logo-website
Selasa, 11 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Budaya Homepage
Kapolsek Selaru Bersama Personel Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan Milik Warga Desa Adaut Papuanewsonline.com, Tanimbar - Polres Kepulauan Tanimbar, Kapolsek Selaru Ipda S. MATRUTTY bersama Personel berhasil padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi pada Lahan milik salah satu Warga di Desa Adaut, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin (20/11).Kapolsek Selaru Ipda S. MATRUTTY bersama personil awalnya mendapatkan informasi Via Telepon dari salah satu Warga Desa Adaut yang sementara melintasi area tersebut dan menginformasikan bahwa telah terjadi kebakaran hutan dan Lahan (KARHUTLA) sehingga meminta bantuan pada Kapolsek Selaru bersama Personel untuk melakukan pemadaman terhadap Kobaran Api tersebut.Setelah mendengar Informasi dari Warga tersebut, kapolsek bersama Personel Polsek Selaru langsung bergerak cepat menuju ke lokasi Karhutla. Ketika tiba di lokasi kebakaran, Kapolsek bersama Personel langsung melakukan proses pemadaman."Benar, kami dihubungi oleh salah satu warga yang sementara melintas di daerah tersebut, yang bersangkutan menginformasikan bahwa telah terjadi kebakaran dilahan yang sementara dilewatinya dan mohon bantuan Kapolsek serta personil untuk membantu memadamkan api supaya tidak menyebar lebih luas lagi," ungkap Kapolsek."Pada awalnya Kobaran Api tersebut sulit untuk dipadamkan disebabkan lokasi titik api sangat sulit dan sudah ditutupi dengan asap tebal, namun Kapolsek bersama Personel Polsek Selaru pun berhasil padamkan Api tersebut dan selanjutnya dilakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api pada lokasi yang terjangkau api tersebut," tambah MatrutyMenurut Matruty, penyebab kebakaran diperkirakan karena Human Error yaitu kelalaian atau kurang hati-hati dalam membuka lahan baru dengan cara membakar sebagian lahan kebun kemudian ditinggalkan dan lupa untuk memadamkan api tersebut, sehingga mengakibatkan api menjalar ke rumput-rumput kering dan menimbulkan kebakaran apalagi dengan kondisi iklim kemarau panjang saat ini.“Lahan yang merupakan milik salah satu Warga Desa Adaut ini, diperkirakan terbakar kurang lebih sekitar 1 (satu) hektar dan tidak ada kerugian yang diakibatkan oleh Kebakaran Hutan dan Lahan tersebut” ungkap Kapolsek.Selain itu, Kapolsek menghimbau kepada Masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan pembakaran di Hutan, Pastikan Api tersebut padam sebelum pulang serta tidak membuang puntung rokok atau menggunakan api terbuka di lingkungan yang rawan kebakaran, terutama di lahan kosong. Selain itu juga Kapolsek mengingatkan untuk segera laporkan kejadian yang mencurigakan atau melihat adanya tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran.Keberhasilan penanganan kebakaran ini menjadi bukti nyata bahwa informasi masyarakat dan kerja sama antara Kapolsek bersama Personel Polsek Selaru sangatlah penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di Masyarakat. Diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang kembali dimasa mendatang, tutup Kapolsek. (PNO-12) 21 Nov 2023, 17:51 WIT
Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni dan Pj Ketua PKK Sumsel Mendapat Gelar Adat Kabupaten Muara Enim Papuanewsonline.com, Sumsel - Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni diberi gelar adat ‘Meraje Emban Adat’ dan Pj Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumsel Tyas A. Fatoni juga mendapat gelar ‘Ibungan Meraje Emban Adat’ oleh Lembaga Adat dan Pemerintah Kabupaten serta masyarakat Kabupaten Muara Enim. Gelar adat tersebut disematkan Pj Bupati Muara Enim Ahmad Rizali dan Ketua Adat Kabupaten Muara Enim H. Burtiham di Balai Agung Serasan Sekundang Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Minggu (19/11/2023).Adapun makna dari gelar ‘Meraje Emban Adat’ dan ‘Ibungan Meraje Emban Adat’ adalah orang yang dituakan dan dihormati, dimana mampu mengemban dan melaksanakan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya, untuk melestarikan dan membina adat istiadat yang ada di sekitarnya dengan didampingi seorang istri yang selalu mendukung kehormatan suami dan keluarga.Prosesi penganugerahan ditandai dengan pemberian emban atau pengalungan kain oleh Pj Bupati Muara Enim dan pemberian piagam oleh Ketua Adat Kabupaten Muara Enim H. Burtiham. Usai diberi gelar adat, Fatoni berterima kasih kepada seluruh Lembaga Adat, pemangku adat, Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Muara Enim.Menurutnya, pemberian gelar adat menjadi tanggung jawab untuk tetap terus menjaga nilai-nilai budaya dan adat yang ada di Kabupaten Muara enim, sekaligus berjuang memajukan Kabupaten Muara Enim khususnya dan Sumatera Selatan pada umumnya. “Gelar adat ini suatu kehormatan, kebanggaan dan amanah bagi kami. Semoga membawa keberkahan, menjadi motivasi untuk kami terus berjuang memajukan Kabupaten Muara Enim khususnya dan Provinsi Sumsel pada umumnya. Adat istiadat ini perlu terus kita pelihara, ini penting agar pembangunan itu tidak meninggalkan adat budaya yang ada di daerah kita,” ungkapnya. Fatoni mengakui, masyarakat Kabupaten Muara Enim sangat kondusif. Oleh sebab itu, dia mengajak masyarakat untuk tetap mempertahankannya.“Kita bertekad Sumatera Selatan tetap zero konflik, kita bertekad agar provinsi yang kita cintai ini damai dan penuh toleransi. Dengan situasi yang seperti itu, masyarakatnya akan tenang, pemerintahnya juga bisa membangun, kemudian akan tercipta kekeluargaan diantara kita yang akan menguatkan kita untuk dapat bersama-sama mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” kata Fatoni.Fatoni mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sumsel juga mendukung penuh lembaga ataupun pemangku adat untuk terus berkiprah, mengembangkan adat budaya yang sudah ada. Pada kesempatan tersebut, Fatoni memberikan bantuan kepada Lembaga Adat Muara Enim untuk menjaga dan mengembangkan budaya dan adat istiadat yang ada di Muara Enim.“Ini harus kita tanamkan kepada generasi muda, anak-anak kita, Kita juga harus tanamkan kecintaan kepada adat istiadat, kecintaan kepada daerah kita, tekad kita yang kuat, tekad kebersamaan kita Insya Allah akan mampu mewujudkan harapan dan cita-cita kita,” ujar Fatoni. Dalam kesempatan yang sama, Pj Bupati Muara Enim Ahmad Rizali mengatakan, pemberian gelar adat kepada Pj Gubernur dan Istri ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Muara Enim ke-77 Tahun.“Penganugerahan gelar adat ini sebagai bentuk rasa cinta,  bangga dan bahagia, kami seluruh masyarakat Kabupaten Muara Enim dalam menyambut kehadiran bapak Gubernur,” tandasnya. PNO-11 20 Nov 2023, 20:53 WIT
Satgas Yonif 122/TS Gelar Gotong Royong Di Masjid Nurun Ala Nur Papuanewsonline.com, Keerom - Kemanunggalan TNI dan Rakyat, tercermin dengan apa yang dilakukan oleh anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS Pos Pitewi bersama warga melaksanakan karya bakti bergotong royong membangun Masjid Nurun Ala Nur di Kampung Pitewi, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, Senin (20/11/2023).Dalam keterangannya, Dankipur B Satgas Pamtas Yonif 122/TS Kapten Inf Budi Kristiyanto Pos Koki B Pitewi melaksanakan karya bakti bersama warga di Masjid Nurun Ala Nur."Selain menjaga stabilitas keamanan di wilayah Perbatasan RI-PNG, kami TNI juga membantu masyarakat melalui kegiatan karya bakti, '' ucap Kapten Inf Budi Kristiyanto."Ini juga sebagai upaya dalam membantu kesulitan warga. Semoga dengan terselenggaranya kegiatan karya bakti TNI ini semakin mempererat kebersamaan Prajurit TNI dan warga di wilayah perbatasan RI PNG, khususnya di Papua, bahkan dapat menumbuhkan rasa saling peduli terhadap sesama," tambahnya.Harapan warga dari beberapa orang yang dimintai tanggapan tentang tembangunan masjid tersebut, bahwa dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya yang melaksanakan ibadah di Masjid Nurun Ala Nur."Pembangunan Masjid Nurun Ala Nur ini, sudah lama terbengkalai sehingga Pos Koki B Pitewi bersama warga saling bahu membahu untuk melaksanakan karya bakti," ungkap Mashud Saleh selaku imam Masjid Nurun Ala Nur saat dikonfirmasi.Seperti penekanan Dansatgas Mayor Inf Diki Apriyadi, S, Hub.Int, tugas pokok Satgas Yonif 122/Tombak Sakti menjaga keutuhan wilayah perbatasan darat RI-PNG, juga mempunyai tugas tambahan yaitu seluruh prajurit melaksanakan kegiatan teritorial yang bersifat membangun, melayani, dan mengayomi masyarakat yang membutuhkan bantuan di tiap-tiap pos masing-masing.Mashud Saleh selaku Imam Masjid Nurun Ala Nur menegaskan pembangunan Masjid Nurun Ala Nur merupakan salah satu upaya masyarakat Kampung Pitewi untuk memperbesar kapasitas masjid."Ini semua untuk menampung jamaah dalam pelaksanaan ibadah setiap harinya untuk menampung jamaah di wilayah perbatasan itu," jelas Imam Masjid Nurun Ala Nur"Hubungan baik antara masyarakat dengan Satgas Pamtas Yonif 122/TS terus dipertahankan sebagai perwujudan kemanunggalan TNI di tapal batas negara RI-Papua Nugini," tutup Iman Mashud. (PNO-12) 20 Nov 2023, 14:32 WIT
Tampilkan Beragam Seni Dan Budaya di HUT Brimob, Kapolda Maluku Mendapat Apresiasi Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku mendapat apresiasi dari berbagai sanggar seni budaya di Indonesia yang ada di Maluku.Apresiasi tersebut disampaikan oleh para pimpinan sanggar seni budaya dari Jawa, Tiongkok dan Tanimbar. Ucapan terima kasih disampaikan Kapolda memberikan kesempatan untuk tampilkan seni budaya mereka pada peringatan HUT ke-78 Korps Brimob Polri.Peringatan HUT Brimob Polri digelar di lapangan Letkol Pol Chr Tahapary, Kota Ambon, Kamis (16/11/2023)."Ini merupakan suatu kehormatan bagi paguyubun kami karena bisa diundang oleh pak Kapolda Maluku untuk tampil dan mengisi acara HUT Brimob," kata Andi Bambang Irawan, pimpinan sanggar Yakso Muda Waimital. Sanggar seni yang merupakan binaan Polres Seram Bagian Barat ini menampilkan tarian Gatot Kaca melawan Buto. "Kami sangat berterima kasih dan bangga. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolda dan pimpinan Brimob Maluku, karena ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami paguyubun," ungkapnya. Andi berharap, Kapolda beserta seluruh jajaran terutama Brimob Polda Maluku selalu sukses dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. "Kami berharap bapak Kapolda dan seluruh jajaran selalu diberikan kesuksesan dalam menjaga keamanan di bumi Maluku yang kita cintai ini," pungkasnya.Apresiasi serupa, juga disampaikan oleh Rudy dari grup GuanXi Ambon. Mereka menampilkan tarian Barongsai dari Tiongkok."Kami mengapresiasi sekali dan berterima kasih kepada pak Kapolda dan Dansat Brimob yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk tampil," katanya. Menurutnya, kesempatan yang diberikan Kapolda dan jajarannya untuk menampilkan kebudayaan Tionghoa, merupakan sebuah penghargaan. "Ini berarti ada perhatian dan penghargaan bagi kami etnis Tionghoa dari pihak kepolisian daerah Maluku, supaya lebih dikenal lagi," ujarnya.Di sisi lain, kesempatan yang diberikan tersebut juga merupakan wujud dari hidup toleransi yang perlu dicontoh dan dikembangkan. "Kami berharap agar kedepannya kami juga dilibatkan dalam iven-iven seperti ini, karena kami juga merupakan bagian dari rakyat Maluku," harapnya.Senada dengan Rudy, Pimpinan Sanggar SMA Negeri 3 Ambon, M. J. Joisangaji, yang menampilkan tarian Myama Tawahuk It dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mewakili keluarga besar SMAN 3 Ambon merasa senang dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya."Terima kasih kepada Bapak Kapolda Maluku dan Bapak Dansat Brimob karena kami telah dberi kesempatan mengisi acara HUT Brimob yang ke 78," katanya.Ia mengaku, kesempatan yang diberikan tersebut sangat penting untuk terus mengasah kreatifitas anak-anak didik dalam mengembangkan kebudayaan di Maluku."Harapan kami bukan saja Polda Maluku namun ke depan mungkin ada instansi-instansi lain yang berkenan memberikan kesempatan untuk kami mengisi acara-acara seperti ini," harapnya."Doa kami semoga Bapak Kapolda dan seluruh anggota Polda Maluku selalu sehat dan sukses, khususnya kepada Brimob Polda Maluku, selamat Ulang Tahun ke-78, semoga tetap jaya," tutupnya. PNO-11 17 Nov 2023, 23:23 WIT
HUT Ke-78 Brimob, Polda Maluku Tampilkan Beragam Seni Budaya Indonesia Papuanewsonline.com, Ambon - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Korps Brimob Polri yang digelar Brimob Polda Maluku di lapangan Letkol Pol Chr Tahapary, Kota Ambon, Kamis (16/11/2023), berlangsung sederhana dan meriah.Kemeriahan itu tampak setelah adanya atraksi budaya dari berbagai kebudayaan di Indonesia, termasuk Maluku.Ada tarian Gatot Kaca melawan Buto yang ditampilkan sanggar seni Yakso Muda Waimital dibawah binaan Polres Seram Bagian Barat (SBB). Tarian Barongsai oleh group GuanXi Ambon juga mewarnai perayaan HUT pasukan elit dari Polri tersebut. Dari Maluku, ada tarian Myama Tawahuk It yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Tarian ini dibawakan oleh sanggar seni dari SMA Negeri 3 Ambon.Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, mengungkapkan, peringatan hari lahir ke-78 tahun Brimob Polri ini sengaja menampilkan berbagai tarian budaya dari Indonesia. Hal itu dilakukan karena Maluku sangat menghargai perbedaan. Polda Maluku punya program Basudara Manise, Katong Samua Basudara" merupakan semboyan kebersamaan yang bukan saja untuk sesama anak daerah tetapi semua kalangan bangsa Indonesia."Yang ditampilkan hari ini termasuk dari Jawa, dari kebudayaan Tiongkok dan sebagainya. Sebetulnya ini hanya representasi kalau orang Maluku lebih beragam dan majemuk. Tapi ini karena keterbatasan waktu maka kita tampilkan beberapa budaya yang ada juga di Maluku sebagai wujud kebhinekaan tetapi tetap menjunjun tinggi persatuan, kata Kapolda. Selaku Kapolda, Irjen Latif pada kesempatan itu juga menyampaikan Selamat ulang tahun yang ke-78 kepada semua keluarga besar Korps Brimob Polri, khususnya di Maluku.Irjen Latif mengaku, selama ini Brimob sudah banyak memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara, ikut berjuang mengisi pembangunan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kapolda berharap ke depan, Brimob semakin modern, dan makin profesional, humanis serta selalu dicintai oleh rakyat."Tadi amanat bapan Kapolri jelas-jelas disampaikan beberapa pesan yang harus kita tindaklanjuti, khususnya terkait dengan Pemilu yang aman dan damai serta kondusif di wilayah Maluku," harapnya. (PNO-12) 16 Nov 2023, 21:12 WIT
Kapolda Papua Ikuti Pembukaan Seremoni Road To Hakordia 2023 Di Istora Papua Bangkit Papuanewsonline.com, Jayapura - Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K. menghadiri Pembukaan Seremoni Road To Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2023 di Istora Papua Bangkit Kampung Harapan Distrik Sentani Timur Kab. Jayapura, Selasa (14/11/2023).Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh penting, seperti Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, dan Deputi Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK, Budi Waluya. Sementara itu, hadir juga Pj. Gubernur Papua, Dr. Muhammad Ridwan Rumasukun, S.E., M.M dan Pj. Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M dan Kajati Papua, Witono, S.H., M.Hum, Pamen Ahli Pangdam XVII/Cend Bidang Hukum & Humaniter, Kolonel Inf Ony Kristiyono Goendong, S.H, Danlanud Silas Papare, Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah., S.Sos, Sekda Provinsi Papua, Y. Derek Hegemur, S.H., M.H, Ketua DPRD se-wilayah V KPK, FKPD Prov. Papua & Papua Barat, Bupati/Walikota se-wilayah V KPK, para Kepala Kantor Instansi vertikal se-wilayah V KPK, para pimpinan BUMN/BUMD Wil. Papua serta para Kapolres/ta jajaran juga nampak hadir dalam kegiatan tersebut.Road To Hakordia merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 Desember 2023 di Jakarta. Tema Hakordia tahun ini adalah "Sinergi Berantas Korupsi Untuk Indonesia Maju", mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberantas korupsi demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.Ketua Panitia Pelaksana, Deputi Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK, Budi Waluya, menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai kegiatan pre-event, seperti talkshow radio, Fun Walk, Borong Pasar, sosialisasi, dan diskusi media. Selain itu, ada lomba "Mob Anti Korupsi" yang melibatkan talenta-talenta Papua.“Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa. Dampaknya tidak hanya merugikan keuangan negara, namun juga dapat merusak budaya dan sendi-sendi kehidupan bernegara. Oleh sebab itu, pemberantasan korupsi membutuhkan peran aktif semua pihak pada setiap tingkatannya mulai dari upaya pre-emptiv, prefentiv, maupun represif, melalui pendekatan pendidikan, pencegahan dan penindakan,” tuturnya.Puncak peringatan Road To Hakordia di Jayapura berlangsung selama dua hari, dimulai dari tanggal 14 hingga 15 November 2023. Acara ini melibatkan sejumlah seminar, termasuk tentang sinergi dan inovasi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah, serta sinergitas APIP dan APH dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.“Selanjutnya, dalam rangka mendukung pelaksanaan pemerintahan pada daerah otonom baru di Papua, pada tanggal 16 November 2023 akan dilaksanakan Lokakarya dengan tema percepatan proses penyerahan Personil, Pembiayan, Sarana dan Prasaran serta Dokumen (P3D) dan Lokakarya percepatan penyusunan tata ruang pada daerah otonom. Lokakarya ini melibatkan para pemangku kepentingan baik ditingkat pusat maupun daerah. Selain itu, juga akan dilaksanakan Lokakarya Pencegahan Korupsi Sektor Bisnis,” tambah Budi.Selanjutnya sebagai bentuk apresiasi, akan dilakukan juga pemberian piagam penghargaan kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi. Budi menuturkan bahwa Road To Hakordia juga melibatkan perwakilan dari 115 Pemerintah Daerah, 12 Kementerian/Lembaga, dan unsur forkopimda dari wilayah Papua.“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu di Papua, pulau paling timur negeri ini. Walaupun dengan jarak yang relatif cukup jauh, namun Bapak/Ibu tetap semangat untuk hadir di wilayah Papua yang indah ini,” ucapnya.Budi juga menegaskan rangkaian kegiatan Hakordia melibatkan masyarakat secara luas. Termasuk dari unsur pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat, para tokoh agama dan tokoh masyarakat.Pj. Gubernur Papua, Dr. Muhammad Ridwan Rumasukun, S.E., M.M., dalam sambutannya, menyampaikan selamat datang kepada pimpinan KPK beserta jajaran serta berterima kasih kepada KPK RI karena telah menunjuk Provinsi Papua sebagai tuan rumah Hakordia Wilayah Indonesia Timur Tahun 2023. Ridwan mengajak semua pihak untuk bersatu dalam memerangi korupsi, yang tidak hanya merugikan keuangan negara dan daerah, tetapi juga merusak moral dan menciptakan ketidaksetaraan.“Kami Pemerintah Provinsi Papua bersama-sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, Aparat Penegak Hukum, BUMN dan BUMD serta masyarakat dan seluruh stakeholder khususnya di Provinsi Papua mendukung penuh pencegahan dan pemberantasan korupsi dengan terus berkolaborasi dan bersinergi untuk mencapai Papua Bangkit, Mandiri Dan Sejahtera Yang Berkeadilan,” ucapnya. Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, mengangkat tema "Sinergi Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju" sebagai representasi dari kebersamaan dalam memberantas korupsi. Dirinya menyoroti pentingnya kerjasama dan koordinasi antara berbagai pihak untuk mencapai kemajuan Indonesia.“Dalam perjalanannya, telah banyak praktek baik yang sudah dilakukan Pemda, bersama-sama dengan unit koordinasi dan supervisi wilayah KPK, APIP dan Aparat Penegak Hukum. Praktek baik tersebut antara lain dalam penyelamatan barang milik daerah, barang milik kementerian/lembaga hingga barang milik BUMN/BUMD,” ungkap Johanis.Johanis Tanak juga menekankan bahwa kehadiran KPK di daerah adalah bentuk pelaksanaan tugas dan fungsi KPK sesuai dengan amanah Undang-undang. Ia menyampaikan bahwa persoalan korupsi di daerah membutuhkan pendekatan khusus, dan KPK berkomitmen untuk mendampingi kerja daerah dalam upaya pemberantasan korupsi.Dalam sambutannya, Wakil Ketua KPK juga menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Kehadiran pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi, akan menjadi modal yang kuat untuk pembangunan di daerah.“Praktek baik semestinya direplikasi. Pemda dapat mendorong modernisasi tata kelola pemerintahan melalui transformasi digital, melakukan aksi nyata (pencegahan ofensif) pada sektor strategis pemerintahan, serta melakukan kolaborasi secara efektif antara APH dengan APIP,” lanjutnya.Dan yang paling penting kata Johanis, keinginan yang kuat untuk berubah dan konsistensi dalam menjalankan agenda perubahan, menjadi semangat yang menyatu dalam setiap insan pimpinan dan ASN di daerah. Kegiatan resmi dibuka dengan termasuk peniupan alat musik tradisional Papua (FU) oleh Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, bersama Pj. Gubernur Papua, Dr. Muhammad Ridwan Rumasukun, S.E., M.M. Selain itu, penampilan tarian adat Papua dan pemberian penghargaan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut. Semua rangkaian kegiatan diharapkan dapat meningkatkan semangat pemberantasan korupsi di daerah dan membawa dampak positif bagi masyarakat Papua. (PNO-12) 14 Nov 2023, 19:34 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT