Papuanewsonline.com
BERITA TAG Budaya
Homepage
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Mimika Gelar Doa Lintas Agama dan Pawai Ta’aruf
Papuanewsonline.com, Timika – Panitia Hari Besar Islam
(PHBI) Kabupaten Mimika akan menggelar serangkaian kegiatan istimewa dalam
rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, yang berlangsung
pada 15 hingga 16 Juni 2026 di Timika. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana
syiar agama, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat
kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat setempat.Ketua PHBI Mimika, Ustadz H. Joko Priyanto, menyampaikan
bahwa rangkaian acara diawali dengan Doa Lintas Agama. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin malam,
15 Juni 2026 pukul 19.30 WIT di Ballroom Hotel Grand Tembaga Timika, dan akan
dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah, serta
undangan lainnya.Keesokan harinya, Selasa 16 Juni 2026, akan dilaksanakan
Pawai Ta’aruf yang terbuka untuk diikuti seluruh warga. Pawai dimulai pukul 06.30 WIT dari Lapangan Eks Pasar Lama,
melintasi sejumlah ruas jalan utama kota seperti Jalan Pendidikan, Budi Utomo,
Diana, Katedral Tiga Raja, hingga Jalan Yos Sudarso, sebelum kembali ke titik
awal sebagai lokasi penutupan.Untuk menambah semarak acara, panitia menyiapkan berbagai
hadiah menarik bagi peserta, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor.
Tersedia pula hadiah lain seperti kulkas, mesin cuci,
peralatan elektronik, dan berbagai doorprize hiburan lainnya.Kegiatan ini mengusung semangat “Hijrah menuju pribadi yang
lebih baik, masyarakat yang lebih rukun, dan Mimika yang lebih maju”. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Jun 2026, 05:45 WIT
Penamatan Santri Angkatan II Ponpes Ahsanul Ulum, Kemenag & Pemkab Apresiasi Peran Pesantren
Papuanewsonline.com, Mimika — Pondok Pesantren Tahfidzul
Qur'an Ahsanul Ulum menggelar acara penamatan santri dan santriwati Angkatan II
Tahun 2026 di Mimika, Senin (02/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum
penting bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di pesantren untuk
melanjutkan perjalanan akademik ke jenjang yang lebih tinggi.Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Gabriel
Rettobyaan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelepasan santri bukan sekadar
acara perpisahan, melainkan langkah awal menuju masa depan yang lebih luas.Menurutnya, para santri diharapkan mampu menjadi generasi
penerus bangsa yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, serta mampu menjadi
teladan di tengah masyarakat. Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang
tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pondok pesantren."Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk sumber
daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Nilai-nilai seperti
kejujuran, kesederhanaan, solidaritas, kemandirian, serta pengendalian diri
menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di pesantren," ujarnya.Ia menambahkan, penguatan iman menjadi fondasi utama dalam
membangun karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan
kehidupan di masa mendatang.Sementara itu, Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bidang
Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan
apresiasi kepada pimpinan pondok pesantren, Yayasan Papua Cerdas Insani, para
ustaz, dan ustazah yang telah dengan tulus dan penuh dedikasi mendidik generasi
muda.Ia menilai keberhasilan menamatkan para santri merupakan
bukti nyata kontribusi pesantren dalam mendukung pembangunan sumber daya
manusia yang cerdas, berakhlak mulia, berintegritas, serta memiliki fondasi
keimanan yang kuat."Kepada para santri, penamatan ini bukanlah akhir dari
proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju masa depan. Ilmu
dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di pesantren hendaknya menjadi
bekal untuk melanjutkan pendidikan dan mengamalkan kebaikan di tengah
masyarakat," katanya.Pemerintah Kabupaten Mimika berharap para lulusan Pondok
Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum dapat tumbuh menjadi generasi muda yang
cerdas, santun, menghargai perbedaan, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan
daerah dan bangsa.Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa di tengah
keberagaman suku, budaya, dan agama di Mimika, pesantren memiliki peran
strategis dalam membentuk generasi yang toleran, cinta damai, dan mampu menjadi
perekat persaudaraan.Pemerintah Kabupaten Mimika turut menyampaikan penghargaan
kepada para orang tua yang telah memilih pendidikan berbasis karakter dan agama
bagi anak-anak mereka. Pendidikan tersebut dinilai sebagai investasi terbaik
untuk membangun masa depan yang cerah dan penuh keberkahan.Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan,
Pemkab Mimika berkomitmen terus mendukung penguatan pendidikan agama dan
pembinaan karakter sebagai bagian dari upaya mewujudkan Mimika yang aman,
cerdas, dan sejahtera.Acara penamatan berlangsung khidmat dan penuh haru, menjadi
momen berharga bagi para santri, orang tua, serta seluruh keluarga besar Pondok
Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum. Penulis: Bim
Editor: GF
03 Jun 2026, 08:35 WIT
Patroli Jalan Kaki, Personel Ops Damai Cartenz Jalin Pendekatan Humanis Bersama Warga
Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Personel Pos Kulirik yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 melaksanakan patroli jalan kaki di wilayah Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (1/6/2026), sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan dan meningkatkan kewaspadaan di wilayah penugasan.Patroli tersebut diawali dengan apel kesiapan di Pos Kulirik sebelum personel bergerak menyusuri sejumlah titik yang menjadi fokus pemantauan keamanan. Selama kegiatan berlangsung, personel melakukan pemantauan situasi dan pengecekan kondisi wilayah guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memastikan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar.Selain melakukan pengawasan wilayah, personel juga terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai dinamika situasi yang mungkin terjadi. Selama patroli berlangsung, situasi terpantau aman dan tidak ditemukan adanya gangguan keamanan yang menonjol.Di sela-sela pelaksanaan patroli, personel juga menyapa warga yang sedang beraktivitas di sekitar jalur patroli. Melalui pendekatan yang humanis, personel berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan perkembangan situasi di lingkungan sekitar sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga.Interaksi tersebut disambut positif oleh masyarakat dan menjadi bagian dari upaya Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dalam mempererat hubungan antara aparat keamanan dan warga. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan rasa aman serta memperkuat sinergi dalam menjaga situasi yang kondusif di wilayah Puncak Jaya.Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa patroli rutin yang dilaksanakan personel di lapangan merupakan bagian dari komitmen Satgas Ops Damai Cartenz untuk menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat."Patroli yang dilakukan secara rutin merupakan langkah preventif untuk memantau perkembangan situasi di wilayah penugasan sekaligus memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan memperkuat situasi kamtibmas yang kondusif," ujar Kaops.Selain itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa patroli jalan kaki menjadi salah satu metode efektif untuk meningkatkan pengawasan wilayah sekaligus memperkuat kesiapsiagaan personel di lapangan."Melalui patroli yang dilakukan secara berkelanjutan, personel dapat memantau kondisi wilayah secara langsung dan merespons setiap perkembangan situasi dengan cepat. Langkah ini penting untuk menjaga keamanan dan mendukung aktivitas masyarakat agar tetap berjalan dengan baik," kata Wakaops.Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif dan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan di Papua, sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat sebagai mitra penting dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif. PNO-12
02 Jun 2026, 13:36 WIT
Pemuda Lintas Agama Mimika Galang Dana Bangun Kembali Gereja yang Terbakar
Papuanewsonline.com, Timika – Semangat persaudaraan dan
toleransi tampak nyata di persimpangan Jalan Budi Utomo – Jalan Hasanuddin,
Mimika, pada Senin (1/6/2026). Puluhan pemuda dari berbagai latar belakang
agama berkumpul dalam aksi penggalangan dana jalanan untuk membantu pembangunan
kembali Gereja Katolik Stasi Santa Fransiskus Xaverius Poumako yang ludes
terbakar pekan lalu.Kegiatan yang digagas oleh Front Aksi Kemanusiaan ini
direncanakan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu, 3 Juni mendatang.Sebanyak 12 organisasi pemuda dan komunitas turut
berpartisipasi penuh, antara lain PMII, PMKRI, GMNI, GMKI, IMM, Pemuda Muslim
Mimika, Pemuda Katolik, Barisan Merah Putih, Forum Papua Tengah Terang, Pemuda
Sorong Raya, APKM, hingga komunitas penggemar sepak bola Portugal Timika. Berbekal kotak sumbangan dan pduk sederhana, mereka
dengan ramah menyapa para pengendara dan pengguna jalan untuk mengajak berbagi
kebaikan demi sesama yang tertimpa musibah.Koordinator aksi sekaligus Ketua Pemuda Muslim Mimika,
Arifin Letsoin, menyatakan bahwa musibah yang menimpa rumah ibadah tersebut
merupakan duka bersama bagi seluruh warga Mimika tanpa memandang perbedaan
keyakinan.“Mari kita bergerak bersama membangun kembali tempat ibadah
saudara kita. Ini adalah tanggung jawab dan kepedulian kita semua sebagai
sesama anak bangsa,” ujarnyaSeluruh dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan
sepenuhnya untuk proses pembangunan kembali gedung gereja yang berada di
wilayah Distrik Mimika Timur. Gerakan sosial dari kalangan akar rumput ini menjadi bukti
nyata bahwa perbedaan tidak memisahkan persaudaraan, melainkan semakin
mempererat rasa kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi kesulitan. Penulis: Jid
Editor: GF
01 Jun 2026, 22:20 WIT
Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemuda Papua Tengah: Kami Anak Papua, Kami Anak Pancasila
Papuanewsonline.com, Timika – Semangat kebangsaan dan
persatuan berkumandang kencang dari kalangan generasi muda Papua Tengah dalam
peringatan Hari Lahir Pancasila 2026. Mengangkat tema “Anak Papua, Anak
Pancasila”, kegiatan yang digelar di kawasan Pelabuhan Poumako, Mimika, pada Minggu
(31/5/26) ini menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan nyata bagi pemuda untuk
menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai luhur dasar negara dalam kehidupan
sehari-hari.Acara ini diselenggarakan oleh Banteng Mienting bersama
Yayasan Althea Mee Papua dan Rembuk Pemuda Papua Tengah, diisi dengan diskusi
kebangsaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan tokoh sipil.Koordinator Rembuk Pemuda Papua Tengah, Brigita Pekey,
menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung makna mendalam: pemuda Papua adalah
bagian utuh dari bangsa Indonesia yang memiliki hak dan tanggung jawab yang
sama. “Menjadi Anak Papua sekaligus Anak Pancasila berarti tetap
bangga dengan budaya dan identitas asal, namun tetap menjunjung tinggi
persatuan, gotong royong, serta semangat kebangsaan sebagai warga negara
Indonesia,” tegasnya. Ia menekankan nilai-nilai ini harus dibuktikan dengan
tindakan nyata, mulai dari menghargai perbedaan, menjaga toleransi, hingga
berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.Brigita mengakui generasi muda kini menghadapi berbagai
tantangan, mulai dari pengaruh buruk media sosial hingga lemahnya pemahaman
kebangsaan. Oleh karena itu, wadah seperti ini penting untuk membangun
ruang edukasi dan dialog yang sehat, agar pemuda tumbuh menjadi agen perubahan
yang cinta tanah air sekaligus memiliki nasionalisme yang kokoh. Berbagai program kolaboratif seperti kegiatan sosial,
diskusi kepemudaan, dan aksi berbagi telah disiapkan, khususnya menyambut HUT
Kemerdekaan RI mendatang. Lokasi di Pelabuhan Poumako sengaja dipilih karena
melambangkan keterbukaan dan konektivitas menuju masa depan yang lebih maju.Harapannya, semangat yang tumbuh dalam peringatan ini tidak
hanya berhenti sebagai seremoni, melainkan terus hidup dan diamalkan. Penulis: Andi Ilham
Editor: GF
01 Jun 2026, 22:07 WIT
Pemuda Muslim Mimika Kecam Tindakan Rasisme Pengurus PHBI
Papuanewsonline.com, Timika – Ketua Pemuda Muslim Mimika
menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan tindakan rasisme yang dilakukan oleh
Sekretaris Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika kepada sesama
anggota organisasi. Perilaku tersebut dinilai sangat mencederai nilai-nilai
persaudaraan, toleransi, serta semangat kebhinekaan yang selama ini terpelihara
baik di tengah masyarakat Mimika, terlebih dilakukan di dalam lembaga yang
mengemban nama dan ajaran agama Islam.Pemuda Muslim Mimika menegaskan bahwa Islam mengajarkan
persaudaraan sejati tanpa memandang batas suku, ras, maupun golongan. Oleh karena itu, tindakan diskriminatif dan penghinaan tidak
boleh diberi ruang sedikit pun di dalam organisasi keagamaan yang seharusnya
menjadi wadah pemersatu umat. Menyikapi hal ini, pihaknya mendesak Bupati Mimika segera
melakukan evaluasi menyeluruh dan mengganti kepengurusan PHBI saat ini demi
menjaga marwah organisasi. Selain pergantian pengurus, Pemuda Muslim Mimika juga
mendorong dilakukannya pembenahan struktur internal serta pembinaan etika dan
toleransi secara berkala, agar kejadian serupa tidak terulang di masa
mendatang. Pemerintah daerah juga diminta bersikap tegas dan transparan
dalam menangani persoalan ini guna mencegah berkembangnya konflik sosial di
masyarakat. Penulis: Jid
Editor: GF
31 Mei 2026, 19:43 WIT
MUI Distrik Mimika Baru Gelar Talk Show Kepemudaan, Dorong Pemuda Jadi Agen Perubahan
Papuanewsonline.com, Mimika — Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Distrik Mimika Baru menggelar Talk Show bersama organisasi kepemudaan di Timika
dengan tema “Waktunya Pemuda Bicara: Mengokohkan Persaudaraan di Tengah
Perbedaan”, (30/5/2026).Dalam kegiatan tersebut, Habib Helmi bin Khalid Alkaff
menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting sebagai agen perubahan di tengah
masyarakat. Menurutnya, perubahan bukan berarti generasi sebelumnya gagal
membangun daerah atau bangsa, melainkan setiap zaman memiliki tantangan yang
berbeda sehingga membutuhkan kontribusi baru dari generasi muda.“Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam berpikir,
bekerja, dan menciptakan perubahan yang lebih baik. Namun, tantangan saat ini
adalah masih banyak anak muda yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai
dan media sosial tanpa memberikan manfaat yang nyata bagi diri maupun
lingkungan,” ujarnya.Habib Helmi menjelaskan bahwa perubahan tidak cukup hanya
berangkat dari keinginan, tetapi harus didasari cita-cita yang kuat serta
pemahaman terhadap realitas yang dihadapi. Ia mendorong generasi muda untuk
memiliki mimpi besar, seperti menempuh pendidikan yang tinggi, menjadi pribadi
yang bermanfaat, serta berkontribusi dalam pembangunan Timika.Menurutnya, perbedaan pandangan dalam memaknai perubahan
merupakan hal yang wajar dan justru menjadi kekuatan. Keberagaman cara berpikir
dapat melahirkan gagasan-gagasan baru selama dibangun dengan niat yang baik dan
ketulusan hati.“Perubahan besar harus dimulai dari cara berpikir yang
benar, sumber pengetahuan yang baik, dan tindakan nyata yang bermanfaat bagi
masyarakat. Karena itu, pemuda harus terus belajar dan memperluas wawasan,
tidak hanya bergantung pada informasi singkat yang beredar di media sosial,”
katanya.Ia mengajak seluruh pemuda untuk memulai perubahan dari diri
sendiri, lingkungan sekitar, dan daerahnya masing-masing. Dengan semangat
belajar, kebersamaan, serta kepedulian sosial, pemuda diyakini mampu
menghadirkan perubahan yang positif bagi masa depan.Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
Mimika, Dr. Jeffery C. Hutagalung, menyoroti posisi strategis pemuda dalam
pembangunan bangsa. Ia menyebut bahwa dalam berbagai pandangan filsafat, pemuda
sering dipandang sebagai pembangun masa depan karena memiliki imajinasi,
kecerdasan, dan semangat yang besar.Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pemuda juga rentan
terjebak dalam imajinasinya sendiri. Semangat yang tinggi untuk memulai sesuatu
sering kali belum diimbangi dengan ketahanan dan konsistensi dalam
mempertahankannya.“Perkembangan peradaban dan modernisasi menghadirkan banyak
peluang bagi generasi muda, tetapi juga membawa tantangan. Teknologi dan arus
informasi yang begitu cepat dapat menjadi sarana pengembangan diri, namun juga
dapat membuat pemuda kehilangan arah apabila tidak dibarengi dengan nilai,
karakter, dan tujuan hidup yang jelas,” jelasnya.Jeffery menekankan pentingnya melihat berbagai persoalan
generasi muda berdasarkan data dan fakta, bukan sekadar asumsi. Ia menyebut
sejumlah hasil penelitian menunjukkan adanya tantangan yang dihadapi generasi
muda, seperti menurunnya tingkat religiositas dan spiritualitas, meningkatnya
ketergantungan ekonomi terhadap orang tua, serta rendahnya tingkat kemandirian
ekonomi pada sebagian kelompok usia muda.Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa
pembangunan sumber daya manusia harus menjadi perhatian bersama. Penurunan
kualitas karakter dan kesadaran sosial generasi muda dapat berdampak pada upaya
menjaga dan meningkatkan kerukunan di tengah masyarakat.Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk
memperkuat pendidikan, pembinaan karakter, pengembangan kemandirian ekonomi,
serta nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.Ia juga berharap forum diskusi seperti ini tidak berhenti
sebagai ruang bertukar gagasan semata, melainkan dapat menghasilkan rekomendasi
yang dikaji lebih lanjut dan disampaikan kepada pihak terkait sebagai bahan
pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.“Saya selalu berpegang pada prinsip, ‘sepakat untuk tidak
selalu bersepakat’. Dari perbedaan itulah lahir dialog, pembelajaran, dan
gagasan-gagasan baru untuk membangun masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya.Talk show tersebut menjadi ruang dialog bagi generasi muda
lintas organisasi untuk menyampaikan pandangan, memperkuat persaudaraan, serta
membangun komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan mendorong kemajuan
Kabupaten Mimika di tengah keberagaman masyarakatnya. Penulis: Bim
Editor: GF
31 Mei 2026, 09:06 WIT
Tokoh Pemuda Papua Soroti Ancaman Provokasi Asing dan Kerentanan Sosial di Papua
Papuanewsonline.com, Mimika - Tokoh Pemuda Wilayah Adat
Tabi, Paulinus Ohee, menilai berbagai dinamika sosial yang berkembang di Papua
belakangan ini tidak dapat dilepaskan dari adanya pengaruh kepentingan luar
yang berupaya memanfaatkan kondisi sosial masyarakat, terutama generasi muda.Menurutnya, kemunculan film “Pesta Babi” dan berbagai narasi
provokatif di ruang publik patut dicermati secara kritis agar tidak menjadi
alat yang memecah persatuan bangsa maupun memicu konflik sosial di Tanah Papua."Indonesia saat ini sedang bergerak menuju kemajuan
besar sebagai kekuatan ekonomi kawasan. Karena itu, menurut dia, terdapat
pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Indonesia tumbuh menjadi negara
kuat dan berpengaruh di Asia", katanya dalam keterangan kepada wartawan. Ia bahkan menilai pola-pola propaganda dan pembentukan opini
publik yang berkembang saat ini memiliki kemiripan dengan situasi menjelang
krisis politik tahun 1998.“Generasi muda, khususnya Gen Z, harus diberikan pemahaman
yang baik agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang sengaja dibangun untuk
menciptakan perpecahan. Anak-anak muda Papua harus menjadi generasi yang
kritis, cerdas, dan tidak mudah dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu,” ujar
Paulinus.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tantangan pembangunan
Papua tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan, tetapi juga dipengaruhi
faktor ideologi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga masuknya budaya asing
yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai lokal masyarakat Papua. "Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pihak
tertentu untuk memperkeruh situasi dan menghambat pembangunan di Papua",
tandasnya. Paulinus menilai persoalan ekonomi menjadi salah satu titik
paling rentan yang sering dimanfaatkan untuk mempengaruhi masyarakat Papua.
Ketika kesejahteraan belum merata, lapangan pekerjaan terbatas, dan akses
pendidikan maupun kesehatan masih belum optimal, masyarakat menjadi lebih mudah
diprovokasi dan diarahkan pada konflik yang merugikan masyarakat Papua sendiri.“Di Papua ini banyak masyarakat yang sebenarnya hanya ingin
hidup tenang dan sejahtera. Tetapi ketika ada persoalan ekonomi, pendidikan,
dan lapangan kerja yang belum tuntas, itu sering dimanfaatkan oleh pihak lain
untuk menciptakan konflik dan mempengaruhi masyarakat,” katanya.Ia juga mengingatkan bahwa pendekatan pembangunan di Papua
tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik semata, tetapi harus dibarengi
pendekatan kemanusiaan yang mampu menghadirkan rasa keadilan bagi Orang Asli
Papua. Karena itu, ia berharap pelaksanaan Otonomi Khusus Papua benar-benar
mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di akar rumput."Negara harus hadir secara utuh melalui pemerataan
pembangunan, penegakan hukum yang adil, peningkatan kualitas pendidikan dan
kesehatan, serta pembukaan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat
Papua", tegasnya. Lebih lanjut, ia berharap Orang Asli Papua dapat merasakan
dirinya sebagai tuan di negerinya sendiri dalam bingkai Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).“Harapan kami, Otonomi Khusus benar-benar dirasakan
manfaatnya oleh Orang Asli Papua. Negara harus hadir dengan pendekatan
kemanusiaan, keadilan harus merata, dan hukum ditegakkan dengan adil agar
masyarakat Papua merasa memiliki masa depan yang baik dalam bingkai NKRI,”
tutupnya. Penulis: Jid
Editor: GF
29 Mei 2026, 18:25 WIT
Jamaah Mimika Tetap Khusyuk Salat Iduladha 1447 H di Tengah Guyuran Hujan
Papuanewsonline.com, Timika – Meski diguyur hujan ringan,
suasana kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang
digelar di halaman Gedung Graha Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Rabu
(27/5/2026). Ratusan jamaah tetap hadir dan melaksanakan ibadah dengan penuh
semangat serta kebersamaan, menjadikan momen suci ini semakin bermakna meskipun
cuaca kurang bersahabat.Ibadah pagi tersebut dipimpin langsung oleh Imam Ustadz
Kamsir, mengajak seluruh umat untuk merenungi makna pengorbanan dan ketaatan
sejati.Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Mimika, Ustadz Joko
Prianto, menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah tahun ini tersebar luas di
seluruh penjuru wilayah.“Kami menetapkan sebanyak 94 titik pelaksanaan Salat
Iduladha di Mimika, hasil koordinasi bersama Dewan Kemakmuran Masjid, MUI, para
mubaligh, dan berbagai organisasi Islam. Tujuannya agar umat di setiap distrik
maupun kampung dapat merayakan hari raya ini dengan mudah dan nyaman di tempat
terdekat,” jelasnya, menandakan semangat kebersamaan yang tumbuh luas di tengah
masyarakat.Dalam khotbah yang disampaikan KH Abdul Karim Lukman, umat
diajak meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim AS dalam menjaga keimanan dan
selalu mencari kebenaran di tengah kehidupan yang semakin kompleks. “Umat harus bijak menggunakan akal dan hati nurani untuk
memilah mana yang hak dan mana yang batil,” pesannya.Ia juga menekankan pentingnya memelihara hubungan harmonis
antara orang tua dan anak, serta mengingatkan bahwa makna kurban bukan sekadar
menyembelih hewan, melainkan wujud ketulusan hati dan pengorbanan harta demi
meraih ridho Allah SWT.Perayaan Iduladha kali ini menjadi bukti kekuatan
persaudaraan dan iman umat Islam di Mimika. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Mei 2026, 18:26 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru