Pendulang Emas Mimika Blokir Jalan, Polisi Lepaskan Gas Air Mata di Depan Toko Emas
Massa aksi membakar ban dan lempari aparat di kawasan Gorong-gorong Jalan Ahmad Yani, puluhan personel gabungan diterjunkan untuk kendalikan situasi hingga malam hari
Papuanewsonline.com - 24 Feb 2026, 04:13 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Timika – Aparat kepolisian di Kabupaten Mimika berjuang keras mengendalikan massa mayoritas pendulang emas tradisional yang melakukan aksi blokade jalan di kawasan Gorong-gorong, Jalan Ahmad Yani, pada hari Senin (23/2/26) siang.
Aksi ini dilakukan di depan toko emas di sekitar Pasar
Gorong-gorong, membuat lalu lintas terganggu signifikan.
Pengamatan di lokasi menunjukkan bahwa aparat kepolisian
berusaha membubarkan massa yang memblokir jalan dengan membakar ban bekas dan
menghalangi akses kendaraan.
Dalam upaya mengendurkan posisi massa yang mengamuk, pihak berwenang mengeluarkan gas air mata untuk mengendalikan situasi, sementara sebagian massa merespons dengan melemparkan batu ke arah petugas. Hingga malam hari, kedua belah pihak masih bersitegang di lokasi kejadian.

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman
mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan sekitar 50 personel gabungan
untuk mengamankan kawasan aksi.
"Kami telah mengirimkan sekitar 50 personel gabungan
untuk mengendalikan situasi dan menjaga keamanan di lokasi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan
koordinasi dengan sejumlah pemilik toko emas terkait untuk menangani kondisi
keamanan yang terjadi.
"Kita telah bekerja sama dengan beberapa pemilik toko
emas, dan merencanakan untuk membuka kembali operasional toko besok,"
terangnya.
Terkait adanya korban dalam insiden ini, pihak kepolisian
masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mendapatkan gambaran yang jelas.
Sampai malam hari, petugas kepolisian terus mendorong mundur
kelompok yang melakukan kerusuhan dan melemparkan batu ke arah aparat.
Aparat juga melakukan penyisiran di kawasan Jalan
Bougenville dan Jalan Leo Mamiri depan Kantor PLN, dengan menembakkan gas air
mata untuk mengendalikan situasi.
Beberapa orang telah diamankan dan dibawa ke tempat
penyelidikan untuk diperiksa lebih lanjut.
Penulis: Jid
Editor: GF