logo-website
Selasa, 03 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Tunadaksa Fatia Nur Azzahra Dibully Saat Kecil Kini Jadi Calon Polwan Papuanewsonline.com, Jaksel - Siswa Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) RI, Nur Fatia Azzahra (22), merupakan seorang tunadaksa. Dia dan satu siswa Sepolwan bernama Novita Fajrin dinyatakan lolos dan memenuhi syarat mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri jalur disabilitas Tahun Anggaran 2024.Fatia menceritakan dirinya difabel sejak lahir. Perundungan dan nasihat orang tua, lanjut Fatia, adalah dua hal yang membentuk mentalnya sehingga kuat."Waktu SD saya pernah mengalami bullying dikarenakan saya tidak bisa olahraga voli, bully-an verbal. Saya Cuma bisa nangis dan kasih tahu orang tua kalau saya itu kenapa di-bully sama teman," cerita Fatia kepada wartawan di Sepolwan RI, Ciputat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (19/2024)."Ayah dan ibu bilang kalau saya itu istimewa, tidak boleh minder dan malu, dan harus membuktikan kalau bisa," sambung dia.Fatia menyampaikan sang ayah kerap mengajaknya ke luar rumah untuk sekadar bermain, hingga mengajarkan soal kemandirian. Ayah Fatia kerap mendorong Fatia untuk berani merantau."Dan alhamdulillah selalu dilatih ayah di depan rumah seperti diajak bermain bulu tangkis, diajak main voli. Meskipun tidak hebat, tapi akhirnya saya bisa mainnya. Ayah selalu memberikan gambaran terkait perantauan. Ayah bilang, 'Merantau akan membuat kamu lebih berkembang'," jelas Fatia sambilFatia mengungkapkan sang ayah pernah mengajaknya dari Bangka merantau ke Jambi. Fatia menyebut ajaran ayah membuat dirinya menemukan banyak hal untuk mandiri dan hidup setara meski kondisi fisiknya disabilitas."Sejak SMA saya pernah ikut ayah kuliah S2 di Jambi, Unja. Ayah memberikan gambaran soal kehidupan di perantauan. Alhamdulillahnya sampai saat ini saya merasa banyak hal yang membuat saya mandiri selama merantau," terang Fatia.Perempuan asli Bangka Belitung (Babel) ini menjelaskan didikan orang tua menjadikan membentuk dirinya menjadi perempuan yang bertekad kuat. Contoh, meski Fatia disabilitas namun dia bersekolah di umum."Saya difabel dari lahir. Saya disekolahkan di sekolah reguler. Saya di SD Islam terpadu, dan SMP-SMA di negeri. Saya kuliah merantau ke Jogja, di UII Fakultas Psikologi," ucap Fatia.Fatia lulus dengan nilai sangat memuaskan yakni cumlaude. "(IPK-nya) 3,56, kuliah 3 tahun 8 bulan," lanjut Fatia.Ia mengaku sangat gembira saat tahu Polri membuka penerimaan anggota dari jalur disabilitas. Sulung dari dua bersaudara ini lalu menyampaikan ke orang tuanya soal keinginan menjadi polwan."Dari kecil saya ingin jadi polisi, tapi saya sadar diri karena kondisi saya tidak mungkin diterima. Saya cari tahu sendiri (soal penerimaan jalur disabilitas) di IG (Instagram). Awalnya orang-orang yang kenal saya tidak sangka saya mau jadi polisi, karena yang orang-orang tahu saya mau ambil S2," cerita Fatia.Untuk diketahui, Polri melalui Biro Pengendalian Personel SSDM Polri, merekrut 16 penyandang disabilitas pada penerimaan Bintara Tahun Anggaran 2024 ini. Mereka terdiri dari 3 siswa Bintara perempuan dan 13 laki-laki.Rekrutmen kelompok disabilitas menjadi anggota organik merupakan kebijakan inklusif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Dedi menuturkan Jenderal Sigit yakin penyandang disabilitas mampu melakukan pekerjaan kepolisian."Polri pada tahun 2023 sebenarnya sudah melakukan rekrutmen terhadap kelompok disabilitas tapi untuk golongan ASN atau pegawai negeri pada Polri (PNPP). Dari kelompok itu kita pekerjakan di dua polda yaitu Polda Jogja kemudian di Polda Sumatera Selatan. Dari situ berproses, Pak Kapolri tambah yakin, 'Saya minta (difabel menjadi-red) anggota Polri'," tutur Dedi sambil menirukan perintah Jenderal Sigit padanya kala itu. PNO-12 19 Sep 2024, 13:54 WIT
Kejurnas Pencak Silat Kapolri Cup 2024 Kembali Digelar Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri menggelar kejuaraan nasional Pencak Silat Kapolri Cup yang berlangsung mulai tanggal 19 hingga 22 September 2024. Kejurnas ini diikuti peserta dari TNI-Polri, instansi dan juga pelajar. Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan tujuan penyelenggaraan event ini adalah untuk membangun dan mewujudkan sumber daya Polri yang bertakwa, tangguh dan berprestasi. “Kejuaraan ini juga merupakan upaya menggali dan membentuk atlet Pencak Silat sekaligus mempererat silahturahmi antar perguruan dan mengembangkan dan melestarikan budaya Indonesia dalam sinergitas TNI-Polri se-Indonesia,” ujar Irjen Pol. Dedi Prasetyo. Kejurnas Pencak Silat Kapolri Cup 2 juga merupakan salah satu agenda Komite Olahraga Polri (KOP) agar para atlet Pencak Silat Polri mendapat kesempatan untuk mengukur kemampuannya. "Atlet silat Polri cukup memiliki prestasi yang membanggakan. Seperti di PON Aceh Sumut yang sedang berlangsung, salah satu atlet Polri Bripda Made Aldi Sancitayasa menyumbang medali perak untuk provinsi Bali, " Tambah Irjen Pol Dedi Prasetyo yang juga merupakan ketua harian KOP. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dijadwalkan memimpin langsung upacara pembukaan kejurnas yang digelar di Gelanggang Olahraga dan Rekreasi, Ciracas, Jakarta Timur.Sejumlah tamu penting juga akan menghadiri upacara pembukaan kejurnas Pencak Silat Kapolri Cup 2. Salah satunya adalah Presiden RI terpilih yang juga merupakan ketua Ikatan Pencak Silat (IPSI) Prabowo Subianto. Antusias atlet Pencak Silat cukup tinggi mengikuti kejuaraan ini. Tahun pertama penyelenggaraan kejurnas Pencak Silat Kapolri Cup diikuti oleh 3.800 peserta yang berasal dari 34 provinsi. Kejurnas ini dibagi dalam beberapa kategori, yakni kategori TNI, Polri, serta pelajar yang dikelompokkan berdasarkan tingkatan sekolah SD, SMP, dan SMA.Beberapa perguruan Pencak silat di indonesia seperti PSHT, Merpati Putih, Kera Sakti dan Cimande juga memastikan mengikuti kejuaraan nasional Pencak Silat Kapolri Cup 2. PNO-12 19 Sep 2024, 13:32 WIT
Bripda Arni Silva Pattipeiluhu Koleksi Medali Emas, Perak & Perunggu PON XXI Aceh-Sumut Papuanewsonline.com, Banda Aceh  - Personel Polwan Polda Maluku, Bripda Arni Silva Pattipeiluhu berhasil mempersembahkan 3 medali bagi kontingen Maluku pada Cabang Olahraga Dayung di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI-2024 Aceh-Sumatera Utara.Arni yang sehari-harinya bertugas di Direktorat Polairud Polda Maluku berhasil meraih 1 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu di cabang olahraga dayung.Medali emas diraihnya di nomor Rowing Beach Sprint (RBS) Coastal Mixed Double (CM1X2X) bersama rekannya Rusdi Elly.Saat pertandingan babak final RBS Coastal Men’s Solo (CM1X) yang berlangsung di Pantai Pulau Kapuk, Loknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Rabu (18/9/2024), Rusdi/Arni di final berhasil mengalahkan Sulfianto/Nurtang (Sulawesi Selatan).Rusdi/Arni berhasil finish dengan catatan waktu 1 menit 57,57 detik sedangkan Sulfianto/Nurtang (1 menit 59,74 detik). Medali perunggu diraih M Ikbal/Lola Hanarina Blegur (DKI Jakarta) dan mengukuhkan posisinya pada tempat pertama dan memperoleh Medali Emas pertama bagi Kontingen PON Maluku.Dengan tambahan satu medali Emas ini, menambah koleksi medali milik Kontingen Maluku menjadi 7 medali, yaitu 1 Medali Emas, 2 Medali Perak dan 4 Medali PerungguSelain medali emas, Arni juga meraih satu medali perak bersama 3 rekannya di nomor rowing Quadruple Scull Putri (W4X). Kuartet pedayung Maluku tersebut finish dengan catatan waktu 7 menit 40,767 detik.Arni juga tercatat meraih 1 medali perunggu di nomor Rowing Double Sculls Putri (W2X) diraih oleh duet pedayung Maluku Arni Silva Pattipeiluhu dan Issa Behuku dengan catatan waktu 7 menit 43,753 detik. PNO-12 19 Sep 2024, 09:18 WIT
Tingkatkan Solidaritas, Kapolres Seram Bagian Barat Kunjungi Mako Brimob Kompi 2 Yon B Pelopor Piru Papuanewsonline.com, Piru - Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Dennie Andreas Dharmawan, S.I.K. didampingi Kabag Ops Polres Seram Bagian Barat dan sejumlah pejabat utama melaksanakan kunjungan sekaligus silaturahmi di Markas Brimob kompi 2 Batalyon B Pelopor Piru. Rabu, (18/9/2024).Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Dennie Andreas Dharmawan, S.I.K menuturkan bahwa kunjungannya ke Markas Kompi 2 Batalyon B Pelopor Piru tersebut merupakan bagian dari upaya menjalin silaturahmi dan sinergitas antar kesatuan Polri.“Dalam beberapa kegiatan baik itu memelihara kamtibmas maupun kegiatan lainya yang menciptakan situasi yang kondusif seringkali Polri khususnya Polres Seram Bagian Barat selalu berdampingan dengan Satuan Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Piru.” ujar AKBP Dennie.Kunjungan tersebut, selain koordinasi terkait dengan situasi dan dinamika kamtibmas yang ada di wilayah hukum Polres Seram Bagian Barat, Kapolres juga mengucapkan selamat HUT Pelopor Korps Brimob Polri yang ke - 65."Kami melakukan pengecekan personil dalam kesiapan pilkada Kabupaten Seram Bagian Barat, saya juga mengecek kesiapan peralatan dan perlengkapan kesiapan pengamanan Pilkada 2024". Ucap Kapolres.AKBP Dennie mengatakan untuk terus tanamkan kebanggaan dan tunjukkan bahwa Pelopor adalah pasukan Elit kebanggaan Polri, dan Sebentar lagi kita akan masuk momen Pilkada saya minta agar Kabag Ops untuk memploting personil Brimob dalam melaksanakan pengamanan. PNO-12 19 Sep 2024, 09:11 WIT
Pengamanan Lingkungan Masyarakat Papua Batasi Ruang Gerak OPM Papuanewsonline.com, Sugapa – Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres RI) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Papua merupakan landasan hukum pelaksanaan tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Papua. Sesuai Inpres tersebut, Komando Operasi (Koops) TNI HABEMA beserta seluruh Satuan Tugas (Satgas) Operasi Pengamanan Perbatasan Mobil RI-PNG, aktif melaksanakan pengamanan wilayah guna mengimplementasikan tugas dukungan pengamanan. Situasi keamanan yang stabil dan kondusif merupakan target yang harus diraih dari pelaksanaan tugas pengamanan wilayah. Hal ini menjadi penting mengingat masih terdapat gangguan keamanan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang kerap terjadi di wilayah Papua. Gangguan keamanan OPM tentu menghambat percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua.Dalam rangka mewujudkan situasi keamanan yang stabil dan kondusif, Koops HABEMA memiliki kegiatan-kegiatan Teritorial yang salah satu diantaranya diwujudkan dalam bentuk Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil). Melalui kegiatan Bintahwil tersebut, Koops HABEMA berupaya mewujudkan ruang, alat dan kondisi kejuangan yang tangguh dan mampu menjaga situasi keamanan yang stabil dan kondusif secara mandiri oleh seluruh pihak, termasuk warga masyarakat. Implementasi kegiatan Bintahwil Koops HABEMA telah terlihat dalam pengucapan beberapa ikrar, baik ikrar kembali ke NKRI oleh para simpatisan OPM maupun ikrar para warga melawan OPM di Distrik Sugapa pada awal bulan September 2024 yang lalu.Lebih lanjut, pada hari Rabu (18/9) Satgas jajaran Koops HABEMA telah menerima laporan warga masyarakat Kampung Mamba, Distrik Sugapa. Laporan tersebut menjelaskan tindakan para warga Mamba yang telah berhasil membatasi ruang gerak OPM di wilayahnya. Tindakan tersebut dilakukan oleh para warga masyarakat Mamba yang telah berikrar melawan OPM. Selanjutnya, para warga menindaklanjuti ikrarnya dengan membakar habis sebuah Honai yang selama ini digunakan sebagai tempat transit OPM sebelum melancarkan aksi gangguan di wilayah Distrik Sugapa.“Inisiatif warga Kampung Mamba melaksanakan tindakan Bintahwil untuk membatasi ruang gerak OPM di wilayahnya, merupakan salah satu wujud pelaksanaan tugas TNI melaksanakan dukungan pengamanan melalui kegiatan Bintahwil, dalam rangka mendukung upaya percepatan pembangunan di wilayah Papua”, ungkap Panglima HABEMA, Brigjen TNI Lucky Avianto, pasca menerima laporan pelaksanaan kegiatan. PNO-12 19 Sep 2024, 09:05 WIT
Polda Papua Pastikan Transparansi Dalam Uji Kesamaptaan Jasmani Seleksi Bintara Polisi Papuanewsonline.com, Jayapura – Polda Papua menggelar Uji Kesamaptaan Jasmani sebagai bagian dari seleksi Sekolah Bintara Polisi (SBP) Tahun Anggaran 2024/2025. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Rastrasamara, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Papua, Rabu (18/9).Dalam kegiatan ini, AKBP Adi Tri Widiyanto, S.I.K., S.H., selaku Wakil Ketua Tim Kegiatan Jasmani (Wakatim TKJ), menyampaikan bahwa uji kesamaptaan jasmani merupakan salah satu tahapan penting dalam proses seleksi.“Kami menyelenggarakan uji kesamaptaan jasmani ini sebagai bagian dari seleksi SBP. Ini adalah langkah awal bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan fisik mereka sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya,” ungkap AKBP Adi.Uji kesamaptaan jasmani ini meliputi beberapa bagian penting, yaitu lari selama 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run. Tes ini dirancang untuk mengukur ketahanan fisik dan kesiapan jasmani para peserta dalam menghadapi tugas-tugas yang akan datang sebagai Bintara Polisi.“Setiap tahapan dalam uji kesamaptaan ini telah diatur secara transparan. Hasil dari setiap tes dapat langsung dilihat oleh para peserta, sehingga mereka bisa mengevaluasi kemampuan diri dan melihat bagaimana hasil kerja keras mereka selama ini,” tambah AKBP Adi, menekankan komitmen panitia terhadap keterbukaan dan transparansi dalam proses seleksi.Transparansi yang diterapkan dalam pengumuman hasil uji kesamaptaan ini diharapkan dapat memotivasi para peserta untuk terus berupaya memberikan yang terbaik. Dengan penilaian yang terbuka, setiap peserta dapat mengetahui hasil secara langsung tanpa menunggu waktu lama.“Ini adalah kesempatan bagi para peserta untuk memperlihatkan kemampuan terbaik mereka. Kami di sini untuk memastikan setiap orang mendapatkan peluang yang sama, dengan proses yang adil dan transparan,” tutupnya.Proses seleksi ini merupakan tahap penting bagi para Tamtama yang berharap bisa naik pangkat ke tingkat Bintara dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Bintara Polisi, sebagai bagian dari pengembangan karir di institusi Polri. PNO-12 19 Sep 2024, 08:59 WIT
Wakapolda Papua Beri Arahan Kepada Personel Satbrimob Polda Papua Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., memimpin apel pagi dan memberikan arahan kepada personel Satuan Brimob Polda Papua, Rabu (18/9/2024). Apel tersebut digelar di Lapangan Apel Mako Satbrimob Polda Papua, dengan dihadiri oleh Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pol John Huntal Sarjananto Sitanggang, S.I.K., M.Han, Kabagops Satbrimob Polda Papua AKP Abjan Djalal, S.H., Danyon A Pelopor AKP Ferdinand Pipa, serta seluruh personel Satbrimob Polda Papua.Dalam arahannya, Wakapolda mengungkapkan kebanggaannya terhadap Satuan Brimob Polda Papua, mengingat pengalaman tujuh tahun bertugas di Papua yang penuh dengan kolaborasi bersama pasukan tersebut. "Selama bertugas di Papua, saya sering berkolaborasi dengan Satbrimob. Tahun ini, sebagai Kepala Operasi Damai Cartenz, kita mendapat dukungan penuh dari 100 personel Satbrimob Polda Papua. Saya memberikan penghormatan karena Satbrimob Papua adalah pasukan yang luar biasa," ujar Brigjen Faizal.Wakapolda juga menyoroti pentingnya tradisi dan warisan yang dijaga dengan baik di lingkungan Satbrimob Polda Papua. Ia menyebut bahwa nilai-nilai ini telah diteruskan dari generasi ke generasi dengan penuh dedikasi. "Tradisi ini telah diwariskan dengan sangat luar biasa oleh senior-senior kita kepada junior-junior. Saya mendukung penuh setiap ide dan upaya untuk menjaga serta melestarikan tradisi tersebut," tambahnya.Lebih lanjut, Wakapolda mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin berat, sehingga diperlukan persiapan yang matang. "Kita harus mempersiapkan diri dengan baik, menguatkan mental dan fisik, serta terus membentuk diri kita agar menjadi lebih baik. Tantangan di masa depan akan semakin besar, dan kita harus siap menghadapinya," tegasnya.Di akhir arahannya, Brigjen Faizal menyampaikan rasa terima kasih dan kehormatan atas kesempatan untuk bekerja sama dengan Satbrimob selama bertugas di Papua. "Terima kasih atas kolaborasi yang luar biasa selama ini. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam menjalankan tugas-tugas yang berat ke depan," pungkasnya.Acara apel pagi ini menegaskan pentingnya kesiapan dan sinergi di kalangan personel Brimob, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan stabilitas di Papua, terutama dalam menghadapi tantangan yang akan datang. PNO-12 19 Sep 2024, 08:42 WIT
Bareskrim Rampas Aset Milik Terpidana Narkoba Hendra Sabarudin Total Rp221 Miliar Papuanewsonlime.com, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menyita sejumlah aset milik terpidana narkoba Hendra Sabarudin (HS) sebesar Rp221 miliar dari kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tindak pidana asal peredaran gelap narkotika.Pengungkapan kasus TPPU berkat kerjasama dengan Ditjen Pas Kemenkumham, PPATK dan BNN. Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada mengatakan, penyelidikan awal berdasarkan informasi dari Ditjen Pas adanya narapidana di Lapas Tarakan Kelas II A yang kerap berbuat onar.Dari informasi tersebut kata Wahyu, kemudian Bareskrim melakukan penyelidikan dengan bekerjasama dengan DitjenPas, PPATK dan BNN. "Dari hasil penyelidikan, HS masih mengendalikan peredaran narkoba di Indonesia Bagian Tengah khususnya wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Bali dan Jawa Timur, artinya meskipun berada di dalam lapas dia masih memiliki kemampuan untuk peredaran narkoba," kata Wahyu dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Rabu (18/9/2024).Dari kegiatan pengendalian yang dilakukan terpidana HS, kata Wahyu barang haram jenis sabu yang telah masuk ke Indonesia dari Malaysia sebanyak 7 ton lebih dari tahun 2017 sampai 2024. Uang dari hasil peredaran narkoba jenis sabu tersebut kemudian disamarkan oleh HS dibantu oleh delapan orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.Adapun peran delapan tersangka berinisial TR, MA, SY, CA, AZ, NY, RO dan AY yakni mengelola aset dan melakukan pencucian uang. Wahyu mengungkapkan berdasarkan analisis dari PPATK, perputaran uang bisnis narkoba sindikat jaringan Malaysia-Indonesia Bagian Tengah ini selama enam tahun mencapai Rp2,1 miliar."Sebagian uang yang didapatkan dari hasil penjualan narkoba digunakan untuk membeli aset-aset yang sudah bisa kita nilainya Rp221 miliar," kata Wahyu.Wahyu merinci aset-aset yang telah disita sebagai barang bukti tindak pidana pencucian uang yaitu, 21 kendaraan roda empat, 28 kendaraan roda dua, lima kendaraan laut (1 Speed Boat, 4 Kapal), 2 kendaraan jenis ATV, 44 bidang tanah dan bangunan, 2 jam tangan Mewah, uang tunai Rp 1.200.000.000 dan deposito sebesar Rp. 500.000.000.Wahyu membeberkan modus HS melakukan pencucian uang dengan cara menyamarkan melalui tiga tahap, pertama penempatan uang HS ditransfer atau setor tunai ke rekening atas nama para tersangka dan orang lain, kedua uang tersebut dikirim ke rekening penampung dan kemudian dikirim ke rekening-rekening lain untuk digunakan. Dan ketiga uang milik HS kemudian oleh para tersangka dibelikan atau membelanjakan aset bergerak dan tidak bergerak.Wahyu mengatakan para tersangka dijerat dengan Pasal 3,4,5, 6 dan 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Atau Pasal 137 huruf a, b Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika & Pasal 55 (1) ke 1 KUHP. "Ancaman hukumannya 20 tahun penjara," ucapnya.Jenderal bintang tiga ini menegaskan, pihaknya akan terus melakukan perang terhadap kejahatan narkoba. Tidak hanya dengan menangkap para bandar dan pelaku, tetapi juga akan memiskinkan untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba."Ini pesan kepada mereka, bahwa kami akan kejar sampai aset-asetnya, kami akan lakukan TPPU. Jajaran Bareskrim hingga tingkat daerah kami telah perintahkan setiap pengungkapan kejar TPPU. Hanya dengan memiskinkan akan memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya generasi muda. Tahun 2030 kita menghadapi bonus demografi dan itu harus kita jaga untuk menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Wahyu.Ia pun berterima kasih kepada PPATK, DitjenPas, BNN dan Kejaksaan atas kolaborasi dalam memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya. PNO-12 18 Sep 2024, 21:58 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT