logo-website
Jumat, 13 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Kemenko Polkam Tegaskan Komitmen Penguatan Indeks Keamanan Laut Nasional Papuanewsonline.com, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan keseriusan dalam memperkuat Indeks Keamanan Laut Nasional (IKLN) sebagai salah satu agenda prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Komitmen ini ditegaskan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa (Hanneg Kesbang), Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhoni, saat membuka Rapat Koordinasi Analisis Strategi Kementerian/Lembaga dalam Mendukung Penguatan IKLN, di Jakarta, Rabu (17/9/25). “Keamanan laut bukan sekadar urusan militer. Ia juga mencakup penegakan hukum, budaya keselamatan, perlindungan lingkungan, pemberantasan narkotika, hingga pembinaan masyarakat pesisir. Semua aspek ini harus berjalan seiring agar indeks keamanan laut benar-benar tercapai dan memberi manfaat nyata bagi bangsa,” ujar Purwito. Purwito menyoroti adanya tumpang tindih kewenangan antar lembaga penegak hukum laut yang dinilai menghambat efektivitas operasi. Karena itu, ia menegaskan sinergi lintas sektor adalah kunci utama. “Kemenko Polkam berperan sebagai koordinator sekaligus motor penggerak. Dengan modernisasi alutsista, peningkatan kualitas SDM, serta sinkronisasi regulasi, laut Indonesia akan lebih aman, berdaya saing, sekaligus mendukung kesejahteraan rakyat,” tegasnya. Rakor yang dihadiri perwakilan 31 kementerian dan lembaga itu menampilkan beragam masukan penting: KNKT menyoroti keterbatasan jumlah investigator pelayaran yang hanya 9 orang. TNI Angkatan Laut menyampaikan kesenjangan kebutuhan ideal 250 kapal perang dibanding realisasi 166 unit, ditambah kendala BBM, radar, dan logistik. Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) menekankan pengawasan keselamatan pelayaran serta pencegahan pencemaran laut. KLH mengungkap keterbatasan armada dan personel dalam menindak pencemaran laut. Polairud Polri mengakui intensitas patroli udara dan laut tinggi, namun wilayah pengawasan yang luas masih jadi kendala. KKP mengangkat isu perbedaan metode penghitungan coverage area antar instansi serta minimnya anggaran BBM dan satelit komunikasi. BRIN menawarkan kajian riset terkait standar kapal patroli, sistem pemantauan, dan sinkronisasi regulasi. BNN mengingatkan ancaman narkotika lewat jalur laut serta dampaknya terhadap ekspor perikanan. Setneg menekankan pentingnya metodologi pengukuran IKLN yang kredibel agar diakui internasional. BMKG menyatakan siap mendukung dengan data cuaca ekstrem laut untuk mitigasi kecelakaan. Sementara itu, Bakamla menegaskan manfaat luas dari IKLN. Bagi pemerintah, ia menjadi dasar pembentukan postur keamanan laut nasional. Bagi akademisi, sebagai bahan riset dan kajian strategis. Sedangkan bagi dunia usaha, IKLN adalah indikator penting untuk investasi maritim. Riset bahkan menunjukkan kenaikan satu poin IKLN berbanding lurus dengan meningkatnya nilai investasi di sektor maritim. Karena itu, Bakamla mendorong adanya peningkatan kualitas data, konsistensi koordinasi, serta dukungan anggaran berkelanjutan agar IKLN benar-benar kredibel, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui rakor ini, Kemenko Polkam menandai langkah awal penting menuju tata kelola keamanan laut yang lebih terpadu, modern, dan berbasis kolaborasi lintas sektor. “Dengan komitmen bersama seluruh K/L, target penguatan IKLN diharapkan dapat tercapai sesuai RPJMN 2025–2029. Laut Indonesia yang aman bukan hanya memperkuat ketahanan nasional, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” tutup Purwito.(GF)  19 Sep 2025, 02:40 WIT
Kemenko Kumham Imipas mengadakan FGD dan Sinkronisasi Kebijakan Roylati Musik Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan keseriusannya dalam memperbaiki tata kelola royalti musik nasional. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Focus Group Discussion (FGD) Koordinasi dan Sinkronisasi Regulasi dan Kebijakan Tata Kelola Royalti Musik Nasional yang diprakarsai oleh Kementerian Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) RI. FGD yang berlangsung pada Rabu (17/9/25) ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pejabat pemerintah, penggiat musik, hingga pelaku industri. Forum ini sekaligus menjadi ruang strategis untuk menjawab persoalan klasik yang selama ini membayangi sistem pengelolaan royalti di Indonesia: kurangnya pemahaman, kerumitan prosedur, serta rendahnya transparansi. Kemenko Kumham Imipas sebelumnya mengidentifikasi sejumlah persoalan krusial dalam tata kelola royalti musik. Di antaranya, minimnya pemahaman masyarakat, pelaku usaha, bahkan aparat penegak hukum mengenai mekanisme pengelolaan royalti. Selain itu, prosedur pemungutan dan pendistribusian royalti dinilai masih belum jelas tersosialisasi, serta lemahnya keterbukaan laporan keuangan yang memicu turunnya kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola royalti. Dalam pembukaan, Asisten Deputi Koordinasi Pemanfaatan, Pemberdayaan, dan Pelindungan Kekayaan Intelektual, Syarifuddin, menegaskan pentingnya forum ini sebagai wadah merumuskan solusi bersama. “FGD ini adalah ruang diskusi sekaligus momentum untuk menyelaraskan regulasi, memperkuat tata kelola royalti, serta membangun sistem yang lebih transparan, adil, dan akuntabel,” ujarnya. Senada, Deputi Bidang Koordinasi Hukum, Nofli, menekankan bahwa royalti bukanlah beban administratif semata. “Royalti adalah imbalan ekonomi yang adil atas kerja keras para kreator. Forum ini harus kita jadikan sebagai titik awal transformasi tata kelola royalti di Indonesia,” tegasnya. FGD ini juga menghadirkan musisi sekaligus pencipta lagu, Satriyo Yudi Wahono (Piyu Padi). Ia menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap mekanisme lisensi sebelum membicarakan distribusi royalti. “Lisensi adalah izin dari pencipta karya sebelum terjadi pemanfaatan secara komersial. Jika lisensi sudah dilaksanakan dengan benar, barulah pembicaraan tentang royalti bisa berjalan adil. Harapan kami, hak ekonomi dari pertunjukan musik benar-benar bisa diterima para pencipta lagu secara proporsional,” jelas Piyu. FGD ini menghasilkan kesepakatan awal mengenai tiga pilar utama tata kelola royalti ke depan yaitu, harmonisasi regulasi agar aturan lebih sinkron dan mudah diterapkan, penguatan kelembagaan untuk memperkuat peran dan fungsi lembaga pengelola royalty dan penyederhanaan prosedur serta edukasi agar masyarakat dan pelaku usaha lebih memahami hak dan kewajibannya. Kemenko Kumham Imipas menegaskan bahwa pihaknya akan menjadi fasilitator sekaligus pengawal seluruh hasil diskusi. Aspirasi, kritik, dan pandangan dari para pemangku kepentingan akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan konkret bagi penguatan regulasi dan tata kelola royalti musik nasional.(GF)  19 Sep 2025, 02:37 WIT
Pemerintah Provinsi Papua Gelar Forum Data 2025 Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua menggelar Forum Data Provinsi Papua Tahun 2025 sebagai salah satu upaya strategis memperkuat implementasi Satu Data Indonesia (SDI) di tingkat daerah. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/9/25) ini dibuka oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua, MB Setyo Wahyudi, mewakili Penjabat Gubernur Papua. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Setyo, Pj Gubernur menegaskan bahwa data memegang peranan vital dalam proses pembangunan. Menurutnya, tanpa data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan, arah kebijakan dan program pemerintah berisiko tidak tepat sasaran. “Data adalah fondasi dari kebijakan. Dengan data yang valid, program pembangunan Papua akan berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan,” tegasnya. Forum Data ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Papua serta perwakilan OPD dari kabupaten/kota terpilih yang menjadi pengampu Data Sektoral Strategis Daerah (DSSD). Salah satu agenda utama forum adalah penandatanganan Berita Acara Perencanaan Data Sektoral Strategis Daerah, yang menandai komitmen bersama dalam penguatan pengelolaan data sektoral di Papua. Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua, Jeri Agu Yudianto, selaku Walidata, memaparkan capaian pengelolaan data sektoral di Papua. Ia menjelaskan daftar perencanaan data, jenis data yang digunakan, data yang telah terisi, hingga data yang berhasil divalidasi oleh Walidata bersama BPS Provinsi Papua sebagai pembina data. “Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar-instansi dalam menghadirkan data berkualitas. Hanya dengan data yang solid, pembangunan Papua bisa diarahkan secara lebih inklusif dan akuntabel,” ungkap Jeri. Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya untuk menempatkan data sebagai landasan pembangunan. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam memastikan setiap kebijakan didasarkan pada informasi yang valid, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan kualitas data yang semakin baik, Papua diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga partisipatif, berkeadilan, dan sesuai kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.   Penulis: Jid Editor: GF  19 Sep 2025, 02:31 WIT
RSUP Jayapura Jadi Penutup Kunjungan Kerja Wapres Gibran di Papua Papuanewsonline.com, Jayapura – Rangkaian kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Tanah Papua resmi ditutup dengan peninjauan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura, Kamis (18/9/25). Kehadiran Wapres disambut hangat oleh para pegawai rumah sakit yang tampak antusias menyambut rombongan. Kunjungan ini dilakukan setelah Wapres Gibran sebelumnya meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Hamadi dan Pasar Youtefa. Peninjauan ke RSUP Jayapura menjadi salah satu agenda penting, mengingat rumah sakit ini diharapkan menjadi rujukan utama layanan kesehatan masyarakat Papua. Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, dr. Azhar Jaya, menyampaikan bahwa Wapres Gibran merasa puas setelah melihat langsung kesiapan operasional, fasilitas, dan pelayanan rumah sakit tersebut. “Nanti hasil kunjungan ini akan disampaikan ke Presiden untuk segera meresmikan RSUP Jayapura agar benar-benar menjadi kebanggaan rakyat Papua,” kata Azhar. Ia menambahkan, dengan hadirnya RSUP Jayapura, sebagian besar kasus penyakit yang sebelumnya harus dirujuk ke Makassar atau Surabaya kini bisa ditangani langsung di Papua. “Semuanya bisa selesai di sini. Ini tentu akan sangat membantu masyarakat Papua dan mengurangi beban biaya perjalanan maupun perawatan,” ujarnya. Azhar juga menegaskan bahwa standar pelayanan RSUP Jayapura setara dengan rumah sakit besar di Pulau Jawa. Direktur RSUP Jayapura, Petronela M. Risamasu, menyampaikan bahwa pihaknya telah mulai melayani pasien dengan jumlah yang cukup signifikan. Saat ini tercatat 450 pasien rawat jalan, 12 pasien rawat inap, dan 2 kasus operasi yang sudah ditangani. “Kami siap melayani masyarakat Papua dengan sepenuh hati. Fasilitas yang diberikan pemerintah pusat sudah sangat lengkap dan modern. Mudah-mudahan kehadiran RSUP Jayapura dapat menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Papua,” pungkasnya. Dengan adanya RSUP Jayapura, pemerintah berharap masyarakat Papua mendapatkan akses kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas. Rumah sakit ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga simbol kemajuan dan perhatian negara bagi rakyat Papua.   Penulis: Jid Editor: GF 19 Sep 2025, 02:29 WIT
Wapres Gibran Tinjau PPI Hamadi Didampingi Pj Gubernur Papua Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi, Jayapura, Kamis (18/9/25). Dalam agenda tersebut, Wapres didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Papua Agus Fatoni, yang menegaskan bahwa Papua memiliki potensi perikanan yang sangat besar dan strategis untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. PPI Hamadi selama ini dikenal sebagai salah satu sentra perikanan terbesar di Jayapura, dengan aktivitas nelayan dan pedagang ikan yang cukup tinggi setiap harinya. Kunjungan Wapres Gibran menjadi perhatian masyarakat sekitar yang antusias menyambut orang nomor dua di Indonesia itu. Dalam keterangannya, Pj Gubernur Agus Fatoni menyampaikan bahwa potensi laut Papua sangat melimpah, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan infrastruktur di PPI Hamadi. “Potensi perikanan di Papua cukup besar, tapi harus kita dukung dengan pembenahan sarana dan prasarana, termasuk penataan kawasan agar lebih tertib dan produktif,” ujar Fatoni. Menurutnya, penataan kawasan sangat penting agar pedagang ikan memiliki tempat yang layak tanpa mengganggu fungsi utama pelabuhan. Dengan pengelolaan yang baik, PPI Hamadi diyakini mampu menjadi pusat ekonomi baru di Jayapura. Fatoni juga menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Wapres Gibran yang melihat langsung kondisi di lapangan. Ia menilai kehadiran Wapres akan memperkuat perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor perikanan di Papua. “Kami berterima kasih kepada Bapak Wapres. Dengan kunjungan ini, pemerintah pusat bisa langsung melihat realita di lapangan, sehingga kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran untuk masyarakat Papua,” tutupnya. Selain meninjau aktivitas nelayan, Wapres Gibran juga berdialog singkat dengan pedagang ikan yang berharap adanya perbaikan fasilitas seperti tempat pelelangan, area penyimpanan, dan sarana kebersihan.     Penulis: Jid Editor: GF  19 Sep 2025, 02:27 WIT
Wali Kota Jayapura Serahkan Proposal Pembangunan Pasar Modern ke Wapres Gibran Papuanewsonline.com, Jayapura – Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menyerahkan proposal pembangunan Pasar Modern Youtefa kepada Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dalam rangkaian kunjungan kerja Wapres di Jayapura, Kamis (18/9/25). Momen penyerahan dilakukan langsung saat Gibran meninjau kondisi Pasar Youtefa, salah satu pusat perekonomian utama di Abepura, Kota Jayapura. Kunjungan Wapres Gibran mendapat sambutan hangat dari pedagang maupun masyarakat sekitar. Kehadirannya tidak hanya sekadar agenda pemerintahan, tetapi juga menjadi energi positif bagi pelaku usaha kecil yang sehari-hari menggantungkan hidup di pasar tersebut. Wapres bahkan menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah pedagang, mendengarkan langsung keluhan serta harapan mereka. Dalam keterangannya, Wali Kota Abisai Rollo menegaskan bahwa usulan pembangunan pasar modern merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan perdagangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Jayapura. “Kami ingin Pasar Youtefa tidak hanya menjadi pusat transaksi, tapi juga ikon perdagangan modern di Papua. Dengan infrastruktur yang lebih baik, pedagang akan lebih nyaman, pembeli pun merasa aman, dan produk lokal bisa lebih bersaing,” jelas Abisai. Proposal tersebut memuat rencana peningkatan fasilitas pasar, mulai dari renovasi fisik bangunan, penataan kios, sistem kebersihan dan sanitasi, hingga pengelolaan berbasis digital. Pembangunan pasar modern diyakini akan memberikan dampak luas, tidak hanya pada peningkatan omzet pedagang, tetapi juga membuka peluang bagi produk-produk lokal untuk menembus pasar yang lebih besar, termasuk sektor pariwisata. Selain itu, dengan fasilitas yang lebih representatif, Pasar Youtefa diharapkan mampu menjadi wajah baru Jayapura sebagai kota modern yang tetap berakar pada budaya lokal. Wapres Gibran, yang menerima proposal tersebut, menyatakan akan segera menindaklanjuti usulan tersebut melalui koordinasi lintas kementerian. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan di Papua.     Penulis: Jid Editor: GF  19 Sep 2025, 02:24 WIT
Polemik Jargon Baru “Mimika Rumah Kita” di Tengah Identitas Asli Daerah Papuanewsonline.com, Mimika – Perdebatan publik di Kabupaten Mimika kian menghangat setelah Pemerintah Daerah melalui kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong gencar mensosialisasikan jargon baru “Mimika Rumah Kita”. Jargon ini mulai digaungkan dalam berbagai acara besar, seremonial, hingga kegiatan resmi pemerintahan. Namun, langkah tersebut justru menuai penolakan keras dari masyarakat adat. Masyarakat Amungme dan Kamoro menilai jargon tersebut berpotensi menggeser eksistensi identitas asli Mimika yang telah melekat sejak lama, yakni “Eme Neme Yauware”, yang memiliki makna mendalam: Bersatu, Bersaudara, Membangun. Identitas ini dianggap bukan sekadar slogan, melainkan simbol kultural yang menyatukan masyarakat lokal. Penolakan masyarakat adat tidak hanya disampaikan melalui forum-forum resmi, tetapi juga ramai di jagat media sosial. Unggahan dengan tagar #SaveEmeNemeYauware bermunculan, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dianggap mengabaikan sejarah dan nilai luhur masyarakat Mimika. Ketua Aliansi Pemuda Kamoro (APK), Refael Taurekeyau, menyatakan sikap tegas menolak jargon baru tersebut. “Saya, Ketua APK, dengan tegas menolak slogan Mimika Rumah Kita. Identitas kita adalah Eme Neme Yauware, itu simbol dan harga diri masyarakat Kamoro. Pemerintah harus mengembalikannya sebagai jargon utama Mimika,” tegas Refael. Menanggapi polemik ini, Ketua Komisi IV DPRK Mimika, Elinus Balinol Mom, mengingatkan agar persoalan ini dilihat secara utuh, tidak hanya dari sisi politik, tetapi juga dari aspek hukum dan kebudayaan. “Elite politik maupun pemerintah harus bijak menyikapi persoalan ini. Eme Neme Yauware adalah identitas asli yang lahir dari masyarakat Mimika, dan itu harus dihormati,” ujarnya. Elinus juga mendorong pemerintah daerah untuk membuka ruang dialog bersama tokoh adat, pemuda, dan masyarakat sipil, agar tercipta kesepahaman dan tidak ada pihak yang merasa terpinggirkan. Bagi masyarakat adat Mimika, “Eme Neme Yauware” adalah warisan nilai persatuan yang menyatukan berbagai suku dan golongan sejak dahulu. Penggantian atau pengaburan jargon ini dikhawatirkan dapat mengikis rasa memiliki terhadap tanah Mimika yang kaya akan keberagaman. Sejumlah tokoh adat pun menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu mengedepankan kearifan lokal sebagai fondasi membangun daerah, sehingga setiap program dan jargon yang dipilih selaras dengan jati diri masyarakat.   Penulis: Jid Editor: GF  19 Sep 2025, 02:22 WIT
Pengurus Baru IKW Segmanmar Mimika Resmi Dilantik Bersamaan dengan Peringatan Maulid Nabi Papuanewsonline.com, Mimika – Ratusan masyarakat tumpah ruah memenuhi Gedung Eme Neme Yauware, Mimika, Kamis (18/9/25), untuk menghadiri pelantikan pengurus baru Ikatan Kekerabatan Wija (IKW) Segeri, Mandalle, Ma’rang (Segmanmar) Mimika periode 2025–2030. Momentum sakral ini digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, sehingga menambah nuansa religius, kebersamaan, dan persaudaraan. Acara berlangsung meriah sekaligus khidmat. Berbagai prosesi adat dan budaya turut mewarnai rangkaian pelantikan, diiringi lantunan sholawat serta penampilan seni tradisi yang menggambarkan kearifan lokal. Ketua MUI Mimika, KH Muhammad Amin, dalam ceramahnya menekankan tiga poin penting: meneladani akhlak Rasulullah SAW, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Pesan tersebut selaras dengan semangat yang diusung oleh IKW Segmanmar dalam periode kepengurusan barunya. Dengan tema “Maulid Nabi sebagai Inspirasi Persatuan, Kebersamaan, dan Kepedulian Sosial serta Mampu Merawat Budaya Wija Segmanmar”, pelantikan ini menjadi penegasan peran organisasi sebagai wadah pemersatu warga keturunan tiga kerajaan: Segeri, Mandalle, dan Ma’rang. Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan SK kepengurusan periode 2025–2030, ikrar bersama, serta penyerahan Pataka IKW Segmanmar, simbol persaudaraan dan kesetiaan terhadap nilai budaya leluhur. Ketua terpilih, Andi Mapparewe, menyampaikan bahwa IKW Segmanmar yang telah berdiri sejak empat tahun lalu hadir untuk menyatukan kembali semangat kekerabatan. “Organisasi ini bukan sekadar wadah silaturahmi, tetapi juga ruang bagi warga Segmanmar di Mimika untuk berkontribusi nyata, baik melalui kegiatan sosial maupun mendukung program pembangunan daerah,” ujarnya. Ia menambahkan, IKW memiliki tim relawan yang aktif membantu masyarakat dalam berbagai bidang kemanusiaan dan sosial. Mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda, Everth Hindom, menyampaikan apresiasi tinggi kepada IKW Segmanmar atas perannya dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta mendukung pembangunan di Mimika. “Dengan kepengurusan baru periode 2025–2030, kami berharap IKW Segmanmar semakin solid, lebih maju, serta terus bersinergi dengan pemerintah dalam memajukan bidang sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan di Mimika,” tegasnya. Pelantikan ini tidak hanya menjadi momen regenerasi kepengurusan, tetapi juga momentum penting bagi warga Segmanmar di Mimika untuk menunjukkan eksistensinya sebagai bagian dari masyarakat yang aktif, guyub, dan berkomitmen membangun daerah.   Penulis: Abim Editor: GF  19 Sep 2025, 02:19 WIT
Wapres Gibran Ajak Anak Panti Belanja Perlengkapan Sekolah di Jayapura Papuanewsonline.com, Jayapura – Suasana haru sekaligus bahagia mewarnai Gramedia Jayapura pada Rabu (17/9/25), ketika Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka secara mendadak hadir dan mengajak 60 anak dari dua panti asuhan berbelanja perlengkapan sekolah. Kehadiran Wapres Gibran yang tak terduga ini menjadi kejutan manis bagi anak-anak, yang seketika larut dalam euforia memilih langsung kebutuhan sekolah mereka. Informasi kedatangan Wapres Gibran disampaikan secara mendadak melalui koordinasi dengan aparat TNI, membuat pihak Gramedia harus bergerak cepat menyiapkan segala sesuatu. Meski serba singkat, suasana penuh kehangatan justru tercipta di dalam toko. Menurut Nonince Merani, Sales Superintendent Gramedia Jayapura, masing-masing anak diberikan anggaran belanja sebesar Rp500.000. Dengan dana itu, mereka bebas memilih perlengkapan sekolah sesuai kebutuhan dan keinginan, mulai dari tas, buku pelajaran, kamus, hingga alat tulis. “Bapak Wapres membiarkan anak-anak memilih sendiri barang yang mereka butuhkan. Beliau juga dengan sabar menunggu dan sesekali bercanda dengan mereka. Suatu kehormatan besar bagi kami di Gramedia Jayapura bisa menyaksikan langsung momen istimewa ini,” ujar Nonince. Kebahagiaan anak-anak panti terlihat jelas. Bukan hanya karena mendapatkan perlengkapan sekolah baru, tetapi juga karena merasa dihargai, diberi kepercayaan, dan diperhatikan langsung oleh seorang pemimpin nasional. Bagi sebagian anak, pengalaman memilih sendiri kebutuhan sekolah di toko besar seperti Gramedia adalah hal baru yang sangat berkesan. “Ini pengalaman yang luar biasa, kami sangat senang,” ujar salah satu anak panti dengan penuh semangat. Gaya kepemimpinan Gibran yang sederhana dan akrab dengan masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan ini. Ia tidak hanya datang untuk melihat, tetapi benar-benar terlibat, bahkan menyempatkan diri untuk berbincang ringan dengan anak-anak. Nonince berharap kegiatan serupa dapat berlanjut, bukan hanya di Jayapura, tetapi juga di daerah lain di Indonesia. “Kami berharap Bapak Wapres bisa sering datang membawa kegiatan positif seperti ini, karena selain membantu anak-anak, juga memberi semangat bagi dunia usaha lokal untuk ikut berkontribusi,” katanya. Kunjungan Wapres Gibran kali ini semakin menegaskan pesan bahwa pembangunan sumber daya manusia, khususnya anak-anak, tidak hanya bicara soal fasilitas pendidikan, tetapi juga tentang memberikan motivasi, kebahagiaan, dan pengalaman yang berkesan.   Penulis: Jid Editor: GF  19 Sep 2025, 02:15 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT