Ketua Pemuda Kei Mimika Nilai Bupati Sebar Informasi Tak Benar: Air Bersih Kaokonao-Jita Masih Sulit
Ketua Pemuda Kei Mimika Edoardus Rahawadan menyampaikan penilaian kritis terhadap informasi yang disampaikan Bupati Mimika terkait pembangunan infrastruktur dasar
Papuanewsonline.com - 25 Jun 2026, 00:41 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Mimika – Ketua Pemuda Kei Mimika Edoardus Rahawadan menyampaikan penilaian kritis terhadap informasi yang disampaikan Bupati Mimika terkait pembangunan infrastruktur dasar. Ia menilai ada ketidaksesuaian antara narasi pemerintah dan kondisi lapangan yang dialami warga Distrik Kaokonao, Jita, dan sekitarnya.
Sorot Infrastruktur Air Bersih: Warga Masih
Kesulitan
Edoardus menyorot klaim pemerintah terkait akses air bersih.
"Faktanya hingga saat ini warga Distrik Kaokonao dan Distrik Jita serta
sekitarnya masih kesulitan mendapatkan akses air bersih. Ini yang kami lihat
langsung di lapangan," katanya dalam rilis tertulis ke redaksi, Rabu
24/6/2026.
Kritik Klaim Penghargaan Pengurangan Pengangguran
Ia juga mengkritik klaim pemerintah daerah sebagai terbaik
pertama dalam pengurangan angka pengangguran. "Klaim penghargaan sebagai
terbaik pertama dalam pengurangan angka pengangguran kami nyatakan tidak sesuai
dengan kondisi nyata yang kami temui," tegas Edoardus.
Singgung Kasus 178 Pencari Kerja Disebut Tertipu
Edoardus menyebut bukti lapangan yang berbeda. "Bukti
nyata menunjukkan sedikitnya 178 pencari kerja justru tertipu dalam proses
penyaluran tenaga kerja. Ini data yang kami himpun dari laporan warga,"
ujarnya.
Kutip Pernyataan Kapolres Mimika Soal Kriminalitas
Dalam rilisnya, Edoardus mengaitkan kondisi ekonomi dengan
keamanan. "Bahkan Kapolres Mimika sendiri menyatakan bahwa tingginya angka
kriminalitas di wilayah Mimika ini salah satunya disebabkan oleh kondisi
ekonomi masyarakat yang belum membaik," katanya, merujuk pernyataan
Kapolres.
Tuntut Pemda: Stop Narasi, Benahi Lapangan
Ia menuntut perubahan pendekatan pemerintah daerah.
"Kami menuntut Pemerintah Daerah berhenti membuat narasi yang tidak sesuai
lapangan dan segera memperbaiki kenyataan di lapangan, bukan hanya mengejar
citra semata," desaknya.
Garis Bawah: Ini Penilaian Publik, Data Resmi di Tangan
Pemda
Edoardus menegaskan, seluruh penilaian yang disampaikan
merupakan aspirasi dan data yang dihimpun dari masyarakat. Data resmi,
realisasi program, dan capaian indikator kinerja pemerintah sepenuhnya
kewenangan dan dokumentasi Pemerintah Kabupaten Mimika. "Kami siap
berdialog jika ada data berbeda," katanya.
Dampak ke Publik: Kesenjangan Narasi dan Realita
Kesenjangan antara narasi pemerintah dan realita lapangan
memicu kekecewaan warga. Publik menuntut transparansi data pembangunan dan
realisasi program agar kepercayaan masyarakat tidak terkikis.
Pemkab Mimika Belum Beri Keterangan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum menerima
keterangan resmi dari Bupati Mimika, Sekda, atau OPD terkait penilaian Ketua
Pemuda Kei Mimika tersebut. Redaksi akan memuat hak jawab dan klarifikasi
Pemkab Mimika jika sudah dapat dikonfirmasi.
Penulis: Hend
Editor: GF