka oleh Kapolda Papua, Irjen Po. Mathius D. Fakhiri, S.I.K di Kampung Atamali, Distrik Ebungfau, Kabupaten Jayapura.Turut hadir dalam kegaiatan tersebut, Kepala BNNP, Brigjen Pol. Norman Widjajadi, S.I.K, Kapolres Jayapura, AKBP Fredickus W.A Maclarimboen S.I.K, M.H, dan Ondoafi Kampung Atamali, Septinus Ibo.Dalam kesempatannya, Kapolda mengatakan turnamen futsal ini dilaksanakan masih dalam rangkaian hari Bhayangkara ke- 77, berharap turnamen futsal ini menjadi ajang silaturahmi dengan tetap menjunjung tinggi sportifitas dalam ber olahraga,“Turnamen futsal ini dipilih karena olahraga tersebut di Kampung Atamali cukup digandrungi dan juga sebagai ajang hiburan,” ucap Kapolda.Lebih lanjut, Kapolda mendukung penuh semua bentuk kegiatan olahraga agar para generasi anak-anak Papua yang di daerah-daerah terpencil dapat berprestasi dan bisa bersaing di kancah Nasional maupun Internasional.Sementara itu, Ondoafi Kampung Atamali mengucapkan terimakasih atas kepedulian Kapolda Papua yang telah menggelar turnamen futsal tersebut.Dalam kegiatan tersebut, Irjen Fakhiri juga memberikan bantuan sarana olahraga berupa 4 (empat) buah bola kaki dan kostum guna mendukung dan memotivasi para generasi muda di Kampung tersebut. (PNO-12)
08 Jun 2024, 14:04 WIT
Diduga Pengedar Ganja Kelas Kakap Lintas Negara, Polisi Bekuk 3 Terduga Pelaku
Papuanewsonline.com, Jayapura - Tiga pria diduga pengedar narkotika golongan I jenis ganja ditangkap oleh tim opsnal narkoba Polresta Jayapura Kota di Taman Mesran Jayapura pada Rabu (5/6) sore. Dua dari tiga pelaku merupakan warga negara asing asal Papua Nugini (PNG), masing-masing berinisial NN (22) dan CN (20). Sementara itu, satu pelaku lainnya adalah warga negara Indonesia yang berdomisili di Dok IX Kali Distrik Jayapura Utara, berinisial GB (32).Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, melalui Kasat Resnarkoba AKP Irene Aronggear, S.H, mengonfirmasi penangkapan tersebut. Dalam pernyataannya di ruang kerja, mengatakan bahwa ketiga pelaku ditangkap bersama barang bukti narkotika jenis ganja yang dikemas dalam 21 paket plastik bening berukuran besar."Ya, benar. Kemarin sekitar jam 5 sore, tim opsnal narkoba Polresta berhasil mengamankan tiga pria yang diduga merupakan pengedar ganja bersama barang buktinya," ujar AKP Irene.Menurutnya, penangkapan ini bermula dari informasi yang diperoleh tim opsnal mengenai rencana pengiriman ganja melalui pelabuhan dalam jumlah besar. Merespons informasi tersebut, tim segera melakukan penyelidikan di lapangan dan berhasil mengidentifikasi keberadaan ketiga pelaku di sekitar Taman Mesran Jayapura."Ketiga terduga pelaku langsung diamankan saat hendak menuju ke Pelabuhan Laut Jayapura dengan membawa barang haram tersebut yang dikemas dalam barang bawaan mereka," jelas AKP Irene.Kasat Resnarkoba juga menambahkan bahwa ketiganya masih dalam proses pemeriksaan dan pengembangan oleh penyidik terkait kepemilikan barang bukti yang ditemukan. "Sementara ini ketiganya sudah diamankan bersama barang buktinya di satuan narkoba Polresta Jayapura Kota untuk dikembangkan melalui pemeriksaan. Diduga kuat mereka sudah sering memasukkan ganja dari PNG dalam jumlah besar. Hal ini masih kami dalami," pungkasnya.Penangkapan ini menunjukkan komitmen Polresta Jayapura Kota dalam memerangi peredaran narkotika di wilayahnya. "Kami akan terus berupaya maksimal dalam memberantas peredaran narkotika di Jayapura. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait narkotika," tambah AKP Irene.Dengan adanya razia dan penangkapan seperti ini, diharapkan peredaran narkotika di Jayapura dapat ditekan, dan keamanan serta ketertiban masyarakat dapat terjaga. "Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kota ini dari ancaman narkotika yang merusak generasi muda," tutup Kasat Resnarkoba. PNO-11
08 Jun 2024, 14:00 WIT
Polri dan PMI Jayapura Bekerjasama dalam Aksi Donor Darah Sambut HUT Bhayangkara Ke-78
Papuanewsonline.com, Jayapura - Dalam rangka menyongsong HUT Bhayangkara ke-78, Polda Papua menggelar kegiatan bakti kesehatan donor darah di Dermaga Polairud Polda Papua pada Kamis (6/6). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Papua dan didampingi oleh Ketua PMI Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, M.M.Dalam kesempatannya, Wakapolda Papua menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari perayaan Hari Bhayangkara yang ke-78, yang bertujuan untuk memperingati dan merayakan hari penting ini dengan semangat kebersamaan dan solidaritas. "Kegiatan bakti kesehatan donor darah ini bertujuan untuk memperingati HUT Bhayangkara dengan semangat kebersamaan dan solidaritas. Ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat," ujarnya.Wakapolda menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk membantu memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. "Kami berharap dengan melibatkan banyak personel kepolisian dalam kegiatan ini, dapat membantu menyelamatkan banyak nyawa dan menjadi contoh positif bagi masyarakat luas tentang pentingnya donor darah sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan," kata Brigjen Pol. Patrige.Ketua PMI Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, M.M., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif Polda Papua. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kebutuhan darah di rumah sakit sangat tinggi, dan partisipasi dari Polri sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan tersebut," ungkapnya.Kegiatan ini diikuti oleh banyak personel kepolisian yang dengan sukarela mendonorkan darah mereka. Selain itu, kegiatan ini juga mengajak masyarakat sekitar untuk turut serta dalam aksi donor darah, memperkuat pesan bahwa donor darah adalah tindakan mulia yang bisa menyelamatkan nyawa.Dengan semangat kebersamaan dan solidaritas yang ditunjukkan dalam kegiatan ini, diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menginspirasi lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemanusiaan. "Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini dan menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup kita. Mari kita terus bergotong-royong dan saling membantu demi kemanusiaan," pungkas Wakapolda.Kegiatan bakti kesehatan donor darah ini menandai salah satu dari serangkaian acara yang diselenggarakan Polda Papua dalam rangka merayakan HUT Bhayangkara ke-78. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat dan memperkuat semangat kepedulian sosial di kalangan anggota Polri dan masyarakat luas. PNO-11
08 Jun 2024, 13:52 WIT
KKB Kembali Berulah Dengan Menembak Mati 1 Warga Sipil Di Borme Pegunungan Bintang
Papuanewsonline.com, Pegunungan Bintang - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Wilayah Pegunungan Bintang Kembali melakukan Aksi Kejinya dengan melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil Asli Papua asal Distrik Borme, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada hari Kamis tanggal 06 Juni 2024, pukul 07.00, Wit.Kepala Operasi Damai Cartenz-2024, Kombes Pol Dr. Faizal Ramadhani, saat di konfirmasi membernarkan adanya peristiwa tersebut.Kombes Pol Dr. Faizal Ramadhani, dalam keterangannya menyampaikan bahwa, benar pada hari Kamis tanggal 06 Juni 2024, pukul 07.00, Wit, telah terjadi penembakan yang dilakukan oleh KKB Wilayah Pegunungan Bintang terhadap seorang warga masyarakat Asli Distrik Borme atas nama Senus Lepitalen. Penembakan itu terjadi di Distrik Borme, Kabupaten Pegunungan Bintang.Selain itu, Kasatgas Humas OPS Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno, Ketika dikofirmasi mengatakan, bahwa, kronologis singkat dari peristiwa penembakan tersebut yaitu, pada pukul 06.00, Wit, korban menghangatkan badanya di tungku api tepatnya di rumah korban.“Disaat korban sedang menghangtakan badan korban, korban medengar suara ketukan pintu rumah, kemudian korban berjalan menuju pintu rumahnya dan membukan pintu. Disaat korban membukan pintu rumahnya, korban kemudian berhadapan dengan sejumlah anggota KKB dan seketika itu pula, korban langsung ditembak dengan menggunakan senjata api laras pendek pada dada korban tembus ke belakang.” Pungkas AKBP Dr. Bayu Suseno.AKBP Dr. Bayu Suseno Kembali menjelasakan, untuk jenazah korban saat ini sedang disemayamkan di rumah korban tepatnya, di kampung Calap, Distrik Borme. Lokasi rumah korban berada berdekatan dengan lapangan terbang Distrik Borme.“Dapat kami menyapaikan Kembali bahwa, Almarhum saudara Senus Lepitalen, merupakan salah satu korban penganiayaan dan penyanderaan karyawan PT. IBS yang dilakukan oleh KKB pada tanggal 12 Mei 2023 lalu, di Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang”, tutur Kasatgas Humas OPS Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno.AKBP Dr. Bayu Suseno menambahkan bahwa Satgas Ops Damai Cartenz 2024 akan terus melakukan pengejaran terhadap KKB yang aktif melakukan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polda Papua. PNO-11
08 Jun 2024, 13:41 WIT
Cegah Kriminalitas dan Jaga Kamtibmas, Polres Jayawijaya Lakukan Razia
Papuanewsonline.com, Wamena – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Wamena, Polres Jayawijaya menggelar razia di perempatan Jalan Irian-Sudirman pada Kamis (6/6) sore. Razia tersebut dipimpin langsung oleh KBO Sat Intelkam, IpdaI Gede Cipta Adi Permana, dengan sasaran masyarakat yang membawa senjata tajam, minuman keras, narkoba, dan benda berbahaya lainnya.Kapolres Jayawijaya, melalui Plt. Kasi Humas Ipda M. Suryanto, menyatakan bahwa dalam razia yang berlangsung selama satu jam tersebut, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua bilah parang, tujuh bilah pisau, satu gunting, dan satu buah kartafel. "Razia ini dilaksanakan sebagai langkah antisipasi Kepolisian demi mencegah terjadinya tindak pidana di Kota Wamena. Hal ini dikarenakan kebiasaan masyarakat yang masih membawa alat tajam di dalam kota dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," ungkap Ipda Suryanto.Lebih lanjut, Kasi Humas mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Jayawijaya untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas di Kota Wamena agar tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya tidak membawa alat tajam saat memasuki kota serta menghindari konsumsi minuman keras. "Kita ketahui bersama bahwa senjata tajam dan minuman keras selalu menjadi akar permasalahan di Jayawijaya. Untuk itu, peran serta seluruh masyarakat sangat diperlukan demi terwujudnya keamanan di Kota Wamena," tambahnya.Selain itu, Ipda Suryanto juga menyoroti pentingnya kerjasama antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga keamanan. "Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai warga. Dengan tidak membawa senjata tajam dan menghindari minuman keras, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua," ujarnya.Razia ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polres Jayawijaya untuk mengurangi tingkat kriminalitas di wilayah tersebut. "Kami akan terus melakukan razia secara berkala untuk memastikan Kota Wamena tetap aman dan tertib. Kami juga menghargai dukungan masyarakat dalam setiap operasi yang kami lakukan," kata Ipda Gede Cipta Adi Permana.Dengan dilaksanakannya razia ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga Kamtibmas semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif dan jauh dari tindakan kriminal. "Mari kita jaga kota kita bersama-sama. Keamanan dan ketertiban adalah kunci kesejahteraan masyarakat," tutup Ipda Suryanto.Polres Jayawijaya berkomitmen untuk terus bekerja keras demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, dengan harapan setiap warga dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut atau khawatir. (PNO-12)
08 Jun 2024, 06:57 WIT
Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Lakukan Pendampingan Penyaluran BPNT
Papuanewsonline.com, Jatim - Polri melalui Satgassus Pencegahan Korupsi melakukan pendampingan kepada Kementerian Sosial dalam penyaluran Bantuan Sembako/BPNT dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lamongan. Hal itu juga sebagai bentuk pengawasan.Budi Agung Nugraha selaku Ketua Tim menjelaskan, hasil temuan di lapangan menunjukkan terjadi upaya penggiringan KPM untuk mengambil sembako/BPNT yang telah dipaketkan di penyedia. Padahal paket itu telah ditentukan. Tidak hanya itu, penggiringan juga menunjukkan ketidaksesuaian dengan Permensos No. 4 Tahun 2023 yang berakibat pada penidaklayakan terhadap KPM yang tidak mau mengambil paket sembako/BPNT.“Satgasus merekomendasikan agar Kemensos RI meningkatkan intensitas sosialisasi, edukasi KPM agar tidak mudah ditipu oleh oknum tidak bertanggung jawab,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/6/24).Menurutnya, Satgassus juga merekomendasikan evaluasi SDM yang menjadi pendamping sosial di daerah agar memastikan KPM menerima haknya. Caranya dengan mengatur regulasi dan mekanisme pengusulan Bansos Sembako/BPNT dan PKH lebih akuntabel, transparan, wajar, kebijakan dan pengendalian kebijakannya di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa. “Hal ini untuk meminimalisir peluang dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menghilangkan haknya KPM.Satgassus akan terus mendampingi Kemensos RI untuk memastikan bahwa penerima Bansos adalah orang yang berhak dan layak menerima,” ujarnya.Ditambahkan Yudi Purnomo Harahap selaku anggota Satgassus Pencegahan Korupsi Mabes Polri, tim juga melakukan kegiatan monitoring pencairan dan penyaluran Bansos Sembako/BPNT dan PKH. Selain itu, sosialisasi dan edukasi KPM di Kabupaten Lamongan untuk mencegah terjadinya penipuan yang dilakukan oleh oknum dengan cara memanfaatkan program bansos.“Adapun Kabupaten Lamongan dipilih karena ditemukannya ribuan data Keluarga Penerima Manfaat yang ditidaklayakan dalam kurun waktu Juni 2023 sampai dengan Februari 2024, diduga penidaklayakan ini tanpa melalui mekanisme sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya. (PNO-12)
07 Jun 2024, 21:21 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru