logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

Warga Iwaka Gelar Upacara Adat Sambut Tahap Awal Pembangunan Markas Grup 6 Kopassus

Tradisi penyambutan di Distrik Iwaka menjadi penanda penghormatan pada nilai budaya lokal sekaligus ruang perjumpaan masyarakat adat, unsur TNI, dan pihak pelaksana pembangunan

Papuanewsonline.com - 21 Des 2025, 19:06 WIT

Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya

Masyarakat Distrik Iwaka saat melaksanakan upacara adat di wilayah Mimika, Papua Tengah, Minggu (21/12/2025).

Papuanewsonline.com, Mimika — Warga di Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menggelar upacara adat untuk menyambut pembangunan tahap awal Grup 6 Kopassus pada Minggu (21/12/25). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 orang yang terdiri atas masyarakat adat, personel Grup 6 Kopassus, serta pihak kontraktor pelaksana pembangunan.


Upacara adat dipimpin Komandan Grup 6 Kopassus, Brigjen TNI Richard Arnold Sangari, bersama Kepala Suku Iwaka, Elisius Awiyuta. Kehadiran unsur masyarakat dan pihak pelaksana pembangunan dalam satu rangkaian prosesi menjadi penanda bahwa kegiatan awal proyek ditempatkan dalam bingkai penghormatan pada adat setempat.

Dalam suasana upacara, Elisius Awiyuta menyampaikan, “Ini adalah momen penting bagi kami semua.” Pernyataan tersebut menggambarkan arti prosesi adat sebagai bagian dari cara masyarakat menandai peristiwa besar yang berkaitan dengan wilayah dan kehidupan sosial mereka.

Upacara ini disebut sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal sekaligus permohonan izin dan doa restu agar seluruh rangkaian pembangunan dapat berjalan aman, lancar, dan tanpa hambatan. Prosesi adat juga menjadi ruang penyelarasan agar kegiatan pembangunan berjalan seiring dengan norma dan tradisi masyarakat.

Kegiatan tersebut diharapkan mempererat hubungan antara satuan TNI dan masyarakat adat di wilayah Distrik Iwaka. Melalui momen bersama ini, komunikasi dan kedekatan sosial dinilai dapat terbentuk sejak tahap awal, sehingga kerja-kerja di lapangan berlangsung lebih tertib dan saling memahami.

Dengan pelaksanaan upacara adat, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis antara satuan TNI dan masyarakat adat, sehingga tercipta rasa saling menghormati, kebersamaan, dan kepercayaan. Sinergi antara TNI dan masyarakat disebut sebagai kunci keberhasilan pembangunan di wilayah tersebut.

Selain menjadi prosesi penyambutan, kegiatan ini juga dipandang sebagai simbol komitmen Grup 6 Kopassus dalam menjaga adat istiadat, melestarikan lingkungan, serta mendukung kelancaran pembangunan demi kepentingan bersama di masa mendatang. Pesan yang menonjol dalam kegiatan ini adalah pentingnya pembangunan yang berjalan sejalan dengan nilai lokal.

Brigjen TNI Richard Arnold Sangari menegaskan, “Kami berkomitmen untuk selalu menjaga hubungan baik dengan masyarakat Iwaka.” Pernyataan tersebut menutup rangkaian kegiatan dengan penekanan pada relasi yang diharapkan terus terjaga sepanjang proses pembangunan dan seterusnya.

 

Penulis: jid

Editor: GF

 

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE