logo-website
Sabtu, 10 Jan 2026,  WIT

ODGJ Tewas Terpanah di Tengah Konflik Kwamki Narama, Diduga Hanya Melintas Tanpa Terlibat

Seorang perempuan dengan gangguan jiwa ditemukan meninggal dunia di jalan aspal Kampung Maleo saat aparat keamanan tengah melakukan penertiban di wilayah konflik Distrik Kwamki Narama, Mimika

Papuanewsonline.com - 05 Jan 2026, 19:38 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Seorang ODGJ bernama Aprilia Magai tampak terkapar di jalan aspal Kampung Maleo, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (5/1/2026)

Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Aprilia Magai menjadi korban tragis konflik antarkelompok yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika. Korban ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah anak panah tertancap di tubuhnya di jalan aspal Kampung Maleo pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIT.


Kapolsek Kwamki Narama Iptu Yusak Sawaki membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa korban bukan bagian dari kelompok yang sedang berkonflik. “Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Korban diduga hanya melintas di lokasi kejadian,” ujarnya.

Menurut keterangan kepolisian, korban diketahui sehari-hari sering berjalan ke sana kemari di wilayah Kwamki Narama dan sekitarnya. Saat kejadian berlangsung, tidak diketahui secara pasti siapa pelaku penyerangan, meskipun terdapat saksi yang sempat berteriak meminta agar korban tidak dipanah.

Peristiwa tersebut terjadi saat aparat keamanan tengah melakukan pembongkaran tenda-tenda perang di wilayah konflik sebagai bagian dari upaya penertiban dan pengamanan situasi. “Korban sempat melintas di sekitar lokasi dan bahkan meminta minum kepada aparat keamanan sebelum melanjutkan perjalanan ke arah wilayah kubu Newegalen,” jelasnya.

Setelah aparat keamanan meninggalkan lokasi pembongkaran, korban melanjutkan perjalanan menuju wilayah kubu Newegalen. Di wilayah tersebut, korban kemudian diserang dan dipanah hingga meninggal dunia di tempat.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi oleh aparat dan dibawa ke RSUD Mimika untuk penanganan lebih lanjut. Kepolisian juga melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban guna memastikan proses pemakaman dilakukan secara layak dan bermartabat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan keluarga agar korban tidak dibakar, karena korban bukan bagian dari konflik atau orang perang. Kami minta agar dimakamkan sesuai dengan tata cara agama,” tambah Kapolsek.

Peristiwa ini menambah daftar korban sipil dalam konflik Kwamki Narama dan menjadi perhatian serius aparat keamanan, terutama terkait perlindungan terhadap masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam pertikaian.

“Kami akan semakin memperketat pengamanan dan upaya untuk melindungi masyarakat non-konflik, khususnya kelompok rentan agar tidak lagi menjadi korban kekerasan,” tegas Iptu Yusak Sawaki. Aparat juga berkomitmen melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan pelaku mendapatkan sanksi hukum yang sesuai.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE