logo-website
Selasa, 10 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Tinjau SMP Kemala Bhayangkari Karanganyar, Kapolri: Wujudkan Generasi Emas Papuanewsonline.com, Jateng - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau SMP Kemala Bhayangkari di Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng). Hal sebagaimana mengawal dan mendukung visi dari Presiden Prabowo Subianto. "Adanya SMP Kemala Bhayangkari ini untuk mewujudkan generasi emas sesuai visi Presiden Prabowo Subianto," kata Sigit, Jumat (7/11/2025).Dalam kunjungannya, Sigit melakukan peninjauan aktivitas belajar di ruang kelas SMP Kemala Bhayangkari serta menyaksikan para murid menerima program MBG.Pada kesempatan ini, dilakukan juga penyerahan paket alat tulis kepada para siswa berisi buku gambar, buku tilis, penggaris, bolpoint, pensil, penghapus, dan stabilo.SMP Kemala Bhayangkari ini juga sudah mendapat surat rekomendari dari Dinas Pendidikan Kebudayaan tentang sekolah layak untuk kegiatan belajar mengajar di gedung baru tahun ajaran 2025/2026. Program unggulan sekolah ini yakni penguatan karakter kebhayangkaraan, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan murid.Total ada 5 tenaga kependidikan dan 11 tenaga pendidik di SMP Kemala Bhayangkari ini. Tiap kelas nantinya terdiri dari 32 siswa. SMP Kemala Bhayangkari ini juga sudah mendapat berbagai sertifikat yakni Sertifikat Penghargaan Sekolah Sehat Stratifikasi Standar, Sertifikat Laik Operasi Instalasi Kelistrikan. Sertifikat Sekolah Ramah Anak, Sertifikat Sekolah Unggul, Sertifikat Adiwiyata Teks, Sertifikat Nomor Pokok Perpustakaan, Sertifikat Pengelolaan UKS, Sertifikat Gerakan Pramuka, Sertifikat Kelayakan Air Tanah oleh PDAM, Sertifikat telah dilakukannya Sosialisasi dan Simulasi Bencana dari BPBD, Sertifikat Penghargaan Prestasi Siswa.Sigit hadir didampingi Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dan Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Juliati Sigit Prabowo. PNO-12 07 Nov 2025, 18:25 WIT
1.156 Perwira Polri Resmi Dilantik Sebagai Lulusan Sekolah Inspektur Polisi Papuanewsonline.com, Sukabumi – Sebanyak 1.156 perwira Polri resmi dilantik sebagai lulusan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-54 Gelombang II Tahun Anggaran 2025, terdiri dari 1.099 polisi laki-laki (polki) dan 57 polisi wanita (polwan). Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., di Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi. Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa para perwira baru tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus segera menunjukkan perubahan nyata di lapangan. “Hari ini bukan hanya pelantikan pangkat, tetapi titik awal perubahan. Masyarakat menunggu aksi, bukan janji. Tunjukkan di lapangan bahwa kehadiran kalian membawa perbaikan nyata bagi wajah Polri,” tegasnya.Selama empat bulan pendidikan di Sekolah Inspektur Polisi, para peserta dibekali pengetahuan kepemimpinan dan keterampilan teknis kepolisian. Namun Wakapolri menegaskan, ujian sesungguhnya dimulai setelah mereka kembali ke satuan tugas masing-masing. Perwira Polri tidak lagi hanya sebagai pelaksana perintah, tetapi menjadi pengendali di lapangan yang mampu membimbing anggota, menjaga standar pelayanan, dan memastikan kebijakan pimpinan dijalankan dengan baik di tingkat operasional. “Sekarang kalian bukan lagi pelaksana, tetapi pengendali di lapangan. Bimbing anggota, jaga standar pelayanan, dan pastikan setiap kebijakan diterjemahkan menjadi tindakan. Jangan biarkan teori berhenti di ruang kelas,” pesan Komjen Pol Dedi.Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang perwira tidak diukur dari banyaknya laporan atau penghargaan, melainkan dari seberapa besar perubahan yang dirasakan masyarakat di lingkungan tugasnya. Saat ini, Polri sedang menghadapi tantangan besar dalam memulihkan kepercayaan publik setelah berbagai dinamika dan penurunan citra yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Untuk menjawab tantangan itu, Polri telah mencanangkan program Quick Wins Akselerasi Transformasi dan menerbitkan buku Do’s and Don’ts sebagai panduan perilaku anggota. Namun Wakapolri mengingatkan agar langkah tersebut tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan langsung dalam pelayanan di lapangan. “Quick Wins bukan di atas kertas. Ukurannya sederhana: masyarakat merasa aman, dilayani dengan hormat, dan percaya bahwa polisi bekerja untuk mereka,” ujarnya.Lebih lanjut, Wakapolri menyoroti pentingnya memperkuat pelayanan publik melalui optimalisasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan fungsi PAMAPTA (Patroli dan Pengamanan Tempat). Kedua unit ini menjadi garda terdepan citra Polri di mata masyarakat. Sebagian besar lulusan SIP akan ditempatkan di fungsi tersebut untuk menunjukkan perubahan nyata dalam pola pelayanan. “Mulai dari SPKT dan PAMAPTA, ubah cara kerja, ubah cara melayani. Datangi masyarakat lebih dulu, tanggapi cepat laporan, dan pastikan setiap warga merasakan kehadiran Polri yang manusiawi dan tanggap,” tegasnya. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menampilkan wajah baru pelayanan Polri yang humanis, profesional, dan cepat tanggap terhadap keluhan publik.Selain memperbaiki pelayanan, Polri juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana dan kejahatan nasional. Dalam sebulan terakhir, tercatat 228 kejadian bencana di berbagai daerah dengan total kerugian mencapai Rp129 miliar. Wakapolri menegaskan bahwa Polri harus selalu hadir di garis depan untuk membantu masyarakat dan memastikan keamanan tetap terjaga. Ia juga menyoroti tiga prioritas nasional yang harus menjadi fokus seluruh jajaran: pemberantasan narkoba, penindakan penyelundupan, dan perang terhadap judi online. “Tiga hal ini tidak bisa ditunda. Tindakan tegas dan akuntabel harus segera dilakukan di lapangan. Jangan tunggu perintah inisiatif adalah bentuk pengabdian,” tegasnya.Dalam menghadapi tantangan era digital, Wakapolri juga mengingatkan agar seluruh perwira bijak menggunakan media sosial. Di era post-truth, reputasi Polri bisa dibangun atau dihancurkan hanya dengan satu unggahan. Karena itu, ia meminta agar seluruh anggota menjaga nama baik pribadi dan institusi, serta menggunakan media sosial untuk menebarkan kepercayaan publik. “Reputasi Polri tidak hanya dibangun di kantor, tetapi juga di ruang digital. Gunakan media sosial untuk menebar kepercayaan, bukan kontroversi,” pesannya.Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa pelantikan ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian baru sebagai perwira Polri yang berintegritas, empatik, dan profesional. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan polisi yang sempurna, tetapi polisi yang hadir, peduli, dan dapat diandalkan. “Jangan tunggu momentum. Ciptakan momentum dari lapangan. Kepercayaan publik hanya bisa diraih dengan tindakan yang konsisten, sopan, dan sigap. Tunjukkan bahwa kalian adalah perwira Polri yang hadir membawa solusi, bukan sekadar seragam baru,” pungkasnya.Dengan semangat tersebut, Polri menegaskan bahwa kehadiran 1.158 perwira baru lulusan Sekolah Inspektur Polisi Angkatan ke-54 Gelombang II akan menjadi motor penggerak perubahan nyata dalam tubuh Polri. Mereka diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan publik melalui pelayanan yang cepat, humanis, dan berintegritas, serta menjadi wajah baru Polri yang siap hadir dan bekerja langsung untuk masyarakat. PNO-12 07 Nov 2025, 17:08 WIT
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto Hadiri Ritual Sakral Ma’atenu Pakapita Papuanewsonline.com, Haruku – Negeri Pelauw, Pulau Haruku, menjadi pusat perhatian publik pada Kamis (6/11/2025) saat pergelaran akbar Budaya Tenun Matasiri 2025 digelar dengan penuh kemegahan dan khidmat. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama sejumlah pejabat utama Polda Maluku.Pergelaran budaya ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi ritual sakral tiga tahunan yang dikenal sebagai Ma’atenu Pakapita, sebuah warisan leluhur masyarakat Negeri Pelauw yang menandai proses spiritual dalam tradisi tenun Matasiri. Ritual ini menjadi simbol ketekunan, kesabaran, serta identitas perempuan Maluku yang diwariskan lintas generasi.Dengan mengusung tema “Tumbuh Bersama Majukan Budaya”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kearifan lokal dan membangun kesadaran kolektif untuk melestarikan budaya sebagai kekuatan bangsa.Kapolda Maluku menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya dan penguatan keamanan masyarakat berbasis nilai-nilai lokal.“Budaya adalah pondasi peradaban. Dengan menghargai tradisi, kita memperkuat harmoni dan menegakkan ketertiban di tengah masyarakat,” tegas Irjen Pol Dadang Hartanto di sela kegiatan.Dalam pergelaran yang berlangsung meriah namun sarat makna itu, tampak hadir Pangdam XV/Pattimura beserta jajaran, Wakil Gubernur Maluku, Anggota DPD RI Basri Latuconsina, serta perwakilan Kajati Maluku, pejabat TNI-Polri, tokoh adat, dan pimpinan daerah se-Maluku, termasuk Kapolresta Ambon & Pulau-Pulau Lease, Bupati Maluku Tengah, Bupati Buru, Wakil Bupati SBT, Wakil Wali Kota Ambon, serta Raja Negeri Pelauw selaku tuan rumah.Kehadiran berbagai unsur pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat adat memperlihatkan soliditas lintas sektor dalam menjaga kelestarian nilai-nilai budaya yang menjadi dasar harmoni sosial.“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut merawat warisan kultural. Tradisi seperti Ma’atenu Pakapita adalah aset bangsa yang harus dijaga karena di dalamnya terdapat nilai gotong royong, persaudaraan, dan kedamaian,” lanjut Kapolda.Pergelaran Budaya Tenun Matasiri 2025 menjadi titik temu antara budaya dan keamanan, menegaskan bahwa pembangunan bangsa tak hanya berbasis ekonomi, tapi juga identitas dan nilai kemanusiaan yang hidup di masyarakat.Ritual Ma’atenu Pakapita di Negeri Pelauw bukan sekadar peristiwa budaya, melainkan refleksi dari ketahanan sosial masyarakat Maluku yang berakar kuat pada tradisi. Kehadiran Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto dalam kegiatan ini menunjukkan paradigma baru Polri dari sekadar aparat penegak hukum menjadi institusi yang turut menjaga jati diri bangsa melalui pendekatan kultural.Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab komunitas adat, tetapi merupakan bentuk nyata dari ketahanan nasional yang berakar pada nilai-nilai lokal. Di tengah arus modernisasi, kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat adat seperti yang terlihat di Pelauw menjadi contoh nyata bahwa keamanan dan kebudayaan dapat berjalan beriringan. PNO-12 07 Nov 2025, 16:54 WIT
Polres Maluku Tenggara Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Dana Desa Watkidat, Negara Rugi Rp633 Juta Papuanewsonline.com, Malra – Kepolisian Resor (Polres) Maluku Tenggara menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Ohoi (APBO) Tahun Anggaran 2022 dan 2023 di Desa/Ohoi Watkidat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara.Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi, S.Pt., S.I.K., mengungkapkan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sekitar 63 saksi, satu orang ahli, serta penyitaan sejumlah barang bukti berupa surat dan dokumen yang terkait dengan penggunaan anggaran desa.“Berdasarkan hasil penyidikan dan perhitungan kerugian keuangan negara oleh Inspektorat Kabupaten Maluku Tenggara, ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp633.370.500 yang terdiri dari Rp385.690.000 pada tahun anggaran 2022 dan Rp247.680.500 pada tahun anggaran 2023,” jelas Kapolres.Dua tersangka masing-masing berinisial J.F. (Kepala Ohoi Watkidat) dan B.F. (Kaur Keuangan/Bendahara Ohoi Watkidat). Keduanya diduga telah mengelola keuangan desa tanpa melibatkan perangkat ohoi lainnya, serta melakukan sejumlah tindakan melawan hukum yang menyebabkan terjadinya belanja fiktif, mark-up harga, dan kekurangan belanja berdasarkan nota maupun kwitansi yang tercantum dalam dokumen laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.“Perbuatan kedua tersangka ini jelas bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa. Mereka diduga kuat memperkaya diri sendiri dan orang lain, sehingga menyebabkan kerugian bagi keuangan negara,” tambah Kapolres.Hasil penyidikan Tim Tipikor Polres Maluku Tenggara yang disertai lebih dari dua alat bukti menguatkan adanya dugaan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Primair Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.Secara subsidiair, tersangka juga dijerat dengan Pasal 3 Jo. Pasal 18 undang-undang yang sama Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.Selanjutnya, pada 30 Oktober 2025, berkas perkara atas nama kedua tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Maluku Tenggara untuk proses hukum lebih lanjut.“Polres Maluku Tenggara berkomitmen menegakkan hukum secara profesional dan transparan. Kami tidak akan mentolerir praktik korupsi sekecil apa pun, terutama yang merugikan masyarakat desa,” tegas AKBP Rian Suhendi.Polres Maluku Tenggara memastikan bahwa penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional pemberantasan korupsi dan upaya menjaga integritas penggunaan dana desa agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.Kasus korupsi dana desa seperti yang terjadi di Ohoi Watkidat kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap penggunaan dana publik di tingkat desa. Transparansi, partisipasi masyarakat, dan akuntabilitas aparatur desa menjadi kunci mencegah terulangnya penyimpangan serupa di masa mendatang. PNO-12 07 Nov 2025, 07:07 WIT
Polri Kerahkan Brimob untuk Evakuasi dan Pengamanan Pascagempa di Tarakan Papuanewsonline.com, Tarakan - Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Korps Brimob Polri bergerak cepat melakukan langkah tanggap darurat pascagempa bumi berkekuatan 4,5 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Tarakan dan sekitarnya, pada Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 17.40 WITA.Berdasarkan laporan awal, gempa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan rumah warga mengalami kerusakan, meski hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa.Sebagai respon cepat, Brimob Polri mengerahkan 1 SST Kompi 2 Yon A Tarakan dan 1 SST dari Detasemen Gegana untuk melaksanakan evakuasi warga terdampak serta patroli pengamanan di sejumlah titik rawan, termasuk di sekitar swalayan yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan.Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali, serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas seperti penjarahan di area terdampak bencana.Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik menyampaikan bahwa Polri melalui satuan Brimob terus bersiaga untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.“Polri, khususnya Korps Brimob, langsung diterjunkan ke lokasi gempa untuk membantu proses evakuasi dan memastikan keamanan warga. Saat ini, personel di lapangan juga melakukan patroli di area yang mengalami kerusakan untuk mencegah potensi penjarahan,” ujar AKBP Erwin S. Manik.Ia menegaskan bahwa penanganan situasi dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.“Langkah cepat ini merupakan bagian dari komitmen Polri hadir di tengah masyarakat, terutama saat situasi darurat. Kami terus memonitor perkembangan di Tarakan dan siap menambah personel bila dibutuhkan,” tambahnya. PNO-12 06 Nov 2025, 19:45 WIT
Pimpin Sertijab dan Pengantar Purna Tugas, Kadivhumas Polri Tekankan Semangat Kebersamaan Papuanewsonline.com, Jakarta - Divisi Humas Polri menggelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Karo Multimedia serta pengantar purna bakti bagi sejumlah personel, bertempat di Aula Rastra Sewakottama Gedung Divhumas Polri, Kamis (6/11/2025). Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dipimpin langsung oleh Kadivhumas Polri, Irjen Pol. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.Serah terima jabatan dilakukan dari Irjen Pol. Gatot Repli Handoko, S.I.K. yang mendapat promosi menjadi Dosen Utama Tk. I STIK Lemdiklat Polri kepada Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi, S.H., S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya. Mutasi jabatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025.Selain itu, kegiatan juga dirangkai dengan pengantar purna bakti kepada tiga personel Divhumas Polri yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya, yakni Kombes Pol. (Purn) Ir. Pertiwi Sitardhani, AKBP (Purn) Drs. Suwanda, M.Si., dan Penata Dwi Restuadi.Acara dihadiri oleh para Karo, Penata Kehumasan Utama, para Kabag, Penata Kehumasan Madya, serta seluruh personel Divisi Humas Polri. Momentum tersebut menjadi wujud penghargaan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan para personel selama bertugas di lingkungan Divhumas Polri.Dalam sambutannya, Kadivhumas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan sinergi dalam menjaga soliditas organisasi. Ia menyebut bahwa kekuatan Divisi Humas Polri lahir dari kerja kolektif seluruh personel, bukan dari individu semata.“Kehebatan Humas adalah karena hebatnya anak buah kita. Baik di tingkat PNS, Bintara, Perwira, Pamen, maupun Pati, semuanya memiliki peran yang sama. Ibarat puzzle, setiap bagian jika digabungkan akan membentuk satu kekuatan besar,” ujar Kadivhumas.Mengakhiri sambutannya, Kadivhumas mengingatkan seluruh personel agar senantiasa berbuat dan memberikan yang terbaik dalam setiap tugas."Maka itu, orang-orang baik adalah hatinya baik, dan orang yang baik pasti akan beri kerja yang terbaik,” pesannya disambut tepuk tangan hangat dari seluruh peserta acara.Acara kemudian diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama, sebagai simbol kebersamaan dan apresiasi terhadap dedikasi para pejabat dan personel yang telah mengabdi bagi Divisi Humas Polri. PNO-12 06 Nov 2025, 18:35 WIT
Gubernur Fakhiri Tegaskan di Hadapan Menko Polkam dan Kepala BIN: Papua Adalah Berkah Indonesia Papuanewsonline.com, Jayapura — Dalam suasana hangat dan penuh rasa kebersamaan, Gubernur Papua, Komjen Pol (P) Mathius D. Fakhiri, S.I.K., M.H., menyampaikan pesan penuh makna di hadapan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, M.A., M.Sc. Acara tersebut berlangsung di Gedung Negara Jayapura, Rabu (5/11/2025) malam, dalam rangkaian jamuan makan malam bersama Forkopimda Papua dan jajaran pejabat pemerintah pusat. Dalam sambutannya, Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa Papua bukan hanya bagian dari Indonesia, melainkan sebuah berkah bagi negeri ini. “Papua bukan hanya bagian dari Indonesia, Papua adalah berkat bagi Indonesia. Dari sinilah matahari pertama menyapa nusantara, dan dari tanah ini pula doa-doa untuk negeri ini tetap kokoh, adil, dan penuh kasih di tengah keberagaman,” tutur Fakhiri yang disambut tepuk tangan panjang dari para tamu. Pernyataan ini menjadi refleksi atas semangat kebangsaan, persaudaraan, dan kesetiaan rakyat Papua terhadap NKRI, sekaligus menegaskan peran strategis Papua sebagai wilayah yang kaya budaya, sumber daya, dan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi. Gubernur Fakhiri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian besar yang terus diberikan oleh pemerintah pusat terhadap pembangunan Papua. Menurutnya, kehadiran Menko Polkam dan Kepala BIN di Tanah Papua bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi bukti nyata dari komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas, memperkuat keamanan, dan mempercepat kemajuan pembangunan di wilayah paling timur Indonesia itu. “Kehadiran Bapak Menko Polkam dan Bapak Kepala BIN adalah bukti nyata bahwa Papua tidak pernah ditinggalkan. Papua dijaga, didampingi, dan terus dibangun dalam semangat kebersamaan NKRI,” ujarnya. Gubernur juga menilai bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan Papua yang damai, sejahtera, dan penuh harapan. Dalam pidatonya, Fakhiri menyoroti keunikan dan kekuatan sosial budaya Papua yang menjadi fondasi keharmonisan masyarakatnya. Ia menegaskan bahwa perbedaan di Papua bukan sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang mempererat persaudaraan. “Di sini, perbedaan bukan alasan untuk berjarak, tetapi jembatan untuk saling mengenal dan menguatkan. Itulah sebabnya kami selalu berkata: Papua cerah dalam kasih, menembus segala perbedaan,” ungkap Fakhiri penuh makna. Ungkapan itu mencerminkan semangat toleransi dan inklusivitas masyarakat Papua, yang menjadi cerminan keindahan Indonesia dalam bingkai kebhinekaan. Usai sambutan Gubernur Fakhiri, Menko Polkam Djamari Chaniago memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan pandangan Gubernur Papua yang disebutnya “menyentuh hati bangsa”. Ia menilai bahwa apa yang disampaikan Fakhiri adalah gambaran nyata tentang kedewasaan politik dan kematangan sosial masyarakat Papua dalam membangun daerah dengan hati. Kepala BIN Muhammad Herindra turut menyampaikan hal senada, menegaskan bahwa Papua adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan Indonesia menuju masa depan yang damai dan sejahtera. Ia menekankan pentingnya peran semua pihak untuk menjaga keamanan dan keharmonisan sosial di tanah Papua sebagai prasyarat utama pembangunan. Jamuan makan malam diakhiri dengan doa bersama dan foto kenangan antara Gubernur Papua, Menko Polkam, Kepala BIN, serta jajaran Forkopimda. Malam itu menjadi bukti nyata bahwa Papua adalah tanah berkat, tempat di mana perbedaan melebur menjadi kekuatan, dan di mana persaudaraan menjadi dasar dari pembangunan yang berkelanjutan. “Selama kita bersatu dalam kasih dan bekerja dengan hati, Papua akan terus bersinar sebagai berkat bagi Indonesia,” tutup Fakhiri dengan penuh keyakinan.     Penulis: Jid Editor: GF 06 Nov 2025, 10:51 WIT
Pemerintah Pusat Tegaskan Dukungan Penuh bagi Kreativitas Pemuda Papua Papuanewsonline.com, Jayapura — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Jayapura saat jajaran pemerintah pusat menggelar kegiatan ramah tamah dengan masyarakat dan pemuda Papua, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, bersama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, M.A., M.Sc., serta Gubernur Papua, Komjen Pol (P) Matius D. Fakhiri, S.I.K., M.H. Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong kreativitas generasi muda Papua sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri memberikan apresiasi tinggi kepada para pemuda yang terus menunjukkan semangat, dedikasi, dan kreativitasnya untuk membangun Tanah Papua. Ia menyebut generasi muda saat ini sebagai “Generasi Emas Papua 45” — simbol semangat baru yang siap membawa perubahan positif bagi daerah dan Indonesia. “Generasi emas Papua 45, belajar terus, berkreatif untuk bangsa dan negara Republik Indonesia, untuk tanah Papua yang kita cintai. Sukses untuk tanah Papua,” ujar Fakhiri penuh semangat. Fakhiri menegaskan bahwa masa depan Papua berada di tangan anak muda yang berani berinovasi dan menciptakan peluang. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan ruang dan dukungan bagi berkembangnya ide, bakat, dan potensi para pemuda di berbagai bidang — mulai dari ekonomi kreatif, pendidikan, teknologi, hingga kewirausahaan berbasis lokal. Sementara itu, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menindaklanjuti berbagai masukan dan aspirasi yang diterima selama rangkaian kunjungan kerja di Papua. Ia menilai, apa yang disampaikan masyarakat dan generasi muda Papua merupakan gagasan-gagasan berharga yang harus diwujudkan melalui kebijakan nyata. “Ada kelanjutan pasti. Kami datang ke sini bukan hanya untuk melihat, tetapi juga untuk mendengar dan menangkap aspirasi dari masyarakat Papua. Banyak masukan yang positif, dan semua itu pasti akan kami tindak lanjuti,” tegas Djamari. Ia juga memuji soliditas pemerintah daerah serta peran aktif anak muda Papua dalam berbagai sektor pembangunan. Menurutnya, kekuatan utama Papua bukan hanya pada kekayaan alam, tetapi juga pada kreativitas manusianya yang terus berkembang seiring kemajuan zaman. “Saya melihat semangat luar biasa dari anak-anak muda Papua. Mereka bukan hanya memiliki bakat, tetapi juga tekad untuk memajukan daerahnya. Itu aset besar yang harus kita jaga dan dukung bersama,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Kepala BIN, Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, menambahkan bahwa kreativitas dan produktivitas pemuda Papua merupakan bagian penting dari stabilitas dan ketahanan nasional. Ia menekankan bahwa keamanan dan kemajuan Papua tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada keaktifan masyarakat — khususnya generasi muda — dalam membangun masa depan daerahnya sendiri. Herindra juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua dan jajaran Forkopimda atas kolaborasi yang solid dalam menciptakan suasana kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia di Bumi Cenderawasih. Pemerintah pusat berkomitmen untuk memastikan pembangunan di Papua berjalan berkelanjutan, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu fokus utama ke depan adalah mengembangkan ekosistem yang mendukung kreativitas dan inovasi anak muda, baik melalui pelatihan, pendanaan, maupun akses pasar bagi produk lokal. Rangkaian kegiatan ramah tamah ini pun diakhiri dengan foto bersama antara Menko Polkam, Kepala BIN, Gubernur Papua, dan para pemuda yang hadir. Momen tersebut menjadi simbol kuatnya semangat kolaborasi dan harapan baru untuk Papua yang damai, maju, dan berdaya saing tinggi. “Pemerintah pusat dan daerah akan terus bergandengan tangan. Anak muda Papua harus tetap percaya diri, terus belajar, terus berkarya, dan jangan pernah berhenti bermimpi untuk memajukan tanah kelahiranmu,” tutup Djamari penuh optimisme.     Penulis: Jid Editor: GF 06 Nov 2025, 10:46 WIT
Menko Polkam Kagum dengan Kreativitas Pemuda Papua di PYCH Papuanewsonline.com, Jayapura — Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH) di Kota Jayapura, Rabu (5/11/2025), saat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Djamari Chaniago, melakukan kunjungan kerja dan bertemu langsung dengan para pemuda kreatif Papua. Kunjungan ini menjadi salah satu agenda penting Menko Polkam selama berada di Bumi Cenderawasih. Ia datang tidak hanya untuk melihat fasilitas, tetapi juga menyerap semangat, ide, dan inovasi dari generasi muda Papua yang telah membuktikan diri sebagai motor penggerak kreativitas di wilayah timur Indonesia. Disambut langsung oleh Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kunjungan ini berlangsung dalam suasana akrab dan penuh apresiasi. Para pemuda yang tergabung di PYCH tampak antusias menunjukkan hasil karya mereka, mulai dari kerajinan tangan, produk fesyen, kuliner khas, hingga karya teknologi dan digital kreatif. Menko Polkam Terkesima Lihat Hasil Karya Anak Muda Papua Dalam kesempatan itu, Menko Polkam Djamari Chaniago mengaku terkagum-kagum dengan perkembangan pesat PYCH yang kini menjadi wadah ekspresi dan inovasi pemuda Papua sejak diresmikan dua tahun lalu. “Saya bersama Bapak Kabin datang ingin bersilaturahmi, ingin bertemu langsung dengan para pemuda di PYCH ini,” ujar Djamari dalam sambutannya. “Saya kagum melihat bangunan ini yang sudah berdiri dua tahun dan berkembang begitu pesat. Begitu banyak kreativitas luar biasa yang lahir dari tangan anak muda Papua. Alangkah indahnya melihat semangat seperti ini,” lanjutnya dengan wajah penuh kekaguman. Menko Polkam juga terlihat menyempatkan diri melihat hasil karya baju dan produk mode buatan pemuda Papua yang menggabungkan motif tradisional dan desain modern. Ia tak ragu memuji karya tersebut sebagai bentuk inovasi yang mengangkat identitas budaya lokal ke tingkat nasional bahkan internasional. Dalam arahannya, Djamari menegaskan bahwa pemuda adalah kekuatan utama bangsa, termasuk di Papua. Ia mengutip kalimat legendaris Bung Karno, “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncang dunia,” untuk menegaskan keyakinannya akan potensi generasi muda di Tanah Papua. “Papua memiliki potensi anak muda yang luar biasa. Mereka bukan hanya kreatif, tetapi juga punya semangat juang tinggi untuk membangun daerahnya,” ujarnya. “Tugas pemerintah adalah memberi mereka ruang, dukungan, dan kesempatan agar ide-ide besar mereka bisa tumbuh menjadi karya nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Menurut Djamari, kreativitas dan inovasi yang tumbuh di PYCH menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan pembangunan berbasis potensi lokal dan sumber daya manusia muda dapat menghasilkan dampak positif. Ia pun mendorong pemerintah daerah agar lebih aktif membina dan melibatkan pemuda dalam program pembangunan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat. Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, yang mendampingi Menko Polkam selama kunjungan, mengungkapkan rasa bangganya terhadap eksistensi PYCH yang kini menjadi ikon kreativitas dan pusat inovasi pemuda Papua. “PYCH adalah bukti bahwa anak muda Papua mampu bersaing dan berkreasi. Pemerintah daerah akan terus mendukung keberlanjutan tempat ini agar menjadi wadah yang melahirkan lebih banyak inovator muda,” kata Gubernur Fakhiri. Selain menjadi ruang kreatif, PYCH juga telah menjadi pusat pembinaan ekonomi dan pelatihan kewirausahaan, tempat anak muda Papua belajar membangun usaha berbasis potensi daerah, seperti kuliner khas, kerajinan tangan, hingga digital marketing. Kunjungan Menko Polkam ini menegaskan kehadiran pemerintah pusat di tengah-tengah generasi muda Papua, bukan sekadar dalam bentuk program, tetapi juga dalam dukungan nyata terhadap karya dan masa depan mereka. Menutup kunjungannya, Djamari Chaniago berpesan kepada seluruh pemuda Papua agar tidak berhenti bermimpi dan terus menciptakan karya yang membawa kebanggaan bagi Tanah Papua dan Indonesia. “Kreativitas kalian adalah cahaya bagi masa depan Papua. Teruslah berkarya, berinovasi, dan jadilah inspirasi bagi Indonesia dari ujung timur negeri ini,” tutup Menko Polkam dengan penuh semangat. Penulis: Jid Editor: GF   06 Nov 2025, 10:38 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT