Transmigrasi Baru: Bangun Ekonomi Dulu, Penduduk Mengikuti Secara Sukarela
Kementerian Transmigrasi meluncurkan paradigma baru pembangunan kawasan transmigrasi yang tidak lagi memindahkan penduduk terlebih dahulu.
Papuanewsonline.com - 26 Agu 2026, 17:42 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Jakarta — Kementerian Transmigrasi meluncurkan paradigma baru pembangunan kawasan transmigrasi yang tidak lagi memindahkan penduduk terlebih dahulu, melainkan menciptakan peluang ekonomi, pekerjaan, serta infrastruktur yang layak terlebih dahulu. Dengan demikian, masyarakat akan datang dan menetap secara sukarela karena melihat masa depan yang lebih baik. (24/8/26)
Pendekatan ini diharapkan mengubah kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif, berdaya saing, dan mensejahterakan warga secara berkelanjutan.
Pandangan ini sejalan dengan penilaian Prof. Soner Başkaya dari Universitas Glasgow yang menyebut transmigrasi baru Indonesia sebagai “program yang tepat pada waktu yang tepat”.
Menurutnya, posisi politik Indonesia yang netral, letak strategis, serta kekayaan sumber daya alam menempatkan Indonesia di posisi istimewa di tengah perubahan peta ekonomi dunia.
Namun peluang tersebut harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar angka investasi yang masuk.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa masa depan transmigrasi bukan lagi memindahkan orang lalu berharap peluang menyusul.
“Kita harus menciptakan peluang ekonomi, menyiapkan pekerjaan dan kehidupan yang layak, baru mobilitas penduduk mengikuti secara sukarela, aman, dan dengan kepastian masa depan,” ujarnya.
Pembangunan kawasan harus membangun ekosistem ekonomi lengkap, mulai dari riset, produksi, pengolahan, hingga pemasaran global.
Lima program unggulan menjadi jalan mewujudkan visi tersebut: Trans Tuntas menjamin kepastian lahan; Trans Lokal memberdayakan masyarakat setempat sebagai pelaku utama; Trans Patriot menghadirkan ilmu pengetahuan dan tenaga terampil; Trans Karya Nusantara mendorong investasi dan lapangan kerja lebih dulu; serta Trans Gotong Royong memperkuat kerja sama lintas sektor.
Semua itu bertujuan agar kawasan transmigrasi bukan sekadar pemukiman, melainkan pusat ekonomi yang tumbuh bersama masyarakat.
Penulis: Jid
Editor: OF