Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Kapolda Maluku Canangkan Rutong Sebagai Negeri Binaan
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku terus menunjukkan komitmennya dalam membangun keamanan yang inklusif dan berbasis kearifan lokal. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., ke Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Senin (3/11/2025).Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara POLRI dan masyarakat adat dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), sekaligus mendorong terwujudnya model pembangunan berkelanjutan di tingkat negeri (desa adat).Kapolda Maluku hadir bersama Wakapolda Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku, serta Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku. Rombongan disambut hangat secara adat oleh Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, para tetua adat, dan masyarakat setempat.Dalam momentum bersejarah itu, dilaksanakan penyerahan draf Nota Kesepahaman (MoU) antara Polda Maluku dan Pemerintah Negeri Rutong oleh raja negeri rutong, dengan semangat Masohi (gotong royong). MoU tersebut menjadi dasar pelaksanaan delapan program kolaborasi strategis yang menjadikan Negeri Rutong sebagai Negeri Binaan Polda Maluku, sekaligus model percontohan pengembangan keamanan berbasis budaya di Indonesia Timur.Delapan program dimaksud mencakup:1. Negeri Berintegritas – Mendorong tata kelola pemerintahan adat yang bersih dan transparan.2. Negeri Bebas Miras dan Narkoba – Pembinaan generasi muda untuk menjauhi kriminalitas.3. Police Cadet Camp & Pembinaan Generasi Muda – Menyiapkan calon pemimpin berkarakter.4. Kamtibmas Semesta dan Polmas Negeri – Mengembangkan keamanan berbasis budaya kolektif.5. Ketahanan Pangan Adat – Pemanfaatan potensi lokal seperti sagu dan tanaman endemik.6. Ekowisata dan Spiritual Tourism – Pengembangan potensi hutan sagu adat Rutong.7. Restorative Justice Adat - Harmonisasi hukum positif dan hukum adat.8. Pembinaan UMKM dan Produk Kreatif - Pemberdayaan ekonomi keluarga dan pemuda adat.Dalam sambutannya, Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kehadiran Kapolda dan jajaran Polda Maluku di tanah adat mereka.“Kehadiran Kapolda Maluku menandakan bahwa negara benar-benar hadir di tengah masyarakat adat. Kami berkomitmen bahwa keamanan bukan hanya tugas POLRI, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga negeri,” ujar Raja Reza.Ia juga menegaskan bahwa pengembangan Negeri Rutong akan diarahkan pada pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal, dengan mengintegrasikan aspek keamanan, ketahanan pangan, ekonomi hijau, dan pelestarian budaya.Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menekankan bahwa kemitraan dengan masyarakat adat merupakan wujud nyata pendekatan keamanan modern yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama.“Saya hadir di sini agar Negeri Rutong dapat membangun kehidupan yang harmonis di Maluku ini, dan menjadi contoh bagi negeri-negeri lainnya. Kita harus memutus hidup dalam kekerasan dan membangun hidup yang penuh dengan kedamaian,” tegas Kapolda.Kapolda juga mengapresiasi inisiatif Pemerintah Negeri Rutong yang berorientasi pada pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal melalui pengolahan sagu. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi POLRI untuk menciptakan keamanan yang berkelanjutan dan tumbuh dari masyarakat sendiri.Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan peninjauan langsung ke lokasi pengolahan sagu adat, simbol penting ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat adat Maluku.Melalui kemitraan ini, Polda Maluku berkomitmen untuk terus hadir mendukung pembangunan negeri yang aman, mandiri, dan berintegritas , dimulai dari akar budaya masyarakat adat yang menjadi sumber harmoni di bumi seribu pulau.Langkah Polda Maluku menjalin kolaborasi strategis dengan Negeri Rutong menunjukkan transformasi nyata wajah POLRI di daerah, dari institusi penegak hukum menjadi mitra sosial yang aktif membangun kehidupan masyarakat.Pendekatan berbasis kearifan lokal seperti yang diinisiasi di Negeri Rutong menjadi contoh bagaimana keamanan dapat dibangun dari bawah, berakar pada budaya, solidaritas, dan nilai gotong royong.Program ini tidak hanya memperkuat keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan sosial-ekonomi berkelanjutan yang menempatkan masyarakat adat sebagai pelaku utama.Inisiatif seperti ini diharapkan dapat menjadi model sinergi POLRI dan masyarakat adat di wilayah lain di Indonesia Timur, menuju Maluku yang damai, berdaya, dan berkeadilan. PNO-12
04 Nov 2025, 13:52 WIT
Gagalkan Curanmor di Cakung, Kapolda Metro Puji Keberanian Ojol Kamtibmas
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Suheri memberikan penghargaan kepada anggota Ojol Kamtibmas, Rahmat Fauzi, yang berhasil menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta Timur."Rekan-rekan sekalian, tadi pagi kita sudah melaksanakan apel pemberian penghargaan kepada salah satu rekan kita, mitra kita, saudara kita Pak Rahmat Fauzi yang mana beliau berprofesi sebagai ojol (ojek online)," kata Asep kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/11/2025).Asep menjelaskan, pemberian penghargaan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Ojol Kamtibmas yang digagas oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Program tersebut menegaskan kemitraan antara Polri dan para pengemudi ojek online dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat."Pemberian penghargaan ini sebagai tindak lanjut yang mana kemarin minggu lalu sudah dicanangkan oleh Bapak Kapolri, Ojol Kamtibmas yang sudah dilaksanakan di Monas," ujar Asep.Ia menambahkan, keberadaan para mitra ojol menjadi bagian penting dalam pencegahan tindak kejahatan di lingkungan masyarakat."Yang mana mitra ojol ini sebagai mitra Polri dalam hal menjaga keamanan, ketertiban, dan juga bisa sebagai mitra pencegahan kejahatan," lanjutnya.Tindakan heroik Rahmat Fauzi dilakukan pada Rabu, 22 Oktober 2025 lalu. Ia berhasil menggagalkan pencurian kendaraan bermotor dan mengamankan barang bukti, sebelum kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangkap pelaku."Beliau berhasil mengamankan barang bukti dan berkoordinasi dengan polisi dan berhasil mengamankan, menangkap pelaku kejahatan tersebut. Ini sungguh apresiasi yang luar biasa dari kami pihak kepolisian kepada rekan-rekan ojol kamtibmas. Khususnya pada Bapak Rahmat yang sudah membantu kami mengungkap kejahatan," ungkap Asep.Diketahui, satu orang pelaku berhasil ditangkap di wilayah Kelapa Gading. "Pelakunya sudah dapat satu orang, ditangkapnya di dekat Kelapa Gading," pungkasnya. PNO-12
04 Nov 2025, 13:24 WIT
Polri Tindak Tegas Tambang Pasir Ilegal di Kawasan Gunung Merapi
Papuanewsonline.com, Magelang – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri bersama Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Polresta Magelang, serta instansi terkait lainnya, menindak tegas aktivitas penambangan pasir ilegal yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (3/11).Penindakan ini dilakukan setelah adanya laporan masyarakat dan informasi dari berbagai kementerian dan lembaga terkait yang mengungkap aktivitas tambang tanpa izin di kawasan konservasi tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, ditemukan sekitar 36 titik lokasi tambang pasir ilegal dan 39 depo pasir yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Srumbung, Salam, Muntilan, Mungkid, dan Sawangan.Dalam operasi bersama ini, petugas menindak lokasi penambangan ilegal di Alur Sungai Batang, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, serta depo pasir di Tejowarno, Tamanagung, Muntilan, Kabupaten Magelang. Dari hasil pemeriksaan Tim Ahli Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah dan Balai TNGM, diketahui lokasi tersebut tidak memiliki izin usaha pertambangan dan berada di dalam kawasan taman nasional.Sebagai bagian dari proses penyidikan, penyidik menyita enam unit excavator dan empat unit dumptruck dari lokasi. Aktivitas tambang tersebut diketahui telah beroperasi sekitar 1,5 tahun dengan luas bukaan lahan 6,5 hektar, serta nilai transaksi keuangan yang mencapai Rp48 miliar. Jika dihitung dari seluruh aktivitas tambang ilegal di wilayah Kabupaten Magelang dalam dua tahun terakhir, total nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp3 triliun.Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni menegaskan bahwa penambangan pasir ilegal di kawasan konservasi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.“Aktivitas tambang pasir ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi menimbulkan kerugian besar bagi negara dan merusak ekosistem yang seharusnya dilindungi. Kami tidak hanya menindak pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri jaringan yang terlibat dari hulu hingga hilir,” ujar Brigjen Pol. Moh. Irhamni.Ia menambahkan bahwa penegakan hukum dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan sinergi lintas lembaga untuk mencari solusi jangka panjang.“Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah guna menyusun langkah-langkah solutif serta program pemulihan bagi masyarakat. Penertiban ini bukan semata penindakan, tapi juga untuk memastikan kelestarian alam terjaga dan kekayaan negara dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat,” imbuhnya.Brigjen Irhamni juga mengapresiasi dukungan masyarakat dan tokoh lokal yang aktif memberikan informasi terkait aktivitas tambang ilegal di wilayahnya. PNO-12
04 Nov 2025, 13:05 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Tanamkan Nilai Kepedulian Lewat Aksi Berbagi di Jalanan Timika
Papuanewsonline.com, Timika – Personel Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2025 Posko Timika melaksanakan kegiatan sosial berbagi kasih kepada masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Mimika, Jumat (31/10/2025).Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIT tersebut dilakukan dengan membagikan makanan dan minuman kepada masyarakat di seputaran Jalan Kabupaten Mimika. Sasaran utama kegiatan ini adalah para pekerja jalanan, pengangkut sampah, dan anak-anak yang membutuhkan uluran tangan.Selain membagikan bantuan, personel juga menyempatkan diri untuk berbincang santai dengan warga sekitar guna mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh personel Satgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Bripda Annisa Mahardika dan Bripda Alfesa Hafiz Bagaskara.Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan kepedulian dan bantuan nyata.“Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran aparat bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam berbagi kepedulian dan meringankan beban masyarakat,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan imbauan agar masyarakat senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu situasi kondusif di Papua.“Mari kita jaga bersama situasi damai di Tanah Papua. Percayakan sepenuhnya kepada Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” imbau Kombes Pol. Adarma Sinaga.Satgas Humas Ops Damai Cartenz 2025 menegaskan bahwa kegiatan berbagi kasih ini akan terus digelar secara berkelanjutan sebagai wujud nyata kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat di Papua. PNO-12
04 Nov 2025, 11:56 WIT
Dukung Polri Berantas Narkoba, Mahasiswa NU Apresiasi Pemusnahan Barang Bukti Bernilai Rp29 Triliun
Papuanewsonline.com, Jakarta – Presidium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah tegas Polri dalam pemberantasan narkoba, termasuk kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Rabu (29/10).Ketua BEM PTNU, Ahmad Bahur Rifqi, menilai kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba ini merupakan langkah konkret dalam upaya menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika.“Kami sangat mengapresiasi inisiasi dari Polri. Kegiatan ini sangat bagus dan kami sangat mendukung, karena dengan pemusnahan barang bukti narkoba ini, kita bisa menyelamatkan generasi bangsa untuk masa depan,” ujar Ahmad Bahur Rifqi.Ia menegaskan, pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen bangsa.“Saya harap kegiatan seperti ini tidak hanya seremonial, tapi benar-benar menjadi dorongan positif untuk seluruh lembaga di negara ini agar terus mengungkap sindikat-sindikat narkoba,” lanjutnya.Ahmad Bahur Rifqi menegaskan bahwa mahasiswa Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia siap mendukung langkah Polri dalam mengungkap jaringan kejahatan narkoba demi mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.“Kami, BEM PTNU se-Indonesia, menyatakan dukungan penuh terhadap Polri dan seluruh jajarannya dalam memberantas kejahatan narkoba,” tegasnya.Kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dan aparat penegak hukum dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba, serta wujud nyata sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. PNO-12
04 Nov 2025, 09:06 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki Kasus Penikaman Warga Pendatang di Dekai, Yahukimo
Papuanewsonline.com, Yahukimo - Satgas Operasi Damai Cartenz bergerak cepat merespons peristiwa penikaman terhadap seorang warga pendatang bernama Nurdi (53) di Jalan Elite, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 15.50 WIT.Kegiatan penanganan awal dipimpin oleh IPDA Muhammad Hasan selaku Personel Satgas Gakkum (Kanit Lidik) Unit Yahukimo bersama enam personel lainnya. Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pihak RSUD Dekai untuk memastikan kondisi korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka tusuk pada dagu sebelah kanan serta goresan luka di bagian leher belakang, namun dalam kondisi sadar dan telah mendapat perawatan di RSUD Dekai.Dari hasil penyelidikan di lapangan, diketahui bahwa tiga orang laki-laki tidak dikenal sebelumnya sempat mendatangi kios milik korban pada siang hari, kemudian kembali sekitar pukul 15.50 WIT dengan membawa jerigen kosong berpura-pura hendak membeli bensin. Karena mengenali salah satu dari mereka, korban membuka pintu kios untuk melayani. Tidak lama kemudian, seorang saksi NA (23), yang merupakan anak korban, mendengar suara gaduh dari arah kios dan mendapati ayahnya sudah tergeletak bersimbah darah di dalam kios.Tim memperoleh dua rekaman CCTV dari bagian luar dan dalam kios. Berdasarkan hasil rekaman, tampak tiga pelaku datang bersama.- Pelaku pertama mengenakan hoodie putih bergaris hitam di lengan kanan dengan tinggi badan sekitar 160 cm.- Pelaku kedua memakai kaos hijau lengan pendek dan celana pendek coklat dengan tinggi badan sekitar 165 cm.- Pelaku ketiga menggunakan jaket hoodie hitam dan celana pendek hitam dengan tinggi badan sekitar 165 cm.Dalam rekaman CCTV di dalam kios, terlihat pelaku berjaket hitam membacok korban menggunakan parang, sementara pelaku berjaket putih menusuk dagu korban dengan benda tajam. Setelah melakukan aksinya, ketiganya melarikan diri ke arah Jalan Elite.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah petunjuk penting untuk mengungkap para pelaku.“Kami sudah mengamankan rekaman CCTV dan keterangan saksi. Tim gabungan Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo sedang melakukan langkah-langkah investigasi lanjutan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku,” jelas Brigjen Pol Faizal Ramadhani.Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak akan dibiarkan.“Kami berkomitmen menjaga keamanan masyarakat di Yahukimo. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan tegas. Setiap bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pihak mana pun akan ditindak sesuai prosedur,” tegas Kombes Pol Adarma Sinaga.Satgas Ops Damai Cartenz saat ini terus melakukan pengembangan penyelidikan bersama unit Reskrim Polres Yahukimo untuk menangkap para pelaku. Berdasarkan hasil analisis awal, kejadian semacam ini kerap dilakukan oleh simpatisan maupun kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo dengan tujuan menciptakan gangguan keamanan di wilayah tersebut.Situasi di Kabupaten Yahukimo saat ini dilaporkan tetap aman dan terkendali di bawah pengawasan personel gabungan Satgas Ops Damai Cartenz dan Polres Yahukimo. PNO-12
04 Nov 2025, 08:49 WIT
Buronan Kasus Pembakaran Hunuth, Berhasil Diringkus Polda Maluku di Jakarta
Papuanewsonline.com, Ambon – Setelah sebulan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), pelarian tersangka kasus dugaan tindak pidana pembakaran, kekerasan bersama terhadap barang, dan pengrusakan di Desa Hunuth (Durian Patah), Kota Ambon, akhirnya berakhir. Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku berhasil menangkap Rian Wailussy alias Babang Rian di Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/11/2025).Penangkapan ini berdasarkan Surat DPO Nomor: DPO/6/IX/RES.1.24./2025/Ditreskrimum tanggal 30 September 2025 serta Surat Perintah Dirreskrimum Nomor: Sprin/400/X/RES.1.24./2025/Ditreskrimum tanggal 30 Oktober 2025.Tim Ditreskrimum berangkat ke Jakarta pada Jumat (31/10) untuk menindaklanjuti informasi terkait keberadaan tersangka. Setelah dilakukan pemetaan dan pemantauan di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu pagi, tim mendapati tersangka tengah berbelanja di sebuah Indomaret bersama seorang wanita yang diduga istrinya.Anggota tim mengenali wajah tersangka. Setelah memastikan kebenaran identitasnya, tim melakukan pembuntutan hingga ke tempat kos milik Ibu D, yang juga Ketua RT setempat.Sekitar pukul 09.00 WIB, dengan disaksikan pemilik kos, tim langsung melakukan penangkapan dan pengamanan tersangka tanpa perlawanan di kamar kos tersebut.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., membenarkan penangkapan tersebut.“Benar, Tim Ditreskrimum Polda Maluku telah berhasil menangkap tersangka Rian Wailussy alias Babang Rian di Jakarta. Tersangka merupakan DPO kasus pembakaran dan pengrusakan di Hunuth. Saat ini, tim sedang melakukan proses administrasi penyidikan dan membawa tersangka ke Ambon untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Rositah.Dir Reskrimum Polda Maluku kombes Pol. Dasmin Ginting. S.I.K juga menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan yang terus menelusuri setiap jejak pelarian tersangka.“Tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan. Kami akan terus memburu dan menindak tegas setiap pelaku yang melarikan diri dari proses hukum,” tegasnya.Sesuai rencana, tersangka dibawa ke Ambon untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Ditreskrimum. .Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.Si memberikan apresiasi kepada tim Ditreskrimum atas kerja cepat dan terukur dalam menangkap pelaku DPO di wilayah hukum luar Maluku. Ia menegaskan bahwa Polri tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan, terutama yang berupaya menghindar dari proses hukum.“Saya mengapresiasi langkah Ditreskrimum Polda Maluku yang berhasil menangkap DPO kasus pembakaran di Hunuth. Ini bukti nyata komitmen Polri dalam menegakkan hukum dan memastikan keadilan bagi masyarakat,” ujar Kapolda.“Saya juga ingin menegaskan kepada para pelaku kejahatan, khususnya yang masih berstatus DPO, jangan pernah berpikir bisa lari dari tanggung jawab hukum. Cepat atau lambat, kami akan datang menjemput kalian di mana pun bersembunyi. Tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polda Maluku, dan saya juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak melindungi para pelaku kejahatan” tegas Irjen Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.SiKeberhasilan Tim Ditreskrimum Polda Maluku dalam menangkap buronan kasus pembakaran ini menunjukkan keseriusan dan konsistensi aparat penegak hukum dalam menjaga rasa aman masyarakat. Polda Maluku terus menegakkan hukum secara profesional dan berkeadilan, sekaligus mengirim pesan kuat bahwa setiap pelaku kejahatan akan dihadapkan pada konsekuensi hukum tanpa kompromi. PNO-12
04 Nov 2025, 08:13 WIT
Kapolda Maluku Jalin Silaturahmi Bersama Forkopimca dan Tokoh Masyarakat Taniwel Timur
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, menegaskan pentingnya menjaga budaya "Pela Gandong" dan "Hidup Orang Basudara" sebagai fondasi utama dalam menjaga kedamaian, toleransi, dan persatuan.Usai mengakhiri kunjungan kerja di wilayah hukum Polres Maluku Tengah, Kapolda Maluku Irjen Prof. Dr. Dadang Hartanto, dan Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H, kembali melaksanakan silaturahmi dan makan siang bersama Forkopimca serta seluruh elemen masyarakat di Taniwel Timur, Sabtu (1/11/2025).Dalam lawatannya, Kapolda dan Wakapolda yang didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku dan Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) menyapa seluruh elemen masyarakat termasuk Pemerintah setempat di Gedung Serbaguna Kantor Camat Taniwel Timur.Pertemuan dengan seluruh stakeholder di kecamatan Taniwel Timur menjadi agenda lanjutan dalam rangkaian kunjungan kerja Kapolda di wilayah Polres SBB. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat serta sarana mempererat hubungan antara jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.Kedatangan Kapolda yang didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Maluku beserta rombongan disambut secara adat oleh masyarakat Taniwel Timur yang dipimpin Plt. Camat Taniwel Timur, Thomas A. Mawene, S.Sos, didampingi Ketua PKK, Kapolsek Taniwel Timur IPTU Mika Pesiwarissa beserta Ketua Bhayangkari Ranting.Penyambutan ditandai dengan pengalungan syal kepada Kapolda dan Wakapolda Maluku, serta penyerahan bunga kepada Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku.Selain itu, anak-anak perempuan Desa Waraloin menyerahkan dua ekor ayam jantan sebagai simbol adat penerimaan tamu kehormatan, disertai tarian adat Cakalele dan Maru-Maru yang menggambarkan semangat persaudaraan dan kebanggaan masyarakat Taniwel Timur.Usai prosesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan makan siang bersama seluruh unsur Muspika dan masyarakat Taniwel Timur.Plt. Camat Taniwel Timur Thomas A. Mawene, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kunjungan Kapolda Maluku. Ia menilai kehadiran Kapolda dan rombongan merupakan bentuk nyata perhatian pimpinan Polri terhadap masyarakat di wilayah pelosok Maluku.Sementara itu, Kapolda Maluku Prof. Dr. Dadang Hartanto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat Taniwel Timur. Ia mengaku kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.“Kunjungan ini bukan sekadar agenda dinas, tetapi merupakan kesempatan bagi kami untuk menyapa, berdialog, dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Karena menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,” ungkapnya.Kapolda menegaskan pentingnya menjaga budaya Pela Gandong dan semangat Hidup Orang Basudara yang menjadi ciri khas masyarakat Maluku sebagai fondasi utama menjaga kedamaian, toleransi, dan persatuan.“Mari kita rawat nilai-nilai basudara dan pela gandong ini. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. Keamanan daerah bukan hanya tanggung jawab TNI-Polri, tetapi hasil kerja bersama seluruh masyarakat,” tegasnya.Lebih lanjut, Kapolda menyampaikan pembangunan Polsek Taniwel Timur merupakan salah satu program strategis Polda Maluku dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Seram Bagian Barat.Kapolda berharap dukungan seluruh pihak agar proses pembangunan dapat berjalan bertahap sesuai perencanaan. “Mohon doa dan dukungan agar rencana pembangunan Polsek Taniwel Timur dapat terwujud. Dengan kehadiran Polsek di sini, masyarakat akan semakin mudah mendapatkan pelayanan kepolisian yang cepat, dekat, dan humanis,” ucapnya.Pada kesemlatan itu Kapolda mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari pengaruh negatif. Ia menekankan pentingnya pendidikan, budi pekerti, serta pengawasan penggunaan teknologi dan media sosial bagi anak-anak.“Dorong anak-anak kita untuk belajar, membaca, dan memanfaatkan teknologi dengan bijak. Jangan biarkan mereka mewarisi tradisi kekerasan atau perilaku yang tidak baik. Jadikan media sosial sebagai sarana belajar dan menambah wawasan,” pesan Kapolda.Menutup arahannya, Kapolda mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan mendukung program pemerintah dalam membangun daerah.“Mari kita bergandengan tangan membangun Maluku yang damai, aman, dan sejahtera. Saya dan jajaran Polda Maluku akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya. PNO-12
04 Nov 2025, 08:02 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru