Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Hanya Seminggu Polres SBT Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan di Sungai Waifufa
Papuanewsonline.com, Ambon,- Tak butuh waktu lama bagi tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal dan Intelkam Polres Seram Bagian Timur (SBT) untuk mengungkap kasus penemuan mayat seorang pelajar berusia 15 tahun di Sungai Waifufa, Desa Englas, Kecamatan Bula, Kabupaten SBT, Rabu (21/5/2025) lalu. Dalam seminggu penyelidikan, Polres SBT berhasil mengungkap bahwa R.T, pelajar MTs ini merupakan korban pembunuhan. Identitas pelaku kemudian dikantongi berinisial H.S, 25 Tahun, warga Dusun Jembatan Basah, SBT.Kurang lebih 9 hari sejak dilakukan penyelidikan oleh tim gabungan yang dibentuk langsung Kapolres SBT, H.S, terduga pelaku pembunuhan berhasil dibekuk di Weda, Maluku Utara pada Kamis, 30 Mei 2025. "Tersangka HS langsung diamankan dalam waktu sembilan hari dari kejadian," ungkap Kapolres SBT AKBP Alhajat, S.I.K, dalam press release di Mapolres SBT, Senin (2/6/2025).Terungkap HS kabur ke Weda sesaat setelah kejadian. Meski begitu, tim gabungan tak putus asa, terus mengintai keberadaan pelaku. Setelah mengetahui keberadaan pelaku, Kapolres langsung memerintahkan tim Reskrim berangkat ke Weda.Hasilnya Pelaku ditangkap saat hendak masuk kerja di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.“Setelah kami selidiki pelaku ini ada di Weda. Saat itu, pelaku baru akan mulai bekerja di sana. Kami mengirim petugas langsung ke lokasi dan pelaku berhasil ditangkap. Setelah ditangkap, kemudian dibawa ke Bula dan hari ini ada di hadapan teman-teman wartawan semua," ujar AKBP Alhajat.Kapolres mengaku, tersangka mengenal korban dari media sosial Facebook. Ia lalu mengajak korban bertemu di bantaran sungai yang tidak jauh dari permukiman rumah penduduk.Saat pertemuan dengan korban, tersangka langsung mengajak berhubungan badan, namun ditolak oleh korban. Tersangka terus memaksa hingga emosinya memuncak dan mencekik leher korban dengan kedua tangan selama kurang lebih 5 (lima) menit hingga meninggal.Setelah meninggal, tersangka kembali memastikan korban benar-benar telah meninggal dengan memeriksa denyut nadinya. Jasad Korban kemudian dibuang beserta sendal dan handphone ke dalam sungai.Tersangka kini telah mendekam di sel tahanan Polres SBT. Ia dikenakan Pasal 80 ayat 3 Junto Pasal 76c UU No.35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak dengan ancaman pidana 15 Tahun Penjara dan denda sebesar Rp3 miliar."Tim penyidik saat ini terus merampungkan berkas tersangka untuk dilimpahkan ke JPU Kejari SBT," pungkasnya.(red)
02 Jun 2025, 23:04 WIT
SMA Negeri 1 Mimika Siap Terima Siswa-Siswi Baru
Papuanewsonline.com, Timika- SMA Negeri 1 (Satu) Timika, siap menerimah siswa dan Siswi tamatan SMP yang ingin melanjutkan pendidikan setingkat SMA.Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Timika Fransina Mayabubun, SPd mengatakan pihak sekolah telah membentuk panitia penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025-2026, sambil menunggu petunjuk dari dinas Pendidikan Kabupaten Mimika." Kita sudah bentuk panitia penerimaan siswa-siswi baru tahun ajaran 2024-2025, kita pastikan semua proses penerimaan berjalan dengan lancar," ujar Mayabubun di ruangan kerjanya, Senin (2/06).Lanjut Mayabubun, selain pembentukan panitia, pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa fasilitas pendukung seperti gedung agar mempermudah penerimaan peserta didik baru di SMA Negeri 1 Mimika." Untuk kuota penerimaan siswa baru tahun ini belum bisa kami pastikan, namun kami tetap melakukan proses penerimaan sesuai dengan aturan yang berlaku.Kata Dia Proses dan syarat PPDB SMA Negeri 1 Mimika tahun ini tidak berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu dengan menerapkan sistem zonasi dan membuka jalur khusus bagi siswa berprestasi. " Orang tua dan calon siswa baru juga bisa memantau informasi resmi melalui website sekolah atau media sosial SMA negeri 1 Mimika untuk mendapat informasi," jelasnya.Mayabubun juga menjelaskan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Mimika juga siap menerapkan metode pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar bagi siswa baru. (Hendrik)
02 Jun 2025, 21:53 WIT
Kontribusi Duta Pajak Diharapkan Tingkatkan PAD, Ini Penjelasan Dari Sekretaris Bapenda Mimika
Papua News online. Com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Bapenda gencar meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pendekatan inovatif.Hal ini disampaikan Sekretaris Bapenda Kabupaten Mimika Rina Wasareah, SE, M.Si di ruangan kerjanya, Senin (2/06).Rina menjelaskan, untuk tingkatkan PAD langkah inovatif Bapenda yaitu penerapan strategi program Duta Pajak." Program ini merupakan inisiatif dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika yang melibatkan generasi muda sebagai agen edukasi perpajakan," Ucapnya.Rina menjelaskan Program duta pajak ini diluncurkan untuk mensosialisasikan pentingnya kesadaran pajak kepada masyarakat.Oleh karena itu, Rina mengatakan para Duta Pajak yang terpilih akan berperan sebagai jembatan komunikasi antara Bapenda dan masyarakat, sehingga diharapkan Duta pajak bisa melakukan pendekatan yang lebih dekat dan komunikatif dengan masyarakat, agar meningkatkan pemahaman dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak." Peran dari duta pajak akan menjadi jembatan bagi bapenda dan masyarakat dalam memberikan edukasi pentingnya membayar pajak " Ujarnya.Ia menambahkan, duta pajak nantinya akan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi perpajakan di beberapa distrik yang ada di kabupaten Mimika." Untuk jadwal sosialisasi kita itu sudah tetapkan mulai dari Distrik Mimika timur, Distrik wania, Distrik Mimika Baru dan Distrik mimika barat " Ucapnya.Lanjut Rina menjelaskan untuk honor dari duta pajak dalam melakukan sosialisasi, Bapenda Kabupaten Mimika menerapkan sistem yang unik, yaitu Honor Duta Pajak diberikan berdasarkan perjalanan dinas yang dilakukan selama kegiatan sosialisasi." Sistem ini dinilai lebih efisien dan transparan, karena honor dibayarkan sesuai dengan kontribusi dan beban kerja masing-masing Duta Pajak nantinya," Pungkasnya. ( Jidan )
02 Jun 2025, 20:32 WIT
Bulog KCP Timika Pastikan Stok Beras Aman Hingga Akhir Tahun
Papuanewsonline.com, Timika- Badan Urusan Logistik (Bulog) KCP Timika memastikan ketersediaan stok beras aman hingga akhir tahun 2025.Kepala KCP Bulog Timika Dedi Wahyudi menyatakan bahwa saat ini, Bulog memiliki stok beras sebanyak 3.163 ton. Dimana stok tersebut diprediksi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Mimika hingga akhir tahun 2025." Dengan ketersediaan 3.163 ton, diperkirakan sangat cukup," ujar Dedi.Terkait distribusi Raskin bagi masyarakat, Dedi menambahkan bahwa hingga saat ini Bulog Timika belum menerima instruksi pendistribusian beras raskin (rakyat miskin) dari pemerintah pusat. " Untuk distribusi raskin, kami masi menunggu arahan dari pusat," Terangnya.Walaupun begitu, Dedi menjelaskan bahwa Bulog Timika tetap memantau situasi dan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah jika diperlukan pendistribusian maka akan didistribusikan." Ketersediaan stok beras melimpah diharapkan dapat menstabilkan harga dan mencegah kelangkaan di pasaran, Masyarakat Timika diimbau untuk tidak panik, karena Bulog KCP Timika akan memenuhi kebutuhan beras secara norma," Pungaksnya. (Fausia)
02 Jun 2025, 19:16 WIT
Anggota Polri Korban Penyerangan KKB di Wamena Dirujuk ke Jakarta
Papuanewsonline.com, Jayapura- Satu anggota Polri yang menjadi korban serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, saat ini dalam kondisi stabil dan telah dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Kramat Jati, Jakarta, pada Minggu, 1 Juni 2025.Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, didampingi Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengatakan bahwa anggota Polres Jayawijaya tersebut sebelumnya dirawat di RS Bhayangkara Kotaraja, Jayapura, sebelum akhirnya dirujuk ke Jakarta untuk mendapat penanganan medis lanjutan.Terpisah Kepala RS Bhayangkara Tingkat II Jayapura, AKBP Dr. dr. Rommy Sebastian, menyampaikan bahwa korban telah mendapat penanganan awal sesuai prosedur dan standar operasional (SOP) di RS Bhayangkara Polda Papua.“Pasien saat ini dalam keadaan stabil dan telah dirujuk ke Jakarta untuk penanganan lanjutan oleh dokter spesialis pada Minggu, 1 Juni 2025,” ujar Rommy.Rommy menambahkan, proses pemulihan korban sangat bergantung pada hasil operasi dan tindak lanjut medis yang akan dilakukan di RS Bhayangkara Kramat Jati." Selama proses rujukan, pasien didampingi oleh tim medis dari RS Bhayangkara Kotaraja, Jayapura," ucapnya.“Kami mohon doa agar pasien ini dapat pulih dan kembali sehat seperti sediakala,” tutup Rommy.Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan turut mendoakan kesembuhan anggota Polri yang menjadi korban.Ia juga memastikan bahwa situasi di Kabupaten Jayawijaya, khususnya di Wamena, saat ini telah kondusif. Aktivitas masyarakat berlangsung normal seperti biasa, sementara personel Polri tetap disiagakan untuk menjaga stabilitas kamtibmas agar tetap aman dan damai.“Kondisi di Kabupaten Jayawijaya, khususnya Wamena, telah kembali kondusif. Masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa. Personel Polri tetap siaga guna menjaga situasi agar tetap aman dan damai,” tutup Kombes Pol. Yusuf Sutejo.(Red)
01 Jun 2025, 22:26 WIT
Anggota Polisi Kalteng Jangan Coba-Coba Terlibat Narkoba, Ini Ketegasan Kapolda
Papuanewsonline.com, Palangka Raya - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) akan memproses hukum oknum anggota polisi yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika. Langkah tegas Kapolda Kalteng ini, saat Oknum polisi berpangkat Brigadir yang bertugas di Polda Kalteng diduga mengetahui dan membantu aktivitas istrinya dalam peredaran sabu di Wilayah Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas.Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, melalui Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan BNNP Kalteng terkait penanganan kasus ini."Polda Kalteng akan menegaskan komitmennya untuk memproses hukum oknum tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.Kabidhumas menyebut, oknum polisi tersebut akan menjalani proses sidang kode etik profesi Polri dan kemungkinan besar akan dijatuhi sanksi tegas."Prosesnya tentu melalui mekanisme sidang kode etik, dan kami pastikan akan ada sanksi tegas berupa pemecatan," tegas Kombes Pol Erlan.Untuk saat ini. Lanjut Erlan, penanganan kasus ini masih proses penyidikan terkait narkoba ini yang ditangani oleh BNNP Kalteng karena merupakan rangkaian pengungkapan kasus yang diungkap oleh Tim BNNP."Polda Kalteng akan menunggu hasil proses internal sebelum menentukan langkah selanjutnya," tutup Kombes Pol Erlan.(Fausia)
31 Mei 2025, 22:17 WIT
Dari Importir Menjadi Eksportir, Menunjukan Keberhasilan Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri
Papuanewsonline.com, Jakarta– Indonesia dari Importir menjadi Eksportir seperti disampaikan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono terkait langkah pemerintah dalam menghentikan impor jagung dan rencana akan melaksanakan ekspor perdana, hal ini tidak terlepas dari kerja keras gugus tugas ketahanan pangan Polri.Irwasum POLRI Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.M. selaku Ketua Gugus Tugas Ketahanan Pangan POLRI menegaskan keberhasilan ini adalah buah dari kolaborasi holistik lintas sektor. “langkah pemerintah dalam menghentikan impor jagung dan beralih menjadi eksportir, seperti disampaikan Wamentan, adalah bukti nyata efektivitas sinergi Kementerian Pertanian, TNI, POLRI, Pemda, petani, dan swasta,” ujar Komjen Dedi Prasetyo. Ia menambahkan, Polri sangat terlibat aktif dalam seluruh rantai produksi—mulai pendataan, penanaman, panen, hingga distribusi—guna memastikan target swasembada tercapai."Ini adalah implementasi human security, kesejahteraan petani sebagai fondasi stabilitas nasional," ucapnya.Lanjut Komjen Dedi, Dukungan Data dan Capaian Nyata Wamentan Sudaryono dalam Public Hiring (28/5/2025) mengungkap: “Produksi jagung naik 39% sehingga pemerintah tak hanya menghentikan impor, tapi akan beralih menjadi eksportir jagung, terutama dari daerah sentra seperti Gorontalo." Untuk capaian Gugus Tugas POLRI (20 November 2024 – 20 Mei 2025) total lahan Terkelola: 445.600,49 Hektar (Program 1: 17.331,25 Ha; Program 2: 428.269,24 Ha),penndataan komprehensif, Meliputi petani, Poktan, alat pertanian, benih, pupuk, dryer, hingga distribusi," tandas Komjen Dedi.Lanjut Dia, Ketahanan Pangan sebagai Pilar Asta Cita, dimana selaras dengan Program Asta Cita Pemerintah. “Dukungan POLRI dalam manajemen rantai pasok jagung adalah bagian integral dari pemeliharaan Kamtibmas. Swasembada pangan adalah kedaulatan Negara,” tegas Komjen Pol. Dedi. Diketahui Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Berdiri sejak 2024, Gugus Tugas Ketahanan Pangan POLRI fokus pada: - Pendampingan petani dan pengawasan distribusi pupuk/benih bersubsidi. - Pencegahan penimbunan dan efisiensi rantai pasok dari hulu ke hilir.(Risky)
31 Mei 2025, 22:02 WIT
Tulus Dan Humanis, Satgas Cartenz 2025 Berbagi Kebahagiaan Di Puncak Jaya
Papuanewsonline.com, Puncak Jaya - Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat dan menyentuh sisi kemanusiaan di wilayah pegunungan tengah Papua, Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2025 sektor Puncak Jaya kembali menunjukkan kepedulian dengan berbagi pakaian kepada anak-anak di Pos Kulirik, Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (29/5/2025).Kegiatan bakti sosial ini dipimpin oleh Ipda Debi Dalam suasana yang penuh kehangatan dan senyum ceria anak-anak di pedalaman Puncak Jaya.Tampak personel Satgas dengan penuh kasih menyematkan pakaian kepada anak-anak kecil, disaksikan oleh warga yang turut merasakan kebahagiaan dari aksi tersebut.Kegiatan ini bukan sekadar pembagian barang, namun menjadi simbol dari kehadiran aparat negara yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merangkul masyarakat dengan hati.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang turut didampingi oleh Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini menjadi bentuk nyata dari upaya Polri dalam membangun jembatan emosional antara aparat dan masyarakat Papua, terutama generasi muda.“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menciptakan rasa aman dan kedekatan emosional antara aparat keamanan dengan masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.Sementara itu, Kasatgas Tindak Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Wahyu, S.I.K., menambahkan bahwa pendekatan humanis selalu menjadi prioritas utama dalam Operasi Damai Cartenz, yang tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan. “Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran aparat bukan hanya untuk keamanan, tetapi juga untuk membantu dan melayani masyarakat. Pemberian pakaian ini mungkin sederhana, tapi sangat berarti bagi anak-anak di daerah ini,” jelasnya.Kata Dia, Operasi Damai Cartenz terus mengedepankan nilai-nilai persuasif dan humanis dalam setiap melaksanakan tugas, terutama Melalui aksi nyata seperti ini." Dengan kegiatan seperti ini, kami berharap dapat menumbuhkan kepercayaan dan memperkuat rasa persaudaraan dengan masyarakat di wilayah pegunungan, Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kedamaian bukan hanya dibangun lewat kekuatan, tetapi juga lewat cinta kasih dan perhatian tulus," pungaksnya.(Fadli)
31 Mei 2025, 21:38 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru