logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

Operasi Damai Cartenz Sepanjang 2025 Tekan KKB, Puluhan Anggota Diamankan dan Basis Dihancurkan

Langkah Terukur Aparat Gabungan TNI–Polri Dinilai Berhasil Mempersempit Ruang Gerak Kelompok Kriminal Bersenjata di Berbagai Wilayah Papua

Papuanewsonline.com - 30 Des 2025, 04:24 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Papuanewsonline.com, Papua – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz mencatat capaian signifikan dalam upaya penegakan hukum dan pemulihan keamanan di Papua sepanjang tahun 2025. Melalui serangkaian operasi gabungan bersama TNI dan Polri, aparat berhasil menekan aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selama ini meresahkan masyarakat.


Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa sebanyak 45 anggota KKB berhasil diamankan dalam berbagai operasi yang dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah wilayah rawan. Penindakan tersebut merupakan bagian dari strategi terpadu untuk memutus mata rantai kekerasan bersenjata di Tanah Papua.

Dari jumlah tersebut, 15 anggota KKB dilaporkan tewas karena melakukan perlawanan bersenjata saat hendak ditangkap oleh aparat. Sementara itu, 20 orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan sisanya masih dalam pengembangan dan pendalaman penyelidikan.

Selain penangkapan personel, Satgas Operasi Damai Cartenz juga berhasil menyita berbagai barang bukti strategis yang selama ini digunakan KKB untuk melancarkan aksi teror. Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi kapasitas tempur dan daya ancam kelompok bersenjata tersebut.

Barang bukti yang diamankan meliputi 29 pucuk senjata api, 45 buah magasin, dua unit bahan peledak, serta 4.194 butir amunisi. Aparat juga menyita berbagai senjata tajam, termasuk panah, yang kerap digunakan dalam konflik bersenjata di wilayah pedalaman.

Tidak hanya menyasar personel dan persenjataan, operasi penegakan hukum ini juga menargetkan basis logistik KKB. Sepanjang 2025, aparat berhasil membumihanguskan 14 markas KKB yang tersebar di sejumlah titik strategis, sebagai langkah memutus jalur suplai dan tempat persembunyian kelompok tersebut.

Penghancuran markas dinilai berdampak signifikan dalam mempersempit ruang gerak KKB dan melemahkan konsolidasi internal mereka. Aparat berharap tekanan berkelanjutan ini mampu menciptakan efek jera serta menurunkan intensitas gangguan keamanan di Papua.

Kombes Pol. Yusuf Sutejo menegaskan bahwa operasi akan terus dilanjutkan secara terukur dan profesional demi menjaga stabilitas keamanan. “Kami akan terus melakukan operasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Papua, serta melindungi warga sipil dari ancaman KKB,” tegasnya.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE