Penembakan Brutal KKB di Nabire: Satu Warga Tewas, Empat Lainnya Luka-Luka
Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Nabire bergerak cepat mengevakuasi korban dan memburu pelaku penyerangan bersenjata di jalur Kali Semen, Distrik Nabire Barat.
Papuanewsonline.com - 18 Okt 2025, 00:10 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Nabire – Suasana mencekam sempat menyelimuti wilayah Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, pada Jumat (17/10/2025) pagi. Sekitar pukul 10.00 WIT, sekelompok orang bersenjata yang diduga bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya melakukan aksi penembakan brutal terhadap warga sipil yang sedang melintas di jalur tersebut.
Aksi kekerasan ini menyebabkan satu warga meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka. Kendaraan jenis Hilux yang mereka tumpangi ditemukan dalam kondisi rusak parah, penuh lubang peluru di bagian bodi dan kaca depan.

Menurut keterangan sejumlah
saksi, korban tengah dalam perjalanan dari Nabire menuju area Wadio saat
tiba-tiba terdengar rentetan tembakan dari arah hutan di pinggir jalan. Panik,
sopir berusaha menambah kecepatan, namun beberapa peluru sempat menghantam
kendaraan dan mengenai penumpang di dalamnya.
“Suara tembakannya bertubi-tubi.
Kami langsung tiarap di bawah kursi mobil,” ungkap salah satu korban yang
berhasil selamat, masih dalam perawatan di RSUD Nabire.
Tak lama setelah kejadian, aparat
gabungan TNI–Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz tiba di
lokasi untuk mengamankan area serta mengevakuasi korban ke rumah sakit sekitar
pukul 11.05 WIT.
Berdasarkan data resmi yang
diterima dari pihak kepolisian, berikut daftar korban dalam insiden tersebut:
Masturiyadi (50 tahun) –
mengalami luka tembak di bagian belakang kepala kanan, meninggal dunia di
tempat (MD).
Yance Makai (38 tahun) – warga
Kalibobo Putaran 2, mengalami enam luka robek di lengan kiri, bawah ketiak, dan
perut kiri.
Aser Kegou (45 tahun) – warga SP2
Nabire Barat, mengalami luka tembak di lengan kiri.
Martinus Makai (42 tahun) –
seorang ASN, mengalami luka lecet di wajah akibat serpihan kaca.
Ari – warga Kelurahan Wonorejo,
mengalami luka tembak di kedua lengan.
Seluruh korban kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Nabire, sementara jenazah Masturiyadi telah disemayamkan di rumah duka untuk proses pemakaman keluarga.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen
Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan belasungkawa yang
mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa aparat keamanan akan
menindak tegas kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas aksi keji ini.
“Kami mengecam keras penembakan
terhadap warga sipil. Aparat gabungan telah bertindak cepat mengevakuasi
korban, dan kini kami fokus mengejar kelompok pelaku di wilayah perbukitan
sekitar Nabire Barat,” tegas Brigjen Faizal dalam keterangannya.
Sementara itu, Wakil Kepala
Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., memastikan bahwa pengamanan
di wilayah rawan telah diperketat.
“Kami meningkatkan patroli dan pengawasan di jalur-jalur strategis yang sering
dilalui masyarakat. Keamanan warga adalah prioritas utama,” ujarnya.
Hingga Jumat malam, situasi di
lokasi kejadian dilaporkan berangsur kondusif. Aparat masih melakukan penyisiran
dan pengejaran di sekitar lokasi yang diduga menjadi jalur pelarian kelompok
bersenjata. Selain itu, tim investigasi dari Operasi Damai Cartenz juga telah
diterjunkan untuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti.
Kapolres Nabire menyebut, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang belum pasti. Warga juga diimbau membatasi aktivitas di jalur-jalur sepi hingga situasi benar-benar aman.(GF)