Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Melihat Lagi Pengabdian Bripka Joko, Polisi yang Sukarela Jadi Tukang Gali Kubur
Papuanewsonline.com, Samarinda – Bripka Joko Hadi Aprianto, sosok Bintara Polsek Samarinda Hulu terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat. Di mana selain menjadi personel Polisi, ia juga seorang penggali kubur. Bripka Joko adalah salah satu anggota Polri yang kerap melakukan penggalian kubur secara sukarela. Hal itu sudah dilakukannya selama 23 tahun.Apa yang dilakukannya pun menunjukkan bahwa sebagai abdi negara selalu berupaya memberikan yang terbaik dalam bentuk karya. Joko menjalani tugas lain sebagai penggali kubur sejak dia duduk di bangku kelas 2 SMP. Terkait dengan pengabdiannya itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menemui langsung Bripka Joko di Polresta Samarinda, Kalimantan Timur.Kapolri memberikan perhatian langsung sekaligus mengapresiasi niat baik Bripka Joko yang sering melakukan penggalian kubur untuk masyarakat secara sukarela selama kurang lebih 23 tahun.Dalam kesempatan tersebut, Kapolri berbincang dan mendengarkan pengalaman langsung dari Bripka Joko yang memutuskan untuk menjadi tukang gali kubur selain bertugas sebagai personel kepolisian. "Kamu kan sekarang polisi dan sampai sekarang terus berlanjut menggali kubur, apa yang ada di hatimu saat ikut membantu melaksanakan gali kubur. Niat mu apa?," tanya Kapolri, dikutip, Minggu (5/1/2025)."Izin jenderal kalau dahulu buat nyari rezeki kalau sekarang untuk amal. Karena setiap bulan, mohon izin pasti nombok. Karena untuk orang tidak mampu saya gratiskan, tapi saya tetap gaji karyawan," jawab Bripka Joko. Setelah mendengarkan pengalaman dan cerita dari Bripka Joko, Kapolri menyatakan bahwa, membantu masyarakat dengan menjadi tukang gali kubur merupakan niat yang sangat mulia.Kapolri sempat menyinggung sekolah perwira kepada Bripka Joko. Namun, ketika hendak ditawarkan, Bripka Joko lebih memilih perluasan area makam untuk kebutuhan masyarakat luas. "Sudah sekolah belum. Mau sekolah perwira?" tanya Sigit. "Mohon izin Jenderal, mohon maaf ingin nambah tanah wakaf kuburan karena mulai penuh untuk masyarakat," jawab Bripka Joko. PNO-12
07 Jan 2025, 15:49 WIT
Kapolda Papua Pimpin Rapat Terkait Pemisahan Polda Papua Tengah
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., didampingi Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Rapat Pembahasan terkait Pemisahan Polda Papua Tengah yang dilaksanakan di Ruang vicon Lantai 2 Mapolda Papua, Koya Koso, Senin (06/01/2025).Turut hadir dalam kegiatan tersebut PJU Polda Papua, Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Papua, Kombes Pol Andi Yoseph Enoch, S.I.K, Kabag Binops Roops, AKBP Mughoni, S.I.K dan Kabag Binkar Biro SDM Polda Papua, AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon, S.I.K., M.K.P.Rapat tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran transisi operasional dan pengelolaan sumber daya manusia serta logistik, guna mendukung berdirinya Polda Papua Tengah yang efektif dan efisien dalam menjalankan tugas-tugas Kepolisian di wilayah tersebut.Dalam kesempatannya, Kapolda Papua mengatakan Polda Papua sudah mekar menjadi Polda Papua Tengah. Sementara tiga provinsi lainnya masih berada dalam Polda Papua. Pembahasan hari ini akan lebih spesifik dan mendalam, bertujuan untuk mendukung operasional Polda Papua Tengah.“Target 2025 menjadi salah satu fokus kita. Sebagai Kapolda, saya meneruskan tugas Kapolda sebelumnya. Pada tahun ini, kita harus menentukan target yang ingin dicapai. Penetapan target tersebut akan didasarkan pada kajian bersama, dan setiap satker harus mencantumkan targetnya dalam perencanaan masing-masing,” ucap Kapolda.Kapolda mengatakan Polda Papua adalah Polda besar. Jika anggota yang baik dikirim ke Polda yang baru, itu sangat disayangkan. Apapun alasannya, jika anggota yang berkompeten dipindahkan ke sana, saya yakin mereka akan kesulitan karena belum memiliki pengalaman yang cukup di wilayah baru.“Terkait hal ini, anggota kita yang ada di polsek-polsek, khususnya yang sudah bertahun-tahun bertugas, pasti ada yang ingin dipindah ke kota atau Nabire. Kita harus memahami hal ini, karena mereka sudah bertugas lama di daerah terpencil,” tuturnya.“Dalam tahun 2025, kita perlu mengevaluasi apakah Polda Papua sudah melakukan rekrutmen yang sesuai dengan kebutuhan atau belum,” pungkasnya. PNO-12
07 Jan 2025, 15:16 WIT
Sita Hotel Aruss Semarang, Bareskrim Polri: Dibangun Memakai Hasil Pencucian Uang Perjudian Online
Papuanewsonline.com, Semarang – Hotel Aruss yang terletak di Semarang, Jawa Tengah, diduga dibiayai dengan uang yang berasal dari tindak pidana pencucian uang (TPPU), yang bersumber dari praktik perjudian online. Hal ini terungkap melalui penyelidikan yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri. Dalam konferensi pers pada Senin, 6 Januari 2025, Dirtipideksus Bareskrim Polri BJP Helfi Assegaf mengungkapkan aliran dana mencurigakan yang digunakan untuk membiayai pembangunan hotel tersebut antara tahun 2020 hingga 2022.“Hotel Aruss ini merupakan aset yang dikelola oleh PT. AJ dan diduga dibangun dengan dana hasil tindak pidana pencucian uang, yang bersumber dari perjudian online,” ujar Dirtipideksus dalam konferensi pers. PT. AJ disebutkan menerima dana sekitar Rp 40,56 miliar yang diperoleh dari rekening pribadi berinisial FH. Dana tersebut dipindahkan melalui lima rekening yang diduga dikelola oleh bandar perjudian online yang terhubung dengan platform seperti Dafabet, agen 138, dan judi bola. Selain itu, juga terdapat setoran tunai yang berasal dari individu berinisial GP dan AS yang turut mendanai aliran dana tersebut.Dirtipideksus mengungkapkan modus yang digunakan oleh pelaku untuk menyamarkan asal-usul uang hasil perjudian online. “Para pelaku menampung uang hasil perjudian online pada rekening-rekening nominee yang tidak terdaftar atas nama pelaku. Uang tersebut kemudian dipindahkan antar rekening, ditransfer, dan ditarik tunai untuk menghindari pelacakan,” lanjut Helfi. Setelah itu, uang tunai tersebut disetorkan ke rekening perusahaan yang tidak terafiliasi langsung dengan perjudian online, dan digunakan untuk membangun Hotel Aruss.Sebagai bagian dari penyidikan, polisi telah melakukan penyitaan terhadap Hotel Aruss yang kini menjadi objek penyitaan. Hotel yang berlokasi di Jalan Dr. Wahidin, Semarang, tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp 200 miliar. “Berdasarkan hasil penyidikan, kami menemukan bahwa sebagian atau seluruh dana yang digunakan untuk membangun hotel ini bersumber dari tindak pidana perjudian online,” ujar Helfi.Pelaku tindak pidana pencucian uang dapat dijerat dengan Pasal 3, 4, 5, atau 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda hingga Rp 10 miliar. Sementara itu, pelaku perjudian online dapat dikenakan Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 25 juta. Selain itu, bagi pelanggaran terkait transaksi elektronik, Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 dapat dijatuhkan dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp 1 miliar.Helfi menegaskan bahwa penyidikan terkait kasus ini masih terus berlangsung. “Kami akan terus melakukan penyidikan untuk mengungkap lebih banyak pelaku yang terlibat dalam jaringan perjudian online dan tindak pidana pencucian uang. Penyitaan Hotel Aruss ini menjadi langkah awal dalam pengungkapan praktik-praktik ilegal lainnya,” tutup Dirtipideksus. Penyitaan hotel ini diharapkan dapat membantu mengembalikan aset yang diperoleh dari tindakan ilegal serta memberi peringatan terhadap praktik-praktik serupa. PNO-12
07 Jan 2025, 14:44 WIT
Pimpin Sertijab Sejumlah PJU, Ini Pesan Kapolda Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Eddy Sumitro Tambunan, M.Si memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku yang dilaksanakan di Lobi Lantai 1 Mapolda Maluku, Senin (6/1/2025).Turut hadir dalam upacara Sertijab yaitu Wakapolda Maluku Brigjen Pol Samudi S.I.K., M.H bersama Irwasda Kombes Pol Marthin Luther Hutagaol S.I.K dan para pejabat utama Polda Maluku serta Pengurus Bhayangkari Daerah Maluku.Para PJU Polda Maluku yang disertijab yaitu Karo SDM, Direktur Lalu Lintas, dan Direktur Binmas, serta penyerahan jabatan Direktur Reskrimsus kepada Kapolda Maluku.Direktur Lalu lintas sebelumnya dijabat Kombes Pol Rusdy Pramana Suryanagara Sik. Kini telah diserahkan kepada Kombes Pol Yudi Kristanto Sik. Sementara Direktur Binmas Polda Maluku sebelumnya dijabat Kombes Pol Deny Abrahams Sik. Kini telah diserahkan kepada Kombes Pol Hujrah Soumena Sik. Sedangkan Karo SDM Polda Maluku sebelumnya dijabat Kombes Pol Agus Nugroho Sik, kini diserahkan kepada Kombes Pol Jemi Junaidi Sik.Untuk jabatan Direktur Krimsus Polda Maluku, sementara ini telah diserahkan dari Kombes Pol Hujrah Soumena Sik kepada Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Eddy Sumitro Tambunan M.Si.Kapolda Maluku Irjen Eddy Sumitro Tambunan, mengatakan, mutasi jabatan merupakan salah satu bentuk pembinaan karir personel Polri. Mutasi jabatan juga dilakukan sebagai bentuk penyegaran baik terhadap organisasi maupun personel sebagai wujud pemberian penghargaan atas prestasi kerja yang baik.Kepada PJU yang disertijab Kapolda mengingatkan agar dimanapun tempat bertugas agar dapat dilaksanakan dengan baik. "Tugas pokok kita layani masyarakat. Nikmati pekerjaan kita, yang paling enak itu tugas berkolaborasi, kita semua harus kerja sama dengan baik," pintanya.Kepada pejabat lama Kapolda memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat di Polda Maluku. "Kami juga mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada pejabat yang baru," ungkapnya. PNO-12
06 Jan 2025, 21:26 WIT
Pimpin Apel Perdana 2025, Kapolda Maluku: Hindari Perilaku Main Fisik Kepada Masyarakat
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Drs. Eddy Sumitro Tambunan, M.Si memimpin apel pagi gabungan personel Polda Maluku di lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Kota Ambon, Senin (6/1/2025).Apel perdana tahun 2025 ini dihadiri Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Samudi, S.I.K., M.H dan seluruh pejabat utama Polda Maluku.Dalam amanatnya, Kapolda kembali menegaskan kepada para personel Polri untuk menghindari perilaku main fisik kepada masyarakat."Kepada personel yang melakukan tugas di lapangan saya tegaskan agar selalu berbuat baik kepada masyarakat dan layani masyarakat tanpa pamrih, jangan sakiti masyarakat apalagi main fisik, jangan sampai anda lakukan,"pinta Kapolda tegas.Kepada personel Polda dan jajaran, Kapolda juga menekankan agar jangan ada lagi yang melakukan pelanggaran saat bertugas di tahun ini. Kejadian kemarin di kawasan Pelabuhan Ambon harus menjadi pelajaran penting bagi semuanya."Saya minta ketika kita akan melakukan sesuatu hal agar difikir dengan baik dan matang akan akibatnya pada diri dan institusi kita ini," kata Kapolda mengingatkan.Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Polda Maluku dan jajaran atas kinerjanya selama tahun 2024. Kapolda mengaku, situasi kamtibmas di Maluku sejak pelaksanaan Pemilu baik Pilpres, Pileg, dan Pilkada hingga perayaan Natal dan Tahun Baru, sampai saat ini dalam keadaan aman dan kondusif."Semuanya berjalan kondusif padahal sebelumnya banyak yang memprediksi macam-macam tapi Alhamdulillah semuanya dapat kita laksanakan bersama dengan baik dan lancar," ungkapnya.Kapolda meminta agar tugas dan kinerja yang baik selama ini terus dilaksanakan tetap dipertahankan. Sebab itu adalah sebuah prestasi dalam tugas."Saya ingatkan sedikit saja kita melakukan pelanggaran apalagi menyakiti masyarakat maka semua kinerja yang baik yang kita lakukan selama ini akan sirnah," katanya.Seluruh personel juga diingatkan untuk tetap bijak dalam menggunakan media sosial. Apabila tidak ada yang penting untuk menggunakan medsos agar jangan digunakan sebab rekam jejak digital tidak akan pernah hilang."Mari kita saling mengingatkan antar sesama apabila ada anggota atau rekan kita yang mulai aneh-aneh maka segera di ingatkan dengan cara-cara yang baik sebab kita ini semuanya saudara agar tugas kita yang akan kita laksanakan bersama dapat berjalan dengan baik," pungkasnya. PNO-12
06 Jan 2025, 21:16 WIT
Polres Kepulauan Tanimbar Tepis Tuduhan Adanya Ancaman Dari Oknum Anggota
Papuanewsonline.com, Tanimbar – Polda Maluku, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, mengklarifikasi adanya pemberitaan beberapa waktu lalu oleh salah satu Media online yakni Investigasi Mabes mengenai adanya oknum Personel Polsek Kormomolin Aipda MA sebagai Debitur datang menemui pihak debt colector (DC) atau disebut Leasing dengan membawa sajam berupa parang yang diselipkan oleh sepeda motor dinas yang dikendarainya.“Memang benar yang bersangkutan mengakui menyelipkan parang pada sepeda motor dinas, namun tidak digunakan untuk mengancam pihak manapun. Parang tersebut pun bahkan tidak dipegang sama sekali oleh Aipda MA saat menemui Pihak Leasing atas dugaan penarikan paksa kendaraan” beber Kasi Humas Polres Kepulauan Tanimbar Iptu OLOF BATLAYERI saat dimintai keterangan.Lebih lanjut Kasi Humas menjelaskan bahwa, parang yang dibawa oleh Aipda MA dan diselipkan pada sepeda motor dinas yang dikendarainya tersebut adalah sebagai upaya untuk berjaga diri ketika dalam perjalanan. Mengingat, jarak yang ditempuh dari Kecamatan Kormomolin ke Kota Saumlaki kurang lebih berjarak sekitar 69,5 km dan harus melalui hutan, serta pada saat tiba di Kota Saumlaki juga sudah sore hari dan sudah pasti akan kembali pada malam hari sehingga perlu untuk memastikan keselamatan diri guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.Hal tersebut pun telah diklarifikasi langsung oleh Aipda MA saat memberikan keterangan langsung kepada Seksi Propam Polres Kepulauan Tanimbar berdasarkan laporan oleh pihak Leasing karena Mereka merasa terancam atas sajam yang diselipkan. dan bahkan hal tersebut pun tidak terbukti terkait adanya pengancaman yang dilakukan Aipda MA dengan menyelipkan parang pada sepeda motor dinas yang dikendarainya tersebut.Hingga pada akhirnya, pihak Leasing pun meminta kepada Aipda MA untuk mengatur permasalahan ini secara baik dan kekeluargaan, selanjutnya Personel Propam menyampaikan kepada kedua belah pihak untuk membuat pernyataan. Namun, pihak debt colector meminta waktu sejenak untuk ke SPKT guna melakukan mediasi terlebih dahulu terkait kendaraan yang ditarik, barulah pernyataan itu dibuat.Namun hasil dari mediasi yang dilakukan oleh Aipda MA bersama para debt colector pada ruang SPKT tidak mendapat jalan keluar dan kesepakatan bersama diantara kedua belah pihak. Karena, Aipda MA ingin untuk menindaklanjuti pihak Leasing melalui jalur hukum yang menurutnya atas tindakan Mereka yang tidak sesuai dengan aturan Fidusia yang sudah ada terkait penarikan kendaraan.Sementara itu diketahui dari keterangan Aipda MA, sebelumnya penarikan kendaraan oleh Pihak Leasing ini diduga dilakukan secara sepihak tanpa diketahui olehnya selaku pihak Debitur, padahal aturannya jelas bahwa penarikan kendaraan harus dilakukan dengan kesepakatan bersama antara pihak kreditur maupun debitur tanpa adanya unsur paksaan.Serta, proses penarikan tersebut pun diduga dilakukan oleh pihak Leasing tanpa menunjukkan surat tugas dari Perusahaan dan dilakukan penarikan ketika kendaraan sedang berada di jalanan yang sementara dikendarai oleh sopirnya, tanpa sepengetahuan oleh Debitur. PNO-12
06 Jan 2025, 21:05 WIT
Kompolnas Apresiasi Polri Atas Keberhasilan Operasi Lilin 2024
Papuanewsonline.com, Jakarta – Operasi Lilin 2024 yang digelar Polri selama 13 hari, mulai 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025, dinilai berjalan sukses. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berlangsung kondusif di berbagai wilayah Indonesia.Komisioner Kompolnas, Yusuf, S.Ag., mengatakan bahwa persiapan dan pelaksanaan Operasi Lilin 2024 menunjukkan koordinasi yang baik di berbagai level kepolisian, mulai dari Mabes Polri hingga jajaran Polda dan Polres. Menurutnya, pengamanan tidak hanya berfokus pada perayaan keagamaan, tetapi juga mencakup antisipasi potensi bencana dan pengendalian arus lalu lintas selama masa liburan."Pelaksanaan perayaan ibadah Natal berlangsung sangat baik. Umat Nasrani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Selain itu, arus lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru terpantau lancar. Meski ada kemacetan, itu masih terkendali dan tidak sampai mengalami stagnasi total," ujar Yusuf, Jumat (4/1).Lebih lanjut, Yusuf menekankan bahwa wilayah-wilayah dengan potensi kerawanan bencana juga mendapatkan perhatian khusus. Contohnya, di Jawa Barat, kesiagaan tidak hanya pada aspek keamanan tetapi juga penanganan bencana."Kami mencatat keberhasilan operasi ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Semua berjalan lancar, dan ini patut kita apresiasi sebagai hasil kerja keras Polri," katanya.Keberhasilan Operasi Lilin 2024 disebut menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya, yakni Operasi Ketupat 2025 dalam rangka pengamanan Idul Fitri. Yusuf mengingatkan bahwa pergerakan orang dan kendaraan pada masa Lebaran biasanya lebih tinggi dibandingkan Nataru."Sebentar lagi kita memasuki bulan suci Ramadan dan Idul Fitri. Kami berharap Polri dapat mempersiapkan Operasi Ketupat dengan baik, sebagaimana keberhasilan Operasi Lilin tahun ini. Kompolnas akan kembali memantau dan mengawasi jalannya operasi untuk memastikan semuanya berjalan lancar," ungkap Yusuf.Operasi Lilin menjadi bukti bahwa koordinasi yang baik antara jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menciptakan suasana aman dan kondusif. Kompolnas berharap tren positif ini dapat terus ditingkatkan pada operasi-operasi berikutnya. PNO-12
05 Jan 2025, 20:34 WIT
Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat Anumerta Kepada Bripka Andithya
Papuanewsonline.com, Jabar - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada Almarhum Bripka Andithya Munartono. Ia mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Aipda Anumerta.Andithya diketahui merupakan salah satu anggota Polsek Pagerageung, Tasikmalaya, Jawa Barat, yang menyelamatkan wisatawan tenggelam. Namun, ia meninggal dunia karena terseret ombak sejauh 40 meter.“Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Tentang Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta bagi personel Polri yang namanya tercantum dalam daftar lampiran keputusan ini, terhitung mulai tanggal 3 Januari 2025,” bunyi petikan keputusan kenaikan pangkat, dikutip Sabtu (4/1/25).Aipda Anumerta Andithya sendiri dimakamkan dengan upacara penghormatan yang dipimpin langsung Kapolres Tasikmalaya, AKBP Joko Sulistiono. Upacara pemakaman digelar di Desa Sukapada, Pagerageung, Tasikmalaya, pukul 09.30 WIB pagi tadi.Kapolres juga menyampaikan santunan dari Kapolda Jawa Barat kepada keluarga Aipda Anumerta Andithya sebagai salah satu bentuk rasa duka mendalam atas kepergian tersebut.Sebelumnya diberitakan, anggota Polsek Pagerageung Polres Tasikmalaya Kota, Bripka Andithya Munartono, meninggal dunia saat berupaya menyelamatkan seorang wisatawan yang hampir tenggelam di Pantai Barat Pangandaran, Jumat (3/1/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Kejadian tersebut berlangsung di depan Hotel Century, Pos 4 Penjaga Pantai Dusun Karangsari, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran. Dalam insiden tersebut, Bripka Andithya bersama rekannya, Bripka Wahyu, sedang berenang bersama keluarga di sekitar Pos 4 Pantai Barat Pangandaran. Mereka melihat seorang wisatawan bernama Sevina Azahra (14) dalam kondisi hampir tenggelam. Tanpa ragu, keduanya segera memberikan pertolongan. Namun, arus laut yang kuat dan ombak besar membuat Bripka Andithya, Sevina, serta seorang saksi mata bernama Supri (48) terseret hingga 40 meter dari bibir pantai. Bripka Wahyu berhasil menyelamatkan diri menggunakan boogie board. Sementara itu, Bripka Andithya dan Sevina akhirnya diselamatkan oleh sebuah kapal nelayan yang kebetulan berada di lokasi. Sayangnya, meski telah dilarikan ke RSUD Pandega, Bripka Andithya dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan. Berdasarkan keterangan pihak medis, ia meninggal dunia akibat tenggelam.Kapolres Pangandaran, AKBP Mujianto, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Bripka Andithya. "Meskipun almarhum bukan anggota Polres Pangandaran, dedikasinya dalam menyelamatkan nyawa orang lain adalah cerminan nyata pengabdian anggota Polri kepada masyarakat," ujar Kapolres, Jumat (3/1/25). Ia menambahkan bahwa aksi heroik, keberanian dan pengorbanan Bripka Andithya menjadi teladan bagi seluruh anggota Polri. "Semangat Bhayangkara sejati yang ditunjukkan almarhum—dengan mengutamakan keselamatan orang lain di atas dirinya sendiri—adalah sesuatu yang sangat kami apresiasi dan kenang. Kami merasa kehilangan seorang pahlawan. Semoga pengorbanan beliau menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus mengedepankan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat," pungkas Kapolres.Bripka Andithya Munartono diketahui bertugas di Polsek Pagerageung, Polres Tasikmalaya Kota. Ia meninggalkan kenangan sebagai seorang anggota Polri yang rela berkorban demi keselamatan orang lain. PNO-12
05 Jan 2025, 20:25 WIT
Dapat Penghargaan Dari Kemenag, Kapolres Akui Semua Untuk SBB
Papuanewsonline.com, SBB - Berbagai upaya untuk menjaga situasi dan kondisi keamanan serta kerukunan antar umat beragama, terus dilakukan oleh Kapolres Seram Bagian Barat (SBB), AKBP Dennie Andreas Dharmawan, SIK dan jajarannya.Upaya tersebut membuat perwira dengan dua melati dipundaknya ini menerima penghargaan sebagai Tokoh Kerukunan Antar Umat Beragama di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dari kantor Kementerian Agama SBB, saat puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 Tahun, Kementerian Agama RI, yang dipusatkan di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu.Kapolres Seram Bagian Barat (SBB), AKBP Dennie Andreas Dharmawan, SIK mengatakan, jika pihaknya tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan tersebut. Sebab menurut Kapolres, apa yang telah dilakukan selama ini merupakan sebuah pengabdian dan tanggungjawab pihaknya dalam mewujudkan Kabupaten SBB, yang aman, damai dan penuh persaudaraan."Kami tidak pernah berpikir sedikitpun untuk mendapatkan penghargaan apalagi dijuluki sebagai tokoh kerukunan antar umat beragama. Kenapa ? karena apa yang kami lakukan selama ini hanya untuk masyarakat SBB, sebab itulah wujud pengabdian dan tanggungjawab kami dalam memelihara harkamtibmas dan kedamaian di bumi Saka Mese Nusa ini,"kata Kapolres kepada media, Sabtu (4/1/2025).Orang nomor satu di Polres SBB ini mengucapkan terima kasih atas, penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Agama Kabupaten SBB itu."Walau demikian kami mengucapakan terima kasih kepada Kementerian Agama SBB, atas penghargaan yang diberikan kepada kami,"ujar Kapolres.Ditambahkan, penghargaan yang di berikan dari Kementerian Agama SBB ini merupakan sebuah bonus, namun memiliki tanggungjawab yang amat besar. "Terutama moral untuk selalu mewujudkan SBB sebagai rumah bersama bagi semuanya,"tandas Kapolres. PNO-12
05 Jan 2025, 20:20 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru