logo-website
Selasa, 10 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Gubernur Papua Sidak Dua Dinas: Tegaskan Disiplin ASN dan Dorong Pelayanan Publik yang Bersih Papuanewsonline.com, Jayapura — Gubernur Papua Mathius Fakhiri kembali menunjukkan ketegasan dalam menegakkan disiplin aparatur sipil negara (ASN) dan membangun birokrasi bersih di lingkup pemerintahan provinsi. Pada Selasa (4/11/2025) pagi, ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua instansi penting, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Penanaman Modal Provinsi Papua. Langkah tak terduga ini sontak mengejutkan para pegawai di dua dinas tersebut. Beberapa pegawai bahkan tampak tergesa menempati posisi kerja masing-masing saat mendengar kabar kedatangan orang nomor satu di Papua itu. Dalam arahannya kepada seluruh jajaran ASN, Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa tugas utama aparatur pemerintah adalah melayani, bukan dilayani. Ia mengingatkan agar para pejabat dan pegawai tidak menyepelekan tanggung jawab yang telah diberikan. “Saya minta kepala dinas dan seluruh ASN jangan main-main dalam menjalankan tugas, apalagi soal pelayanan publik. Masyarakat harus benar-benar dilayani dengan baik dan cepat. Jangan buat rakyat menunggu karena kelalaian birokrasi,” tegas Fakhiri. Ia juga menyoroti masih adanya perilaku pegawai yang kurang disiplin, seperti datang terlambat atau meninggalkan kantor tanpa alasan jelas. Menurutnya, hal tersebut tidak mencerminkan semangat pengabdian yang diharapkan pemerintah daerah. “Disiplin itu ukuran dasar bagi ASN yang mau melayani dengan hati. Kalau hal kecil seperti waktu kerja saja tidak dijaga, bagaimana bisa dipercaya memimpin proyek atau pelayanan besar?” ujarnya menegur. Dalam sidak tersebut, Gubernur juga memberikan peringatan keras terhadap praktik pungutan liar (pungli) dan kebiasaan menerima “uang kaget” dalam proses perizinan maupun proyek pembangunan. “Jangan sampai ada yang main proyek dengan cara kotor. Kalau masih ada yang melakukan pungli atau menerima uang di bawah meja, saya pastikan akan diproses secara hukum. Tidak ada kompromi untuk pelanggaran seperti itu,” tegas Fakhiri di hadapan para pejabat dan staf dinas. Ia menambahkan bahwa semua proyek pembangunan di Papua harus berjalan transparan, akuntabel, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Pemerintah, kata dia, tidak boleh lagi memberi ruang bagi perilaku yang mencederai kepercayaan publik. Lebih lanjut, Gubernur Fakhiri menekankan bahwa pembangunan di Papua harus berpijak pada peningkatan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. “Pembangunan tidak boleh hanya jadi angka di laporan. Harus terasa oleh rakyat, terutama di kampung-kampung, di pegunungan, dan daerah terpencil. Kita ingin Papua yang maju dan berkeadilan,” ujar Fakhiri. Ia juga meminta agar Dinas PUPR dan Dinas Penanaman Modal bekerja sinergis dalam mendukung investasi yang berpihak pada masyarakat lokal dan lingkungan hidup. Sidak mendadak ini menjadi bagian dari rangkaian agenda pengawasan langsung yang rutin dilakukan Gubernur untuk memastikan sistem pemerintahan berjalan baik dan jauh dari praktik korupsi. Langkah tersebut diapresiasi oleh sejumlah pegawai dan masyarakat yang menilai bahwa gaya kepemimpinan Fakhiri mencerminkan ketegasan sekaligus kepedulian terhadap rakyat. “Kita harus membangun birokrasi yang bersih, disiplin, dan bisa dipercaya. Tidak ada lagi tempat bagi pegawai malas dan pelaku pungli di pemerintahan Papua,” tutup Gubernur Fakhiri. Dengan sikap tegasnya, Mathius Fakhiri menegaskan bahwa reformasi birokrasi Papua bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Papua. Penulis: Jid Editor: GF  04 Nov 2025, 23:22 WIT
Gubernur Papua Copot Direktur RSUD Dok II Jayapura Usai Lakukan Sidak Papuanewsonline.com, Jayapura — Langkah tegas diambil Gubernur Papua, Matius Fakhiri, dalam upayanya memperbaiki sistem kesehatan di Bumi Cenderawasih. Pada Selasa (4/11/2025), Fakhiri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Dok II Jayapura, rumah sakit rujukan terbesar di Papua. Hasilnya, ia langsung memberhentikan Direktur RSUD dan seluruh jajaran manajemen rumah sakit tersebut. Keputusan mengejutkan ini menjadi titik awal reformasi besar-besaran di sektor kesehatan Papua, yang selama ini dianggap masih tertinggal dari sisi manajemen, pelayanan, hingga distribusi tenaga medis. Dalam sidak yang berlangsung selama beberapa jam, Gubernur meninjau Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, hingga ruang administrasi pelayanan pasien. Ia mendapati berbagai persoalan mendasar, mulai dari kurangnya kebersihan, antrian pasien yang menumpuk, hingga keluhan soal lambannya pelayanan. Dengan ekspresi tegas, Gubernur Fakhiri menyampaikan keprihatinannya di hadapan para pegawai rumah sakit. “Kesehatan bagi saya sangat penting. Banyak pelayanan kesehatan tidak terjangkau bukan karena tenaga medis tidak mampu, tetapi karena manajemen rumah sakit dan dinas yang semrawut,” ujar Fakhiri dengan nada kecewa. Ia menegaskan bahwa RSUD Dok II Jayapura seharusnya menjadi simbol kemajuan pelayanan kesehatan di Papua, bukan sebaliknya. “Saya pastikan hari ini seluruh manajemen saya berhentikan. Akan ada perombakan besar-besaran. Ini bukan sekadar inspeksi, ini adalah awal dari transformasi,” tegas Gubernur yang juga mantan Kapolda Papua itu. Menurut Fakhiri, persoalan utama bukan pada tenaga medis, melainkan buruknya tata kelola dan lemahnya sistem manajemen yang berdampak langsung pada kualitas layanan pasien. Karena itu, ia memutuskan untuk melakukan reformasi total mulai dari struktur kepemimpinan hingga sistem administrasi rumah sakit. “Pelayanan kesehatan tidak boleh lagi diskriminatif. Semua pasien, khususnya masyarakat Papua, harus mendapatkan pelayanan yang manusiawi, cepat, dan profesional,” tegasnya. Fakhiri juga menegaskan bahwa pihaknya akan menempatkan manajemen baru yang memiliki kompetensi tinggi dan integritas kuat, agar RSUD Dok II benar-benar mampu menjadi rumah sakit rujukan regional yang membanggakan. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga medis dan perawat yang tetap bekerja dengan penuh dedikasi meskipun menghadapi keterbatasan fasilitas dan dukungan sistem. “Saya berterima kasih kepada para perawat dan dokter yang tetap setia melayani masyarakat. Kalian adalah garda terdepan dalam menjaga nyawa dan harapan rakyat Papua,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi akan memperbaiki sistem distribusi tenaga kesehatan, terutama di wilayah pedalaman dan pegunungan yang selama ini sulit dijangkau. Langkah Fakhiri ini mendapat perhatian luas di kalangan masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa tindakan berani ini adalah sinyal kuat dari komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan disiplin dan memperbaiki kualitas pelayanan publik. Fakhiri memastikan bahwa sidak serupa akan terus dilakukan secara mendadak di berbagai rumah sakit lain di Papua, termasuk rumah sakit swasta dan fasilitas kesehatan tingkat kabupaten. “Reformasi kesehatan harus dimulai dari keberanian mengambil keputusan. Saya akan turun langsung memastikan pelayanan publik berjalan sesuai harapan rakyat,” pungkasnya. Kebijakan ini menandai babak baru dalam sistem kesehatan Papua — sebuah gerakan reformasi yang menempatkan pelayanan rakyat di atas kepentingan birokrasi. Penulis: Jid Editor: GF  04 Nov 2025, 23:15 WIT
DPR Papua Tengah Gelar Konsultasi Publik Bahas 10 Ranperdasus dan Ranperdasi di Timika Papuanewsonline.com, Timika — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah terus memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berbasis kearifan lokal dan keadilan hukum bagi masyarakat adat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan konsultasi publik untuk membahas 10 Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Ranperdasus) dan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Ranperdasi) yang digelar di Hotel Horison Diana, Timika, pada Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara DPR Papua Tengah dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Mimika, yang bertujuan untuk membuka ruang partisipasi masyarakat dalam proses pembentukan peraturan daerah yang berdampak langsung bagi warga, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Mimika, anggota DPRD Mimika, akademisi STIH Mimika, perwakilan LSM dan pelaku usaha, serta tokoh masyarakat adat seperti Lembaga Masyarakat Adat Amungme (Lemasa) dan Lembaga Masyarakat Adat Kamoro (Lemasko). Turut hadir pula tokoh perempuan dan pemuda adat yang memberikan pandangan kritis terhadap substansi rancangan regulasi tersebut. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan produk hukum daerah yang inklusif, berpihak pada masyarakat adat, serta menjawab kebutuhan sosial dan ekonomi lokal. Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPR Papua Tengah, Ardi, ST, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap lanjutan dari proses harmonisasi yang telah dilakukan sebelumnya. “Sepuluh Ranperdasi dan Ranperdasus yang dibahas di Timika ini sudah melalui proses harmonisasi. Sekarang kami masuk pada tahap konsultasi publik untuk menyerap aspirasi dan masukan dari berbagai pihak,” ungkap Ardi. Ia juga menambahkan bahwa 19 rancangan peraturan lainnya masih dalam tahap harmonisasi, dan diharapkan seluruhnya dapat rampung sebelum masa sidang berikutnya. Beberapa Ranperdasus yang dibahas mencakup pengaturan perlindungan hak-hak OAP, tata kelola sumber daya alam berbasis masyarakat adat, pemberdayaan ekonomi lokal, pendidikan kontekstual Papua, dan kebijakan sosial budaya khas Papua Tengah. Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menyoroti salah satu rancangan penting, yakni Ranperdasi tentang tugas-tugas kepolisian daerah yang menyangkut keberadaan polisi adat atau penjaga wilayah adat. “Masyarakat adat menilai keberadaan polisi adat merupakan kebutuhan hukum yang sangat penting. Karena itu, Ranperdasi ini diharapkan bisa menjadi payung hukum bagi penjaga wilayah adat,” tegas John. John juga meminta agar Polda Papua Tengah turut memberikan dukungan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan tersebut, agar implementasinya berjalan efektif di lapangan dan tidak sekadar menjadi dokumen hukum tanpa daya guna. Melalui kegiatan ini, DPR Papua Tengah berharap proses legislasi daerah dapat menjadi lebih partisipatif, transparan, dan kontekstual dengan karakteristik sosial-budaya masyarakat Papua Tengah. Konsultasi publik juga menjadi bagian dari upaya memperkuat otonomi khusus Papua, dengan memastikan bahwa setiap regulasi yang lahir benar-benar berpihak kepada masyarakat adat dan mendorong kesejahteraan mereka. “Kami ingin agar Ranperdasus dan Ranperdasi ini bukan hanya simbol otonomi, tetapi instrumen nyata untuk memperkuat eksistensi dan hak-hak Orang Asli Papua,” tutur Ardi menutup kegiatan. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan panitia penyelenggara, menandai semangat kolaborasi antara lembaga legislatif, akademisi, dan masyarakat dalam membangun sistem hukum daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan di Papua Tengah. Penulis: Jid Editor: GF 04 Nov 2025, 20:25 WIT
Edoardus Rahawadan Apresiasi Kontribusi Freeport terhadap Kemajuan Pendidikan dan Ekonomi Mimika Papuanewsonline.com, Timika — Ketua Pemuda Kei Kabupaten Mimika, Edoardus Rahawadan, menilai kemajuan yang dicapai Kabupaten Mimika dalam dua dekade terakhir tidak dapat dilepaskan dari kontribusi besar PT Freeport Indonesia (PTFI). Menurutnya, perusahaan tambang raksasa tersebut telah memainkan peran penting dalam pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat adat Amungme dan Kamoro. Dalam wawancaranya di Timika, Edoardus mengatakan bahwa para pemuda dan masyarakat Mimika telah melihat langsung dampak positif kehadiran Freeport di Tanah Amungsa dan Kamoro. “Banyak dari kami, anak-anak muda Mimika, tahu benar bagaimana perubahan besar terjadi dalam 20 tahun terakhir. Pemerintahan, ekonomi, hingga infrastruktur berkembang pesat — dan itu tidak terlepas dari kontribusi PT Freeport Indonesia,” ujarnya. Edoardus menyoroti peran Freeport yang selama ini aktif bermitra dengan lembaga lokal seperti LPMAK (Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro) dan kini YPMAK, dalam menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan. Melalui lembaga tersebut, Freeport telah mengembangkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan beasiswa, layanan kesehatan, dan program ekonomi berbasis komunitas. “Kami mengapresiasi kontribusi besar Freeport, bukan hanya untuk orang Amungme dan Kamoro sebagai pemilik hak ulayat, tetapi juga untuk pemuda Kei di Mimika yang turut merasakan manfaat, terutama di area pendulangan,” kata Edoardus. Ia menambahkan bahwa banyak pemuda Kei yang tidak memiliki pekerjaan tetap bisa bertahan hidup dari hasil pendulangan di wilayah operasi Freeport, dan hal itu menurutnya merupakan bentuk kemurahan hati perusahaan terhadap masyarakat lokal. “Saya secara pribadi dan mewakili Pemuda Kei Mimika sangat berterima kasih atas kemurahan hati Freeport. Bantuan itu nyata, dirasakan langsung oleh masyarakat bawah,” imbuhnya. Lebih lanjut, Edoardus juga menyinggung isu yang tengah hangat di publik mengenai sosok calon Presiden Direktur PT Freeport Indonesia yang ramai diberitakan di media nasional. Menurutnya, meski setiap orang berhak mempublikasikan diri untuk menduduki jabatan tertentu, namun secara moral dan adat, posisi puncak di Freeport sepatutnya dipercayakan kepada anak asli Amungme atau Kamoro, dua suku pemilik hak ulayat di wilayah tambang tersebut. “Kami tahu siapa itu orang Amungme, siapa itu orang Kamoro. Mereka adalah pemilik tanah tempat Freeport berdiri. Banyak generasi muda Amungme dan Kamoro yang cerdas, berpendidikan, dan bahkan dibina langsung oleh Freeport. Mereka layak memimpin perusahaan ini,” tegasnya. Edoardus menilai bahwa penempatan anak daerah sebagai Presiden Direktur bukan hanya simbol representasi, tetapi juga bentuk penghargaan dan penguatan hubungan antara perusahaan dengan masyarakat adat. “Kalau ada nama-nama dari luar yang disebut di media, itu hak mereka. Tapi kami, Pemuda Kei di Mimika, hanya mengenal bahwa tanah ini adalah milik Amungme dan Kamoro. Prinsip kami jelas: bumi kami pijak, langit kami junjung,” ujarnya dengan tegas. Menutup pernyataannya, Edoardus juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para penambang rakyat dan pemuda Kei yang menggantungkan hidup di area pendulangan Freeport, agar dapat mengelola hasil pendulangan dengan bijak. “Saya mengimbau saudara-saudaraku, terutama dari Kei dan NTT yang bekerja di area pendulangan, agar memanfaatkan hasil pendulangan untuk kebutuhan ekonomi secara bijak. Saat ini Freeport tengah menghadapi kendala operasional, jadi mari kita tetap jaga keamanan dan ketertiban di area kerja,” pesan Edoardus. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kepentingan pribadi terhadap Freeport, namun berkomitmen menjaga stabilitas daerah dan memastikan keadilan bagi masyarakat adat serta kesejahteraan bersama di Mimika. “Kami pemuda Kei tidak punya kepentingan dengan Freeport. Kepentingan kami hanya satu: Mimika harus aman, masyarakat adat pemilik hak ulayat harus mendapat keadilan, dan daerah ini harus terus maju,” tutupnya.(GF) 04 Nov 2025, 19:27 WIT
Menko KumhamImipas Tegaskan Pemerintah Perkuat Strategi Berantas Judol Melalui Pendekatan TPPU Papuanewsonline.com, Jakarta — Pemerintah Indonesia menegaskan keseriusannya dalam memberantas praktik judi online dengan menggunakan pendekatan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Langkah strategis ini dinilai lebih efektif untuk menjerat jaringan keuangan yang menjadi tulang punggung beroperasinya industri judi daring. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra, dalam kegiatan Diseminasi Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2012 tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, yang diselenggarakan oleh PPATK di Auditorium Yunus Husein, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/11/2025). Menurut Yusril, selama ini penindakan terhadap judi online kerap terfokus hanya pada pelaku atau platform, tanpa menelusuri aliran dana yang menopang operasional kejahatan tersebut. Melalui mekanisme TPPU, pemerintah dapat melacak, membekukan, dan menyita hasil kejahatan yang digunakan untuk memperluas jaringan judi online. “PPATK bahkan memiliki kewenangan berdasarkan undang-undang untuk melakukan pemeriksaan dan penghentian sementara transaksi keuangan mencurigakan yang patut diduga terkait dengan peredaran judi online,” tegas Yusril dalam sambutannya. Sebagai Ketua Komite TPPU, Yusril menegaskan pentingnya koordinasi antar-kementerian dan lembaga tanpa tumpang tindih kewenangan. “Saya tidak akan mencampuri kewenangan kementerian atau lembaga lain, tetapi saya pastikan semua bekerja efektif dalam satu arah kebijakan yang sama,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penguatan Komite TPPU ini merupakan bagian dari delapan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam agenda reformasi hukum, pemberantasan korupsi, dan penanganan kejahatan digital. “Pemberantasan judi online bukan hanya soal hukum, tetapi juga komitmen politik dan moral negara untuk menutup ruang bagi kejahatan ekonomi yang merusak masyarakat,” tegas Yusril. Sementara itu, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menilai bahwa judi online bukan hanya pelanggaran hukum, melainkan fenomena sosial ekonomi kompleks yang memiliki keterkaitan dengan berbagai kejahatan lain. “Judi online sering berhubungan dengan penipuan, narkotika, hingga perdagangan orang. Ini adalah simpul kejahatan lintas sektor yang harus dihadapi secara terintegrasi,” ungkap Ivan. Ivan menambahkan bahwa kegiatan diseminasi ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antaranggota Komite TPPU, terutama setelah diberlakukannya Perpres Nomor 88 Tahun 2025. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi, antara lain Sesmenko Kumham Imipas R. Andika Dwi Prasetya, Staf Ahli Bidang Kerja Sama dan Hubungan Antar Lembaga Cahyani Suryandari, Staf Khusus Bidang Administrasi Herdito Sandi Pratama, dan Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media Iqbal Fadil. Selain itu, diskusi panel menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, antara lain Komjen Pol. Drs. Syahar Diantono (Kabareskrim Polri), Irjen Pol. Alexander Sabar (Dirjen Pengawasan Ruang Digital Kemenkomdigi), Muhammad Novian (Direktur Hukum dan Regulasi PPATK), Ahmad Solichin Lutfiyanto (Ketua Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan), dan Prof. Dr. Eva Achjani Zulfa (Guru Besar FH Universitas Indonesia). Melalui kegiatan ini, PPATK berharap dapat memperkuat koordinasi dan efektivitas penegakan hukum lintas lembaga, terutama dalam mencegah dan memberantas praktik judi online serta memutus aliran dana hasil kejahatan di sistem keuangan nasional. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah hasil kejahatan tidak bisa lagi mengalir bebas di sistem keuangan kita,” tegas Ivan menutup sesi diskusi. Dengan penerapan strategi berbasis TPPU ini, pemerintah berharap dapat menangani akar kejahatan ekonomi digital secara sistematis sekaligus melindungi masyarakat dari dampak sosial yang ditimbulkannya.(GF) 04 Nov 2025, 17:15 WIT
Harga Emas dan Bawang Merah Picu Inflasi Timika: BPS Catat Laju 1,55 Persen di Oktober 2025 Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika kembali merilis laporan resmi mengenai perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Oktober 2025. Berdasarkan hasil survei harga di berbagai titik pantau, Timika mencatat inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 1,55 persen, dengan nilai IHK mencapai 111,74 poin. Kepala BPS Kabupaten Mimika, dalam keterangan persnya, menjelaskan bahwa meski inflasi Timika masih dalam kategori terkendali dan stabil, terdapat beberapa komoditas yang memberikan tekanan cukup kuat terhadap kenaikan harga di tingkat konsumen. “Kenaikan harga emas perhiasan dan bawang merah menjadi dua faktor dominan penyumbang inflasi bulan ini. Namun secara umum, kondisi harga di pasar Timika masih stabil,” ujar perwakilan BPS Mimika saat ditemui di kantor BPS, Selasa (4/11/2025). Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi y-on-y tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan kenaikan mencapai 17,56 persen. Lonjakan signifikan ini terutama disebabkan oleh naiknya harga emas perhiasan, yang terus meningkat seiring kondisi pasar global. Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mencatat inflasi sebesar 0,29 persen, diikuti oleh perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,14 persen. Dua kelompok ini terdampak oleh kenaikan harga bawang merah, minyak goreng, dan beberapa bahan pangan lain yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Menariknya, tidak semua kelompok pengeluaran menunjukkan kenaikan harga. Beberapa sektor justru mengalami deflasi, seperti pakaian dan alas kaki (-1,35 persen) serta transportasi (-0,20 persen). Deflasi pada sektor transportasi terjadi karena penurunan harga tiket pesawat (angkutan udara), sementara pada kelompok pangan terdapat penurunan harga pada komoditas kangkung, bayam, cabai rawit, dan daging ayam ras. “Fluktuasi harga pangan segar seperti sayuran dan cabai masih menjadi faktor dinamis dalam struktur inflasi Timika. Ketika pasokan lancar dan cuaca mendukung, harga akan turun dan menekan inflasi secara keseluruhan,” tambah pejabat BPS tersebut. Secara umum, tingkat inflasi Timika sebesar 1,55 persen dinilai masih dalam batas wajar dan terkendali, di bawah ambang batas nasional. Meski demikian, BPS mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap gejolak harga komoditas strategis, terutama menjelang akhir tahun ketika permintaan masyarakat cenderung meningkat. BPS Mimika menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan harga di pasar tradisional dan modern, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. “Data inflasi ini menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan ekonomi yang tepat, baik untuk stabilisasi harga maupun untuk menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah perubahan ekonomi nasional,” jelasnya. Menutup laporannya, BPS Mimika juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam berbelanja dan mengelola keuangan rumah tangga, terutama dalam menghadapi potensi kenaikan harga menjelang periode akhir tahun. “Masyarakat perlu menyesuaikan pola konsumsi dengan kondisi pasar, agar tetap stabil secara ekonomi meskipun terjadi fluktuasi harga komoditas tertentu,” tutupnya. Dengan inflasi yang masih terkendali, BPS berharap sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menjaga kestabilan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan warga Mimika ke depan.     Penulis: Jid Editor: GF   04 Nov 2025, 16:12 WIT
Warga Non-Karyawan Palang Jalan di Mile 49,8 Tembagapura, Tuntut Fasilitas Bus ke Timika Papuanewsonline.com, Tembagapura, Mimika – Suasana di kawasan tambang Freeport, tepatnya di Mile 49,8 yang menjadi perbatasan antara Distrik Kuala Kencana dan Distrik Tembagapura, sempat memanas pada Selasa (4/11/2025) pagi. Sejumlah warga non-karyawan (NK) melakukan aksi pemalangan jalan utama sebagai bentuk protes terhadap belum tersedianya fasilitas transportasi bus menuju Timika. Aksi spontan yang berlangsung sejak pukul 09.50 WIT itu sempat membuat lalu lintas di jalur vital tambang tersebut terhenti sementara. Namun, berkat kesigapan aparat keamanan dan respons cepat pihak kepolisian, situasi berhasil dikendalikan tanpa insiden berarti. Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, sempat terjadi aksi palang di Mile 49,8 oleh warga non-karyawan. Namun sekarang palang sudah dibuka, situasi aman dan kondusif,” ujarnya kepada Papuanewsonline.com. Sementara itu, Kapolsek Kuala Kencana, AKP Djemi Reinhard, menjelaskan bahwa inti dari aksi tersebut adalah permintaan warga agar disediakan fasilitas bus reguler yang bisa mengakomodasi kebutuhan transportasi warga non-karyawan dari Mile 50 ke Timika. “Tidak ada tuntutan lain. Mereka hanya ingin difasilitasi bus agar bisa turun ke Timika. Setelah dilakukan mediasi bersama aparat keamanan dan tokoh masyarakat, akhirnya warga bersedia membuka palang jalan,” jelas AKP Djemi. Menurut keterangan warga setempat, selama ini transportasi menuju Timika lebih banyak diperuntukkan bagi karyawan perusahaan tambang, sehingga masyarakat yang tinggal di area non-karyawan kesulitan untuk mengakses transportasi reguler, terutama pada jam-jam tertentu. “Warga hanya ingin ada keadilan dan perhatian dari pihak terkait. Bus yang disediakan perusahaan selama ini jarang bisa digunakan masyarakat umum, padahal mereka juga tinggal di wilayah operasi yang sama,” ungkap salah satu perwakilan warga. Aksi ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk aparat distrik dan tokoh adat di wilayah Tembagapura. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak perusahaan dapat segera menemukan solusi permanen agar akses transportasi masyarakat non-karyawan tidak lagi menjadi pemicu ketegangan di lapangan. Situasi di lokasi kini telah kembali normal, namun peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebutuhan dasar seperti akses transportasi publik harus diperhatikan dengan lebih serius, terutama bagi warga yang hidup berdampingan dengan area operasi perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia. Kapolsek Tembagapura menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendekatan persuasif guna mencegah aksi serupa di kemudian hari. “Kami tetap mengedepankan dialog. Semua aspirasi warga akan disampaikan ke instansi terkait agar bisa ditangani dengan baik,” tutupnya. Dengan berakhirnya aksi secara damai, jalur transportasi di kawasan Mile 49,8 kini kembali normal, dan warga berharap adanya tindak lanjut nyata dari pihak terkait demi terciptanya kenyamanan bersama di wilayah tambang raksasa tersebut. Penulis: Jid Editor: GF 04 Nov 2025, 16:10 WIT
Gubernur Papua Selatan Tegaskan Komitmen Tindak Tegas Peredaran Miras Papuanewsonline.com, Merauke – Pemerintah Provinsi Papua Selatan menunjukkan ketegasan dalam menjaga keamanan wilayahnya. Dipimpin langsung oleh Gubernur Apolo Safanpo, jajaran Forkopimda Papua Selatan menggelar rapat koordinasi intensif guna menindaklanjuti maraknya kasus kriminalitas yang diduga kuat dipicu oleh penyalahgunaan minuman keras (miras) di masyarakat. Pertemuan yang digelar pada Senin, 4 November 2025 di Merauke tersebut menghasilkan sejumlah keputusan penting. Gubernur Apolo menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap kondisi sosial yang kian memprihatinkan akibat peredaran miras ilegal. “Kehadiran adik-adik mahasiswa dan masyarakat hari ini menyuarakan keresahan yang nyata. Miras telah menjadi pemicu utama meningkatnya tindak kriminal dan gangguan kamtibmas di Papua Selatan,” ujar Gubernur Apolo dalam keterangannya usai berdialog dengan perwakilan Aliansi Mahasiswa dan masyarakat Papua Selatan. Ia menegaskan, berbagai tindak kekerasan yang terjadi belakangan ini bukan sekadar persoalan hukum, melainkan telah mengancam rasa aman dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. “Kami telah berkoordinasi dengan seluruh unsur Forkopimda provinsi dan kabupaten, termasuk Pangdam XXIV/Mandala Trikora, LO Polda, LO Kabinda, serta perwakilan kelompok masyarakat untuk mencari solusi bersama. Pertemuan ini berlangsung satu hari penuh dengan hasil yang konkret,” lanjutnya. Dari rapat tersebut, disepakati tiga langkah penanganan komprehensif: Pertama, langkah jangka pendek, yakni melakukan razia gabungan dan menertibkan tempat-tempat penjualan miras ilegal. Kedua, langkah jangka menengah, berupa penyusunan peraturan daerah dan penguatan koordinasi antarinstansi terkait. Ketiga, langkah jangka panjang, dengan fokus pada edukasi masyarakat dan pembinaan generasi muda agar menjauhi konsumsi miras. Gubernur Apolo menegaskan, Pemprov Papua Selatan berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, bermartabat, dan bebas dari pengaruh negatif miras. “Kami ingin Papua Selatan menjadi tanah yang damai dan bermartabat. Pemerintah bersama aparat keamanan akan menindak tegas setiap pelanggaran yang mengancam stabilitas dan keselamatan warga,” tegasnya. Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari Forkopimda serta tokoh-tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan. Mereka menilai kebijakan Gubernur Apolo merupakan langkah nyata dan berani dalam memulihkan citra keamanan Papua Selatan. Dengan adanya kebijakan terarah ini, diharapkan angka kriminalitas dapat ditekan, dan Papua Selatan kembali menjadi wilayah yang aman, kondusif, serta menjadi contoh penegakan ketertiban sosial di Tanah Papua. Penulis: Hendrik Editor: GF   04 Nov 2025, 16:08 WIT
Kapolda Maluku Tinjau Ekowisata Sagu Negeri Rutong Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam upaya memperkuat sinergi antara pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi masyarakat, Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke Ekowisata Sagu Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Senin (3/11/2025).Kunjungan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Polda Maluku dalam mendukung pelestarian kearifan lokal sekaligus penguatan potensi ekonomi berbasis masyarakat adat.Kapolda Maluku hadir bersama Wakapolda Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., Ketua Bhayangkari Daerah Maluku beserta Wakil Ketua dan Pengurus Bhayangkari, serta jajaran Pejabat Utama Polda Maluku, antara lain Dir Intelkam, Dir Binmas, Dir Lantas, Dir Reskrimsus, Dir Resnarkoba, dan Kabid Humas Polda Maluku.Turut mendampingi pula Wakapolresta Ambon dan Kapolsek Leitimur Selatan.Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Maluku bersama rombongan secara langsung meninjau seluruh proses pengolahan sagu mulai dari pengambilan bahan baku mentah di hutan sagu hingga pengolahan menjadi tepung sagu siap konsumsi.Irjen Pol Dadang Hartanto juga berinteraksi dengan masyarakat dan pengelola ekowisata, mendengarkan langsung pengalaman mereka dalam menjaga hutan adat serta mengembangkan potensi wisata berbasis sagu. Serta pak kapolda dan wakapolda langsung melakukan praktek bagaimana proses nani sagu menggunakan alat nani, dimana proses ini merupakan cara pukul sagu guna penghancuran empelur/ isi batang sagu dari kulit batang sagu diiringi ukulele dan nyanyian lagu anak-anak SD rutong.“Sagu bukan hanya sumber pangan, tetapi juga simbol budaya, ketahanan pangan, dan identitas masyarakat Maluku. Pelestariannya berarti menjaga masa depan generasi mendatang,” ujar Kapolda di sela kegiatan peninjauan.Sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal, Kapolda Maluku juga mencicipi berbagai kuliner khas Maluku yang diolah dari bahan dasar sagu, mulai dari mie sagu, sinole, hingga olahan minuman hasil inovasi masyarakat Rutong seperti jus tomi-tomi, teh kelor..Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan bahwa kunjungan Kapolda Maluku ke Negeri Rutong merupakan bagian dari sinergi POLRI dengan pemerintah daerah dalam upaya mendukung program pelestarian budaya dan pengembangan ekowisata berbasis komunitas.“Kunjungan Bapak Kapolda ini adalah bagian dari sinergi Polri dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam melestarikan budaya dan memajukan sektor ekowisata berbasis komunitas. Diharapkan Ekowisata Sagu Rutong dapat menjadi pilot project yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujar Kabid Humas.Selain menjadi objek wisata alam dan budaya, Ekowisata Sagu Rutong juga berperan sebagai ruang edukasi tentang pentingnya kelestarian lingkungan dan nilai ekonomi produk lokal.Kunjungan kerja ini juga mempertegas bahwa pendekatan keamanan berbasis budaya menjadi salah satu strategi prioritas Polda Maluku dalam menjaga Kamtibmas yang berkelanjutan.Melalui kemitraan dengan masyarakat adat, POLRI berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keamanan dan kesejahteraan harus dibangun bersama.“Kami ingin masyarakat merasa aman sekaligus berdaya. Dengan menjaga budaya dan potensi lokal seperti sagu, maka keamanan sosial juga akan tumbuh dari masyarakat itu sendiri,” ungkap Kapolda Maluku.Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban, mencerminkan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan daerah.Kunjungan Kapolda Maluku ke Ekowisata Sagu Negeri Rutong menandai babak baru pendekatan humanis Polri di daerah, yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif mendukung pemberdayaan ekonomi dan pelestarian budaya lokal.Langkah ini sejalan dengan semangat “Polri Presisi”, yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam menciptakan keamanan dan kesejahteraan sosial.Pendekatan berbasis komunitas seperti Ekowisata Sagu Rutong membuktikan bahwa keamanan dan pembangunan dapat berjalan beriringan ketika aparat hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar pengawas.Inisiatif ini diharapkan menjadi model kemitraan Polri–masyarakat adat di Indonesia Timur, di mana pelestarian budaya menjadi pilar penting dalam membangun stabilitas, ekonomi, dan harmoni sosial di bumi Maluku. PNO-12 04 Nov 2025, 14:03 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT