Investasi Sarana KAI Group Bersama INKA Capai Lebih dari Rp14,6 Triliun
Kolaborasi KAI Group dan INKA memperkuat industri perkeretaapian nasional melalui investasi sarana senilai Rp14,6 triliun.
Papuanewsonline.com - 28 Jul 2026, 10:03 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group terus memperkuat kerja sama dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dalam pengadaan sekaligus pembaruan sarana perkeretaapian nasional. Berdasarkan nilai kontrak yang telah dihimpun, total investasi kolaborasi tersebut mencapai kisaran Rp14,68 triliun hingga Rp14,88 triliun, mencakup berbagai jenis sarana untuk layanan penumpang maupun angkutan barang.
Kolaborasi tersebut meliputi pengadaan 612 kereta Stainless Steel New Generation untuk layanan antarkota, sarana Commuter Line baru beserta program retrofit, rangkaian LRT Jabodebek, kereta luxury, hingga 1.125 gerbong datar yang dipersiapkan mendukung distribusi logistik di Sumatra Selatan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan keberlanjutan pengadaan sarana menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas industri perkeretaapian nasional, mulai dari kemampuan produksi, kualitas produk, kompetensi sumber daya manusia hingga layanan purnajual. “Pengadaan sarana membutuhkan perencanaan jangka panjang, kualitas yang konsisten, dan ketepatan penyelesaian. KAI Group mendorong kolaborasi profesional dengan INKA agar kebutuhan operasional dapat dipenuhi sekaligus memperkuat kemampuan industri perkeretaapian nasional,” ujar Anne.
Dalam program penggantian sarana periode 2023–2027, KAI memesan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation yang dirangkai menjadi 56 rangkaian dengan nilai kontrak sekitar Rp5,5 triliun. Dari jumlah tersebut, 40 rangkaian telah diserahterimakan, sementara 39 rangkaian sudah beroperasi melayani pelanggan dan satu rangkaian masih menjalani tahap persiapan operasional. “Sebanyak 39 rangkaian Stainless Steel New Generation produksi INKA telah digunakan dalam pelayanan. Pembaruan ini dilakukan secara bertahap agar kualitas perjalanan dan kesiapan sarana dapat terus terjaga,” kata Anne.
Pada sektor transportasi perkotaan, KAI Group juga menginvestasikan sekitar Rp4,07 triliun untuk pengadaan 16 rangkaian Commuter Line baru atau 192 kereta serta program retrofit dua rangkaian. Hingga kini, tujuh rangkaian atau 84 kereta telah dioperasikan, sedangkan sisanya masih menjalani proses produksi, pengujian, sertifikasi, dan persiapan layanan sesuai tahapan yang ditetapkan.
Kerja sama dengan INKA juga diwujudkan melalui pengadaan 31 rangkaian LRT Jabodebek yang terdiri atas 186 kereta dengan nilai kontrak sekitar Rp3,9 triliun hingga Rp4,1 triliun. Rangkaian tersebut menggunakan teknologi otomatis Grade of Automation 3 (GoA3) dan pada Semester I 2026 berhasil melayani 16.018.911 pelanggan, meningkat 22,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain transportasi massal, KAI turut mengembangkan layanan premium melalui pengadaan 10 unit kereta luxury berkapasitas 26 kursi per kereta, ditambah satu unit cadangan untuk mendukung perawatan berkala. Nilai kontrak pengadaan mencapai Rp161,16 miliar. Di sektor logistik, kerja sama juga mencakup pengadaan 1.125 gerbong datar BM 54 ton senilai Rp1,05 triliun untuk meningkatkan kapasitas angkutan barang, khususnya batu bara di Sumatra Selatan.
Anne menambahkan besarnya nilai investasi tersebut mencerminkan potensi industri perkeretaapian nasional yang terus berkembang. Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi, mutu, ketepatan waktu, serta layanan purnajual perlu terus diperkuat agar mampu memenuhi kebutuhan transportasi nasional. “Kepercayaan kepada industri nasional dibangun melalui kualitas produk dan konsistensi dalam memenuhi komitmen. KAI Group berharap kolaborasi bersama INKA terus menghasilkan sarana yang aman, andal, serta mampu mendukung peningkatan pelayanan transportasi publik dan logistik nasional,” tutup Anne.
Penulis: Jid
Editor: OF