logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

Konflik Antarwarga Kwamki Narama Terus Memakan Korban Jiwa

Bentrok Berkepanjangan Sejak Oktober 2025 Picu Tujuh Kematian, Aparat Perkuat Upaya Pengamanan dan Perdamaian

Papuanewsonline.com - 29 Des 2025, 18:11 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Sejumlah warga terlihat berada di sekitar lokasi ritual pembakaran jenazah korban konflik di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (29/12/2025).

Papuanewsonline.com, Mimika – Konflik antarwarga yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, kembali menelan korban jiwa. Hingga akhir Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat bentrokan tersebut tercatat sebanyak tujuh orang sejak konflik mulai pecah pada Oktober lalu.


Korban terbaru diketahui bernama Dinus Kiwak dari kubu Dang. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Senin malam (29/12/2025) setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Mimika akibat luka panah yang dideritanya.

Kapolsek Kwamki Narama Ipda Yusak Sawaki menyampaikan keprihatinannya atas terus bertambahnya korban jiwa dalam konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa situasi ini menjadi perhatian serius aparat keamanan, mengingat konflik telah berlangsung cukup lama dan berulang kali memicu bentrokan lanjutan.

Konflik antar dua kelompok warga ini berawal dari persoalan perselingkuhan yang terjadi di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama. Meski sempat dilakukan berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan, konflik kembali memanas karena upaya perdamaian yang tidak berjalan efektif.

Dinus Kiwak diketahui sempat mengalami luka panah beberapa waktu sebelum meninggal dunia. Korban memilih menjalani pengobatan secara mandiri di rumah sebelum kondisinya memburuk dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Meski mendapat penanganan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Jenazah Dinus Kiwak kemudian dipulangkan ke rumah duka untuk prosesi adat. Keluarga melaksanakan ritual pembakaran jenazah sesuai tradisi setempat. Namun, di tengah prosesi tersebut, situasi keamanan kembali terganggu akibat bentrokan susulan antara kedua kelompok.

Bentrok kembali terjadi pada Senin pagi, saat kedua kubu saling menyerang menggunakan busur dan anak panah. Peristiwa ini semakin memperlihatkan rapuhnya kondisi keamanan di wilayah tersebut meskipun aparat terus melakukan pengamanan.

Dari data kepolisian, total tujuh korban meninggal dunia terdiri dari empat orang dari kubu Newegalen dan tiga orang dari kubu Dang. Aparat keamanan terus disiagakan untuk mencegah bentrokan lanjutan sekaligus meredam eskalasi konflik.

Polsek Kwamki Narama bersama unsur terkait terus mengintensifkan pendekatan persuasif dan pengamanan wilayah, dengan harapan kedua belah pihak dapat menghentikan kekerasan dan membuka ruang dialog demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE