logo-website
Selasa, 10 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Gubernur Papua Sambut Kedatangan Menko Polkam Djamari Chaniago Papuanewsonline.com, Jayapura — Suasana hangat mewarnai Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Rabu (5/11/2025) pagi ketika Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua menyambut langsung kedatangan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Djamari Chaniago. Kunjungan kerja Menko Polkam ini menjadi momentum penting dalam memastikan kondisi keamanan, stabilitas sosial, dan percepatan pembangunan di Provinsi Papua berjalan sesuai arah kebijakan nasional. Dalam sambutannya, Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa kehadiran Menko Polkam di Papua merupakan bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap Tanah Papua. “Kami sangat menghargai kunjungan Menko Polkam ke Papua. Ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mengawal pembangunan dan stabilitas di wilayah ini,” ujar Gubernur Fakhiri saat menyambut rombongan Menko Polkam di ruang VIP Bandara Sentani. Setelah prosesi penyambutan, rombongan Menko Polkam melanjutkan agenda ke Papua Youth Creative Hub (PYCH) di Kota Jayapura. Di lokasi tersebut, Djamari Chaniago didampingi Gubernur Fakhiri menyerahkan bantuan sosial berupa buku, alat tulis, dan paket sembako kepada masyarakat dan pelajar setempat. Dalam sambutannya di PYCH, Menko Polkam menekankan pentingnya peran generasi muda Papua dalam menjaga persatuan dan membangun daerah melalui kreativitas dan pendidikan. “Papua memiliki potensi besar dalam sumber daya manusia muda. Pemerintah ingin memastikan mereka mendapat ruang yang luas untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi,” ungkap Djamari. Usai kegiatan sosial, rombongan Menko Polkam beranjak menuju Mapolda Papua untuk memberikan arahan strategis kepada jajaran TNI-Polri. Dalam arahannya, Menko Polkam meminta seluruh aparat agar mengutamakan pendekatan humanis dan dialogis dalam menjaga keamanan serta mendukung program pembangunan di wilayah-wilayah yang masih rawan konflik. “Keamanan dan kesejahteraan harus berjalan beriringan. Pendekatan tegas boleh dilakukan, tetapi harus disertai empati dan semangat membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya. Pada malam harinya, Menko Polkam menggelar pertemuan tertutup dengan Gubernur Papua dan Forkopimda di Gedung Negara Provinsi Papua, Kota Jayapura. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, antara lain sinkronisasi program pemerintah pusat dan daerah, percepatan pembangunan infrastruktur, hingga penguatan stabilitas politik menjelang tahun politik 2026. Menurut sumber di lingkungan Pemprov Papua, pertemuan tersebut juga menjadi forum untuk menegaskan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera. Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa pihaknya siap menjalankan setiap arahan pemerintah pusat demi kepentingan masyarakat Papua. “Kami berkomitmen mendukung langkah-langkah strategis pemerintah pusat. Keamanan dan kesejahteraan masyarakat adalah prioritas utama kami,” ujar Gubernur Fakhiri. Kunjungan kerja Menko Polkam kali ini bukan hanya bersifat simbolis, melainkan juga menjadi bukti nyata bahwa negara hadir dan peduli terhadap masa depan Papua. Kehadiran pemerintah pusat di tengah masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya dan semangat kebersamaan antarwarga Papua dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan rangkaian agenda yang padat dan penuh makna ini, kunjungan Menko Polkam Djamari Chaniago bersama Gubernur Mathius D. Fakhiri mencerminkan satu semangat besar: Papua damai, Papua maju, dan Papua sejahtera di bawah sinergi kuat antara pusat dan daerah.     Penulis: Jid Editor: GF 06 Nov 2025, 10:27 WIT
Gubernur Papua Siap Kawal Pembangunan Embarkasi Haji dan Kurangi Biaya Perjalanan Jemaah Papuanewsonline.com, Jayapura — Rencana pembangunan Embarkasi Haji di wilayah Papua Raya mendapat dukungan penuh dari Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri. Langkah ini diharapkan menjadi momentum penting bagi peningkatan pelayanan bagi calon jemaah haji asal Papua sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Gubernur Papua dan jajaran pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Korwil Papua, yang dipimpin langsung oleh Ketua Korwil IPHI, Sarminanto, di Kantor Gubernur Papua, Rabu (5/11/2025). Sarminanto menjelaskan, pertemuan itu berlangsung produktif dan penuh semangat kolaborasi. Ia menyebut bahwa Gubernur menyambut positif rencana pembangunan Embarkasi Haji yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat Muslim di Tanah Papua. “Alhamdulillah, Bapak Gubernur merespons dengan sangat baik. Beliau bahkan memiliki wacana yang sejalan dengan program IPHI untuk menindaklanjuti pembangunan Embarkasi Haji di Papua. Gayung bersambut, visi kami sama,” ujar Sarminanto usai pertemuan. Sarminanto menuturkan bahwa keberadaan Embarkasi Haji di Papua akan memberikan dampak besar dari berbagai sisi, baik sosial, ekonomi, maupun pelayanan publik. Selama ini, jemaah haji asal Papua harus berangkat melalui Makassar, Sulawesi Selatan, yang membutuhkan biaya tambahan besar dan waktu perjalanan panjang. Dengan adanya Embarkasi di Papua, semua proses — mulai dari pemberangkatan, administrasi, hingga asrama haji — dapat dilakukan di dalam wilayah sendiri. “Jika Embarkasi ini terwujud, biaya perjalanan haji bisa berkurang signifikan karena jemaah tidak perlu lagi ke Makassar. Ini bukan hanya efisiensi, tapi juga keadilan pelayanan bagi masyarakat Papua,” jelasnya. Selain itu, Sarminanto menyebut ada lima manfaat utama yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Papua: Pertama, Pengurangan biaya keberangkatan haji, karena tidak lagi perlu transit ke provinsi lain. Kedua, Peningkatan ekonomi lokal, terutama di sekitar wilayah pembangunan Embarkasi. Ketiga, Peningkatan okupansi hotel dan penginapan lokal, karena meningkatnya aktivitas jemaah dan keluarga. Keempat, Kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor jasa dan perdagangan. Kelima, Penciptaan lapangan kerja baru di sektor transportasi, perhotelan, kuliner, dan pelayanan haji. Lebih jauh, program yang digagas IPHI Korwil Papua ini tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga berpotensi membuka peluang wisata rohani internasional. Sarminanto menyebut, ke depan IPHI akan mengembangkan program perjalanan umroh rutin setiap bulan serta membuka paket wisata rohani ke Tanah Perjanjian (Israel) yang dikelola secara profesional dan transparan. “Kami berharap Papua bisa menjadi pusat kegiatan keagamaan dan wisata rohani di kawasan timur Indonesia. Dengan dukungan pemerintah provinsi, ini sangat mungkin diwujudkan,” imbuhnya. Untuk merealisasikan rencana strategis ini, Gubernur Papua bersama IPHI akan segera melakukan koordinasi ke tingkat nasional, termasuk ke Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama, guna membahas kebijakan dan regulasi terkait pembangunan Embarkasi Haji. “Bapak Gubernur sudah menyatakan kesiapannya untuk mendampingi kami ke kementerian terkait agar wacana ini dapat masuk dalam rencana pembangunan nasional,” kata Sarminanto optimistis. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Papua dalam memperkuat infrastruktur keagamaan sekaligus menumbuhkan ekonomi berbasis masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak, pembangunan Embarkasi Haji Papua bukan hanya menjadi simbol kemajuan umat, tetapi juga tonggak baru kemandirian ekonomi di Tanah Papua — tempat keberagaman, semangat, dan gotong royong terus tumbuh bersama. Penulis: Jid Editor: GF  06 Nov 2025, 10:18 WIT
Gelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana, Ini Penekanan Kapolda Maluku Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah Maluku menggelar apel kesiapan tanggap darurat yang bertempat di Lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary, Kota Ambon, Selasa (4/11/2025).Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, dalam sambutannya saat memimpin apel menekankan kesiapan personel dalam peringatan dini kepada masyarakat. Ini harus menjadi prioritas dilakukan sebagai upaya pengurangan risiko bencana. "Kita harus selalu mengidentifikasi dan meningkatkan peringatan dini kepada seluruh lapisan masyarakat. Diperlukan langkah yang kreatif, inovatif, dan cerdas dalam membangun dan menciptakan budaya keselamatan dan ketahanan di semua tingkatan," tegas Kapolda.Apel kesiapan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di wilayah Maluku merupakan wujud nyata komitmen Polri, khususnya Polda Maluku. Ini bertujuan untuk mensinergikan seluruh elemen dalam menghadapi potensi bencana dan memperkuat upaya mitigasi.Kapolda menyampaikan pentingnya perubahan mendasar dalam penanggulangan bencana, sejalan dengan paradigma baru yang berlaku. Di antaranya dari responsif menjadi preventif. Di mana penanganan bencana kini berfokus pada pencegahan dini. Kemudian dari sektoral menjadi multi sektoral, yang mana melibatkan semua komponen masyarakat, TNI-Polri, dan instansi terkait. Selanjutnya inisiatif Pemerintah menjadi tanggung jawab bersama, bahwa bencana adalah urusan kolektif.Pada kesempatan itu, Kapolda memerintahkan untuk selalu melaksanakan mitigasi aktif dan pemberdayaan masyarakat. Secara khusus, Ia memberikan penekanan kepada seluruh jajaran Badan Penanggulangan Bencana di Provinsi/Kabupaten/Kota, instansi terkait, dan seluruh personel TNI-Polri agar Terus melakukan mitigasi bencana melalui sosialisasi dan pemberdayaan kepada masyarakat; Memastikan bahwa penanganan bencana adalah tanggung jawab bersama semua pihak, termasuk TNI-Polri, Pemerintah Daerah, dan Insan Pers.Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga berharap sinergi yang terjalin melalui apel siaga ini dapat memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana."Kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan ketangguhan dalam menghadapi bencana dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat secara umum. Mari terus berjuang dan membangun kerjasama dengan seluruh stakeholder demi tugas kemanusiaan yang sangat mulia ini," tutup Irjen Pol Dadang Hartanto.Untuk diketahui, apel gabungan melibatkan unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan stakeholder terkait. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam penanggulangan bencana.Apel kesiapan tanggap darurat bencana turut dihadiri Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., Komandan Lanud Patimura Ambon, Perwakilan Pangdam XV/Patimura, Perwakilan Komandan Kodaeral IX Ambon, Para PJU Polda Maluku, Kepala Dinas BPBD Provinsi Maluku, Kepala Basarnas Ambon dan pejabat lainnya. PNO-12 06 Nov 2025, 08:55 WIT
Bapenda Mimika Siapkan Gebyar Pajak 2025 dengan Fun Run dan Hadiah Motor Papuanewsonline.com, Mimika — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Mimika, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika akan menggelar Gebyar Pajak 2025, sebuah kegiatan kolaboratif yang memadukan semangat sportivitas, hiburan, dan edukasi pajak bagi masyarakat. Kegiatan bertajuk “Bapenda Fun Run & Gebyar Sadar Pajak” ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 8 November 2025, dengan berbagai agenda menarik mulai dari fun run sejauh 7 kilometer, penghargaan wajib pajak teladan, hingga pengundian hadiah spektakuler termasuk empat unit sepeda motor. Menurut Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah, kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat dan pelaku usaha yang telah berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui kepatuhan pajak. “Gebyar Pajak ini adalah bentuk ucapan terima kasih kami kepada para wajib pajak yang telah patuh dan berkontribusi bagi daerah. Kami ingin menunjukkan bahwa membayar pajak bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan penuh semangat kebersamaan,” ujar Dwi Cholifah usai memimpin rapat persiapan acara, Rabu (5/11/25). Acara akan diawali dengan Bapenda Fun Run yang diikuti sekitar 400 peserta, mengambil rute start dan finish di halaman Kantor Bapenda Mimika, Jalan Yos Sudarso. Setelah garis finish dilewati, peserta dan masyarakat akan disuguhkan hiburan, bazar, serta sesi utama yakni Gebyar Sadar Pajak 2025. Dalam sesi tersebut, Bapenda Mimika akan memberikan penghargaan kepada wajib pajak teladan dari tiga sektor utama: pajak hotel, pajak bumi dan bangunan (PBB), serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Kriteria penilaiannya mencakup kepatuhan membayar pajak lima tahun terakhir, pembayaran tepat waktu, serta bebas tunggakan. Selain itu, Bapenda juga menggelar program undian struk pajak sebagai cara kreatif meningkatkan kesadaran masyarakat dalam meminta bukti pembayaran. Hingga awal November, tercatat 1.680 struk telah diunggah dengan total transaksi mencapai Rp975 juta. “Ini adalah bagian dari kampanye sadar pajak berbasis digital. Masyarakat yang aktif bertransaksi dan meminta struk berpeluang besar mendapatkan hadiah,” jelas Dwi. Gebyar Pajak 2025 menjanjikan berbagai hadiah menarik untuk peserta dan wajib pajak. Empat unit sepeda motor, kulkas, dan beragam doorprize lainnya telah disiapkan oleh panitia. Hadiah-hadiah tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya pajak bagi pembangunan daerah. “Kegiatan ini bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan daerah, tapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Kita ingin membangun budaya sadar pajak yang menyenangkan,” kata Dwi menambahkan. Selain acara utama, Gebyar Pajak juga akan diisi dengan hiburan rakyat, pentas seni lokal, dan pameran layanan publik dari berbagai instansi. Pemerintah berharap kegiatan ini dapat menjadi wahana sosialisasi yang efektif sekaligus ruang interaksi langsung antara Bapenda dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Bapenda Mimika berupaya mengubah paradigma masyarakat bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. “Semangatnya adalah kolaborasi. Kami ingin semua pihak—pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat—bersama-sama membangun Mimika dengan semangat transparansi dan partisipasi aktif,” tutup Dwi Cholifah optimistis. Dengan penyelenggaraan Gebyar Pajak 2025, Bapenda Mimika berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga menuju Mimika yang maju, mandiri, dan sejahtera. Penulis: Jid Editor: GF 05 Nov 2025, 21:22 WIT
Kejari Mimika Eksekusi Dua Terpidana Korupsi Jembatan Agimuga ke Lapas Abepura Papuanewsonline.com, Timika — Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika kembali menegaskan komitmennya dalam menegakkan supremasi hukum dengan mengeksekusi dua terpidana kasus korupsi proyek pembangunan jembatan dan bangunan pelengkap sepanjang delapan meter di Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika. Eksekusi dilakukan pada Selasa (4/11/2025) dan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Mimika, Arthur Fritz Gerald, S.H., M.H., bersama Jaksa Eksekutor Febiana Wilma Sorbu, S.H., M.H. Kedua terpidana, masing-masing berinisial AP dan MPP, telah dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Abepura untuk menjalani hukuman berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jayapura yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Sebelumnya, pada Rabu, 29 November 2025, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jayapura memutuskan bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Majelis hakim menilai perbuatan kedua terdakwa telah merugikan keuangan negara dan menghambat pembangunan infrastruktur yang seharusnya bermanfaat bagi masyarakat di wilayah pedalaman Mimika. Setelah mendengar putusan tersebut, kedua terdakwa menerima tanpa mengajukan upaya hukum lanjutan. “Eksekusi ini merupakan bagian dari pelaksanaan putusan pengadilan yang sudah inkracht. Kami ingin memastikan bahwa setiap perkara tindak pidana korupsi yang sudah diputus, segera ditindaklanjuti dengan eksekusi,” ujar Arthur Fritz Gerald dalam keterangan persnya. Lebih lanjut, Kasi Pidsus menegaskan bahwa Kejari Mimika akan terus berkomitmen menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara dan proyek pembangunan daerah. Menurutnya, kasus korupsi seperti ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya penyelenggara negara dan kontraktor yang mengelola anggaran publik. “Kami tidak hanya fokus pada penindakan, tapi juga melakukan langkah preventif agar ke depan tidak terjadi lagi penyimpangan serupa. Pengawasan dan transparansi menjadi kunci dalam setiap proses pembangunan di Mimika,” tambahnya. Kasus korupsi ini berawal dari proyek pembangunan jembatan dan bangunan pelengkap sepanjang delapan meter yang bersumber dari anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2023. Dari hasil penyelidikan dan audit, ditemukan adanya penyimpangan anggaran dan mark-up yang menyebabkan kerugian keuangan negara. Akibatnya, proyek tersebut tidak terlaksana sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, dan manfaatnya pun tidak dapat dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat Distrik Agimuga. Kedua terpidana yang terbukti terlibat dalam proyek tersebut akhirnya dijatuhi hukuman penjara serta diwajibkan membayar denda dan uang pengganti sesuai keputusan majelis hakim. Keberhasilan Kejari Mimika dalam mengeksekusi kasus ini menjadi bukti nyata adanya sinergi antara aparat penegak hukum dan lembaga pemasyarakatan dalam menjalankan amanat undang-undang. Eksekusi berjalan dengan tertib dan lancar tanpa kendala berarti. Setelah proses administrasi di Timika selesai, kedua terpidana langsung diberangkatkan ke Jayapura untuk menjalani masa hukuman di Lapas Abepura. Kejari Mimika berharap, langkah tegas ini dapat memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi serta menjadi pengingat bagi pihak lain agar tidak menyalahgunakan wewenang maupun anggaran publik. “Kami berharap seluruh elemen pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif, dapat bekerja dengan transparan, profesional, dan bertanggung jawab. Pembangunan hanya bisa berhasil jika dikerjakan dengan kejujuran dan integritas,” tutup Arthur Fritz Gerald. Dengan eksekusi ini, Kejari Mimika menunjukkan bahwa upaya pemberantasan korupsi di daerah bukan hanya slogan, tetapi tindakan nyata untuk menegakkan hukum dan menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga negara. Penulis: Jid Editor: GF 05 Nov 2025, 21:20 WIT
Polda Kalteng Kerahkan 2.850 Personel, Siap Hadapi Darurat Bencana di Bumi Tambun Bungai Papuanewsonline.com, Palangka Raya - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mengerahkan 2.850 personel yang siap diterjunkan dalam mengantisipasi potensi bencana alam di Bumi Tambun Bungai.Pengerahan pasukan tersebut, digelar dalam apel kesiapsiagaan tanggap darurat bencana, di Lapangan Barigas, Mapolda setempat, Jl. Tjilik Riwut Km. 1, Kota Palangka Raya, Rabu (5/11/2025).Apel dipimpin langsung oleh, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, didampingi Gubernur H. Agustiar Sabran, Pangdam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, dan turut dihadiri pejabat utama Polda serta sejumlah forkopimda lainnya.Kapolda Kalteng menyampaikan bahwa apel yang digelar ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolri sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi darurat bencana diberbagai wilayah."Hari ini kita melaksanakan apel kesiapsiagaan bersama lintas instansi dan ada sebanyak 2.850 personel siap dikerahkan untuk menghadapi situasi tanggap darurat bencana terutama di wilayah Prov. Kalteng," ujar Kapolda.Irjen Iwan menegaskan, apel ini digelar juga sebagai bentuk kesiapan mulai dari personel, sarana prasarana hingga mekanisme koordinasi antar intansi."Dengan bentuk kesiapan ini, harapannya kedepan kolaborasi dan koordinasi dapat berjalan dengan baik. Sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan bencana dapat cepat serta tepat teratasi," kata Irjen Iwan.Kapolda menambahkan, selain kesiapan teknis, pihaknya juga telah menyiapkan langkah preventif berupa edukasi kepada masyarakat terkait mitigasi risiko bencana, khususnya menghadapi potensi banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kalteng."Semoga langkah ini dapat menjadi bentuk sinergi nyata dalam menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat terhadap potensi benacana yang terjadi," tutup Kapolda. PNO-12 05 Nov 2025, 19:01 WIT
Kapolri Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Mitigasi untuk Cegah Dampak Bencana Papuanewsonline.com, Depok – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya kesiapan dan kolaborasi seluruh pihak dalam menghadapi potensi bencana alam di musim hujan. Hal itu disampaikan Sigit saat memimpin apel kesiapan tanggap darurat bencana di Mako Brimob Polri, Depok, Rabu (5/11/2025).Sigit mengungkapkan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hampir setengah wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. “Saat ini 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, di mana puncaknya diperkirakan akan terjadi secara bertahap dari bulan November 2025 hingga Januari 2026,” ujar Sigit.Ia menjelaskan, peningkatan curah hujan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi. Selain itu, BMKG juga memprediksi akan terjadi fenomena La Nina yang dapat meningkatkan intensitas hujan di atas normal.“Selain itu, BMKG juga mendeteksi bahwa bulan November 2025 akan mulai terjadi fenomena La Nina yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026,” kata Sigit.Untuk itu, Sigit menekankan perlunya langkah antisipatif dan kesiapan optimal dari seluruh unsur, baik pemerintah pusat maupun daerah, TNI-Polri, serta lembaga terkait lainnya.“Diperlukan kesiapan yang optimal dari seluruh elemen bangsa, baik dari TNI Polri, pemerintah pusat hingga daerah, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, kementerian lembaga, dan stakeholder terkait, beserta seluruh masyarakat, guna menjamin terlaksananya quick response terhadap setiap situasi bencana,” jelasnya.Kapolri menambahkan, sinergi dan mitigasi yang terintegrasi dapat meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum.“Melalui sinergitas dan kolaborasi yang terintegrasi, tentunya kita akan mampu memaksimalkan upaya mitigasi terhadap dampak bencana, sehingga dapat meningkatkan tingkat kerentanan masyarakat terhadap berbagai risiko, baik berupa korban jiwa, harta benda, serta kerusakan fasilitas umum yang dapat menghambat stabilitas perekonomian serta pembangunan nasional,” tuturnya.Apel kesiapan tanggap darurat bencana ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia dan diikuti oleh personel gabungan dari berbagai instansi. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi nasional dalam menghadapi potensi bencana di musim hujan. PNO-12 05 Nov 2025, 18:52 WIT
Kapolri Tinjau Sarana-Prasarana Pada Apel Kesiapan Tanggap Bencana di Mako Brimob Papuanewsonline.com, Depok – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau sejumlah sarana dan prasarana tanggap bencana di lapangan apel Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada Rabu (5/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Jenderal Sigit memeriksa berbagai peralatan dan kendaraan operasional yang disiapkan untuk menghadapi situasi darurat bencana.Pantauan di lokasi, Kapolri meninjau satu per satu fasilitas tanggap bencana yang telah dipersiapkan. Setiap satuan yang bertanggung jawab atas alat dan perlengkapan tersebut turut memberikan penjelasan secara langsung kepada Jenderal Sigit.Salah satu alat yang menarik perhatian Kapolri adalah flat bag, yang digunakan untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan. Dalam kesempatan itu, Jenderal Sigit sempat bertanya langsung kepada personel Polairud mengenai fungsi alat tersebut.“Ini bisa evakuasi korban dari reruntuhan?” tanya Jenderal Sigit kepada salah satu personel Polairud.“Siap, ini bisa evakuasi korban dari reruntuhan, Jenderal,” jawab personel Polairud.Selain flat bag, Kapolri juga meninjau drone hingga helikopter evakuasi yang disiapkan untuk operasi tanggap bencana. Ia turut mengunjungi dapur umum lapangan yang mampu menyediakan hingga 80 porsi makanan bagi para pengungsi.Setelah melakukan pengecekan peralatan, Jenderal Sigit meninjau kesiapan personel gabungan yang terlibat dalam penanganan bencana. Dalam momen tersebut, Kapolri tampak sesekali memberikan arahan langsung kepada personel di lapangan.Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya Polri memastikan kesiapan seluruh unsur, baik personel maupun perlengkapan, dalam menghadapi potensi bencana di berbagai wilayah Indonesia. PNO-12 05 Nov 2025, 18:44 WIT
Kapolda Maluku Pimpin Apel Simulasi Siaga Tanggap Darurat Bencana Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin Apel Simulasi Siaga Tanggap darurat Bencana di Lapangan Tahapary Tantui, Ambon, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan manajemen dan kompetensi personel dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang berpeluang meningkat menjelang akhir tahun.Apel tersebut diikuti oleh Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku, serta seluruh personel Polda Maluku dari berbagai satuan.Dalam arahannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa apel ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri terhadap ancaman bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga merupakan pengujian nyata terhadap kemampuan teknis dan manajerial personel di lapangan.“Hari ini kita akan uji dua hal. Pertama, manajemen bencana, dan kedua, kompetensi operator dalam memberikan bantuan, mulai dari pertolongan pertama hingga pelaksanaan Search and Rescue (SAR),” tegas Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto.Kapolda menambahkan, apel siaga ini merupakan atensi langsung dari pimpinan Polri untuk memastikan setiap jajaran siap menghadapi dinamika cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana di wilayah Maluku.Dalam arahannya, Kapolda Maluku juga menyoroti pentingnya pemetaan potensi bencana di seluruh wilayah Maluku yang memiliki karakteristik geografis unik dan kompleks.“Maluku sebagian besar terdiri dari wilayah laut, maka potensi terjadinya bencana lebih besar di wilayah perairan,” jelas Kapolda.“Selain itu, wilayah perbukitan dan pegunungan juga memiliki risiko tanah longsor. Adapun di beberapa daerah perkotaan, potensi banjir umumnya berupa genangan,” lanjutnya.Ia mengingatkan seluruh personel untuk siap siaga secara teknis dan strategis, baik dalam menghadapi bencana laut seperti gelombang tinggi dan kecelakaan pelayaran, maupun bencana darat seperti longsor dan banjir lokal.Irjen Pol Dadang Hartanto menekankan bahwa kesiapan aparat kepolisian tidak hanya diukur dari jumlah personel atau peralatan, tetapi dari kemampuan merespons cepat, terkoordinasi, dan efektif dalam melindungi masyarakat.“Kita harus hadir dengan kesiapan penuh. Bukan hanya cepat tanggap, tetapi juga terukur dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Kapolda.Apel simulasi Siaga Tanggap Bencana ini menjadi bagian dari komitmen Polda Maluku untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kolaborasi lintas instansi dalam menghadapi ancaman bencana alam. Melalui latihan, evaluasi, dan kesiapsiagaan terpadu, Polda Maluku memastikan seluruh personelnya mampu bertindak tepat dan efisien dalam situasi darurat.Apel Siaga Tanggap Bencana yang dipimpin Kapolda Maluku menegaskan arah kebijakan Polri di daerah dalam memperkuat sistem mitigasi dan penanganan darurat bencana. Pendekatan berbasis kompetensi dan pemetaan risiko menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan geografis Maluku yang kompleks. Dengan kesiapan personel dan sistem yang terintegrasi, Polri menunjukkan bahwa perlindungan masyarakat bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara di tengah situasi krisis. PNO-12 05 Nov 2025, 18:31 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT