Papuanewsonline.com
BERITA TAG Budaya
Homepage
Momentum Hari ke-2 Idul Fitri 1447 H, Kapolda Maluku Kunjungi Anak Yatim
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah Maluku menggelar kegiatan anjangsana secara serentak di sejumlah wilayah di Kota Ambon, Minggu (22/3/2026), sebagai bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus penguatan kehadiran Polri di tengah masyarakat pada momentum hari Lebaran Idul Fitri 1447 H.Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto, yang turun langsung menyambangi anak-anak yatim piatu di Komplek Warasia, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, sekitar pukul 10.45 WIT.Dalam kunjungan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut, Kapolda didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, sejumlah pejabat utama Polda Maluku, serta Kapolsek Sirimau beserta personel.Di lokasi ini, Kapolda menyambangi sejumlah anak yatim piatu yang hidup dalam keterbatasan, di antaranya Astri Wulan Sari Kunio (21), Muhammad Firdan (12), Aryanto (22), Nur Caya Patilouw (21), dan Jingga Putriani Wally (15). Mereka diketahui tinggal bersama keluarga atau kerabat terdekat.Kapolda Maluku tampak berdialog langsung dengan anak-anak tersebut, menanyakan kondisi kehidupan sehari-hari, pendidikan, serta memberikan motivasi untuk tetap semangat menatap masa depan.“Melalui kegiatan anjangsana ini, kami ingin berbagi kebahagiaan di hari lebaran sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak kita agar tetap memiliki semangat, harapan, dan keyakinan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto.Sebagai bentuk kepedulian, Kapolda bersama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku menyerahkan bingkisan lebaran kepada masing-masing anak yatim piatu. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sekaligus menjadi penyemangat dalam menjalani kehidupan.Gerakan Serentak: Puluhan Anak Yatim Dijangkau di Berbagai TitikTidak hanya di Batu Merah, kegiatan anjangsana juga dilakukan secara serentak oleh jajaran pejabat utama Polda Maluku di berbagai wilayah di Kota Ambon.Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol Ronald Reflie Rumondor, misalnya, menyambangi anak yatim di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala. Dalam kunjungan tersebut, ia memberikan motivasi kepada Adrian Tabay dan Deyan Anto agar tetap optimistis meraih cita-cita.“Jangan pernah putus asa dalam mengejar impian. Tetaplah belajar dengan tekun, karena masa depan yang cerah milik mereka yang mau berusaha dan berdoa,” ungkapnya.Sementara itu, Dirreskrimum Polda Maluku Kombes Pol Dasmin Ginting juga mengunjungi Fatin Putri, seorang anak yatim piatu yang hidup bersama neneknya. Selain memberikan bantuan, pihaknya berkomitmen membantu pengurusan hak administratif keluarga yang belum terealisasi.“Kami hadir untuk membantu mencari solusi, termasuk mengawal hak-hak administratif agar dapat diterima sebagaimana mestinya,” tegasnya.Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh berbagai satuan kerja lainnya, antara lain Karo SDM di kawasan Pandan Kasturi, Bidkeu di Waiheru dan Waihaong, serta Direktorat Narkoba, Intelkam, Samapta, Brimob, Polairud, Lalu Lintas , Bid TIK, Bidumas, Bidkeu, Yanma hingga Setum di sejumlah titik berbeda seperti Wayame, Kapaha, dan Teluk Ambon.Secara kolektif, kegiatan ini menjangkau puluhan anak yatim dan yatim piatu di sedikitnya belasan lokasi berbeda di Kota Ambon.Kapolda menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari komitmen Polri dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.“Anjangsana ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian. Kami ingin memastikan Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan solusi,” ujarnya.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban, serta mendapat respons positif dari masyarakat penerima manfaat.Kegiatan anjangsana yang dilakukan secara serentak ini mencerminkan arah transformasi Polri menuju institusi yang semakin humanis dan responsif terhadap persoalan sosial masyarakat.Di tengah dinamika sosial yang kompleks, kehadiran negara melalui institusi kepolisian tidak hanya dituntut dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam membangun empati dan kepedulian sosial.Langkah Polda Maluku ini menjadi pesan kuat bahwa stabilitas keamanan tidak semata dibangun melalui pendekatan represif, melainkan juga melalui sentuhan kemanusiaan yang nyata dan berkelanjutan. PNO-12
24 Mar 2026, 13:48 WIT
Wakapolda Maluku Laksanakan Salat Ied Bersama Warga Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama masyarakat di Lapangan Tahapary Polda Maluku, Sabtu (21/3/2026) pagi, di tengah guyuran hujan.Salat Ied yang dimulai pukul 06.45 WIT tersebut tetap berlangsung khusyuk. Ribuan jemaah, termasuk personel Polda Maluku dan keluarga, bertahan mengikuti ibadah hingga selesai meski cuaca kurang bersahabat.Pelaksanaan salat dihadiri Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, pengurus Bhayangkari, serta masyarakat umum.Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni mengatakan, momentum Idulfitri menjadi pengingat pentingnya memperkuat keimanan dan kebersamaan, termasuk dalam situasi apa pun.“Cuaca tidak menyurutkan semangat kita untuk beribadah. Ini menunjukkan bahwa nilai ketakwaan dan kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.Bertindak sebagai khatib, Ustadz Husein Abdul Aziz Arbi, Lc., M.A., dalam khutbahnya menekankan bahwa Idulfitri merupakan momentum kembali kepada fitrah serta memperkuat nilai-nilai spiritual setelah Ramadan.“Idulfitri adalah saat untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat ukhuwah, baik sesama umat maupun sebagai bangsa,” kata khatib.Ia juga mengajak jamaah untuk terus menjaga kepedulian sosial dan semangat berbagi sebagai bagian dari karakter seorang muslim.Seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga selesai pada pukul 07.30 WIT.Momentum ini sekaligus mencerminkan kebersamaan antara jajaran Polda Maluku dan masyarakat dalam merayakan Idulfitri, serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku. PNO-12
22 Mar 2026, 13:35 WIT
Kapolda Maluku Jadi Khatib Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. melaksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/2026 M sekaligus bertindak sebagai khatib, yang berlangsung di *Lapangan Merdeka Kota Ambon, Sabtu (21/3/2026) pukul 06.30 WIT.Pelaksanaan Sholat Idul Fitri tersebut dipimpin oleh Imam Drs. H. Hadi Basalamah, M.Fil.I., dan diikuti oleh ribuan jamaah yang memadati Lapangan Merdeka dalam suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Kabinda Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Ketua MUI Provinsi Maluku, Ketua Yayasan Al-Fatah Ambon, serta Wali Kota Ambon.Selain itu, hadir pula para Pejabat Utama gabungan TNI-Polri, pimpinan OPD lingkup Provinsi Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan P.P. Lease beserta jajaran, Sekretaris Kota Ambon, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan masyarakat umum yang turut merayakan hari kemenangan dengan penuh suka cita.Dalam khutbah Idul Fitri yang disampaikannya, Kapolda Maluku mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan makna berakhirnya bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan sebuah proses pendidikan spiritual (madrasah kehidupan) yang membentuk karakter manusia menjadi lebih baik.Kapolda mengutip pandangan para ulama terdahulu yang tidak hanya bergembira menyambut Ramadan, tetapi juga merasa sedih ketika bulan suci tersebut berlalu.“Para ulama salaf berdoa selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadan, dan enam bulan berikutnya mereka berdoa agar amal-amalnya diterima oleh Allah SWT. Ini menunjukkan betapa agungnya Ramadan dalam kehidupan seorang mukmin,” ungkap Kapolda.Ia menekankan bahwa Ramadan mengajarkan umat Islam untuk menahan diri, tidak hanya dari lapar dan dahaga, tetapi juga dari amarah, hawa nafsu, dan ego pribadi.Menurutnya, kekuatan sejati seseorang bukan terletak pada kekuatan fisik, melainkan pada kemampuan mengendalikan diri.“Orang yang kuat bukanlah yang menang dalam pertarungan, tetapi mereka yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah. Inilah kekuatan sejati yang melahirkan kedamaian,” tegasnya.Kapolda menjelaskan bahwa Idul Fitri merupakan momentum kembali kepada fitrah, yakni kesucian diri setelah menjalani proses pembinaan selama Ramadan. Ia mengibaratkan Ramadan sebagai proses pendidikan, sementara Idul Fitri adalah hari kelulusan.Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kelulusan tersebut harus diwujudkan dalam perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.“Ibadah Ramadan seharusnya melahirkan pribadi yang lebih lembut hatinya, lebih tenang sikapnya, dan lebih luas kasih sayangnya kepada sesama,” ujarnya.Kapolda juga menekankan pentingnya tradisi saling memaafkan sebagai bagian dari ajaran Islam yang luhur, sekaligus sebagai sarana mempererat hubungan sosial.Menurutnya, memaafkan merupakan akhlak mulia yang mencerminkan kemampuan seseorang dalam mengendalikan ego demi menjaga persaudaraan. Dalam khutbahnya, Kapolda Maluku turut menyoroti pentingnya menjaga persaudaraan, terutama di tengah keberagaman masyarakat Maluku. Ia mengangkat nilai kearifan lokal hidup orang basudara sebagai fondasi utama kehidupan sosial di daerah ini.Ungkapan seperti potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempeng dibagi dua disebut sebagai cerminan nilai empati, kebersamaan, dan solidaritas yang telah diwariskan oleh para leluhur.“Nilai ini sejalan dengan ajaran Islam, bahwa seseorang tidak sempurna imannya hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri,” jelas Kapolda.Ia menegaskan bahwa perbedaan suku, agama, dan latar belakang bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan merupakan kehendak Allah SWT agar manusia saling mengenal dan memahami.Kapolda juga mengingatkan bahwa keamanan dan ketenteraman merupakan nikmat besar yang sering kali terlupakan. Tanpa rasa aman, masyarakat tidak dapat menjalankan aktivitas dengan baik, termasuk dalam beribadah.Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa seseorang yang merasa aman, sehat, dan tercukupi kebutuhannya, seakan telah memiliki dunia seisinya.“Menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Setiap ucapan dan tindakan kita memiliki dampak terhadap ketenteraman bersama,” tegasnya.Kapolda mengajak seluruh masyarakat untuk bijak dalam bersikap, termasuk dalam menyikapi informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah belah persatuan.Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa perbedaan dan dinamika sosial merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, yang terpenting adalah bagaimana menyikapinya dengan bijak.“Islam mengajarkan bahwa perdamaian itu lebih baik. Idul Fitri adalah momentum untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan, dan membuka pintu perdamaian,” ujarnya.Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis, dengan mengedepankan nilai kasih sayang, toleransi, dan persaudaraan.Mengakhiri khutbahnya, Kapolda Maluku memimpin doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar seluruh umat diberikan keberkahan, keselamatan, serta kehidupan yang damai dan harmonis.Ia juga mendoakan agar Provinsi Maluku senantiasa menjadi daerah yang aman, tenteram, dan penuh keberkahan, serta dijauhkan dari konflik dan perpecahan.“Ya Allah, satukan hati kami, perbaiki hubungan di antara kami, dan jadikan negeri kami negeri yang aman, tenteram, dan penuh keberkahan,” tutupnya.Pelaksanaan Sholat Idul Fitri berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Pada pukul 08.30 WIT, seluruh rangkaian kegiatan berakhir dalam keadaan khidmat.Melalui momentum Idul Fitri ini, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kedamaian di Bumi Raja-Raja. PNO-12
22 Mar 2026, 13:19 WIT
SALAT IDULFITRI 1447 H DI MIMIKA BERLANGSUNG KHIDMAT MESKI SEMPET DIGUYUR HUJAN
Papuanewsonline.com, Timika – Pelaksanaan salat Idulfitri
1447 H di Halaman Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, tetap berlangsung
dengan penuh kekhusyuan meski sempat diguyur hujan ringan pada Sabtu pagi
(21/3/26). Walaupun cuaca sempat membuat lokasi lengang hingga pukul 06.30 WIT,
antusiasme umat Muslim tidak surut.Jamaah mulai memadati area dengan membawa payung dan
perlengkapan tambahan untuk melapisi sajadah dari sisa air hujan, menunjukkan
semangat ibadah yang tinggi di hari kemenangan.Ibadah yang dipimpin oleh Imam H. Muslimin Umar dan Khatib
Ustaz Abdul Syakir ini dimulai sekitar pukul 07.30 WIT tepat setelah langit
mulai cerah. Ketua PHBI Mimika, Ustaz Joko Prianto, mengapresiasi kesabaran
jamaah yang tetap setia menunggu meski acara sedikit tertunda karena faktor
cuaca dan kendala teknis. Ia berharap momen ini menjadi ajang syukur setelah sebulan
penuh berpuasa untuk kembali ke fitrah yang suci.Bupati Mimika, Johannes Rettob, yang turut hadir di lokasi,
menegaskan bahwa Idulfitri adalah simbol kemenangan dalam mengendalikan diri
dan meningkatkan ketakwaan. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai kebersamaan dan
toleransi sebagai fondasi utama masyarakat Mimika yang harmonis."Kemenangan ini adalah keberhasilan memperkuat hubungan
dengan Tuhan dan sesama manusia tanpa memandang perbedaan suku maupun
agama," tutur Bupati dalam sambutannya.Dalam khutbahnya, Ustaz Abdul Syakir mengingatkan bahwa
indikator kesuksesan puasa tecermin pada perubahan sikap yang lebih berempati
dan peduli terhadap sesama. Ia mengajak jamaah untuk memperkuat kesalehan sosial melalui
zakat sebagai sarana membersihkan jiwa serta harta. Penulis: Jid
Editor: GF
21 Mar 2026, 21:22 WIT
Kapolda Maluku Terima Audiensi Keuskupan Amboina, Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan di Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH., S.I.K., M.Si, menerima audiensi perwakilan Keuskupan Amboina di ruang kerjanya di Ambon, Senin (16/3/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan masyarakat di Maluku.Audiensi berlangsung dalam suasana dialog yang hangat dan penuh keakraban. Kedua pihak membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan toleransi antarumat beragama, pembinaan generasi muda, hingga upaya bersama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.Dalam pertemuan tersebut, Kapolda menyampaikan apresiasi atas kunjungan silaturahmi pihak keuskupan serta hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara kepolisian dan tokoh agama di Maluku.“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Keuskupan Amboina. Hubungan antara Polda Maluku dan tokoh-tokoh agama selama ini berjalan sangat baik dan terus kami jaga sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan persatuan di Maluku,” ujar Kapolda.Kapolda menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Maluku merupakan kekuatan sosial yang harus terus dipelihara melalui nilai toleransi dan kebersamaan.Ia juga mengingatkan bahwa dalam waktu dekat masyarakat akan menghadapi sejumlah momentum keagamaan besar seperti Idul Fitri, Nyepi, serta Paskah sehingga seluruh elemen masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif.Menurut Kapolda, peran tokoh agama sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan pembinaan rohani serta pendekatan di lingkungan rumah ibadah.Selain itu, Kapolda juga menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi atau pengaruh negatif di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.“Kita harus memastikan generasi muda Maluku mendapatkan pembinaan yang baik agar tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah persaudaraan,” katanya.Sementara itu, perwakilan Keuskupan Amboina, Rd. Lucky Kelwula, menyampaikan dukungan kepada kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga menjadi momentum memperkuat kerja sama antara gereja dan aparat keamanan, khususnya dalam program pembinaan masyarakat, kegiatan sosial, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.“Kami memberikan dukungan penuh kepada Polri dalam menjaga keamanan. Kami percaya bahwa jika keamanan terjaga, masyarakat dapat menjalankan kehidupan sosial dan keagamaan dengan tenang,” ujarnya.Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas sejumlah isu sosial yang menjadi perhatian bersama, seperti perlindungan perempuan dan anak, kepedulian terhadap lingkungan, serta dampak negatif perjudian online di tengah masyarakat.Menanggapi hal tersebut, Kapolda menegaskan komitmen kepolisian untuk terus meningkatkan profesionalisme pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui sistem rekrutmen anggota Polri yang transparan serta pengawasan berbasis teknologi dalam pelayanan kepolisian.Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat di Maluku. PNO-12
20 Mar 2026, 15:19 WIT
PHBI Mimika Tetapkan 87 Masjid, 4 Lapangan, Dan 1 Sekolah Sebagai Lokasi Salat Idul Fitri 1447 H
Papuanewsonline.com, Timika – Panitia Hari-Hari Besar Islam
(PHBI) Kabupaten Mimika telah menetapkan lokasi-lokasi resmi untuk pelaksanaan
salat Idul Fitri 1447 Hijriyah tahun 2026 dengan tema "Harmoni Fitrah: Kembali Suci, Menenun Damai dalam Keberagaman. Sebanyak 87 masjid, 4 lapangan
terbuka, serta 1 sekolah akan menjadi titik kumpul bagi umat Islam di
seluruh wilayah Mimika untuk melaksanakan ibadah raya bersama. Pengumuman ini
disampaikan untuk memastikan pelaksanaan salat berjalan dengan lancar, tertib,
dan aman bagi seluruh jamaah."Kita telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap
setiap lokasi untuk memastikan memenuhi standar keamanan dan kapasitas yang
dibutuhkan," ujar Ketua PHBI Kabupaten Mimika, H. Joko
Prianto, S.E, dalam keterangannya.Lokasi masjid yang ditetapkan tersebar di berbagai distrik
dan kelurahan di Kabupaten Mimika, termasuk Masjid Agung Mimika, Masjid
Al-Muttaqin Mimika Baru, dan Masjid Nurul Huda Kwamki Baru. Selain itu, empat lapangan terbuka yang digunakan antara
lain Halaman Gedung Eme Neme Yauware, Lapangan Pasar Sentral, Lapangan Kodim Timika, dan Lapangan Tembagapura. Satu sekolah yang menjadi lokasi tambahan adalah Sekolah
Muhammadiyah, yang dipilih karena memiliki area yang
luas dan aksesibilitas yang baik bagi masyarakat sekitar.Pelaksanaan salat Idul Fitri di setiap lokasi akan didukung
oleh panitia khusus yang terdiri dari unsur masyarakat, tokoh agama, dan
aparatur terkait. Pihak PHBI juga telah melakukan koordinasi dengan Polres
Mimika, Dinas Kesehatan, dan dinas terkait untuk menangani segala aspek
keamanan, kesehatan, serta tata kelola lalu lintas sekitar lokasi. Dalam kesempatan yang sama, Ketua PHBI juga menyampaikan
pesan khusus bagi seluruh umat Islam di Mimika."Semoga pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini dapat
menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antarumat beragama dan membawa
berkah bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mimika," ujarnya. Penulis: Jid
Editor: GF
19 Mar 2026, 12:24 WIT
Perayaan Nyepi Tahun Saka 1948 Di Mimika Berlangsung Khidmat
Papuanewsonline.com, Timika – Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun
Baru Saka 1948 di Kabupaten Mimika berlangsung dengan penuh khidmat, makna
mendalam, dan keceriaan bersama. Kegiatan yang berpusat di kawasan Pasar Lama
Kota Timika pada Rabu (18/3) dihadiri langsung oleh Bupati Mimika Johannes
Rettob beserta Wakil Bupati Emanuel Kemong, bersama unsur Forkopimda, tokoh
agama, dan masyarakat lintas etnis serta agama dari seluruh daerah."Kehadiran kita semua di sini menjadi bukti nyata bahwa
Mimika adalah rumah bagi seluruh elemen masyarakat yang berbeda latar belakang,
namun tetap bersatu dalam semangat persaudaraan yang kokoh," ujar Bupati
Johannes dalam sambutannya.Ketua Forum Hindu Dharma Indonesia (FHDI) Kabupaten Mimika,
I Nyoman Dwitana, menyampaikan salam penghormatan lintas agama sebagai bentuk
apresiasi terhadap keberagaman yang menjadi kekayaan daerah Mimika. Ia mengucapkan syukur atas kelancaran pelaksanaan perayaan
dan memberikan penghargaan kepada seluruh undangan yang menyempatkan diri
hadir. Perayaan tahun ini mengusung tema nasional "Wasudewa
Kutumbakam", yang memiliki makna bahwa seluruh umat manusia adalah satu
keluarga besar. "Tema ini sangat relevan dengan kehidupan masyarakat
Mimika yang majemuk. Ini juga selaras dengan visi bersama untuk mewujudkan
Kabupaten Mimika yang harmonis dan sejahtera," jelasnya. Dwitana juga menambahkan bahwa pencapaian Harmony Award pada
tahun sebelumnya menjadi bukti konkret bahwa nilai-nilai toleransi telah tumbuh
kuat di daerah ini.Dwitana menjelaskan bahwa esensi Hari Raya Nyepi bukan hanya
sebatas ritual keagamaan semata, melainkan juga momentum penting untuk refleksi
diri dalam meningkatkan kualitas kehidupan spiritual dan sosial. Ajaran Hindu
menekankan pentingnya menjaga keseimbangan tiga hubungan utama: hubungan
manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, hubungan manusia dengan sesama, serta
hubungan manusia dengan alam lingkungan sekitar. Selama Hari Raya Nyepi, umat Hindu akan melaksanakan Catur
Brata Penyepian yang meliputi pantangan menyalakan sumber api, melakukan
aktivitas kerja, bepergian keluar rumah, dan menikmati hiburan apapun."Melalui serangkaian pantangan ini, kita melakukan
introspeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik, bijaksana, dan selalu
peduli terhadap sesama manusia," tambahnya. Sebelum memasuki hari Nyepi, FHDI Mimika juga telah
melaksanakan sejumlah kegiatan sosial seperti donor darah dan kerja bakti
pembersihan lingkungan bersama masyarakat.Setelah pelaksanaan hari Nyepi, umat Hindu akan melaksanakan
kegiatan Dharma Shanti sebagai ajang silaturahmi dan saling memaafkan antar
sesama. Dalam penutup sambutannya, Dwitana mengajak seluruh
masyarakat Mimika untuk terus menjaga kerukunan dan keharmonisan yang telah
terbangun dengan baik. "Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat hidup
dalam suasana harmoni dan saling menghormati satu sama lain. Selamat Hari Raya
Nyepi bagi seluruh umat Hindu di Mimika, serta selamat menyongsong Hari Raya
Idul Fitri bagi saudara-saudara umat Muslim," pungkasnya.Usai sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan pawai ogoh-ogoh
yang meriah, menampilkan berbagai karya seni yang sarat akan filosofi tentang
pentingnya pengendalian diri dan pembersihan sifat negatif dalam kehidupan
sehari-hari. Penulis: Jid
Editor: GF
19 Mar 2026, 12:06 WIT
1.100 Takjil Dibagikan, Kadin, HIPMI, IWAPI dan Komunitas di Mimika Berbagi Berkah Ramadan
Papuanewsonline.com, Mimika — Kamar Dagang dan Industri
(Kadin) Mimika bersama HIPMI Mimika, IWAPI DPC Mimika, Yayasan Rabu Biru
Foundation, dan Maxim Timika berkolaborasi membagikan 1.100 paket takjil kepada
masyarakat selama bulan Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa titik,
antara lain Bundaran SP2, Jalan Budi Utomo depan Cafe MULO, serta di jalur
poros Pomako–Mapurujaya dengan mengusung tema “Bersatu dalam Kolaborasi,
Berbagi dalam Keberkahan”, Sabtu (14/03/2026).Sekretaris Kadin Mimika, Viktor Fonatba, mengatakan sebagai
induk organisasi pengusaha, Kadin berupaya merangkul seluruh organisasi
underbond seperti HIPMI dan IWAPI, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai
komunitas, termasuk Yayasan Rabu Biru dan Maxim, dalam kegiatan sosial selama
Ramadan.Menurutnya, kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan
bentuk kepedulian bersama sekaligus upaya mempererat hubungan antara organisasi
dan masyarakat di Kabupaten Mimika.“Melalui kegiatan ini kami berharap tercipta silaturahmi
yang semakin kuat antara asosiasi dan masyarakat. Ini juga menjadi wujud
kebersamaan serta kepedulian di bulan suci Ramadan,” ujarnya.Ia menambahkan bahwa Ramadan menjadi momentum untuk
memperkuat harmoni dan kebersamaan di tengah keberagaman. Karena itu,
kolaborasi antarorganisasi dalam kegiatan sosial dinilai penting untuk
menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.“Ramadan mengajarkan kita untuk memperbanyak amal kebaikan,
memperkuat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama. Kita semua
berbeda-beda, namun bersatu dalam tujuan yang sama, yaitu meraih keberkahan,”
tambahnya.Sementara itu, Ketua HIPMI Mimika Junaidi Samuel
menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil telah menjadi tradisi organisasi
yang rutin dilakukan setiap tahun. Pada tahun sebelumnya kegiatan tersebut
dilaksanakan bersama organisasi Tidar, sedangkan tahun ini HIPMI berkolaborasi
dengan Kadin, IWAPI, Maxim, serta Yayasan Rabu Biru.“Kegiatan berbagi takjil ini memang rutin kami lakukan
setiap tahun. Tahun lalu bersama Tidar, dan tahun ini kami berkolaborasi dengan
Kadin sebagai organisasi pengusaha, IWAPI sebagai organisasi pengusaha wanita,
kemudian Maxim, serta Yayasan Rabu Biru,” jelasnya.Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan semangat
kebersamaan sekaligus memperkuat solidaritas antarorganisasi dan masyarakat,
khususnya di bulan Ramadan.“Semangatnya sama, niatnya sama, yaitu berbagi kepada sesama
dan mempererat kebersamaan dalam keberagaman,” ujarnya.Ketua IWAPI DPC Mimika, dr. Puttri Sultan, juga menjelaskan
bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai
organisasi dan komunitas yang ada di Mimika.“Kegiatan ini kami laksanakan bersama teman-teman dari
Kadin, HIPMI, Maxim, serta Yayasan Rabu Biru dalam rangka berbagi berkah kepada
saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa,” katanya.Ia menjelaskan bahwa pembagian takjil dilakukan di sejumlah
titik, mulai dari kawasan SP2, Jalan Budi Utomo, hingga sepanjang jalur
Mapurujaya–Pomako. Takjil juga dibagikan kepada masyarakat yang melintas serta
kepada jamaah di sejumlah musala dan masjid di sekitar lokasi kegiatan.Puttri berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat
bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antarorganisasi dan warga.“Harapan kami, melalui kegiatan ini masyarakat dapat
terbantu, khususnya bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain
itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat
kolaborasi antara berbagai organisasi,” ungkapnya.Sementara itu, Ketua Yayasan Rabu Biru Egy Kenharvey menilai
Ramadan merupakan momentum penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus
menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.Menurutnya, semangat berbagi dalam kebersamaan akan membawa
keberkahan bagi semua pihak. Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin
antara Kadin, HIPMI, IWAPI, Maxim, serta berbagai komunitas dalam kegiatan
sosial tersebut.“Dari kebaikan-kebaikan kecil yang kita lakukan bersama,
dapat tumbuh kebahagiaan di tengah masyarakat. Keikhlasan dalam berbagi menjadi
nilai utama yang mampu memperkuat persaudaraan,” ujarnya.Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai
upaya menumbuhkan semangat toleransi, kepedulian sosial, serta memperkuat
kebersamaan di tengah masyarakat Mimika. Penulis: Bim
Editor: GF
16 Mar 2026, 16:34 WIT
KKSS MIMIKA GELAR BUKA PUASA BERSAMA, AJAK PERKUAT SILATURAHMI & KEBERSAMAAN
Papuanewsonline.com, Timika – BPD KKSS Kabupaten Mimika menggelar kegiatan buka puasa bersama bertajuk "Menjalin Ukhuwah Meraih Berkah Ramadhan" di Aula Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Timika, pada hari Minggu (15/3/2026) pukul 16.00 WIT. Dalam sambutannya, Ketua BPD KKSS Mimika H. Iwan Anwar, S.H., M.H., mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara tersebut.Iwan Anwar menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi, mempererat persaudaraan, serta membangun kebersamaan di antara keluarga besar KKSS dan seluruh masyarakat Kabupaten Mimika. "Melalui kegiatan ini, kita berharap hubungan komunikasi, toleransi, dan keharmonisan antar warga dapat terus terjaga dengan baik," ujarnya. Ia menambahkan bahwa acara buka puasa bersama ini juga menjadi bagian dari program dakwah KKSS yang bertujuan memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat tali persaudaraan antar anggota dan masyarakat luas. Selain itu, Iwan Anwar menyampaikan informasi terkait rencana pembangunan Baruga KKSS yang telah memasuki tahap awal dengan peletakan batu pertama beberapa waktu lalu. Dari penggalangan dana yang dilakukan secara spontan, telah terkumpul target sekitar Rp400 juta, namun saat ini yang telah masuk baru sekitar 50 persen. "Kami mengajak seluruh keluarga besar KKSS yang memiliki kemampuan untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan fasilitas ini. Harapannya, baruga tersebut dapat menjadi tempat berkumpul, bersilaturahmi, dan melaksanakan berbagai kegiatan sosial serta keagamaan," jelasnya.Iwan juga mengajak seluruh anggota KKSS untuk tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan, saling mendukung, serta melestarikan budaya dan filosofi kearifan dari Sulawesi Selatan. Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mempersiapkan acara dengan baik dalam waktu singkat. Sebelum menyambut buka puasa, ia juga secara pribadi dan atas nama pengurus mengucapkan mohon maaf lahir dan batin apabila terdapat kekhilafan selama ini. "Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan serta mempererat persaudaraan di antara kita semua," pungkasnya. Penulis: JidEditor: GF
16 Mar 2026, 08:57 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru