logo-website
Selasa, 10 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Jelang Hari Otsus, PJ Sekda Mimika Tekankan Kesiapan OPD Hadapi Pameran di Nabire Papuanewsonline.com, Mimika – Menjelang peringatan Hari Otonomi Khusus (Otsus) yang akan digelar secara terpusat di Nabire, Pejabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau, mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola dana Otsus untuk segera menyiapkan dokumen program dan laporan capaian pembangunan yang akan ditampilkan dalam kegiatan Pameran Otsus Papua Tengah. Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Abraham Kateyau saat memimpin apel pagi di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (3/11/2025). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kesiapan administrasi dan substansi agar Mimika dapat tampil maksimal dalam ajang yang mempertemukan seluruh kabupaten di wilayah Papua Tengah tersebut. “Pameran Otsus ini merupakan momentum penting untuk menunjukkan sejauh mana dana Otsus telah memberikan manfaat bagi masyarakat Papua. Karena itu, saya minta setiap OPD segera menyiapkan dokumen dan laporan yang lengkap serta menampilkan hasil nyata pembangunan,” tegas Abraham. Abraham menjelaskan, Pameran Otsus Papua Tengah dijadwalkan berlangsung mulai 14 November 2025 di Nabire dan akan melibatkan seluruh kabupaten/kota di wilayah provinsi. Setiap daerah diwajibkan menyiapkan stand pameran yang menampilkan berbagai program, kegiatan, dan inovasi pembangunan yang bersumber dari dana Otsus. Ia menambahkan, kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi forum evaluasi publik yang memperlihatkan sejauh mana efektivitas pengelolaan dana Otsus di masing-masing daerah. “Pameran ini bukan hanya untuk memperlihatkan hasil pembangunan, tapi juga untuk membuka ruang transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat harus tahu dana Otsus digunakan untuk apa saja, dan bagaimana dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, PJ Sekda Mimika juga mengimbau agar setiap OPD berkoordinasi lintas sektor guna menampilkan hasil terbaik dan memperkuat sinergi pembangunan. Ia mencontohkan beberapa dinas pengampu utama dana Otsus, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pekerjaan Umum, agar mempersiapkan data-data visual dan naratif yang menggambarkan capaian mereka selama ini. “Setiap dinas pengelola dana Otsus wajib melaporkan apa yang sudah dilakukan. Jangan hanya data, tetapi juga bukti konkret di lapangan. Hal ini penting agar masyarakat bisa menilai langsung hasil kerja pemerintah daerah,” tutur Abraham Kateyau. Selain memperkuat koordinasi internal, pameran juga diharapkan menjadi ajang partisipasi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan program Otsus, agar ke depan kebijakan dapat lebih tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat akar rumput. Dengan dukungan seluruh OPD, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen menampilkan inovasi dan capaian unggulan yang lahir dari program Otsus, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pameran ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan bagaimana pemerintah daerah menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan pembangunan. “Kami ingin Mimika menjadi contoh daerah yang serius mengelola dana Otsus secara profesional dan berorientasi pada hasil. Semua program harus berdampak langsung pada masyarakat,” tegas Abraham. Pameran Otsus Papua Tengah akan berlangsung selama tiga hari, dan diproyeksikan menjadi sarana penting untuk memperkuat kerja sama antar daerah, sekaligus menunjukkan komitmen bersama dalam membangun Papua yang lebih maju dan sejahtera. Penulis: Bim Editor: GF  03 Nov 2025, 22:14 WIT
Polda Papua Pantau Pergerakan Iyoktogi Telenggen, Anggota TPNPB yang Pernah Masuk DPO Papuanewsonline.com, Papua – Polda Papua kembali menegaskan langkah tegasnya dalam menjaga keamanan di wilayah pegunungan tengah Papua. Salah satu fokus pengawasan saat ini tertuju pada Iyoktogi Telenggen, yang diketahui merupakan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan pernah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) aparat kepolisian. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Cahyo Sukarnito, membenarkan bahwa aparat kepolisian telah melakukan tindakan hukum terhadap Iyoktogi Telenggen sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Kami telah melakukan upaya penindakan terhadap Iyoktogi Telenggen sesuai dengan hukum yang berlaku. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan menegakkan kedaulatan hukum di Papua,” ujar Kombes Cahyo dalam keterangannya, Senin (3/11/2025). Menurut keterangan resmi, penindakan terhadap Iyoktogi Telenggen dilakukan setelah aparat memperoleh informasi valid mengenai aktivitasnya yang berpotensi mengganggu keamanan di sejumlah titik rawan konflik di wilayah pegunungan. Aparat gabungan dari TNI-Polri dilaporkan telah memperketat patroli dan memantau pergerakan sejumlah kelompok bersenjata yang masih aktif di wilayah tersebut. Kombes Cahyo menegaskan bahwa penindakan ini tidak hanya bertujuan untuk menangkap pelaku yang terlibat dalam jaringan TPNPB, tetapi juga untuk menjamin keamanan warga sipil yang kerap menjadi korban dalam situasi konflik bersenjata. “Langkah-langkah yang kami lakukan selalu mengedepankan keselamatan masyarakat. Tidak ada toleransi terhadap pihak-pihak yang berusaha mengganggu ketertiban umum,” tegasnya. Polda Papua memastikan seluruh tindakan aparat di lapangan dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip hukum dan kemanusiaan. Selain langkah penegakan hukum, kepolisian juga melakukan pendekatan humanis dan dialogis dengan masyarakat di sekitar wilayah konflik, guna meredam potensi ketegangan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. “Kami berkomitmen menjaga keamanan dan melindungi masyarakat Papua dari segala bentuk ancaman, baik dari kelompok bersenjata maupun pelaku kriminal lainnya. Kami berharap masyarakat turut mendukung upaya ini dengan memberikan informasi yang akurat,” tambah Kombes Cahyo. Dengan langkah-langkah tersebut, aparat berharap situasi keamanan di wilayah Papua dapat terus kondusif dan kegiatan masyarakat dapat berjalan normal tanpa gangguan dari pihak-pihak yang berupaya mengacaukan stabilitas daerah. Penulis: Hendrik Editor: GF  03 Nov 2025, 11:59 WIT
Tragedi di Asmat: Anggota Polres Tewas Dibacok Warga Diduga Mabuk, Polisi Janji Usut Tuntas Pelaku Papuanewsonline.com, Asmat – Suasana pagi di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, berubah mencekam setelah insiden tragis menewaskan seorang anggota polisi. Briptu Abraham Eliaser Yarisetouw, personel Polres Asmat, tewas usai dibacok warga yang diduga dalam kondisi mabuk pada Senin (3/11/2025) di kawasan Jalan PLN Baru, Agats. Peristiwa ini bermula ketika korban bersama dua rekannya menerima laporan adanya keributan akibat seorang pria yang bertindak agresif setelah menenggak minuman keras. Ketiganya segera menuju lokasi untuk menenangkan situasi. Namun, upaya persuasif tersebut berubah menjadi tragedi berdarah saat pelaku berinisial SU alias Simon tiba-tiba menyerang menggunakan parang. “Pelaku menyerang secara mendadak saat korban berusaha menenangkan keadaan. Serangan itu menyebabkan luka parah di bahu dan tubuh korban,” ungkap Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Cahyo Sukarnito, dalam keterangan resminya, Senin siang. Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan dan segera mengevakuasi Briptu Abraham ke RSUD Perpetua J. Safanpo Agats. Namun, luka yang diderita cukup parah akibat sabetan benda tajam di beberapa bagian tubuh. Petugas medis telah berupaya keras melakukan penanganan darurat, tetapi nyawa korban tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 07.55 WIT. Kepergian Briptu Abraham meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Polres Asmat dan seluruh jajaran kepolisian di Papua Selatan. Sejumlah anggota Polres tampak melakukan penghormatan terakhir di halaman Mapolres Asmat sebelum jenazah diberangkatkan ke rumah duka. “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Almarhum gugur dalam tugas menjaga keamanan masyarakat. Polri akan memberikan penghormatan dan hak-hak kedinasan bagi keluarga korban,” tambah Kombes Cahyo Sukarnito. Setelah kejadian tersebut, aparat Polres Asmat bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku SU alias Simon beserta barang bukti senjata tajam yang digunakan dalam aksi penyerangan. Hingga kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Polisi menduga kuat pelaku berada dalam kondisi mabuk berat akibat konsumsi minuman keras lokal, yang kerap menjadi pemicu berbagai tindakan kriminal di wilayah tersebut. “Kami masih mendalami motif di balik penyerangan ini. Namun indikasi awal menunjukkan pelaku berada di bawah pengaruh alkohol,” jelas Cahyo. Pihak kepolisian juga akan melakukan tes toksikologi untuk memastikan kadar alkohol dalam tubuh pelaku dan memeriksa kemungkinan adanya gangguan kejiwaan yang memengaruhi tindakannya. Tragedi ini menjadi peringatan keras akan bahaya konsumsi minuman keras di kalangan masyarakat Papua, terutama di wilayah pedalaman yang masih memiliki akses terbatas terhadap pengawasan aparat. Polri berjanji akan mengusut kasus ini hingga tuntas dan memastikan pelaku menerima hukuman setimpal atas perbuatannya. Selain itu, pihak kepolisian akan meningkatkan patroli malam dan sosialisasi bahaya miras di wilayah Asmat, guna mencegah terulangnya insiden serupa. “Kami akan memperkuat pengawasan terhadap peredaran miras ilegal serta membangun kesadaran masyarakat agar menjauhi alkohol dan kekerasan,” tegas Kombes Cahyo. Kasus ini menjadi pengingat bahwa tugas aparat di lapangan tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga perjuangan nyata menghadapi risiko tinggi demi menjaga keamanan masyarakat. Briptu Abraham Eliaser Yarisetouw pun kini dikenang sebagai pahlawan tugas yang gugur dalam pengabdian untuk menjaga kedamaian di tanah Papua. Penulis: Hendrik Editor: GF  03 Nov 2025, 11:56 WIT
Bupati Mimika Turun Kampung ke Wilayah Pesisir: Dengar Aspirasi dan Resmikan Sejumlah Fasilitas Papuanewsonline.com, Mimika – Dalam upaya memperkuat pelayanan publik dan mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Suzy Rettob, serta rombongan pemerintah daerah, melaksanakan kegiatan Turun Kampung (Turkam) ke wilayah pesisir pada Sabtu, 2 November 2025. Rangkaian kunjungan ini mencakup tiga distrik penting, yakni Distrik Mimika Barat Jauh, Mimika Barat Tengah, dan Distrik Amar. Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan rombongan juga turut meresmikan sejumlah fasilitas publik yang dinantikan warga, termasuk fasilitas air bersih dan gedung perpustakaan desa. “Pembangunan dimulai dari kampung menuju kota. Kami hadir langsung untuk memastikan bahwa setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan hanya di pusat pemerintahan, tetapi sampai ke pelosok wilayah pesisir,” ujar Bupati Johannes Rettob di sela kegiatan. Selain meresmikan fasilitas publik, kegiatan Turkam juga menjadi ajang tatap muka langsung antara Bupati dan masyarakat. Dalam sesi dialog terbuka, warga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, keluhan, serta ide-ide pembangunan untuk kemajuan kampung mereka. Bupati menegaskan bahwa aspirasi masyarakat akan menjadi dasar perencanaan pembangunan Mimika ke depan. “Setiap masukan dari masyarakat sangat berharga. Dari sini, kami bisa melihat langsung kondisi lapangan dan menentukan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparat distrik yang antusias menyambut kehadiran rombongan pemerintah. Dalam kunjungannya, Bupati Johannes Rettob melakukan peresmian fasilitas air bersih dan gedung perpustakaan desa yang menjadi simbol nyata pemerataan pembangunan di wilayah pesisir Mimika. Peresmian dilakukan secara sederhana namun penuh makna, ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati, disaksikan masyarakat setempat dan jajaran pejabat daerah. Kepala Distrik Kapiraya Uta menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. “Air bersih dan perpustakaan ini bukan hanya fasilitas, tetapi simbol perubahan nyata di wilayah kami. Terima kasih kepada Bapak Bupati yang turun langsung mendengar dan menjawab kebutuhan kami,” ujarnya. Program Turun Kampung (Turkam) telah menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Melalui program ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa kehadiran negara tidak berhenti di pusat kota, tetapi hadir hingga ke pelosok. “Kami ingin memastikan pembangunan berjalan merata. Pemerintah tidak boleh hanya duduk di kantor, tapi harus turun langsung melihat realita di lapangan,” tegas Bupati Rettob. Turkam di wilayah pesisir ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan Mimika yang maju, mandiri, dan sejahtera. Penulis: Hendrik Editor: GF  03 Nov 2025, 11:51 WIT
Bupati Mimika Dorong Modernisasi Proses Pembotolan Air di Batang, Borneo Papuanewsonline.com, Mimika – Udara segar dan semangat kerja terpancar dari para pekerja di unit pembotolan air Batang, Borneo, saat Bupati Mimika, Johannes Rettob, melakukan kunjungan kerja pada 2 November 2025. Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyaksikan langsung proses pembotolan air secara manual dan bahkan sempat mencoba sendiri hasil produksi air lokal tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan efisiensi, kualitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Mimika Barat Tengah. “Saya sangat menghargai kerja keras dan dedikasi seluruh tim Batang Soda di bawah pimpinan Pak Abdul Hadi dan manajer Pak Aziz. Mereka telah menunjukkan semangat luar biasa dalam mengelola produksi air minum dengan fasilitas terbatas,” ujar Bupati Rettob dengan penuh apresiasi. Bupati Mimika menilai bahwa proses pembotolan air yang masih dilakukan secara manual memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih modern dan efisien. Menurutnya, penggunaan teknologi dan sistem otomatisasi akan membantu meningkatkan kapasitas produksi serta menjaga kualitas air agar tetap higienis dan kompetitif. “Kita harus mencari cara untuk mengotomatisasi sebagian proses agar tidak terlalu mengandalkan tenaga manual. Ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang daya saing dan keberlanjutan usaha,” tegasnya. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan, baik dalam bentuk pelatihan tenaga kerja, fasilitasi peralatan, maupun akses pendanaan usaha kecil dan menengah yang memiliki potensi ekonomi di tingkat lokal. Kunjungan kerja ini disambut hangat oleh masyarakat setempat. Mereka menilai kehadiran Bupati di tengah-tengah kegiatan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya hadir di pusat kota, tetapi juga menjangkau wilayah pelosok. Salah satu warga, Yohanis Wompere, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati yang telah memberikan perhatian terhadap pengembangan usaha lokal seperti Batang Soda. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bupati. Kehadiran beliau memberi semangat baru bagi kami untuk terus berusaha dan meningkatkan kualitas produksi air di daerah ini,” ujarnya. Selain itu, masyarakat berharap agar usaha pembotolan air di Batang dapat terus berkembang dan menjadi sumber pendapatan utama bagi warga sekitar. Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap potensi lokal di Mimika — termasuk pengelolaan air minum, pertanian, dan kerajinan — bisa berkembang menjadi sektor unggulan. Pemerintah daerah akan hadir untuk mendukung dari sisi regulasi, peralatan, hingga pemasaran,” jelas Rettob. Langkah ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan produk dari luar Mimika. Usaha pembotolan air di Batang, Borneo kini menjadi simbol inovasi masyarakat pedesaan yang mengandalkan sumber daya alam lokal untuk meningkatkan taraf hidup. Dengan dukungan pemerintah dan modernisasi teknologi, industri kecil ini berpotensi tumbuh menjadi ikon ekonomi kerakyatan Mimika Barat Tengah. Kunjungan Bupati Johannes Rettob menandai langkah awal menuju perubahan besar di sektor pengolahan air lokal, sekaligus menegaskan arah pembangunan Mimika yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat dan inovasi berkelanjutan. Penulis: Hendrik Editor: GF  02 Nov 2025, 21:46 WIT
Bupati Mimika Tegaskan Komitmen Pengelolaan Dana Desa Secara Transparan dan Akuntabel Papuanewsonline.com, Potowayburu — Langit cerah menaungi Distrik Mimika Barat Jauh saat Bupati Mimika, Johannes Rettob, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Potowayburu, Sabtu (1/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan pengelolaan dana desa yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa dana desa merupakan instrumen penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan kesejahteraan di wilayah pedalaman. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kepala desa dan aparat kampung untuk bekerja jujur, terbuka, dan profesional dalam mengelola anggaran tersebut. “Dana desa bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kesejahteraan rakyat. Kami akan mengawasi langsung penggunaan setiap rupiah agar benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Bupati Rettob dalam sambutannya di hadapan warga dan aparat kampung. Dalam kesempatan itu, Bupati Rettob juga menyoroti masih adanya laporan tentang penyalahgunaan dana desa di beberapa wilayah. Ia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para kepala desa, terutama mereka yang tidak transparan atau menyalahgunakan kewenangan. “Kami tidak akan mentolerir kepala desa yang menyalahgunakan dana desa. Jika ditemukan pelanggaran, sanksinya jelas: evaluasi, pemberhentian, dan bahkan proses hukum jika terbukti,” ujar Rettob dengan nada tegas. Langkah ini, kata Bupati, bukan untuk menakut-nakuti aparat kampung, tetapi untuk memastikan keuangan desa benar-benar digunakan untuk membangun jalan, air bersih, listrik, dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola dana desa yang lebih baik, Bupati Mimika juga mengumumkan akan membentuk tim pengawas khusus di tingkat kabupaten. Tim ini akan bekerja sama dengan inspektorat daerah, aparat distrik, dan masyarakat untuk memastikan setiap laporan penggunaan dana desa tercatat dan dapat diakses publik. Selain itu, pemerintah daerah akan meluncurkan sistem pelaporan daring (online) yang memungkinkan masyarakat memantau perkembangan penggunaan dana desa secara langsung. “Kami ingin masyarakat ikut mengawasi. Dengan sistem pelaporan online ini, semua warga bisa tahu ke mana dana desa digunakan. Kalau ada penyalahgunaan, segera laporkan,” jelas Bupati. Kunjungan kerja ini disambut antusias oleh masyarakat Potowayburu. Warga menilai langkah Bupati Mimika merupakan angin segar yang dapat memperbaiki kepercayaan publik terhadap pemerintah kampung. Salah satu tokoh masyarakat, Yustinus Kawer, menyampaikan harapannya agar kebijakan ini tidak hanya berhenti pada janji, tetapi benar-benar dijalankan secara konsisten. “Kami senang mendengar langsung komitmen Bupati. Masyarakat ingin pembangunan berjalan jujur dan terbuka. Dana desa harus kembali kepada rakyat,” katanya. Dalam kunjungan itu, Bupati Rettob juga menegaskan pentingnya pemberdayaan sumber daya manusia di tingkat kampung agar aparat desa memahami cara mengelola anggaran secara profesional dan sesuai aturan. Pemerintah daerah akan menyiapkan pelatihan manajemen keuangan desa dan pendampingan teknis bagi aparat kampung. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas bukan hanya soal laporan keuangan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan publik. “Ketika masyarakat percaya, mereka akan ikut terlibat menjaga pembangunan. Inilah inti dari pemerintahan yang baik,” tutup Bupati. Kunjungan ini sekaligus menandai langkah nyata Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang bersih, jujur, dan melayani, sejalan dengan visi besar “Mimika Maju, Mandiri, dan Berdaya”. Penulis: Hendrik Editor: GF  02 Nov 2025, 03:25 WIT
Harapan Baru dari Ujung Barat Mimika: Listrik dan Air Bersih Resmi Mengalir di Potowayburu Papuanewsonline.com, Mimika — Senyum bahagia terpancar dari wajah warga Distrik Mimika Barat Jauh saat Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, menekan tombol simbolis menandai resminya aliran listrik dan air bersih di Kampung Potowayburu, Sabtu (1/11/2025). Acara peresmian yang diwarnai tarian adat dan siraman kapur putih itu menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat setempat. Setelah bertahun-tahun hidup tanpa listrik dan harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air layak konsumsi, kini warga Potowayburu bisa menikmati dua layanan dasar yang menjadi simbol kemajuan dan kemandirian. Dalam sambutannya, Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Everardus R. Kukuareyau, mengungkapkan rasa syukur dan haru atas perhatian Pemerintah Kabupaten Mimika. Ia menyebut kehadiran listrik dan air bersih ini bukan hanya soal fasilitas, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat di wilayah paling jauh. “Dulu, anak-anak kami belajar hanya dengan cahaya pelita dan air harus diambil dari sungai. Sekarang, hidup kami berubah. Terima kasih kepada pemerintah yang telah hadir hingga ke pelosok,” ujar Everardus penuh haru. Pernyataan itu disambut tepuk tangan warga dan aparat kampung yang hadir. Mereka menilai peresmian ini sebagai awal dari transformasi sosial dan ekonomi di wilayah yang sebelumnya minim akses. Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari visi besar pemerintah daerah untuk memperluas pelayanan dasar dan meningkatkan taraf hidup masyarakat hingga ke wilayah terluar. Ia menambahkan, pembangunan tidak boleh hanya berpusat di kota, tetapi harus dirasakan secara merata di seluruh pelosok Mimika. “Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pembangunan yang adil dan merata. Tidak ada lagi daerah yang tertinggal. Pemerintah hadir untuk semua, termasuk di Potowayburu yang berada paling barat,” tegas Bupati Rettob. Sementara itu, Wakil Bupati Emanuel Kemong menambahkan bahwa program ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk PLN dan Dinas PUPR, yang bekerja keras memastikan infrastruktur dapat berfungsi secara berkelanjutan. “Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan listrik dan air, tetapi juga memiliki rasa memiliki dan menjaga fasilitas ini agar terus bermanfaat,” kata Kemong. Dengan beroperasinya jaringan listrik dan air bersih, aktivitas masyarakat Potowayburu kini berubah. Sekolah-sekolah dapat beroperasi dengan lebih baik, kegiatan ekonomi mulai menggeliat, dan warga tidak lagi bergantung pada sumber energi tradisional. Selain itu, kehadiran air bersih juga diharapkan menekan angka penyakit yang bersumber dari sanitasi buruk. Beberapa warga bahkan sudah mulai berencana membuka usaha kecil seperti kios, penggilingan padi, dan bengkel sederhana berkat adanya pasokan listrik. “Sekarang kami bisa belajar malam hari, bisa nonton berita, dan hidup terasa lebih mudah,” ujar Maria, warga setempat, dengan senyum lebar. Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan bahwa Potowayburu hanyalah satu dari sekian banyak wilayah yang akan mendapatkan program serupa. Tahun 2026 mendatang, pemerintah daerah menargetkan seluruh kampung di Mimika Barat Jauh telah teraliri listrik dan memiliki akses air bersih yang layak. Program ini menjadi bagian dari agenda besar Mimika dalam mendukung visi nasional “Indonesia Terang 2030” dan memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam menikmati kemajuan. Penulis: Hendrik Editor: GF  02 Nov 2025, 03:23 WIT
Tim Macan Gunung Polres Teluk Bintuni Bongkar Sindikat Pencurian Alat Berat Lintas Provinsi Papuanewsonline.com, Teluk Bintuni – Polres Teluk Bintuni kembali menorehkan prestasi gemilang dalam penegakan hukum. Melalui Tim Macan Gunung, satuan reserse kriminal Polres Teluk Bintuni berhasil membongkar sindikat pencurian alat berat lintas provinsi yang telah merugikan sejumlah perusahaan konstruksi dan proyek industri di wilayah Papua Barat. Pelaku utama berinisial RSN (41) diringkus di Manokwari setelah dilakukan penyelidikan intensif selama beberapa pekan. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa kunci master ekskavator, sepeda motor yang digunakan saat beraksi, serta dokumen pengiriman alat berat yang diduga hasil curian. Kerugian akibat aksi pelaku ini ditaksir mencapai Rp360 juta. Berdasarkan hasil pemeriksaan, RSN diketahui merupakan pelaku spesialis pencurian alat berat yang telah beroperasi di tiga lokasi proyek besar, dan menjual hasil curiannya ke luar Papua melalui jasa ekspedisi Lion Parcel menuju Pekanbaru, Riau. Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Hari Sutanto, mengungkapkan bahwa penangkapan RSN merupakan hasil kerja keras tim yang dilakukan secara terukur dan penuh kehati-hatian. Polisi menduga aksi ini tidak dilakukan seorang diri. Menurut Kapolres, pelaku memiliki jaringan yang cukup rapi dalam menjalankan kejahatan, termasuk menggunakan jalur ekspedisi resmi untuk mengirim hasil curian agar tidak terdeteksi. “Pelaku ini termasuk profesional. Ia memahami sistem pengamanan alat berat dan mampu membuka kunci mesin menggunakan kunci master. Kami menduga ada pihak lain yang membantu memfasilitasi penjualan alat berat hasil curian ini,” ujar AKBP Hari Sutanto. Tim penyidik kini tengah mengembangkan kasus tersebut dengan menelusuri aliran dana dan potensi keterlibatan pihak pembeli maupun jaringan pengiriman barang. Langkah ini menjadi bukti komitmen Polres Teluk Bintuni dalam memberantas kejahatan yang merugikan sektor ekonomi dan pembangunan daerah. Keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari kerja cepat dan responsif Tim Macan Gunung Polres Teluk Bintuni, unit khusus yang dibentuk untuk menangani tindak kejahatan menonjol. Tim ini dikenal memiliki keahlian dalam investigasi lapangan dan pelacakan lintas wilayah, serta didukung sistem koordinasi dengan jajaran Polda Papua Barat. “Kami akan terus menindak tegas setiap bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat. Tidak ada tempat bagi pelaku kriminal di Teluk Bintuni,” tegas Kapolres Hari Sutanto. Selain memburu pelaku lainnya, pihak kepolisian juga mengimbau seluruh kontraktor, operator alat berat, dan perusahaan industri di wilayah Teluk Bintuni agar memperketat sistem keamanan alat dan lokasi proyek. Penangkapan RSN mendapat apresiasi dari masyarakat dan pelaku usaha di Teluk Bintuni. Para kontraktor menyambut baik langkah cepat polisi karena kasus pencurian alat berat selama ini menjadi ancaman serius bagi kelancaran proyek pembangunan. “Aksi cepat Polres Teluk Bintuni memberikan rasa aman bagi kami yang bekerja di proyek lapangan. Semoga upaya ini terus berlanjut agar tidak ada lagi kerugian besar akibat pencurian,” ujar salah satu perwakilan kontraktor lokal. Dengan terbongkarnya jaringan ini, Polres Teluk Bintuni berharap dapat memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan serupa dan memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya kolaborasi menjaga keamanan wilayah. Penulis: Hendrik Editor: GF  02 Nov 2025, 03:20 WIT
Empat ASN Mimika Ditahan Terkait Korupsi Proyek Aerosport Rp79 Miliar: DPR Papua Tengah Apresiasi Papuanewsonline.com, Timika – Empat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Mimika resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua terkait dugaan korupsi proyek pembangunan sarana dan prasarana aerosport pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2021. Kasus ini mencuat setelah penyidik Kejati Papua menemukan bukti kuat adanya penyalahgunaan anggaran yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp31,302 miliar dari nilai kontrak proyek sebesar Rp79,13 miliar. Keempat ASN tersebut masing-masing berinisial DM, HW, RJW, dan M. Mereka kini resmi berstatus tersangka dan ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. Penahanan dilakukan setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi, mengaudit dokumen kontrak, serta menelusuri aliran dana proyek. Menanggapi langkah tegas Kejati Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR Papua Tengah, Yohanes Kemong, menyampaikan apresiasi atas kerja profesional aparat penegak hukum yang dinilai berani dan transparan dalam mengusut kasus korupsi yang melibatkan aparatur pemerintah daerah. “Kami mengapresiasi komitmen Kejati Papua dalam memberantas korupsi. Langkah ini membuktikan bahwa penegakan hukum di Papua berjalan dan tidak tebang pilih. Semoga kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak bermain-main dengan uang rakyat,” tegas Yohanes Kemong. Ia menambahkan, korupsi tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga menghambat pembangunan dan mencoreng kepercayaan publik terhadap pemerintah. Karena itu, DPR Papua Tengah akan terus mendukung upaya pemberantasan korupsi dan memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran di daerah. Kasus korupsi proyek aerosport di Mimika menjadi refleksi penting bagi pemerintah daerah di seluruh wilayah Papua Tengah untuk memperbaiki sistem pengawasan internal dan manajemen proyek pembangunan. Yohanes Kemong menegaskan bahwa ke depan, setiap proyek yang bersumber dari APBD maupun APBN harus disertai laporan keuangan yang terbuka dan dapat diakses publik. “Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban. Masyarakat berhak tahu ke mana anggaran digunakan, dan hasilnya harus dirasakan langsung,” ujarnya. Menurut Kemong, DPR Papua Tengah juga akan mendorong adanya kolaborasi antara Inspektorat Daerah, BPKP, dan aparat penegak hukum untuk memastikan setiap kegiatan pembangunan berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Dengan penahanan empat ASN ini, publik berharap akan muncul efek jera yang kuat terhadap para pelaku korupsi, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam membangun tata kelola keuangan yang bersih dan berintegritas. Kasus ini juga menjadi momentum bagi seluruh ASN di Papua Tengah untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menunjukkan bahwa pelayanan masyarakat adalah prioritas utama. “Kami berharap Kejati terus konsisten menegakkan hukum dengan tegas, sekaligus memberikan efek jera agar ke depan tidak ada lagi penyalahgunaan anggaran pembangunan,” tutup Kemong. Penegakan hukum terhadap kasus ini menandai era baru transparansi dan akuntabilitas di Papua Tengah — sebuah langkah menuju pemerintahan daerah yang bersih, jujur, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Penulis: Hendrik Editor: GF 02 Nov 2025, 03:17 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT