logo-website
Rabu, 12 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Kesempatan Bagi Lulusan Perguruan Tinggi Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah resmi meluncurkan Program Magang Nasional tahun 2026, yang menyediakan 150 ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperkuat keterampilan sekaligus memperluas peluang kerja. Pembukaan dilakukan di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (11/8/2026), oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meningkat dari 100 ribu peserta pada tahun 2025 menjadi 150 ribu peserta tahun ini.Penyaluran peserta dilakukan secara bertahap: 50 ribu orang pada tahap pertama yang mulai dibuka hari ini, disusul 50 ribu pada bulan berikutnya, dan 50 ribu lagi pada bulan selanjutnya. Para peserta akan menjalani magang selama enam bulan dan menerima uang saku yang disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota di tempat penempatan. Dari capaian tahun lalu, sekitar 30 hingga 40 persen peserta langsung diangkat menjadi karyawan setelah menyelesaikan program.“Faktanya, hampir 40 persen peserta tahun lalu langsung bekerja. Itu menunjukkan kualitas rekrutmen dan pembinaan berjalan baik,” ujar Seskab Teddy. Salah satu peserta yang ditempatkan di Jakarta memperoleh uang saku sekitar Rp5,5 hingga Rp5,7 juta per bulan. Program ini juga terbuka bagi penyandang disabilitas, sebagai wujud pemerataan kesempatan kerja bagi seluruh lapisan masyarakat.Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menambahkan bahwa program ini bukan sekadar bekal kerja, melainkan juga bagian dari stimulus ekonomi. Uang saku yang diterima peserta turut meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus membantu industri memperoleh tenaga kerja yang terlatih. Pemerintah juga terus membuka ruang evaluasi dan menerima masukan dari peserta agar pelaksanaan ke depan semakin baik.Ferdian, salah satu peserta dari Universitas Brawijaya yang ditempatkan di PT Telkom Indonesia, menyambut gembira kesempatan ini dan berharap dapat berkarier secara tetap di perusahaan tersebut.Penulis: JidEditor: OF 12 Agu 2026, 20:46 WIT
KKN UPGRIS Ajak Siswa MTs Ibrohimiyyah Seimbangkan Dunia Digital dan Dunia Nyata Papuanewsonline.com, Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 41 Desa Brumbung Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar kegiatan sosialisasi mengenai cara bijak dalam menggunakan gawai bagi 30 siswa kelas 7B di MTs Ibrohimiyyah, Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Senin, 10/08/2026. Kegiatan bidang pendidikan ini sengaja dipilih karena maraknya penggunaan gawai di kalangan remaja yang sering kali berlebihan sehingga mengganggu kesehatan, menurunkan konsentrasi belajar, hingga membuat anak malas bergerak. Guna mengantisipasi dampak negatif tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS memaparkan materi interaktif mulai dari pengenalan fungsi gawai, ciri-ciri ketergantungan gawai, hingga perbandingan penting antara keseruan dunia layar dan keindahan interaksi di dunia nyata. Proses pembelajarannya sendiri dibagi ke dalam tiga tahap. Pertama, mahasiswa memberikan penjelasan dasar mengenai batasan waktu hiburan maksimal 1 hingga 2 jam sehari. Kedua, mereka mengenalkan aturan praktis "20-20-20", yaitu mengistirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki setelah 20 menit menatap layar HP. Terakhir, para siswa diajak berkomitmen untuk selalu mendahulukan tugas sekolah serta meminta izin orang tua sebelum membuka gawai mereka. Inovasi metode pembelajaran ini langsung mendapatkan sambutan hangat dan nilai positif dari pihak madrasah karena dinilai memberikan panduan penggunaan teknologi yang sangat dibutuhkan siswa di era modern. "Tanggapan kami mengenai materi sosialisasi penggunaan gawai secara bijak yang dibawakan oleh adik-adik KKN hari ini sangat bagus dan sangat relevan dengan tantangan anak zaman sekarang. Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini, para siswa bisa lebih disiplin membagi waktu antara belajar, beribadah, dan tidak melulu ketergantungan pada layar HP," kata Bapak Muhamad Zubaidi selaku Kepala Sekolah MTs Ibrohimiyyah. Keceriaan yang sama juga diungkapkan langsung oleh salah satu siswi yang merasa senang bisa mendapatkan tips menjaga kesehatan mata dari para mahasiswa secara santai. "Seneng banget hari ini. Yang paling aku ingat dari materinya itu kita jangan keseringan main HP, soalnya nanti bisa bikin mata capek. Makasih buat kakak-kakak KKN yang udah nemenin kita di kelas 7B hari ini," cerita Winda Ayu Maulidya, siswi kelas 7B MTs Ibrohimiyyah. Melalui sosialisasi ini, dampak positifnya langsung terlihat dari suasana kelas yang menjadi lebih hidup dan interaktif saat para siswa diajak bercerita tentang kebiasaan mereka sehari-hari. Manfaat nyata dari kegiatan ini adalah memberikan panduan praktis yang mudah dipahami, seperti tips menjaga kesehatan mata, sehingga para siswa punya bekal untuk mulai membatasi waktu layar secara mandiri demi mendukung kelancaran aktivitas belajar mereka. (Red) 12 Agu 2026, 19:49 WIT
Wamenko Otto Hasibuan Terima Audiensi BEM FH Undip, Bahas Reformasi Polri dan Perubahan Kultur Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas) Otto Hasibuan menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (BEM FH Undip), Senin (10/8/2026), di Ruang Rapat Wamenko Kumham Imipas, Gedung Trinity, Kuningan, Jakarta. Pertemuan ini membahas kajian mahasiswa terkait reformasi Kepolisian Republik Indonesia, termasuk pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Kepolisian, dengan didampingi Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Isu Strategis, Karjono.Ketua BEM FH Undip, Ilman Nurfathan, beserta jajarannya menyampaikan sejumlah pandangan mengenai arah reformasi kepolisian. Salah satu sorotan utama adalah adanya kecenderungan pergeseran pendekatan Polri dari paradigma preventif menuju pendekatan yang dinilai semakin represif. Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya menjaga supremasi sipil serta memastikan proses regenerasi di tubuh kepolisian berjalan sesuai prinsip demokrasi dan negara hukum.Menanggapi berbagai pandangan tersebut, Otto Hasibuan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian mahasiswa terhadap isu hukum dan reformasi institusi kepolisian. Ia menegaskan bahwa masukan dari kalangan akademisi dan mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan kebijakan publik. “Saya menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan BEM FH Undip yang sudah memberikan perhatian. Bernegara ternyata tidak mudah,” ujar Otto, yang juga mengingatkan tim reformasi Polri untuk senantiasa terbuka terhadap pandangan kritis.Lebih jauh, Otto menjelaskan bahwa reformasi kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penyempurnaan peraturan maupun struktur organisasi, melainkan juga menyangkut perubahan budaya dan cara pandang di dalamnya. Perubahan kultur ini dinilai jauh lebih kompleks dan membutuhkan waktu serta konsistensi. “Bagaimana nilai-nilai perubahan ini bisa ditegakkan dan dilaksanakan secara konsisten, terus-menerus? Itulah tantangan terbesarnya,” tegasnya.Pemerintah menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan dan akan mengkoordinasikannya dengan kementerian serta lembaga terkait untuk menjadi bahan pertimbangan kebijakan.Penulis: JidEditor: OF 12 Agu 2026, 19:11 WIT
Pemkab Boven Digoel Ingatkan Bahaya KBGO, Dorong Remaja Bijak di Ruang Digital Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Pemerintah Kabupaten Boven Digoel mendorong anak dan remaja untuk cerdas dan beretika dalam bermedia digital di tengah maraknya ancaman Kekerasan Berbasis Gender Online KBGO.Peringatan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Boven Digoel, Fabiasnus Sabi, S.Sos., MM saat membuka kegiatan Literasi Digital bertema "Kekerasan Berbasis Gender Online" dalam rangka Hari Remaja Internasional, di Boven Digoel, Rabu, 12 Agustus 2026.Fabiasnus yang mewakili Bupati Boven Digoel mengapresiasi Lembaga Advokasi Peduli Perempuan Kabupaten Merauke, We Speak Up, dan Tim Literasi Digital Fokus Anak Boven Digoel sebagai penyelenggara kegiatan.Manfaat Besar, Risiko NyataMenurut Fabiasnus, digitalisasi memberi manfaat signifikan bagi pelajar: mendukung proses belajar, memperluas komunikasi, hingga membuka akses informasi dan ruang kreativitas.Namun, di balik itu, risiko kekerasan digital mengintai anak dan remaja."Kekerasan berbasis gender online dapat menimpa anak dan remaja dalam berbagai bentuk, seperti pelecehan melalui media sosial, penghinaan, ancaman, penyebaran foto atau video pribadi tanpa persetujuan, pemerasan seksual, perundungan siber hingga berbagai bentuk eksploitasi di ruang digital," ujar Fabiasnus.Ia menegaskan, dampak KBGO kerap tidak kasat mata, tetapi merusak rasa aman, kepercayaan diri, pendidikan, relasi sosial, hingga masa depan korban.Ruang Digital Bukan Ruang Tanpa Tanggung JawabFabiasnus menekankan, aktivitas di dunia maya adalah bagian dari kehidupan nyata yang memiliki konsekuensi hukum dan sosial.Kepada peserta, ia berpesan agar tidak sekadar mahir mengoperasikan gawai, tetapi menjadi pengguna yang bijak, aman, kritis, dan beretika."Jangan takut untuk mengatakan tidak terhadap segala bentuk kekerasan dan pelecehan di ruang digital. Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal melalui internet. Jagalah data pribadi dan informasi yang bersifat sensitif serta pikirkan baik-baik sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu," tegasnya.Ia meminta korban atau saksi KBGO untuk tidak diam dan segera melapor kepada orang dewasa yang dipercaya, guru, orang tua, pendamping, atau aparat berwenang."Meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan. Meminta bantuan adalah bentuk keberanian untuk melindungi diri," katanya.Seruan untuk Orang Tua dan Pemangku KepentinganFabiasnus juga meminta orang tua tidak hanya melarang penggunaan gawai, melainkan aktif mendampingi dan membangun komunikasi terbuka agar anak merasa aman untuk bercerita.Pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas diminta bersinergi membangun ekosistem digital yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak."Anak dan remaja bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi generasi penerus sekaligus bagian penting dari pembangunan daerah dan bangsa," ujarnya.Peringatan Hari Remaja Internasional, kata dia, harus menjadi momentum memastikan anak dan remaja Boven Digoel tumbuh aman di dunia nyata maupun digital, mendapat pendidikan berkualitas, serta terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi."Jadikan teknologi sebagai sarana untuk belajar, berkarya, berprestasi dan membangun masa depan yang lebih baik," pungkas Fabiasnus.Penulis: MuhtarEditor: OF 12 Agu 2026, 19:06 WIT
Polri dan Kemenkeu Kolaborasi Persiapkan Keberangkatan Penerima Beasiswa LPDP Angkatan ke-280 Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia unggul. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Angkatan ke-280 di Sekolah Bahasa Lemdiklat Polri, Jakarta, Tanggal 10 hingga 15 Agustus 2026.Kegiatan pembekalan ini diikuti 230 peserta yang terdiri dari 119 peserta laki-laki dan 111 peserta perempuan. Para peserta merupakan calon mahasiswa jenjang magister dan doktor yang telah berhasil melewati tahapan seleksi dan bersiap melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terkemuka, baik nasional maupun internasional.Kerja sama lintas kementerian/lembaga antara Polri dan Kemenkeu tersebut diwujudkan melalui penguatan wawasan kebangsaan serta pembekalan karakter kepemimpinan dan kedisiplinan. Rangkaian program dirancang untuk memastikan para awardee memiliki ketahanan mental, wawasan kebangsaan, dan nasionalisme yang kokoh.Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs. R.Z Panca Putra S. M.Si. mengatakan keterlibatan Polri dalam program LPDP merupakan bentuk komitmen penuh Polri dalam mengawal program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas.“Melalui lingkungan kedisiplinan di Lembaga Pendidikan Polri, termasuk di Sekolah Bahasa Polri, para peserta dibentuk agar tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga mampu bertindak sebagai duta bangsa yang membawa nilai-nilai integritas, berkarakter kebangsaan, cinta tanah air, dan mampu menjadi agen perubahan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 sesuai Astacita,” ujar Panca dalam Keterangannya, Selasa, (11/08).Dengan penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan ini, para peserta diharapkan siap menempuh studi dengan semangat nasionalisme dan cinta tanah air serta kembali membawa kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara di masa mendatang. PNO-12 12 Agu 2026, 14:20 WIT
Fasilitasi Pelajar SMA Laboratorium Unpatti, Polda Maluku: Kasus Narkoba Jadi Bahan Riset Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya membangun generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungannya terus mendapat dukungan Kepolisian Daerah (Polda) Maluku.Salah satunya melalui fasilitasi pengambilan data terkait perkembangan kasus narkotika di Kota Ambon bagi siswa SMA Laboratorium Universitas Pattimura (Unpatti) yang tengah mengembangkan riset mata pelajaran Informatika dengan memanfaatkan machine learning berbasis time seriesSebanyak 25 siswa kelas XII SMA Laboratorium Unpatti, didampingi Guru Mata Pelajaran Informatika Chrissandy Sapulete, S.Math., M.Cs., melakukan pengambilan data di Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku, Selasa (11/8/2026).Riset tersebut mengangkat judul “Prediksi Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Kota Ambon Menggunakan Metode Time Series.”Data yang dibutuhkan dalam penelitian antara lain perkembangan jumlah kasus narkoba, jumlah tersangka, barang bukti, jenis narkotika yang paling banyak digunakan, serta data rehabilitasi dalam kurun waktu lima tahun terakhiPenggunaan data historis tersebut diharapkan dapat membantu para siswa memahami pola perkembangan kasus narkotika dari waktu ke waktu, sekaligus menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan model prediksi menggunakan teknologi machine learning.mendamping yang juga merupakan Guru Mata Pelajaran Informatika SMA Laboratorium Unpatti, Chrissandy Sapulete, S.Math., M.Cs., mengatakan penelitian tersebut dirancang agar pembelajaran Informatika tidak berhenti pada teori maupun kemampuan teknis pemrograman, tetapi dapat diarahkan untuk membaca dan memahami persoalan nyata yang terjadi di masyarakat.“Tujuan kami mengambil data lima tahun terakhir adalah agar siswa memiliki data historis yang cukup untuk melihat bagaimana perkembangan kasus narkotika di Kota Ambon dari waktu ke waktu. Data tersebut kemudian akan kami gunakan sebagai bahan pembelajaran untuk menerapkan metode time series dan machine learning dalam melakukan analisis serta prediksi,” ujarnya.Menurutnya, penelitian tersebut sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk memahami bahwa teknologi dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial.“Jadi siswa tidak hanya belajar coding atau membuat program, tetapi juga belajar bagaimana data dapat digunakan untuk memahami suatu masalah. Dalam konteks penelitian ini, mereka belajar melihat persoalan narkoba secara objektif melalui data,” jelasnya.Lebih jauh, Chrissandy menegaskan bahwa penelitian tersebut juga memiliki tujuan edukatif yang lebih luas, yakni memperkenalkan kepada generasi muda mengenai dampak dan bahaya penyalahgunaan narkotika.“Kami ingin anak-anak memahami bahwa narkoba bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga persoalan masa depan generasi muda. Dengan mengetahui perkembangan kasus dan dampaknya, kami berharap muncul kesadaran untuk menjauhi narkoba sekaligus memiliki kepedulian untuk ikut mencegah penyalahgunaannya,” katanya.Ia menambahkan, keterlibatan Polda Maluku dalam memberikan akses terhadap data yang dapat digunakan untuk kepentingan pendidikan menjadi pengalaman penting bagi para siswa.“Kami mengapresiasi Polda Maluku karena memberikan ruang kepada siswa untuk belajar langsung dari sumber data yang relevan. Ini merupakan pengalaman yang sangat berarti karena mereka dapat menghubungkan pelajaran Informatika dengan persoalan nyata yang ada di lingkungan mereka,” pungkasnya.Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku Kombes Pol. Indra Gunawan, S.I.K., M.H, menyambut baik kegiatan penelitian yang dilakukan para pelajar tersebut.Menurutnya, pemanfaatan data untuk kepentingan pendidikan merupakan langkah positif dalam membangun budaya literasi sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai ancaman penyalahgunaan narkotika.“Kami menyambut baik kegiatan penelitian ini. Anak-anak muda harus diberikan pemahaman bahwa data bukan hanya angka, tetapi dapat menjadi informasi penting untuk memahami suatu persoalan dan mencari solusi,” ujar Indra.Ia mengatakan, data perkembangan kasus narkotika dalam kurun waktu tertentu dapat digunakan untuk melihat kecenderungan atau pola yang selanjutnya menjadi bahan analisis akademik.“Melalui penelitian ini, siswa belajar melihat perkembangan persoalan narkotika secara lebih objektif. Mereka dapat mempelajari bagaimana suatu pola terbentuk dari data, kemudian menggunakan teknologi untuk melakukan analisis dan prediksi,” jelasnya.Namun demikian, Indra menegaskan bahwa pemanfaatan data untuk kepentingan pendidikan tetap harus memperhatikan ketentuan yang berlaku, khususnya menyangkut informasi yang bersifat pribadi, rahasia penyidikan, dan data yang tidak dapat dipublikasikan.“Data yang diberikan tentunya disesuaikan dengan ketentuan dan kepentingan penelitian. Kami harus memastikan bahwa aspek perlindungan data, kerahasiaan, dan ketentuan hukum tetap menjadi perhatian,” tegasnya.Dir Narkoba juga menilai kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk kolaborasi preventif antara kepolisian dan dunia pendidikan.“Pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan. Pencegahan dan edukasi harus dimulai sejak dini. Ketika pelajar sudah memahami bahaya narkoba dan mampu melihat persoalan tersebut berdasarkan data, maka mereka memiliki bekal yang lebih kuat untuk melindungi diri dan lingkungannya,” tuturnya.Sementara itu Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, keterlibatan pelajar dalam penelitian mengenai narkotika menunjukkan bahwa generasi muda dapat mengambil peran dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.“Generasi muda jangan hanya ditempatkan sebagai objek dalam persoalan narkoba. Mereka harus kita dorong menjadi bagian dari solusi. Salah satunya dengan memberikan ruang untuk belajar, meneliti, memahami data, dan melihat persoalan narkotika secara lebih kritis,” kata Rositah.Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap berbagai persoalan yang mengancam masa depan mereka.“Teknologi harus digunakan untuk hal-hal yang produktif. Ketika machine learning digunakan untuk membaca perkembangan kasus narkoba, maka teknologi tersebut bukan hanya menjadi alat pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian sosial,” ujarnya.Rositah menilai riset yang dilakukan siswa SMA Laboratorium Unpatti juga menjadi conth bahwa literasi digital dapat berjalan beriringan dengan literasi sosial dan hukm.“Anak-anak kita perlu memiliki kemampuan membaca data sekaligus memahami konteks di balik data tersebut. Mereka harus tahu bahwa di balik angka kasus narkoba terdapat persoalan manusia, keluarga, kesehatan, pendidikan, keamanan, dan masa depan generasi bangsa,” jelasnya.Ia menambahkan, Polda Maluku terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai bagian dari pendekatan preventif dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkotika.“Pencegahan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Sekolah, keluarga, perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan terutama generasi muda harus bergerak bersama. Edukasi dan literasi adalah investasi jangka panjang untuk menyelamatkan generasi,” tegasnya.Riset siswa SMA Laboratorium Unpatti tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi dapat menjadi pengalaman awal bagi generasi muda untuk memahami bagaimana data science dan artificial intelligence dapat digunakan untuk menganalisis persoalan publik.Dengan menggunakan data historis lima tahun, para siswa diharapkan mampu mengidentifikasi pola perkembangan kasus penyalahgunaan narkotika di Kota Ambon dan mengolahnya menjadi model prediksi sesuai metode yang digunakan dalam penelitian.Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran teknologi di sekolah dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.Di sisi lain, bagi Polda Maluku, keterlibatan dunia pendidikan dalam memahami persoalan narkotika menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran preventif sejak usia sekolah.Sebab, perang melawan narkoba tidak hanya dilakukan melalui operasi dan penegakan hukum, tetapi juga melalui pengetahuan, pendidikan, literasi, teknologi, dan keterlibatan generasi muda.Dari ruang kelas, data dapat diolah menjadi pengetahuan. Dari pengetahuan, lahir kesadaran. Dan dari kesadaran, diharapkan tumbuh generasi muda yang mampu mengatakan tidak pada narkoba sekaligus menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.Polda Maluku pun menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan dunia pendidikan dalam menghadirkan berbagai inovasi pencegahan narkoba, termasuk mendorong pemanfaatan teknologi dan data sebagai instrumen edukasi bagi generasi muda. PNO-12 12 Agu 2026, 13:53 WIT
Sinergi Kapolda Maluku Bersama IMM Dorong Pembentukan Kampung Inggris Hingga UMKM Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menggandeng Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku untuk memperkuat peran pemuda dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi masyarakat.Pesan tersebut disampaikan Kapolda saat menerima audiensi jajaran DPP IMM Maluku di Ruang Rapat Kapolda Maluku, Senin (10/8/2026). Pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi setelah pelantikan kepengurusan baru IMM Maluku, tetapi berkembang menjadi ruang dialog strategis mengenai masa depan Maluku.Kapolda menilai mahasiswa dan pemuda memiliki posisi penting dalam menjaga persatuan, mencegah konflik sosial, sekaligus menjadi kekuatan intelektual dan motor pembangunan daerah.Pertemuan tersebut dihadiri Kapolda Maluku, Wakapolda Maluku, Dir Intelkam Polda Maluku dan Kabid Humas Polda Maluku. Dari DPP IMM Maluku hadir Ketua Umum DPP IMM Maluku Muhammad Saleh Soawakil, Pengurus Pusat IMM Bidang Kemaritiman Abubakar Mahu, Sekretaris DPP IMM Maluku Mustaqim Helut, Bendahara DPP IMM Maluku A. Harmadi Tuahaan, S.T., serta sejumlah pengurus bidang.Kapolda menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran IMM Maluku sekaligus mengucapkan selamat atas pelantikan kepengurusan baru. Ia berharap komunikasi antara Polda Maluku dan IMM semakin terbuka dan berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.“Terima kasih atas kunjungan dan kedatangan adik-adik dari IMM. Saya mengucapkan selamat atas pelantikan yang telah dilaksanakan. Mudah-mudahan ke depan silaturahmi dan komunikasi kita dapat terus terjalin dengan baik,” ujar Kapolda.Kapolda menegaskan, organisasi kemahasiswaan seperti IMM memiliki posisi strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai kelompok intelektual dan ruang kaderisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut menjaga persatuan serta menciptakan suasana yang kondusif.Karena itu, Kapolda mendorong IMM untuk ikut mengidentifikasi berbagai potensi kerawanan sosial di tengah masyarakat dan mengambil peran dalam mencegah persoalan berkembang menjadi konflik.Menurutnya, dinamika keamanan saat ini semakin kompleks. Perubahan situasi dapat berlangsung cepat sehingga diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk membangun kemampuan deteksi dan pencegahan sejak dini.“Kita perlu melihat berbagai potensi kerawanan di lingkungan kita. Kontribusi apa yang bisa kita berikan untuk mencegah dan menyelesaikan persoalan tersebut harus kita pikirkan bersama. Dinamika saat ini semakin kompleks dan perubahan bisa terjadi dengan cepat,” jelasnya.Kapolda juga mengajak generasi muda Maluku menjadikan pengalaman konflik sosial yang pernah terjadi pada 1999 sebagai pembelajaran bersama.Ia mengingatkan, sebagian generasi muda saat ini tidak mengalami langsung konflik tersebut. Karena itu, pengalaman generasi sebelumnya harus menjadi pelajaran agar konflik tidak diwariskan dalam bentuk prasangka, kebencian maupun permusuhan.“Tidak ada yang benar-benar menang dan tidak ada yang benar-benar kalah. Yang ada adalah korban. Banyak saudara kita yang menjadi korban, baik Muslim maupun non-Muslim, masyarakat sipil maupun aparat TNI dan Polri. Pada akhirnya kita kembali bersatu, tetapi akibat konflik tersebut kita mengalami kemunduran,” tutur Kapolda.Menurutnya, sejarah tersebut harus menjadi energi bagi generasi muda untuk membangun Maluku yang lebih maju, aman dan damai.Stabilitas keamanan, kata Kapolda, merupakan fondasi penting bagi bergeraknya pendidikan, investasi, pariwisata, aktivitas ekonomi dan pembangunan masyarakat.Karena itu, penyampaian aspirasi mahasiswa tetap harus ditempatkan sebagai bagian dari kehidupan demokrasi, namun dilakukan secara tertib, bertanggung jawab dan sesuai ketentuan hukum.“Kita tunjukkan bahwa masyarakat Maluku mampu menyampaikan pendapat dengan tertib, dewasa, dan bertanggung jawab. Kita harus menjaga agar tidak terjadi perkelahian antarkelompok, antarnegeri, maupun konflik sosial lainnya,” tegasnya.Selain aspek Kamtibmas, Kapolda mendorong IMM mengambil peran lebih besar dalam pembangunan kualitas manusia Maluku.Menurutnya, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Maluku harus diimbangi dengan kualitas SDM yang mampu mengelola, mengembangkan dan menciptakan nilai tambah dari berbagai potensi tersebut.Kapolda menilai kemampuan membaca, berpikir kritis, menguasai teknologi, memiliki karakter serta kemampuan berkomunikasi secara global merupakan modal penting bagi generasi muda untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.“Kita harus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang memiliki 5kemampuan intelektual, keterampilan, karakter, dan daya saing. Anak-anak Maluku sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa. Yang perlu kita lakukan adalah mengisi kemampuan kognitif mereka dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat,” katanya.Salah satu gagasan yang didorong Kapolda adalah membuat membuat kampung Inggris pada satu desa di kota Ambon yang menjadi pilot project,Program tersebut dapat dimulai dari satu desa sebagai proyek percontohan. Di desa tersebut dibangun lingkungan yang mendorong budaya membaca, berdiskusi, belajar dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.Kapolda membuka peluang agar program tersebut melibatkan perguruan tinggi melalui mahasiswa dan dosen, termasuk dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, penelitian maupun program akademik lainnya.“Tidak perlu langsung membuat program yang besar. Kita pilih satu desa terlebih dahulu. Di desa tersebut kita bangun suasana yang mendukung kegiatan membaca dan berbahasa Inggris. Kalau tidak mampu dilakukan sendiri, kita dapat mengajak dunia kampus untuk bekerja sama,” jelasnya.Kapolda menilai program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga dapat menjadi ruang perjumpaan positif antarmasyarakat.Semakin banyak ruang interaksi yang sehat, menurutnya, semakin besar peluang tumbuhnya rasa saling percaya dan semakin kuat pula ketahanan sosial masyarakat.Peningkatan literasi dan kemampuan bahasa Inggris juga dinilai dapat membuka akses generasi muda Maluku terhadap berbagai peluang pendidikan, termasuk beasiswa dari pemerintah, lembaga swasta maupun institusi internasional.“Kalau kita berhasil meningkatkan kemampuan membaca, literasi, dan kemampuan berbahasa Inggris, maka peluang anak-anak Maluku untuk mendapatkan beasiswa juga semakin besar. Banyak beasiswa yang diberikan pemerintah maupun lembaga swasta, termasuk lembaga internasional,” ungkapnya.Kapolda juga mendorong IMM tidak hanya bergerak dalam ruang akademik dan sosial, tetapi ikut mengambil bagian dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.Maluku, kata dia, memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.Salah satu gagasan yang dibahas adalah pemanfaatan limbah ikan yang selama ini belum dikembangkan secara maksimal.Limbah tersebut, dengan dukungan penelitian dan teknologi yang tepat, dapat dikembangkan menjadi bahan pakan ikan maupun pupuk sehingga tidak berhenti sebagai sisa produksi.“Maluku memiliki sumber daya perikanan yang sangat besar. Kalau kita mampu menghasilkan produk unggulan yang berasal dari sumber daya alam kita sendiri, tentu ini menjadi sesuatu yang sangat baik. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan limbah ikan,” ungkap Kapolda.Kapolda mendorong agar pengembangan gagasan tersebut dimulai dari skala kecil melalui pilot project yang terukur. Jika berhasil, model tersebut dapat dikembangkan dan direplikasi di wilayah lainnya.“Tidak perlu bermimpi terlalu besar pada tahap awal. Mulailah dari sesuatu yang kecil, tetapi nyata dan dapat dilaksanakan. Kita mulai dari skala kecil, kita petakan prosesnya, kita lihat produk yang dihasilkan dan nilai ekonominya. Kalau berhasil, kemudian kita kembangkan,” jelasnya.Menurut Kapolda, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan, tetapi oleh seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dan kemampuan program tersebut untuk berkelanjutan.Ketua Umum DPP IMM Maluku Muhammad Saleh Soawakil menyambut positif gagasan kolaborasi yang disampaikan Kapolda Maluku.Ia mengatakan, audiensi tersebut merupakan langkah awal kepengurusan baru IMM Maluku untuk membangun komunikasi sekaligus menyampaikan gagasan mengenai kontribusi mahasiswa terhadap persoalan keamanan, pendidikan dan pembangunan daerah.“Kedatangan kami merupakan silaturahmi pertama dengan Ayahanda Kapolda setelah kami dilantik. Kami ingin membangun komunikasi sekaligus membicarakan berbagai persoalan yang berkaitan dengan Maluku, khususnya mengenai konsep kolaborasi anak muda dalam menjaga keamanan, kedamaian, dan kemajuan daerah,” ujar Muhammad Saleh.Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian. Pemuda, mahasiswa, organisasi masyarakat, pemerintah, aparat keamanan dan seluruh komponen masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga Maluku tetap aman dan damai.DPP IMM Maluku juga tengah mendorong gagasan desa binaan IMM yang dapat menjadi ruang bagi kader untuk mengidentifikasi persoalan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi lokal.Gagasan tersebut sejalan dengan dorongan Kapolda untuk membangun program yang bersifat konkret dan berkelanjutan, termasuk pengembangan potensi perikanan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.“Kami ingin agar IMM tidak hanya hadir dalam kegiatan diskusi dan akademik, tetapi juga benar-benar hadir di tengah masyarakat. Salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat,” katanya.Selain ekonomi, IMM memberikan perhatian terhadap persoalan pendidikan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).IMM berencana mengoptimalkan kader yang memiliki latar belakang pendidikan untuk terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.“Kami ingin membuat program yang memiliki semangat seperti Polisi Mengajar. Kader-kader IMM dapat turun langsung ke masyarakat dan mengabdi melalui pendidikan. Akan sangat baik apabila program tersebut dapat dikolaborasikan dengan Polda Maluku,” jelas Muhammad Saleh.Menurutnya, IMM memiliki keterbatasan sumber daya, tetapi memiliki kader, gagasan dan semangat untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan Polda Maluku, pemerintah daerah, perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi penting untuk memastikan gagasan tersebut dapat diwujudkan.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi mengatakan, audiensi tersebut menunjukkan pentingnya membangun ruang komunikasi yang terbuka antara kepolisian dan organisasi kemahasiswaan.Menurutnya, pemuda dan mahasiswa memiliki posisi strategis karena tidak hanya memiliki energi dan gagasan, tetapi juga kapasitas intelektual untuk ikut membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.“Polda Maluku memandang pemuda dan mahasiswa bukan hanya sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai mitra strategis yang memiliki energi, gagasan, dan kapasitas intelektual untuk ikut menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi dengan IMM Maluku akan terus kami dorong agar menghasilkan program yang konkret, edukatif, preventif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Rositah.Ia menegaskan, menjaga stabilitas keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Organisasi mahasiswa memiliki ruang strategis untuk menjadi jembatan komunikasi, menyampaikan aspirasi secara konstruktif, menangkal provokasi dan mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog.“Menjaga Maluku tetap aman, damai dan kondusif bukan hanya tugas Polri. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Organisasi mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menjadi jembatan komunikasi, menyampaikan aspirasi secara konstruktif, menangkal provokasi, sekaligus mengajak masyarakat menyelesaikan persoalan melalui dialog dan cara-cara yang damai,” jelasnya.Rositah menambahkan, kolaborasi Polda Maluku dan IMM diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya pendidikan, literasi, pemberdayaan ekonomi dan penguatan ketahanan sosial.“Yang paling penting adalah bagaimana silaturahmi ini dapat ditindaklanjuti menjadi kerja bersama yang terukur dan berkelanjutan. Polda Maluku terbuka terhadap gagasan-gagasan positif dari mahasiswa dan pemuda untuk bersama-sama membangun Maluku,” tegasnya.Kapolda Maluku menegaskan, pembangunan daerah membutuhkan kontribusi seluruh elemen masyarakat. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri, demikian pula organisasi mahasiswa dan pemuda.Karena itu, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, dunia usaha dan masyarakat perlu diarahkan pada program yang mampu menjawab persoalan sekaligus membangun fondasi masa depan.Kapolda berharap IMM dapat menjadi salah satu kekuatan intelektual dan moral yang ikut menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong peningkatan kualitas SDM dan ekonomi masyarakat.Ia menekankan pentingnya meninggalkan program yang memiliki dampak dan dapat dilanjutkan oleh generasi berikutnya.“Seorang pemimpin harus memiliki legasi. Tidak perlu meninggalkan banyak program. Cukup satu atau dua program yang benar-benar berhasil, dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya,” tegas Kapolda.Audiensi Polda Maluku dan DPP IMM Maluku tersebut berakhir pukul 14.45 WIT dalam suasana penuh keakraban, aman, tertib dan kondusif.Pertemuan tersebut menegaskan satu pesan penting: pemuda Maluku tidak hanya memiliki peran menjaga stabilitas sosial, tetapi juga memiliki posisi strategis sebagai motor pembangunan SDM, pendidikan dan ekonomi daerah.Kolaborasi Polda Maluku dan IMM diharapkan menjadi langkah awal menghadirkan kerja bersama yang konkret dari mencegah konflik, membangun budaya literasi, meningkatkan kompetensi generasi muda, hingga mengolah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi untuk mewujudkan Maluku yang semakin aman, damai, maju dan berdaya saing. PNO-12 11 Agu 2026, 14:51 WIT
Skandal LPTQ Mimika Terbongkar! Pemuda Muslim Ngamuk, Desak Bupati Copot Ketua Sekarang Juga Papuanewsonline.com, Mimika - Gelombang kekecewaan terhadap kepemimpinan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Mimika memuncak. Bupati Mimika didesak segera melakukan evaluasi total dan mencopot Ketua LPTQ Kabupaten Mimika yang dinilai telah mencederai marwah dan kredibilitas lembaga penjaga generasi Qur'ani tersebut.Desakan keras ini disuarakan oleh Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoen. Ia menegaskan, LPTQ bukan milik segelintir orang dan bukan panggung kepentingan pribadi. LPTQ adalah amanah umat."LPTQ memiliki peran vital membina, mengembangkan, dan mewadahi generasi muda Qur'ani. Setiap kebijakan harus menjunjung tinggi keadilan, transparansi, profesionalitas, dan nilai-nilai Al-Qur'an itu sendiri. Fakta di lapangan, yang terjadi justru sebaliknya," tegas Arifin.Arifin menyoroti carut-marut dalam proses pembinaan hingga pengiriman peserta MTQ yang mengabaikan hak para pejuang Qur'an. Ada indikasi kuat kepentingan tertentu telah mengalahkan hak peserta yang telah berjuang mengharumkan nama Kabupaten Mimika."Jangan sampai keringat dan air mata anak-anak kita yang berprestasi diinjak-injak oleh kepentingan elit LPTQ. Ini penghinaan terhadap perjuangan generasi Qur'ani!" kecamnya.Ia memperingatkan Bupati Mimika agar tidak tutup mata. Jika dibiarkan, LPTQ akan kehilangan kepercayaan umat sepenuhnya."Kami meminta dengan tegas kepada Bupati Mimika untuk segera evaluasi kinerja dan kepemimpinan Ketua LPTQ, kembalikan LPTQ ke khitahnya, dan ambil langkah tegas termasuk mengganti ketuanya," tandasnya."Kami tidak menyerang pribadi siapa pun. Kami sedang menjaga marwah lembaga, menjaga kepercayaan umat, dan memperjuangkan keadilan bagi anak-anak muda yang mengabdikan hidupnya untuk Al-Qur'an," Pungkasnya.Penulis: HendrikEditor: OF 11 Agu 2026, 07:32 WIT
E-Sports Kapolri Cup 2026 Jadi Wadah Gen Z Kembangkan Potensi Papuanewsonline.com, Jakarta – E-Sports Kapolri Cup 2026 menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ajang ini juga menjadi bagian dari semangat Polri Youth Movement: Polri Indonesia Emas 2045 yang mendorong kolaborasi pemerintah, Polri, komunitas, dan sektor swasta dalam menyiapkan talenta muda.Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Adex Yudiswan mengatakan, penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan ruang sekaligus edukasi kepada generasi Z dan generasi Alpha mengenai peluang di industri esports.“Esports ini bukan hanya tentang menjadi atlet. Ada ekosistem yang luas, mulai dari caster, pembawa acara, atlet, pembuat gim, event organizer, hingga UMKM yang menyediakan merchandise,” kata Adex di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (9/8/2026).Menurut Adex, pemerintah perlu memberikan gambaran yang utuh kepada generasi muda mengenai peluang di dunia digital, khususnya di tengah perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) yang berpotensi mengubah kebutuhan dan peluang pekerjaan.“Di tengah gempuran teknologi AI yang berpotensi menggerus peluang kerja adik-adik Gen Z dan Gen Alpha, tugas kami sebagai pemerintah adalah memberikan gambaran bahwa ada banyak peluang di dunia digital yang bisa dibangun,” ujarnya.Ia menegaskan, pengembangan minat terhadap esports tetap harus berjalan seimbang dengan pendidikan. Literasi yang diberikan Polri melalui jajaran di tingkat Polres hingga Polda menekankan agar sekolah tetap menjadi prioritas utama, sedangkan gim menjadi prioritas pendukung.“Sekolah tetap primer, gim sekunder. Harapannya mereka bisa sukses secara akademik sekaligus mampu meraih peluang karier di bidang esports maupun bidang lainnya,” tutur Adex.Sementara itu, Ketua Umum IESPA Ibnu Sulistyo Riza Pradipto mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 yang dinilai memberikan kesempatan bagi para gamers amatir untuk tampil di panggung nasional.“Teman-teman gamers, khususnya kategori amatir, sebelumnya tidak pernah bermimpi bisa bertanding di acara sebesar ini. Ini menjadi bukti nyata tagline ‘Dream to Become’ benar-benar terwujud,” kata Ibnu.Ia menilai kolaborasi antara Polri, IESPA, jajaran Polda, komunitas, dan berbagai pihak menjadi langkah positif untuk membangun ekosistem esports nasional. Ia juga menyambut baik komitmen Kapolri agar kegiatan tersebut dapat terus berkelanjutan.Apresiasi juga disampaikan kreator konten sekaligus perwakilan Gen Z, Willy Salim. Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap esports memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan prestasi melalui bidang yang dekat dengan kehidupan mereka.“Dulu, waktu saya masih sekolah, jika ada acara seperti ini pasti akan sangat saya nantikan. Kapan lagi anak sekolah bisa membuktikan prestasinya di bidang gim dan didukung langsung oleh pemerintah?” ujar Willy.E-Sports Kapolri Cup 2026 sebelumnya telah menjadi bagian dari rangkaian Polri Youth Movement yang melibatkan peserta dari berbagai daerah. Selain kompetisi, rangkaian kegiatan juga menghadirkan sejumlah side event untuk memperkenalkan berbagai peluang dalam industri esports sekaligus memperkuat literasi digital bagi generasi muda.Melalui penyelenggaraan tersebut, Polri mendorong esports tidak hanya dipandang sebagai aktivitas hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi dan industri kreatif digital yang dapat menjadi ruang tumbuh bagi talenta muda menuju Indonesia Emas 2045. PNO-12 10 Agu 2026, 21:20 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT