Papuanewsonline.com
BERITA TAG Hukum
Homepage
Polres Keerom Berhasil Meringkus 7 Pelaku Komplotan Curanmor
Papuanewsonline.com, Keerom – Tujuh Orang pelaku komplotan Curanmor yang melakukan aksi pencurian motor (Curanmor) di Wilayah Kabupaten Keerom, diamankan Kepolisian Resor Keerom, Selasa (21/05/24).Kapolres Keerom melalui Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Jetny L. Sohilait, S.H., M.H menjelaskan Kasus Curanmor tersebut terjadi pada Senin (20/05) dini hari di Kampung Asyaman, Distrik Arso Kabupaten Keerom.Polisi mengamankan ketujuh orang pelaku dengan berinisial TS, AA, SW, SK,HS, IW,TS, yang masing-masing merupakan warga domisili dari Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura."Kasus ini bermula dari adanya laporan warga yang berhasil mengamankan pelaku saat mereka sedang melancarkan aksinya, kemudian Piket Polres Keerom yang mendapatkan informasi bergerak cepat mendatangi TKP dan mengamankan para pelaku," ungkapnya.Dari hasil pemeriksaan, ketujuh pelaku mengakui perbuatannya, para pelaku beraksi menggunakan mobil rental yang mereka sewa dari Sentani dan telah berhasil melakukan aksinya dibeberapa lokasi yang berbeda."Dari tangan pelaku kami mengamankan barang bukti berupa tiga unit sepeda motor berbagai type yang mereka simpan di hutan pada area antara Asyaman-Yuwanain dan rencananya akan dibawa ke kota Jayapura,”' terang Kasat Reskrim.Kini ketujuh orang pelaku telah diamankan di Rutan Polres Keerom guna pengembangan kasus dan penyelidikan lebih lanjut.Polisi juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Keerom untuk selalu berhati-hati dalam memarkirkan kendaraan bermotornya, terutama pada malam hari, agar disimpan didalam rumah atau menggunakan kunci ganda pada kendaraan. (PNO-12)
23 Mei 2024, 20:58 WIT
Pastikan Keamanan Kondusif, Kapolda Maluku Sidak Pospam Arbes
Papuanewsonline.com, Ambon - Untuk memastikan kesiapan personel dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di kawasan Air Besar, Desa Batu Merah, Kota Ambon, Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, SH., M.Hum melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pos Pengamanan pada Rabu tengah malam (22/5/2024).Saat melakukan pengecekan di Pospam yang didirikan Polresta Ambon ini, Kapolda didampingi beberapa Pejabat Utama Polda Maluku beserta Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.Untuk sementara, terdapat tiga titik Pospam yang didirikan Polresta Ambon. Pospam-pospam tersebut dibangun atas keinginan warga untuk mencegah pertikaian susulan.Selain mengecek kesiapan personel, Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga bertemu dan berdialog langsung dengan Ketua-ketua RT yang warganya saling bertikai hingga berdampak dan mengganggu kepentingan umum.Dalam dialog tersebut, semua ketua RT menyampaikan akan menjaga siskamling bersama-sama dengan warganya agar tidak lagi terjadi pertikaian. Ketua-ketua RT juga mengaku menyerahkan semua proses hukum terkait beberapa kasus yang terjadi kepada aparat kepolisian. Bahkan, mereka menyampaikan bahwa kasus penganiayaan yang terjadi tidak ada kaitan sama sekali dengan suku tertentu, tapi ini persoalan orang per orang di antar RT itu sendiri.Pada kesempatan tersebut, Kapolda menyampaikan agar para orang tua khususnya ibu-ibu juga memiliki peranan penting dalam menjaga lingkungannya, dan menjaga anak-anaknya agar tidak berkeliaran bebas di malam hari. Peran para orang tua dalam mengawasi aktivitas yang dilakukan anak-anaknya sangat penting, sehingga mereka tidak melakukan kegiatan yang menjurus pada perkelahian. Sebab, hal ini dapat meluas dengan melibatkan orang-orang dewasa maupun orang tua.Kapolda menekankan, sebanyak apapun pos yang didirikan, kalau mental dan perilaku warga yang senang bertikai dan main hakim sendiri, maka Pospam ini tidak akan ada artinya. Warga harus sadar hukum dan bukan malah memanas-manasi antar kelompok, bahkan saling menuduh serta membawa-bawa suku tertentu."Saya sudah melihat langsung di lokasi-lokasi yang sering bertikai ini, dalam 1 RT ini sudah berbaur berbagai suku di Maluku ini, jadi tidak ada lagi yang mengklaim RT ini adalah suku ini dan RT ini adalah suku ini, kita semua anak Maluku, anak Indonesia, kalau seperti ini terus maka kapan mau majunya Ambon ini," katanya. Kapolda mengaku wilayah ini banyak yang bersaudara, satu agama, bahkan daerah ini terkenal dengan adanya kampus-kampus atau perguruan tinggi. Harusnya daerah ini menjadi icon positif di Ambon, bukan malah menjadi simbol pertikaian antar sesama orang saudara di Ambon."Polda Maluku dan Polresta Ambon selama ini sudah melakukan semua tindakan kepolisian mulai dari pencegahan, sosialisasi, himbauan-himbauan, bahkan sampai penegakan hukum dan proses hukum para pelaku kejahatan di pengadilan. Tapi memang selalu ada dan muncul lagi pelaku atau oknum-oknum yang sengaja membuat daerah tersebut terjadi pertikaian," ungkapnya.Di sini, kata Kapolda, semua warga harus berperan untuk menjaga lingkungannya. Warga harus kompak agar jangan memberi kesempatan adanya peredaran minuman keras, terjadinya pemerasan dan kejahatan lainnya di wilayahnya. "Warga jangan terkesan menutup-nutupi orang yang melakukan perbuatan pidana, nanti kalau sudah terjadi pertikaian dan kerusuhan, Polri dan aparat keamanan yang disalahkan lagi," tegasnya. Kapolda mengatakan, Polri selama ini sudah terus melakukan monitoring di lapangan melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Namun di sisi lain tentu juga akan sangat terbantu apabila masyarakat juga berperan aktif membantu jika ada oknum masyarakat yang mulai berperilaku kriminalitas."Kalau ada perilaku kriminal dari oknum masyarakat segera laporkan ke aparat keamanan. Laporkan saja tanpa perlu adanya identitas pelapor, kita akan cek dan pasti akan kita proses hukum," tegasnya.Saat melakukan sidak, Kapolda dan Kapolresta mengecek kesiapan Pospam dan personil yang bertugas. Kapolda mengingatkan personel untuk selalu bertindak humanis dan bekerja sama dengan masyarakat. Personel juga diarahkan apabila ada pospam yang kurang pas posisinya maka dapat disesuaikan dengan kerawanan di lokasi tersebut."Saya berharap agar jangan ada lagi pertikaian antar sesama saudara, kasihan anak-anak dan kaum perempuan yang hidup dalam wilayah yang sering bertikai antar sesama yang membuat semakin buruknya citra daerah ini," pintanya. (PNO-12)
23 Mei 2024, 20:55 WIT
Polda Maluku Amankan Tiga Pelaku Judi Togel dan 1,4 Ton Miras
Papuanewsonline.com, Ambon - Satgas Operasi Pekat Salawaku Polda Maluku kembali melaksanakan operasi pemberantasan penyakit masyarakat di sekitar kawasan PGRI, Kota Ambon, Selasa (21/5/2024).Dalam operasi kali ini, tim mengamankan tiga terduga pelaku judi togel. Ketiganya merupakan wanita berinisial KK (40), ET (53), dan AS (49). Ketiganya telah dibawa ke kantor polisi bersama barang bukti yang ditemukan.Tak hanya itu, di tempat terpisah, tim satgas pekat juga mengamankan 1400 liter atau 1,4 ton minuman keras jenis sopi di desa Alang, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah.Miras tradisional tersebut ditemukan tersimpan di dalam 40 jerigen berukuran 25 liter. Ribuan liter minuman memabukan ini ditemukan di rumah SS (59), warga Alang.Selain mengamankan miras, identitas pemiliknya juga telah didata dan dipanggil untuk dimintai keterangannya di kantor polisi.Plt Kabid Humas Polda Maluku AKBP Aries Aminnullah S.Ik, mengungkapkan, operasi pekat merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolda Maluku yang menekankan pentingnya pemberantasan judi togel dan peredaran miras di Ambon.Berbagai penyakit masyarakat yang meresahkan warga seperti judi, miras, narkoba, premanisme, hingga praktik parkir liar dan lainnya, termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) menjadi sasaran operasi."Dengan operasi ini diharapkan keresahan masyarakat dapat berkurang dan lingkungan Kota Ambon dan sekitarnya menjadi lebih aman dan tertib," harapnya.Polda Maluku, lanjut AKBP Aries, berkomitmen untuk terus memberantas segala bentuk penyakit masyarakat guna menjaga ketertiban dan keamanan warga di wilayah hukumnya."Kami juga menghimbau masyarakat apabila melihat kegiatan yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas agar segera melaporkan kepada aparat kepolisian terdekat," pintanya. (PNO-12)
23 Mei 2024, 16:23 WIT
Ketua RT Arbes Meminta Warga Untuk Percaya Kepada Aparat Keamanan
Papuanewsonline.com, Ambon - Ketua-ketua RT di kawasan Air Besar, Desa Batu Merah, Kota Ambon, mengajak masyarakatnya agar dapat menahan diri dan mempercayakan semua proses hukum kepada aparat keamanan TNI dan Polri.Ajakan tersebut disampaikan menyusul terjadinya pertikaian antar warga di kawasan itu sejak Selasa malam (21/5/2025). Saat ini, puluhan aparat gabungan dari Kepolisian baik dari Polresta Ambon maupun Polda Maluku dan TNI telah dikerahkan untuk mencegah terjadinya pertikaian susulan.Bahkan, polisi telah mendirikan pos pengamanan dan pemantauan di beberapa lokasi yang dianggap rawan baik di kawasan Arbes maupun di sekitar wilayah kampus IAIN. Dua wilayah ini dianggap rawan terjadinya gesekan antar kedua komunitas warga yang berkonflik."Kami menghimbau masyarakat yang terlibat pertikaian agar dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu pertikaian susulan yang lebih parah," ajak Saiful Ishak, Ketua RT 06 RW 17 Desa Batu Merah saat ditemui dikediamannya.Hal yang sama juga disampaikan Mays Difinubun, Ketua RT 05 RW 17. Difinubun meminta warganya agar dapat menyerahkan kasus hukum yang terjadi kepada aparat keamanan khususnya Polri dibantu TNI."Percayalah kepada aparat keamanan (TNI dan Polri) untuk melakukan langkah penyelesaian dan penindakan hukum terhadap para pelaku penganiayaan yang memicu terjadinya bentrok warga," pintanya.Di tempat terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Prof. Dr. Abdullah Latuapo menghimbau masyarakat yang bertikai agar tidak mudah terprovokasi dengan isu yang sengaja diedarkan orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka hanya ingin melihat situasi kamtibmas tidak kondusif."Jangan mudah percaya dengan isu-isu yang beredar yang sengaja memanas-manasi situasi. Serahkan sepenuhnya semua masalah hukum dan prosesnya kepada aparat penegak hukum/ kepolisian. Percayakan polisi untuk menuntaskan persoalan yang terjadi," ajaknya.Sementara itu, Plt Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Aries Aminnullah S.IK menyampaikan, Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Lotharia Latif SH., M.Hum telah memerintahkan Kapolresta Ambon untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dengan membuat poskotis pengamanan dan proses penegakan hukum."Polda akan memback up sepenuhnya Polresta dalam penanganan di lokasi yang rawan pertikaian tersebut," ungkapnya.Kabid Humas juga menghimbau masyarakat dan teman-teman media dapat memberikan info dan membantu membuat berita akurat dan konfirmasi ke Polri sehingga tidak malah menimbulkan situasi yang tidak kondusif di masyarakat. (PNO-12)
23 Mei 2024, 10:10 WIT
Polri Ungkap Keberhasilan Pengamanan World Water Forum ke-10 di Bali
Papuanewsonline.com, Bali - Polri terlibat dalam pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali. Penyelenggaraan event internasional yang dihadiri beberapa kepala negara dan delegasi sejauh ini terbilang cukup aman dan sukses.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, keberhasilan Polri mengamankan penyelenggaraan KTT WWF tak terlepas dari persiapan yang matang."Bapak Kapolri selalu menginstruksikan ke Kaops Puri Agung dengan konsep perencanaan dengan matang termasuk bagaimana manajemen risiko dalam operasional kepolisian dan bagaimana mengantisipasinya, maka implementasi saat ini alhamdulilah situasi baik kondusif dan terselenggara dengan lancar," kata Trunoyudo di Bali, Rabu (22/5/2024).Kemudian, kata Trunoyudo, konsep operasi pengamanan yang dilakukan Polri adalah operasional terpadu sinergi antara Paspampres, TNI, dan Stakeholder Kementerian Lembaga."Kemudian di ruangan inilah (command center) dilakukan dinamisator oleh Kaposko yang kemudian bagaimana menggerakan seluruh pola pengamanan baik itu secara internal dengan satgas yang ada di Operasi Puri Agung serta pemangku kepentingan lainnya," ujarnya.Trunoyudo yang juga menjabat Kasatgas Humas Operasi Puri Agung menyampaikan beberapa apresiasi dari tokoh masyarakat, agama, adat di Bali termasuk delegasi dan beberapa pimpinan Kementerian Lembaga dengan keramahan yang dilakukan anggota Polri dalam pengamanan.Menurutnya, keramahan ini juga berasal dari masyarakat Bali yang memberikan suatu pengertian dan menjadi kultur ramah tamah sehingga delegasi juga nyaman."Selain sinergi dan kolaboratif juga tidak luput dari tokoh-tokoh di Bali sehingga situasi menjadi nyaman dan lancar," katanya.Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menuturkan, pengamanan yang dilakukan Polri dalam penyelenggaraan World Water Forum (WWF) ini adalah agenda rutin kepolisian setiap adanya event internasional di Indonesia."Polri selalu dilibatkan dalam event-event internasional tidak hanya di bali. Polri juga mengamankan event di Jakarta, Danau Toba dan berbagai event internasional. Tentu menjadi kewajiban tugas pokok, fungsi dan peran Polri," ucapnya.Harapannya, dengan adanya penyelenggaraan event WWF ini, Trunoyudo mengatakan generasi muda dapat melestarikan dan merawat alam serta air di masa mendatang."Untuk harapan tentu menjadi isu krusial salah satunya air. Menuju Indonesia emas generasi muda menjadi saksi sejarah sehingga ke depan Presiden Indonesia mengharapkan generasi penerus bisa melestarikan dan merawat alam dan air secara khususnya," katanya. (PNO-12)
23 Mei 2024, 09:55 WIT
Soal Kasus Vina, Anggota DPR Yakin Polisi Dapat Membongkar Kasus Ini Hingga Akar-akarnya
Papuanewsonline.com, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB Mohammad Rano Al Fath yakin bahwa pihak kepolisian dapat mengungkap kasus pembunuhan terhadap Vina dan kekasihnya Eki pada 2016 silam yang kini kembali mencuat usai film kematian korban ditayangkan.Al Fath menuturkan, dalam pengungkapan kasus ini, Polda Jawa Barat dibantu dengan Bareskrim Polri. Dengan begitu, ia pun yakin proses penyelidikan akan berjalan komprehensif dan transparan."Saat ini Bareskrim sudah turun tangan untuk memberikan petunjuk dalam penyelidikan kasus ini. Saya yakin bahwa dengan kehadiran Bareskrim, proses penyelidikan akan berjalan lebih komprehensif dan transparan," kata Al Fath kepada wartawan, Selasa (21/5/2024).Ia pun berharap dengan turunnya Bareskrim, semua bukti yang relevan dapat terungkap. Sehingga nantinya dalam kasus ini memberikan kepastian hukum yang adil bagi semua pihak yang terlibat."Polri sekarang sudah dilengkapi dengan personel maupun teknologi yang jauh lebih mumpuni dibanding 8 tahun lalu, jadi saya minta kita bisa optimalkan penggunaan sumber daya Polri untuk menahan DPO tersangka kasus dan membongkar kasus ini hingga akarnya," katanya.Dalam kesempatan ini, ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada pihak berwenang dalam menjalankan tugasnya, serta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi."Kami di Komisi III akan terus memantau jalannya proses hukum ini dan memastikan bahwa keadilan akan ditegakkan tanpa pandang bulu," katanya. PNO-11
22 Mei 2024, 21:57 WIT
IPW Sebut Langkah Polri Sudah Tepat di Kasus Vina, Masyarakat Jangan Termakan Hoaks
Papuanewsonline.com, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menilai langkah Mabes Polri di kasus pembunuhan Vina sudah tepat dan meminta masyarakat menunggu hasil penyidikan.Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyambut baik langkah pengerahan tim Bareskrim Polri sebagai asistensi penyidikan yang dilakukan oleh Polda Jawa Barat.Sugeng meyakini dengan adanya bantuan dari Mabes Polri tersebut, dapat semakin mempercepat pengungkapan ketiga pelaku kasus pembunuhan Vina yang masih tersisa."Polri melalui Bareskrim merespon dengan sangat baik. Menurunkan tim untuk mengasistensi Polda Jawa Barat menyidik kembali kasus Vina dan Eki," ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/5/2024).Di sisi lain, ia menyebut Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat sebelumnya juga mempunyai rekam jejak yang baik karena berhasil mengungkap kasus pembunuhan Subang yang sempat tidak terpecahkan."Artinya Polda Jawa Barat punya kemampuan, oleh karena itu kita dorong agar Bareskrim bisa ikut membantu Polda Jawa Barat membantu mengejar ketiga DPO," jelasnya.Lebih lanjut, Sugeng juga mewanti-wanti agar masyarakat tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi hoaks yang beredar di media sosial terkait kasus yang terjadi pada 2016 silam.Menurutnya penyebaran hoaks seperti itu hanya akan semakin memperkeruh keadaan dan menyulitkan proses penyidikan yang dilakukan Polda dan Bareskrim Polri.Ia lantas meminta agar masyarakat dapat bersabar dan menunggu serta mendukung proses penyidikan yang tengah dilakukan pihak kepolisian bisa terang-benderang."IPW mendukung proses penyidikan yang sedang dilakukan dan mendorong masyarakat agar dalam proses ini kita menunggu hasil dari Bareskrim dan Polda Jawa Barat," pungkasnya. (PNO-12)
22 Mei 2024, 19:19 WIT
Hadiri Pertemuan Bersama Warga Arbes, Ini Pesan Kapolresta
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Kombes Pol Driyano Andri Driyano Ibrahim, S.H, SIK menghadiri Pertemuan bersama Raja Batu merah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda Ketua RW, Ketua Ketua RT se wilayah Arbes dan juga dihadiri oleh sekretaris MUI Kota Ambon yang menjadi Tokoh Agama/Tokoh Adat, Selasa (21/5/2024).Pertemuan dilakukan pasca insiden yang terjadi di kawasan Arbes.Kapolresta saat memberikan arahan dan himbauan meminta agar semua pihak di arbes sama sama saling menjaga keamanan dan ketertiban hingga senantiasa dapat terjalin perdamaian dan persatuan di tengah tengah masyarakat sekitar Arbes bukan justru malahan terjadi terus perpecahan dan konflik di tengah- tengah masyarakat Arbes.Diakuinya, Polri senantiasa menjaga dan berupaya cipta kondisi agar senatiasa kondusif dan diharapkan masyarakat juga turut serta mendukung pihak kepolisian guna menjaga kamtibmas agar tetap kondusif.Menurut Kapolresta, kejadian-kejadian berbentuk pelanggaran hukum maupun konflik yang sering terjadi di arbes merupakan gambaran dari kharakter masyarakat yang sering mengabaikan hukum, yang sering main hakim sendiri."Kejadian ini sering terjadi main hakim sendiri dan yang ingin menyelesaikan masalah namun dengan cara salah (mengedepankan kekerasan). Seharusnya masyarakat menghormati hukum dan mempercayai aparat hukum yaitu Polri dengan cara menyerahkan segala permasalahan pelanggaran hukum untuk diselesaikan oleh Pihak Polri dan jangan main hakim sendiri dan tidak perlu melakukan tindak tindak kekerasan sebagai bentuk aksi balas dendam dan lain sebagainya yang malahan dampaknya bisa mengakibatkan konflik besar yang sulit penyelesaian nya dan akan banyak pihak yang malahan dirugikan akibat konflik," tandas Kapolresta.Kapolresta menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi mengkonsumsi miras karena miras sumber dari kekacauan/ pelanggaran hukum.Selain itu, masyarakat juga diminta tidak lagi menyimpan atau membawa serta menggunakan sajam berbentuk parang, panah, pisau, tombak dsb dan apabila masih ada yang menyimpan, membawa atau menggunakan sajam akan langsung di tangkap oleh pihak kepolisiian untuk di proses secara hukum."Orang tua orang tua (bapak dan ibu) adalah sebagai tauladan anak anak di rumah oleh sebab itu berikan didikan budi pekerti, dan harus senantiasa mengawasi pergaulan anak-anaknya sehingga anak anak berkembang menjadi generasi muda yang bermental baik, berwawasan luas, bertakwa dan beriman kuat kepada ajaran agama, punya daya juang yang tinggi dalam untuk mengukir prestasi serta dapat menghindarkan diri dari penyalah gunaan miras, narkoba dan lain lain. Jangan justru orang tua nya yang suka bikin rusuh dan bertikai malahan jadi contoh buruk bagi generasi muda," tegasnyaKapolresta juga berharap, para tokoh masyarakat dan tokoh agama harus senantiasa memberikan arahan dan bimbingan kepada masyarakatnya. Tokoh pemuda harus membuat aktifitas aktifitas yang positif dalam mengisi kegiatan sehari hari."Anggota polresta Ambon akan senantiasa berjaga dan juga memantau situasi di wilayah Arbes guna antisipasi kejadian kejadian tersebut dapat terulang. Kita juga telah menempatkan anggota siaga di sekitar wilayah Arbes. Polisi terus telah berupaya untuk melakukan langkah langkah guna menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas agar tetap kondusif," tambah Kapolresta.Raja Batu merah dan beberapa tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh pemuda juga telah menyampaikan pendapat, harapan dan usulan sehingga di capai kesepakatan bersama yakni mulai saat ini apabila masih ada pelanggaran pelanggaran hukum diserahkan dan dipercayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan seluruh elemen masyarakat di sekitar Arbes Batu merah mendukung sepenuhnya langkah langkah kepolisianMasyarakat disekitar Arbes berjanji untuk tidak lagi melakukan aksi aksi yang bisa mengarah konflik ataupun pelanggran hukum.Diakhir pertemuan tersebut maka telah disepakati bersama disetujui oleh seluruh masyarakat yang hadir dimana seluruh warga berharap pelaku penganiayaan yang dari beberapa kali kejadian agar segera ditangkap dan diharapkan anggota Polri intens melakukan patroli serta pemantauan langsung di lokasi lokasi rawan kejadian pertikaian terutama di sekitar wilayah RT 05 ,06 dan RT 01,02 di Arbes yang sering bertikai hingga jatuh korban.Wargapun juga berharap ada penempatan polisi di beberapa lokasi yangbrawan di Arbes agar dapat menjaga jangan sampai terjadi penyerangan penyerangan dari kelompok kelompok masing masing lokasi di arbes (PNO-12)
22 Mei 2024, 18:26 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru