logo-website
Rabu, 11 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Hadirkan Eks Napiter Poso, Divhumas Polri Gelar FGD Kontra Radikal di Kabupaten Sigi Papuanewsonline.com, Sigi - Divisi Humas Polri melalui Tim Subsatgas Banops Humas Polri menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Kontra Radikal, salah satu program prioritas Kapolri. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di wilayah Sulawesi Tengah.FGD dibuka secara resmi oleh Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf. Ia didampingi Ketua Tim Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago, berlangsung di Aula Sarja Arya Racana Polres Sigi, Senin (13/10/2025).Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber Ustadz Imron, eks narapidana terorisme yang kini aktif sebagai Ketua Yayasan Lingkar Perdana Poso dan menjadi figur inspiratif dalam gerakan deradikalisasi di Sulawesi Tengah.Dengan mengangkat tema “Terorisme Musuh Kita Bersama”, kegiatan FGD juga dihadiri Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono dan Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga. Selain itu, sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda turut hadir, menandai komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan memperkuat ketahanan sosial di daerah yang pernah menjadi episentrum konflik beberapa waktu lalu yang kini sudah aman dan kondusif.Dalam sambutannya, Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Helmi Kwarta menegaskan bahwa aktivitas terorisme di wilayah Gunung Biru, Kabupaten Poso, kini sudah tidak ada lagi. Namun, ia mengingatkan bahwa paham dan ideologi radikalisme masih berpotensi tumbuh jika tidak diantisipasi bersama."InsyaAllah di Sulawesi Tengah menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menangkal paham dan ideologi radikalisme. Mari kita jaga kampung yang kita cintai ini, siapa yang mo jaga kampung yang kita cintai ini kalau bukan torang," ucap Brigjen Helmi dihadapan para tokoh.Brigjen Helmi Kwarta juga menyoroti perlunya menghapus stigma bahwa terorisme identik dengan umat Islam. Menurutnya, terorisme adalah persoalan individu manusianya, bukan agama. “Kita harus hilangkan pandangan bahwa terorisme itu identik agama Islam. Semua yang berperilaku buruk, yang menebar ketakutan, itulah terorisme,” tegasnya.Sementara itu, Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menjelaskan bahwa program Kontra Radikal merupakan bagian dari strategi Polri dalam membangun ketahanan ideologis masyarakat.“Kontra radikal adalah upaya membangun personal untuk mencegah paham radikalisme dan separatisme yang kini banyak dihembuskan melalui berbagai elemen sosial, budaya, dan politik,” ujarnya.Ia menambahkan, upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan oleh Polri, tetapi harus melibatkan seluruh unsur, termasuk Forkopimda, tokoh agama, masyarakat, adat, dan pemuda. “Kami berharap peserta FGD dapat mengikuti seluruh rangkaian acara, menyimak materi dengan baik, dan menyebarkan pengetahuan ini kepada masyarakat sekitar,” pesan Kombes Erdi.Dalam kesempatan itu, Ustadz Imron turut berbagi pengalaman hidupnya melalui materi bertema “Habis Gelap Terbitlah Terang, Cahaya Kebangsaan.” Ia menceritakan bagaimana dirinya dulu terjerumus dalam jaringan terorisme, hingga akhirnya sadar dan bertekad membantu negara melawan radikalisme dan terorisme musuh kita bersama."Alhamdulillah saya ucapkan kepada Divisi Humas Polri yang telah memberikan kesempatan kepada kami menyampaikan pengalaman sebagai Eks Napiter. Semoga apa yang saya sampaikan bisa menjadi pelajaran sehingga kedepannya indonesia ini terlepas dari paham radikalisme dan aksi terorisme, pungkasnya. PNO-12 14 Okt 2025, 13:50 WIT
Turunkan 1.554 Personel, Polda Maluku Siap Amankan Kunjungan Wapres Gibran Papuanewsonline.com, Ambon – Sebanyak 1.554 personel gabungan Polda Maluku dikerahkan untuk melaksanakan pengamanan kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Provinsi Maluku. Kunjungan kerja tersebut mencakup Kota Ambon, Kabupaten Buru, Kota Tual, dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), dengan pengamanan terpadu di seluruh titik kegiatan.Kepolisian Daerah Maluku memastikan seluruh rangkaian kunjungan Wakil Presiden berjalan aman, tertib, dan lancar, mulai dari kedatangan di Bandara Internasional Pattimura Ambon hingga kunjungan ke sejumlah lokasi kunjungan di Buru, Tual, dan Malra.Kapolda Maluku Irjen. POL. prof. DR. DadangHartanto, S.H., S.I.K., M.Si, mengatakan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu dan berlapis, melibatkan personel dari seluruh satuan fungsi dan jajaran kewilayahan.“Kami telah menyiapkan 1.554 personel yang terdiri dari berbagai satuan, termasuk Brimob, Sabhara, Lalu Lintas, Intelkam, dan Reskrim, serta dukungan personel dari Polres jajaran. Seluruhnya bersinergi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk menjamin keamanan selama kegiatan Wapres di Maluku,” ujar Kapolda, Selasa (14/10/2025).Pengamanan di setiap wilayah difokuskan pada lokasi kunjungan, jalur lintasan, tempat transit, hingga area publik yang menjadi titik konsentrasi masyarakat. Selain itu, Tim Jibom Gegana Satbrimob Polda Maluku juga melakukan sterilisasi terhadap seluruh area yang akan dikunjungi Wapres guna mengantisipasi potensi ancaman bahan peledak dan gangguan keamanan lainnya.“Sterilisasi menjadi tahapan wajib dalam SOP pengamanan VVIP. Kami memastikan semua lokasi dalam kondisi aman sebelum kegiatan dimulai,” ungkap Dansat Brimob Polda Maluku, Kombes Pol. (nama disesuaikan).Selain aspek keamanan fisik, jajaran Polda Maluku juga menyiapkan langkah-langkah pengamanan lalu lintas dan pelayanan kepada masyarakat agar aktivitas publik tetap berjalan normal selama kunjungan berlangsung.Kapolda menegaskan bahwa pengamanan kunjungan Wakil Presiden merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab institusi kepolisian untuk menjaga stabilitas keamanan di daerah.“Ini momentum penting bagi Maluku. Kami ingin memastikan kehadiran Wapres membawa kesan positif dan menunjukkan bahwa Maluku adalah wilayah yang aman, tertib, dan kondusif,” kata Kapolda. PNO-12 14 Okt 2025, 11:49 WIT
Apel Gelar Pasukan Pengamanan Wapres RI, Ini Arahan Kapolda Papuanewsonline.com, Ambon - Jelang kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka di wilayah Provinsi Maluku, dilakukan apel gelar pasukan pengamanan VVIP di lapangan Merdeka, kota Ambon, Senin (13/10/2025).Apel gelar pasukan dihadiri Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si bersama Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Kabinda Maluku, Dankodaeral IX, Danlanud Pattimura, Kasdam XV/Pattimura, Irdam XV/Pattimura, Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Pejabat Utama (PJU) TNI–Polri dan melibatkan personil pengamanan dari satuan TNI- Polri, Dishub dan Satpol PP, untuk personil Polri yang dilibatkan mulai dari Polda, Polresta Ambon, Polres Tual, Polres Malra dan Po.res Buru seluruh nya berjumlah 1. 554 personil polri.Kegiatan ini merupakan bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, sarana, dan prasarana dari seluruh unsur pengamanan yang terlibat dalam rangka menyambut kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) RI yang dijadwalkan berlangsung pada 14 dan 15 Oktober 2025 di Provinsi Maluku.Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan seluruh pasukan pengamanan, mulai dari ring 1, ring 2, hingga ring 3. Setiap unsur pengamanan diminta untuk memahami betul tugas dan tanggung jawab masing-masing, agar seluruh rangkaian kegiatan Wakil Presiden RI di Maluku dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto dalam kesempatan itu menegaskan pentingnya profesionalitas dan koordinasi antarinstansi pada pengamanan VVIP. Menurutnya, kunjungan Wakil Presiden merupakan kegiatan kenegaraan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga memerlukan perhatian dan kesiapan yang maksimal.“Apel gelar pasukan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh kekuatan pengamanan benar-benar siap, baik dari sisi personel maupun peralatan. Pengamanan VVIP adalah tugas negara yang tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun,” kata Kapolda Maluku.Soliditas dan sinergitas antara TNI dan Polri, kata Kapolda, merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku, khususnya dalam momentum kunjungan pejabat tinggi negara. Ia mengingatkan seluruh personel harus memahami prosedur pengamanan dengan prinsip zero tolerance terhadap setiap potensi gangguan.Selain itu, kegiatan apel juga menjadi ajang konsolidasi untuk menegaskan pembagian tanggung jawab di lapangan. Setiap satuan diminta melaksanakan patroli, penjagaan, serta pengamanan rute dan objek secara berlapis dan berkelanjutan sesuai dengan standar operasional pengamanan VVIP.Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP diakhiri dengan pengecekan pasukan dan perlengkapan oleh para pejabat forkopimda yang hadir, guna memastikan seluruh unsur siap melaksanakan tugas sesuai perintah operasi. PNO-12 14 Okt 2025, 11:29 WIT
Gubernur Fakhiri Ungkap Potensi Pertanian ke Menteri Pertanian: Papua Siap Jadi Lumbung Pangan Papuanewsonline.com, Jakarta – Langkah cepat terus diambil oleh Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, usai resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Tak menunggu lama, Fakhiri langsung melakukan serangkaian pertemuan penting dengan jajaran menteri kabinet, termasuk Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, guna mendorong percepatan pembangunan sektor pertanian di Tanah Papua. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Senin (13/10/2025) tersebut membahas peluang pengembangan potensi pertanian unggulan di tiga kabupaten utama, yakni Keerom, Jayapura, dan Sarmi. “Tadi saya sudah bertemu Pak Menteri Pertanian dan para Dirjen. Kami membahas tentang rencana Pemerintah Provinsi Papua untuk mengembangkan sektor pertanian, dan Pak Menteri merespons niat kami dengan sangat baik,” ujar Fakhiri usai pertemuan kepada wartawan. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Fakhiri memaparkan secara rinci potensi besar Papua dalam sektor pertanian yang selama ini belum tergarap maksimal. Ia menyebut, dari sisi lahan dan kondisi geografis, Papua memiliki peluang besar untuk menjadi sentra produksi pangan dan perkebunan unggulan di kawasan timur Indonesia. “Ada tiga kabupaten yang kami nilai sangat potensial, yaitu Keerom, Jayapura, dan Sarmi. Di wilayah ini kami akan fokus pada pengembangan empat komoditas utama — padi, kakao, kopi, dan sagu,” terang Fakhiri. Menurutnya, empat komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi besar untuk menyejahterakan masyarakat lokal. Selain itu, pengembangan komoditas ini juga dapat mendukung ketahanan pangan nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Gubernur yang akrab disapa MDF ini menegaskan optimismenya bahwa Papua ke depan tidak hanya akan mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga menjadi penyuplai bagi lima provinsi pemekaran lainnya di wilayah Papua. “Kami berharap ke depan Papua mampu menjadi lumbung pangan bagi provinsi-provinsi pemekaran yang lahir dari Papua induk,” tegasnya. Ia menilai, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan strategi pengelolaan yang berbasis potensi lokal, Papua dapat menjadi salah satu daerah penopang pangan nasional di kawasan timur Indonesia. Menanggapi pemaparan Gubernur Fakhiri, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan apresiasinya terhadap langkah cepat yang diambil Pemerintah Provinsi Papua. Ia menilai, rencana pengembangan pertanian tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pangan berbasis daerah. “Kementerian Pertanian siap mendukung penuh upaya Gubernur Papua untuk mengembangkan sektor pertanian rakyat. Kami akan bantu dari sisi pendampingan teknis, bibit unggul, serta dukungan alat dan mesin pertanian,” ujar Mentan Amran. Kementerian Pertanian juga akan menyiapkan tim teknis untuk melakukan survei lapangan dan memetakan potensi serta kebutuhan prioritas di tiga kabupaten yang menjadi fokus pengembangan. Selain sektor produksi, Gubernur Fakhiri juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur penunjang, terutama jalan dan jembatan yang menghubungkan wilayah sentra pertanian dengan pasar antarprovinsi. “Kami juga akan memperbaiki infrastruktur jalan agar ada konektivitas antar semua provinsi di Tanah Papua. Dengan begitu, distribusi hasil panen bisa lebih lancar dan efisien,” ujarnya. Ia menambahkan, sinergi antara sektor pertanian dan infrastruktur merupakan kombinasi penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Papua, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Pertemuan strategis antara Gubernur Papua dan Menteri Pertanian ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk memperkuat fondasi ekonomi berbasis sumber daya lokal. Dengan pendekatan terpadu dan dukungan pemerintah pusat, Papua diharapkan mampu melahirkan sistem pertanian modern yang berkelanjutan dan mandiri. “Ini bukan sekadar program jangka pendek, tapi langkah panjang menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan petani Papua,” pungkas Gubernur Fakhiri.     Penulis: Jid Editor: GF 14 Okt 2025, 05:02 WIT
Menteri PUPR dan Gubernur Papua Sepakat Percepat Pembangunan, Demi Wujudkan Papua Sejahtera Papuanewsonline.com, Jakarta — Langkah konkret menuju Papua yang lebih maju dan sejahtera kini mulai menunjukkan arah yang jelas. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pemerintah Provinsi Papua sepakat memperkuat kolaborasi percepatan pembangunan di Bumi Cenderawasih. Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (11/10/2025), Menteri PUPR Dody Hanggodo menerima langsung Gubernur Papua Matius Fakhiri dan Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen untuk membahas rencana strategis pembangunan infrastruktur, perumahan rakyat, serta peningkatan konektivitas antarwilayah. “Kementerian PUPR siap memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua. Pendekatan kolaboratif yang dilakukan sejak awal masa jabatan menjadi sinyal positif bagi percepatan pembangunan di wilayah timur Indonesia,” ujar Menteri Dody Hanggodo. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh semangat tersebut, Gubernur Matius Fakhiri menegaskan bahwa kunjungannya bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk menindaklanjuti berbagai agenda pembangunan prioritas. “Kami datang untuk bekerja, bukan hanya berkoordinasi di atas kertas. Rakyat Papua menunggu hasil nyata, bukan janji. Karena itu, kami ingin setiap kebijakan dan dukungan pusat dapat langsung dirasakan oleh masyarakat di lapangan,” tegas Gubernur Fakhiri. Ia menjelaskan bahwa tantangan utama pembangunan di Papua bukan hanya persoalan infrastruktur, melainkan juga pemerataan hasil pembangunan hingga ke daerah pedalaman. Oleh sebab itu, kolaborasi lintas sektor dan sinergi dengan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar Papua tidak tertinggal dari daerah lain di Indonesia. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis antara Pemprov Papua dan Kementerian PUPR. Di antaranya adalah: Pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Peningkatan infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, dan fasilitas umum di kawasan pegunungan. Percepatan pembangunan jalan dan jembatan penghubung antarwilayah, terutama untuk membuka akses ekonomi baru di daerah yang masih terisolasi. Menteri Dody menegaskan bahwa program-program tersebut akan diintegrasikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta memperhatikan karakteristik geografis dan sosial masyarakat Papua. “Kami akan memastikan pembangunan berjalan dengan pendekatan yang sesuai kondisi lokal. Papua memiliki tantangan tersendiri, tapi dengan kerja sama yang solid, hasilnya pasti bisa dirasakan langsung oleh rakyat,” ungkap Menteri PUPR. Gubernur Matius Fakhiri menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen untuk mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, dengan fokus pada transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan program pembangunan. “Kami ingin seluruh proyek pembangunan di Papua berjalan dengan jujur, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil. Dukungan penuh dari Pemerintah Pusat akan kami imbangi dengan kerja keras dan tanggung jawab di daerah,” tuturnya. Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen menambahkan bahwa pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan pengawasan internal serta memastikan partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan. “Pembangunan bukan hanya urusan pemerintah, tapi juga milik masyarakat. Karena itu, kami ingin rakyat Papua ikut mengawasi dan merasakan langsung manfaatnya,” ujarnya. Pertemuan antara Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Papua ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pusat dan daerah. Dengan komitmen bersama untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, harapan menuju Papua yang maju, adil, dan sejahtera kini semakin dekat untuk diwujudkan. “Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Papua adalah bagian penting dari Indonesia. Kolaborasi yang kuat akan membawa hasil besar bagi rakyat,” tutup Menteri Dody Hanggodo.     Penulis: Jid Editor: GF 14 Okt 2025, 04:59 WIT
Pemkab Mimika Digeber Audit BPK: Wabup Kemong Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas Jadi Kunci Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika kini tengah menjadi sorotan publik setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan audit kepatuhan terhadap belanja daerah. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai aturan dan prinsip transparansi. Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bersikap kooperatif serta menyiapkan seluruh dokumen pendukung yang dibutuhkan oleh tim auditor BPK. Pernyataan tegas tersebut disampaikannya saat memimpin apel gabungan ASN di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Mimika, Senin (13/10/2025). “Audit ini bukan sekadar formalitas tahunan, tapi momentum untuk membuktikan bahwa Pemkab Mimika mampu mengelola anggaran secara jujur, transparan, dan sesuai aturan. Saya minta semua OPD jangan menunggu diminta baru menyiapkan dokumen. Kita harus proaktif,” tegas Wabup Kemong dalam arahannya. Menurut Wabup Kemong, pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK justru menjadi alat evaluasi dan pembenahan sistem keuangan daerah. Pemerintah, katanya, tidak boleh memandang audit sebagai bentuk intimidasi, melainkan sebagai upaya memperkuat integritas dan efisiensi belanja publik. “Kita tidak boleh takut diaudit. Yang perlu kita takutkan adalah ketika kita tidak tertib administrasi. Audit ini adalah cermin untuk memperbaiki diri agar ke depan lebih baik lagi,” ujarnya. Ia menegaskan pula bahwa dirinya tidak ingin lagi mendengar adanya temuan berulang seperti penggunaan anggaran tidak tepat sasaran, perbedaan data belanja, maupun laporan pertanggungjawaban yang tidak sesuai realisasi lapangan. “Kita harus tunjukkan bahwa Mimika bisa bekerja tertib, efisien, dan bertanggung jawab. Tahun ini saya ingin hasil audit kita jauh lebih baik dari sebelumnya,” sambungnya dengan nada tegas. Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Tappi Mallisa, mengungkapkan bahwa tim BPK RI Perwakilan Papua Tengah telah tiba di Mimika dan mulai bekerja sejak awal pekan ini. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung selama 50 hari kerja ke depan, dengan fokus pada belanja barang dan jasa serta belanja modal untuk tahun anggaran 2024 hingga triwulan ketiga 2025. “Tim BPK akan melakukan audit selama 50 hari. Mereka fokus menilai kepatuhan belanja daerah terhadap aturan dan realisasi di lapangan,” jelas Marthen. Ia menambahkan, pihaknya bersama seluruh OPD sudah menyiapkan seluruh dokumen pendukung, termasuk laporan penggunaan anggaran, bukti transaksi, hingga dokumen Standar Satuan Harga (SSH) yang menjadi acuan dalam proses pembelanjaan pemerintah daerah. “Kami sudah siapkan semuanya. Ini bagian dari tanggung jawab administratif kami agar pemeriksaan berjalan lancar,” pungkasnya. Pemkab Mimika berharap proses audit kali ini menghasilkan rekomendasi konstruktif yang dapat memperkuat tata kelola pemerintahan daerah. Evaluasi BPK diharapkan tidak hanya fokus pada temuan administratif, tetapi juga memberikan arah pembenahan sistem keuangan agar lebih efektif, efisien, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Wabup Kemong berjanji akan memantau langsung proses tindak lanjut hasil audit dan memastikan setiap OPD menindaklanjuti catatan dari BPK secara cepat dan tuntas. “Hasil audit bukan akhir, tapi awal untuk memperbaiki kinerja. Kita ingin Mimika jadi contoh daerah yang mampu bertransformasi menuju tata kelola keuangan yang transparan dan modern,” tutupnya.       Penulis: Jid Editor: GF 14 Okt 2025, 03:25 WIT
Pemkab Mimika Tegaskan Majukan Pendidikan: Wabup Serahkan SK Plt Kepala SMAN 1 Mimika Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika kembali menegaskan komitmennya untuk menata dunia pendidikan agar lebih profesional dan berorientasi pada mutu. Hal itu dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mimika oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, kepada Yeniy Gogani, yang resmi ditunjuk menggantikan pejabat sebelumnya. Penyerahan SK Bupati Mimika Nomor 800.1.11.1/113/2025 ini dilakukan secara langsung oleh Wabup Kemong di aula sekolah pada Senin (13/10/2025), disaksikan oleh jajaran guru, staf administrasi, serta perwakilan Dinas Pendidikan Mimika. Momen ini menjadi babak baru bagi salah satu sekolah tertua dan paling berpengaruh di Kabupaten Mimika. SK yang diserahkan Wakil Bupati Mimika tersebut sekaligus membatalkan penunjukan sebelumnya yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab Mimika untuk memastikan setiap proses mutasi atau pengangkatan jabatan strategis, termasuk di sektor pendidikan, berjalan sesuai ketentuan hukum dan prinsip profesionalitas. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses penunjukan jabatan, terutama di bidang pendidikan, dilakukan secara prosedural dan transparan agar menghasilkan pemimpin yang benar-benar layak dan mampu membawa perubahan,” tegas Wabup Kemong dalam sambutannya. Emanuel Kemong juga menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung sekolah-sekolah di Mimika agar dapat berkembang lebih maju, terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut guru dan siswa lebih adaptif, kreatif, dan berkarakter. Sebagai salah satu sekolah unggulan dan tertua di Mimika, SMA Negeri 1 memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus bangsa. Dalam arahannya, Wabup Kemong mengajak seluruh guru dan tenaga pendidik di sekolah tersebut untuk bekerja dengan semangat baru di bawah kepemimpinan Plt Kepala Sekolah yang baru. “Kita berharap SMAN 1 Mimika bisa terus berbenah, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya di Mimika,” ujar Wabup. Ia juga memberikan pesan moral agar kepemimpinan yang baru tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang berintegritas, berdisiplin, dan mencintai tanah Papua. Dalam kesempatan itu, Wabup Kemong juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan para guru. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras mereka selama ini dalam mendidik generasi muda Mimika di tengah berbagai keterbatasan sarana dan prasarana. “Guru adalah ujung tombak perubahan bangsa. Pemerintah akan terus berupaya memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan dan pengembangan kompetensi guru di Mimika,” tutur Wabup Kemong. Selain itu, ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar soal prestasi akademik, melainkan juga tentang menumbuhkan nilai kemanusiaan, toleransi, dan cinta tanah air di dalam diri setiap siswa. Pemkab Mimika melalui Dinas Pendidikan juga merencanakan program penguatan kapasitas kepala sekolah dan tenaga pendidik, termasuk pelatihan manajemen sekolah, pelatihan kurikulum merdeka, dan penguatan karakter berbasis budaya lokal. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola sekolah dan memperkuat peran kepala sekolah sebagai manajer pendidikan yang efektif. “Kami ingin setiap kepala sekolah memiliki visi kepemimpinan yang kuat, mampu membimbing guru, serta menjadikan sekolahnya sebagai tempat yang inspiratif bagi para siswa,” ujar Wabup Kemong menutup sambutannya.       Penulis: Jid Editor: GF 14 Okt 2025, 03:20 WIT
“Guru Harus Lebih dari Sekadar Pintar!” Disdik Mimika Tegaskan Evaluasi Total Profesionalitas Guru Papuanewsonline.com, Timika — Kasus dugaan ujaran rasisme di SMP Kalam Kudus Timika terus bergulir dan kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mimika. Dinas Pendidikan (Disdik) Mimika menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap profesionalitas guru dan pola pendidikan di sekolah tersebut, menyusul protes keras para orang tua murid yang menilai insiden itu bukan kejadian pertama. Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni Ohestin Usmani, menegaskan bahwa langkah evaluasi ini bukan sekadar reaksi spontan atas peristiwa viral, melainkan upaya sistematis untuk mengidentifikasi akar masalah — apakah berasal dari sistem pendidikan yang lemah atau guru yang tidak memenuhi standar profesionalitas. “Kita akan evaluasi bersama, apakah yang salah itu pola pendidikannya atau gurunya yang tidak memenuhi syarat profesional sebagai guru,” tegas Jeni Usmani saat diwawancarai awak media usai menghadiri aksi penolakan rasisme di halaman Sekolah Kalam Kudus, Senin (13/10/2025). Dalam keterangannya, Jeni menekankan bahwa seorang guru tidak boleh hanya diukur dari kecerdasan akademiknya semata. Tugas utama seorang pendidik, katanya, adalah membentuk karakter, sikap, dan empati sosial peserta didik, bukan hanya sekadar mengajarkan rumus dan teori. “Guru bukan hanya dituntut pintar, tapi juga berkarakter dan mampu menanamkan nilai kemanusiaan serta menghargai keberagaman,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi refleksi penting bagi seluruh lembaga pendidikan di Mimika. Menurut Jeni, banyak sekolah yang masih menitikberatkan pada prestasi akademik tanpa memberi ruang cukup bagi pembentukan kepribadian dan etika sosial siswa — padahal hal itu adalah pondasi utama menciptakan masyarakat yang beradab dan toleran. Kepala Disdik Mimika juga menegaskan bahwa pemerintah menghormati hak masyarakat dan yayasan dalam mendirikan serta mengelola sekolah, sebagaimana diatur dalam undang-undang. Namun, ia mengingatkan bahwa karena mayoritas siswa di Sekolah Kalam Kudus berasal dari masyarakat Mimika, maka pemerintah memiliki kewajiban moral dan hukum untuk melindungi hak-hak mereka sebagai peserta didik. “Meski para guru di Kalam Kudus direkrut oleh pihak yayasan, pemerintah tetap berkewajiban melakukan evaluasi,” tegasnya. Disdik Mimika juga menerima laporan dari sejumlah orang tua yang menyebutkan bahwa praktik rasisme di lingkungan sekolah itu sudah terjadi berulang kali. Hal ini memperkuat alasan bagi pemerintah untuk turun langsung dan melakukan penilaian objektif terhadap mutu pengajaran dan perilaku tenaga pendidik di sekolah tersebut. Jeni Usmani menegaskan, setelah proses evaluasi selesai, Disdik tidak akan segan menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti lalai — baik itu guru kelas, tenaga pendidik, maupun siswa pelaku tindakan rasis. Ia juga mengimbau agar semua kepala sekolah dan guru di Mimika menjadikan kasus ini sebagai pelajaran penting dalam membangun budaya sekolah yang toleran dan humanis. “Kejadian di Kalam Kudus harus menjadi pengingat bagi semua sekolah. Kita sama-sama tidak mengharapkan hal seperti ini terjadi lagi,” ujarnya dengan nada tegas. Sebagai langkah pencegahan, Disdik Mimika akan mendorong program edukasi anti-bullying dan pelatihan guru tentang pendidikan karakter berbasis keberagaman, agar sekolah dapat benar-benar menjadi ruang aman bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang suku, ras, atau latar belakang sosial. Kasus Kalam Kudus telah membuka mata banyak pihak bahwa pendidikan bukan sekadar urusan nilai dan ijazah, tetapi tentang membentuk manusia yang menghargai sesama. Evaluasi yang dilakukan Disdik Mimika diharapkan tidak hanya menyelesaikan kasus ini, tetapi juga menjadi langkah awal menuju sistem pendidikan yang lebih berempati, setara, dan berkeadilan sosial. “Kami ingin sekolah di Mimika bukan hanya mencetak anak pintar, tapi anak yang berkarakter dan menghormati keberagaman,” tutup Jeni Usmani.     Penulis: Jid Editor: GF 14 Okt 2025, 03:11 WIT
Aksi Protes di Depan Sekolah Kalam Kudus Timika: Orang Tua Murid Desak Penghentian Rasisme Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana di depan Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika pagi ini berubah menjadi lautan protes. Puluhan orang tua murid, didominasi oleh keluarga asli Papua, menggelar aksi damai menuntut keadilan dan penghentian praktik rasisme yang diduga terjadi di lingkungan sekolah tersebut. Aksi ini merupakan respons keras terhadap dugaan ucapan rasis yang dilontarkan antar murid kelas VII Salomon saat kegiatan literasi pada Jumat (10/10/2025). Salah satu murid yang menjadi korban adalah Brigita Glori Kristiani Lokbere, siswa SMP di sekolah itu. “Kami tidak akan diam saat anak-anak kami dilecehkan dengan sebutan rasis. Ini bukan sekadar ucapan — ini menyakiti martabat kami sebagai manusia Papua,” ujar seorang orang tua dengan suara bergetar. Dalam aksi yang berlangsung tertib tersebut, para orang tua murid membentangkan berbagai pduk bernada protes keras terhadap rasisme. Pesan-pesan itu sarat makna, di antaranya: “Kalau saya monyet, saya tidak sekolah.” “Stop rasis di tanah kami, karena monyet tidak pernah cari makan di daerah manusia tetapi manusia lah cari makan di daerah monyet.” “Papua bukan tanah kosong. Kami bukan monyet, kami manusia.” “Stop Rasisme Wujudkan Persatuan! Rasisme bukan hanya melukai hati, tapi juga memecah belah bangsa.” Selain isu rasisme, massa juga menyuarakan penolakan terhadap praktik bullying yang masih marak di sekolah, mulai dari ejekan “bodoh”, “tolol”, “jelek”, hingga “lemah”. Menurut mereka, praktik-praktik tersebut tidak boleh dibiarkan tumbuh dalam dunia pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman dan membentuk karakter. “Sekolah harus jadi rumah kedua yang aman, bukan tempat anak-anak kami dicaci maki dan direndahkan,” tegas salah satu perwakilan orang tua. Merespons gelombang aksi ini, Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jenni O. Usmani, didampingi perwakilan DPRK Mimika dan pihak sekolah, turun langsung menemui massa. Mereka mengajak dialog terbuka untuk mendengar aspirasi dan keluhan orang tua murid. Jenni menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti kasus ini secara serius dan memastikan tidak ada bentuk diskriminasi yang dibiarkan berkembang di lingkungan sekolah. “Kami akan lakukan evaluasi dan pembinaan menyeluruh. Ini tidak boleh dibiarkan,” ujarnya. Perwakilan sekolah pun menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua dan berkomitmen membangun lingkungan belajar yang lebih inklusif, menghargai keberagaman, dan melibatkan siswa dalam program edukasi toleransi serta anti-bullying. Orang tua murid meminta pihak sekolah membuat mekanisme pencegahan dan sanksi tegas terhadap tindakan rasisme dan bullying, termasuk pembinaan khusus bagi siswa dan tenaga pendidik. Mereka juga menginginkan sekolah lebih aktif mengedukasi murid tentang nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan persatuan bangsa. “Kami tidak ingin kasus seperti ini terulang. Anak-anak kami berhak belajar dengan damai dan bermartabat,” tutur seorang ibu yang turut memimpin aksi. Aksi damai ini berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berakhir dengan kesepakatan untuk melakukan pertemuan lanjutan antara orang tua, pihak sekolah, dan Dinas Pendidikan.       Penulis: Abim Editor: GF 14 Okt 2025, 02:49 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT