logo-website
Selasa, 28 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Presiden Pulang ke Tanah Air Setelah Rampungkan Diplomasi Maraton ke Empat Negara Mitra Penting Papuanewsonline.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akhirnya kembali ke Tanah Air usai menuntaskan rangkaian lawatan diplomasi luar negeri yang padat dan penuh capaian. Pesawat Kepresidenan Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden bersama rombongan mendarat mulus di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9/2025) pukul 15.30 WIB. Presiden Prabowo disambut dengan hangat oleh sejumlah pejabat tinggi negara, jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju, serta tokoh-tokoh penting lainnya. Dalam keterangannya kepada awak media, Presiden menyebut bahwa kunjungan maraton tersebut berlangsung produktif dan strategis, serta membawa pulang sederet capaian besar yang akan memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Negeri Sakura menjadi persinggahan pertama Presiden Prabowo. Ia mengunjungi Paviliun Indonesia di ajang Expo Osaka 2025 yang menjadi etalase prestasi dan peluang Indonesia. Dari forum tersebut, tercatat komitmen investasi sebesar USD23,8 miliar atau sekitar Rp380 triliun yang siap dikucurkan ke berbagai sektor strategis di Indonesia. Dari Jepang, Presiden langsung bertolak ke Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam, Prabowo mendapat kehormatan menyampaikan pidato dalam Sidang Umum PBB di hadapan 193 negara anggota. Pidato tersebut, yang menekankan pentingnya keadilan global, perdamaian, serta kerja sama internasional dalam menghadapi krisis dunia, mendapat apresiasi luas dari para pemimpin dunia. Selain itu, Presiden juga melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah tokoh penting, termasuk Presiden FIFA Gianni Infantino, yang menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan akademi sepak bola muda di Indonesia. Agenda berikutnya membawa Presiden ke Kanada. Di Ottawa, ia diterima langsung oleh Gubernur Jenderal Mary Simon serta melakukan pertemuan resmi dengan Perdana Menteri Mark Carney. Kedua negara secara resmi menandatangani Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), sebuah perjanjian komprehensif yang akan memperluas akses pasar, meningkatkan ekspor, serta memperdalam hubungan ekonomi jangka panjang antara Indonesia dan Kanada. Perjalanan ditutup dengan kunjungan kenegaraan ke Belanda. Presiden Prabowo diterima Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan penting, termasuk pengembalian sekitar 30 ribu benda dan artefak bersejarah, fosil, serta dokumen penting milik Indonesia yang selama puluhan tahun berada di Belanda. Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh capaian dari lawatan luar negeri kali ini merupakan bagian dari strategi besar diplomasi Indonesia untuk memperkuat kerja sama internasional, meningkatkan daya saing ekonomi nasional, sekaligus menjaga harkat dan martabat bangsa di hadapan dunia. “Kunjungan ini bukan sekadar simbolik, melainkan kerja nyata untuk membuka jalan bagi masa depan Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan disegani di kancah global,” tegas Presiden.(GF)  28 Sep 2025, 10:47 WIT
Divpropam Polri Gelar Pelatihan Sistem Pengamanan dan Audit VIP Bersama Tenaga Ahli Papuanewsonline.com, Jakarta – Divpropam Polri melaksanakan kegiatan Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako), pengamanan VIP, serta audit pengamanan Gedung Presisi III, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari Baharkam Polri dan tenaga profesional pada Hari Rabu, 24 September 2025 di Lantai 10 Gd. Presisi III.Kegiatan diawali dengan apel gabungan yang diikuti oleh personel Divpropam Polri. Setelah apel, acara dilanjutkan dengan sesi pelatihan dan penyampaian materi yang dipimpin oleh pemateri berkompeten di bidangnya materi pertama dibuka oleh Plt. Kabagyanduan Divpropam Polri KBP Dr. Bambang Satriawan, S.H., S.I.K., M.H.Selanjutnya dilanjutkan oleh Kasubdit Audit Sispamobvitnas Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, KBP Bermen J.P. Sianturi, S.I.K., S.H., memberikan paparan mengenai pentingnya penerapan sistem pengamanan markas sebagai upaya pencegahan potensi ancaman, baik dari dalam maupun luar lingkungan markas komando.Sementara itu, Ir. Mangasa Ritonga, M.M., selaku Tenaga Ahli SMP, menekankan perlunya standardisasi sistem manajemen pengamanan dalam setiap pelaksanaan tugas agar tercapai efektivitas dan efisiensi dalam pengendalian risiko.Turut hadir pula Angelo M. Turang, S.E., M.Si., Auditor SMP Tenaga Profesional, yang membawakan materi mengenai mekanisme audit pengamanan, termasuk evaluasi serta perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan sistem pengamanan markas dan fasilitas strategis.Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan personel Divpropam Polri semakin memahami standar prosedur pengamanan markas, mampu mengantisipasi ancaman terhadap VIP, serta memastikan keamanan dan ketertiban di Gedung Presisi III tetap terjaga optimal. PNO-12 27 Sep 2025, 18:35 WIT
Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Mardhotillah Arbes, Kapolda Maluku: Jaga Kerukunan dan Kedamaian Papuanewsonline.com, Ambon – Sholat subuh keliling terus dilaksanakan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si di Masjid-masjid yang ada di Ambon.Sholat berjamaah yang dijalankan Orang nomor 1 Polda Maluku dari Masjid ke masjid ini selain untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, juga bertujuan mempererat silaturahmi, dan kebersamaan dengan masyarakat.Hari ini, Jumat (26/9), Kapolda didampingi Kabid TIK, dan Kabid Dokkes Polda Maluku. Turut hadir Wakapolresta Pulau Ambon & Pulau-Pulau Lease.Usai melaksanakan ibadah wajib dua rakaat ini, Kapolda Maluku menyempatkan waktu untuk menyapa dan berinteraksi langsung dengan jamaah. Kapolda mengaku saat ini Polri sedang berbenah secara menyeluruh melalui reformasi menuju institusi yang semakin presisi, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.“Polri terus melakukan pembenahan dan reformasi agar semakin presisi. Tujuan kami adalah memberikan pelayanan yang lebih baik, transparan, dan humanis bagi masyarakat,” kata Kapolda.Kapolda juga mengajak seluruh jamaah dan masyarakat untuk selalu menjaga harmoni kehidupan antar sesama. Maluku dikenal dengan daerah yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan agama.“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga harmonisasi antar sesama dan antarumat beragama. Hilangkan stigma penyelesaian masalah dengan kekerasan. Kita semua, sebagai umat beragama, memiliki tanggung jawab menjaga kedamaian dan kerukunan di bumi Maluku ini,” ujarnya.Irjen Dadang juga menekankan sikap toleransi dan kedewasaan dalam menyelesaikan persoalan merupakan kunci terciptanya stabilitas sosial. Ia mengingatkan bahwa Maluku memiliki sejarah panjang mengenai konflik horizontal, sehingga upaya menjaga kerukunan harus terus dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang.Kegiatan Sholat Subuh berjamaah juga menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra dalam menjaga keamanan serta kedamaian.Kapolda berharap momentum ini dapat memperkuat ikatan emosional antara aparat kepolisian dengan warga, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. PNO-12 27 Sep 2025, 13:11 WIT
Melalui Vicon, Kapolda Maluku Ikuti Ceramah Ustadz Abdul Somad Papuanewsonline.com, Ambon - Pendakwah Ustadz Prof. Abdul Somad memberikan ceramah di Mabes Polri, Jumat (26/9/2025). Rangkaian kegiatan ramah tamah ini dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, bersama Wakapolri dan seluruh Pejabat Utama.Para Kapolda di Indonesia juga hadir secara daring, termasuk Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si, melalui video conference (Vicon). Kapolda didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H, dan turut dihadiri seluruh Pejabat Utama Polda Maluku.UAS, sapaan Ustadz Abdul Somad ini menegaskan pentingnya menjaga toleransi beragama di Indonesia. "Kehadiran saya hari ini menyampaikan pesan-pesan keagamaan tentang toleransi," kata UAS usai kegiatan ramah tamah dan ceramah agama. Ia juga menekankan terkait kekuatan mental dalam menghadapi tugas, serta menjadi seorang yang amanah. "Sesuai dengan saya sebagai tokoh agama Islam, sebagai guru, sebagai dosen, sebagai pendidik," ujarnya. UAS berharap kegiatan ini bisa memperkuat hubungan Polri dengan seluruh elemen masyarakat. "Mudah-mudahan apa yang kami lakukan hari ini bisa memperkuat hubungan Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan masyarakat, pengabdian di tengah masyarakat," harapnya. Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku kegiatan ini diikuti seluruh jajaran Polda, Polres, Polsek hingga Babinkamtibmas se-Indonesia. "Kegiatan yang kita laksanakan hari ini tentunya adalah bagian dari upaya kita untuk terus bisa bersama-sama dengan ulama," ucap Sigit. Sigit menekankan, seluruh personel yang mengikuti kegiatan ini harus mampu merefleksikan ketika menjalankan tugasnya saat melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat. "Di dalam kegiatan ini tentunya kita bersama-sama mendengarkan nasihat, petuah dan juga bersama-sama berdoa untuk menjaga amanah yang diberikan bangsa, negara kepada kepolisian," ujarnya. "Kita sama-sama berdoa untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ini di tengah perbedaan yang ada terus terjaga. Sehingga toleransi, perbedaan yang ada tetap terus bisa kita jaga untuk tetap menjadi dalam satu kesatuan bingkai NKRI," tambah Sigit mengakhiri. PNO-12 27 Sep 2025, 12:33 WIT
Kapolres Mimika dan Kasat Reskrim Disorot: Media Minta Polri Tegakkan MoU dengan Dewan Pers Papuanewsonline.com, Timika – Sorotan publik kini mengarah ke jajaran Kepolisian Resor Mimika setelah langkah hukum mereka terhadap Media Papuanewsonline.com menuai protes keras. Pasalnya, laporan polisi yang dilayangkan Kadistrik Jita, Suto Rontini, dengan nomor register LP/B/397/IX/2025/SPKT/POLRES MIMIKA/POLDA PAPUA TENGAH dianggap bertentangan dengan Nota Kesepahaman (MoU) Polri dan Dewan Pers mengenai mekanisme penyelesaian sengketa pers. Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, SIK, M.H., bersama Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria kini diminta publik, khususnya insan pers, untuk menegakkan aturan main yang sudah disepakati secara nasional, bukan justru menghianati MoU tersebut. Penanggung jawab Media Papuanewsonline.com, Ifo Rahabav, menegaskan bahwa pihaknya tidak gentar menghadapi proses hukum yang sedang berjalan. Ia menyebut langkah laporan polisi tersebut merupakan bentuk ancaman terhadap kebebasan pers di Papua. “Ini konsekuensi. Kami di media bukan pengecut, kami siap lahir batin menghadapi laporan ini,” ujar Ifo melalui sambungan telepon, Sabtu (28/9/2025). Ifo menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat terkait polemik hukum ini. Ia menilai bahwa laporan polisi terkait pemberitaan media seharusnya ditangani lewat mekanisme pers, bukan pidana umum. “Kami dilaporkan terkait pemberitaan soal temuan BPK Tahun 2024 mengenai perjalanan dinas fiktif di 12 OPD di Pemda Mimika, termasuk di Distrik Jita. Seharusnya kalau keberatan, memberikan hak jawab, bukan langsung dibawa ke ranah pidana,” tegasnya. Ifo menilai langkah Polres Mimika yang langsung melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa saksi-saksi, merupakan bagian dari penghianatan MoU dan PKS antara Polri dan Dewan Pers. " Ini bagian dari pembungkaman terhadap kebebasan pers di Papua," Tegasnya. Ia pun memastikan akan mengadukan kasus ini ke Tim Reformasi Polri bentukan Presiden Prabowo Subianto serta tim yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Beberapa jenderal Mabes Polri juga sudah tahu soal kasus ini. Bahkan sudah sampai ke telinga Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri selaku Penasehat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Reformasi Kepolisian, serta Komjen Wahyu Widada selaku Irwasum Polri. Kami akan perkuat dengan laporan resmi dalam waktu dekat,” pungkasnya. Kasus ini menjadi ujian serius bagi Polres Mimika dalam mematuhi MoU Polri dan Dewan Pers yang sudah lama ditegakkan sebagai pedoman penyelesaian sengketa pemberitaan. Jika mekanisme tersebut diabaikan, dikhawatirkan akan memunculkan preseden buruk yang bisa mengancam independensi pers, terutama di Papua yang masih rawan konflik sosial-politik. Publik kini menunggu langkah tegas dari Dewan Pers dan Mabes Polri, apakah akan mengoreksi proses hukum di Mimika, atau membiarkan jalur pidana berjalan tanpa mengindahkan kesepakatan bersama yang sudah ditandatangani.(GF)  27 Sep 2025, 08:40 WIT
Narapidana Kasus Senjata Api Ilegal Kabur dari Lapas Merauke Papuanewsonline, Merauke – Suasana di Merauke mendadak tegang setelah kabar kaburnya seorang narapidana bernama Edowardus Supusepa alias Nus dari pengawasan petugas saat menjalani pengobatan di RSUD Merauke. Edowardus, yang sedang menjalani vonis delapan bulan penjara atas kepemilikan senjata api ilegal, nekat melarikan diri meski hanya tersisa dua bulan lagi masa hukumannya. Kejadian ini sontak mengundang kekhawatiran luas. Pasalnya, Papua Selatan belakangan tengah diguncang isu meningkatnya aktivitas kelompok kriminal bersenjata (KKB). Lepasnya seorang napi kasus senjata api ilegal menambah ketegangan, seolah menjadi celah baru bagi jaringan peredaran senjata di tanah Papua. Kepala Lapas Kelas IIB Merauke, Dewanto, mengakui pelarian tersebut terjadi karena kelalaian petugas pengawal. Situasi lapas yang sangat overkapasitas turut memperburuk keadaan. “Lapas Merauke berkapasitas hanya 319 orang, namun saat ini dihuni 521 napi. Jumlah petugas aktif hanya 71 orang, bahkan Kepala Pengamanan sedang sakit sehingga tidak ada pejabat definitif yang mengisi posisi strategis itu,” ungkap Dewanto. Kondisi tersebut membuat pengawasan napi rawan kebobolan. “Kami akui ini kelemahan sistem yang sedang kami benahi. Saat ini fokus kami adalah melakukan pencarian bersama kepolisian,” tambahnya. Tim gabungan lapas dan aparat kepolisian kini tengah melakukan pencarian intensif terhadap Edowardus. Setiap pintu keluar kota Merauke dijaga ketat, termasuk akses menuju wilayah perbatasan. Di sisi lain, keresahan warga semakin menjadi-jadi setelah muncul gambar Bintang Kejora secara misterius di sekitar Monumen Kapsul Waktu, ikon kebanggaan masyarakat Papua Selatan. Banyak pihak menilai peristiwa ini memperlihatkan adanya gerakan terorganisir yang berusaha menguji kelengahan aparat keamanan. Kaburnya Edowardus, meski “hanya” napi dengan sisa masa tahanan singkat, tetap dipandang sebagai ancaman serius. Dengan latar belakang kasus kepemilikan senjata api ilegal, dikhawatirkan ia dapat kembali bergabung dengan jaringan atau memasok senjata ke kelompok-kelompok tertentu. “Ini bukan sekadar pelarian napi biasa. Dalam konteks Papua yang rentan dengan isu senjata api ilegal dan aksi KKB, kaburnya Edowardus bisa memantik masalah besar,” ujar seorang pengamat keamanan di Merauke.     Penulis: Hend Editor: GF 27 Sep 2025, 01:26 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT