logo-website
Kamis, 13 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Pencanangan Kelurahan Kamoro Jaya BERSINAR (Bersih Narkoba) Papuanewsonline.com, MIMIKA – Bertempat di halaman kantor Kelurahan Kamoro Jaya, Rabu 12/07/2023 dilaksanakan Pencanangan Kelurahan Kamoro Jaya BERSINAR yaitu Bersih Narkoba. Giat yang diinisiasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan aparat kelurahan, aparat Distrik, Babinkamtibmas, Babinsa, PKK, dan organisasi pemuda lainnya dengan membentuk Agen Pemulihan  Intervensi Berbasis Masyarakat (AP IBM) beberapa waktu lalu. Pada sambutannya Kadistrik Wania Richard Wakum, memberikan apresiasi kepada BNN, Lurah Kamoro Jaya dan jajarannya yang telah bekerja keras hingga terwujudnya kegiatan ini yang mana juga melibatkan tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh Pemuda serta organisasi. “Sebuah kebanggaan dan apresiasi karena Kamoro Jaya sebagai Kelurahan yang menjadi percontohan dalam penanggulangan pemakaian dan peredaran narkoba. Saya berharap ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Untuk itu saya mengajak dan menghimbau kepada seluruh elemen yang ada, mari kita wujudkan Kamoro Jaya yg benar-benar bersih dari narkotika dan zat adiktif lainnya, seperti halnya Lem Aibon yang sedang marak digandrungi anak-anak usia dini hingga remaja,” Sementara itu di tempat yang sama, mewakili Kepala BNN Ruslan Awumbas, S.Si, M.Kes menjelaskan bahwa butuh gerakan masif dari seluruh masyarakat untuk terhindar dari narkoba. “Kita semua mengharapkan tumbuhnya generasi muda yg sehat, cerdas dan berkualitas. Untuk itulah semua harus berperan aktif dan secara komprehensif untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba tersebut,’ ujarnya. Kampung menjadi wilayah strartegis bagi peredaran narkoba, sehingga BNN memandang perlu dan penting menjadikan kampung sebagai Garda Terdepan. “Kampung atau Kelurahan Bersinar adalah sinergiatas BNN dengan beberapa Kementrian terkait berupaya dapat menembus sekat-sekat dalam memecahkan masalah peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang tentu saja termasuk di dalamnya adalah Lem Aibon yang kita tahu telah mengganggu tumbuh kembang anak-anak Papua, khususnya Mimika, tegas Ruslan. Peningkatan intensifikasi, edukasi, dan sosialisasi akan terus kami galakkan termasuk menggandeng media cetak, elektronik maupun media online yang memberikan dampak cukup besar dan signifikan dalam penyampaikan pesan-pesan moral pada tingkatan terkecil dalam masyarakat. Penegasan ini pun dikuatkan oleh Lurah Kamoro Jaya, Musdalifah, S.E bahwa Kelurahan Bersinar adalah upaya strategis pemerintah yang keberhasilannya sangat ditentukan oleh kerjasama dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat yang terlibat. “Saya pribadi selaku Lurah mengucpkan terima kasih kepada pihak BNN, Distrik Wania, Babinkamtibmas, Babinsa, Aparat Kelurahan, Ketua dan Tim AP IBM, PKK serta para tokoh masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda serta adik-adik Kohati HMI yang turut mendukung kami mewujudkan program Kerjasama ini. Kita akan bersama-sama memberikan edukasi, pendampingan dan pengawasan kepada warga khususnya anak-anak, remaja serta orang tua mereka, tegasnya. Upaya pemerintah untuk mencegah penggunaan dan peredaran narkoba dimana ketahanan masyarakat tersebut dinilai sangat strategis sebab di kelurahan lebih memahami kondisi lingkungan. BNN dan TNI Polri tdk bs bekerja sendiri, maka Kelurahan dengan perangkatnya di RT-RT untuk bersama-sama memerangi narkotika. “Saya mengajak kita semua untuk tetap berkoordinasi, jangan hanya hari ini kita duduk disini tapia hrus terus-menerus secara kontiniu. Ini momentum kita sama-sama bagaimana kita peka melihat kondisi masyarakat dan menjadi solusi atas permasalahan ini. Lem aibon juga bagian dari narkotika dan zat adiktif yang belum diundangkan, yang artinya pemakai dan pengedarnya  juga akan ditangkap, kata Musdalifah. Pencanangan ini pun ditandai dengan penandatanganan bersama antara BNN Mimika, Lurah Kamoro Jaya serta Kadistrik Wania yang dilanjutkan dengan pemasangan papan nama Kamoro Jaya Bersinar. (PNO-03)   13 Jul 2023, 00:07 WIT
As SDM Polri: Masyarakat Jangan Percaya Dengan Rekrutmen Yang Meminta Imbalan Papuanewsonline.com, Semarang - Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Dedi Prasetyo mengimbau masyarakat tak lagi percaya dengan hasutan dan iming-iming janji lolos rekrutmen Polri dengan membayar sejumlah uang. Dedi menegaskan jika ada yang mengaku bisa meloloskan calon peserta rekrutmen dengan imbalan, pasti orang tersebut sedang melakukan penipuan.“Jangan mudah terprovokasi oleh hasutan-hasutan orang, yang dengan cara-cara secara instan bisa masuk ke polisi. Apalagi dengan membayar uang tertentu, itu pasti dibohongin,” kata Dedi di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (11/7/2023).Dedi meminta masyarakat juga melek informasi soal banyaknya kasus penipuan modus rekrutmen Polri. Sejak awal pendaftaran rekrutmen Polri dibuka, sambung Dedi, pihaknya dan jajaran telah mensosialisasikan masuk Polri gratis tanpa pungutan biaya.“Ya memang dari berbagai macam kasus (penipuan) yang terjadi, yang sudah diungkap oleh Polri, ada kejadian di Sumatera Utara dan yang terakhir itu yang pedagang bubur yang di Cirebon, itu seperti itu. Jadi masih ada sebagian masyarakat (yang percaya dengan memberi sejumlah uang bisa jadi polisi-red),” jelas Dedi.Mantan Kadiv Humas Polri ini mengatakan masyarakat yang hendak mengikuti rekrutmen Polri harus percaya diri. Karena lolos seleksi, sambung Dedi, berdasarkan kemampuan diri sendiri.“Di awal rekrutmen itu sudah kita sosialisasikan bahwa percaya kepada diri sendiri. Kemudian harus yakin pada persiapan-persiapan yang dilakukan,” ucap Dedi.“Jangan mudah percaya, ataupun jangan mudah merasa dengan menggunakan cara-cara mengeluarkan uang, kemudian percaya dengan beberapa oknum tertentu yang bisa meluluskan untuk menjadi polisi,” imbuh dia.Dedi menuturkan banyak kasus penipuan modus rekrutmen Polri yang terungkap karena orang tua peserta rekrutmen merasa dibohongi saat sudah membayar sejumlah uang kepada orang tertentu, tetapi anaknya tetap tidak lolos seleksi. Dedi menekankan kelulusan peserta rekrutmen Polri adalah berdasarkan kemamuan dan persiapan maksimal. Tidak ada cara instan.“Pada kenyataannya, banyak yang tidak lulus. Karena apa? Karena semuanya boleh dikatakan persiapannya tidak maksimal. Persiapannya instan. Nah itu kita mengharapkan kepada masyarakat untuk betul-betul apabila ingin menjadi anggota Polri, dipersiapkan semaksimal mungkin fisiknya, kemudian kesehatannya, kemudian intelektualnya, kemudian mentalnya. Dan harus yakin kepada kemampuan sendiri,” ungkap Dedi. (PNO-12) 11 Jul 2023, 22:46 WIT
Babinkamtibmas Gandeng Kohati Hadirkan Keceriaan Anak-anak Kamoro Jaya Babinkamtibmas Gandeng Kohati Hadirkan Keceriaan Anak-anak Kamoro Jaya Papuanewsonline.com, MIMIKA – Rabu sore 05/07/2023 lalu tidak seperti biasanya, anak-anak berkumpul di RT.02 Kelurahan Kamoro Jaya untuk bermain dan belajar bersama Pak Polisi dari Babinkamtibmas dan kakak-kakak KOHATI (Korps HMI Wati). Sebelum belajar anak-anak dibagikan perlengkapan alat tulis berupa buku, pensil dan pensil warna untuk digunakan selain alat peraga yang sudah disiapkan. Dengan wajah ceria dan penuh antusias anak-anak pun bergegas mengikuti setiap arahan yang diberikan Bripda Herman bersama kakak-kakak Kohati. Kegiatan bermain dan belajar bersama ini diikuti sekitar 20-an anak dengan rentang umur 4-12 tahun. “Kegiatan seperti ini harus dilakukan secara rutin agar tujuan dari kegiatan ini bisa dirasakan secara maksimal oleh anak-anak serta demi menjaga dan melindungi mereka dari kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka. Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Musdalifah selaku Lurah Kamoro Jaya bahwa kegiatan Bermain Sambil Belajar ini akan dijadwalkan rutin setiap 2 minggu sekali," ujar Bripda Herman Hapid. Sementara itu menurut Mentari Putri Yashinta (Ketua Kohati HMI Cabang Mimika) bahwa beberapa anak yang sudah bersekolah tetapi masih dijumpai ada yang belum mengenal huruf dan angka. Karena itulah kegiatan seperti ini memang dibutuhkan oleh anak-anak di lingkungan tersebut. Namun, untuk dapat melihat hasil dari kegiatan ini memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar.“Beberapa kegiatan belajar yang kami lakukan seperti mengenal warna, angka dan huruf. Kami juga membawa sedikit oleh-oleh untuk memacu semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan tersebut. Sedangkan anak-anak yang kami temui ini sebagian besar sudah bersekolah dan sebagiannya lagi belum sekolah karena usia yang belum mencukupi,” kata Mentari, ketua Kohati cabang Mimika saat diwawancara papuanewsonline.com Hal ini pun diakui oleh Musdalifah selaku Lurah Kamoro Jaya, untuk itulah dibutuhkan sinergitas semua masyarakat agar kita semua bisa mengambil tanggung jawab ini bersama demi masa depan anak-anak Kamoro yang ada di wilayah kami."Saya berterima kasih untuk Pak Herman Hapid dan Tim dari Babinkam juga adik-adik HMI yang hari ini sudah meluangkan waktunya membersamai anak-anak kami disini. Semoga apa yang kita rencanakan bersama dapat berjalan dengan baik dan lancar," ujarnya. Dari pantauan papuanewsonline.com, anak-anak juga diajak bermain bersama sehingga terlihat gelak tawa dan senyum merekah yang selalu terpancar dari wajah-wajah polos dan tak berdosa ini. Kegiatanpun ditutup dengan makan bersama oleh semua yang hadir. (PNO-02) 09 Jul 2023, 01:08 WIT
Tinjau Waibu Agro Eduwisata, Presiden Jokowi: Terus Belajar Dan Berlatih Papuanewsonline.com, Jayapura - Presiden Joko Widodo mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh para pemuda Papua di Waibu Agro Eduwisata. Presiden menyebut, melalui Waibu Agro Eduwisata, kreativitas anak-anak muda Papua ditampung dan diberikan beragam pembelajaran."Baik mengenai packaging, baik mengenai hidroponik, baik mengenai pemeliharaan ayam, peternakan ayam, baik juga mengenai perikanan, kemudian pembuat makanan ternak, makanan ikan, semuanya diadakan training pelatihan di sini," ujar Presiden dalam keterangannya kepada awak media usai meninjau Waibu Agro Eduwisata, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Jumat, 7 Juli 2023. Presiden Jokowi pun mengingatkan pentingnya produksi suatu komoditas dengan memperhatikan permintaan dari pasar. "Yang terpenting saya ingatkan tadi berangkatnya harus dari pasar, pasar permintaannya apa?, pasar demand-nya apa? Kemudian baru ke produksinya," ungkap Presiden.Kepala Negara pun berharap pelatihan dan pembelajaran yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi para pemuda di masa mendatang. Salah satunya, pangsa pasar di Papua dapat dikuasai oleh anak-anak muda Papua."Kalau ada training, ada PYCH (Papua Youth Creative Hub), ada hal-hal riil yang dilakukan seperti ini, ya mestinya pasar yang ada di Papua bisa dikuasai oleh anak-anak muda ke depan," ucap Presiden."Kemudian produk-produk unggulan, packaging dikemas dengan baik, juga akan menjadi oleh-oleh yang baik bagi siapapun yang datang ke Tanah Papua," tandasnya.Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan kali ini adalah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala BIN Budi Gunawan, Wakil Kepala BIN Teddy Lhaksmana, Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Plh. Gubernur Papua Ridwan Rumasukun. (PNO-12) 07 Jul 2023, 21:57 WIT
10 Siswa SD Mappi Berkesempatan Audiens Bersama Presiden Jokowi di Jayapura Papuanewsonline.com, JAYAPURA – Dalam rangkaian kunjungan kerja di Papua selama beberapa hari, Presiden Joko Widodo bertemu dengan anak-anak pelajar Papua di Ballroom Cenderawasih, Swiss-Belhotel, Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Jumat, 7 Juli 2023. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi memberikan kuis matematika berhadiah sepeda. Kuis diikuti puluhan anak-anak terpilih yang mengikuti program pelatihan berhitung dengan metode GASING atau Gampang Asyik dan Menyenangkan dari berbagai daerah. Salah satunya dari Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan yang mengutus 10 orang anak dan didampingi langsung oleh Pj Bupati Mappi, Michael Rooney Gomar, S.STP., M.Si. Momen perjumpaan dengan Presiden Jokowi itu merupakan kesempatan emas bagi anak-anak untuk unjuk kebolehan berhitung. Bahkan anak-anak juga mengajukan beberapa pertanyaan yang dijawab langsung oleh Presiden Jokowi. Para pelajar yang hadir pun tampak sangat antusias untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan Presiden Jokowi. Presiden Jokowi kemudian memberikan sejumlah pertanyaan hitung-hitungan, mulai dari penambahan, pengurangan, perkalian, hingga pembagian. “Saya ingin tes kemampuan anak-anak untuk berhitung. Nanti yang jadi jurinya biar Profesor Yohanes. Ini saya lihat anak-anak pintar-pintar banget,” ujar Presiden. “Ya langsung, yang bisa jawab saya beri sepeda. Tapi saya enggak bawa sepeda, nanti saya kirim mungkin besok atau Senin bisa sampai ke sini karena Pak Presiden enggak bawa sepeda, baru ingat tadi malam. Hadiahnya sepeda tapi nanti dikirim sampai ke Membra (Mamberamo Raya), sampai ke Biak, sampai ke Sorong, kirim langsung saja,” imbuhnya. Anak-anak antusias dan berebut menjadi yang pertama untuk menjawab. Ini membuat Presiden Jokowi terkagum-kagum akan perkembangan anak-anak Papua yang pintar dan berani tampil. Di Kabupaten Mappi sendiri, pelatihan berhitung metode GASING baru pertama kali dilakukan. Setelah Pemkab Mappi bekerjasama dengan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya gagasan Prof Yohanes Surya. "Sebagai wujud komitmen pengembangan numerasi maka Pemkab Mappi telah merencanakan anggaran untuk kegiatan Pembiasan Pelatihan Berhitung Metode GASING pada SD yang berada di distrik pedalaman pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2023," ungkap Pj Bupati Mappi, Michael Gomar. Pj Bupati mengungkapkan, total anggaran yang dialokasikan Pemda Mappi untuk Program Numerasi melalui kegiatan pelatihan berhitung cepat metode GASING sebesar Rp3.784.000.000. Anggaran ini untuk kegiatan pelatihan dan pengimbasan GASING di Kabupaten Mappi. (Redaksi) 07 Jul 2023, 20:30 WIT
Sambut HUT RI Ke-78, Pemkab Mappi Gelar Berbagai Lomba Papuanewsonline.com, MAPPI - Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 78 Tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Mappi menggelar berbagai lomba dan pertandingan. Kegiatan yang dipusatkan di Kota Kepi, Distrik Obaa dibuka untuk masyarakat umum dan anak-anak di Kabupaten Mappi. Adapun pertandingan dan lomba yang akan digelar diantaranya, pertandingan bola voli, futsal, bulu tangkis, tenis meja,sepak bola, basket, lomba tari Yop, gerak jalan Indah, panahan tradisonal, mancing tradisional dan modern, lari 5 KM dan 10 KM serta lomba lari estafet, catur dan gaplek, lomba pidato kenegaraan, baca teks Pancasila,lomba cipta menu sagu, goyang cha-cha, mewarnai, sepak takraw, lomba stand Up Comedy (MOP) dan lomba dayung. Pj Bupati Mappi, Michael R. Gomar, S.STP,M.Si mengatakan pertandingan dan lomba tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 78 dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat sehingga kemeriahan HUT RI bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat. "Lomba dan pertandingan ini kita gelar selain untuk mempererat persaudaraan, tetapi juga untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Mappi, khususnya bagi generasi muda,” ungkapnya. Pj Bupati menerangkan, bagi peserta maupun tim yang ingin mengikuti perlombaan dan pertandingan bisa langsung mendaftar di kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora)  Kabupaten Mappi yang beralamat di Jalan Bawape atau dekat GOR Kepi mulai tanggal 10 Juli 2023. (Redaksi) 07 Jul 2023, 19:10 WIT
Program Biak Pintar Berhitung (GASING), Bawa 8 Siswa SD Bertemu Presiden Jokowi Papuanewsonline.com, Jayapura -  Sebanyak 8 siswa SD asal Kabupaten Biak Numfor ikut bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo di Ballroom Cendrawasih, Swiss-Belhotel, Kota Jayapura, Provinsi Papua, 7 Juli 2023. Sebanyak 8 siswa SD dikirim ke Kota Jayapura itu adalah  mereka yang telah mengikuti Program Biak Pintar Berhitung kerja sama Prof. Yohanes Surya, Ph.D . Sebelum bertemu dengan Presiden, mereka kembali dipersiapkan selama 3 hari di Jayapura oleh tim Prof. Yohanis Surya. “Ada total 100 anak yang tampil di depan Presiden pada hari ini. Dari Biak, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mappi, Maybrat dan Sorong Selatan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd. “Presiden menguji mereka dengann soal matematika, dan yang paling cepat jawab dapat hadiah sepeda,” lanjutnya. “Saya ingin tes kemampuan anak-anak untuk berhitung. Nanti yang jadi jurinya biar Profesor Yohanes. Ini saya lihat anak-anak pintar-pintar banget,” ujarnya.“Ya langsung, yang bisa jawab saya beri sepeda. Tapi saya enggak bawa sepeda, nanti saya kirim mungkin besok atau Senin bisa sampai ke sini karena Pak Presiden enggak bawa sepeda, baru ingat tadi malam.Hadiahnya sepeda tapi nanti dikirim sampai ke Membra (Memberamo Raya), sampai ke Biak, sampai ke Sorong, kirim langsung saja,” imbuh Presiden (seperti dikutib dari Antara News.som).Para pelajar yang hadir pun tampak sangat antusias untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan Presiden Jokowi. Presiden Jokowi pun kemudian memberikan sejumlah pertanyaan hitung-hitungan, mulai dari penambahan, pengurangan, perkalian, hingga pembagian.“1.800 ditambah 2.100?” tanya Presiden.“3.900,” jawab seorang anak.“Wah ini cepat banget, boleh lah sepeda satu. Betul, Prof, ya?”“Penambahan lagi, 12.389 ditambah 33.238?” tanya Presiden.“45.627,” jawab seorang anak.“Kamu enggak ikut, kok ikut lagi. Menang terus nanti, sudah dapat sepeda. Pintar banget ini. Entar diulang lagi. Siapa namanya?” tanya Presiden.“Jose,” jawab sang anak.“Jose enggak ikut dulu, entar, cepat banget lagi, nanti saya tanya khusus, sudah dapat sepeda,” ungkap Presiden diiringi gelak tawa semua yang hadir.Menurut Profesor Yohanes Surya, anak-anak tersebut sebelumnya tidak bisa berhitung. Namun, setelah mengikuti program belajar berhitung dengan metode “Gasing” (gampang, asyik, menyenangkan) yang digagas Profesor Yohanes Surya, anak-anak tersebut jadi bisa berhitung dengan cepat.“Jadi anak-anak ini sebenarnya dilatih dua minggu dari enggak bisa hitung, dua minggu itu sudah bisa hitung,” ungkap Profesor Yohanes.Di akhir pertemuan, seorang anak bernama Carmelita bertanya apakah Presiden Jokowi kecil suka belajar matematika. Presiden Jokowi pun menjawab bahwa ia sangat menyukai matematika.“Suka banget, tanya matematika apa saja bisa, tapi sekarang sudah tua, lupa. Dulu seingat saya matematika Pak Presiden dapat angka 9. Dulu Pak Presiden SD juga juara, SMP enggak, SMA juara lagi. Juara sekolah, loh, bukan juara kelas,” tandas Presiden Jokowi.Dalam pertemuan tersebut, seorang anak bernama Kesia Olivia Ergor berdiri untuk memperkenalkan diri lalu mengajukan pertanyaan yang rupanya cukup menggelitik mereka yang hadir di ruangan tersebut.“Kenapa ibu kota negara tidak dipindahkan saja ke Papua?” tanya anak yang berasal dari Kota Sorong tersebut.“Indonesia ini sangat besar, dari Papua sampai ke Aceh, dari Sabang sampai Merauke ya, sangat luas sekali,” ujar Presiden Jokowi.Dengan kondisi geografis yang sangat luas tersebut, Presiden menjelaskan, maka ibu kota Nusantara (IKN) dipilih di Kalimantan.Pertimbangannya antara lain karena posisinya yang berada di tengah-tengah Indonesia sehingga dekat untuk diakses dari sisi barat, timur, utara, maupun selatan Indonesia.“Kalau dipilih yang timur kalau ibu kotanya dipilih di Papua yang dari Aceh ke Papua itu kalau ke sini jauh sekali, 9 jam dari Aceh ke Papua naik pesawat lho, itu. Kalau naik kapal bisa berminggu-minggu,” ungkapnya.“Jadi dipilih ibu kota itu di tengah-tengah sehingga dipilih Nusantara di Kalimantan. Di tengah-tengah, dari timur dekat, dari Papua dekat, dari Aceh juga dekat, dari utara juga dekat, dari selatan juga dekat. Jadi dipilih di tengah-tengah,” lanjut Kepala Negara.Presiden Jokowi pun mengapresiasi para pelajar Papua yang dinilainya pintar dan berani. Presiden Jokowi berpesan agar anak-anak tersebut bisa terus semangat belajar. (PNO-12) 07 Jul 2023, 18:35 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT