Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Longsor Tambang Emas Ilegal Gunung Botak Mengakibatkan 7 Penambang Meninggal
Papuanewsonline.com, Buru - Bencana tanah longsor terjadi di tambang emas ilegal gunung botak, tepatnya di areal kapuran tambang, desa persiapan Wansait, kecamatan Waelata, kabupaten Buru, Sabtu (8/3/2025).Peristiwa ini mengakibatkan 7 orang penambang, satu diantaranya adalah tukang masak ditemukan meninggal dunia. Mereka ditemukan terkubur material longsor setelah jebolnya bak penampung air akibat tingginya curah hujan pada sabtu pagi.7 korban tewas diantaranya Isra (51) bersama istrinya Sarbia (49) dan anak mereka Iman (8). Warga Malifut kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, ini telah dievakuasi ke Ternate menggunakan speedboat milik Pemda Buru.Selain satu keluarga, korban lainnya yang berasal dari Mauku Utara yang ditemukan meregang nyawa yaitu Badrun (41), dan Asni, tukang masak, warga Desa Tahane, Pulau Makean Ternate, Maluku Utara."Kelima korban tersebut telah dievakuasi ke Maluku Utara menggunakan speedboat milik Pemda Buru," kata Kapolres Buru, AKBP. Sulastri Sukidjang.Dua korban lainnya yang ditemukan meninggal dunia adalah warga Desa Dava, kecamatan Waelata, Buru, yaitu Hendra (59), dan Sudin (41). "Kedua korban sudah dimakamkan di TPU desa Dava," tambah Kapolres.Sementara korban luka-luka yang ditemukan selamat yaitu Awi (40), warga desa Debowae, kecamatan Waelata. Korban mengalami patah tangan kiri, pinggang kiri dan dirawat di Puskesmas Perawatan Waekasar.Korban lainnya biasa dipanggil Anak Beta (27), warga desa Dava. Korban mengalami luka pada tangan kiri dan sementara Pulang ke Desa Oki Lama kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan. Ia melakukan pengobatan tradisional (urut).Empat korban lainnya yang ditemukan terluka berasal dari desa Dava. Mereka yaitu Dedi Putabuga (39), mengalami trauma akibat tertimbun material tanah, Gio Putabuga (38), mengalami sakit pada bagian rahang dan mulut akibat tertimpa tanah longsor, Ali Putabuga (27), mengalami luka-luka pada kaki kiri, dan Ecan Putabuga (28), patah kaki kiri. "Ke empat korban patah dan luka-luka ini berasal dari Kota Mobagu, Sulawesi Utara dan saat ini sementara dirawat oleh keluarga di Desa Dava," ungkapnya.Kapolres mengatakan, berdasarkan keterangan saksi Ikram Boko yang sementara membantu istrinya memasak di warungnya mendengar suara air mengalir deras dari tebing lokasi longsor.Mendengar bunyi air saksi keluar warung dan melihat tanah longsor sedang terjadi. Terlihat material tanah dan batu menghantam lokasi tenda-tenda para penambang."Setelah dilakukan penggalian di lokasi longsor beberapa korban yang tertimbun berhasil di evakuasi langsung di arak menuju ke desa Dava tepatnya di masjid Nurul Iman untuk dilakukan proses pemakaman dan sebelum diberangkatkan ke Ternate," jelasnya. Kapolres mengatakan tanah longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang terjadi di areal tersebut."Dimungkinkan korban akan bertambah karena menurut informasi yang diperoleh dari saksi bahwa lokasi terjadinya longsor ada beberapa tenda penambang yang ikut tertimbun material tanah longsor," katanya.Kapolres mengaku hingga saat ini belum dapat dilakukan olah TKP karena kondisi tanah yang masih labil. "Kemungkinan besok baru akan dilakukan olah TKP tergantung situasi yang ada," pungkasnya. PNO-12
09 Mar 2025, 20:17 WIT
dr Arfin Putuskan Gabung Polri Usai Lihat Pengabdian Polisi di Papua Pegunungan
Papuanewsonline.com, Semarang - Dokter muda campuran Bugis Papua, Arfinsasi Putra (29) pernah punya pengalaman memberikan pelayanan kesehatan di wilayah Papua Pegunungan. Akses, fasilitas dan layanan yang masih terbatas menjadi tantangan tersendiri. Selain itu, dr. Arfin juga sempat menjalani program internship di Rumah Sakit Bhayangkara, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan Februari 2022 hingga Februari 2023. Berangkat dari pengalaman-pengalaman itu, dia ingin mengabdi sebagai dokter sekaligus anggota Polri di tanah Papua, tempat kelahirannya. “Saya juga memang punya cita-cita jadi polisi, ketika internship di RS Bhayangkara Mataram saya jadi memahami peran dokter di lingkungan kepolisian,” kata Arfin yang lahir 14 September 1995 itu, ditemui di Komplek Akademi Kepolisian (Akpol), Kota Semarang, Jumat (7/3/2025). Dia bercerita, setelah lulus S-1 Kedokteran Umum dari Universitas Cendrawasih, Jayapura, Provinsi Papua, dan internship di RS Bhayangkara Mataram, Provinsi NTB, Arfin bertugas sebagai dokter di Papua di RS Daerah Oksibil, Papua Pegunungan. Di sanalah semangatnya makin menjadi untuk mengabdi jadi insan bhayangkara. Dia selanjutnya lolos seleksi Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS), yang merupakan jalur khusus bagi lulusan D4, S1 ataupun S2 untuk menjadi Perwira Pertama (Pama) Polri. “Saya memang mengikuti seleksi yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan,” kata Arfin. Meskipun bukan Orang Asli Papua (OAP), namun Arfin lahir dan besar di sana. Dia berharap, setelah mengikuti pendidikan dan pengasuhan SIPSS selama 4,5 bulan ini dan resmi jadi perwira Polri, bisa nantinya bertugas sebagai dokter polisi di Papua. “Saya merasa sudah menjadi bagian dari Papua, saya ingin kembali ke sana (bertugas) untuk membantu di sektor kesehatan lewat jalur kepolisian,” tuturnya penuh semangat. PNO-12
09 Mar 2025, 11:00 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz-2025 Gagalkan Penyelundupan Senjata KKB di Puncak Jaya
Papuanewsonline.com, Jayapura – Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 bersama Polda Papua berhasil menggagalkan penyelundupan senjata api dan amunisi yang diduga akan disalurkan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak Jaya, yang dipimpin oleh Lerimayu Telengen.Operasi ini merupakan hasil pemantauan yang dilakukan sejak 1 hingga 7 Maret 2025, mengungkap pergerakan senjata dari Jayapura menuju Puncak Jaya. Berdasarkan informasi intelijen, senjata tersebut akan diserahkan oleh tersangka utama, Yuni Enumbi (29 tahun), yang akhirnya berhasil ditangkap dalam operasi ini.Penangkapan dan BarangBukti Pada 6 Maret 2025, tim Satgas Ops Damai Cartenz-2025 menangkap Yuni Enumbi di KM 76, Kabupaten Keerom. Selain itu, dua orang lainnya turut diamankan:1. Yudhi Kalalo – Sopir lajuran yang mengangkut barang.2. Matius Payokwa – Helper lajuran.Dari hasil operasi, sejumlah barang bukti berhasil diamankan, antara lain:1. Senjata dan Amunisi:2 pucuk senjata api laras panjang (belum terangkai).4 pucuk pistol G2 Pindad.632 butir amunisi kaliber 5,56 mm.250 butir amunisi 9 mm.1 pucuk senapan angin (belum terangkai), beserta:1 paket laser senter + mounting.1 teleskop + peredam.1 popor kayu warna coklat.1 laras dan tabung senapan angin.2. Barang Lainnya:1 unit air compressor bertuliskan United Waran Biru (tempat penyimpanan senjata).1 unit handphone Vivo Y19S.1 buah pompa dan 1 tas angin.1 kunci T dan 1 paket gurinda portabel.Beberapa tas, termasuk tas senapan angin dan tas selempang berisi identitas diri serta kartu ATM.3. Uang Tunai:Rp369.600.000 (Tiga ratus enam puluh sembilan juta enam ratus ribu rupiah).Pengakuan Tersangka dan Penyelidikan LanjutanDalam pemeriksaan, Yuni Enumbi mengakui bahwa senjata tersebut dibeli dengan harga Rp1,3 miliar dari luar Papua dan akan diserahkan kepada KKB di Puncak Jaya. Sementara itu, sopir dan helper yang diamankan mengaku tidak mengetahui isi muatan yang mereka bawa.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa operasi ini masih berlanjut."Keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari penyelidikan lebih lanjut. Kami akan terus menelusuri asal-usul senjata ini dan siapa saja yang terlibat," ujar Kombes Yusuf.Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, memberikan apresiasi atas kerja keras tim dalam menggagalkan penyelundupan ini."Alhamdulillah, berkat kerja keras tim, kami berhasil menggagalkan penyelundupan berbagai jenis senjata dan amunisi yang rencananya akan disuplai kepada KKB di Puncak Jaya," ungkapnya.Dengan keberhasilan operasi ini, diharapkan upaya kelompok bersenjata dalam memperoleh persenjataan ilegal dapat ditekan, sehingga stabilitas keamanan di Papua semakin terjaga. PNO-12
09 Mar 2025, 10:52 WIT
1.800 Bintara Polri Memulai Transformasi Menjadi Perwira
Papuanewsonline.com, Sukabumi - Brigjen Pol Dirin, S.I.K., M.H., Kepala Sekolah Pembentukan Perwira Lemdiklat Polri, secara resmi membuka kegiatan Pembinaan Tradisi (Bintra) bagi calon siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-54 Gelombang I Tahun Anggaran 2025. Acara tersebut berlangsung di Lapangan Soetadi Ronodipuro Setukpa Lemdiklat Polri Kota Sukabumi. 06 Maret 2025.Bintra atau Orientasi Lingkungan merupakan tahap awal yang penting bagi para calon perwira untuk mengenal lingkungan pendidikan mereka. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk melatih fisik dan membangun hubungan baik antara siswa, pendidik, pengasuh, dan personel Setukpa. Brigjen Pol Dirin, S.I.K., M.H. menekankan bahwa para siswa harus menjaga kesehatan fisik dan keselamatan selama mengikuti pendidikan.Beliau juga menegaskan bahwa proses pendidikan untuk menjadi perwira tidaklah mudah dan memerlukan sikap serta keterampilan yang mumpuni. Oleh karena itu para siswa diharapkan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh lembaga dan menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri.Setelah upacara pembukaan Bintra atau Orientasi Lingkungan, 1800 siswa yang hadir di lapangan mengikuti uji fisik yang dipandu oleh para pengasuh dari Setukpa Lemdiklat Polri.Dengan dimulainya Bintra ini diharapkan para calon perwira dapat menjalani proses pendidikan dengan baik dan siap mengemban amanah sebagai pemimpin di institusi Polri. PNO-12
09 Mar 2025, 10:49 WIT
Ikut SIPSS, 6 dokter muda Papua Bertekad Tingkatkan Layanan Kesehatan
Papuanewsonline.com, Jakarta - Enam dokter muda asal Papua saat ini tengah menjalani pendidikan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Gelombang I tahun 2025. Mereka adalah Jack Johanes Pical, Ilham Aaas Hamka, Alex Stendly Nuburi, Herlambang Andreka Junior Dwi Putra, Arfinsasi Putra dan Marlina Putri Purnama Sari Pekpekai. Para dokter muda ini memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam, namun memiliki satu tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Papua. Mereka menyadari betul bahwa akses layanan kesehatan di Papua, terutama di daerah pelosok, masih sangat terbatas."Saya melihat sendiri bagaimana sulitnya akses layanan kesehatan di Bintuni. Banyak daerah pesisir dan pegunungan yang kekurangan tenaga dokter. Melalui SIPSS, saya berharap bisa menjadi dokter sekaligus polisi, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat," ujar Jack Johanes Pical, salah satu peserta didik SIPSS Gel I T.A 2025. Pengalaman yang hampir sama dituturkan Alex Stendly Nuburi. Ia menceritakan kondisi alam Papua menjadi tantangan tersendiri pasien dan juga para tenaga medis. “Tahun 2024 saya bekerja di puskesmas Arbaiz yang terletak di Kabupaten Sarmi yang waktu tempuhnya sekitar 10 jam dari kota Jayapura. Puskesmas saya itu merupakan puskesmas yang terpencil,” kata Alex. Minimnya tenaga medis dan fasilitas Kesehatan di Papua juga menjadi motivasi Herlambang Andreka Junior Dwi Putra. Menjadi dokter merupakan keinginan kecilnya untuk menolong keluarganya. Beranjak besar, ia melihat bahwa tidak hanya keluarganya yang membutuhkan bantuan medis, tapi juga masyarakat di lingkungan tempatnya tinggal. “Menjadi dokter merupakan cita-cita kecil menolong orang. Kini saya mendapat kesempatan untuk memberi manfaat kepada lebih banyak orang dengan menjadi siswa SIPSS yang nantinya disiapkan sebagai polisi dengan keahlian di bidang medis,”kata Herlambang.Para dokter muda ini memiliki mimpi besar untuk mengembangkan karir mereka di bidang spesialisasi kedokteran. Beberapa di antaranya bercita-cita menjadi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, penyakit dalam, bedah, kandungan, dan saraf.Seperti pengalaman Marlina. Ia melihat di daerahnya belum ada dokter ahli syaraf. Banyak lansia yang tidak mendapat perawatan yang layak karena kekurangan tenaga medis ahli di bidang syaraf termasuk kakeknya sendiri. “Saat saya sedang internship di Merauke di sana saya tinggal bersama kakek saya yang usianya sudah renta di atas 70 tahun di mana beliau pada saat itu terkena serangan stroke sedangkan di Merauke pada saat itu sama sekali tidak ada dokter saraf sehingga kakek saya berpulang. Dari situ saya memiliki nilai sensitifitas terhadap bidang ini,” kata Marlina. Keinginan untuk memberikan perawatan kepada masyarakat kurang mampu di Papua terutama lansia juga diutarakan Ilham Aaas Hamka. “Setelah menjadi dokter polisi saya ingin melanjutkan lagi menjadi dokter spesialis terutama dokter spesialis penyakit dalam. Kenapa saya memilih spesialis penyakit dalam karena untuk penyakit dalam ruang lingkup pengetahuannya sangat luas. Misalnya pada saat ada pasien jantung dan pasien itu geriatri atau usia lanjut pasti akan dikonsulkan kepada spesialis penyakit dalam,” ujar Ilham. Keinginan menjadi dokter spesialis internis juga disampaikan Arfinsasi Putra. Ia mengatakan kondisi ini jelas terlihat saat ia bertugas di Papua Pegunungan. “Masyarakat di Papua Pegunungan banyak yang memiliki keluhan penyakit dlaam tapi di sana adanya dokter umum, termasuk saya. Hal ini yang memotivasi saya untuk melanjutkan spesialisasi penyakit internis untuk menolong warga yang membutuhkan layanan Kesehatan penyakit dalam,” kata Arfin. Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyambut baik cita-cita enam dokter muda asal pengiriman Polda Papua ini. "Kami sangat mengapresiasi semangat pengabdian para dokter muda asal Papua. Kehadiran mereka di Polri akan memperkuat upaya kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat, khususnya di daerah terpencil," ujarnya.Komjen Pol Dedi Prasetyo juga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan program kesehatan pemerintah Prabowo untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di daerah terpencil dan tertinggal. "Pemerintah pak Prabowo berupaya menyediakan fasilitas Kesehatan yang lebih baik di daerah pelosok termasuk Papua. Polri mendukung dengan merekrut dokter-dokter melalui penerimaan SIPSS. Mereka nantinya akan kami tugaskan di tempat asal mereka di Papua,” imbuh Komjen Pol Dedi Prasetyo. Para dokter muda asal Papua juga berharap bisa segera menyelesaikan pelatihan dan kembali ke kampung halaman mereka untuk mengabdikan kepada Masyarakat Papua sebagai dokter dan juga polisi sebagai bentuk kontribusi nyata bagi peningkatan layanan kesehatan di tanah kelahiran mereka. PNO-12
09 Mar 2025, 10:38 WIT
Polresta Ambon Berbagi Takjil Untuk Masyarakat di Bulan Suci Ramadhan
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pulau Ambon & Pulau-Pulau Lease kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menggelar kegiatan berbagi takjil di bulan suci Ramadhan 1446 H. Kegiatan ini berlangsung di depan Gong Perdamaian Dunia, Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon Jumat (07/02/2025).Dipimpin langsung oleh Kapolresta P. Ambon & P.P. Lease, Kombes Pol Driyano Andri Ibrahim, S.I.K, MH, kegiatan ini juga diikuti oleh Pejabat Utama (PJU) Polresta, serta personel dari Satuan Narkoba dan Polsek Sirimau. Mereka turun ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat dan pengendara yang melintas sebagai bentuk kepedulian di bulan penuh berkah ini.Kegiatan berlangsung dengan lancar hingga pukul 18.10 WIT dalam suasana yang aman dan kondusif. Aksi berbagi ini tidak hanya menjadi bentuk pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga mencerminkan semangat kepolisian dalam menjalin kedekatan dengan warga selama bulan suci Ramadhan.Selain berbagi takjil, Polresta Ambon juga terus mengintensifkan berbagai kegiatan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama Ramadhan. Hal ini mencakup patroli rutin, pengamanan tempat ibadah, serta menjaga ketertiban lalu lintas agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman. PNO-12
08 Mar 2025, 20:34 WIT
Wakapolda Maluku Apresiasi Pelaksanaan Safari Ramadan di Kediaman Raja Hitu Lama
Papuanewsonline.com, Leihitu - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Brigjen Pol. Samudi, S.IK., M.H memberikan apresiasi positif atas pelaksanaan Safari Ramadan oleh Pemerintah Provinsi Maluku di kediaman Raja Hitu Lama, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (7/3/2025).Apresiasi positif disampaikan Wakapolda saat mengikuti kegiatan Safari Ramadan Pemprov Maluku yang dirangkai dengan gerakan pangan murah dan edukasi keuangan syariah.Kegiatan tersebut dihadiri gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan wakil gubernur Maluku, Abdullah Vanath, Sekda Maluku, Sadali Ie, dan Forkopimda Maluku atau yang mewakili.Turut hadir mantan Gubernur Maluku Said Assagaf, Para Kepala OPD Provinsi Maluku, Ketua MUI Provinsi Maluku, Direktir Intelkam, Bupati Maluku Tengah, Kapolsek Leihitu, Danramil Leihitu, Para Raja Jasirah dan Masyarakat Kecamatan Leihitu.Gubernur Maluku dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga ikatan ikatan keadaban hidup orang basudara. "Sehingga katong samua dapat melewati semua proses pemilu dan pilkada hingga penetapan dan pelantikan kepala daerah dengan aman dan damai, perbedaan itu adalah hak demokrasi yang dilindungi oleh Undang undang," katanya.Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk saatnya merajut dan perkuat kembali ikatan ikatan persaudaraan yang sempat retak. "Mari kita merajut kembali hubungan persaudaraan baik yang memberi dukungan kepada saya secara langsung maupun tidak, mari Katong samua bakukele dan badati vor bangun akang negeri ini," pintanyaSetelah dilantik Presiden Prabowo Subianto, Gubernur mengaku dirinya dengan Wakil Gubernur telah berketetapan untuk menyikapi masalah inflasi saat tiba di Ambon. "Karena inflasi itu sangatlah menakutkan bagi kami. Karena inflasi ini sangat terdampak bagi masyarakat Maluku. Bila kami menemukan ada yang menimbun dan menyimpan barang barang sembako dan keperluan masyarakat, kami akan menindak tegas dan ini adalah kontrol kami terhadap keadaan di Maluku," tegasnya.Gubernur mengaku pihaknya juga akan mengadakan pasar murah di lokasi lokasi tertentu. "Kami tidak melaksanakan di seluruh wilayah Maluku karena kami tidak mau menganggu pedagang-pedagang kecil yang sedang melakukan usaha dagangnya," ungkapnya.Sementara itu, Wakapolda Maluku Brigjen Samudi secara terpisah memberikan apresiasi positif atas pelaksanaan Safari Ramadan oleh Pemerintah Provinsi Maluku. "Ini merupakan momentum yang baik untuk merajut kembali hubungan persaudaraan yang sempat retak akibat perbedaan politik, sehingga Maluku semakin aman dan kondusif," katanya. PNO-12
08 Mar 2025, 11:02 WIT
Polda Maluku Ikut Penutupan Rakerwas Itwasum dan Divpropam Polri 2025, Ini Pesan Kapolri
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku mengikuti kegiatan penutupan Rapat Kerja Pengawasan (Rakerwas) Itwasum Polri dan Divisi Propam Polri Tahun 2025 secara daring.Kegiatan yang diikuti dari ruang rapat Bidang Propam Polda Maluku, Jumat (7/3/2025), ini dihadiri Kabid Propam, Auditor Itwasda, serta personel Itwasda dan Propam Polda Maluku.Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dedikasih yang telah diberikan baik dari tingkat Mabes Polri hingga Polda jajaran.Inspektorat pengawasan, kata Kapolri, merupakan satuan yang mengaudit satker - satker (satuan kerja) terkait penggunaan anggaran agar tidak melenceng dari yang sudah ditentukan.Kapolri juga menyampaikan perkembangan di media sosial tentang Polri yang sangat memprihatinkan. "Saya berharap agar rekan-rekan sekalian selalu berbuat yang terbaik dan terus berbuat pelayanan terbaik kepada masyarakat agar kita dapat mewujudkan transformasi Polri yang Presisi," tegasnya.Setiap personel Polri ditekankan agar selalu meningkatkan performa, meningkatkan SDM yang unggul, dan bekerja sama dengan instansi terkait lainnya. "Instrumental Polri saat ini semakin baik, namun kembali masalah kultural kita yang harus diperbaiki bersama. Saya mengajak kita sekalian agar selalu berbuat kebaikan, oleh karena itu mari kita laksanakan program prioritas agar kembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Polri," pintanya.Kapolri mengaku, sorotan masyarakat saat ini Polri harus melakukan perbaikan terhadap pelayanan publik. Banyak muncul persepsi dari masyarakat yang dianggap menyimpang. "Untuk itu saya meyampaikan lagi kepada rekan-rekan, perbaiki dan lakukan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," tekannya.Dalam kurun waktu 1 bulan kepercayaan masyarakat terhadap Polri mengalami peningkatan. "Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras rekan-rekan sekalian. Kerja kerja Polri itu banyak dan berwarna di mata masyarakat, inilah PR kepada kita sekalian untuk selalu melakukan evaluasi dan perbaikan serta perkuat pengawasan," harapnya.Kapolri yakin Polri akan kembali di posisi yang diharapkan bersama. Mari saling mengingatkan dan saling sharing serta tetap waspada. "Terima kasih dari rekan rekan Itwasum yang terus melakukan perbaikan dengan melakukan audit-audit serta launching aplikasi," katanya.Menyoal terkait pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan personel Polri, Kapolri berharap agar dapat melihat kenapa sampai anggota tersebut membuat pelanggaran, apakah masalah integritas atau masalah mental lainnya dan selalu mengingatkan kepada setiap anggota Polri."Terkait dengan nilai nilai tribrata dan catur prasetya, agar selalu mengingatkan kepada rekan-rekan. Tingkatkan waskat kepada anggota, mulai dari identitas data diri, tes urine, judi online hingga narkoba, tolong dicek sehingga anggota kita betul betul terhindar dari hal hal yang negatif," ujarnya. PNO-12
08 Mar 2025, 10:55 WIT
Bantu Ringankan Beban Warga, Polisi di Yalimo Bagikan Sembako
Papuanewsonline.com, Yalimo – Personel Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas Tindak Operasi Damai Cartenz 2025 kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat di Papua. Pada Jumat (7/3), mereka membagikan bantuan sembako kepada warga di Kabupaten Yalimo.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bagian dari program kemanusiaan yang terus dilakukan guna membantu masyarakat yang membutuhkan.“Kami ingin menunjukkan bahwa negara hadir di tengah masyarakat Papua, tidak hanya dalam hal penegakan hukum tetapi juga kepedulian sosial. Diharapkan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga dan mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat,” ujar Kombes Yusuf.Dalam kegiatan ini, personel membagikan paket sembako berisi beras, mi instan, serta bahan kebutuhan pokok lainnya. Dengan senyum dan tangan terbuka, mereka menyerahkan bantuan langsung kepada warga yang menyambut dengan penuh rasa terima kasih.Salah satu penerima bantuan, Bapak Mathius, salah satu warga Yalimo mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian yang diberikan oleh aparat kepolisian.“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah peduli dengan kami di sini,” ucapny.Selain memberikan bantuan sembako, personel Ops Damai Cartenz juga memanfaatkan momen ini untuk berdialog dengan warga guna mendengar aspirasi. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat memperkuat hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat setempat, serta menciptakan situasi yang lebih kondusif di wilayah Papua.Operasi Damai Cartenz 2025 tidak hanya berfokus pada upaya penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB), tetapi juga terus berupaya membangun pendekatan humanis melalui program-program sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat Papua.Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan semakin meningkat, dan Papua bisa menjadi wilayah yang aman, damai, serta sejahtera. PNO-12
07 Mar 2025, 20:11 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru