Papuanewsonline.com
BERITA TAG Hukum
Homepage
Polres Intan Jaya Selidiki Pembakaran Alat Berat Milik PT. Gunung Selatan di Kampung Galunggama
Papuanewsonline.com, Intan Jaya - Polres Intan Jaya tengah melakukan penyelidikan terkait pembakaran alat berat milik PT. Gunung Selatan yang terjadi di Kampung Galunggama, Distrik Sugapa, pada hari Selasa (28/05). Peristiwa tersebut menimbulkan kerugian signifikan bagi perusahaan yang sedang melakukan proyek pembangunan jembatan di kawasan tersebut.Kapolres Intan Jaya AKBP Afrizal Asri, S.I.K., pada Rabu (29/05), mengungkapkan bahwa pembakaran tersebut diduga kuat dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Insiden ini diketahui setelah aparat keamanan yang hendak melakukan pengecekan di lokasi sempat terlibat kontak tembak dengan kelompok tersebut.“Kami sedang mendalami kasus ini dan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta masyarakat setempat untuk mendapatkan fakta-fakta tambahan guna mengidentifikasi pelaku di balik kejadian ini,” ujar AKBP Afrizal Asri.Alat berat yang dibakar adalah sebuah excavator milik PT. Gunung Selatan, yang digunakan dalam proyek pembangunan jembatan di Kampung Galunggama. Pembakaran ini tidak hanya menghambat proyek pembangunan infrastruktur yang penting bagi masyarakat setempat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan para pekerja dan penduduk di sekitar lokasi proyek.“Pembakaran alat berat ini merupakan tindakan kriminal yang tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga masyarakat yang akan memanfaatkan jembatan tersebut. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangkap pelaku dan memastikan bahwa proyek pembangunan bisa berjalan kembali dengan aman,” tambah AKBP Afrizal Asri.Ia juga menegaskan bahwa aparat keamanan akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di daerah rawan konflik untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib. Kerjasama antara polisi dan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini,” tegasnya.Polres Intan Jaya berkomitmen untuk terus melakukan upaya-upaya penegakan hukum dan menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukumnya agar tetap kondusif. Investigasi lebih lanjut masih berlangsung, dan diharapkan dapat segera mengungkap pelaku serta motif di balik aksi pembakaran ini. PNO-11
31 Mei 2024, 18:30 WIT
Satgassus Polri Lakukan Pengawasan Pupuk Subsidi di Dua Kabupaten
Papuanewsonline.com, Jateng - Satgassus Pencegahan Korupsi Polri melakukan pemantauan penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Gunung Kidul. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 28-31 Mei 2024. Hotman selaku ketua tim menuturkan, kunjungan ke Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Magelang untuk melihat bagaimana penebusan pupuk bersubsidi secara hybrid, yaitu gabungan penebusan dengan kartu tani dan aplikasi I-Pubers secara bersamaan. Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Magelang, ujarnya, dipilih karena masyarakatnya sangat guyub dengan berbagai kearifan lokal.“Dengan kearifan itu diasumsikan kerumitan penebusan pupuk bersubsidi secara hybrid akan lancar di kedua kabupaten ini,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (31/5/24).Hotman menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan tim, sampai saat ini serapan pupuk masih rendah, yakni sekitar 20% di kedua kabupaten tersebut. Untuk Kabupaten Gunung Kidul biasanya memang serapan akan tinggi pada Agustus atau September tiap tahunnnya.Sedangkan untuk Kabupaten Magelang, biasanya serapan hanya sekitar 70% tiap tahunnya. Oleh karenanya, Satgassus meminta kepada Kepala Dinas Pertanian untuk mencermati sampai dengan bulan September dan apabila memang tidak terserap, tetap terbuka pupuk bersubsidinya di realokasi ke kabupaten lain dalam lingkup propinsi Jawa Tengah, sehingga penggunaan pupuk bersubsidi menjadi optimum.Temuan kedua bahwa Kabupaten Magelang yang memiliki sekitar 4000 petani terdaftar di E-RDKK belum mendapatkan kartu tani, sehingga para petani ini tidak bisa menebus pupuk bersubsidinya. Untuk itu Satgassus meminta agar Kadis Pertanian Kabupaten Magelang berkoordinasi intens dengan BRI Cab Kabupaten Magelang untuk memastikan petani bisa mendapatkan kartu taninya, sehingga petani tersebut bisa menebus pupuk subsidinya.Ketiga, para petani di kedua kabupaten yang mendapatkan alokasi kecil (di bawah 1 sak/50 kg), enggan menebus pupuknya mengingat dengan kartu tani petani harus datang sendiri ke kios untuk melakukan penebusan. Untuk itu Satgassus meminta agar PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) dalam waktu tertentu, terutama saat musim tanam, memfasilitasi penebusan bersama di kantor/balai desa, sehingga petani bisa menghemat biaya dalam penebusan pupuk subsidi ini. “Alternatif yang lain, Satgassus menyarankan jika sekiranya untuk petani-petani yang alokasinya kecil agar menggunakan penebusan I-Pubers saja sehingga dapat dilakukan penebusan secara berkelompok,” ungkap dia.Tidak hanya itu, Satgassus juga menemukan masih kurang efektifnya pengawasan yang dilakukan oleh dinas perdagangan pada kedua kabupaten tersebut, terutama untuk pengawasan ketersediaan stok pupuk di kios. Hal ini terjadi karena dinas perdagangan sama sekali belum mampu secara cepat untuk mengakses informasi stok di kios. “Untuk itu Satgassus meminta agar PIHC secara online menyediakan informasi stok di kios dan dinas perdagangan dan dinas pertanian mempunyai akses atas informasi tersebut,” ujar dia.Dalam kesempatan ini, ujarnya, Satgassus memberikan apresiasi kepada PIHC yang dalam waktu tidak terlalu lama akan mengintegrasikan transaksi penebusan dengan kartu tani dan melalui aplikasi I-Pubers. Sehingga, dengan integrasi kedua metode penebusan ini, dapat dihindari kelebihan salur dan membebaskan petugas kios dari kerepotan laporan dan kontrol-kontrol yang masih manual berbasis kertas.Dalam kesempatan ini, petugas kios meminta agar pemeriksaan-pemeriksaan transaksi di kios dapat dilakukan secara digital saja, mengingat segala transaksi telah dilakukan secara elektronik dengan kartu tani atau aplikasi I-Pubers. Satgassus pun menyatakan mendukung hal tersebut mengingat hal itu akan lebih meningkatkan efisiensi dan akan sangat membantu petugas kios dalam pelaporannya.Yudi Purnomo Harahap selaku Anggota Satgassus Pencegahan Korupsi Polri menambahkan, pemantauan ini penting untuk menekan adanya penyalahgunaan maupun penyelewengan pupuk subsidi. Sebab, jika terjadi kelangkaan dapat menyebabkan terjadinya kerugian keuangan negara.“Pemantauan ini untuk memastikan petani yang berhak mendapatkan pupuk subsidi benar-benar mendapatkannya tepat waktu sesuai kebutuhan sehingga tidak terjadi isu kelangkaan pupuk lagi,” tutur Yudi.Herbert Nababan selku Wakil Ketua Tim menambahkan, kegiatan ini dilakukan bersama Kementerian Pertanian, Bupati Gunung Kidul, Pj Bupati Magelang, serta pihak PT Pupuk Indonesia, Distributor Pupuk, dan Kelompok Petani. Dalam pertemuan tersebut ia pun menekankan kembali agar tidak ada penyelewengan terhadap penggunaan pupuk subsidi dan memastikan distribusi harus lancar sampai ke petani yang berhak. “Selain itu Satgassus juga memonitoring tindak lanjut pemkab dalam melakukan perubahan alokasi pascapenambahan kuota pupuk subsidi dari 4,7 ton menjadi 9,5 juta ton sehingga Pemda diharapkan bekerja sama dengan segenap unsur forkompimda,” ungkapnya.Kerja sama itu, lanjutnya, untuk mensosialisasikan dan menyampaikan informasi langsung kepada para petani di wilayahnya bahwa alokasi pupuk petani bersubsidi telah bertambah. Kemudian, petani sudah bisa melakukan penebusan, sehingga penambahan alokasi pupuk yang diberikan pemerintah memberi dampak kepada petani.“Tim juga melakukan kunjungan ke Kios Pupuk untuk memastikan ketersediaan stok pupuk dan penyaluran dilakukan dengan benar sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya. (PNO-12)
31 Mei 2024, 17:56 WIT
Kadivhumas Polri Tegaskan Kepolisian dan Kejaksaan Agung Baik-Baik Saja
Papuanewsonline.com, Jakarta – Polri menegaskan pihaknya dan Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak ada masalah dan baik-baik saja. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, meminta semua pihak untuk berkaca dari sinergitas kementerian/lembaga saat menghadiri launching Gov-Tech di Istana Negara, Senin lalu. Dia mencontohkan soliditas antara para pimpinan yakni Menkopolhukam, Panglima TNI, Kapolri, hingga Jaksa Agung."Bahwa kepolisian dan kejaksaan agung dalam keadaan baik-baik saja. Tidak ada permasalahan yang perlu dipermasalahkan," ujar Irjen Sandi saat Doorstop pers Mabes Polri, Kamis (30/5/2024).Irjen Sandi kembali mengatakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, hingga Menkopolhukan Hadi Tjahyanto, telah menyampaikan antara kedua belah pihak tidak ada permasalahan."Beliau (Kapolri) menyampaikan bahwa antara polisi dan jaksa baik-baik saja. Bahkan Bapak Jaksa Agung menyampaikan tidak ada masalah, baik-baik saja. Serta Bapak Menko Polhukam juga menyampaikan polisi dan jaksa adem ayem," terangnya."Kalau pimpinan sudah menyampaikan tidak ada masalah, berarti kami tinggal menyampaikan ke teman-teman bahwa antara kepolisian dan kejaksaan tidak ada masalah," lanjutnya.Lebih lanjut, Kadivhumas menilai sinergitas kementerian/lembaga kini sedang diuji. Terlebih kini Indonesia sedang berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi.Menurut Kadivhumas, program pemerintah yang bisa berjalan dengan baik, Proyek Strategis Nasional bisa berjalan dengan baik, inflasi yang bisa terjaga, Gross Domestic Product (GDP) yang saat ini sedang bertumbuh, semuanya ada karena soliditas dan sinergitas. Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, selain soliditas kementerian/lembaga, juga perlu adanya stabilitas dan keamanan. Oleh sebab itu, soliditas para pimpinan kementerian/lembaga tersebut, termasuk Kapolri dan Jaksa Agung, harus menjadi suri tauladan. "Yang ditujukan oleh para pemimpin lembaga, ada Bapak Menkopolhukam, ada Pak Panglima TNI, ada Bapak Jaksa Agung, dan Bapak Kapolri, itulah yang harus kita teladani sebagai anak buah untuk mewujudkan bahwa program yang sudah baik harus kita jaga untuk keberlangsungan bangsa ini, baik untuk pertumbuhan ekonomi maupun menjaga stabilitas keamanan," tutupnya. (PNO-12)
30 Mei 2024, 19:08 WIT
Polsek Karubaga Laksanakan Patroli Dialogis Demi Pastikan Kamtibmas Aman
Papuanewsonline.com, Karubaga – Wakapolsek Karubaga, Aipda Enos Waroi, memimpin langsung patroli dialogis di seputaran Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, pada Rabu (29/05). Patroli ini merupakan bagian dari agenda rutin Polsek Karubaga untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.Dalam patroli yang melibatkan beberapa anggota Polsek Karubaga ini, Aipda Enos Waroi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan himbauan kepada masyarakat serta memantau langsung aktivitas di daerah keramaian dan objek vital di wilayah Kota Karubaga. "Patroli dialogis ini merupakan agenda rutin yang kami lakukan untuk memberikan himbauan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ujar Aipda Enos Waroi.Hasil pemantauan menunjukkan bahwa situasi kamtibmas di seputaran wilayah hukum Polsek Karubaga berada dalam keadaan aman dan kondusif. Aipda Enos Waroi menegaskan bahwa patroli semacam ini akan terus dilakukan secara rutin untuk menjamin keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. "Dari hasil pemantauan, situasi kamtibmas di seputaran wilayah hukum Polsek Karubaga dalam keadaan aman dan kondusif. Hal ini akan kami lakukan secara rutin untuk menjamin keamanan dan kondusifitas secara berkala," tambahnya.Aipda Enos Waroi juga berharap bahwa dengan adanya patroli dialogis yang rutin, Polsek Karubaga dapat mengantisipasi gangguan kamtibmas, sehingga kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar. "Kami berharap dengan adanya patroli dialogis yang rutin kami lakukan ini, dapat mengantisipasi gangguan kamtibmas di wilayah Kota Karubaga, sehingga kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar," tutupnya.Patroli dialogis ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Dengan pendekatan yang humanis, diharapkan masyarakat merasa lebih aman dan terbuka dalam memberikan informasi yang dapat membantu polisi dalam menjaga kamtibmas.Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga Kota Karubaga. "Kami merasa lebih tenang dengan adanya patroli rutin dari Polsek Karubaga. Kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat sangat membantu dalam menjaga keamanan dan ketertiban," ujar salah satu warga setempat.Dengan komitmen yang kuat dari Polsek Karubaga, diharapkan Kota Karubaga akan terus berada dalam kondisi aman dan kondusif, mendukung terciptanya lingkungan yang nyaman bagi seluruh warganya. (PNO-12)
30 Mei 2024, 18:27 WIT
Polda Papua Lakukan Pengawasan Bus Guna Antisipasi Kecelakaan Lalu Lintas
Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepolisian Daerah Papua melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap bus kecil untuk pariwisata. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kota Jayapura. Dir Lantas Polda Papua Kombes Pol Abrianto Pardede, S.I.K saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.Dir Lantas mengatakan dalam rangka mengantisipasi kecelakaan lalu lintas, Ditlantas Polda Papua yang dipimpin Kasubdit Gakkum Kompol Zet Saalino, S.H., M.H. melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengecekan bus pariwisata, di Perum Damri dan Balai Terminal Entrop."Pengecekan dilakukan terhadap sopir dan kendaraan angkutan umum khususnya bus-bus pariwisata, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” ujarnya. Pemeriksaan kendaraan mencakup beberapa sasaran diantaranya yang terdiri dari dokumen, ijin operasional, serta pengawasan fisik kendaraan mulai dari ban, stir termasuk rem, wiper, spion, lampu dan sebagainya.Dari hasil pengawasan tidak ditemukan kendala berarti dan dari semua kendaraan yang diperiksa dinyatakan telah memenuhi standar keselamatan."Kami juga mengimbau kepada pihak terkait dan supir agar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan cara menyiapkan kendaraan secara baik, bisa layak jalan dan untuk supir tidak mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan dan mematuhi rambu lalu lintas," pungkasnya. (PNO-12)
30 Mei 2024, 18:15 WIT
TNI-POLRI Respon Cepat Teror KKB di Kabupaten Paniai
Papuanewsonline.com, Jayapura - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menebar teror di Kabupaten Paniai, Papua. Insiden terbaru terjadi pada Jumat malam 24 Mei 2024, ketika sekelompok KKB melakukan pengancaman terhadap tenaga medis, guru, anak murid dan pembakaran rumah warga yang mengakibatkan situasi mencekam bagi warga setempat.Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun beberapa warga mengalami luka ringan dan trauma psikologis. Aksi ini menambah daftar panjang kekerasan yang dilakukan oleh KKB di wilayah Papua, menimbulkan keresahan dan ketakutan di kalangan masyarakat.Ka Ops Damai Cartenz 2024 Kombes Pol. DR. Faizal Ramadhani, S.Sos., SIK., MH., melalui Kasatgas Humas AKBP Bayu Suseno, SH., SIK, MM., MH., mengutuk keras tindakan brutal tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan upaya maksimal. "Kami tidak akan tinggal diam, Tim gabungan dari Polri dan TNI sedang melakukan pengejaran terhadap kelompok ini. Kami akan memastikan keamanan dan ketenangan di Kabupaten Paniai kembali normal," ujarnya.Lebih lanjut AKBP Bayu menyampaikan, pihaknya akan meningkatkan pengamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat pada saat melaksanakan aktivitas."Kami akan meningkatkan jumlah aparat keamanan di daerah-daerah rawan dan patroli rutin untuk mencegah aksi teror lebih lanjut karena keselamatan warga adalah prioritas kami," ungkapnya. (PNO-12)
29 Mei 2024, 13:07 WIT
Polda Maluku Ungkap 98 kasus Narkoba Dari Januari Hingga Mei 2024
Papuanewsonline.com, Ambon - Sejak Januari hingga Mei 2024, Ditresnarkoba Polda Maluku dan Satresnarkoba Polres jajaran telah berhasil mengungkap sebanyak 98 kasus narkoba dengan jumlah tersangka 119 orang.Puluhan kasus narkoba yang terungkap di wilayah hukum Polda Maluku ini meliputi peredaran gelap sabu-sabu, ganja dan tembakau sintesis, baik skala kecil maupun besar."Pengungkapan narkoba sebanyak 98 kasus, dengan rincian kasus sabu sebanyak 60, kasus ganja sebanyak 25 dan kasus tembakau sintetis sebanyak 13. Sementara jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 119 orang," ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku, Kombes Pol Heri Budiarto, Senin (27/5/2024).Dari pengungkapan ini, barang bukti yang telah disita oleh Ditresnakoba dan Satresnarkoba Polres jajaran diantaranya sabu-sabu 143.1325 gram, ganja 853.55 gram, dan tembakau sintetis 56.6327 gram."Jika barang bukti tersebut dinominalkan dengan harga di pasaran gelap Maluku maka diperkirakan sebesar Rp. 600.000.000 (enam ratus juta rupiah)," katanya.Menurutnya, sebanyak 119 orang tersangka narkoba yang telah di proses hukum sampai ke dalam penjara berperan sebagai pemakai, pengedar hingga bandar narkoba."Menyikapi tudingan dari seseorang di media yang mengatakan bahwa penangkapan hanya dilakukan terhadap paket kecil, lebih baik datang ke kita dan akan diberikan penjelasan serta data yang akurat, jadi tidak hanya berasumsi dan beropini saja bahkan membuat statemen yang mendeskreditkan lokasi2 tertentu tanpa data yang jelas, tegas Kombes Heri.Menurutnya, tiap kasus yang ditangani memiliki kesulitan yang berbeda namun tidak ada kata kompromi atau takut bagi Polri atau BNN dan membedakan apakah ini kecil atau besar ,semua akan ditindak dan proses hukum berdasarkan alat bukti yang ada. Dari data yang ada, sebanyak 6 kasus besar dan menonjol terungkap dengan melibatkan bandar atau pemasok narkoba baik melibatkan orang sipil biasa bahkan ada yang juga melibatkan anggota Polri dan semuanya diproses bahkan bagi anggota yang terlibat diproses baik pidana maupun internal sampai dengan pemecatan dari dinas Polri."Kami Ditresnarkoba beserta jajaran akan terus melaksanakan penegakkan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba, tentu ini juga memerlukan peran serta masyarakat untuk menolak narkoba di lingkungannya, ujarnya. Tak hanya itu, Ditresnarkoba Polda Maluku dan Polres jajaran juga akan terus bersinergi dengan instansi terkait untuk lebih memaksimalkan pengungkapan."Kami juga menghimbau kepada siapapun jika ada informasi tentang penyalahgunaan narkoba agar disampaikan kepada kami, sehingga kami bisa tindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku," pungkasnya. PNO-11
29 Mei 2024, 13:07 WIT
Polda Papua Ajak Masyarakat Cegah Peredaran Narkoba di Papua dan 3 DOB
Papuanewsonline.com, Jayapura – Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Papua dan tiga Daerah Otonomi Baru (DOB). Ajakan ini disampaikan pada Senin (27/04), menyusul terungkapnya kasus peredaran narkoba jenis ganja di beberapa kabupaten dan kota di Papua."Terungkapnya peredaran narkoba jenis ganja di beberapa kabupaten/kota di Papua menunjukkan bahwa pencegahan terhadap peredaran narkoba harus digencarkan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat," kata Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo.Langkah represif terhadap para pengedar dan bandar narkoba di wilayah hukum Polda Papua terus dimaksimalkan. Polda Papua melakukan penegakan hukum yang ketat terhadap para pelaku sesuai dengan undang-undang yang berlaku. "Hal ini dilakukan agar pelaku kejahatan narkoba di Papua dan 3 DOB mendapatkan efek jera dengan hukuman yang tinggi sesuai dengan perbuatannya. Polda Papua tidak akan memberi ampun sedikit pun atas perbuatan mereka yang bisa merusak generasi muda, khususnya di wilayah hukum Polda Papua," tegasnya.Kombes Pol Ignatius Benny juga menjelaskan bahwa selain menindak tegas para pelaku, Polda Papua juga akan menyelamatkan para pecandu dengan langkah preemtif, preventif, dan rehabilitasi. "Para pelaku wajib ditindak tegas dan para pecandu akan kita selamatkan dengan cara dan langkah preemtif, preventif hingga rehabilitasi," jelasnya.Selain itu, peran orang tua juga sangat penting dalam mengawasi dan menjaga keluarga serta anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika yang dapat mengancam masa depan generasi bangsa. "Peran para orang tua sangat penting agar selalu mengawasi dan menjaga keluarga serta anak-anaknya, agar tidak terlibat penyalahgunaan narkotika yang dapat mengancam masa depan generasi bangsa," tambahnya.Kombes Pol Ignatius Benny mengingatkan bahwa Papua berbatasan langsung dengan negara PNG, di mana barang haram jenis ganja sering masuk ke wilayah Indonesia baik melalui darat maupun laut. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk turut aktif memerangi masalah ini. "Maka dari itu, masyarakat disarankan juga berperan aktif untuk memerangi persoalan ini, agar generasi bangsa kita tidak terjerumus dengan yang namanya narkoba," tegasnya.Peredaran narkoba jenis ganja di Papua terjadi karena luasnya jangkauan dan kondisi geografis yang menantang. Namun, Polda Papua berkomitmen untuk melakukan langkah nyata dalam menangani masalah ini, salah satunya dengan menggencarkan penyuluhan dan edukasi terkait bahaya narkoba. Penyuluhan ini akan dilakukan di sekolah, kampus, dan lingkungan masyarakat melalui Direktorat Narkoba bersama satuan di wilayah yang bekerja sama dengan instansi terkait.Dengan upaya kolaboratif dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan masalah peredaran narkoba di Papua dapat ditekan, dan generasi muda Papua dapat terlindungi dari bahaya narkoba. (PNO-12)
28 Mei 2024, 19:59 WIT
Satlantas Jayapura Tindak 2 Remaja Atas Aksi Berbahaya di Jalan Raya
Papuanewsonline.com, Jayapura – Sat Lantas Polresta Jayapura Kota mengambil langkah tegas menanggapi aduan masyarakat terkait perilaku berbahaya yang dilakukan oleh dua remaja di Jembatan Merah, berinisial VR dan JM. Kedua remaja tersebut terlihat mengangkat ban sepeda motor sambil melawan arus lalu lintas. Aksi mereka sempat terekam dalam beberapa video yang kemudian viral di media sosial, menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, Kompol Dian Novita Pietersz, S.I.K., menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh remaja-remaja tersebut sangat membahayakan, tidak hanya bagi mereka sendiri tetapi juga bagi pengendara lain. “Tindakan ini sangat membahayakan baik bagi diri mereka sendiri maupun pengendara lain,” ujar Kompol Dian dalam wawancara pada Senin (27/5) siang.Setelah menerima keluhan dari masyarakat dan melihat video yang beredar di media sosial, Satlantas bertindak cepat dengan menjemput remaja-remaja tersebut. Dalam video terlihat bahwa mereka mengemudi dalam kondisi yang tidak sehat, dan beberapa dari mereka diduga berada di bawah pengaruh minuman keras (miras).“Kami melakukan tilang maksimal kepada mereka karena pelanggaran yang mereka lakukan sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kecelakaan yang serius,” jelas Kompol Dian.Selain memberikan tilang, remaja-remaja tersebut juga diminta untuk membuat surat pernyataan permohonan maaf. Sebagai bentuk pembelajaran dan pencegahan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut, mereka akan diangkat menjadi Duta Kamtibmas. “Kami berharap sanksi sosial ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi mereka dan juga menjadi contoh bagi remaja lainnya untuk tidak melakukan pelanggaran serupa,” tambah Kompol Dian.Sebagai bagian dari sanksi sosial, para remaja tersebut diwajibkan melakukan kegiatan angkat ban sepeda motor tanpa menyalakan mesin di Lapangan Apel Mapolresta, di hadapan orang tua mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat menyadarkan mereka dan memberi efek jera.“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat bisa lebih sadar dan peduli terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” tegas Kompol Dian.Dengan tindakan tegas dan sanksi yang diberikan, diharapkan seluruh masyarakat dapat lebih disiplin dan mematuhi peraturan lalu lintas. Kasat Lantas mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib, demi keselamatan dan kenyamanan bersama di jalan raya. (PNO-12)
28 Mei 2024, 19:50 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru