Dominasi Generasi Muda Warnai KKB Papua, Pola Serangan Kian Agresif dan Sulit Diprediksi
Satgas Operasi Damai Cartenz Menilai Pergeseran Demografi Anggota KKB Mendorong Eskalasi Aksi Kekerasan serta Menuntut Peningkatan Kewaspadaan Aparat Keamanan di Papua
Papuanewsonline.com - 29 Des 2025, 10:30 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Papua – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz mengungkapkan bahwa komposisi keanggotaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua saat ini didominasi oleh generasi muda. Pergeseran demografi tersebut dinilai berdampak langsung pada perubahan pola aksi KKB yang semakin agresif, cepat, dan sulit diprediksi sepanjang tahun 2025.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf
Sutejo, menjelaskan bahwa keterlibatan anggota usia muda membuat intensitas
serangan meningkat dan dilakukan tanpa memperhitungkan waktu maupun situasi
sosial. Serangan kerap terjadi secara tiba-tiba, termasuk pada momentum hari
besar keagamaan yang seharusnya berlangsung aman dan damai.
Selain aparat TNI dan Polri, sasaran kekerasan juga meluas ke warga sipil. Kelompok ini tercatat menyerang profesi yang memiliki peran penting dalam pelayanan publik, seperti tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, sehingga menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.

Satgas Damai Cartenz menilai bahwa motif utama dari
rangkaian aksi kekerasan tersebut berkaitan dengan upaya menunjukkan eksistensi
dan menarik perhatian, baik di tingkat lokal maupun internasional. Pola ini
memperlihatkan adanya strategi teror yang bertujuan menciptakan ketidakstabilan
keamanan di wilayah Papua.
Data penanganan sepanjang 2025 menunjukkan aparat keamanan
terus melakukan langkah penegakan hukum secara terukur. Satgas mencatat
sebanyak 15 anggota KKB tewas dalam kontak senjata, sementara 20 lainnya
berhasil ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai kasus
kekerasan.
Selain penangkapan pelaku, aparat juga menyita sejumlah
barang bukti berupa 29 pucuk senjata api, ribuan butir amunisi, serta berbagai
perlengkapan pendukung aksi bersenjata. Upaya ini dilakukan untuk mempersempit
ruang gerak kelompok bersenjata tersebut.
Di ranah digital, Satgas Damai Cartenz mengidentifikasi
lebih dari 44.000 tautan yang terafiliasi dengan propaganda dan dukungan
terhadap KKB. Langkah pemantauan dan penindakan terhadap konten provokatif
terus dilakukan guna menekan penyebaran narasi kekerasan dan separatisme.
Melalui operasi terpadu bersama TNI dan instansi terkait,
Satgas Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan
ketertiban masyarakat di Papua. Pendekatan penegakan hukum, pengamanan wilayah,
serta pengendalian informasi menjadi bagian dari strategi berkelanjutan untuk
meredam eskalasi kekerasan.
Penulis: Hendrik
Editor: GF