Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Momentum Hut Bhayangkara Ke-77, PJSI Berikan Penghargaan Pada Kapolri
Papuanewsonline.com, Jakarta - Tak disangka, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo pernah meraih prestasi dalam olahraga bela diri Judo. Bahkan, bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-77, Jenderal Sigit meraih sabuk hitam.Penyematan sabuk hitam kepada Kapolri itu dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI) Letjen TNI Maruli Simanjuntak dalam ajang Judo Kapolri Cup di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, siang tadi (9/7/23)."Pada hari ini, kita menyematkan dan-5 kepada Kapolri karena beliau juga dulu seorang atlet. Pernah dan-1 dan juga atlet dari sejak muda, kita berikan penghargaan pada hari ini," ungkapnya di lokasi acara, Minggu (9/7/23).Menurutnya, ajang tahunan ini memang sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Namun, tidak disangka-sangka usai pandemi Covid-19 justru pesertanya bertambah hingga sekitar 400 orang.Ia memandang, bertambahnya peserta menunjukkan antusias yang luar biasa, baik itu dari TNI maupun Polri. Jenderal Sigit pun menunjukkan antusiasme tinggi serupa.“Ternyata, di luar dugaan, dalam satu tahun ini banyak sekali teknik-teknik yang baik tadi saya lihat. Termasuk beberapa hari yang lalu, kita sudah ada juara 3 di Asia. Jadi sudah bisa mengalahkan negara-negara di Asia. Kan cukup kuat-kuat," jelasnya.Terbukti, atlet yang mewakili dari sejumlah Polda mengutarakan harapannya agar ajang Judo Cup Kapolri dapat terus dilaksanakan. “Di sini kami bisa menunjukan kemampuan kami, baik itu polwan maupun polisi seluruh Indonesia, sehingga kami bisa meningkatkan kemampuan diri masing-masing,” ujar Safitri yang merupakan polwan Polda Sulawesi Tengah.Diutarakannya, pemberian sabuk hitam kepada Kapolri sungguh mengejutkan dirinya sebagai anggota. Kebanggaan semakin terpampang baginya karena memiliki pimpinan yang memiliki prestasi layaknya atlet Judo. (PNO-12)
09 Jul 2023, 21:34 WIT
Tim Keladi Sagu Obati Warga Kampung Kago Yang Di Diagnosis Myalgia
Papuanewsonline.com, Jayapura – Polri terus menunjukkan kepedulian dan perhatiannya terhadap masyarakat di Tanah Papua. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga menggelar program kesehatan yang diberi nama Keladi Sagu yang dilaksanakan Satgas Damai Cartenz.Salah satu kegiatan Keladi Sagu terlaksana di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Sabtu (08/07/2023). Tim kesehatan Polri yang terdiri dari Bripda Muhammad Satrio Adi, A.md.Kep dan Bripda Resky Tumonglo, A.md.Kep, turun langsung memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat setempat.Metode pelayanan kesehatan gratis dalam Program Keladi Sagu dengan cara blusukan ke setiap rumah warga. Apabila terdapat warga yang mengalami kesehatan maka tim akan segera menanganinya. "Dalam kunjungan di Kampung Kago, tim mengobati seorang warga bernama Museba Telenggen yang berusia 50 tahun dengan diagnosis penyakit myalgia atau nyeri otot. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menjaga kesehatan masyarakat di daerah tersebut," tutur Bripda Muhammad Satrio Adi. Bripda Satrio menjelaskan penyebab penyakit myalgia karena penggunaan otot secara berlebihan hingga cedera serta otot yang tegang di satu atau beberapa bagian tubuh.“Terkadang nyeri otot dapat melibatkan lebih dari satu otot dan bisa terasa di seluruh tubuh. Pada beberapa kasus, nyeri otot bisa terasa sangat parah dan berlangsung dalam waktu yang lama,” ujarnya.Bripda Satrio pun menuturkan, pihaknya memberikan memberikan beberapa obat serta vitamin dan tidak lupa untuk memberikan solusi agar penyakit yang diderita pasien dapat membaik, antara lain beristirahat yang cukup dan menjaga otot dengan tidak melakukan olahraga atau tindakan fisik yang berlebihan.Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz 2023, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, mengatakan kegiatan Keladi Sagu ini sudah menjadi kegiatan rutin yang terus ditingkatkan untuk memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya kesehatan masyarakat Papua.“Pihaknya juga berharap masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Tujuannya agar bisa mengantisipasi gangguan kesehatan yang diderita masyarakat sejak dini,” tutur Kasatgas Humas.Ia menambahkan, Keladi Sagu merupakan salah satu upaya dari Satgas Rasaka Polda Papua untuk membantu pemerintah daerah setempat dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya di bidang kesehatan.“Salah satu dimensi untuk membentuk IPM adalah umur panjang dan hidup sehat. Puncak, termasuk salah satu daerah dengan kategori IPM masih rendah yakni 45,44 berdasarkan data BPS pada tahun 2022,” tambahnya.(PNO-11)
09 Jul 2023, 18:35 WIT
Polda Maluku Terkesan Tutupi Keterlibatan Walikota Tual Dalam Kasus Korupsi CBP
Papuanewsonline.com, Maluku- Kepolisian Daerah Maluku (Polda Maluku) melalui
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, terkesan
menutup-nutupi keterlibatan Walikota Tual, Adam Rahayaan dalam perkara dugaan korupsi Distribusi Cadangan
Beras Pemerintah (CBP) Kota Tual Tahun 2016-2017. Nyatanya Adam Rahayaan yang disebut-sebut orang yang paling
bertanggungjawab dalam perkara dugaan korupsi ini, tak kunjung ditetapkan
sebagai tersangka. Padahal Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku sudah menetapkan anak buahnya yakniAbas Apolo Renwarin sebagai tersangka.Hal ini disampaikan Ketua GMKI Cabang Tual Wage Rudolf Raubun menanggapi kinerja Direktorat Reserse Kriminal
Khusus Polda Maluku, dalam perkara dugaan korupsi skandal korupsi tersebut. “ Progres dalam penanganan Perkara ini jelas
dan terang-benderang , namun kini menuai pertanyaan publik, kenapa
demikian, karena Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) lanjutan
perkara ini, dari Ditreskrimsus Polda Maluku ke Kejaksaan Tinggi Maluku, telah
mencantumkan nama Adam Rahayaan dan Abas
Apolo Renwarin,sebagai calon tersangka, namun
faktanya hingga kini Abas Apolo Renwarin hanya seorang diri sebagai tersangka, sedangkan Adam
Rahayaan masih bebas, ini menunjukan penegakan hukum yang tidak adil dan
penegakan hukum yang tidak professional, ” ucap Ketua GMKI Cabang Tual, Wage Rudolf Raubun melalui sambungan telepon selulernya, Minggu
(9/7/2023).Rudolf menyebutkan publik dibuat bingung dalam
proses penegakan hukum ini, karena sebelumnya pengakuan Direktur Reskrimsus
Polda Maluku, Kombes Pol Harold Huwae SIK, bahwa, Adam Rahyaan dipastikan
akan jadi tersangka atas kasus yang merugikan kerugian negara Rp. 1,7
miliar ini, namun hingga kini apa yang disampaikan Direktur Ditreskrimsus hanya
isapan jempol belaka.“ Beberapa waktu lalu, Direktur Ditreskrimsus
Polda Maluku sendiri mengaku bahwa, Adam Rahayaan Pasti jadi
tersangka. Karena Tinggal beberapa persyaratan lagi yang harus dipenuhi,
untuk dilengkapi, nah ini pengakuan Direktur Ditreskrimsus Polda Maluku dari
Tahun 2022, namun Sayangnya pengakuanya tak kunjung direalisasikan,” ujar
Rudolf.Kata Dia. lebih menyedihkan lagi, Penyidik Polda
Maluku hanya menetapkan Apolo Renwarin
sendiri sebagai tersangka sedangkan, sedangkan status Adam Rahyaan akan ditentukan
berdasarkan petunjuk Jaksa, padahal perkara ini merupakan satu kesatuan tindak pidana atas peran Apolo dan Adam Rahayaan, sehingga tidak dapat dipisahakan dari
unsur perbuatan tindak pidana.“ Dari Kinerjanya , kami GMKI meragukan sikap
Ditreskrimsus Polda Maluku dalam membantu Negara melakukan pemberantasan
korupsi di Maluku, karena dalam upaya penegakan hukum atas perkara
ini semakin tidak jelas, mengingat dari serangkaian penyelidikan dan
penyidikan, dimana saat rangkaian itu dilakukan hingga ke tahap penyidikan, maka
penyidik telah mengantongi alat bukti kejahatan yang mengarah pada kerugian
keuangan negara, dan dari serangkaian penyidikan ini telah ditemukan pihak yang bertanggungjawab dalam perkara ini adalah adalah Adam Rahayaan,
sebagaimana tercantum dalam SPDP susulan Polda Maluku Ke kejaksaan Tinggi Maluku, yang
langsung menyebutkan Adam Rahayaan sebagai calon tersangka,’’ Ucapnya.Disinggung terkait dengan ada kepentingan besar
untuk meloloskan Walikota Tual Adam Rahayaan dalam perakara ini, Rudi
mengatakan, penyidik dengan kewenangan pastinya telah memiliki keyakinan
berdasarkan alat bukti terhadap aktor kejahatan dalam perkara yang disidik,
sehingga seharusnya mengumumkan Adam Rahayaan sebagai tersangka dalam perakara
tersebut.Terpisah Direktur Reskrimsus Polda Maluku,
Kombes Pol Harold Huwae SIK,
hingga berita ini dipublikasikan belum dapat dikonfirmasi. MediaPapuanewsonline.com berupaya menghubungi melalui pesan singkat maupun melalui
sambungan telepon selulernya, namun tidak ada tanggapan, kendati telepon
selulernya sedang aktif. Sementara itu dalam skandal dugaan korupsi ini,
sejauh ini baru Abas Apolo Renwarin yang ditetapkan tersangka. Abas
merupakan PNS Pemkot Tual, yang saat ini pindah ke Kabupaten Maluku Tenggara
dan masi menjabat sebagai Camat Kei Kecil Timur. Ia sudah diperiksa sebagai
tersangka oleh penyidik pasca ditetapkan tersangka, namun tidak ditahan.Pada tahun 2016, Abas menjabat sebagai Kepala
Bidang Rehabilitasi dan Bantuan Sosial Dinas Sosial Kota Tual. Sedang di tahun
2017 walaupun Abas telah pindah menjabat Kepala Bidang Tenaga Kerja pada Dinas
Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Tual, namun
ia masih diminta oleh Adam Rahayaan mempersiapkan administrasi untuk permintaan
serta pendistribusian CBP tahun 2017.Kasus dugaan korupsi distribusi CBP Tual ini
terjadi tahun 2016 dan 2017. Setiap tahunnya, CBP Kota Tual yang disalurkan
hampir 100 ton, sehingga kerugian negara selama dua tahun pendistribusian CBP
mencapai hampir 200 ton.Berdasarkan hasil audit Perhitungan Kerugian Keuangan
Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kerugian negara mencapai 1,7
miliar rupiah. (PNO/01)
09 Jul 2023, 15:57 WIT
Babinkamtibmas Gandeng Kohati Hadirkan Keceriaan Anak-anak Kamoro Jaya
Babinkamtibmas Gandeng Kohati Hadirkan Keceriaan
Anak-anak Kamoro Jaya Papuanewsonline.com, MIMIKA
– Rabu sore 05/07/2023 lalu tidak seperti biasanya, anak-anak berkumpul di RT.02 Kelurahan
Kamoro Jaya untuk bermain dan belajar bersama Pak Polisi dari Babinkamtibmas dan
kakak-kakak KOHATI (Korps HMI Wati). Sebelum belajar anak-anak dibagikan
perlengkapan alat tulis berupa buku, pensil dan pensil warna untuk digunakan selain
alat peraga yang sudah disiapkan. Dengan wajah ceria dan penuh
antusias anak-anak pun bergegas mengikuti setiap arahan yang diberikan Bripda
Herman bersama kakak-kakak Kohati. Kegiatan bermain dan belajar bersama ini
diikuti sekitar 20-an anak dengan rentang umur 4-12 tahun. “Kegiatan seperti ini harus dilakukan secara rutin agar tujuan dari kegiatan ini bisa dirasakan secara maksimal oleh anak-anak serta demi menjaga dan melindungi mereka dari kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka. Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Musdalifah selaku Lurah Kamoro Jaya bahwa kegiatan Bermain Sambil Belajar ini akan dijadwalkan rutin setiap 2 minggu sekali," ujar Bripda Herman Hapid. Sementara itu menurut Mentari Putri Yashinta (Ketua Kohati HMI Cabang Mimika) bahwa beberapa anak yang sudah bersekolah tetapi masih dijumpai ada yang belum mengenal huruf dan angka. Karena itulah kegiatan seperti ini memang dibutuhkan oleh anak-anak di lingkungan tersebut. Namun, untuk dapat melihat hasil dari kegiatan ini memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar.“Beberapa kegiatan belajar yang kami lakukan seperti mengenal warna, angka dan huruf. Kami juga membawa sedikit oleh-oleh untuk memacu semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan tersebut. Sedangkan anak-anak yang kami temui ini sebagian besar sudah bersekolah dan sebagiannya lagi belum sekolah karena usia yang belum mencukupi,” kata Mentari, ketua Kohati cabang Mimika saat diwawancara papuanewsonline.com Hal ini pun diakui oleh Musdalifah selaku Lurah Kamoro Jaya, untuk itulah dibutuhkan sinergitas semua masyarakat agar kita semua bisa mengambil tanggung jawab ini bersama demi masa depan anak-anak Kamoro yang ada di wilayah kami."Saya berterima kasih untuk Pak Herman Hapid dan Tim dari Babinkam juga adik-adik HMI yang hari ini sudah meluangkan waktunya membersamai anak-anak kami disini. Semoga apa yang kita rencanakan bersama dapat berjalan dengan baik dan lancar," ujarnya. Dari pantauan
papuanewsonline.com, anak-anak juga diajak bermain bersama sehingga terlihat
gelak tawa dan senyum merekah yang selalu terpancar dari wajah-wajah polos dan
tak berdosa ini. Kegiatanpun ditutup dengan makan bersama oleh semua yang hadir. (PNO-02)
09 Jul 2023, 01:08 WIT
Kapolri Terima Dukungan Dan Respon Positif Dari Masyarakat
Papuanewsonline.com, Jakarta - Gelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Cakraningrat yang dihelat Polri di lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Jumat malam, 7 Juli 2023 mendapat apresiasi dan sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Bhayangkara. Salah satunya diungkapkan Ibu Atin warga Jawa Tengah. Wanita ini menilai wayang kulit merupakan hiburan budaya yang bukan hanya sekedar tontonan tapi juga tuntunan. Polri, kata dia sangat luar biasa karena dalam setahun bisa menghadirkan tontonan yang kini mulai tergerus dengan perkembangan jaman. "Memang ini luar biasa ada peningkatan dibandingkan tahun lalu. Lebih bagus karena ini wayang kulit asli budaya kita. Kami berharap tontonan ini terus dipertahankan agar jadi tuntunan bagi generasi muda," kata Atin, Sabtu (8/7/2023). Warga lainnya, Sunandar juga menilai gelaran wayang kulit yang dihadirkan Polri sangat bermanfaat sekali. Wayang kulit, kata dia adalah kebudayaan Indonesia yang sudah mendunia. "Sangat bermanfaat sekali. Saya salut melihat Polri sekarang ini, karena betul-betul menyatu dengan masyarakat," ujarnya. Susanto penonton asal Jakarta mengungkapkan gelaran wayang kulit ini memberikan hiburan kepada masyarakat karena sangat jarang bisa ditemukan. Menurut dia wayang kulit ini sangat bermanfaat dan menghibur warga. Harapannya ke depan, Polri semakin mengayomi dan melayani masyarakat serta terus memberantas premanisme. Jaya selalu Polri," ujarnya. Apresiasi juga datang dari Tukinem warga asal Depok. Dia mengaku sengaja datang jauh karena sangat senang dengan wayang kulit. Dia berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus mengadakan kegiatan agar kesenian tradisional ini tidak punah. "Di HUT ke- 77 saya bangga dengan Polri, tugasnya berat apalagi di tahun ini. Mudah-mudahan Pak Kapolri dan jajarannya selalu diberikan kesabaran dan selalu dekat dengan masyarakat serta berlaku adil jangan pilih kasih," terangnya. Selain masyarakat, gelaran wayang kulit ini juga disaksikan komunitas wayang mania. Menurut Farhan, salah satu perwakilannya mengucapkan terima kasih kepada Polri yang sudah melestarikan wayang kulit. Sebagai komunitas wayang kulit, dia merasa bangga dan berharap kepada Kapolri terus melestarikan kebudayaan ini. "Sangat bermanfaat untuk kalangan menengah ke bawah dan semuanya. Alhamdulillah Pak Kapolri sangat merakyat dan mendukung pecinta wayang kulit," kata Farhan. Komunitas Ikatan Keluarga Gunung Kidul juga bersyukur bisa diundang Kapolri menyaksikan gelaran wayang kulit ini. Sutarno, salah seorang perwakilannya mengungkapkan kegiatan menunjukan bahwa Polri semakin dekat dengan masyarakat. "Saya kira ini sangat luar biasa sekali saya selalu datang sama keluarga," tambahnya. Ucapan syukur dan terima kasih datang dari Dalang Ki Bayu Aji. Dia mengaku suatu kehormatan bisa terlibat langsung di acara ini. Dia mengaku sudah beberapa kali berpartisipasi diberbagai kegiatan. Ki Bayu Aji mengaku sangat bangga karena Polri semakin perhatian dengan budaya tradisional. "Saya sangat kagum dan bangga dengan Polri. Ini menunjukkan mereka semakin dekat dengan masyarakat," ucapnya. Ki Bayu Aji menekankan bersatu dan dekat dengan masyarakat sangat dibutuhkan. Tugas Polri sebagai pengayom dan pelindung akan dirasakan langsung masyarakat. "Kalau masyarakat semakin dirangkul semakin jaya Polri," tuturnya. Gelaran wayang kulit ini turut menghadirkan pelaku UKMK. Mereka pun turut mengapresiasi dan berterima kasih kepada Polri karena dilibatkan dalam kegiatan ini. Salah satunya dari Ibu Purna. Dia mengaku selalu diberikan ruang dan kesempatan dalam setiap kegiatan Polri. "Terima kasih Polri yang sudah memberikan kesempatan kami untuk terus menghidupkan UMKM," ujar Purna. Dia berharap, Polri sebagai garda terdepan dalam melindungi masyarakat semakin maju dan jaya.(PNO-11)
08 Jul 2023, 20:30 WIT
Warga Antusias Ikuti Lomba Gerak Jalan Dan Parade Wor Dalam Festival (BMW)
Papuanewsonline.com, Biaknumfor - Seru Masyarakat cukup antusias mengikuti lomba Gerak Jalan Wos Biak dan Parade Wor Biak, Jumat (07/07/2023). Sebanyak 20 peserta ikut mengambil bagian dalam lomba gerak jalan Wos Biak dan Parade Wor Biak berjumlah 50 peserta yang diikuti baik sanggar tari. Mereka adalah perwakilan dari distrik, kelurahan dan kampung. Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Pd., M.Pd mengatakan, lomba gerak jalan Wos Byak dan Parade Wor merupakan salah upaya pemeintah daerah melestarikan budaya-budaya lokal sekaligus mempromosikan kekayaan budaya sebagai daya tarik untuk wisatawan.“Ini juga dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan Festival Biak Munara Wampasi, dan sekaligus sebagai site Sail Teluk Cendrawasih yang akan dilaksanakan pada November mendatang,” kata Bupati saat melepas peserta lomba Gerak Jalan Wos Byak dan juga Parade Wor Byak.Dalam kesempatan itu, Bupati Herry Ario Naap (HAN) juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengambil bagian dalam mengikuti gerak jalan Wos Byak s dan parade Wor. Dikatakan, bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari mempertahankan budaya Biak yaitu bahasa Biak dalam beberapa kegiatan dan ini patut kita berikan apresiasi. Bahasa Biak ini harus kita pertahankan. “Rangkaian kegiatan ini juga untuk bagaimana kita terus pertahankan budaya kita, bahasa ibu yaitu bahasa Biak, salah satunya dengan Gerak Jalan Wos Byak untuk kembali mengingatkan kita secara khusus masyarakat asli Biak,” tandasnya.(PNO-11)
08 Jul 2023, 19:26 WIT
Wabup Biak Numfor Membuka Rangkaian (FBMW) Juga Hibahkan 1 Unit Mini Bus
Papuanewsonline.com, Biaknumfor - Wakil Bupati Biak Numfor Calvin Mansnembra, SE,. M.BA membuka rangkaian kegiatan Festival Biak Munara Wampasi di Pulau Numfor, Kamis (6/7). Selain membuka FBMW, Wakil Bupati juga menyerahkan juga menyerahkan bantuan hibah 1 unit kendaraan mini bus dari Kemendes melalui dinas perhubungan Kabupaten Biak Numfor kepada BUMDES Kampung Andei Sup Distrik Poiru. Tak hanya itu, disela-sela kegiatan FBMW, Wakil Bupati Calvin Mansnembra juga kunjungan ke RSU Pratama Numfor Lukas Enembe di Distrik Poiru.Wabup saat menyampaikan arahannya mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menuju pelaksanaan Sail Teluk Cendrawasih Papua pada bulan November 2023 mendatang. “Kegiatan ini juga telah dilaksanakan di Kepulauan Padaido Aimando, daratan Biak, dan juga Pulau Numfor. Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik atas sinergitas kita bersama," kata Wabup Sekedar diketahui, rangkaian kegiatan FBMW di Pulau Numfor diantaranya, Snapmor di Tiga Titik (Kampung Wansra, Pakreki, dan Manwor Indah), kunjungan ke Keramba Kepiting di Distrik Bruyadori, serta kunjungan ke RSU Pratama Numfor Lukas Enembe di Distrik Poiru. Selain itu juga ada Hiburan rakyat, pameran UMKM dan sejumlah kegiatan lainnya. Selesai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Snap Mor di tiga lokasi di Pulau Numfor. Hadir dalam pembukaan rangkaian kegiatan FBMW di Pulau Numfor, sejumlah pimpinan OPD di lingkup pemda Biak Numfor, perwakilan TNI/Polri, kepala distrik, kelurahan, dan kepala kampung serta masyarakat yang ada di Kepulauan Numfor. Kehadiran Wabup ke Pulau Numfor disambut dengan tarian adat, dan prosesi injak piring dan disambut dengan antusias oleh masyarakat.(PNO-11)
08 Jul 2023, 14:22 WIT
Selain Mitha, Ada Trio SWAT Yang Akan Tampil Di Malam Penutupan (FBMW)
Papuanewsonline.com, Biaknumfor -Selain Mitha Talahatu, artis lokal Papua SWAT (Special Worship Adonai Team) juga akan tampil di hari terakhir panggung hiburan rakyat Festival Biak Munawara Wampasi (FBMW), di Eks Dermaga BMJ Samau, Biak, Sabtu (08/07/2023) malam ini. Trio SWAT diagendakan akan tampil lebih awal sebelum Mitha dengan sejumlah lagu-lagu terbaiknya. Sementara penyanyi ternama asal Ambon Mitha akan tampil dengan sejumlah lagu-lagu andalannya, diantaranya : Sayang, Rindu Hati, Perpisahan dan sejumlah lainnya. “Sabtu malam (malam penutupan panggung hiburan rakyat) sebentar malam), Mitha Talahatu dan Trio SWAT yang akan tampil menghibur masyarakat,” ujar Koordinator Seksi Acara Festival BMW 2023, Yudi Wanma. Sekedar diketahui, panggung hiburan rakyat merupakan salah satu acara dari serangkaian acara yang digelar di Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2023 menyongsong puNcak pelaksanaan invent nasional/internasional yang sedianya akan dihadi oleh Presiden Joko Widodo pada awal bulan November 2023 medatang.(PNO-11)
08 Jul 2023, 14:03 WIT
Hadiri Pagelaran Wayang Kulit Lakon Wahyu Cakraningrat, Kapolri: Kuatkan Solidaritas
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Wahyu Cakraningrat di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Jumat, 7 Juli 2023, malam. Sigit mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Bhayangkara. Acara wayang kulit ini dihadiri oleh TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat serta disaksikan di seluruh Polda jajaran se-Indonesia. "Kegiatan kali ini tentunya melanjutkan apa yang menjadi tema kita yaitu Polri Presisi Untuk Negeri, Pemilu Damai Menuju Indonesia Maju," kata Sigit. Dalam kesempatan ini, Sigit menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan pentingnya sinergisitas dan soliditas seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 yang aman dan damai. "Jadi hari ini sinergisitas semakin kita kokohkan, semakin kita kuatkan dengan penampilan dari dalang, di sini ada dari TNI, dari Polri, kemudian juga ada ada dalangnya mewakili Mahkamah Agung dan satu dalang profesional Bayu Aji yang saya kira namanya sudah sangat terkenal," ujar Sigit. Menurut Sigit, dengan hadirnya unsur TNI, Polri dan masyarakat dalam acara wayang kulit ini menunjukkan bahwa telah terciptanya sinergisitas dan soliditas untuk menjaga dan mempertahankan nilai persatuan serta kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)."Dihadiri dan ditonton oleh seluruh komunitas dan mitra. Dan tentunya ini menunjukkan bahwa yang namanya sinergisitas dengan seluruh stakeholder dan juga bagaimana terbangun suatu kedekatan yang harus terus kita dorong. Bahwa untuk mewujudkan Pemilu damai maka Polri-TNI dan seluruh stakeholder terkait juga harus dekat dengan masyarakat," ucap Sigit. Acara Wayang Kulit lakon Wahyu Cakraningrat ini sendiri, kata Sigit, berdasarkan laporan yang diterimanya setidaknya disaksikan oleh sekitar 80 ribu masyarakat dan mungkin bisa bertambah. Dengan adanya hal itu, Sigit menegaskan bahwa, acara yang bersentuhan dengan rakyat seperti ini membuktikan bahwa, kesatuan dan persatuan seluruh elemen bangsa terus menguat. "Tentunya ini menjadi kegembiraan dan semangat bagi kita semua bahwa sinergitas, soliditas antara TNI, Polri dan rakyat tentunya kita harapkan semakin hari, semakin menguat," tutur Sigit. Lebih dalam, kata Sigit, dengan terjaganya serta semakin kokohnya sinergitas elemen bangsa maka hal ini menjadi kunci untuk menciptakan Pemilu yang damai. Apalagi, Indonesia akan menghadapi bonus demografi kedepannya. "Sehingga kemudian dalam konteks Pemilu dan memilih pemimpin nasional yang namanya persatuan dan kesatuan tetap harus kita jaga walaupun tentunya ada perbedaan-perbedaan dalam pilihan. Karena kalau persatuan dan kesatuan tidak bisa kita jaga, maka bonus demografi yang kita harapkan betul-betul bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan Indonesia Maju, bukan terjadi malah sebaliknya. Dan itu yang tentunya kita hindari," papar Sigit. Oleh karena itu, Sigit mengatakan, untuk saat ini yang paling terpenting adalah terus menjaga sinergitas dan soliditas seluruh rakyat Indonesia. "Bagaimana menjaga sinergitas dengan masyarakat, mewujudkan Pemilu damai, dan terpilih nanti pemimpin nasional yang bisa meneruskan estafet untuk meneruskan Indonesia Maju. itu yang kita harapkan," tegas Sigit. Disisi lain, Sigit menjelaskan maksud dari arti lakon Wayang Kulit yang diusung kali ini. Menurutnya, Wahyu Cakraningrat, adalah simbol bagaimana seorang pemimpin berlomba-lomba untuk mendapatkan Wahyu Cakraningrat.Karena Wahyu Cokroningrat ini adalah wahyu yang diberikan kepada pemimpin. Tentunya lakon ini juga diharapkan bisa mengilhami dan menjadi harapan seluruh masyarakat Indonesia soal seorang pemimpin nantinya bisa mengerti. "Karena dia yang memimpin rakyat, tentunya dia harus mengerti dan mendengar apa yang menjadi suara rakyat. dia harus dekat dengan rakyat. Sehingga kemudian dia bisa memimpin dengan baik menuju Indonesia yang lebih baik. ini tentunya filosofi yang kita harapkan, bisa kemudian menjadi semangat bersama untuk mewujudkan Indonesia Maju menuju visi Indonesia Emas 2045," tutup Sigit. (PNO-12)
08 Jul 2023, 13:04 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru