logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

Dominasi Generasi Muda Warnai KKB Papua, Pola Serangan Kian Agresif dan Sulit Diprediksi

Satgas Operasi Damai Cartenz Menilai Pergeseran Demografi Anggota KKB Mendorong Eskalasi Aksi Kekerasan serta Menuntut Peningkatan Kewaspadaan Aparat Keamanan di Papua

Papuanewsonline.com - 29 Des 2025, 10:30 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Pasukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terlihat dalam sebuah dokumentasi di wilayah Papua.

Papuanewsonline.com, Papua – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz mengungkapkan bahwa komposisi keanggotaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua saat ini didominasi oleh generasi muda. Pergeseran demografi tersebut dinilai berdampak langsung pada perubahan pola aksi KKB yang semakin agresif, cepat, dan sulit diprediksi sepanjang tahun 2025.


Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa keterlibatan anggota usia muda membuat intensitas serangan meningkat dan dilakukan tanpa memperhitungkan waktu maupun situasi sosial. Serangan kerap terjadi secara tiba-tiba, termasuk pada momentum hari besar keagamaan yang seharusnya berlangsung aman dan damai.

Selain aparat TNI dan Polri, sasaran kekerasan juga meluas ke warga sipil. Kelompok ini tercatat menyerang profesi yang memiliki peran penting dalam pelayanan publik, seperti tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, sehingga menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.


Satgas Damai Cartenz menilai bahwa motif utama dari rangkaian aksi kekerasan tersebut berkaitan dengan upaya menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian, baik di tingkat lokal maupun internasional. Pola ini memperlihatkan adanya strategi teror yang bertujuan menciptakan ketidakstabilan keamanan di wilayah Papua.

Data penanganan sepanjang 2025 menunjukkan aparat keamanan terus melakukan langkah penegakan hukum secara terukur. Satgas mencatat sebanyak 15 anggota KKB tewas dalam kontak senjata, sementara 20 lainnya berhasil ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai kasus kekerasan.

Selain penangkapan pelaku, aparat juga menyita sejumlah barang bukti berupa 29 pucuk senjata api, ribuan butir amunisi, serta berbagai perlengkapan pendukung aksi bersenjata. Upaya ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata tersebut.

Di ranah digital, Satgas Damai Cartenz mengidentifikasi lebih dari 44.000 tautan yang terafiliasi dengan propaganda dan dukungan terhadap KKB. Langkah pemantauan dan penindakan terhadap konten provokatif terus dilakukan guna menekan penyebaran narasi kekerasan dan separatisme.

Melalui operasi terpadu bersama TNI dan instansi terkait, Satgas Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua. Pendekatan penegakan hukum, pengamanan wilayah, serta pengendalian informasi menjadi bagian dari strategi berkelanjutan untuk meredam eskalasi kekerasan.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE