Papuanewsonline.com
BERITA TAG Budaya
Homepage
Badan Pendiri LEMASA Serukan Persatuan Menuju Musyawarah Adat Suku Amungme
Papuanewsonline.com, Timika — Keluarga besar Badan Pendiri
Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) mengajak seluruh masyarakat
Amungme untuk bersatu dan bergandeng tangan menyongsong pelaksanaan Musyawarah
Adat (MUSDAT) LEMASA yang direncanakan berlangsung pada Januari 2026.Ajakan tersebut disampaikan oleh salah satu tokoh Amungme,
Paulus Pinimet, dalam pernyataan yang dikeluarkan di Timika pada 8 Januari
2026. Ia menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat adat dalam
menjaga keberlangsungan lembaga adat yang telah dibangun sejak puluhan tahun
lalu.LEMASA sendiri didirikan pada tahun 1994 di Desa Harapan,
Kwamki Lama, Timika, sebagai wadah musyawarah adat Suku Amungme. Sejak awal
pembentukannya, lembaga ini bertujuan menjaga, melestarikan, dan memperjuangkan
nilai-nilai adat serta budaya Amungme di tengah dinamika pembangunan dan
perubahan zaman.“Mari kita bersatu dan bergandeng tangan membangun LEMASA
ini ke depan demi kita semua di Tanah Amungsa dan Bumi Kamoro yang kita cintai
ini,” kata Paulus Pinimet dalam pernyataannya.Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Badan Pendiri LEMASA
untuk kembali merapatkan barisan dan terlibat aktif dalam deklarasi serta
rangkaian kegiatan MUSDAT LEMASA yang akan digelar. Menurutnya, musyawarah adat
merupakan momentum penting untuk memperkuat identitas dan persatuan masyarakat
Amungme.“Jangan ragu dan bimbang, mari kita bersatu dan bergandeng
tangan menuju MUSDAT LEMASA,” tambah Paulus Pinimet.Dalam pernyataan tersebut, Paulus Pinimet turut menyebut
sejumlah tokoh yang menjadi pendiri LEMASA, antara lain Thomas Beanal, Yohanes
Pinimet, Benny Tsenawatme, Paulus Kanongopme, Victor Beanal, Mathias
Kelanangame, Bartolumius Magal, Lukas Amisim, Yoseph Yoppi Kilangin, Yulia
Pogolnamum, Melanius Pogolnamum, dan Johanis Kasamol.LEMASA mengusung motto “Me Asia Ten” yang berarti “Satu
Hati, Satu Jiwa”. Melalui MUSDAT LEMASA, diharapkan semangat persatuan ini
dapat terus dijaga dan menjadi dasar dalam memperkuat peran lembaga adat
sebagai rumah bersama masyarakat Amungme. Penulis: HendrikEditor: GF
08 Jan 2026, 09:50 WIT
LEMASA Mimika Bersiap Gelar Musyawarah Adat, Perkuat Komitmen Menjaga Jati Diri Suku Amungme
Papuanewsonline.com, Timika — Lembaga Musyawarah Adat Suku
Amungme (LEMASA) Kabupaten Mimika menyatakan kesiapan untuk menggelar
Musyawarah Adat (MUSDAT) sebagai bagian dari upaya mempertahankan dan
memperkuat warisan adat serta budaya Suku Amungme di wilayah Mimika.Rencana pelaksanaan MUSDAT ini menjadi momentum penting,
mengingat kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari deklarasi awal LEMASA
yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 1994 di Desa Harapan, Kwamki Lama,
Timika. Musyawarah adat ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus
konsolidasi masyarakat adat.Salah satu tokoh adat Amungme, Paulus Pinimet, menyampaikan
ajakan kepada seluruh masyarakat Amungme dan Kamoro untuk bersama-sama
mendukung dan menghadiri MUSDAT LEMASA. “Mari saudara dan saudari ku, kita
bergandeng tangan menuju MUSDAT - LEMASA,” katanya, seraya menekankan pentingnya
kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai adat.Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan adat dan budaya
Amungme harus terus dipertahankan di tengah tantangan zaman yang semakin
kompleks, sehingga identitas masyarakat adat tidak tergerus oleh perubahan
sosial dan perkembangan modern.Sejarah berdirinya LEMASA tidak terlepas dari peran para
tokoh adat Amungme yang hadir dalam deklarasi tahun 1994, di antaranya Thomas
Beanal, Yohanes Pinimet, dan Benny Tsenawatme. Kehadiran para tokoh tersebut
menjadi fondasi kuat bagi keberlangsungan lembaga adat hingga saat ini.MUSDAT LEMASA nantinya diharapkan menjadi wadah resmi bagi
masyarakat Amungme untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan
adat, budaya, serta keberlangsungan nilai-nilai lokal yang diwariskan secara
turun-temurun.“Kami berharap acara ini dapat menjadi langkah awal bagi
kami untuk memperkuat identitas adat Amungme dan mempromosikan kebudayaan
lokal,” ujar Paulus Pinimet dalam pernyataannya.Melalui pelaksanaan MUSDAT ini, LEMASA Kabupaten Mimika
berharap dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat Amungme dan Kamoro akan
pentingnya menjaga persatuan, identitas adat, serta peran budaya sebagai
fondasi kehidupan sosial di Mimika. Penulis: HendEditor: GF
07 Jan 2026, 07:11 WIT
Kapolda Maluku Hadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menghadiri Perayaan Natal Nasional Tahun 2025 yang dilaksanakan di Gereja Maranatha, Kota Ambon, Senin malam (5/1/2026).Perayaan Natal Nasional yang diikuti secara daring oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka ini mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”.Di Gereja Maranatha Ambon turut hadir Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) beserta staf dan jajaran, perwakilan Keuskupan Amboina, pimpinan gereja wilayah regional Indonesia, serta jemaat dan tamu undangan lainnya.Dari unsur Polda Maluku, Kapolda hadir didampingi Direktur Intelkam, Kepala Bidang Hukum, Kepala Bidang Keuangan, dan Direktur Lalu Lintas Polda Maluku. Kehadiran unsur kepolisian dalam perayaan ini mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung kegiatan keagamaan serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.Kegiatan tersebut juga menjadi momentum nasional yang sarat makna spiritual, persatuan, dan kebersamaan seluruh umat Kristiani di Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku.Perayaan Natal Nasional berlangsung dalam suasana khidmat, penuh sukacita, serta diwarnai dengan doa dan refleksi iman yang meneguhkan nilai-nilai kekeluargaan, kasih, dan persatuan. Tema perayaan yang diangkat menjadi pengingat bahwa kehadiran Tuhan dalam kehidupan manusia harus tercermin melalui penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa yang damai, rukun, dan bermartabat.Kapolda Maluku di sela-sela kegiatan menegaskan kehadiran Polri senantiasa mendukung kehidupan beragama yang harmonis, toleran, serta saling menghormati antarumat beragama di Provinsi Maluku. "Kehadiran ini sejalan dengan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam momentum perayaan hari besar keagamaan," katanya.Dalam rangkaian Perayaan Natal Nasional tersebut, panitia Natal turut melaksanakan penyerahan bantuan kemanusiaan sebagai wujud kepedulian sosial. Salah satu bantuan yang diserahkan adalah satu unit mobil ambulans, yang secara simbolis diserahkan oleh Kapolda Maluku kepada pihak panitia Natal.Penyerahan bantuan ambulans merupakan bentuk nyata sinergi dan kepedulian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, serta menjadi simbol penguatan nilai kasih, solidaritas, dan pengabdian kepada sesama, sebagaimana semangat Natal itu sendiri.Kehadiran Kapolda Maluku dalam perayaan ini sekaligus menegaskan komitmen Polda Maluku dalam mengawal setiap kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan, toleransi, dan kedamaian di tengah masyarakat Maluku yang majemuk. PNO-12
06 Jan 2026, 18:48 WIT
HUT Kowal Ke-63, Korps Wanita Angkatan Laut Kodaeral IX Terima Kejutan dari Polwan Polda Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon - TNI Angkatan Laut. Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX). Jajaran Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) Kodaeral IX menerima kejutan spesial berupa kunjungan dan ucapan selamat dari Polwan Polda Maluku dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kowal ke-63 bertempat di Lapangan Apel Mako Kodaeral IX. Senin (05/01/2026).Penerimaan kunjungan dipimpin langsung oleh Kapten Laut (K/W) dr. Febdila Kurniasari, M.KM., mewakili seluruh personel Kowal Kodaeral IX. Kehadiran rombongan Polwan yang dipimpin oleh Perwira Koordinator (Pakor) Polwan, Kompol Helda Misse Siwabessy, SH, MH, merupakan wujud nyata sinergitas TNI-Polri yang semakin kuat dan harmonis di wilayah Maluku.Momen ini menjadi sangat berkesan bagi keluarga besar Kowal Kodaeral IX. Selain sebagai bentuk perayaan hari jadi, kunjungan ini mempererat ikatan persaudaraan antar-personel wanita pengamanan negara. Suasana keakraban tampak jelas menyatukan pertemuan tersebut, di mana personel Kowal dan Polwan saling memberikan dukungan atas dedikasi mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup serta keamanan bangsa.Dalam kesempatan tersebut, Kapten Laut (K/W) dr. Febdila Kurniasari, M.KM., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih atas perhatian tulus dari rekan-rekan Polwan Polda Maluku. Baginya, kejutan ini menjadi tambahan energi moral yang sangat berarti bagi seluruh jajaran Kowal dalam menjalankan tugas pengabdian di wilayah Kodaeral IX Ambon.Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai wujud kekompakan dan soliditas para Srikandi TNI-Polri di Provinsi Maluku. PNO-12
06 Jan 2026, 13:49 WIT
Tari dan Nyanyian Adat Kamoro Warnai Awal Tahun 2026, Warga Kampung Nawaripi Pererat Persaudaraan
Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana awal Tahun Baru 2026
di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, diwarnai dengan tarian
dan nyanyian adat khas Suku Kamoro yang berlangsung di depan Kantor Pemerintah
Kampung, Selasa (5/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda kebersamaan sekaligus
sarana memperkuat silaturahmi antara masyarakat adat dan aparatur kampung.Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi hiburan pembuka
tahun, melainkan juga memiliki makna sosial yang mendalam bagi warga Nawaripi.
Tarian dan nyanyian adat dipersembahkan sebagai ungkapan sukacita, rasa syukur,
serta ajakan untuk memulai tahun baru dengan hubungan yang harmonis dan penuh
persaudaraan.“Kegiatan positif ini menjadi bukti bahwa kita bisa memulai
tahun baru dengan kebersamaan yang erat,” ujar salah seorang aparatur desa yang
turut hadir dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut.Kehadiran masyarakat Suku Kamoro membawa nuansa hangat dan
penuh kegembiraan di lingkungan kampung. Aparatur desa menyambut kedatangan
mereka dengan antusias dan ikut larut dalam suasana kebersamaan yang tercipta
sepanjang kegiatan berlangsung.Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, menyampaikan bahwa
kegiatan tersebut bukanlah agenda baru, melainkan telah menjadi tradisi yang
dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. “Mereka lakukan
kegiatan ini bukan tahun ini saja tapi sudah bertahun-tahun, ini seperti sudah
jadi tradisi dan ini sangat luar biasa, saya sangat mengapresiasi,” jelasnya.Dalam pelaksanaannya, masyarakat Suku Kamoro dan para
pegawai Pemerintah Kampung Nawaripi bergandengan tangan dan menari bersama,
diiringi lagu-lagu daerah khas Mimika. Irama musik dan gerakan tarian
menciptakan suasana yang meriah sekaligus mempererat ikatan emosional
antarwarga.Makna kebersamaan semakin terasa ketika warga yang datang
menonton turut bergabung dalam barisan tarian. Momen tersebut mencerminkan
kuatnya rasa persaudaraan tanpa sekat antara masyarakat adat dan aparatur
pemerintahan kampung.Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan
seluruh peserta, sebagai simbol persatuan dan kebanggaan terhadap budaya lokal.
Setelah itu, pemerintah kampung memberikan sumbangan kepada masyarakat Suku
Kamoro sebagai bentuk kepedulian sosial dan apresiasi terhadap tradisi adat
yang terus dilestarikan.“Sumbangan ini merupakan bentuk apresiasi kami terhadap
tradisi yang telah diwariskan leluhur dan sebagai upaya menjaga persatuan serta
persaudaraan yang harmonis,” tambah Norman Ditubun. Seluruh pihak berharap
tradisi ini dapat terus dijaga dan menjadi contoh positif bagi kampung-kampung
lain di Kabupaten Mimika. Penulis: JidEditor: GF
05 Jan 2026, 19:42 WIT
Kapolda Maluku Pimpin Upacara Tabur Bunga Peringati Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin langsung Upacara Tabur Bunga dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu, Ke-208 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung khidmat pada Jumat, 2 Januari 2026, pukul 08.00 WIT, bertempat di Dermaga Irian, Kodaeral IX, Kota Ambon.Upacara ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan Martha Christina Tiahahu sebagai salah satu pahlawan perempuan Indonesia yang berasal dari bumi Maluku. Selain itu, kegiatan tersebut juga dimaknai sebagai upaya menanamkan nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan nasionalisme kepada generasi penerus bangsa.Sejumlah pejabat dan tokoh daerah turut hadir dalam upacara tersebut, di antaranya Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Maluku beserta Ibu, Dankodaeral IX beserta Ibu, Kepala Bakamla Zona Maritim Timur beserta Ibu, Danlanud Pattimura, Wakil Dankodaeral IX, Kepala Basarnas Ambon, Wakil Wali Kota Ambon, serta para Pejabat Utama gabungan TNI–Polri. Hadir pula pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi terkait di lingkup Provinsi Maluku, dan tamu undangan lainnya. Peserta upacara terdiri dari unsur TNI, Polri, serta instansi terkait.Dalam pelaksanaan upacara, Kapolda Maluku bertindak selaku Inspektur Upacara. Usai rangkaian upacara, Kapolda Maluku bersama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan prosesi tabur bunga di perairan sekitar Dermaga Irian sebagai simbol penghormatan atas jasa dan pengorbanan Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu.Dalam amanatnya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan Martha Christina Tiahahu ke-208 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum reflektif untuk meneladani semangat perjuangan, keberanian, serta ketulusan pengorbanan dalam melawan penjajahan.“Meneladani perjuangan Martha Christina Tiahahu merupakan bagian penting dalam membangun nasionalisme generasi muda Maluku. Nilai semangat juang, keberanian, serta ketulusan pengorbanan beliau adalah warisan nilai luhur yang harus terus hidup dan tumbuh dalam sanubari generasi muda,” ujar Kapolda Maluku.Kapolda juga menekankan bahwa keteladanan Martha Christina Tiahahu merupakan fondasi moral yang kuat dalam menumbuhkan jiwa cinta tanah air, persatuan, serta rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Ia mengajak generasi muda Maluku menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai inspirasi untuk berkarya, berprestasi, dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun nasional.“Melalui momentum peringatan ini, mari kita jadikan nilai perjuangan pahlawan nasional asal Maluku ini sebagai sumber inspirasi untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” lanjutnya.Lebih lanjut, Kapolda Maluku mengingatkan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga dan mewariskan nilai-nilai kepahlawanan melalui sikap disiplin, toleransi, serta semangat kebersamaan di tengah keberagaman.Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke-208 Tahun 2026 ini diharapkan mampu memperkuat semangat nasionalisme sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat Maluku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).“Maluku terus bikin bae, basudara terus bikin bae,” tutup Kapolda Maluku dengan penuh semangat.Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke-208 yang dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku menunjukkan komitmen kuat institusi negara dalam menjaga memori kolektif perjuangan bangsa, khususnya peran perempuan dalam sejarah perlawanan terhadap penjajahan. Kehadiran lintas unsur TNI–Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait menjadi simbol soliditas dan sinergi dalam merawat nilai-nilai kebangsaan.Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pesan Kapolda Maluku tentang pentingnya keteladanan, nasionalisme, dan persatuan menjadi relevan dan strategis, terutama bagi generasi muda Maluku. Momentum ini tidak hanya mengingatkan akan jasa para pahlawan, tetapi juga menegaskan bahwa semangat perjuangan harus terus diaktualisasikan dalam bentuk karya nyata, kontribusi positif, serta komitmen menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. PNO-12
04 Jan 2026, 14:18 WIT
Aksi Humanis Polisi, Punguti Sampah Usai Perayaan Tahun Baru di Yogyakarta
Papuanewsonline.com, Yogyakarta - Personel Polresta Yogyakarta melakukan pembersihan sampah usai pengamanan malam pergantian tahun di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Kamis (1/1/2026) dini hari. Aksi tersebut terekam dan mendapat perhatian luas masyarakat.Sejumlah personel kepolisian tampak memunguti sampah yang berserakan di sepanjang kawasan Titik Nol KM. Sampah tersebut merupakan sisa aktivitas masyarakat yang merayakan malam pergantian tahun di lokasi tersebut.Pembersihan dilakukan secara spontan sebagai bentuk kepedulian anggota Polri terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan, sekaligus untuk mempersiapkan pembukaan kembali akses lalu lintas yang sebelumnya ditutup selama perayaan berlangsung.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan, tindakan tersebut mencerminkan sikap humanis dan tanggung jawab anggota Polri di lapangan, tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat.“Personel di lapangan secara spontan melakukan pembersihan karena melihat kondisi lingkungan yang dipenuhi sampah. Ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebersihan fasilitas umum yang digunakan masyarakat,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.Ia menjelaskan, pembersihan sampah juga dilakukan mengingat sejumlah ruas jalan di sekitar Titik Nol KM akan segera dibuka kembali untuk aktivitas masyarakat, di antaranya Jalan Senopati, Jalan KHA Dahlan, Jalan Margo Mulyo, dan Jalan Trikora.“Setelah area dinilai cukup bersih dan aman, petugas dari Satuan Lalu Lintas langsung membuka kembali akses jalan agar dapat digunakan oleh masyarakat,” lanjutnya.Sebelumnya, kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta menjadi salah satu titik favorit warga dan wisatawan untuk merayakan malam pergantian tahun. Ribuan orang memadati area tersebut hingga dini hari, sehingga menyisakan cukup banyak sampah di lokasi.Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi lingkungan dan ruang publik. PNO-12
02 Jan 2026, 15:45 WIT
Pemkab Mimika Sambut Tahun 2026 dengan Doa dan Refleksi, Tanpa Perayaan Kembang Api
Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika
memilih menyambut pergantian Tahun 2025 ke Tahun 2026 dengan suasana sederhana,
penuh refleksi dan doa bersama, sebagai wujud empati terhadap masyarakat yang
tengah menghadapi berbagai musibah dan persoalan sosial di berbagai daerah.Dalam sambutannya pada malam pergantian tahun, Bupati Mimika
Johannes Rettob menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 bukanlah masa yang
mudah bagi masyarakat Mimika maupun bangsa Indonesia secara umum, namun
berbagai tantangan dapat dilalui berkat kebersamaan dan persatuan.Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum
tahun baru sebagai ruang perenungan atas perjalanan hidup, baik secara pribadi,
dalam keluarga, bermasyarakat, maupun dalam kehidupan beragama, serta
merefleksikan kontribusi nyata dalam membangun Kabupaten Mimika.Pada kesempatan tersebut, Bupati Mimika juga menyampaikan
duka cita mendalam atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di
Indonesia, termasuk Sumatera, Aceh, dan Sumatera Utara, yang menimbulkan korban
jiwa dan penderitaan bagi masyarakat terdampak.Sebagai bentuk empati dan solidaritas, Pemerintah Kabupaten
Mimika memutuskan untuk tidak menggelar pesta kembang api pada malam pergantian
tahun. Keputusan ini diambil sebagai ajakan moral agar masyarakat mengawali
tahun baru dengan kepekaan sosial dan rasa kepedulian terhadap sesama.Selain itu, Bupati Mimika menyinggung berbagai dinamika dan
isu sosial yang terjadi di daerah, seraya mengajak masyarakat untuk tidak mudah
terprovokasi oleh perbedaan pandangan maupun konflik yang berpotensi mengganggu
keharmonisan.Ia menegaskan bahwa Mimika merupakan rumah bersama bagi
seluruh masyarakat, sehingga nilai persaudaraan, toleransi, dan kedamaian harus
terus dijaga agar daerah ini tetap dikenal sebagai salah satu kabupaten yang
harmonis di Indonesia.Dalam sambutannya, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada
seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani, nelayan, pedagang, guru, tenaga
kesehatan, Aparatur Sipil Negara, hingga TNI dan Polri, atas kontribusi mereka
dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah.Memasuki Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika mengajak
seluruh masyarakat untuk terus bergandengan tangan mendukung program
pembangunan sesuai visi dan misi daerah, agar hasil pembangunan benar-benar
dirasakan hingga ke wilayah pedalaman. Penulis: BimEditor: GF
01 Jan 2026, 06:55 WIT
Perayaan Natal Haria Sedunia, Kapolda Maluku: Perkuat Perdamaian dan Persaudaraan
Papuanewsonline.com, Malteng - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menyampaikan selamat merayakan Natal Haria Sedunia yang diselenggarakan di Desa Haria, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (28/12/2025).Ucapan tersebut disampaikan Kapolda Dadang Hartanto saat menghadiri perayaan Natal Haria Sedunia bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku. Di antaranya Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Ketua MPH Sinode GPM, dan pejabat beserta stakeholder lainnya."Kami mengucapkan selamat merayakan Natal sedunia bagi warga Haria," kata Kapolda di sela-sela kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut.Kapolda berharap perayaan Natal sedunia ini selain menjadi momen perjumpaan seluruh anak negeri Haria, juga sebagai wadah untuk terus merajut ikatan perdamaian dan memperkuat hubungan persaudaraan bagi sesama warga Haria maupun dengan masyarakat Maluku pada umumnya."Semoga perayaan Natal sedunia ini bisa menjadi wadah untuk memperkuat hubungan yang lebih harmonis, membawa perdamaian dan persaudaraan sebagaimana tema Natal tahun ini," harapnya.Perayaan Natal Haria Sedunia mengusung tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Manusia” dengan subtema “Melalui Natal Haria Sedunia Tahun 2025 Mempersatukan Keluarga Besar Leawaka Amapati Dalam Iman, Kasih dan Persaudaraan.”Kegiatan tersebut diawali dengan pengalungan syal oleh Nyong dan Nona Negeri Haria kepada Forkopimda Maluku dan Tamu Undangan. Kemudian dilanjutkan dengan iringan belang serta Tari Lenso yang dibawakan oleh anak-anak hingga pemuda-pemudi Negeri Haria.Perayaan Natal Haria Sedunia 2025 juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan hiburan, di antaranya tarian oleh Pemuda Leawaka Jayapura, Paduan Suara Rehoboth Ambon, Penyanyi Anak Negeri Haria Valen Hattu, serta artis Ambon Marvey Kaya.Ketua Pengurus Pusaka Haria, Ir. Arce Latupeirissa, dalam sambutannya menyampaikan, Perayaan Natal Haria Sedunia 2025 menjadi momentum perjumpaan bagi masyarakat Leawaka Amapati, khususnya di momen Natal pada penghujung tahun 2025.Sementara itu, Kepala Desa Haria, Nico Sahuleka, S.Pd, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Forkopimda Maluku serta seluruh anak cucu Leawaka Amapati yang hadir di Negeri Haria.Ketua MPH Sinode Gereja Protestan Maluku, Pdt. S. I. Sapulette, mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan Natal Haria Sedunia 2025 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk berbagi Damai Kristus dan Damai Natal di antara sesama serta seluruh umat beragama.Gubernur Maluku dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya Natal Haria Sedunia 2025. Ia menegaskan, Natal Haria merupakan wujud pengingat agar masyarakat tidak melupakan asal-usul dan jati dirinya.Gubernur mengajak seluruh masyarakat Negeri Haria untuk terus merawat kedamaian antarumat beragama dalam rajutan hubungan pela gandong, serta memperkuat soliditas menuju Indonesia Emas 2045 sesuai Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. PNO-12
31 Des 2025, 17:54 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru