logo-website
Senin, 27 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Gelar Wayang Kulit dan Libatkan UMKM dalam Hari Bhayangkara ke-78, Polri Raih Dua Rekor MURI Papuanewsonline.com, Jakarta -Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) raih dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) secara berbarengan, Jumat (5/7/2024) malam. Pencapaian yang didapat, lantaran Polri menggelar wayang kulit dengan peragaan Wayang Nusantara terbanyak dan Perayaan HUT ke-78 Bhayangkara dengan melibatkan 6.000 UMKM. Perwakilan dari MURI yakni Senior Manager MURI, Awang Rahardjo memberikan piagam penghargaan rekor Muri Pagelaran Wayang Nusantara terbanyak kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan piagam penghargaan rekor Muri yang melibatkan UMKM terbanyak kepada Kabareskrim Komjen Wahyu Widada.Ketua Panitia Pagelaran Wayang Kulit, yakni Karowatpres SSDM Polri Brigjen Pol Anwar mengatakan, yang membuat beda pagelaran wayang dari tahun-tahun sebelumnya yakni, selain menampilkan pagelaran wayang kulit juga menggelar peragaan Wayang Nusantara."Ada 10 jenis wayang ada Wayang Golek, Wayang Purwa wayang Palembang sehingga kita dapat penghargaan MURI," kata Brigjen Anwar sebelum pagelaran wayang.Selain itu, dalam Hari Bhayangkara ke-78, sambung Brigjen Anwar, Polri juga ingin memajukan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat dengan mengundang 6.000 UMKM. "Seperti biasa bahwa dalam rangka peringati Hari Bhayangkara untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat, kita udang 6.000 UMKM dan yang hadir 11.000 UMKM," ungkapnya.Dalam pagelaran wayang kulit Kapolri dan seluruh pejabat utama (PJU) Mabes Polri dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menggunakan Surjan yang merupakan baju adat dari Jawa Tengah khususnya Yogyakarta. Tampak hadir Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin dan perwakilan kementerian/lembaga lainnya.Selain itu Pagelaran Wayang Kulit dalam memeriahkan HUT ke-78 Bhayangkara, Polri juga mengundang seluruh lapisan masyarakat. Ribuan masyarakat berbondong-bondong untuk hadir menonton wayang. PNO-11 07 Jul 2024, 09:10 WIT
Ops Damai Cartenz Laksanakan Bakti Sosial Di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang Papuanewsonline.com, Kwirok - Dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke-78 Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 Pos Kwirok bersama Polsek Kwirok Polres Pegunungan Bintang melaksanakan bakti sosial di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang.Bakti Sosial dilaksanakan bertujuan untuk membantu Anak-anak dalam proses pembelajaran untuk mencerdaskan anak bangsa hingga ke pelosok Papua. Penyerahan alat-alat tulis, baju sekolah dan alat Olahraga ini dilaksanakan di Balai Desa Distrik Kiwirok kemudian di salurkan kepada Kepala Kampung Kiwirok mewakili pemerintah.Selain itu, Kegiatan bakti sosial ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Distrik Kiwirok dengan kehadiran Polri di wilayah tersebut.Komandan Sektor Pegunungan Bintang Operasi Damai Cartnez 2024 Iptu Muhammad Kasim Lating, S.Trk., menuturkan kegiatan bakti sosial ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang kususnya Distrik Kiwirok dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-78, 1 Juli 2024."Kami bersyukur kepada Tuhan yang maha kuasa karena berkat yang Tuhan berikan kepada kami Keluarga besar Polri hingga hari ini kami memperingati Hari Bhayangkara Ke-78. Bakti sosial yang kami laksanakan di Distrik Kiwirok selain mencerdaskan anak bangsa kami juga bertujuan hadir dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di Distrik Kiwirok" ujar Iptu Muhammad Kasim Lating, S.Trk.Di tempat lain Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024 Kombes Pol. DR. Bayu Suseno, S.H.,S.I.K.,M.M.,M.H., menjelaskan kehadiran Ops Damai Cartenz di Papua selain tugas penindakan kelompok kriminal bersenjata juga memberikan pelayanan kepada masyarakat Papua guna mendukung program Polri yang Presisi menuju Indonesia Emas."Tugas kami memberikan rasa aman bagi segenap masyarakat Papua dan menindak kelompok kelompok kriminal bersenjata yang mengancam keamanan masyarakat.selain itu kegiatan sosial kami laksanakan untuk membantu masyarakat terkusus anak-anak Papua guna mencerdaskan anak bangsa sebagaimana Program Polri yang Presisi menuju Indonesia emas" jelas Kombes Bayu.Semarak hari Bhayangkara ke-78 yang dilaksanakan serentak tanggal 1 Juli 2024 di Wilayah hukum Polres Pegunungan Bintang dengan aman serta di ramaikan oleh TNI-Polri dan masyarakat di Wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang. PNO-11 07 Jul 2024, 09:00 WIT
Wakapolres Buru Bersama Personil Evakuasi Warga Yang Terkena Banjir di Desa Grandeng Papuanewsonline.com, Buru - Wakapolres Buru Kompol H. Akmil Djapa S.Ag bersama,Kabag Ops Polres Buru AKP Deny Lubis S.I.K.M.M., Kasat Pol Air, AKP A.Samabas, Kasat Samapta Iptu Andre Layan, Kapolsek Waeapo Iptu Wira, dengan 40 personil gabungan dari Polres Buru dan Polsek Waeapo telah melakukan evakuasi terhadap warga Desa Grandeng, Kecamatan Lolong Kuba, Kabupaten Buru yang terkena dampak banjir akibat meluapnya Sungai Waeapo.Kejadian ini telah menarik perhatian banyak pihak mengingat dampak banjir yang cukup parah terhadap warga dan infrastruktur di desa tersebut.Banjir di Desa Grandeng terjadi akibat meluapnya Sungai Waeapo. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat sungai tidak mampu menampung debit air, sehingga mengakibatkan banjir di beberapa area pemukiman. Kejadian ini tidak hanya mengakibatkan kerugian material tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari warga.Peran Kompol H. Akmil Djapa S.Ag dalam Evakuasi Warga Sebagai Wakapolres Buru, Kompol H. Akmil Djapa S.Ag memimpin langsung aksi evakuasi. Beliau mengkoordinir penanganan cepat terhadap situasi, memastikan bahwa warga yang terdampak bisa dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Kepemimpinan dan tanggung jawab yang ditunjukkan oleh Kompol Akmil dalam peristiwa ini sangat krusial dalam menjamin keselamatan warga.Keterlibatan 40 personil gabungan dalam operasi evakuasi ini menunjukkan sinergi yang baik antara Polres Buru dan Polsek Waeapo. Personil gabungan tersebut bertugas tidak hanya dalam melakukan evakuasi, tetapi juga dalam memberikan pertolongan pertama dan menjamin kebutuhan dasar para korban terpenuhi.Solidaritas dan kerja keras mereka menjadi kunci keberhasilan operasi penyelamatan di tengah kondisi yang tidak mudah.Tantangan dan Hambatan selama Evakuasi Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Tim penyelamat menghadapi berbagai tantangan, termasuk akses jalan yang terputus akibat banjir, kondisi cuaca yang tidak menentu, dan risiko bencana susulan. Namun, dengan perencanaan yang matang dan kerja keras dari semua pihak, hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi, memastikan proses evakuasi berjalan lancar.Dampak banjir terhadap Desa Grandeng sangatlah besar. Banyak warga kehilangan tempat tinggal, sementara aksesibilitas dan infrastruktur penting seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan serius. Keadaan ini membutuhkan respon cepat dari pemerintah setempat dan dukungan dari masyarakat luas untuk pemulihan. (PNO-12) 06 Jul 2024, 17:42 WIT
Semarak Hari Bhayangkara, Polda Papua Gelar Panggung Prajurit Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepolisian Daerah Papua menyelenggarakan Panggung Bhayangkara dalam rangka hari Bhayangkara ke 78 tahun 2024 dengan Tema "Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi Yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas".Acara ini berlangsung meriah di Mako Brimob Polda Papua, Jumat (05/07/2024), dihadiri oleh Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K., M.H, Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K, PJU Polda Papua, forkopimda, dan para tamu undangan.Dalam sambutannya, Kapolda Papua yang diwakili Karo Ops Polda Papua juga selaku ketua panitia, Kombes Pol I Ketur Gede Wijatmika, S.I.K menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang berpartisipasi. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan wilayah.“Sinergitas TNI/Polri bukan sekedar kerjasama formal, melainkan ikatan erat antara dua institusi yang saling mendukung,” ujarnya.Ia juga berharap di usia Polri yang ke-78, institusi ini semakin profesional dan menjadi teladan di masyarakat. “Semoga Polri ke depan semakin profesional dan menjadi kebanggaan masyarakat dalam melaksanakan tugas,” tambahnya.Panggung Prajurit juga diisi dengan berbagai hiburan musik dari artis ibukota dan lokal, menambah semarak perayaan Hari Bhayangkara.Panggung prajurit ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara TNI, Polri, dan masyarakat, serta meningkatkan semangat kebersamaan dalam menjaga kedaulatan negara. (PNO-12) 06 Jul 2024, 16:56 WIT
Polisi Selidiki Kasus Kebakaran 20 Kios di Mamberamo Raya Papuanewsonline.com, Mamberamo – Kepolisian Resor Mamberamo Raya saat ini tengah menyelidiki kasus kebakaran yang menghanguskan 20 kios di jl. Alang-Alang 1, Distrik Mamteng, Kabupaten Mamberamo Raya.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, saat dikonfirmasi membenarkan kebakaran tersebut."Kebakaran yang terjadi pada Jumat (06/07/2024) sekitar pukul 17.05 WIT itu mengakibatkan 20 kios ludes terbakar," ucap Kabid Humas di Jayapura.Kabid Humas menyatakan, kebakaran itu berawal saat saksi melihat asap yang keluar dari salah satu kios yang dalam kondisi kosong.“Api dengan cepat membesar dan menghanguskan kios sebelahnya,” ungkapnya.Lebih lanjut, Kabid Humas mengatakan Polres Mamberamo Raya dibantu masyarakat bahu membahu memadamkan api dengan membongkar beberapa kios untuk menghentikan pergerakan api.“Api berhasil dipadamkan setelah satu jam kemudian,” tuturnya.Sementara itu, Kapolres Mamberamo Raya, AKBP Supraptono S. Sos, M.Si mengatakan pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.“Saat ini kami masih menyelidiki penyebab kebakaran kios tersebut,” ucap Kapolres.“Untuk kerugian materiil masih dilakukan pendataan dan ditemukan satu korban jiwa,” imbuhnya.Adapun identitas korban, yakni an. Afrida(42) yang ditemukan didalam kios yang telah hangus terbakar."Jenazah korban akan diterbangkan ke kampung halamannya yang berlokasi di Makassar pada hari Sabtu (06/07/2024) guna dikebumikan," pungkasnya. (PNO-12) 06 Jul 2024, 16:42 WIT
Pentingnya Kebebasan Pers, Kompolnas Sosialisasikan Perlindungan Hukum Untuk Jurnalis di Papua Papuanewsonline.com, Jayapura – Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang dipimpin oleh Poengky Indarti, S.H., L.L.M., Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si., Program Manager Jurnalisme Aman HRWG, Jesse Adam Halim, mengadakan sosialisasi mengenai ‘Kertas Posisi Perlindungan Hukum untuk Jurnalis dan Kebebasan Pers kekerasan, dimana Kertas Posisi tersebut ditujukan bagi Anggota Polri.Acara yang berlangsung di Hotel Swiss-Bell, Kota Jayapura pada Jumat (5/7/2024) ini juga dihadiri oleh Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Yosi Muhamartha, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, juga hadir Ketua AJI Jayapura, Lucky Ireeuw, Pastor Alexandro Rangga, OFM serta Perwakilan Biro Papua, Pendeta Ronald Richard Tapilatu.Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Kompolnas bersama Human Rights Working Group (HRWG) yang telah terbangun sejak tahun 2023 lalu melalui Nota Kesepahaman dalam ruang lingkup pemajuan dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM).Dalam sambutannya, Poengky Indarti menyoroti pentingnya pemajuan sistem demokrasi di Indonesia."Kebanggaan kita sebagai negara yang paling demokratis di kawasan perlu disertai dengan tekad yang kuat dan bulat untuk menjamin kebebasan Pers di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan rencana Pemerintah Indonesia yang mengajukan diri kembali menjadi anggota Dewan HAM PBB di tahun 2024", kata Poengky.Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K., sebagaimana sambutan tertulis yang dibacakan oleh Irwasda Polda Papua menyatakan, Polri dan pers adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Peran Pers dalam pemberitaan sangat penting."Polri dan Pers merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaan tugas Polri sebagai institusi yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Peran pers dalam pemberitaan sangat penting,” ujarnya.Kombes Yosi juga menambahkan bahwa Provinsi Papua dengan keragaman dan dinamikanya, membutuhkan sinergi yang kuat antara Polri, media, dan masyarakat sipil untuk menjaga keamanan dan menghormati kebebasan berekspresi. "Perlindungan terhadap jurnalis dan kebebasan pers adalah aspek penting dalam membangun masyarakat yang demokratis dan beradab," tuturnya."Saya sangat mengapresiasi inisiatif Kompolnas dan HRWG dalam menyelenggarakan kegiatan ini, yang tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perlindungan hukum bagi jurnalis, tetapi juga membuka ruang dialog yang penting antara Kepolisian dan pemangku kepentingan lainnya," imbuhnya.Sementara itu, Anggota Kompolnas, Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si. selaku pemapar Kertas Posisi menyatakan bahwa Kertas posisi ini adalah ikhtiar Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bersama masyarakat sipil Indonesia untuk mendorong profesionalisme di tubuh Kepolisian RI, khususnya dalam menjamin kebebasan pers dan keamanan jurnalis.“Kertas posisi ini merupakan perwujudan dari salah satu wewenang Kompolnas yakni mengumpulkan dan menganalisis data sebagai bahan pemberian saran kepada Presiden yang berkaitan dengan upaya mewujudkan Polri yang profesional dan mandiri,” bebernya.Diskusi Sosialisasi Kertas Posisi kali ini dimoderatori oleh Yuliana Langowuyo yang memandu sesi tanya jawab dan langsung ditanggapi oleh para pemapar dan penanggap materi.Selanjutnya para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan. Para peserta terlihat sangat antusias dan aktif menanggapi Sosialisasi Kertas Posisi yang diselenggarakan perdana di Provinsi Papua ini.Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang lebih baik antara kepolisian dan media, serta memperkuat prinsip-prinsip demokrasi dan perlindungan HAM di Provinsi Papua. (PNO-12) 05 Jul 2024, 20:02 WIT
Lestarikan Budaya, Polri Gelar Wayang Kulit Lakon "Tumurune Wiji Sejati" Papuanewsonline.com, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) masih mengusung kegiatan kebudayaan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dalam rangka Hari Bhayangkara yang tahun ini mengangkat lakon “Tumurune Wiji Sejati”.Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) DivHumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut lakon Tumure Wiji Sejati mengisahkan tentang lahirnya kesatria sejati yang cerdas dan sakti, yakni Raden Wisanggeni. “Tumurune wiji sejati itu artinya lahirnya satria unggul, cerdas dan sakti. Yakni, Raden Wisanggeni,” kata Trunoyudo di Jakarta, Jumat.Pertunjukan wayang ini dilaksanakan di Lapangan Bhayangkara, mulai dari pukul 20.00 WIB sampai dengan selesai. Dia menjelaskan, lakon ini diangkat dengan pesan khusus bagi masyarakat yang menonton pertunjukan, yakni sosok Wisanggeni yang menegakkan kebenaran, keadilan dan kejujuran. “Seperti sosok Raden Wisanggeni ini simbol kekuatan dan kerabagaman yang luar biasa,” katanya. Ini merupakan tahun ketiga Polri mengadakan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dalam rangka Hari Bhayangkara. Seperti tahun-tahun sebelumnya, lakon dimainkan oleh 3 dalang, yakni Ki Yanto, yang merupakan Hakim Agung, Ki Sri Kuncoro, perwira Polri berpangkat Ipda, dan Ki Harso Widisantoso, anggota TNI berpangkat Mayor Angkatan Laut.Selain dipandu oleh 3 dalang tersebut, juga dibawakan oleh Ki Bayu Aji Pamungkas dari unsur aparatur sipil negara.  Jenderal polisi bintang satu itu mengatakan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk ini terbuka untuk umum, gratis bagi seluruh masyarakat yang datang dan menonton.Selain wayang kulit, juga diisi dengan hiburan komedi oleh seniman srimulat, yakni Dhinas Tedjo, Endah Laras, Cak Percil, Eka Kebumen dan Agens Serfozo. “Selain pertunjukkan wayang juga ada pembagian hadiah doorprize, dengan hadiah-hadiah yang menarik tentunya,” ujarnya. Tidak hanya itu, di sela-sela pertunjukan wayang kulit tersebut, juga tersedia area bazar bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produk-produk lokal buatannya.  Pertunjukan wayang kulit ini, kata dia, selain dalam rangka HUT Ke-78 Bhayangkara, sekaligus sebagai upaya Polri melestarikan seni dan budaya. Seperti pada HUT Ke-77 Bhayangkara, Polri juga menggelar wayang kulit dengan lakon “Wahyu Cakraningrat”. Kemudian, pada HUT Ke-76 Bhayangkara dengan lakon “Semar membangun kayangan”.Selain dihadiri oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo beserta pejabat utama Mabes Polri, turut mengundang Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta kementerian dan lembaga terkait.“Kami turut mengundang Panglima TNI, serta menteri dan lembaga terkait,” kata Trunoyudo. (PNO-12) 05 Jul 2024, 19:17 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT