Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Personil Polda Papua Selain lakukan Patroli Dialogis Juga Berbagi dengan Masyarakat
Papuanewsonline.com, Jayapura
– Personil Satgas Preventif Pegunungan Bintang, Polda Papua secara rutin
melakukan Patroli Dialogis dan berbagi dengan masyarakatKampung Yapimakot, Kabupaten
Pegunungan Bintang, Kamis (10/11/22).Kegiatan Patroli Dialogis dilakukan dengan berjalan kaki
menyusuri sepanjang kampung Yapimakot. Patroli ini dipimpin oleh Brigpol Wahyu WA. Dalam aksi rutin
tersebut, Sesekali tim berinteraksi langsung dengan masyarakat dengan
menyampaikan pesan Kamtibmas." Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan
rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat yang sedang beraktivitas," ujar
Brigpol Wahyu.Selain itu kata Wahyu, Tim Satgas Preventif juga memberikan beberapa bantuan
yang langsung diberikan kepada masyarakat. “ Kami berharap bantuan ini dapat
meringankan beban masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,’’ Ungkapnya.Wahyu menambahkan,
selain patrol rutin dilakukan, timnya juga memberikan beberapa bantuan paket sembako
kepada warga, dengan harapan bantuan tersebut, dapat memberikan manfaat positif
bagi masyarakat sekitar.Terpisah, Kabid Humas Polda Papua selaku Kasatgas Humas Ops
Damai Cartenz Kombes Pol Drs.
Ahmad Mustofa Kamal, S.H mengatakan, dengan kegiatan yang dilakukan oleh
anggota preventif ini dapat menciptakan kamtibmas yang kondusif, serta
mempererat hubungan silaturahmi antar masyarakat dan pihak keamanan.
"Kita berharap sinergitas yang baik dapat terus
terjalin dan dengan kegiatan ini masyarakat merasa aman dan nyaman saat
melakukan aktivitas sehari-hari mereka," pungkas Kabid Humas.(Febri)
10 Nov 2022, 16:16 WIT
Ini 27 Provinsi Yang Diapresiasi Kemendagri Karena Menetapkan Perda RUED-P
Papuanewsonline.com, Badung – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi pemerintah provinsi (Pemprov) yang telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi (RUED-P). Apresiasi itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Agus Fatoni saat mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbaru (ADPMET) tahun 2022 di Hotel Anvaya, Badung, Bali, Rabu (9/11/2022)." Dalam mendukung transisi energi, pemerintah daerah telah menetapkan Perda tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi sebagaimana mandat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi. Status sampai dengan saat ini, sudah 27 Provinsi yang telah menetapkan Perda RUED-P," ungkap Fatoni.Fatoni mengatakan, di luar 27 provinsi yang telah menetapkan Perda RUEDP, ada satu provinsi yang saat ini masih dalam proses Paripurna di DPRD untuk ditetapkan menjadi Perda RUEPD. Sementara itu, ada dua provinsi yang statusnya sudah masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2021-2022 dan akan memulai pembahasan dengan DPRD." Kemudian ada empat provinsi yang sudah masuk Propemperda 2021-2022 dan sudah memulai pembahasan dengan DPRD," sambung Fatoni.Di lain sisi, Fatoni juga mengungkapkan fokus utama Pemda dalam upaya mencapai target porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi. Hal itu di antaranya menggunakan pembangkit EBT seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya."Selain itu, Pemda juga diharapkan melakukan pengembangan ekosistem dan implementasi kendaraan listrik dengan membangun infrastruktur pengisian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)," jelas Fatoni.Lebih lanjut Fatoni menyampaikan, fokus utama lainnya ialah mempermudah proses perizinan lahan sesuai ketentuan perundang-undangan. Kemudian, Pemda juga diminta untuk melakukan inovasi pembiayaan dengan pemberian insentif dan inovasi desa."Fokus utama lain yaitu kerja sama sektor EBT dan pengembangan kapasitas SDM," pungkas Fatoni.Adapun menurut catatan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuda Kemendagri, 27 provinsi yang telah menetapkan Perda RUEPD di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Jawa Timur, Lampung, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Jambi, Nangroe Aceh Darussalam, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Selatan, Bali, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Riau, Sumatera Utara, serta Maluku Utara.Sementara untuk empat provinsi yang sudah masuk dalam Propemperda 2021-2022 dan sedang melakukan pembahasan di antaranya Banten, Papua Barat, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau. Kemudian untuk dua provinsi yang sudah masuk dalam Propemperda 2021-2022 dan akan memulai pembahasan dengan DPRD yaitu DKI Jakarta dan Papua.(Ridwan)
10 Nov 2022, 13:33 WIT
Sambut KTT G20, Polri Telah Siapkan Kontijensi Plan Antisipasi Dinamika di Lapangan
Papuanewsonline.com, DENPASAR - Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Prabowo menyampaikan bahwa jajarannya telah mempersiapkan dengan matang seluruh
strategi pengamanan termasuk mempersiapkan rencana kontijensi untuk
mengantisipasi dinamika di lapangan.Hal ini disampaikan Kapolri usai menggelar Tactical Floor Game
(TFG) yang diikuti langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) Menko Marves,
Menteri Pertahanan, dan Panglima TNI, di GOR Kepaon Prajaraksaka Denpasar,
Bali, Rabu (9/11/2022). “ Kita juga mempersiapkan yang namanya kontijensi plan, escape
apakah terkait dengan kesehatan, apakah terkait dengan peristiwa-peristiwa
lain, itu juga semua dipersiapkan,” ungkap Kapolri melalui Presrelease Humas
Mabes Polri yang diterima redaksi Papuanewsonline.com, Kamis (10/11/20220. Mantan Kabareskrim Polri ini memastikan bahwa seluruh kegiatan
KTT G20 menjadi fokus utama pengamanan Polri. Mulai dari kedatangan, akomodasi
hingga bergeser dari venue ke venue. “Itu semua kan diatur waktunya. Jadi semua harus lancar, baik
jalurnya, pengawalannya kemudian kondisi di masing-masing wilayah harus
dipastikan maksimal,” tegas Kapolri. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menambahkan
bahwa, sama halnya dengan Polri, TNI juga telah menyiapkan pasukan cadangan di
luar petugas yang melakukan pengamanan di lapangan. Hal ini, kata Andika, guna
memastikan keamanan tetap berjalan ketika terjadi dinamika yang tidak
diinginkan. “Seandainya ada dinamika di luar yang kami siapkan kita pasti
kerahkan,” tambah Jenderal Andika Perkasa. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang
Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi
kesiapan TNI dan Polri dalam pengamanan event KTT G20 di Bali ini. “ Mereka semua menunjukan kekompakan terintegrasi. Kemudian juga
paham, kalau ada apa-apa. Dan ini juga saya kira ini memberikan pesan kepada
siapapun bahwa TNI dan Polri itu siap menghadapi apapun,” ujar Luhut. Hal senada juga disampaikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto,
yang menurutnya aparat keamanan harus mendapat penghargaan atas dedikasinya
memastikan KTT G20 berjalan aman, lancar dan tanpa gangguan, sehingga Indonesia
siap untuk menyambut tamu-tamu penting negara.
“ Saya ingin menyampaikan penghargaan kepada TNI, Polri, BIN
semua unsur yang luar biasa periapannya. Kita optimis, kita siap ini gawean
besar untuk bangsa kita. Ini kehormatan besar bagi bangsa kita. Seluruh rakyat
saya harap ikut mengamankan,” demikian Prabowo menambahkan.(Arifin)
10 Nov 2022, 11:40 WIT
Simak Baik-Baik!! Ini Tanggapan OKIA Terhadap Penolakan Kelompok Masyarakat Wilayah Meepago
Papuanewsonline.com,TIMIKA- Beredar kabar bakal ada penolakan oleh beberapa kelompok masyarakat
meepago terhadap PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah, lantaran
menurut mereka PJ Gubernur Papua Tengah dan PJ Sekda Provinsi Papua Tengah bukan berasal dari Meepago.menaggapi hal itu, Organisasi Kaum Intelktual Amungme -Kamoro
(OKIA) menyampaikan kekesalan terhadap rencana penolakan tersebut.OKIA berpendapat, siapapun yang ditunjuk pemerintah pusat
merupakan tanggungjawab masyarakat adat Meepago untuk mendukung agar menjawab
kelancaran sistim administrasi birokrasi pemerintahan di Provinsi Papua Tengah.“ OKIA siap Mendukung
orang Papua yang ditunjuk untuk menjadi
PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah, dan tentunya kami berharap,
masyarakat adat Meepago juga turut mendukung,’’ ungkap Ketua OKIA, Raimond
Kelanangame melalui pesan elektronik yang diterima media Papuanewsonline.com,
Rabu (9/11/2022). Raimond menegaskan, dasar penolakan sekelompok masyarakat terhadap
PJ Gubernur dan PJ Sekda karena Adanya kepentingan politik 2024 oleh oknum-oknum tertentu.“ Penolakan adalah kecelakaan berpikir yang sengaja dibangun
oleh oknum-oknum tertentu, untuk mempengaruhi masyarakat, sehingga perlu ada
edukasi yang baik dan benar bagi masyarakat adat Meepago,’’ ujar Raimond.Raimond menegaskan, OKIA yakin PJ Gubernur dan PJ Sekda
Propinsi Papua Tengah adalah putri dan putra terbaik Papua yang dimiliki masyarakat.“ PJ Gubernur dan PJ Sekda Provinsi Papua Tengah adalah
tokoh Papua yang dipercayakan Negara saat
ini untuk mengemban tugas besar dalam menata administrasi dan sistem
pemerintahan DOB, sehingga Masyarakat adat harus mendukung,’’ tegas Raimond. Ketua OKIA berharap Kepada
seluruh masyarakat di Propinsi Papua Tengah, agar tetap menjaga persatuan dan
kebersamaan dalam memberikan dukungan kepada PJ Gubernur dan PJ Sekda Propinsi Papua Tengah
agar dapat bekerja dengan maksimal dalam mengemban tugas dalam menjalankan roda
pemerintahan DOB ini. “ Tanah Amungsa dan Bumi Mimika siap menyambut PJ Gubernur dan PJ
Sekda Propinsi Papua Tengah, semoga langkah dan tindakan kedua pejabat, PJ
Gubernur dan PJ Sekda Papua Tengah sejalan dengan rencana Tuhan untuk orang
Papua di Wilayah adat Meepago dan Bomberay,’’ tandas Raimond.(Ridwan)
09 Nov 2022, 12:01 WIT
Warga Keluhkan Jalan Berdebu sepanjang Bougenville Kelurahan Koperapoka
Papuanewsonline.com, TIMIKA- Warga masyarakat pengguna jalan maupun penduduk yang bermukim sepanjang jalan Bougenville, Kelurahan Koperapoka Kecamatan Mimika Baru Timika, mengeluhkan tebaran debu yang setiap hari menghiasi areah tersebut. Beberapa masyarakat yang bermukim di jalan Bougenville maupun pengusaha kuliner merasa terganggu dengan adanya dampak penggalian tanah dan jalan rusak berdebu itu.“ Saya sebagai penjual bakso merasa terganggu dengan adanya debu ini, kan sebelumnya belum ada penggalian kita merasa aman-aman, tidak ada debu, dengan adanya debu sekarang kita merasa terganggu apalagi dengan pelanggan, kalau bisa diperbaikilah,” Ujar reky Penjual Bakso yang setiap hari berjualan di areah jalan tersebut saat ditemui, Selasa (8/11/2022).Kata dia, tebaran debu juga berdampak bagi kesehatan Masyarakat yang bermukim pada areah jalan tersebut." Selain kesehatan, Dampak yang dirasakan ialah pendapatan masyarakat yang membuka usaha di bidang kuliner mengalami penurunan pendapatan, karena sepanjang jalan dipenuhi tebaran debu," Ucapnya.Lanjut Reky, pelanggan baksonya banyak yang sudah tidak mengunjungi kedainya, karena sepanjang jalan berdebu.Hal yang sama juga dikeluhkan Warga lainya Mirna penjual Es. Ia mengatakan, sebelumnya pendapatanya lumayan namun karena sepanjang jalan berdebu, sehingga pendapatanya menurun drastis." Ya beginilah kondisi Pak, apalagi ada kendaraan lewat, itu yang membuat jalan tidak terlihat akibat berdebu” Ujar Mirna.Mirna berharap agar pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Dinas terkait, agar secepatnya mencari solusi memperbaiki jalan tersebut demi keberlangsungan kehidupan warga." Kami berharap Kalau bisa jalannya diperbaiki supaya jangan berdebu seperti ini," Ungkapnya.(Ridwan)
08 Nov 2022, 15:29 WIT
Luncuran 6 Proyek PT Freeport Indonesia Mengancam Kehidupan Masyarakat Asli Papua di Timika
Papuanewsonline.com, TIMIKA- Pembuangan limbah pada aliran
sungai di kali kopi oleh PT Freeport Indonesia saat ini menjadi ancaman nyata bagi
keberlangsungan hidup masyarakat asli Papua, yang lebih menyedihkan belum ada
solusi terkait pembuangan limbah pada aliran sungai kali kopi, kini PT
Freeport Indonesia bersama pemerintah
pusat kembali ingin menyelesaikan proses AMDAL enam proyek yang berkaitan
dengan produk tambahan yang direncanakan akan diluncurkan.Menanggapi persoalan tersebut, sekretaris Aliansi Pemuda
Komoro (APK), Rafael Taorekeyau menyebutkan, masyarakat menolak dengan keras luncuran
enam proyek tersebut.“ Luncuran enam proyek PT Freeport akan jadi ancaman terhadap
kehidupan masyarakat asli Papua, coba saja kita lihat sendiri pembuangan limbah
di lokasi sungai yang baru di kali kopi, dimana tailing cukup besar kurang lebih 2 juta M3, ini berdampak pada keberlangsungan kehidupan
masyarakat Papua kedepa,’’ Jelas Rafael di Timika, Sabtu (5/11/2022).Rafael mengemukakan, PT Freeport Indonesia dan pemerintah
pusat jangan memaksakan kehendak untuk melakukan proses AMDAL terkait 6 proyek tambahan tersebut tanpa melihat kehidupan sosial masyarakat asli Papua. “ Peralihan sungai,
atau pembuangan limbah di sungai yang baru seperti dikali kopi, kita lihat cukup besar luasnya kurang lebih 2 juta M3 lebih, ini merupakan ancaman serius bagi kehidupan
masyarakat asli papua, sehingga PT.Freeport dan Pemerintah pusat jangan
memaksakan kehendak, karena masyarakat menolak dengan keras,’’ tegas Rafael. Kata Rafael, apabila PT Freeport dan pemerintah pusat
memaksakan kehendak untuk melakukan pembuangan
limbah di sungai, maka masyarakat 3
kampung yang ada di Mimika Timur jauh akan menerima ancaman dalam
keberlangsungan kehidupan mereka.Kata Dia, luncuran enam proyek PT Freeport nantinya akan
menyerap ribuan tenaga kerja, namun OAP kembali akan jadi penonton di tanahnya
sendiri, ini fakta dan realita dalam kehidupan saudara-saudara saya saat ini,
karena semenjak kehadiran PT Freeport hingga kini, dalam rekrutmen tenaga
karyawan untuk saudara saya OAP yang
diakomodir dihitung dengan jari, karena banyak didominasi oleh orang luar
papua.“ Mereka Selalu dengan dalil memberikan lapangan pekerjaan
dan janji manis lain terhadap masyarakat, namun janji dan harapan mereka palsu, ini
fakta,’’ Tegasnya. Dikatakannya, Kerusakan lingkungan yang dilakukan PT Freeport
Indonesia sudah mencapai ambang batas, sehingga masyarakat tidak akan
memberikan toleransi.“ Pimpinan PT Freeport Indonesia dan Pemerintah pusat jangan
hanya memaksakan kehendak untuk meraup keuntungan tanpa melihat dampak yang
akan terjadi terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat asli papua,’’ pinta
Rafael.Lanjut Tokoh Pemuda suku Komoro ini menegaskan, Pemerintah
dan PT Freeport Indonesia tidak perlu mengundang masyarakat ke Jakarta untuk
melakukan negosiasi-negosiasi, karena masyarakat akan menolak luncuran enam
proyek tersebut.“ Pimpinan PT Freeport dan Pemerintah Pusat Datang bicara dan ketemu masyarakat, bila perlu melihat
kondisi lingkungan yang telah rusak saat ini, sehingga memiliki kajian dan
analisis yang matang, jangan memaksaakan kehendak dan mengorbankan kami
masyarakat asli Papua,’’ Tutupnya.(Stefi)
08 Nov 2022, 05:32 WIT
Asistensi Percepatan Realisasi APBD & Penanganan Inflasi Daerah, Tim Kemendagri Sambangi Jawa Timur
Papuanewsonline.com, Surabaya- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus menerus melakukan monitoring, evaluasi (monev) dan asistensi dalam rangka mendorong realisasi APBD, penanganan dan pengendalian inflasi termasuk monev kondisi uang kas yang ada di Bank. Salah satu daerah tujuan monev dan asistensi diantaranya adalah Provinsi Jawa Timur, yang dilaksanakan di Surabaya (26/10/2022). Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni melalui telepon selulernya, Jumat (4/11) mengatakan , Jawa Timur merupakan salah satu daerah dengan APBD terbesar, termasuk APBD Kabupaten Kota. Oleh karena itu, perlu dimaksimalkan realisasi APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota. " Realisasi belanja tertinggi se-Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Pasuruan dimana kabupaten tersebut sebagai daerah dengan realisasi belanja tertinggi dengan tingkat realisasi sebesar 78,2% dari total anggaran belanja sebesar 2,8 triliun" ujar Fatoni. Pada sisi lain, Fatoni menerangkan jika dana pemda yang ditempatkan di bank bukan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan, tetapi dipersiapkan untuk pembayaran yang sudah memiliki peruntukkannya. " Dana yang tersimpan di Bank merupakan uang Kas PEMDA Provinsi dan Kabupaten/Kota yang belum terpakai, bukan semata-mata sengaja disimpan untuk mendapatkan keuntungan," tegas Fatoni. Bersamaan dengan itu, Fatoni juga meminta kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur untuk mengoptimalkan serapan anggaran tahun 2022 dengan melakukan langkah-langkah strategis yang telah ditetapkan sesuai dengan kondisi dan permasalahan daerah masing-masing. "Upaya yang dilakukan pertama yaitu, pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota menganggarkan penanganan inflasi di APBD Perubahan 2022 dan APBD Tahun 2023 Kedua, seluruh PEMDA memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri. Ketiga, PEMDA segera melakukan lelang dini dan memanfaatkan e-katalog, baik e-katalog lokal, toko daring dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah. Keempat, PEMDA melaksanakan Rakor rutin minimal tiga (3) kali dalam satu tahun. Terakhir, kelima yaitu, pejabat pengelola keuangan ditetapkan setiap bulan November dan tidak menggunakan tahun anggaran," tandas Fatoni. Fatoni menegaskan, pada Rakor tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono juga sudah menekankan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota agar memaksimalkan realisasi APBD yang tinggal dua (2) bulan lagi. " Pada saat Rakor sudah diingatkan Perlu segera merubah Surat Keputusan (SK) Pejabat Pengelola Keuangan tidak menggunakan Tahun Anggaran, namun perlu ditetapkan setiap tahun pada bulan November. Selain itu, perlu segera menganggarkan penanganan dan pengendalian inflasi pada Perubahan APBD (APBD-P) dan APBD Tahun 2023," ujar Fatoni.(Ridwan)
04 Nov 2022, 22:37 WIT
KPK Pastikan Penyuap Bupati RHP Duduk Di Kursi Pesakitan
Papuanewsonline.com, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan Hari ini, Jumat (4/11) telah selesai melaksanakan tahap II, penyerahan para Tersangka yang menyuap Bupati Memberamo Tengah, Riky Ham Pagawak yakni Simon Pampang, Jusiendra Pribadi dan Marten Toding.Dengan adanya Penyerahan barang bukti dan Tersangka dari Tim Penyidik pada Tim Jaksa, maka dipastikan para penyuap Bupati RHP ini, akan duduk di depan kursi pesakitan, pengadilan Tipikor." Benar hari ini dilaksanakan Tahap II, karena berkas perkara penyidikan untuk 3 Tersangka yaitu SP (Simon Pampang), JPP (Jusieandra Pribadi Pampang) dan MT (Marten Toding) dinyatakan lengkap oleh Tim Jaksa," ucap Plt juru bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkat Via WatsApp, Jumat (4/11/2022).Ali menegaskan, Penahanan para tersangka masih dilanjutkan Tim Jaksa untuk masing-masing selama 20 hari kedepan, sejak 4 November 2022 sampai 23 November 2022." Untuk SP dan JPP ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur sedangkan MT ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1," Ucapnya.Lanjut kata Ali, Tim Jaksa akan melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan ke Pengadilan Tipikor segera dalam waktu 14 hari kerja.Diketahui, dalam perkara ini, Bupati Riky Ham Pagawak sendiri masi Buron.Informasi yang diperoleh Papuanewsonline.com, RHP terdeteksi berada di Black Wara Papua New Ginea.( Arifin)
04 Nov 2022, 20:26 WIT
Situasi Kamtibmas Di Gorong-gorong Kondusif Pasca Bentrok Antar Kelompok Warga
TIMIKA- Kapolres Mimika AKBP. I Gede Putra memastikan Situasi
Kamtibmas di kawasan Pasar Gorong-gorong, Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika
Baru saat ini kembali kondusif pasca bentrok antar kelompok warga pada Jumat 28
Oktober 2022 pekan kemarin. “ Situasinya saat ini kondusif setelah kita lakukan
penegakan hukum, jadi suda tidak perselisihan antar kelompok di Ggorong-gorong,’’
ujar Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putera Sik., saat ditemui di Hotel Horison Diana Timika, Selasa (1/11/2022). Kapolres menegaskan, buntut dari perselisihan antar kelompok
itu, beberapa pelaku kini telah
diamankan. " Kita mengamankan beberapa pelaku dari kelompok
warga yang berselisi, kemudian untuk langkah antisipasi patrol rutin terus
dilaksanakan sehingga sampai hari ini situasi di Gorong-gorong sudah kondusif
jadi tidak ada lagi kejadian-kejadian perselisihan antar kelompok yang terjadi
disana," ucap Kapolres.Namun demikian, Kapolres belum dapat menyebutkan waktu dan tempat
dimana para pelaku diamankan.Sebagai informasi, bentrok antar kelompok warga pecah pada Jumat, 28 Oktober 2022 (malam). Bentrok
antar dua kelompok warga ini juga
diketahui sudah terjadi beberapa hari sebelumnya. Aparat Kepolisian Polres Mimika, Polsek Mimika Baru dan
Satuan Brimob kemudian melakukan penanganan dengan cara memukul mundur kelompok
yang melakukan penyerangan dengan melepas tembakan gas air mata serta tembakan
peringatan. (stevi)
02 Nov 2022, 09:45 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru