Konflik Kwamki Narama Kembali Memakan Korban, Tiga Warga Tewas dalam Sehari
Bentrok Antarkelompok di Distrik Kwamki Narama Terus Berulang Meski Aparat dan Pemerintah Daerah Telah Melakukan Upaya Pengamanan dan Perdamaian
Papuanewsonline.com - 29 Des 2025, 18:20 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Mimika – Konflik antarkelompok warga di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menelan korban jiwa. Pada Senin (29/12/2025), dua orang dilaporkan meninggal dunia, sehingga total korban tewas dalam satu hari mencapai tiga orang.
Dengan penambahan tersebut, jumlah korban jiwa akibat
konflik yang telah berlangsung sejak Oktober 2025 kini meningkat menjadi
sembilan orang. Aparat keamanan menyatakan situasi semakin memprihatinkan
karena bentrokan kembali terjadi meski berbagai upaya penanganan telah
dilakukan.
“Kita sangat prihatin dengan pertambahan korban — situasi
terus memburuk meskipun upaya sudah dilakukan,” ujar Kapolsek Kwamki Narama
Ipda Yusak Sawaki saat dikonfirmasi.
Bentrok terbaru dipicu kembali setelah prosesi pembakaran
jenazah korban yang meninggal sebelumnya. Dalam situasi duka tersebut, kedua
kelompok warga kembali terlibat saling serang, memicu jatuhnya korban tambahan
di lokasi konflik.
Dua korban terbaru diketahui berasal dari kubu Dang. Dengan
demikian, total korban jiwa hingga saat ini terdiri atas lima orang dari kubu
Dang dan empat orang dari kubu Newegalen, menjadikan konflik ini sebagai salah
satu yang paling mematikan di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.
Kabag Ops Polres Mimika AKP Henri Korwa menyampaikan bahwa
aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di lokasi konflik. “Anggota
masih siaga, barusan kami pisahkan mereka,” ujarnya, menjelaskan langkah cepat
yang dilakukan untuk mencegah bentrokan lanjutan.
Sebelumnya, aparat gabungan telah membongkar tenda perang,
menyita sejumlah alat perang tradisional, serta mengamankan beberapa oknum yang
diduga menjadi provokator. Namun demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya
mampu menghentikan rangkaian kekerasan yang terus berulang.
Di sisi lain, langkah perdamaian juga terus diupayakan oleh
pemerintah daerah. Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dilaporkan telah
memanggil keluarga dari kedua kubu yang bertikai guna mendorong penyelesaian
konflik secara damai dan menghentikan kekerasan.
“Kami berharap kedua pihak bisa mendengar panggilan damai
dan berhenti dari kekerasan,” pungkas Ipda Yusak. Aparat keamanan menegaskan
akan terus meningkatkan pengamanan demi mencegah jatuhnya korban tambahan dan
menjaga stabilitas keamanan di Kwamki Narama.
Penulis: Jid
Editor: GF