logo-website
Sabtu, 18 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Personil Polda Papua Selain lakukan Patroli Dialogis Juga Berbagi dengan Masyarakat Papuanewsonline.com, Jayapura – Personil Satgas Preventif Pegunungan Bintang, Polda Papua secara rutin melakukan Patroli Dialogis dan berbagi dengan masyarakatKampung Yapimakot, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kamis (10/11/22).Kegiatan Patroli Dialogis dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri sepanjang kampung Yapimakot. Patroli ini dipimpin oleh Brigpol Wahyu WA. Dalam aksi rutin tersebut, Sesekali tim berinteraksi langsung dengan masyarakat dengan menyampaikan pesan Kamtibmas." Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat yang sedang beraktivitas," ujar Brigpol Wahyu.Selain itu kata Wahyu, Tim Satgas Preventif juga memberikan beberapa bantuan yang langsung diberikan kepada masyarakat. “ Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,’’ Ungkapnya.Wahyu menambahkan, selain patrol rutin dilakukan, timnya  juga memberikan beberapa bantuan paket sembako kepada warga, dengan harapan bantuan tersebut, dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat sekitar.Terpisah, Kabid Humas Polda Papua selaku Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Drs. Ahmad Mustofa Kamal, S.H mengatakan, dengan kegiatan yang dilakukan oleh anggota preventif ini dapat menciptakan kamtibmas yang kondusif, serta mempererat hubungan silaturahmi antar masyarakat dan pihak keamanan. "Kita berharap sinergitas yang baik dapat terus terjalin dan dengan kegiatan ini masyarakat merasa aman dan nyaman saat melakukan aktivitas sehari-hari mereka," pungkas Kabid Humas.(Febri) 10 Nov 2022, 16:16 WIT
Ini 27 Provinsi Yang Diapresiasi Kemendagri Karena Menetapkan Perda RUED-P Papuanewsonline.com, Badung – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi pemerintah provinsi (Pemprov) yang telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi (RUED-P). Apresiasi itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Agus Fatoni saat mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbaru (ADPMET) tahun 2022 di Hotel Anvaya, Badung, Bali, Rabu (9/11/2022)." Dalam mendukung transisi energi, pemerintah daerah telah menetapkan Perda tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi sebagaimana mandat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi. Status sampai dengan saat ini, sudah 27 Provinsi yang telah menetapkan Perda RUED-P," ungkap Fatoni.Fatoni mengatakan, di luar 27 provinsi yang telah menetapkan Perda RUEDP, ada satu provinsi yang saat ini masih dalam proses Paripurna di DPRD untuk ditetapkan menjadi Perda RUEPD. Sementara itu, ada dua provinsi yang statusnya sudah masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2021-2022 dan akan memulai pembahasan dengan DPRD." Kemudian ada empat provinsi yang sudah masuk Propemperda 2021-2022 dan sudah memulai pembahasan dengan DPRD," sambung Fatoni.Di lain sisi, Fatoni juga mengungkapkan fokus utama Pemda dalam upaya mencapai target porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi. Hal itu di antaranya menggunakan pembangkit EBT seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya."Selain itu, Pemda juga diharapkan melakukan pengembangan ekosistem dan implementasi kendaraan listrik dengan membangun infrastruktur pengisian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)," jelas Fatoni.Lebih lanjut Fatoni menyampaikan, fokus utama lainnya ialah mempermudah proses perizinan lahan sesuai ketentuan perundang-undangan. Kemudian, Pemda juga diminta untuk melakukan inovasi pembiayaan dengan pemberian insentif dan inovasi desa."Fokus utama lain yaitu kerja sama sektor EBT dan pengembangan kapasitas SDM," pungkas Fatoni.Adapun menurut catatan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuda Kemendagri, 27 provinsi yang telah menetapkan Perda RUEPD di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Jawa Timur, Lampung, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Jambi, Nangroe Aceh Darussalam, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Selatan, Bali, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Riau, Sumatera Utara, serta Maluku Utara.Sementara untuk empat provinsi yang sudah masuk dalam Propemperda 2021-2022 dan sedang melakukan pembahasan di antaranya Banten, Papua Barat, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau. Kemudian untuk dua provinsi yang sudah masuk dalam Propemperda 2021-2022 dan akan memulai pembahasan dengan DPRD yaitu DKI Jakarta dan Papua.(Ridwan) 10 Nov 2022, 13:33 WIT
Sambut KTT G20, Polri Telah Siapkan Kontijensi Plan Antisipasi Dinamika di Lapangan Papuanewsonline.com, DENPASAR - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa jajarannya telah mempersiapkan dengan matang seluruh strategi pengamanan termasuk mempersiapkan rencana kontijensi untuk mengantisipasi dinamika di lapangan.Hal ini disampaikan Kapolri usai menggelar Tactical Floor Game (TFG) yang diikuti langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) Menko Marves, Menteri Pertahanan, dan Panglima TNI, di GOR Kepaon Prajaraksaka Denpasar, Bali, Rabu (9/11/2022). “ Kita juga mempersiapkan yang namanya kontijensi plan, escape apakah terkait dengan kesehatan, apakah terkait dengan peristiwa-peristiwa lain, itu juga semua dipersiapkan,” ungkap Kapolri melalui Presrelease Humas Mabes Polri yang diterima redaksi Papuanewsonline.com, Kamis (10/11/20220. Mantan Kabareskrim Polri ini memastikan bahwa seluruh kegiatan KTT G20 menjadi fokus utama pengamanan Polri. Mulai dari kedatangan, akomodasi hingga bergeser dari venue ke venue. “Itu semua kan diatur waktunya. Jadi semua harus lancar, baik jalurnya, pengawalannya kemudian kondisi di masing-masing wilayah harus dipastikan maksimal,” tegas Kapolri. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menambahkan bahwa, sama halnya dengan Polri, TNI juga telah menyiapkan pasukan cadangan di luar petugas yang melakukan pengamanan di lapangan. Hal ini, kata Andika, guna memastikan keamanan tetap berjalan ketika terjadi dinamika yang tidak diinginkan. “Seandainya ada dinamika di luar yang kami siapkan kita pasti kerahkan,” tambah Jenderal Andika Perkasa. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi kesiapan TNI dan Polri dalam pengamanan event KTT G20 di Bali ini. “ Mereka semua menunjukan kekompakan terintegrasi. Kemudian juga paham, kalau ada apa-apa. Dan ini juga saya kira ini memberikan pesan kepada siapapun bahwa TNI dan Polri itu siap menghadapi apapun,” ujar Luhut. Hal senada juga disampaikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang menurutnya aparat keamanan harus mendapat penghargaan atas dedikasinya memastikan KTT G20 berjalan aman, lancar dan tanpa gangguan, sehingga Indonesia siap untuk menyambut tamu-tamu penting negara. “ Saya ingin menyampaikan penghargaan kepada TNI, Polri, BIN semua unsur yang luar biasa periapannya. Kita optimis, kita siap ini gawean besar untuk bangsa kita. Ini kehormatan besar bagi bangsa kita. Seluruh rakyat saya harap ikut mengamankan,” demikian Prabowo menambahkan.(Arifin) 10 Nov 2022, 11:40 WIT
Simak Baik-Baik!! Ini Tanggapan OKIA Terhadap Penolakan Kelompok Masyarakat Wilayah Meepago Papuanewsonline.com,TIMIKA- Beredar kabar bakal ada  penolakan oleh beberapa kelompok masyarakat meepago terhadap PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah, lantaran menurut mereka PJ Gubernur Papua Tengah dan PJ Sekda Provinsi Papua Tengah  bukan berasal dari Meepago.menaggapi hal itu, Organisasi Kaum Intelktual Amungme -Kamoro (OKIA) menyampaikan kekesalan terhadap rencana penolakan tersebut.OKIA berpendapat, siapapun yang ditunjuk pemerintah pusat merupakan tanggungjawab masyarakat adat Meepago untuk mendukung agar menjawab kelancaran sistim administrasi birokrasi pemerintahan di Provinsi Papua Tengah.“ OKIA siap  Mendukung  orang Papua yang ditunjuk untuk menjadi PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah, dan tentunya kami berharap, masyarakat adat Meepago juga turut mendukung,’’ ungkap Ketua OKIA, Raimond Kelanangame melalui pesan elektronik yang diterima media Papuanewsonline.com, Rabu (9/11/2022). Raimond menegaskan, dasar penolakan sekelompok masyarakat terhadap PJ Gubernur dan PJ Sekda  karena  Adanya kepentingan politik  2024 oleh oknum-oknum tertentu.“ Penolakan adalah kecelakaan berpikir yang sengaja dibangun oleh oknum-oknum tertentu, untuk mempengaruhi masyarakat, sehingga perlu ada edukasi yang baik dan benar bagi masyarakat adat Meepago,’’ ujar Raimond.Raimond menegaskan, OKIA yakin PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah adalah putri dan putra terbaik Papua yang dimiliki masyarakat.“ PJ Gubernur dan PJ Sekda Provinsi Papua Tengah adalah tokoh Papua yang dipercayakan Negara  saat ini untuk mengemban tugas besar dalam menata administrasi dan sistem pemerintahan DOB, sehingga Masyarakat adat harus mendukung,’’ tegas Raimond. Ketua OKIA berharap  Kepada seluruh masyarakat di Propinsi Papua Tengah, agar tetap menjaga persatuan dan kebersamaan dalam memberikan dukungan kepada  PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah agar dapat bekerja dengan maksimal dalam mengemban tugas dalam menjalankan roda pemerintahan DOB ini. “ Tanah Amungsa dan  Bumi Mimika siap menyambut PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah, semoga langkah dan tindakan kedua pejabat, PJ Gubernur dan PJ Sekda Papua Tengah sejalan dengan rencana Tuhan untuk orang Papua di Wilayah adat Meepago dan Bomberay,’’ tandas Raimond.(Ridwan) 09 Nov 2022, 12:01 WIT
Warga Keluhkan Jalan Berdebu sepanjang Bougenville Kelurahan Koperapoka Papuanewsonline.com, TIMIKA- Warga masyarakat pengguna jalan  maupun penduduk yang bermukim sepanjang jalan Bougenville, Kelurahan Koperapoka Kecamatan Mimika Baru  Timika, mengeluhkan tebaran debu yang setiap hari menghiasi areah tersebut. Beberapa masyarakat yang bermukim di jalan Bougenville maupun pengusaha kuliner merasa terganggu dengan adanya dampak  penggalian tanah dan jalan rusak berdebu itu.“ Saya sebagai penjual bakso merasa terganggu dengan adanya debu ini, kan sebelumnya belum ada penggalian kita merasa aman-aman, tidak ada debu, dengan adanya debu sekarang kita merasa terganggu apalagi dengan pelanggan, kalau bisa diperbaikilah,” Ujar reky  Penjual Bakso yang setiap hari berjualan di areah jalan tersebut saat ditemui, Selasa (8/11/2022).Kata dia,  tebaran debu juga berdampak bagi kesehatan Masyarakat yang bermukim pada areah jalan tersebut." Selain kesehatan, Dampak yang dirasakan ialah pendapatan masyarakat yang membuka usaha di bidang kuliner mengalami penurunan pendapatan, karena sepanjang jalan dipenuhi tebaran debu," Ucapnya.Lanjut Reky, pelanggan baksonya banyak yang sudah tidak mengunjungi kedainya, karena sepanjang jalan berdebu.Hal yang sama juga dikeluhkan Warga lainya  Mirna penjual Es. Ia mengatakan, sebelumnya pendapatanya lumayan namun karena sepanjang jalan berdebu, sehingga pendapatanya menurun drastis." Ya beginilah kondisi Pak, apalagi ada kendaraan lewat, itu yang membuat jalan tidak terlihat akibat berdebu” Ujar Mirna.Mirna berharap agar pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Dinas terkait, agar secepatnya mencari solusi memperbaiki jalan tersebut demi keberlangsungan kehidupan warga." Kami berharap Kalau bisa jalannya  diperbaiki supaya jangan  berdebu seperti ini," Ungkapnya.(Ridwan) 08 Nov 2022, 15:29 WIT
Luncuran 6 Proyek PT Freeport Indonesia Mengancam Kehidupan Masyarakat Asli Papua di Timika Papuanewsonline.com, TIMIKA- Pembuangan limbah pada aliran sungai di kali kopi oleh PT Freeport Indonesia saat ini menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat asli Papua, yang lebih menyedihkan belum ada solusi terkait pembuangan limbah pada aliran sungai kali kopi, kini PT Freeport  Indonesia bersama pemerintah pusat kembali ingin menyelesaikan proses AMDAL enam proyek yang berkaitan dengan produk tambahan yang direncanakan akan diluncurkan.Menanggapi persoalan tersebut, sekretaris Aliansi Pemuda Komoro (APK), Rafael Taorekeyau menyebutkan, masyarakat menolak dengan keras luncuran enam proyek tersebut.“ Luncuran enam proyek PT Freeport akan jadi ancaman terhadap kehidupan masyarakat asli Papua, coba saja kita lihat sendiri pembuangan limbah di lokasi sungai yang baru di kali kopi, dimana tailing cukup besar  kurang lebih 2 juta M3, ini  berdampak pada keberlangsungan kehidupan masyarakat Papua kedepa,’’ Jelas Rafael di Timika, Sabtu (5/11/2022).Rafael mengemukakan, PT Freeport Indonesia dan pemerintah pusat jangan memaksakan kehendak untuk melakukan proses AMDAL terkait 6 proyek tambahan tersebut tanpa melihat kehidupan sosial masyarakat asli Papua. “ Peralihan sungai,  atau pembuangan limbah di sungai yang baru seperti dikali kopi,  kita lihat cukup besar luasnya kurang lebih 2 juta M3 lebih, ini merupakan ancaman serius bagi kehidupan masyarakat asli papua, sehingga PT.Freeport dan Pemerintah pusat jangan memaksakan kehendak, karena masyarakat menolak dengan keras,’’ tegas Rafael. Kata Rafael, apabila PT Freeport dan pemerintah pusat memaksakan kehendak untuk  melakukan pembuangan limbah di sungai, maka  masyarakat 3 kampung yang ada di Mimika Timur jauh akan menerima ancaman dalam keberlangsungan kehidupan mereka.Kata Dia, luncuran enam proyek PT Freeport nantinya akan menyerap ribuan tenaga kerja, namun OAP kembali akan jadi penonton di tanahnya sendiri, ini fakta dan realita dalam kehidupan saudara-saudara saya saat ini, karena semenjak kehadiran PT Freeport hingga kini, dalam rekrutmen tenaga karyawan untuk saudara saya  OAP yang diakomodir dihitung dengan jari, karena banyak didominasi oleh orang luar papua.“ Mereka Selalu dengan dalil memberikan lapangan pekerjaan dan janji manis lain terhadap masyarakat, namun janji dan harapan mereka palsu, ini fakta,’’ Tegasnya. Dikatakannya, Kerusakan lingkungan yang dilakukan PT Freeport Indonesia sudah mencapai ambang batas, sehingga masyarakat tidak akan memberikan toleransi.“ Pimpinan PT Freeport Indonesia dan Pemerintah pusat jangan hanya memaksakan kehendak untuk meraup keuntungan tanpa melihat dampak yang akan terjadi terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat asli papua,’’ pinta Rafael.Lanjut Tokoh Pemuda suku Komoro ini menegaskan, Pemerintah dan PT Freeport Indonesia tidak perlu mengundang masyarakat ke Jakarta untuk melakukan negosiasi-negosiasi, karena masyarakat akan menolak luncuran enam proyek tersebut.“ Pimpinan PT Freeport dan Pemerintah Pusat Datang bicara  dan ketemu masyarakat, bila perlu melihat kondisi lingkungan yang telah rusak saat ini, sehingga memiliki kajian dan analisis yang matang, jangan memaksaakan kehendak dan mengorbankan kami masyarakat asli Papua,’’ Tutupnya.(Stefi)   08 Nov 2022, 05:32 WIT
Asistensi Percepatan Realisasi APBD & Penanganan Inflasi Daerah, Tim Kemendagri Sambangi Jawa Timur Papuanewsonline.com, Surabaya- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus menerus melakukan monitoring, evaluasi (monev) dan asistensi dalam rangka mendorong realisasi APBD, penanganan dan pengendalian inflasi termasuk monev kondisi uang kas yang ada di Bank. Salah satu daerah tujuan monev dan asistensi diantaranya adalah Provinsi Jawa Timur, yang dilaksanakan di Surabaya (26/10/2022). Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni melalui telepon selulernya, Jumat (4/11) mengatakan , Jawa Timur merupakan salah satu daerah dengan APBD terbesar, termasuk APBD Kabupaten Kota. Oleh karena itu, perlu dimaksimalkan realisasi APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota. " Realisasi belanja tertinggi se-Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Pasuruan dimana kabupaten tersebut sebagai daerah dengan realisasi belanja tertinggi dengan tingkat realisasi sebesar 78,2% dari total anggaran belanja sebesar 2,8 triliun" ujar Fatoni. Pada sisi lain, Fatoni menerangkan jika dana pemda yang ditempatkan di bank bukan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan,  tetapi dipersiapkan untuk pembayaran yang sudah memiliki peruntukkannya. " Dana yang tersimpan di Bank merupakan uang Kas PEMDA Provinsi dan Kabupaten/Kota yang belum terpakai, bukan semata-mata sengaja disimpan untuk mendapatkan keuntungan," tegas Fatoni. Bersamaan dengan itu, Fatoni juga meminta kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur untuk mengoptimalkan serapan anggaran tahun 2022 dengan melakukan langkah-langkah strategis yang telah ditetapkan sesuai dengan kondisi dan permasalahan daerah masing-masing. "Upaya yang dilakukan pertama yaitu,  pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota menganggarkan penanganan inflasi di APBD Perubahan 2022 dan APBD Tahun 2023 Kedua, seluruh PEMDA memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri. Ketiga, PEMDA segera melakukan lelang dini dan memanfaatkan e-katalog, baik e-katalog lokal, toko daring dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah. Keempat, PEMDA melaksanakan Rakor rutin minimal tiga (3) kali dalam satu tahun. Terakhir, kelima yaitu, pejabat pengelola keuangan ditetapkan setiap bulan November dan tidak menggunakan tahun anggaran," tandas Fatoni. Fatoni menegaskan,  pada Rakor tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono juga sudah menekankan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota agar memaksimalkan realisasi APBD yang tinggal dua (2) bulan lagi. " Pada saat Rakor sudah diingatkan Perlu segera merubah Surat Keputusan (SK) Pejabat Pengelola Keuangan tidak menggunakan Tahun Anggaran, namun perlu ditetapkan setiap tahun pada bulan November. Selain itu, perlu segera menganggarkan penanganan dan pengendalian inflasi pada Perubahan APBD (APBD-P) dan APBD Tahun 2023," ujar Fatoni.(Ridwan) 04 Nov 2022, 22:37 WIT
Situasi Kamtibmas Di Gorong-gorong Kondusif Pasca Bentrok Antar Kelompok Warga TIMIKA- Kapolres Mimika AKBP. I Gede Putra memastikan Situasi Kamtibmas di kawasan Pasar Gorong-gorong, Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika Baru saat ini kembali kondusif pasca bentrok antar kelompok warga pada Jumat 28 Oktober 2022 pekan kemarin. “ Situasinya saat ini kondusif setelah kita lakukan penegakan hukum, jadi suda tidak perselisihan antar kelompok di Ggorong-gorong,’’ ujar  Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putera Sik., saat ditemui di Hotel Horison Diana Timika, Selasa (1/11/2022). Kapolres menegaskan, buntut dari perselisihan antar kelompok itu, beberapa pelaku  kini telah diamankan. " Kita  mengamankan beberapa pelaku dari kelompok warga yang berselisi, kemudian untuk langkah antisipasi patrol rutin terus dilaksanakan sehingga sampai hari ini situasi di Gorong-gorong sudah kondusif jadi tidak ada lagi kejadian-kejadian perselisihan antar kelompok yang terjadi disana," ucap Kapolres.Namun  demikian, Kapolres belum dapat menyebutkan waktu dan tempat dimana para pelaku diamankan.Sebagai informasi, bentrok antar kelompok warga pecah  pada Jumat, 28 Oktober 2022 (malam). Bentrok antar dua  kelompok warga ini juga diketahui sudah terjadi beberapa hari sebelumnya. Aparat Kepolisian Polres Mimika, Polsek Mimika Baru dan Satuan Brimob kemudian melakukan penanganan dengan cara memukul mundur kelompok yang melakukan penyerangan dengan melepas tembakan gas air mata serta tembakan peringatan. (stevi) 02 Nov 2022, 09:45 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT