logo-website
Selasa, 11 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Seorang Polisi Dilarikan Ke Rumah Sakit Usai Di Bacok Pada Bagian Kepala Papuanewsonline.com, Keerom – Seorang personel Polres Keerom harus dilarikan ke Rumah Sakit, akibat mengalami luka Serius pada bagian kepala, usai di bacok saat mendatangi TKP kasus dugaan penganiayaan, yang dilakukan oleh terduga terlapor berinisial AT, Selasa (2/4/24).Kapolres Keerom AKBP Christian Aer, S.H., S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Keerom Iptu M. Indra Prakoso, S.Tr.K., M.H saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.Kasat Reskrim mengungkapkan bahwa Personil Polres Keerom tersebut bertugas di Polsek Skanto an. Aiptu Imam Basori, yang mana mengalami luka cukup serius usai dibacok menggunakan parang oleh terduga terlapor AT.Kasat Reskrim menjelaskan bahwa awal mulanya pada Selasa (2/4) sore pukul 17.30 Wit, datang seorang ibu an. Yuli Pagawak membuat laporan ke Polsek Skanto bahwa dirinya telah dianiaya oleh terlapor AT, kemudian Polsek Skanto merespon laporan tersebut.“Aiptu Imam bersama personelnya mendatangi rumah terlapor yang berada di Jl. Kembakar Pabrik Oksigen, Arso III, Distrik Skanto, namun saat hendak ingin dilakukan mediasi, terlapor tidak terima dan mengancam Polisi yang datang dengan 2 Bilah parang,” ucapnya."Saat didatangi oleh Polisi dan Pelapor Ibu Yuli Pagawak, si terlapor tenyata tidak terima dan mengancam polisi menggunakan 2 bilah parang yang digunakannya dengan cara di ayun-ayunkan secara membabi buta," ungkapnya.Sontak Aiptu Imam terjatuh ketanah dan AT membacok Aiptu Imam menggunakan parang di bagian kepala, sehingga personel yang lain membuang tembakan peringatan namun tidak diindahkan, justru membuat terlapor AT tambah membabi buta mengayunkan parang miliknya, sehingga personel di TKP mengambil tindakan tegas terukur guna melumpuhkan terlapor yang ingin kembali menyerang Aiptu Imam."Aiptu Imam mengalami luka bacok di bagian kepala dan kini telah mendapatkan perawatan di evakuasi ke Puskesmas Arso III,” terangnya.Lebih lanjut, ia mengatakan karena lukanya cukup parah akhirnya Aiptu Imam dirujuk ke RS Bhayangkara, sedangkan AT yang sudah tak sadarkan diri setelah dilumpuhkan Polisi juga langsung dilarikan ke RSUD Kwaingga Swakarsa.Kini AIPTU Imam Basori masih dalam penanganan medis, sedangkan AT sekitar pukul 18.55 wit telah dinyatakan meninggal dunia setelah di bawah ke Rumah Sakit. (PNO-12) 03 Apr 2024, 15:01 WIT
Dialog Interaktif Membahas, Pencegahan dan Penanganan Jumlah Pasien Demam Berdarah di Papua Papuanewsonline.com, Jayapura - Kepolisian Daerah Papua kembali menggelar Dialog Interaktif dalam program “Polisi Menyapa” dengan tema “Pencegahan dan Penanganan Jumlah Pasien Demam Berdarah di Papua” bertempat di Stasiun LPP RRI Pro I Jayapura pada Kamis (28/03/2024).Dalam dialog yang dihadiri oleh sejumlah narasumber terkemuka, seperti Kabid Dokkes Polda Papua, Kombes Pol. dr. Bambang Pitoyo Nugroho Sp.s., M.H, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, dibahas lonjakan kasus Demam Berdarah (DBD) di wilayah Papua.Menurut dr. Ni Nyoman, khususnya di Kota Jayapura, terjadi lonjakan kasus DBD yang signifikan pada tahun ini, mencapai 85 kasus dengan 2 pasien yang meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Pihak Dinas Kesehatan telah melakukan penyelidikan epidemiologi di Kelurahan Asano, Distrik Abepura, karena kasus terbanyak terjadi di daerah tersebut.“Kami menekankan bahwa sebagian besar kasus DBD tidak menunjukkan gejala awal, sehingga seringkali terlambat terdeteksi. Masyarakat diminta untuk memperhatikan tanda-tanda khas DBD, seperti demam yang tidak turun selama dua hari meskipun sudah minum obat penurun panas, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut,” imbuhnya.Kabid Dokkes Polda Papua menambahkan bahwa Rumah Sakit Bhayangkara telah menangani 22 kasus DBD, baik rawat inap maupun rawat jalan. Polri, melalui perwakilan kesehatan yang disebut SieDokkes atau Sie Kedokteran dan Kesehatan, turut terlibat dalam penanganan kasus DBD di 29 Kabupaten Papua.“Strategi nasional penanggulangan DBD periode 2021-2025, terdiri dari peningkatan partisipasi masyarakat dan penguatan komitmen dan kemitraan. Polri berperan aktif dalam strategi tersebut, memberikan arahan kepada kasie dokkes di polres jajaran dan berkoordinasi dengan dinas terkait di masing-masing kabupaten,” terangnya.Seluruh masyarakat diingatkan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan di rumah masing-masing sebagai langkah pencegahan DBD. PNO-11 28 Mar 2024, 22:05 WIT
Bripka Eliseus Berikan Bantuan Kepada Anak Penderita Hidrosefalus Papuanewsonline.com, Tanimbar – Polda Maluku, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Seorang Polisi Teladan asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar yakni Bripka ELISEUS EDUAS, S.H., kembali melakukan aksi kemanusiaan, dengan memberikan bantuan berupa Kursi Roda kepada salah satu Anak pendertia penyakit Hidrosefalus di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (27/03/24).Bripka ELISEUS EDUAS, S.H., yang merupakan Anggota Polri dan kesehariannya bertugas sebagai Penyidik Pembantu pada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Sat Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar ini dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi, baik kepada Korban yang melibatkan Anak dibawah umur maupun kepada Keluarga yang tidak mampu.Oleh sebab itu, dirinya selalu merasa terpanggil untuk menolong Masyarakat yang kurang mampu maupun yang membutuhkan bantuan. Bantuanya tersebut datang dari hasil keringatnya sendiri, yaitu dengan menyisipkan gaji miliknya untuk membantu Orang lain.Sementara itu, Saudara ALEXUS MANGSOMBE yang saat ini tengah berusia 10 Tahun tersebut mengalami sakit ketika berumur 1 (satu) Bulan setelah dilahirkan oleh Ibunya saudari ANA MARIA WATILAY sampai dengan saat ini. Dalam kesehariannya, ALEXUS hanya bisa tidur dan duduk diatas tempat tidur.Terlihat pada Kepala saudara ALEXUS mengalami pembesaran akibat cairan yang menumpuk pada kepalanya, bahkan terdapat kedua kakinya yang semakin mengecil sehingga dirinya tidak berdaya. bahkan ketika ingin berpindah tempat, dirinya harus digendong oleh Orang tuanya.Dengan mengetahui dan melihat kondisi Anak tersebut Bripka ELISEUS tergerak hatinya untuk memberikan bantuan kepada ALEXUS Berupa Kursi Roda sebagai alat bantu dengan tujuan agar dapar membantu meringankan beban hidup Keluarga serta bisa membantu aktifitas saudara ALEXUS dalam kesehariannya.Saat dikonfirmasi kepada Media Humas, Bripka ELISEUS EDUAS, S.H.,mengatakan bahwa melalui bantuan berupa kursi roda yang diberikan kepada ALEXUS ini, diharapkan bisa bermanfaat dan dipergunakan dengan sebaik mungkin. Yang tujuannya adalah agar ALEXUS dapat melakukan aktifitas secara lebih aktif dan mendorong semangat hidupnya untuk lebih mandiri.“Yang tadinya hanya berada di dalam rumah dan tiduran, semoga lewat bantuan ini ALEXUS bisa keluar rumah dan terlebih lagi bisa untuk melakukan aktivitas ke tempat Ibadah untuk berdoa. Serta utamanya agar bisa meningkatkan kualitas hidupnya, mengingat kondisinya yang tidak dapat berjalan” ungkap ELISEUS.Melalui pemberian bantuan ini, keluarga ALEXUS menyampaikan limpahan terimakasih kepada Bripka ELISESUS atas dedikasinya yang telah melihat dengan hati dan batinnya selama ini. Tidak hanya bantuan berupa Kursi Roda yang diberikan ini saja, namun juga sebelumnya Pak Polisi ini datang mengunjugi ALEXUS dengan memberikan Uang dan juga Sembako.“Terima kasih Pak Polisi, dari pemberian Kursi Roda ini Anak kami bisa dapat dengan mudah melakukan aktifitas sehari-hari, baik diluar maupun didalam rumah. Biarlah perbuatan baik seorang Polisi tersebut dapat diberkati selalu oleh Tuhan yang Maha Kuasa dalam Tugasnya sehari-hari” ucap Ayah dari ALEXUS. (PNO-12) 27 Mar 2024, 21:04 WIT
3 Jenazah Korban Aksi KKB di Evakuasi ke Kabupaten Nabire Papuanewsonline.com, Nabire – Kepolisian melakukan evakuasi terhadap tiga jenazah korban aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari lokasi Pendulangan Ndeotadi 99 Kabupaten Paniai ke Bandara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Jumat (22/03).Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., mengkonfirmasi bahwa ketiga korban tersebut terdiri dari dua anggota Polri yang diserang saat sedang melakukan pengamanan di Hellypad 99, serta satu warga sipil yang turut menjadi korban pasca penyerangan tersebut."Dua helikopter jenis Smart PK – SNX dan Polri P–3003 diterbangkan sekitar pukul 09.50 WIT pagi tadi menuju lokasi Pendulangan Ndeotadi 99 untuk melakukan proses evakuasi," ungkapnya.Kombes Pol. Benny menjelaskan bahwa setelah proses evakuasi, ketiga jenazah korban telah tiba pukul 11.05 Wit di Kabupaten Nabire dan selanjutnya mendapatkan penanganan medis di RSUD Nabire sebelum kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk di makamkan."Saat ini, kami terus berkoordinasi dengan pihak RSUD Nabire untuk memastikan proses medis berjalan lancar. Kami juga akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban dalam proses pemakaman," tambahnya.Ia menambahkan, Alm. Defrit Sayuri diketahui akan disemayamkan di Taman Makam Bahagia Nabire sedangkan Alm. Arnardo Yawan rencananya Sabtu (23/03) pagi pukul 07.00 WIT akan diterbangkan ke Jayapura untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga di Bucen 2 Entrop dan akan disemayamkan di Taman Makam Bahagia Waena. (PNO-12) 22 Mar 2024, 19:41 WIT
Kabid Humas: Hari Ini Direncanakan Kedua Jenazah Polisi Korban Penembakan KKB Dievakuasi Papuanewsonline.com, Paniai – Jenazah Alm. Bripda Arnaldobert Yawan dan Alm. Bripda Sandi Defrit Sayuri yang gugur ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Baya Biru, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, rencananya akan dievakuasi dari lokasi kejadian.Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (21/03/2024).“Benar hari ini rencana kedua jenazah Polisi korban penembakan KKB akan dievakuasi menuju Kabupaten Mimika menggunakan Helikopter,” ucap Kabid Humas.Selain itu, Kabid Humas mengungkapkan pasca penembakan tersebut pada Rabu (20/03/2024) terdapat 1 (satu) lagi korban warga sipil, Dani (45) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.“Korban tersebut meninggal dunia setelah terkena panah pada bagian punggung belakang,” ungkap Kabid Humas.Saat ini, kata Kombes Benny sementara ini jenazah disemayamkan di rumah warga Distrik Baya Biru, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.Sebelumnya, dua anggota Pos Polisi Ndeotadi 99, Distrik Baya Biru, Kabupaten Paniai diserang Kelompok Kriminal Bersenjata pada Rabu (20/3/2024) pagi.Penyerangan terjadi ketika personel Pos Polisi 99 Ndeotadi melaksanakan pengamanan Heliped 99. Akibat penembakan itu, Alm. Bripda Arnaldobert Fhin Yawan dan Alm. Bripda Sandi Defrit Sayuri gugur.Tak hanya menembak dua anggota polisi, Kelompok Kriminal Bersenjata juga merampas dua pucuk senjata api jenis AK-47 milik Polisi.Pelaku penyerangan terhadap dua anggota polisi ini diduga kuat dilakukan oleh KKB pimpinan Aibon Kogoya. (PNO-12) 21 Mar 2024, 19:12 WIT
Sat Polairud Polres Kepulauan Tanimbar Bersama Basarnas Masih Lakukan Pencarian 7 Warga Yang Hilang Papuanewsonline.com, Tanimbar – Polda Maluku, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Tim SAR gabungan Sat Polairud Polres Kepulauan Tanimbar bersama Basarnas sampai dengan saat ini masih melakukan pencarian terhadap 7 Orang warga yang hilang kontak di Perairan Pulau Dua, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Hal itu diungkapkan Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP UMAR WIJAYA, S.I.K., melalui Kasat Polairud Ipda A. MIKINI, Kamis (21/03/24). Kasat menjelaskan upaya pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan (Polairud dan Basarnas) telah memasuki hari ke 7 (tujuh), yang terhitung sejak tanggal 14 Maret 2024 hingga tanggal 20 Maret 2024.“7 (tujuh) Orang penumpang yang hilang kontak dengan menaiki Perahu Ketinting tersebut diantaranya 3 (tiga) Orang Dewasa dan 4 (empat) Orang yang masih Anak-Anak. Namun 1 (satu) Orang Korban Dewasa telah dinyatakan meninggal dunia” ungkap Kasat.Adapun identitas para Korban yang hilang kontak yaitu Korban Dewasa diantaranya YOHANES SALWEY (26), JEREMIAS TAKNDARE (40) yang telah dinyatakan meninggal dunia, YUFITA TAKNDARE (22). Sedangkan Korban Anak-Anak diantaranya ALOWISYA MATRUTY (14), NORBERTA SAKLIRESI (14), DEFOTA SALKEN (14) dan KRISTINA SAKLIRESI (14).Kejadian tersebut berawal pada hari Rabu Tanggal 13 Maret 2024, sekitar Pukul 15.00 WIT, Almarhum (Alm) Saudara JEREMIAS TAKNDARE bersama 5 Orang Korban pergi ke Pantai Tumbur, Kecamatan Wertamrian untuk melakukan piknik dengan menggunakan Perahu ketinting. Sesampainya di Desa Tumbur, para korban mengajak beberapa warga Tumbur untuk bersama-sama ikut ke lokasi Pantai Cinta Kasih di Desa Tumbur dalam rangka untuk merayakan hari ulang tahun Saudara YOHANES SALWEY. Pada hari yang sama, sekitar pukul 21.30 WIT selanjutnya para Korban pamit kepada warga Tumbur untuk kembali ke Desa Wowonda dengan menggunakan perahu ketinting, namun saat itu seorang Saksi Bapak MODESTUS TAKNDARE (ayah dari salah satu korban) sempat meminta melalui Via Handphone agar para korban jangan dulu kembali ke Desa Wowonda, karena sudah malam hari dan cuaca laut tidak bersahabat.Mengetahui hal tersebut, salah satu Korban Alm. Saudara JERMIAS TAKNDARE mengatakan harus tetap pulang karena ada beberapa Anak yang harus mengikuti ujian Sekolah pada besok harinya. setelah itu para Korban pun langsung berangkat meninggalkan Pantai Desa Tumbur dan menuju ke Desa Wowonda dengan menggunakan Perahu Ketinting.Berdasarkan informasi yang diterima pada Hari Kamis, tanggal 14 Maret 2024 sekitar pukul 09.59 Wit, Alm. Saudara JEREMIAS TAKNDARE mengirim pesan suara melalui Via WA Ke salah satu warga Desa Wowonda yang menyampaikan bahwa tolong sampaikan kepada orang tuanya agar datang menjemput, bodi perahu mereka sudah hanyut sampai di depan Pulau Dua antara Desa Lorulun dan Desa Atubul, Kecamatan Wertamrian.Sehingga pada pukul 14.00 Wit, Pemerintah Desa Wowonda bersama masyarakat langsung melakukan pencarian dengan menggunakan 4 (empat) Perahu Long Boat dan melibatkan Warga Desa Tumbur menggunakan 2 (dua) Perahu Ketinting dengan tujuan sekitar perairan Pulau Dua, Desa Lorulun. Namun saat dilakukan pencarian, cuaca alam saat itu buruk akibat kondisi angin kencang serta laut bergelombang dan pencarian yang dilakukan oleh warga hingga pukul 18.30 WIT tidak membuahkan hasil.Setelah itu, berdasarkan hasil konfirmasi dengan Korban YOHANIS SALWEY bahwa posisi perahu ketinting mereka berada di perairan di depan Pulau Dua Desa Lorulun, Kecamatan Wertamrian dan perahu tersebut mengalami kerusakan pada As Mesin Ketinting yang patah, sehingga perahu ketinting terbawa arus dan angin dari pantai Tumbur hingga ke perairan Pulau Dua.Selanjutnya tindakan pencarian kembali dilakukan oleh warga pada hari Jumat tanggal 15 Maret 2024 sekitar pukul 03.00 WIT, namun perahu yang digunakan tidak dapat mencapai lokasi sebagaimana diinformasikan korban YOHANIS SALWEY karena cuaca laut buruk. Pada saat itu korban Saudari YOFITA TAKNDARE sempat berkomunikasi melalui Via Whatsapp dengan Keluarga dan menyampaikan bahwa salah seorang Korban atas nama JEREMIAS TAKNDARE telah meninggal dunia diatas perahu. Bamun setelah, itu komunikasi dengan para korban diatas perahu pun hilang dan tak ada lagi komunikasi lebih lanjut.Atas Laporan yang diterima terkait peristiwa dimaksud, sehingga Satuan Polairud Polres Kepulauan Tanimbar bersama 2 (dua) Personel Tim Rescue Basarnas Kepulauan Tanimbar langsung melakukan langkah-langkah pencarian terhadap para korban yang berada diatas perahu ketinting tersebut.Ipda A. MIKINI menyebut, Lokasi pencarian pada perairan Laut Pulau Dua hingga Perairan Pulau Yamdena sebelah Utara tersebut menggunakan Armada KP. 2009 milik Sat Polairud Polres Kepulauan Tanimbar dengan kondisi cuaca hujan ringan, kondisi laut ombak mencapai 3 sampai dengan 5 Meter, kondisi angin pancaroba hujan sedang (udara lembab) dan jarak Jarak Pandang 1 Mill.“Terkait upaya pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan (Polair dan Basarnas), hingga saat ini kami masih belum menemukan para Korban” pungkasnya.Namun, sambung Kasat, tindakan lain yang dilakukan selain upaya pencarian oleh Tim SAR gabungan Polair bersama Basarnas, pihaknya juga turut meminta bantuan kepada Kapal-Kapal Perikanan yang melintas di sepanjang pulau Yamdena bagian Timur agar melakukan pemantauan di sepanjang jalur Pelayaran yang mereka lalui.“Harapan kami agar para Korban segera ditemukan dengan selamat, sehingga dapat pulang dan bertemu kembali dengan Keluarga” tutupnya. (PNO-12) 21 Mar 2024, 19:00 WIT
Polres Jayawijaya Tangani Kecelakaan Tunggal Di Distrik Usilio Papuanewsonline.com, Wamena – Terjadi kasus kecelakaan lalu lintas tunggal dimana pengendara sepeda motor menabrak tumpukan pasir di pinggir jalan yang mengakibatkan pengendara mengalami luka-luka dan penumpang meninggal dunia, Senin (18/03/2024) malam.Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.I.K melalui Kasat Lantas Iptu Toni Alua saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus Laka tunggal dimana pengendara sepeda motor Yamaha Vixion dengan No Pol DA 3636 IP warna hitam menabrak gundukan pasir di pinggir jalan yang ada di dekat Puskesmas Kampung Milima, Distrik Usilimo.Kasat menyatakan bahwa korban pengendara motor Warinus Jigibalom (33) mengalami luka lecet di kaki, tangan dan lutut. Sedangkan penumpang bernama Akimus Wanimbo (30) meninggal dunia di TKP."Dari keterangan korban kejadian berawal saat kedua korban melaju dari Kabupaten Tolikara sekitar jam 16.00 wit, kemudian tiba di Poga sekitar pukul 18.00 wit untuk memperbaiki sepeda motor yang rusak. Setelah memperbaiki sepeda motornya kemudian melanjutkan perjalan ke Wamena," jelas Kasat.Kasat menambahkan sekitar pukul 17.00 Wit setibanya di dekat Puskesmas Kampung Milima, Distrik Usilimo pengendara motor tidak dapat mengendalikan laju kenderaanya sehingga menabrak tumpukan pasir dan terjatuh yang mengakibatkan penumpang sepeda motor meninggal dunia dan pengendara motor mengalami luka-luka sehingga kedua korban langsung dilarikan ke RSUD wamena menggunakan mobil Ambulance Polres Jayawijaya."Kasus ini sudah ditangani oleh Sat Lantas Polres Jayawijaya, korban sudah kita evakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis serta dilakukan visum. Dan kami juga masih berkoordinasi dengan keluarga korban terkait kasus ini," pungkas Kasat Lantas. (PNO-12) 20 Mar 2024, 10:48 WIT
Selamatkan Nyawa Orang, 1 Anggota Basarnas Meninggal Dunia Papuanewsonline.com, Jayapura – Seorang anggota Basarnas Jayapura, Tri Sudarno, meninggal dunia setelah terjatuh dari salah satu Tower Telekomunikasi Gunung Sabron Yaru, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, saat hendak membantu evakuasi warga inisial TY (21) yang melakukan percobaan bunuh diri, Rabu (13/3/2024).Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom. membenarkan kejadian tersebut. Tri Sudarno sempat dilarikan ke Rumah Sakit Yowari, namun nyawanya tidak terselamatkan karena mengalami luka dan patah tulang. Sementara TY, pelaku percobaan bunuh diri, masih menjalani perawatan di RS Yoawari.Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kecelakaan kerja tersebut berawal saat pihaknya menerima laporan dari warga bahwa TY akan melakukan percobaan bunuh diri di Tower Telkomsel Gunung Sabron Yaru. Setelah menerima laporan, patroli dari Polsek Sentani Barat langsung bergerak menuju TKP untuk melakukan negosiasi dengan pelaku.Namun, negosiasi tidak berhasil, sehingga Tim Basarnas yang dipimpin oleh Tri Sudarno dikerahkan untuk melakukan penyelamatan. Saat evakuasi, TY melakukan perlawanan, dan akhirnya, keduanya terjatuh dari tower. Tri Sudarno mengalami patah tulang di bahu dan tangan kanan serta cedera kepala yang fatal."Saat tiba di RS Yowari, anggota Basarnas dinyatakan meninggal dunia, sementara pelaku bunuh diri masih dalam penanganan medis. Saya selaku Kapolres mewakili staf dan Bhayangkari turut berduka cita sedalam-dalamnya, semoga keluarga diberikan ketabahan," ungkap Kapolres. (PNO-12) 14 Mar 2024, 19:37 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT