Papuanewsonline.com
BERITA TAG Budaya
Homepage
Sang Merah Putih Terbesar Berkibar Di Gunung Cycloop, Ribuan Warga Papua Serukan Persatuan
Papuanewsonline.com, Jayapura — Semangat nasionalisme menyelimuti kawasan Gunung Cycloop, Kabupaten Jayapura, Papua, saat sekitar 1.200 prajurit TNI, Polri, pelajar, pemerintah daerah, dan masyarakat mengikuti Kirab serta Pembentangan Bendera Merah Putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (10/8/2026).Kegiatan yang berlangsung di Kampung Ifar Gunung, Distrik Sentani, tersebut dipimpin langsung Panglima Komando Operasi TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga. Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di Tanah Papua.Pangkoops TNI Habema hadir bersama Dansatgas Teritorial Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan dan Dansatgas Banmin Brigjen TNI Zamril Philiang. Kegiatan juga melibatkan unsur TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Jayapura, pelajar, serta masyarakat setempat.Kehadiran para peserta disambut Tari Yop yang dibawakan Sanggar Tari SMKS YPKP Sentani binaan Satgas Teritorial. Tarian khas Papua tersebut menjadi bagian dari penyambutan sekaligus menggambarkan keterlibatan generasi muda dan masyarakat dalam kegiatan kebangsaan.Setelah itu, Pangkoops TNI Habema secara resmi melepas Kirab Merah Putih yang diiringi penampilan Grup Drumband SMKS YPKP Sentani. Para peserta kemudian berjalan menyusuri jalur kirab sepanjang sekitar satu kilometer menuju kawasan Bukit Paralayang Rindam XVII/Cenderawasih.Ribuan peserta dari berbagai unsur berjalan dalam satu barisan membawa semangat persatuan. Keterlibatan prajurit, aparat keamanan, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat menjadi gambaran kolaborasi berbagai elemen dalam menyambut momentum kemerdekaan Indonesia.Sesampainya di kawasan Bukit Paralayang Rindam XVII/Cenderawasih, peserta menyaksikan pembentangan Sang Merah Putih berukuran sekitar 120 meter x 80 meter di kawasan Gunung Cycloop. Bendera berukuran besar tersebut dibentangkan di tengah panorama pegunungan Papua.Penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih kemudian dilakukan dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebanggaan dan menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan serta pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.Mayjen TNI Yudha Airlangga mengatakan, Kirab dan Pembentangan Bendera Merah Putih merupakan wujud penguatan nasionalisme sekaligus sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat.Menurutnya, berkibarnya Merah Putih di kawasan Gunung Cycloop membawa pesan bahwa semangat menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia terus dijaga dari Tanah Papua.Keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut juga dinilai memiliki arti penting karena generasi muda merupakan bagian dari penerus perjuangan bangsa. Mereka diharapkan terus menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air.Rangkaian kegiatan mulai dari Tari Yop, penampilan drumband, kirab, hingga pembentangan bendera menggambarkan semangat kebersamaan masyarakat Papua dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakatDari Gunung Cycloop, berkibarnya Sang Merah Putih menjadi simbol pesan persatuan dari Tanah Cenderawasih untuk Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan dan mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persaudaraan serta keutuhan NKRI.Editor: OF
10 Agu 2026, 22:05 WIT
Karnaval Budaya Meriahkan HUT RI ke-81 di Boven Digoel, Wakil Bupati Tekankan Semangat Persatuan
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menggelar Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (10/8/2026).Meski cuaca kurang mendukung, kegiatan tetap berlangsung meriah. Pemerintah daerah bersama berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), kelompok etnis, komunitas, serta masyarakat dari berbagai kalangan terlihat antusias mengambil bagian dalam karnaval tersebut.Wakil Bupati Boven Digoel, Drs. Marlinus, mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap mengikuti rangkaian kegiatan meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat.“Walaupun cuaca kurang mendukung, tetapi semangat yang luar biasa dari pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat tidak luntur untuk melaksanakan karnaval ini,” ujar Marlinus saat ditemui di sela-sela kegiatan.Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari kebersamaan seluruh masyarakat Boven Digoel.Marlinus menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD, kelompok etnis, komunitas dan masyarakat yang telah mengambil bagian dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.“Saya sangat mengapresiasi para OPD, etnis, komunitas serta seluruh lapisan masyarakat yang terlibat dan mengambil bagian dalam perayaan ini,” katanya.Ia juga mengajak seluruh suku, etnis, ras dan agama yang berada di Kabupaten Boven Digoel untuk terus membangun kebersamaan serta meningkatkan semangat dalam setiap momentum perayaan kemerdekaan.Marlinus berharap semangat kebangsaan dan persatuan yang telah terbangun di tengah masyarakat dapat terus dipelihara dan menjadi kekuatan dalam menjaga kerukunan di Boven Digoel.“Kita berharap ke depan semua suku, etnis, ras dan agama yang ada di Boven Digoel sama-sama memiliki antusias dan semangat untuk bersama-sama dengan pemerintah serta seluruh unsur masyarakat dalam memeriahkan HUT RI,” tuturnya.Ia menegaskan, kebersamaan dan persatuan merupakan modal penting bagi masyarakat untuk menjaga kedamaian serta mendukung pembangunan daerah.“Semangat kebangsaan dan semangat persatuan yang ada ini akan terus kita bina. Ke depan, kita berharap semuanya dapat berlangsung dengan baik, sehingga kita boleh hidup rukun dan damai di atas tanah ini, dan umumnya di Indonesia,” pungkasnya.Karnaval Budaya tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat Boven Digoel untuk menunjukkan keberagaman budaya sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dan persatuan di tengah kemajemukan masyarakat.Editor: OF
10 Agu 2026, 17:33 WIT
Merah Putih Berkibar di Puncak Bukit Walesi, Simbol Persatuan di Tanah Papua
Papuanewsonline.com, Walesi – Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, prajurit Pos Kotis Walesi Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 645/Gardatama Yudha bersama pelajar, guru, dan warga Distrik Walesi mendaki bukit untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Bukit Walesi, Sabtu (8/8/2026). Perjalanan yang menyeberangi sungai dan menanjak bersama menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan tidak terhalang oleh medan maupun jarak.Kegiatan diawali dengan pemberian pemahaman kebangsaan dan pembagian atribut Merah Putih kepada para siswa. Selanjutnya, seluruh peserta berjalan kaki bersama membawa tiang bendera menuju puncak. Sesampainya di sana, semuanya bergotong royong mendirikan tiang dan mengibarkan bendera, dilanjutkan dengan penghormatan terpimpin sebagai tanda cinta dan hormat kepada simbol negara. Suasana kehangatan terasa saat semua menikmati hidangan sederhana bersama setelah upacara. Dansatgas Yonif 645/Gardatama Yudha Letkol Inf Yan Rangga Rahabistara menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar seremonial. “Kami ingin memastikan semangat kemerdekaan RI sampai ke pelosok Papua. Kebersamaan hari ini menunjukkan betapa eratnya kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujarnya. Kegiatan ini juga bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda sejak dini.Pengibaran bendera di ketinggian ini membawa pesan bahwa kemerdekaan milik seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali mereka yang tinggal di kampung, pegunungan, hingga perbatasan. Bagi anak-anak Walesi, mendaki bersama, mendirikan tiang, dan memberi hormat menjadi pengalaman nyata bahwa mereka adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa ini.Penulis: JidEditor: OF
10 Agu 2026, 11:53 WIT
TNI-Polri Usut Kelompok Bersenjata yang Menembak Dua Warga di Festival Lembah Baliem
Papuanewsonline.com, Jayapura – Aparat gabungan TNI dan Polri tengah menelusuri identitas kelompok bersenjata yang diduga menembaki warga sipil di kawasan penutupan Festival Budaya Lembah Baliem 2026 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (8/8/2026). Serangan mendadak itu menimpa warga yang hendak menyaksikan kegiatan budaya tahunan tersebut dan menyebabkan dua orang terluka.Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Robbi Suryadi membenarkan kedua korban telah dievakuasi dan mendapat penanganan medis di RSUD Wamena. Korban pertama, Laode Muhammad (43), menderita luka tembak di lutut, sedangkan korban kedua, Salbia (50), mengalami luka tembak di paha kanan. “Kondisi keduanya saat ini dalam keadaan stabil,” ujarnya dari Jayapura.Pasca-kejadian, prioritas utama aparat keamanan adalah mengamankan dan mengevakuasi warga yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Hal itu membuat penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi kelompok yang bertanggung jawab masih terus berjalan. “Kami belum dapat memastikan asal kelompok pelaku, namun pengejaran dan penyelidikan terus dilakukan secara intensif,” tegas Robbi.Kegiatan festival yang berlangsung 7–8 Agustus sempat terganggu, namun petugas keamanan gabungan segera mengendalikan situasi dan membersihkan lokasi. Acara yang seharusnya menjadi ajang merawat warisan budaya dan mempererat persaudaraan justru diwarnai tindakan kekerasan yang menakutkan dan merugikan warga sipil.Penulis: JidEditor: OF
10 Agu 2026, 11:50 WIT
Sambut HUT RI ke-81, Brimob Polda Maluku Bagikan Bendera Merah Putih
Papuanewsonline.com, Ambon - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Satuan Brimob Polda Maluku menggelorakan semangat kebangsaan melalui aksi pembagian Bendera Merah Putih kepada masyarakat.Kegiatan tersebut dilaksanakan personel Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku di depan Mako Kompi 1 Batalyon A Pelopor, Sabtu (8/8/2026) pagi.Sebanyak 15 personel yang dipimpin Danki 1 Batalyon A Pelopor Iptu Kiki Yamrewav, S.H., turun langsung membagikan Bendera Merah Putih berukuran kecil kepada para pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas.Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya Polri membangun kesadaran kolektif masyarakat agar momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya berlangsung secara seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Tanah Air, persatuan, dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.Danki 1 Batalyon A Pelopor Iptu Kiki Yamrewav, S.H., mengatakan pembagian Bendera Merah Putih merupakan bentuk nyata semangat kebangsaan sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan rasa cinta Tanah Air.“Pembagian Bendera Merah Putih ini merupakan bentuk nyata dari semangat kebangsaan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan kecintaan kepada Tanah Air dan menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia dengan penuh semangat persatuan,” ujar Kiki.Menurutnya, pemasangan Bendera Merah Putih di rumah, kendaraan maupun lingkungan sekitar merupakan bentuk sederhana yang memiliki makna besar dalam memperingati kemerdekaan Indonesia.“Kami berharap masyarakat dapat memasang Bendera Merah Putih di kendaraan, rumah dan lingkungan masing-masing. Ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan,” katanya.Selain membagikan bendera, personel Brimob juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta mempertahankan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa.Langkah tersebut dinilai penting karena semangat kemerdekaan tidak berhenti pada simbol Bendera Merah Putih, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian, toleransi, gotong royong, serta komitmen menjaga situasi keamanan yang kondusif.Dansat Brimob Polda Maluku, Kombes Pol Tedi Purnanto, S.I.K., menegaskan bahwa keterlibatan personel dalam kegiatan sosial dan kebangsaan merupakan bagian dari upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat.Menurutnya, momentum HUT ke-81 RI menjadi kesempatan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi bersama dalam menjaga persatuan dan keamanan di Maluku.“Kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, semangat memperingati kemerdekaan juga harus menjadi gerakan bersama. Melalui pembagian Bendera Merah Putih, kami ingin mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kembali rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia sekaligus menjaga persatuan dan keamanan bersama,” ujar Dansat Brimob Polda Maluku.Ia menambahkan, personel Brimob tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan penanganan gangguan keamanan, tetapi juga hadir melalui kegiatan yang membangun kedekatan, kepedulian sosial dan semangat kebangsaan.“Kami ingin kehadiran Brimob dirasakan secara positif oleh masyarakat. Menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Karena itu, semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menjaga ketertiban, menghormati perbedaan dan memperkuat persatuan,” tegasnya.Sementara itu Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan kegiatan pembagian Bendera Merah Putih merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri dalam membangun kesadaran kebangsaan di tengah masyarakat.Ia menyebut Bendera Merah Putih bukan sekadar simbol negara, tetapi juga representasi sejarah perjuangan, persatuan dan identitas bangsa Indonesia.“Bendera Merah Putih memiliki makna yang sangat kuat bagi bangsa Indonesia. Di baliknya terdapat sejarah perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus kita jadikan kesempatan untuk kembali memperkuat rasa cinta Tanah Air dan persatuan,” ujar Rositah.Menurutnya, semangat kemerdekaan harus terus diwariskan kepada generasi penerus melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.“Semangat nasionalisme tidak cukup hanya diucapkan. Ia harus diwujudkan dengan menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati aturan, menjaga keamanan lingkungan dan ikut menciptakan suasana yang damai serta kondusif,” katanya.Rositah juga mengajak masyarakat Maluku untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan memasang Bendera Merah Putih di rumah, lingkungan maupun kendaraan sebagai bentuk kecintaan terhadap Tanah Air.“Mari kita semarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan mengibarkan Merah Putih. Jadikan momentum kemerdekaan ini sebagai pengingat bahwa persatuan adalah kekuatan bangsa dan keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.Kegiatan pembagian Bendera Merah Putih oleh personel Kompi 1 Batalyon A Pelopor berlangsung mulai pukul 08.30 WIT. Setelah apel persiapan, personel melaksanakan pembagian bendera kepada para pengendara pada pukul 08.50 WIT dan dilanjutkan apel konsolidasi pada pukul 09.30 WIT.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.Melalui kegiatan tersebut, Satuan Brimob Polda Maluku menegaskan bahwa menyambut kemerdekaan bukan hanya tentang mengibarkan bendera, tetapi juga tentang merawat semangat kebangsaan, memperkuat persaudaraan dan bersama-sama menjaga Indonesia tetap aman, bersatu dan damai. PNO-12
09 Agu 2026, 15:45 WIT
Dari Belanda ke Mimika: Seabad Kasih Tanpa Pamrih Suster Santo Fransiskus Charitas
Papuanewsonline.com, Mimika – Perjalanan kasih yang dimulai dari sebuah biara kecil di Belanda kini telah menembus samudera, melintasi pulau Sumatera, hingga berakar dan berbuah lebat di tanah Papua. Tahun 2026 menjadi saksi genap satu abad kehadiran Kongregasi Suster-Suster Santo Fransiskus Charitas (FCh) di Indonesia, yang dirayakan dengan penuh syukur dalam Misa Syukur di Keuskupan Timika, dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Baru, pada Selasa (7/8/2026).Sejarah berawal pada 9 Juli 1926, ketika lima suster perintis pertama menginjakkan kaki di tepian Sungai Musi, Palembang. Di bawah semangat Santo Fransiskus, kesederhanaan, kerendahan hati, dan kasih kepada yang kecil, mereka merawat orang sakit, mendidik, dan mendampingi tanpa pamrih. Cabang Indonesia kemudian tumbuh mandiri pada 1 Desember 1991, dan tak lama berselang, pada tahun 1998, panggilan baru datang: melayani di tanah Mimika. Dua suster dikirim meninjau, dan dari kunjungan itu lahirlah kesepakatan untuk mengelola Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) yang dibangun atas kerja sama PT Freeport Indonesia, YPMAK, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Keuskupan Jayapura.Pada 20 Agustus 1999, RSMM mulai melayani dengan hanya sepuluh pasien per hari dan kapasitas 69 tempat tidur. Kini, 27 tahun kemudian, rumah sakit yang akrab disebut warga “Charitas” itu telah berkembang menjadi Rumah Sakit Kelas C berakreditasi KARS dengan 156 tempat tidur, didukung sekitar 370 tenaga, dan telah melayani lebih dari tiga juta pasien. Pelayanan meluas dari rawat jalan hingga UGD 24 jam, poliklinik spesialis, serta Klinik Mitra Masyarakat yang menjangkau wilayah lebih luas. Tak hanya di kota, kehadiran kasih itu pun hadir di pesisir melalui Biara Charitas Bintang Laut di Kaokanao.Yang paling mengesankan, benih kasih itu kini mulai tumbuh dari tanah sendiri: putri daerah Papua pun mulai bergabung menjadi bagian keluarga besar FCh, menandakan bahwa pengabdian ini bukan lagi sekadar perutusan dari jauh, melainkan telah berakar di hati masyarakat Amungsa. Jalan di depan rumah sakit pun kini bernama Jalan Charitas nama yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Mimika.Penulis: JidEditor: OF
09 Agu 2026, 08:54 WIT
Wujud Toleransi, Umat Katolik Hadir di Puncak Peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua
Papuanewsonline.com, Fakfak - Suasana penuh persaudaraan dan toleransi mewarnai puncak peringatan 666 tahun masuknya Islam di Tanah Papua yang berlangsung di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Sabtu (8/8/2026).Menariknya, dalam momentum bersejarah umat Islam tersebut, umat Katolik turut hadir memberikan dukungan. Kehadiran tersebut menjadi wujud nyata penghormatan dan semangat persaudaraan dalam menjaga kehidupan bersama yang rukun di Kabupaten Fakfak yang dikenal sebagai Kota Toleransi.Dalam perayaan tersebut, hadir dua pastor, yakni Pastor Alex Fabianus dan Pastor Oliver, OSA, bersama umat Katolik. Turut hadir pula Josep Goenawan selaku Ketua Dewan Paroki.Kehadiran para pastor dan umat Katolik menjadi gambaran nyata bahwa kehidupan masyarakat Fakfak dibangun di atas fondasi saling menghormati dan menghargai perbedaan.Pastor Alex Fabianus menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan sekaligus partisipasi aktif dalam seluruh rangkaian perayaan.“Kami memang mendapat undangan. Selain itu, kehadiran kami di sini merupakan bentuk dukungan umat Katolik sekaligus turut berpartisipasi dalam berbagai rangkaian perayaan hingga hari puncak ini,” ujar Pastor Alex di sela kegiatan.Ia mengaku bahagia dapat hadir dalam momentum bersejarah tersebut. Menurutnya, Fakfak memiliki sejarah penting dalam perjalanan kehidupan beragama di Tanah Papua.Pastor Alex juga menilai kehidupan antarumat beragama di Kabupaten Fakfak patut menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.“Kehidupan antarumat beragama di Kabupaten Fakfak perlu menjadi contoh bagi kita semua. Kehidupan beragama di Fakfak ini sangat luar biasa. Perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan,” ungkapnya.Bagi Gereja Katolik, kehadiran dalam momentum 666 tahun masuknya Islam ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus merawat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. Perbedaan agama dan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling menghormati, hadir bersama, dan membangun kehidupan yang damai di Tanah Papua.Editor: OF
08 Agu 2026, 21:21 WIT
Tokoh Nawaripi Bantah Jual Tanah Warisan - Tegaskan Sudah Disertifikatkan Milik TNI AL
Papuanewsonline.com, Mimika - Tokoh-tokoh Suku Kamoro dari Kampung Nawaripi membantah keras isu yang menyebut mereka menjual tanah adat. Mereka menegaskan tidak pernah menjual tanah warisan leluhur.Klarifikasi itu disampaikan menyusul beredarnya berita bohong yang menuding tokoh Nawaripi menjual tanah."Kami tolak ada berita bohong, berita palsu yang menyatakan kami jual tanah. Yang buat berita itu tidak benar, dan orang yang berkomentar tentang tanah itu orang yang tidak punya kapasitas. Kami tidak pernah jual tanah karena itu warisan orangtua kami," tegas Tokoh Masyarakat Nawaripi, Derek Maoromako saat ditemui di Sanggar Merah Putih Nawaripi, Kamis (5/8/2026).Derek menjelaskan, yang sebenarnya terjadi adalah pengukuran ulang tanah yang telah dilepas secara adat oleh orang tua mereka kepada TNI Angkatan Laut.Tanah seluas 2 hektar tersebut, kata dia, telah sah memiliki sertifikat dengan nomor 0046 atas nama TNI AL."Orang Nawaripi yang punya tanah dan orang Nawaripi tidak pernah jual tanah. Apalagi Bapa Desa sudah larang orang Nawaripi tidak boleh jual tanah. Yang berani jual, Bapa Desa tidak mau tandatangan pelepasannya," ujar Derek.Penegasan serupa disampaikan Tokoh Muda Nawaripi, Kris Yamiro. Ia menyebut sebagai generasi muda, dirinya wajib mengamankan keputusan pelepasan yang telah dilakukan para orang tua terdahulu kepada negara."Kalau ada yang bilang kami jual tanah itu salah besar dan itu hoaks. Saya minta yang buat berita bisa datang ketemu kami di Nawaripi," kata Kris.Menurut Kris, tanah tersebut adalah milik leluhur yang diwariskan kepada anak cucu, sehingga tidak mungkin diperjualbelikan. Kehadiran mereka di lokasi hanya untuk mengukur ulang batas tanah yang sudah bersertifikat tersebut."Sebagai tokoh muda sebetulnya belum tahu soal penyerahan tanah itu. Tapi karena tanahnya sudah diserahkan orang-orang tua dulu, maka sebagai generasi muda wajib untuk amankan tanah itu yang kepemilikannya oleh TNI AL," tutupnya.Editor: OF
05 Agu 2026, 15:50 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru