Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Polri Bongkar Tambang Timah Ilegal di Bekasi, Kerugian Negara Capai Rp10 Miliar
Papuanewsonline.com, Jakarta – Subdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pertambangan mineral dan batubara ilegal yang beroperasi di Kota Bekasi, Jawa Barat. Dari pengungkapan ini, polisi menyita ratusan batang balok timah dan menetapkan dua tersangka, salah satunya warga negara asing (WNA).Kasus ini terbongkar setelah tim penyidik Ditpolair Korpolairud menerima informasi adanya aktivitas pengiriman pasir timah dari Bangka Belitung menuju Tanjung Priok, Jakarta. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, diketahui bahwa barang tersebut tidak berhenti di Jakarta, melainkan dikirim ke sebuah gudang tertutup di Jalan Lurah Namat, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.“Gudang ini telah beroperasi sejak tahun 2023. Kami mendapati aktivitas ilegal berupa pengolahan dan pemurnian pasir timah menjadi balok timah, yang kemudian dijual tanpa izin,” ungkap Kasubdit Gakkum Korpolairud Baharkam Polri, Kombes Pol. Donny Charles Go, dalam konferensi pers, Selasa (6/2).Pada Kamis (16/1/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, tim gabungan dari Subdit Gakkum dan Subdit Intelair bergerak menuju lokasi dan berhasil masuk setelah berkomunikasi dengan penjaga gudang. Polisi menemukan alat-alat produksi, balok timah siap jual, serta para pekerja yang sedang melakukan proses peleburan timah.Dalam operasi ini, polisi mengamankan 207 batang balok timah dengan berat total sekitar 5,81 ton, dua toples berisi pasir timah, alat XRF untuk mengukur kadar logam, cetakan timah, perangkat CCTV, surat jalan, serta tiga unit telepon genggam milik para tersangka.Sebanyak delapan orang yang berada di lokasi langsung diamankan ke Mako Ditpolair Korpolairud untuk diperiksa lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni:1. MJ–Warga Negara Asing, kepala operasional gudang sekaligus pemodal utama usaha produksi balok timah.2. AF–Warga Negara Indonesia, direktur CV. Galena Alam Raya Utama, perusahaan yang menaungi kegiatan ilegal tersebut.Sementara itu, tujuh pekerja lainnya berstatus sebagai saksi karena mereka hanya bekerja berdasarkan gaji bulanan sebesar Rp5 juta dari tersangka MJ.Berdasarkan hasil penyelidikan, aktivitas ilegal ini telah berjalan lima kali produksi sejak 2023 hingga Januari 2025, dengan empat kali pengiriman balok timah ke luar negeri, diduga ke Korea Selatan.“Jika dihitung dari lima kali produksi, potensi kerugian negara akibat aktivitas ilegal ini mencapai sekitar Rp10,038 miliar,” jelas Kombes Pol. Donny Charles Go.Subdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri masih melakukan pendalaman terkait pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan ini, termasuk sumber pasir timah yang berasal dari Bangka Belitung.“Identitas pengirim dari Bangka Belitung sudah kami kantongi, dan saat ini kami sedang memburu pelaku lainnya. Kami yakin ini bukan kasus tunggal, masih ada jaringan lain yang beroperasi,” tambah Donny.Polisi juga tengah mendalami kemungkinan keterkaitan kasus ini dengan pengungkapan 2 ton timah ilegal di Bangka Belitung baru-baru ini.Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 161 jo Pasal 35 ayat (3) huruf c dan g, Pasal 104, atau Pasal 105 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.“Mereka terancam pidana penjara paling lama lima tahun dan denda hingga Rp100 miliar,” pungkas Kombes Pol. Donny Charles Go.Saat ini, polisi terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam perdagangan timah ilegal ini. PNO-12
07 Feb 2025, 18:24 WIT
Indramayu Jadi Lokasi Pertama Sosialisasi Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri
Papuanewsonline.com, Indramyu - Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Penyulundupan dan Perdagangan Orang (PPO) Bareskrim Polri menggelar workshop bertajuk "Safe Space for All: Rise and Speak Berani Bicara, Selamatkan Sesama" di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (6/2). Acara ini sekaligus menjadi momentum perkenalan direktorat baru yang dibentuk untuk menangani kasus kekerasan terhadap perempuan, anak, serta kelompok rentan lainnya serta pemberantasan perdagangan orang.Direktur Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan direktorat ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelindungan dan penegakan hukum secara presisi dan efektif."Indramayu dipilih sebagai lokasi pertama karena daerah ini memiliki potensi besar dalam menciptakan model pelindungan yang efektif bagi perempuan dan anak. Selain itu, dukungan kuat dari berbagai elemen masyarakat menjadikannya lokasi strategis untuk mengimplementasikan program ini," ujarnya.Brigjen Pol. Nurul Azizah juga menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga pada pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan penguatan kapasitas aparat penegak hukum."Kampanye #RiseAndSpeak bertujuan untuk mengajak setiap individu agar bangkit dan berani menyuarakan kebenaran demi menciptakan perubahan yang lebih baik. Ini bukan sekadar slogan, tetapi panggilan hati untuk bertindak, peduli, dan melindungi sesama," tegasnya.Polri, kata Brigjen Pol. Nurul Azizah, akan menindak siapapun yang terlibat dalam praktik perdagangan orang, termasuk orang tua, calo, hingga oknum aparat yang membantu memfasilitasi kejahatan tersebut."Bapak Kapolri telah menginstruksikan bahwa tidak ada toleransi bagi pelaku perdagangan orang. Jika ada oknum pejabat atau aparat yang terlibat, mereka akan dikenai sanksi hukum berat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang," tandasnya.Ia juga mengajak masyarakat untuk berani melaporkan kasus perdagangan orang, termasuk keterlibatan oknum pejabat atau aparat pemerintah."Tidak perlu takut, hukum dan negara akan melindungi pelapor. Mari kita bersama-sama memutus rantai perdagangan orang dan memastikan anak-anak kita tidak lagi menjadi korban eksploitasi," ajaknya.Brigjen Pol. Nurul Azizah menegaskan bahwa media sosial menjadi salah satu sarana utama dalam perekrutan ilegal tenaga kerja, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang minim informasi. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam memberikan edukasi terkait bahaya perdagangan orang dan eksploitasi anak."Pendidikan adalah kunci utama dalam mencegah kekerasan dan ketidakadilan. Kami berharap sekolah-sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan lainnya dapat menjadi mitra utama dalam menyebarkan kesadaran ini kepada generasi muda," katanya.Sebagai penutup, ia kembali mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga pada komitmen bersama seluruh elemen masyarakat."Mewujudkan dunia yang lebih aman dan lebih adil membutuhkan kerja sama kita semua. Rise and Speak bukan hanya seruan, tetapi panggilan untuk bertindak. Jika kita bersatu, tidak ada yang tidak bisa kita lakukan," pungkasnya.Seiring dengan hadirnya Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO, Brigjen Nurul Azizah berkomitmen untuk tidak hanya menangani perkara-perkara pidana berkaitan dengan perempuan dan anak, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap orang yang menjadi korban tindak kekerasan akan terlindungi dan mendapat tempat yang aman untuk mencari keadilan.Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan Indramayu dapat menjadi pilot project dalam upaya pelindungan perempuan dan anak, serta menjadi contoh bagi wilayah lain dalam upaya mencegah dan menangani kasus perdagangan orang di Indonesia. PNO-12
07 Feb 2025, 18:18 WIT
Jaga Situasi Tetap Kondusif, Sat Samapta Polres Sarmi Gelar Patroli Dialogis
Papuanewsonline.com, Sarmi – Demi mencegah dan meminimalisir timbulnya gangguan Kamtibmas di tengah masyarakat pasca sidang penetapan PHPU Pilkada 2024, di Mahkamah Konstitusi (MK), Satuan Samapta Polres Sarmi terus meningkatkan giat Patroli dialogis, Kamis (06/02/2025).Kasat Samapta, Iptu Suratno, S.H., M.H., mengatakan bahawa, Patroli Dialogis yang dilaksanakan hari ini merupakan strategi Polres Sarmi dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif. Tak hanya itu, kegiatan ini juga merupakan upaya untuk menjalin silaturahmi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.“Dengan berinteraksi aktif dan humanis, tentunya kami dapat mengetahui kondisi nyata di lapangan, dan segera merespon apabila ditemukan adanya potensi gangguan keamanan maupun tindak kejahatan di siang hari ini,” ujarnya.Sementara itu pada giat Patroli tersebut, Personel Sat Samapta melakukan beberapa kegiatan diantaranya Patroli Preventif secara mobile untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif pada area pasar maupun pusat keramaian, memantau objek vital diantaranya Bank BRI Sarmi, dan Bank Papua, Tim Patroli Juga menyambangi beberapa warga yang sedang melakukan aktivitas.Dalam patroli tersebut, Pihaknya memberikan pesan Kamtibmas serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam membantu tugas Polres Sarmi. Masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh berita - berita yang tidak benar (Hoaks) terkait sidang penetapan di MK.“Lewat kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih merasa terayomi dan terciptanya perasaan yang aman dan nyaman dalam setiap aktivitasnya sehari-hari,” tutup Kasat. PNO-12
07 Feb 2025, 18:14 WIT
Kadiv Hubinter Polri Laksanakan Courtesy Call di Polda Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura – Kadiv Hubinter Polri, Irjen Pol. Khrisna Murti, S.I.K., M.Si. memimpin kegiatan Courtesy Call Polda Papua Tahun 2025 bertempat di Aula Vicon Polda Papua Koya Koso, Rabu (05/02/2025).Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si, Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Pol Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H, Kabagbatans Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Kombes Pol. Hery Dian Dwi Harto, S.I.K., M.P.P, para pejabat utama Polda Papua dan Para Kapolres/ta perbatasan jajaran Polda Papua.Kegiatan Courtesy Call Polda Papua Bersama Kadivhubinter Polri tahun 2025 bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait program Border Transnational Crime Liaison Officer (BTNCLO) adalah program yang diusung oleh Kapolri dengan tujuan menyelesaikan permasalahan menyangkut Transnational Crime yang diantaranya adalah penyelundupan manusia dan barang.Dalam sambutannya, Kapolda Papua mengucapkan selamat datang kepada Kadiv Hubinter Polri beserta tim yang telah datang di Polda Papua.“Pertama-pertama yang tentunya agar kita tidak ragu lagi dalam memberikan tindakan hukum di daerah-daerah perbatasan. Terutama untuk rekan-rekan kita yang bertugas di perbatasan akan mendapatkan atensi khusus, dan direncanakan untuk BTNCLO ini akan menjadi Bidang khusus dengan tujuan agar memudahkan wilayah dalam melaksanakan tugas di Perbatasan,” ucap Kapolda.Sementara itu, Kadiv Hubinter mengatakan tujuan utamanya adalah untuk memberikan arahan terkait BTNCLO (Border Transnational Crime Liaison Officer), berdasarkan putusan Kapolri nomor 166 tanggal 31 September 2024 merujuk kepada Proses yang panjang Kapolri memutuskan untuk membentuk BTNCLO di Polda yang memiliki perbatasan.“Terkait dengan itu ada ruang yang kita beririsan atau bersinggungan dengan lembaga-lembaga yang sudah ada dan bertugas di Perbatasan. Namun ada juga beberapa ruang-ruang yang tidak bisa masuki contohnya adalah Pengamanan perbatasan yang sudah diemban oleh teman-teman dari TNI,” tutur Kadiv Hubinter.Lebih lanjut, ia menyampaikan Polda yang diperbatasan ini memiliki kendala dalam mengkomunikasikan masalah-masalahnya dikarenakan jarak yang sangat jauh dengan Divhubinter Polri. Pihaknya akan memberikan pelatihan, kewenangan dan pasport untuk diberikan izin kapan saja agar bisa ke perbatasan jika ada permasalahan.“BTNCLO ini bukan hanya entitas kita didalam tubuh Polri namun BTNCLO ini bisa menjadi jembatan untuk kita semua agar bisa menyelesaikan masalah-masalah di Perbatasan,” pungkasnya. PNO-12
07 Feb 2025, 18:08 WIT
Polda Papua Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani dan Bela Diri Seleksi SIP 2025
Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menggelar Tes Kesamaptaan Jasmani dan Bela Diri untuk peserta seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Tahun Anggaran 2025 di Lapangan Rastrasamara SPN Polda Papua, Rabu (05/02/2025).Tes ini diikuti sebanyak 177 peserta yakni 166 personel Polki (Polisi Laki-laki) dan 11 personel Polwan (Polisi Wanita), yang bertujuan untuk mengukur kemampuan fisik dan kebugaran para calon peserta SIP.Pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani ini diawasi langsung oleh Ka SPN Polda Papua Kombes Pol Marison Tober H. Sirait S.I.K., M.H guna memastikan proses seleksi berjalan dengan tertib, objektif, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh institusi kepolisian.“Pelaksanaan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan dari Personil dalam mengembangkan karir dimana untuk menjadi seorang perwira bukan hanya harus cerdas melainkan siap juga dengan fisik,” ucap Ka SPN.Adapun materi yang diujikan dalam tes ini meliputi lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, serta shuttle run.Setiap peserta diwajibkan untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap ujian, karena hasil tes ini menjadi salah satu faktor penentu kelulusan dalam tahapan seleksi SIP.“Pangkat perwira ini bukan pangkat yang ringan melainkan pangkat yang berat baik dari segi tanggung jawab maupun fisik dimana mereka harus terus siap siaga dalam memberikan arahan ataupun bertanggung jawab pada anggotanya,” ujarnya.Dengan suksesnya pelaksanaan tes ini, diharapkan para peserta dapat melanjutkan tahapan seleksi berikutnya dengan baik dan membuktikan kesiapan mereka untuk melangkah menuju jenjang kepemimpinan di lingkungan Polri.Keberhasilan dalam tes kesamaptaan jasmani menjadi salah satu indikator penting bagi setiap calon perwira Polri dalam membuktikan komitmen mereka terhadap tanggung jawab Kepolisian yang lebih besar. PNO-12
07 Feb 2025, 18:05 WIT
Polda Maluku Akan Laksanakan Operasi Keselamatan Salawaku 2025
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku akan melaksanakan Operasi Keselamatan Salawaku Tahun 2025.Sebelum operasi keselamatan dihelat, Polda Maluku terlebih dahulu melakukan pelatihan pra operasi kepada personel.Pelatihan pra operasi digelar di ruang rapat utama Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Kamis (6/2/2025).Kegiatan ini dibuka oleh Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor, SIK., M.Si. Ia didampingi Direktur Intelkam dan Direktur Lantas Polda Maluku. Turut hadir Wakapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease.Latihan pra operasi Keselamatan mengusung tema "Demi meningkatkan dan menertibkan keselamatan berlalu lintas Polda Maluku dan jajaran siap mewujudkan kamseltibcarlantas yang aman, nyaman kondusif dan terkendali di wilayah hukum Polda Maluku."Karo Ops Polda Maluku dalam sambutannya mengatakan, operasi keselamatan dilaksanakan untuk meningkatkan dan menertibkan keselamatan berlalu-lintas. Sehingga terwujud Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalulintas (kamseltibcarlantas) yang aman nyaman kondusif dan terkendali di wilayah hukum Polda Maluku."Jadi untuk cipta kondisi Kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polda Maluku maka akan dilaksanakan ops keselamatan Salawaku dengan tujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," katanya. Operasi keselamatan juga bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu-lintas serta menurunkan angka fatalitas kecelakaan lalulintas dan pelanggaran lalulintas.Operasi keselamatan akan dilaksanakan selama 14 hari terhitung tanggal 10 sampai 23 Februari 2025. Operasi akan memprioritaskan kegiatan preemtif dan preventif secara selektif dan prioritas tentunya didukung penegakkan hukum secara persuasif dan humanis."Latihan pra ops yang kita laksanakan saat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan cara bertindak anggota pada saat pelaksanaan operasi nanti di lapangan dapat berjalan maksimal sesuai dengan sasaran operasi," ungkapnya.Melalui momen operasi keselamatan Salawaku 2025, Karo Ops berharap Polda Maluku dapat manfaatkan untuk mendukung target program Polri untuk upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri serta cipta kondisi menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah.Sebelum mengakhiri sambutan, Karo Ops menekankan beberapa hal kepada para peserta pelatihan, yang pertama melaksanakandeteksi dini dan pemetaan terhadap lokasi rawan terhadap kemacetan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.Karo ops juga meminta personel agar dapat melaksanakan binluh kepada masyarakat tentang kamseltibcarlantas berupa kegiatan sosialisasi pemasangan pduk banner, baliho, penyebaran leaflet, stiker melalui media cetak, elektronik maupun media sosial.Para personel juga diminta melaksanakan gelar di lapangan secara optimal khusunya pada jam jam sibuk atau padat arus lalulintas.Karo Ops juga meminta personel untuk melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait tentang target penertiban pelanggaran pada ruas troubleshoot dan blackspot."Penindakan hukum juga agar dilaksanakan secara skala prioritas khusunya kepada pelanggar lantas yang mengakibatkan fatalitas laka lantas seperti balap liar, penggunaan ranmor yang tidak sesuai spekter dan lain lain," pintanya. PNO-12
06 Feb 2025, 18:48 WIT
Penerimaan Calon Anggota Polri, Komjen Dedi: Alat Ukur Seleksi Baik Hasilkan Polisi Terbaik
Papuanewsonline.com, Jakarta - Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo meminta jajarannya agar menyiapkan alat ukur yang baik dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2025. Hal ini diungkapkan Dedi saat rapat video conference (vicon) dengan jajaran jelang pendaftaran penerimaan anggota Polri tahun 2025 di gedung SSDM Polri, Rabu (5/2/2015).Dedi mengatakan, dengan alat ukur yang baik maka ke depan akan menghasilkan calon-calon anggota Polri yang terbaik."Alat ukur yang digunakan kita selalu update dan disertifikasi serta diverifikasi dengan baik secara berkala. Dengan tools-tools rekrutmen yang baik harapan saya memiliki calon anggota polri yang lebih baik dari tahun sebelumnya," kata Dedi.Pada proses rekrutmen tahun 2024, Dedi menjelaskan ada penguatan item tes rekrutmen anggota Polri, diantaranya pemeriksaan treadmil, kesehatan tes kesehatan jiwa, pemeriksaan kepadatan tulang, pemeriksaan rontgen tulang belakang dan pemeriksaan USG abdomen.Nantinya pada tahun 2025 akan ada update fitur metode 2024 diantaranya UKJ digital, CAT (Computer Assisted Test), satu data SDM dan E-Patma.Lalu ada juga penguatan item tes yaitu tes psikologi dengan menggunakan metode SJT, EEG (pemeriksaan syaraf) dan EKG sebelum tes jasmani untuk Akpol.Adapun peningkatan kualitas saat rekrutmen menghasilkan hal yang baik yaitu nilai Evaluasi Hasil Belajar (EHB). Pada tahun 2024, nilainya EHB predikat memuaskan meningkat sebesar 44,17 persen. Sementara yang predikat cukup dan kurang tidak ada. Lalu nilai tertinggi EHB meningkat dari 816,52 pada tahun 2023 menjadi 839,23 pada tahun 2024."Peningkatan kualitas rekrutmen berbanding lurus dengan peningkatan kualitas siswa yang sedang melakukan pendidikan," katanya.Ia pun meminta jajaran panitia rekrutmen dari tingkat Polres, Polda dan pusat untuk mempersiapkan semaksimal mungkin baik peralatan pendukung, regulasi dan personel yang dilibatkan dalam proses rekrutmen."Pastikan proses rekrutmen bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Clean dan clear sehingga harapan kita mendapat calon anggota Polri terbaik bisa terwujud," ujarnya. PNO-12
06 Feb 2025, 18:41 WIT
Pemprov Apresiasi PGRI Sumut Selenggarakan Seminar "Waktunya Inovasi Pendidik"
Papuanewsonline.com, Medan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang telah menyelenggarakan Seminar ‘Waktunya Inovasi Pendidik’. Kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan perkembangan zaman saat ini.Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Sumut Abdul Haris Lubis mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Agus Fatoni, pada acara Seminar ‘Waktunya Inovasi Pendidik’, yang dirangkai dengan pelantikan perangkat kelengkapan organisasi PGRI Sumut Masa Bakti XXIII Tahun 2024-2029, di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (5/2/2025)."Kegaitan ini sangat relevan dengan perkembangan zaman saat ini, dan ini perlu terus dilakukan. Kemajuan dunia pendidikan sangat perlu sinergi antara Pemerintah, PGRI dan juga lainnya, dalam memajukan dunia pendidikan di Sumut," ucap Haris.Kepada pengurus PGRI Sumut yang baru dilantik, Haris berharap, agar tetap solid dan mengedepankan loyalitas pada organsisasi. PGRI Sumut juga diharapkan menjadi lokomitif dan penggerak dalam memajukan dunia pendidikan di Sumut. Sebagai wadah perjuangan guru, menurutnya, PGRI Sumut telah menunjukan dedikasinya, dimana pendidikan adalah kunci kemajuan negara. Sedangkan guru adalah garda terdepan membentuk karakter dan juga kecerdasan generasi penerus. "Saya berharap pengurus yang baru mampu menggerakkan organisasi lebih dinamis, inovatif dan juga responsif terhadap perubahan zaman," katanya. Haris juga menyampaikan pentingnya pemanfaatan teknologi digital secara optimal, agar pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan. Workshop ‘Waktunya Inovasi Pendidik yang diselenggarakan hari ini sangat tepat, karena inovasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan bagi seorang pendidik, yang harus selalu mengembangkan diri dan berdaftasi dengan berkembangan inovasi, khususnya teknologi.Selain itu, ia juga meminta pendidikan karakter harus terus ditanamkan pada siswa, yakni kejujuran, cinta tanah air, gotong royong dalam proses belajar dan mengajar. Juga meminta adanya kolaborasi antara pendidik dengan orang tua, serta masyarakat, yang tentunya akan menciptakan lingkungan yang kondusif dan menciptakan daya dukung yang holistik.Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Intan Pariwara Herbet Ang menyampaikan, kegiatan ini merupakan sumbangsih dari Intan Pariwara dan juga PGRI, untuk kemajuan dunia pendidikan. Untuk wilayah Sumatera, Kota Medan merupakan kota pertama dalam penyelenggaraan kegiatan ini. "Medan merupakan poros dunia pendidikan di Indonesia, maka kita mulai dari kota ini terlebih dahulu," katanya. Program Inovasi Pendidik ini dilakukan untuk memberikan edukasi bagaimana pendekatan yang harus dilakukan dalam mendidik, sesuai dengan harapan yang diinginkan oleh Kementerian Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini juga disiarkan secara live streaming di kanal youtube Info Sumut. Sebagai narasumber Prof Dr Ir Richardus Eko Indrajit, MSc, MBA, MPhil, MA memberikan pemaparan secara rinci mengenai solusi implementasi pemebelajaran mendalam bagi tenaga pendidik. Hadir pada kegiatan ini, Ketua Harian PGRI Sumut yang juga Kepala Dinas Kominfo Sumut Ilyas Sitorus, Perwakilan Forkopimda, Pengurus dan anggota PGRI Sumut, serta lainnya. PNO-12
06 Feb 2025, 18:34 WIT
Polri Ungkap Laboratorium Clandestine Narkoba Terbesar di Jawa Barat
Papuanewsonline.com, Jakarta – Perang terhadap narkoba terus digencarkan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam upaya menanggulangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Dalam konferensi pers yang dibuka oleh Karopenmas Divhumas Polri dan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri pada Rabu, 5 Februari 2025, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro menegaskan bahwa pemberantasan narkoba merupakan "harga mati" yang tak bisa ditawar oleh negara mana pun, termasuk Indonesia.“Pemberantasan narkoba adalah masalah global yang sangat kompleks, melibatkan dimensi kesehatan, sosial, ekonomi, dan keamanan. Meskipun penegakan hukum terus dilakukan, tantangan besar datang dari kemajuan teknologi dan perubahan dinamika sosial yang turut mengubah pola produksi, distribusi, dan penyalahgunaan narkoba,” ujar Kapolres Bogor.Terkait permasalahan narkoba, Presiden Prabowo telah menegaskan dalam salah satu sasaran prioritas pemerintah untuk memperkuat pemberantasan narkoba. Presiden mengarahkan agar celah-celah penyelundupan narkoba ditutup dengan maksimal, sejalan dengan komitmen Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan perang total terhadap narkoba harus dimulai dari hulu hingga hilir.Dalam pengungkapan terbaru, Polda Jawa Barat bersama Polres Bogor berhasil mengungkap sebuah laboratorium clandestine untuk produksi narkoba jenis tembakau sintetis di perumahan wilayah Babakan Madang, Sentul, Kabupaten Bogor. Pengungkapan ini tercatat sebagai yang terbesar di wilayah Polda Jawa Barat.Dua tersangka, berinisial HP (34) dan AA (23), berhasil diamankan di lokasi. Mereka terlibat dalam produksi tembakau sintetis dan biang sintetis (MDMB Inaca) yang siap edar. Barang bukti yang disita dalam pengungkapan ini sangat signifikan, antara lain 50 dus tembakau murni dengan total berat 1 ton, yang telah dicampur bahan prekursor dan menghasilkan satu ton narkotika siap edar, 125 botol cairan MDMB-Inaca, 20 jerigen berisi 282 liter cairan MDMB-Inaca, serta serbuk sintetis seberat 479,6 gram.Modus operandi para tersangka adalah menyamarkan aktivitas produksi narkoba di tengah pemukiman warga, dengan motif ekonomi sebagai latar belakang tindakannya. Dari pengungkapan ini, Polri berhasil menyelamatkan sekitar 5 juta jiwa dari ancaman bahaya narkoba.Barang bukti yang berhasil disita diperkirakan bernilai lebih dari Rp350 miliar, dan dua tersangka yang masih menjadi buronan, dengan inisial B dan E, kini dalam pengejaran pihak kepolisian.“Para tersangka akan dijerat dengan pasal-pasal berat dalam UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup,” jelas Kapolres Bogor.Dalam kesempatan ini, Kapolres Bogor juga menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap setiap oknum yang terlibat dalam jaringan narkoba, tanpa terkecuali. “Jika ditemukan adanya oknum yang terlibat dalam mendukung peredaran narkoba, mereka akan diproses hukum, baik di peradilan pidana maupun kode etik kedinasan,” tegasnya.Polri mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang terus memberikan dukungan dalam upaya pemberantasan narkoba. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkoba di lingkungan mereka, guna membantu Polri dalam memberantas kejahatan narkoba di Indonesia. PNO-12
05 Feb 2025, 20:23 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru