logo-website
Rabu, 26 Agu 2026,  WIT

Asap Karhutla Terbawa Angin Timuran, Kualitas Udara Timika Memburuk dan Ganggu Penerbangan

Kualitas udara di wilayah Timika, Kabupaten Mimika, kini mengalami penurunan yang cukup signifikan dan berdampak terhadap kenyamanan serta kesehatan warga.

Papuanewsonline.com - 26 Agu 2026, 18:32 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Dokumentasi

Papuanewsonline.com, Mimika — Kualitas udara di wilayah Timika, Kabupaten Mimika, kini mengalami penurunan yang cukup signifikan dan berdampak terhadap kenyamanan serta kesehatan warga. Kondisi ini dipicu perpaduan dua fenomena sekaligus: pengaruh El Nino yang memicu kemarau panjang dan kebakaran hutan, serta angin timuran yang membawa asap dari wilayah Papua Selatan hingga melintas ke Papua Tengah. (25/8/26) 

Asap kebakaran yang terjadi di Merauke ikut terbawa angin hingga melayang di udara Timika, demikian dijelaskan Prakirawan BMKG Mozes Kilangin Timika, Dwi Christanto.

Perpaduan asap tebal dan kabut turut mengganggu kelancaran penerbangan. Pada Senin, 24 Agustus 2026, pesawat Lion Air yang dijadwalkan mendarat pagi hari terpaksa dialihkan ke Bandara Sentani Jayapura karena jarak pandang turun drastis hingga hanya 800 meter. Kondisi ini perlahan membaik setelah pukul 07.30 WIT. 

Sementara itu, di wilayah Mimika sendiri tercatat satu titik berpotensi api di Distrik Hoya yang terus dipantau ketat agar tidak meluas.

Warga mulai berupaya melindungi diri dengan memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Sekolah pun ikut mengambil langkah perlindungan. 

Di SD Inpres Koperapoka 1, pihak sekolah telah mengimbau para siswa memakai masker dan berencana membagikannya secara cuma-cuma. 

Pemberitahuan juga telah dikirimkan kepada para orang tua agar turut menyiapkan perlindungan bagi anak-anak mereka sebelum berangkat ke sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Godfried Maturbongs, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak. 

Penularan penyakit pernapasan dapat berlangsung sangat cepat di lingkungan sekolah. 

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob meminta seluruh warga agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan, mengingat kondisi udara yang sudah memburuk dan wilayah tetangga yang kini sedang dilanda kebakaran.

Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE