logo-website
Jumat, 24 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Dit Lantas Polda Papua Lakukan Sosialisasi Larangan Penggunaan Knalpot Brong Di Kota Jayapura Papuanewsonline.com, Jayapura - Ditlantas Polda Papua| mensosialisasikan larangan penggunaan knalpot brong ke Bengkel-bengkel di kota Jayapura. Hal ini merupakan tindakan untuk mewujudkan Kota Jayapura “zero knalpot brong”, Senin (15/01/2024).Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Papua Kompol Abdul Rahman, mengatakan sosialisasi door to door ke beberapa bengkel di Kota Jayapura ini merupakan upaya untuk mencegah dan memberantas penggunaan knalpot brong di Kota Jayapura.”Bengkel menjadi salah satu sasaran sosialisasi karena meminimalisir penggunaan knalpot brong di kalangan pelajar dan masyarakat. Kami ingin mengajak berbagai pihak untuk menciptakan ketenangan di jalan raya. Sekaligus menegakkan aturan berlalulintas,” katanya.Ia menjelaskan, selama ini keberadaan knalpot brong cukup meresahkan. Apalagi, knalpot brong ini menjadi salah satu sumber suara bising yang mengganggu ketertiban di jalanan dan menganggu kenyamanan pengguna jalan lain.”Kami melakukan sosialisasi ini sebagai upaya preemtif untuk mengurangi kebisingan yang meresahkan akibat penggunaan knalpot brong pada kendaraan bermotor,” ungkapnya.Lebih lanjut, ia menyebut kegiatan sosialisasi ini selain di bengkel pihaknya akan sosialisasikan di di sekolah-sekolah , komunitas-komunitas otomotif hingga penyebaran banner masif di media sosial akan terus digencarkan.“Harapannya, langkah sosialiasi yang dilakukan ini mampu meningkatkan kesadaran bagi pihak bengkel dan masyarakat untuk tidak menjual maupun menggunakan knalpot brong dan semakin disiplin akan peraturan lalu lintas,” ungkapnya.”Pihak bengkel dan masyarakat diharapkan dapat mendukung kebijakan ini demi menciptakan lingkungan yang lebih tenang dan nyaman khususnya dalam masa Pemilu 2024 ini,” imbuhnya. PNO-11 17 Jan 2024, 09:54 WIT
Wakapolda Papua Pimpin Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah Seleksi SIPSS TA 2024 Papuanewsonline.com, Jayapura - Wakil Kepolisian Daerah Papua Brigjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., memimpin Penandatanganan Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2024 Polda Papua, Senin (15/01/2024).Turut hadir dalam kegiatan Karo Rena Polda Papua, Kombes Pol. Ary Wahyu Widijananto, S.I.K., Kabid Propam Polda Papua, Kombes Pol. Roy Satya Putra, S.I.K., Kabag Watpers Biro SDM Polda Papua, AKBP Adi Tri Widiyanto, S.I.K., S.H., Kasubbid PID Bidhumas Polda Papua, Kompol Nur Jannah, S.Sos., para panitia, orang tua dan para peserta seleksi sebanyak 7 orang peserta yang terdiri 4 pria dan 3 wanita.Dalam arahannya, Wakapolda Papua mengatakan Pakta Integritas merupakan pernyataan atau janji kepada diri sendiri terkait dengan komitmen dalam melaksanakan seluruh tugas, tanggung jawab, wewenang dan peran sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme yang dituangkan ke dalam sebuah Dokumen Pakta Integritas.“Kita tahu bahwa acara pokok ini terdapat pada sumpah yang telah dibacakan secara tegas tadi, dan prinsipnya kita telah sepakat bahwa apa yang kita lakukan pada siang hari ini merupakan janji kepada Tuhan dan kita sebagai manusia jangan sampai tergoda,” ucap Wakapolda Papua.Lebih lanjut, Wakapolda mengatakan Apalagi saat ini rekruitmen di Indonesia sebanyak 100 orang dan tentunya yang lulus merupakan orang yang terpilih, dimana sistem perangkingan kalian akan diseleksi secara nasional.“Selaku orang tua, saya menginginkan semua bisa diterima menjadi anggota Polri dan bisa berdinas di Papua kembali. Karenanya harus berjuang, berdoa, belajar dan berlatih, serahkan semua kepada Tuhan,” ungkapnya.“Selamat berjuang mengikuti seluruh rangkaian tes dalam keadaan sehat sampai selesai hingga menunggu pengumuman kelulusan, dan semoga lancar semua,” tambahnya. PNO-11 16 Jan 2024, 08:20 WIT
Tim Dit Polairud Polda Papua Berhasil Menangkap 2 Orang Pengedar Narkoba Papuanewsonline.com, Jayapura – Tim Subdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Papua mengamankan 2 orang diduga pelaku pengedar narkotika jenis ganja kering.Kedua tersangka ditangkap di Pelabuhan Umum Kota Jayapura yang akan berangkat menggunakan kapal putih (KM Sinabung) dengan tujuan Jayapura-Biak, Minggu (14/01/2024) sekitar pukul 00.00 wit.Dirpolairud Polda Papua Kombes Pol. Andi Anugrah, S.I.K., mengungkapkan, penangkapan terduga pengedar narkotika jenis ganja tersebut menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat, terkait adanya transaksi narkotika jenis ganja di Pelabuhan Kota Jayapura.Berbekal informasi tersebut, Tim langsung memantau dan berhasil mengamankan terduga pelaku yang berinisial PH (19) dan EJ (22).Barang bukti yang ditemukan antara lain 2 (dua) bungkus plastik bening berukuran sedang berisikan narkotika golongan I jenis ganja kering dan 1 (satu) bungkus plastik bening berukuran kecil berisikan narkotika golongan I jenis ganja kering yang disembunyikan didalam Tas renjani berwarna hijau.“Kemudian, 3 (tiga) bungkus plastik bening berukuran kecil (plastik kapur siri) berisikan narkotika golongan I jenis ganja kering yang disembunyikan kedalam tas vape warna hitam berukuran kecil, 1 (satu) bungkus plastik bening berukuran kecil (plastik kapur siri) berisikan narkotika golongan I jenis ganja kering, 1 (satu) lintingan narkotika golongan I jenis ganja kering dan 1 dos kertas lintingan tembakau yang disembunyikan kedalam tas selempang berwarna hijau hitam,” ucap Dir Polairud.Selanjutnya 2 orang berinisial PH dan EJ beserta barang bukti dibawa ke Mako Direktorat Polairud Polda Papua guna pemeriksaan lebih lanjut.“Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua pelaku melanggar pasal 114 ayat 1 Subsider pasal 111 ayat 1 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (PNO-12) 16 Jan 2024, 07:44 WIT
Perkuat Keamanan, Polres Lanny Jaya Pastikan Pelipatan Surat Suara Berjalan Lancar Papuanewsonline.com, Lanny Jaya – Proses pelipatan surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Kabupaten Lanny Jaya mendapatkan pengawalan ketat dari Polres setempat. Kapolres Lanny Jaya, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K, memastikan keamanan pelipatan surat suara yang berlangsung di Aula Nimirok Kantor DPRD Lanny Jaya pada Sabtu (13/1) sore.Dalam pengawasan tersebut, Kapolres Lanny Jaya didampingi oleh Kasi Propam Ipda D. E. Watora, Kasi Humas Ipda Andi Mappanyompa, dan anggota Bawaslu Kabupaten Lanny Jaya. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mendukung kelancaran Pemilu 2024 dengan memastikan keamanan dan keteraturan dalam setiap tahapannya.AKBP Umar Nasatekay, S.IK, menjelaskan bahwa belasan personil dari Polres Lanny Jaya ditempatkan di lokasi pelipatan surat secara bergantian selama proses tersebut. Selain itu, petugas yang terlibat dalam pengamanan telah melalui pendataan dan disiapkan secara cermat."Kita akan terus menjaga dengan memeriksa setiap orang yang masuk dan keluar, serta petugas, sehingga tidak ada gangguan atau ancaman dari pihak yang tidak dikenal yang mendekati lokasi pelipatan surat suara," ungkap Kapolres.Pengamanan yang ketat ini bertujuan untuk memastikan proses pemilu berlangsung dengan lancar dan adil. Kapolres menegaskan komitmen Polres Lanny Jaya untuk memberikan kontribusi positif dalam memastikan kelancaran dan integritas Pemilu 2024 di wilayahnya."Hari ini merupakan hari pertama kegiatan pelipatan surat suara Pemilu 2024, sehingga selama pelaksanaannya, kita akan terus menjaga dan melakukan pengamanan ekstra agar berjalan lancar," tambahnya. (PNO-12) 15 Jan 2024, 19:19 WIT
Polres Jayawijaya Tangani Kasus Penganiayaan Yang Dilakukan Oleh ODGJ Papuanewsonline.com, Jayapura - Polres Jayawijaya tengah menangani kasus penganiayaan yang terjadi di Distrik Walaik, Kabupaten Jayawijaya pada Kamis (11/01), yang diduga dilakukan oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kejadian ini mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka akibat senjata tajam.Kapolres Jayawijaya, AKBP Heri Wibowo, S.I.K, membenarkan adanya kasus penganiayaan tersebut. Saat ini, dua korban dan pelaku sedang mendapatkan perawatan medis oleh pihak kesehatan.Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula dari laporan RSUD Wamena, dimana keluarga korban tidak menerima pelaku yang dibawa oleh masyarakat ke RSUD Wamena. Pelaku diketahui mengalami luka panah di bagian belakang badan."Kami langsung menuju ke RSUD untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan membawa pelaku ke Puskesmas Wamena Kota untuk mendapatkan perawatan medis," jelas Kapolres.Menurut keterangan saksi, kejadian terjadi ketika pelaku ODGJ berinisial EE (25) masuk ke dalam honai korban membawa dua buah parang di tangan kanan dan kiri. Pelaku kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Arnus Elopere (34), mengakibatkan tangan kiri korban terpotong. Selanjutnya, pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban Hili Yelipele (45), mengakibatkan tangan dan kepala korban mengalami luka."Setelah melakukan aksi, pelaku melarikan diri dan dikejar oleh keluarga korban. Karena pelaku masih memegang parang, keluarga korban terpaksa memanah pelaku hingga terluka," ungkap Kapolres.Kapolres menambahkan bahwa pelaku yang diduga ODGJ berasal dari Distrik Walaik dan sering mengganggu masyarakat setempat. “Saat ini, pelaku masih mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Wamena Kota, sementara korban penganiayaan dirawat di ruang UGD RSUD Wamena. Kasus ini sedang dalam penyelidikan untuk mengungkap semua fakta yang terjadi,” ujarnya. PNO-11 15 Jan 2024, 06:22 WIT
Polisi Tangani Kasus Pertikaian di Kelurahan Wadio, Nabire Papuanewsonline.com, Nabire – Kepolisian Resor Nabire saat ini tengah menangani kasus pertikaian antar warga di Kelurahan Wadio, Nabire, Papua Tengah pada Kamis (11/1/ 2024).Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.Kabid Humas mengatakan pertikaian disebabkan meninggalnya Marselino S pada Senin (8/1/2024) sekitar pukul 03.15 wit yang diduga ditikam oleh istrinya yang berinisia MS menggunakan pisau.“Kejadian berawal dari pelapor yang mendapat info dari pesan Whatsapp dari salah satu saudara pelapor yang berada di Kabupaten Paniai bahwa korban berada di RSUD Nabire dalam kondisi dirawat, namun sekitar pukul 12.15 wit pelapor mendapati bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ucap Kabid Humas.Lebih lanjut, Kabid Humas mengatakan saling serang mengakibatkan 7 orang terkena lemparan bahkan panah sehingga dilarikan RSUD Siriwini, Nabire, Papua Tengah.Sementara itu, Kapolres Nabire AKBP Wahyudi Satriyo Bintoro, S.H., S.I.K., M.Si, mengatakan bahwa setelah melakukan saling serang antara kedua keluarga ini, sekelompok masyarakat melakukan pemalangan jalan lintas Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai sehingga aktivitas jalan lintas sempat tersendat.“Setelah kami dapat informasi terkait pemalangan jalan oleh masyarakat kami turun langsung memastikan ternyata benar pemalanganya di Wadio,” ujarnya.Kapolres meminta kepada masyarakat untuk segera menghentikan pertikaian dan pemalangan jalan."Saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan hal-hal yang tidak perlu dan selalu menjaga Kamtibmas di wilayah Kabupaten Nabire agar tetap aman dan kondusif,” himbau Kapolres. (PNO-12) 12 Jan 2024, 14:56 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT