logo-website
Rabu, 22 Apr 2026,  WIT

Mahasiswa Papua Gagal Temui Wapres Gibran Rakabuming Raka, Aksi Dihadang Aparat

Dalam kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, pada 20–21 April, Forum Independen Mahasiswa West Papua menggelar aksi untuk menyuarakan tuntutan penutupan PT Freeport Indonesia

Papuanewsonline.com - 21 Apr 2026, 23:03 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Tampak Mahasiswa saat menyampaikan aspirasi tuntutan penutupan PT Freeport Indonesia dan darurat militer di tanah Papua.

Papuanewsonline.com, Mimika — Dalam kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, pada 20–21 April, Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIMWP) menggelar aksi untuk menyuarakan tuntutan penutupan PT Freeport Indonesia. Namun, aksi tersebut dihadang oleh aparat keamanan.


Koordinator aksi, Onan Kobogau, menyampaikan bahwa pihaknya berupaya menemui langsung Wakil Presiden guna menyampaikan aspirasi terkait situasi di Papua yang mereka sebut sebagai kondisi darurat. Namun, upaya tersebut gagal setelah massa dicegat saat hendak mendekati lokasi kunjungan.

“Kami ingin menyampaikan langsung kepada Wakil Presiden, tetapi kami dihalangi ketika mencoba masuk,” ujar Onan dalam pernyataannya.

Onan juga mengaku sempat mencoba menerobos pengamanan yang diperketat di sekitar lokasi. Aksi berlangsung dalam situasi tegang, meskipun tidak dilaporkan adanya bentrokan besar.

FIMWP menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk seruan kepada masyarakat luas, baik di tingkat internasional, nasional, maupun di tanah Papua, agar lebih memperhatikan isu-isu yang terjadi di wilayah tersebut.

Onan berharap pesan yang mereka sampaikan dapat diangkat oleh media sehingga menjadi perhatian publik yang lebih luas.

“Kami berharap pesan ini bisa tersampaikan melalui media kepada pihak internasional, nasional, maupun masyarakat di tanah Papua, agar dapat diketahui oleh publik,” tutupnya.

 

Penulis: Bim

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE