logo-website
Senin, 17 Agu 2026,  WIT
BERITA Olahraga Homepage
KONI Mimika Desak Penyelesaian Administrasi, Atlet Jangan Gagal Bertanding Hanya Karena Prosedur Papuanewsonline.com, Mimika – Menjelang PON Beladiri 2026 di Sulawesi Utara Oktober mendatang, kekhawatiran mulai muncul dari Mimika. Ketua Umum KONI Kabupaten Mimika Antonius Kemong mendesak KONI Provinsi Papua Tengah segera mengambil langkah nyata agar kesempatan para atlet tidak terbuang sia-sia hanya karena keterlambatan urusan administrasi. Pendaftaran peserta akan dibuka bulan depan, sehingga setiap tahapan harus dipastikan selesai tepat waktu. 29/7/26) “Kami memohon agar KONI Provinsi segera mendaftarkan cabang beladiri seperti Kick Boxing, Muaythai, dan Tinju. Jangan sampai momen emas ini lewat hanya karena dokumen belum lengkap. Papua Tengah wajib hadir,” tegas Antonius. Ia menegaskan atlet di Mimika sudah matang secara teknis dan mental melalui serangkaian latihan serta kompetisi nasional. Namun kesiapan fisik tak ada artinya jika pintu pendaftaran tertutup sebelum mereka sempat melangkah.Selain koordinasi antarlembaga, dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi juga menjadi kebutuhan mendesak. “Mereka akan membawa nama daerah. Sudah sepantasnya pemerintah hadir mendukung operasional persiapan, agar atlet tidak berjuang sendirian saat mengangkat nama Papua Tengah ke panggung nasional,” ujarnya. Hingga kini, daerah dan pengurus cabang olahraga belum mendapatkan arahan pasti mengenai langkah yang harus diambil.Antonius menjelaskan pendaftaran bukan berarti jaminan tampil otomatis. Setelah provinsi mendaftar, atlet masih akan diseleksi oleh Pengurus Besar masing-masing cabang dengan mempertimbangkan rekam jejak prestasi di berbagai kejuaraan. Artinya, persaingan tetap ketat dan mengutamakan kualitas, namun semua itu tak akan berjalan jika langkah awal dari provinsi belum dimulai.Penulis: JidEditor: OF 30 Jul 2026, 09:40 WIT
Resmi Dibuka, Bulutangkis Kapolri Cup Diikuti Oleh 1.219 Peserta Papuanewsonline.com, Jakarta – Kejuaraan Bulutangkis Kapolri Cup 2026 resmi dibuka di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Senin (27/7). Turnamen yang menjadi rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini mengusung tema “Membangun Prestasi untuk Negeri” sebagai wujud semangat “Polri untuk Masyarakat” melalui pembinaan olahraga yang inklusif dan berprestasi.Dalam keterangannya, Irjen Pol. Mardiyono selaku ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa Kejuaraan Bulutangkis Kapolri Cup 2026 diselenggarakan di tiga lokasi, yakni GOR Universitas Negeri Jakarta, GOR Duren Sawit, dan GOR Kecamatan Pondok Bambu. Pembukaan dan penutupan dipusatkan di GOR UNJ, sementara pertandingan berlangsung di ketiga venue tersebut pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026.“Bulutangkis Kapolri Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah membangun sportivitas, kebersamaan, dan mempererat sinergi antara Polri dengan masyarakat serta berbagai stakeholder lainnya,” ujar Irjen Pol. Mardiyono.Ia menjelaskan, turnamen tahun ini diikuti sebanyak 1.219 peserta, terdiri dari 591 peserta kategori umum, 558 peserta kategori Polri, dan 70 peserta kategori difabel. Kategori yang dipertandingkan meliputi U-15 Pemula, U-17 Remaja, U-19 Taruna, kategori Polri, serta kategori difabel dengan pembagian berdasarkan klasifikasi disabilitas guna menjamin kompetisi yang adil dan setara.Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan merupakan hasil kolaborasi Polri bersama PBSI dalam mendukung pembinaan olahraga nasional sekaligus menggandeng NPCI sebagai bentuk komitmen menghadirkan olahraga yang inklusif bagi atlet penyandang disabilitas.“Harapannya, Bulutangkis Kapolri Cup 2026 tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat pembinaan olahraga, menumbuhkan sportivitas, dan mempererat hubungan Polri dengan masyarakat. Ini menjadi bagian dari semangat Polri Untuk Masyarakat,” ungkapnya.Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja mengapresiasi konsistensi Polri dalam mendukung pembinaan atlet bulutangkis melalui penyelenggaraan kejuaraan yang masuk dalam kalender resmi PBSI tahun 2026.“Kami berterima kasih kepada institusi Polri atas komitmennya menyelenggarakan kejuaraan ini. Atlet-atlet yang tampil di kategori pembinaan akan kami pantau sebagai calon atlet potensial untuk mengikuti seleksi nasional hingga pemusatan latihan nasional,” kata Ricky.Di sisi lain, Ketua Umum NPCI Provinsi DKI Jakarta Yasin Onasie menyampaikan apresiasi atas keterlibatan atlet difabel dalam Kejuaraan Bulutangkis Kapolri Cup 2026.“Terima kasih kepada Kapolri dan PBSI yang telah melibatkan NPCI untuk pertama kalinya. Ini merupakan wujud bahwa atlet penyandang disabilitas juga diberikan ruang untuk berkarya dan berprestasi bagi negeri,” ujarnya.Selain memperebutkan gelar juara, para pemenang akan memperoleh sertifikat, medali, piala, serta uang pembinaan. Kejuaraan juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya Polri mendekatkan diri kepada masyarakat melalui olahraga dan pembinaan generasi muda. PNO-12 27 Jul 2026, 21:29 WIT
Borong 3 Emas di Kejurnas Kapolri Cup 2026, Atlet Polda Maluku Dapat Apresiasi Langsung dari Kapolda Papuanewsonline.com, Ambon – Keberhasilan kontingen Taekwondo Polda Maluku menyapu bersih tiga medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Kapolri Cup 2026 mendapat apresiasi langsung dari Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.. Prestasi tersebut dinilai tidak hanya mengharumkan nama Polda Maluku di tingkat nasional, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul, profesional, disiplin, dan berdaya saing.Sebagai bentuk penghargaan atas capaian tersebut, Kapolda Maluku menerima langsung para atlet berprestasi di Ruang Kerja Kapolda, Selasa (22/7/2026). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebanggaan itu menjadi momentum apresiasi terhadap personel yang mampu mengukir prestasi nasional di tengah tanggung jawab mereka sebagai anggota Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Karo SDM Polda Maluku, pelatih Taekwondo Polda Maluku Bripka Yohanis Berekmanis Fasak, serta tiga atlet peraih medali emas, yakni Brigadir Aldi Wahyudi Basri dari Satreskrim Polres Buru, Briptu Asriyadi Rusdin Vanath dari Polres Seram Bagian Timur, dan Bripda Arrad Syahputra Ode Engke dari Detasemen Gegana Satbrimob Polda Maluku.Ketiga personel tersebut berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara pada kelas yang berbeda. Brigadir Aldi Wahyudi Basri keluar sebagai Juara I Kelas -80 Kg Putra, Briptu Asriyadi Rusdin Vanath meraih Juara I Kelas -74 Kg Putra, sementara Bripda Arrad Syahputra Ode Engke menjadi Juara I Kelas -63 Kg Putra.Keberhasilan menyabet tiga medali emas tersebut menjadi capaian yang membanggakan bagi Polda Maluku karena menunjukkan bahwa personel Polri mampu tampil kompetitif pada ajang olahraga tingkat nasional. Prestasi ini sekaligus mempertegas bahwa pembinaan fisik, mental, disiplin, dan karakter yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan personel yang tidak hanya profesional dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga berprestasi di berbagai bidang.Dalam arahannya, Kapolda Maluku menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung yang telah mengharumkan nama Polda Maluku melalui prestasi gemilang di Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup 2026.Menurut Kapolda, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, semangat pantang menyerah, serta komitmen yang dibangun melalui proses latihan yang konsisten di tengah padatnya pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri."Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet yang telah mempersembahkan prestasi terbaik bagi Polda Maluku. Keberhasilan meraih tiga medali emas di Kejuaraan Nasional Kapolri Cup bukan hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga membuktikan bahwa personel Polri mampu menunjukkan dedikasi, profesionalisme, dan daya saing yang tinggi di tingkat nasional," ujar Kapolda.Kapolda menegaskan bahwa olahraga merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun sumber daya manusia Polri yang unggul. Melalui pembinaan olahraga yang terarah, personel tidak hanya memiliki kondisi fisik yang prima, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, berintegritas, serta memiliki mental juara yang akan tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari."Prestasi ini menunjukkan bahwa anggota Polri tidak hanya dituntut profesional dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga. Semangat juang, disiplin, sportivitas, dan kerja keras yang ditunjukkan para atlet harus menjadi inspirasi bagi seluruh personel untuk terus mengembangkan potensi diri dan memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara," tegasnya.Kapolda menambahkan, keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa investasi institusi dalam pembinaan sumber daya manusia melalui olahraga memberikan hasil yang nyata. Oleh karena itu, budaya berprestasi harus terus ditumbuhkan di lingkungan Polda Maluku agar semakin banyak personel yang mampu mengharumkan nama institusi pada berbagai ajang, baik di tingkat nasional maupun internasional.Menurutnya, prestasi olahraga tidak boleh dipandang semata sebagai kemenangan dalam sebuah kompetisi, tetapi harus menjadi bagian dari pembangunan kultur organisasi yang menjunjung tinggi disiplin, loyalitas, kerja keras, dan semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri."Saya bangga memiliki personel yang mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus berkembang, tetap rendah hati, dan terus membawa nama baik Polda Maluku dalam setiap kesempatan," pesan Kapolda.Kapolda Maluku juga memberikan apresiasi khusus kepada pelatih, official, serta seluruh unsur pembinaan olahraga di lingkungan Polda Maluku yang dinilai berhasil membangun ekosistem pembinaan atlet secara berkelanjutan hingga mampu melahirkan juara pada tingkat nasional.Menurutnya, setiap prestasi tidak pernah lahir dari kerja individu semata, melainkan merupakan hasil kolaborasi, pembinaan yang konsisten, dukungan organisasi, serta komitmen seluruh pihak yang memiliki visi yang sama dalam mencetak personel Polri yang unggul dan berprestasi."Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Saya menyampaikan penghargaan kepada para pelatih, official, dan seluruh pihak yang telah membimbing para atlet hingga mampu mengharumkan nama Polda Maluku. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara serius akan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional," kata Kapolda.Kapolda mengingatkan agar keberhasilan yang diraih tidak membuat para atlet cepat berpuas diri. Sebaliknya, prestasi tersebut harus dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, memperkuat disiplin, menjaga kondisi fisik dan mental, serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan profesionalisme dalam setiap kompetisi.Ia menilai, karakter seorang atlet sejati tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari integritas, kerendahan hati, semangat pantang menyerah, dan kemampuannya menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya."Jangan berhenti sampai di sini. Teruslah berlatih, tingkatkan kemampuan, dan persiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih tinggi. Jadilah teladan bagi rekan-rekan lainnya bahwa anggota Polri mampu menunjukkan prestasi, menjaga sportivitas, dan tetap rendah hati dalam setiap keberhasilan," pesan Kapolda.Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan prestasi yang telah dipersembahkan, Kapolda Maluku memastikan institusi akan memberikan penghargaan kepada para atlet maupun pelatih yang telah membawa nama baik Polda Maluku pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup 2026.Menurut Kapolda, pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk komitmen institusi dalam membangun budaya organisasi yang menghargai prestasi sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak personel Polri yang memiliki semangat untuk terus berkembang dan mengukir prestasi di berbagai bidang."Prestasi harus diapresiasi. Institusi akan memberikan penghargaan kepada para atlet dan pelatih sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjuangan yang telah diberikan. Saya berharap keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh personel Polda Maluku untuk terus mengembangkan kompetensi, baik dalam pelaksanaan tugas kepolisian maupun di bidang olahraga, pendidikan, seni, dan kemampuan profesional lainnya," tegas Kapolda.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan keberhasilan tiga atlet Polda Maluku meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Polda Maluku berjalan secara berkelanjutan dan mampu menghasilkan personel yang unggul, kompetitif, serta berprestasi di tingkat nasional.Menurut Rositah, olahraga merupakan salah satu instrumen strategis dalam membentuk karakter anggota Polri karena menanamkan nilai disiplin, sportivitas, kerja keras, kepemimpinan, dan semangat pantang menyerah yang selaras dengan pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat."Prestasi ini bukan sekadar keberhasilan meraih medali emas, tetapi menjadi representasi kualitas sumber daya manusia Polda Maluku yang terus dibangun melalui pembinaan yang berkesinambungan. Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga profesionalisme, dan menghadirkan kinerja terbaik dalam setiap bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Rositah.Ia menambahkan, Polda Maluku akan terus mendorong pengembangan potensi personel melalui berbagai bidang, baik olahraga, pendidikan, pelatihan profesional, maupun kompetensi lainnya sebagai bagian dari implementasi transformasi Polri Presisi yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama organisasi.Keberhasilan memborong tiga medali emas pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus membangun budaya berprestasi, memperkuat semangat kompetitif yang sehat, serta meningkatkan kualitas diri agar mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.Lebih dari sekadar kemenangan di arena pertandingan, prestasi tersebut menjadi simbol bahwa pembinaan yang terarah, kepemimpinan yang memberikan ruang bagi pengembangan potensi, serta budaya organisasi yang menghargai prestasi akan melahirkan personel Polri yang profesional, berintegritas, adaptif, dan mampu membawa nama baik institusi di tingkat nasional maupun internasional.Melalui capaian tersebut, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus membangun sumber daya manusia Polri yang tidak hanya unggul dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga mampu mencetak prestasi di berbagai bidang sebagai wujud pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. PNO-12 23 Jul 2026, 16:55 WIT
Torehkan Prestasi di Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup 2026, 3 Personel Polda Maluku Sabet Medali Emas Papuanewsonline.com, Tangerang – Kontingen Polda Maluku kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tiga personel terbaiknya sukses mempersembahkan tiga medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Kapolri Cup VII Tahun 2026 yang berlangsung di Stadion Indoor Tangerang, Banten, pada 7–11 Juli 2026.Prestasi gemilang tersebut diraih Brigadir Aldi Wahyudi Basri dari Unit II Satreskrim Polres Buru yang menjadi juara pertama kelas -80 kilogram putra, Briptu Asriyadi Rusdin Vanath dari Polres Seram Bagian Timur yang meraih juara pertama kelas -74 kilogram putra, serta Bripda Arrad Syahputra Ode Engke dari Detasemen Gegana Satbrimob Polda Maluku yang keluar sebagai juara pertama kelas -63 kilogram putra.Ketiga atlet tersebut tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga partai final di bawah pembinaan dan arahan pelatih Bripka Yohanis Berekmanis Fasak, personel Satuan Brimob Polda Maluku, yang berhasil membawa kontingen Polda Maluku tampil sebagai salah satu kontingen terbaik dalam kejuaraan bergengsi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia.Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Polda Maluku tidak hanya berorientasi pada peningkatan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.Kapolres Seram Bagian Timur AKBP Alhajat, S.I.K., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas keberhasilan Briptu Asriyadi Rusdin Vanath yang mampu mengharumkan nama institusi di tingkat nasional."Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi keluarga besar Polres Seram Bagian Timur dan Polda Maluku. Keberhasilan Briptu Asriyadi bersama dua personel terbaik Polda Maluku lainnya membuktikan bahwa anggota Polri tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi luar biasa di bidang olahraga melalui disiplin, kerja keras, dan semangat juang yang tinggi," ujar AKBP Alhajat.Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang berkelanjutan, pembinaan yang baik, serta komitmen tinggi para atlet dalam membagi waktu antara tugas kedinasan dengan persiapan menghadapi kejuaraan nasional."Keberhasilan ini tentu tidak diraih secara instan. Dibutuhkan latihan yang disiplin, mental bertanding yang kuat, dan komitmen tinggi untuk terus memberikan yang terbaik. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh personel Polri untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan mengukir prestasi di berbagai bidang," tambahnya.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan prestasi yang diraih kontingen Polda Maluku merupakan cerminan keberhasilan pembinaan personel secara berkelanjutan, sekaligus membuktikan bahwa anggota Polri mampu berprestasi tidak hanya dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga di arena kompetisi olahraga tingkat nasional."Keberhasilan tiga personel Polda Maluku meraih medali emas pada Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup VII Tahun 2026 menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Polda Maluku. Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan sumber daya manusia Polri berjalan secara optimal sehingga mampu melahirkan personel yang profesional, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama institusi di tingkat nasional," kata Kombes Pol. Rositah Umasugi.Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel Polda Maluku untuk terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan semangat berprestasi sebagai bagian dari implementasi Polri Presisi."Prestasi olahraga merupakan bagian dari pembangunan karakter personel. Kami berharap capaian ini dapat menginspirasi seluruh anggota Polda Maluku untuk terus mengembangkan potensi, menjaga disiplin, serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara," tutupnya.Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup VII Tahun 2026 merupakan ajang kompetisi resmi yang diikuti atlet-atlet terbaik dari seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia. Keberhasilan kontingen Polda Maluku membawa pulang tiga medali emas menjadi pencapaian penting yang semakin mengukuhkan kualitas pembinaan atlet Polri di Maluku sekaligus mengharumkan nama institusi di tingkat nasional. PNO-12 17 Jul 2026, 09:38 WIT
Dukung Pesonas II NTT, Special Olympics Indonesia Gelar Charity Night Papuanewsonline.com, Jakarta – Special Olympics Indonesia (SOIna) menggelar Charity Night sebagai bentuk dukungan terhadap atlet disabilitas intelektual yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional Special Olympics (Pesonas) II di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 13–18 Oktober 2026 serta Special Olympics World Summer Games (SOWG) di Santiago, Chile, pada 16–24 Oktober 2027. Kegiatan ini digelar untuk menghimpun dana guna mendukung sebanyak mungkin atlet dapat mengikuti kedua ajang tersebut.Acara yang berlangsung di Gedung Aneka Bakti, Kementerian Sosial RI, Jakarta, Rabu (15/7/2026), dihadiri Wakil Menteri HAM Mugiyanto, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, delegasi Lions Club Indonesia, kalangan pengusaha, serta para filantropis.Ketua Umum PP SOIna, Warsito, menjelaskan bahwa kepedulian terhadap atlet disabilitas intelektual merupakan wujud nyata terbangunnya masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas intelektual. Menurutnya, SOIna meyakini setiap individu memiliki potensi untuk berkembang, berprestasi, dan menginspirasi melalui olahraga yang juga membangun rasa percaya diri, kemandirian, persahabatan, serta semangat untuk menjadi bagian aktif dalam kehidupan bermasyarakat.Warsito menegaskan bahwa Charity Night bukan sekadar kegiatan penggalangan dana, tetapi juga ajakan kepada masyarakat untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi para atlet SOIna agar dapat terus berlatih, berkompetisi, mengembangkan kemampuan, dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. "Setiap dukungan yang diberikan, sekecil apa pun, akan menjadi investasi bagi masa depan para atlet kami. Bantuan tersebut akan menghadirkan lebih banyak senyuman, harapan, dan kesempatan bagi mereka untuk mewujudkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi," jelas Warsito.Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyebut Charity Night sebagai bentuk keberpihakan nyata agar tidak ada satu pun anak bangsa yang kehilangan kesempatan. Menurutnya, tema "Beri Sayap untuk Mimpi Tanpa Batas" bukan sekadar rangkaian kata, melainkan panggilan moral karena mimpi tidak pernah mengenal disabilitas. "Yang sering membatasi mimpi justru adalah kurangnya kesempatan, kurangnya dukungan, dan kurangnya kepedulian kita sebagai masyarakat untuk membuka jalan," tegas Melkiades.Ia menambahkan, kepercayaan menjadikan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah Pesonas II merupakan kehormatan sekaligus amanah yang disambut dengan penuh syukur dan tanggung jawab. Menurutnya, Pesonas II menjadi bukti bahwa Indonesia bergerak menuju masyarakat yang inklusif, yang melihat kemampuan sebelum keterbatasan, serta membuka ruang bagi setiap warga untuk berkembang. "Kami percaya bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur, tetapi juga kemampuan menghadirkan ruang yang setara bagi setiap warga negara untuk hidup, berkarya, dan berprestasi," tegas Melkiades.Ketua Panitia Charity Night, Gatot Prihandono, mengatakan kegiatan ini dirangkaikan dengan penyematan PIN Sahabat SOIna, penampilan cabang olahraga dance sport "Tarian Ondel-Ondel", tari "This is Me", penampilan Sanggar Pelita Monas, permainan biola atlet SOIna, hingga lelang lukisan karya atlet SOIna dan kain tenun khas NTT yang dipandu Raldy Doy. "Kami berharap dengan penyelenggaraan Charity Night ini bisa menghimpun dana yang seluruh hasil lelang dan dana yang terhimpun akan disalurkan untuk membiayai keikutsertaan altlet special olympic dalam Pesonas II NTT dan SOWG Chile pada tahun 2027."Menurut Gatot, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi dunia usaha dan korporasi untuk menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan yang inklusif melalui tanggung jawab sosial perusahaan. "Berbagai bentuk donasi ini bukan selesai begitu saja tapi merupakan investasi sosial untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak disabilitas intelektual untuk menunjukkan talenta dan itu merupakan fondasi masyarakat yang jauh lebih kuat, berempati, dan tangguh di masa depan," tuturnya.Sementara itu, Sekretaris Panitia Charity Night, Ine Kharisma, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya penerimaan sosial terhadap penyandang disabilitas. Menurutnya, Pesonas II yang akan diikuti 1.368 peserta dari 23 provinsi akan mempertandingkan tujuh cabang olahraga, yakni atletik, bocce, sepak bola, renang, bulu tangkis, tenis meja, dan senam ritmik. Atlet berprestasi dari ajang tersebut akan menjadi dasar seleksi menuju Special Olympics World Summer Games Santiago 2027 yang diikuti sekitar 6.000 atlet dari 170 negara, dengan Indonesia memperoleh kuota sebanyak 69 delegasi.Penulis: JidEditor: OF 16 Jul 2026, 21:57 WIT
Juarai Kapolda Cup, Pics Slytherin Resmi Wakili Polda Maluku Pada Ajang Kapolri Cup 2026 Papuanewsonline.com, Ambon – Semangat "Dream to Become" bukan sekadar slogan dalam Kapolda Cup Road to Kapolri Cup 2026 yang digelar Polda Maluku. Tagline tersebut menjadi representasi komitmen Polda Maluku dalam membuka ruang bagi lahirnya atlet-atlet e-sport berprestasi yang mampu mengukir prestasi hingga tingkat nasional. Komitmen itu kini terwujud setelah Pics Slytherin dari Polresta Ambon keluar sebagai juara dan resmi menjadi wakil Polda Maluku pada ajang Kapolri Cup 2026 di Mabes Polri, Jakarta.Kepastian tersebut diraih setelah Pics Slytherin tampil impresif mengalahkan sesama wakil Polresta Ambon, Pics Sternritter, pada partai final Mobile Legends yang digelar di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Rabu (15/7/2026).Turnamen yang berlangsung selama dua hari itu secara resmi ditutup oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku Kombes Pol. Budi Priyanto, S.I.K., M.Si., didampingi Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., serta dihadiri jajaran panitia dan pengurus E-Sport Indonesia (ESI) Provinsi Maluku dan ESI Kota Ambon.Mengusung tema "Dream to Become", Kapolda Cup Road to Kapolri Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga menjadi wadah pembinaan, pencarian bakat, dan seleksi atlet e-sport terbaik Maluku yang dipersiapkan untuk bersaing di level nasional.Pada perebutan tempat ketiga, Elat Army dari Polres Tual berhasil mengalahkan Vegeance dari Polres Seram Bagian Timur. Sementara pada partai puncak, Pics Slytherin tampil dominan dengan menyapu bersih tiga gim berturut-turut dalam format best of five, menundukkan Pics Sternritter dengan skor 3-0.Hasil akhir Kapolda Cup Road to Kapolri Cup 2026 adalah:Juara I: Pics Slytherin (Polresta Ambon)Juara II: Pics Sternritter (Polresta Ambon)Juara III: Elat Army (Polres Tual)Sebagai juara pertama, Pics Slytherin menerima trofi dan uang pembinaan sebesar Rp15 juta, sekaligus memperoleh hak mewakili Polda Maluku pada ajang Kapolri Cup 2026 di Mabes Polri. Juara kedua memperoleh trofi dan uang pembinaan sebesar Rp10 juta, sedangkan juara ketiga menerima trofi dan uang pembinaan sebesar Rp5 juta.Dirreskrimsus Polda Maluku Kombes Pol. Budi Priyanto, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa tagline "Dream to Become" mengandung makna bahwa setiap atlet memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan mewujudkan impian tampil di kompetisi yang lebih tinggi."Dream to Become bukan sekadar tagline, tetapi semangat yang ingin dibangun Polda Maluku melalui Kapolda Cup Road to Kapolri Cup 2026. Kami ingin memberi ruang bagi generasi muda untuk bermimpi, berlatih, berkompetisi secara sportif, dan membuktikan kemampuannya hingga mampu menjadi wakil daerah di tingkat nasional. Selamat kepada Pics Slytherin yang berhasil meraih tiket menuju Kapolri Cup 2026. Kami berharap mereka dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional," ujar Kombes Pol. Budi Priyanto.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat sportivitas dan kompetisi yang sehat selama pelaksanaan turnamen."Bagi peserta yang belum berhasil menjadi juara, jangan pernah berhenti bermimpi. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan karena Dream to Become adalah tentang keberanian untuk terus berkembang dan mengejar prestasi," tambahnya.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa penyelenggaraan Kapolda Cup merupakan bagian dari transformasi pendekatan Polri kepada generasi muda melalui ruang-ruang kreativitas, inovasi, dan prestasi."Melalui tagline Dream to Become, Polda Maluku ingin menyampaikan pesan bahwa setiap anak muda memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi yang terbaik. E-sport bukan lagi sekadar hiburan, tetapi telah berkembang menjadi cabang olahraga yang mampu mengantarkan atlet berprestasi hingga level nasional bahkan internasional. Kapolda Cup Road to Kapolri Cup menjadi wadah pembinaan yang mempertemukan talenta-talenta terbaik Maluku agar mampu bersaing secara sehat, menjunjung sportivitas, dan membawa nama daerah ke panggung nasional," kata Kombes Pol. Rositah Umasugi.Menurutnya, keberhasilan Pics Slytherin menjadi wakil Polda Maluku merupakan bukti bahwa pembinaan e-sport di Maluku terus berkembang dan memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing dengan tim terbaik dari seluruh Indonesia.Berakhirnya Kapolda Cup Road to Kapolri Cup 2026 menjadi tonggak penting dalam pembinaan e-sport di Maluku. Melalui semangat "Dream to Become", Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus mendukung lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi di arena kompetisi, tetapi juga menjunjung tinggi disiplin, sportivitas, integritas, dan semangat kebangsaan. Selanjutnya, seluruh harapan masyarakat Maluku kini tertuju kepada Pics Slytherin, yang akan membawa nama Polda Maluku pada ajang bergengsi Kapolri Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Mabes Polri, Jakarta, pada 25–27 Juli 2026. Keikutsertaan tim juara Kapolda Cup tersebut diharapkan mampu mengharumkan nama Maluku sekaligus membuktikan bahwa semangat "Dream to Become" mampu melahirkan atlet-atlet e-sport yang siap bersaing di tingkat nasional. PNO-12 16 Jul 2026, 17:44 WIT
3 Tim E-Sport Terbaik Perebutkan Satu Tiket Nasional Papuanewsonline.com, Ambon – Persaingan menuju panggung nasional kian memanas. Tiga tim e-sport terbaik asal Kota Ambon, Kota Tual, dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dipastikan akan bertarung pada babak final Turnamen E-Sport Mobile Legends Kapolda Cup 2026 untuk memperebutkan satu tiket mewakili Polda Maluku pada Kapolri Cup 2026 tingkat nasional di Jakarta.Turnamen yang digelar Bidang Humas Polda Maluku bekerja sama dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku dan Pengurus E-Sport Indonesia (ESI) Provinsi Maluku dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 itu telah memasuki babak penentuan setelah melalui pertandingan kompetitif yang berlangsung di Gedung Presisi Polda Maluku, Selasa (14/7/2026).Sebanyak 21 tim hasil seleksi dari 11 Polres/ta jajaran Polda Maluku sebelumnya tercatat sebagai peserta Kapolda Cup 2026. Namun, delapan tim tidak hadir saat pelaksanaan pertandingan sehingga dinyatakan gugur (diskualifikasi). Sebanyak 13 tim yang hadir kemudian bertanding menggunakan sistem single elimination dengan bagan pertandingan (bracket) resmi Kapolri Cup 2026 yang ditetapkan panitia pusat.Selama hampir delapan jam pertandingan berlangsung, para atlet menampilkan permainan yang kompetitif, disiplin, dan penuh strategi. Setiap pertandingan berlangsung ketat hingga akhirnya menyisakan empat tim terbaik yang akan memperebutkan gelar juara.Dua tim asal Kota Ambon, yakni PICS Sternritter dan PICS Slytherin, berhasil memastikan tempat di partai final untuk memperebutkan gelar juara pertama sekaligus tiket menuju Kapolri Cup 2026 tingkat nasional. Sementara itu, Elat Army dari Kota Tual dan Vegeance dari Kabupaten Seram Bagian Timur akan saling berhadapan dalam laga perebutan juara ketiga.Partai final dan perebutan juara ketiga dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026 pukul 08.30 WIT di Plaza Presisi Manise Polda Maluku. Pertandingan tersebut akan menjadi penentu lahirnya wakil resmi Polda Maluku yang akan berlaga pada Turnamen E-Sport Kapolri Cup 2026 di SMESCO Indonesia, Jakarta, pada 26–28 Juli 2026, bersama para juara dari seluruh Polda di Indonesia.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan Kapolda Cup 2026 bukan sekadar kompetisi memperebutkan gelar juara, tetapi merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui e-sport sebagai cabang olahraga digital yang terus berkembang dan semakin diminati masyarakat."Turnamen ini menjadi wadah bagi atlet-atlet muda Maluku untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional. Kami berharap tim yang nantinya menjadi juara mampu tampil maksimal, membawa nama baik Polda Maluku dan Provinsi Maluku di ajang Kapolri Cup 2026," ujar Kombes Pol. Rositah.Menurutnya, penyelenggaraan Kapolda Cup juga merupakan wujud transformasi Polri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan budaya digital di kalangan generasi muda."Momentum Hari Bhayangkara ke-80 kami maknai dengan menghadirkan ruang yang positif, kompetitif, dan produktif bagi generasi muda. Melalui turnamen ini, Polri ingin mendorong lahirnya atlet-atlet e-sport berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, komunitas e-sport, dan masyarakat," tambahnya.Kapolda Cup 2026 menjadi bagian dari rangkaian seleksi berjenjang menuju Kapolri Cup 2026. Selain melahirkan wakil terbaik Polda Maluku, turnamen ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem e-sport di daerah, mendorong lahirnya talenta-talenta digital yang berdaya saing, serta mempertegas komitmen Polri dalam mendukung pembinaan prestasi generasi muda Indonesia melalui olahraga berbasis teknologi. PNO-12 15 Jul 2026, 14:05 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT