Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Yonif Mobile 323 Buaya Putih Berikan Pelayanan Kesehatan Hingga Ke Pelosok
Papuanewsonline.com, Puncak - Selalu peduli dan berusaha meningkatkan kualitas kesehatan warga pedalaman, Prajurit Satgas Mobile Yonif 323 Buaya Putih memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu kemarin (14/07/24).Danpos Eromaga Lettu Inf Anggun mengatakan dalam kegiatan tersebut, Tim Kesehatan Pos Eromaga berkeliling kampung dan memberikan layanan kesehatan bagi warga Kampung Eromaga.“Kegiatan kami ini ikhlas dan semata-mata hanya untuk membantu mengatasi kesulitan warga khususnya masalah kesehatan di wilayah pedalaman,” ujarnya."Kami berharap, kehadiran Satgas Yonif 323 dapat membantu meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat hingga ke pelosok wilayah pedalaman Papua," tutup Danpos. (PNO-12)
15 Jul 2024, 18:36 WIT
Satgas Yonif 122/TS Beri Bingkisan dan Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Papua
Papuanewsonline.com, Keerom - Mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat Pos Km 76 Satgas Pamtas Statis RI-PNG Yonif 122/TS memberikan bingkisan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kampung Uskuar dengan mengunjungi tiap rumah warga yang berada di sekitaran Pos Km 76 di wilayah Kampung Uskuar, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Papua , Senin (15-07-2024).Danpos pos km 76 Letda Inf Rejeki Barus dalam keterangannya mengatakan, bahwa berbagai cara dilakukan Satgas untuk terus mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat khususnya, salah satunya melalui kegiatan memberikan bantuan berupa bingkisan dan pelayanan kesehatan secara gratis, Kegiatan tersebut akan tetap kami laksanakan hingga menjelang purna penugasan, karena memberikan bingkisan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat merupakan kegiatan sosial positif yang perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.Personel kesehatan juga dihadirkan dalam kegiatan tersebut dengan memeriksa kondisi kesehatan warga serta memberikan obat obatan sesuai dengan keluhan yang laporkan oleh masyarakat adapun kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan persaudaraan antara TNI dengan masyarakat agar adanya keberadaan Satgas ditengah-tengah masyarakat bisa membantu kesulitan atau kendala yang terjadi.Dalam kesempatan tersebut salah satu masyarakat Kampung Uskuar bapak Stevanus kemikir (36) mengucapkan terimakasih kepada personel Pos Satgas, yang sudah banyak membantu, mengayomi dan peduli kepada kepada masyarakat.Seperti penyampaian Dansatgas Letkol Inf Diki Apriyadi, S, Hub.Int, tugas pokok Satgas Yonif 122/TS menjaga keutuhan wilayah perbatasan darat RI-PNG, juga mempunyai tugas tambahan yaitu seluruh prajurit melaksanakan kegiatan teritorial yang bersifat membangun, melayani, dan mengayomi masyarakat perbatasan Papua. (PNO-12)
15 Jul 2024, 16:11 WIT
Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga Gereja GKI Abraham Rollo Green
Papuanewsonline.com, Jayapura - Dalam rangka Program Kerja Persekutuan Kaum Bapak (PKB) dan Persekutuan Wanita (PW), serta untuk memeriahkan Hari Bhayangkara Ke-78, sebuah kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis dilaksanakan di Halaman Gedung Gereja GKI Abraham Rollo Green, Kampung Koya Tengah, Kota Jayapura, Sabtu (13/7).Acara ini diselenggarakan oleh Polda Papua bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan kesempatan kepada jemaat GKI Abraham Rollo Green dan warga setempat untuk berpartisipasi dalam aksi sosial yang bermanfaat. Dengan berpartisipasi dalam donor darah, para peserta dapat berkontribusi pada peningkatan stok darah yang sangat dibutuhkan oleh mereka yang membutuhkan.Kabid Dokkes Polda Papua, Kombes Pol. dr. Bambang Pitoyo Nugroho, Sp.S., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. "Pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan memberikan kesempatan bagi warga untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka lebih awal, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan," ucapnya.Dalam kegiatan ini, warga tidak hanya dapat mendonorkan darah tetapi juga melakukan pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah secara gratis. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan di kalangan masyarakat.Sambutan masyarakat terhadap acara ini sangat positif. Banyak peserta mengapresiasi inisiatif ini, berharap agar kegiatan serupa dapat diadakan secara rutin. “Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Ini membantu kami menjaga kesehatan dan memberikan kesempatan untuk berkontribusi,” ungkap salah satu peserta.Dengan semangat kebersamaan, acara ini tidak hanya merayakan Hari Bhayangkara, tetapi juga memperkuat solidaritas dalam komunitas. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan di masa depan untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Jayapura. (PNO-12)
15 Jul 2024, 12:40 WIT
Kunjungi SMA Siwalima Polwan Polda Maluku Berikan Edukasi Cegah Kasus Bullying
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Wanita Polda Maluku terus memberikan edukasi kepada para pelajar di Kota Ambon untuk bersama-sama mencegah terjadinya kasus bullying atau perundungan di sekolah.Hari ini, Jumat (12/7/2024), SMA Siwalima Ambon dikunjungi tim Polwan Polda Maluku untuk memberikan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya kasus bullying / perundungan di lingkungan sekolah atau kepada anak di bawah umur.Kegiatan dengan nama program "Mangente Anak Sekolah" ini diikuti oleh sebanyak 147 orang siswa kelas lX. Mereka dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok satu 30 siswa, kelompok dua 30, kelompok tiga 30, kelompok empat 28, dan kelompok lima sebanyak 29 orang siswa.Turut hadir mendampingi para siswa yaitu kepala sekolah, La Sini La Haya, S.Pd bersama 5 orang guru pendamping lainnya yakni J. Risambessy, S.Pd , M.Pd; R. Talahaturuson, S.Pd; Riska Siahainenia, S.Pd; Priscilla Trusdy Pattiata, S.Psi, M.Psi; dan E. Tahalea, S.Pd.Sosialisasi tersebut dipimpin ketua tim yaitu Ipda Siti Nur Asmain Mail. Ia didampingi oleh 9 personel Polwan Polda Maluku.Ipda Siti Nur Asmain Mail, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini menindaklanjuti permintaan dari Kepala SMA Siwalima Ambon."Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk menyikapi maraknya kasus bullying/perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah terhadap anak di bawah umur, sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi untuk pencegahan," kata Asmain.Selain itu, Asmain mengaku kegiatan yang dilaksanakan tersebut, juga merupakan penjabaran dari program Kapolda Maluku yaitu "Basudara Manise".Berbagai materi sosialisasi dan edukasi diberikan kepada anak-anak. Seperti apa itu bullying/perundungan, jenis-jenis bullying, dampak bullying bagi korban, cara pencegahan, dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi bullying."Kami juga memberikan edukasi kepada para siswa tentang upaya pencegahan terjadinya kasus bullying," jelasnya.Tak hanya itu, Polwan Polda Maluku juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga diri dari orang asing yang berusaha untuk melakukan kejahatan. "Kami juga memberikan pembelajaran bagi anak untuk menghindari ajakan dari orang yang tidak dikenal," ungkapnya. (PNO-12)
13 Jul 2024, 19:46 WIT
Sosialisasi Bahaya Narkoba, Miras, dan Kekerasan di SMA Gabungan Jayapura
Papuanewsonline.com, Jayapura - Kasat Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota, AKP Irene Aronggear, S.H., menggelar kegiatan sosialisasi tentang bahaya narkoba, miras, dan kekerasan di Aula SMA Gabungan Jayapura.Kegiatan ini berlangsung pada pukul 08.00 WIT hingga selesai, dengan diikuti oleh 84 peserta didik baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (12/7).Dalam sosialisasi tersebut, AKP Irene menyampaikan materi tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)."Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik baru mengenai bahaya narkoba, minuman keras, dan kekerasan yang dapat merusak masa depan mereka," ujar AKP Iren saat di wawancarai usai kegiatan.Materi pertama yang disampaikan oleh AKP Irene adalah jenis dan penggolongan narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya termasuk minuman beralkohol. Peserta diajak untuk mengenali berbagai jenis narkotika serta bahayanya bagi kesehatan fisik dan mental. "Pengetahuan ini penting agar siswa bisa mengenali dan menghindari bahaya tersebut," tambahnya.Selain itu, AKP Irene juga membahas dampak penyalahgunaan narkoba bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, bangsa, dan negara. Ia menjelaskan bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga berdampak negatif pada aspek sosial dan ekonomi."Penyalahgunaan narkoba bisa menghancurkan kehidupan pribadi dan membawa kerugian besar bagi masyarakat luas," tegasnya.Pada sesi berikutnya, AKP Irene memaparkan strategi pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika. Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam memerangi narkoba."Kerjasama antara pihak kepolisian, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memberantas peredaran narkotika," jelasnya.Untuk memberikan gambaran nyata, AKP Irene menampilkan beberapa gambar dan dokumentasi mengenai narkotika. Peserta didik baru tampak antusias dan banyak yang terkejut melihat dampak destruktif yang ditimbulkan oleh narkoba."Visualisasi ini diharapkan bisa memperkuat pesan yang kami sampaikan, serta kami berharap para generasi muda ini dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam upaya pemberantasan narkotika," pungkasnya. (PNO-12)
13 Jul 2024, 11:11 WIT
Polres Mamberamo Raya Beri Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Kebakaran
Papuanewsonline.com, Mamberamo Raya – Pasca terjadinya kebakaran hebat yang mengakibatkan 32 kios dan 3 rumah hangus terbakar serta menelan satu korban jiwa, Kapolres Mamberamo Raya AKBP Supraptono, S.Sos., M.Si., mengambil langkah cepat untuk menangani insiden tersebut. Korban meninggal dunia telah diberangkatkan ke Makassar untuk dimakamkan pada Minggu, 7 Juli 2024.Kapolres Mamberamo Raya menjelaskan bahwa langkah-langkah kepolisian yang dilakukan mencakup olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Sat Reskrim Polres Mamberamo Raya yang dibantu oleh Polsek Mamberamo Tengah. Hasil sementara dari olah TKP menunjukkan bahwa titik api berawal dari rumah yang tidak berpenghuni akibat korsleting pada aliran panel solarsel di dalam rumah kosong tersebut.“Dari hasil sementara olah TKP di lapangan, dugaan sementara kebakaran disebabkan oleh korsleting pada aliran panel solarsel di rumah kosong. Namaun hal ini masih kami dalami dan akan terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran ini,” ujar Kapolres.Selain itu, Kapolres juga melaksanakan pendekatan kepada keluarga korban kebakaran untuk mengurangi rasa traumatik yang dapat berdampak pada kondisi psikologis mereka. Salah satu bentuk perhatian yang diberikan adalah bantuan sembako berupa beras, mie instan, air mineral, dan kebutuhan lainnya kepada keluarga korban yang sementara tinggal di Masjid Al-Ihkwan Kasonaweja.“Kami memberikan bantuan sembako kepada keluarga korban untuk meringankan beban mereka. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit membantu mereka yang saat ini tinggal di tempat sementara,” tambah Kapolres.Kapolres Mamberamo Raya juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan aliran listrik, khususnya panel solarsel, karena beberapa kejadian kebakaran di Kabupaten Mamberamo Raya disebabkan oleh korsleting pada panel solarsel.“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan aliran listrik, terutama panel solarsel. Untuk para korban kebakaran, kami meminta agar tetap bersabar dengan semua yang telah terjadi. Kami akan terus berusaha memberikan bantuan yang diperlukan,” tutup Kapolres. (PNO-12)
09 Jul 2024, 13:06 WIT
Wakapolres Buru Bersama Personil Evakuasi Warga Yang Terkena Banjir di Desa Grandeng
Papuanewsonline.com, Buru - Wakapolres Buru Kompol H. Akmil Djapa S.Ag bersama,Kabag Ops Polres Buru AKP Deny Lubis S.I.K.M.M., Kasat Pol Air, AKP A.Samabas, Kasat Samapta Iptu Andre Layan, Kapolsek Waeapo Iptu Wira, dengan 40 personil gabungan dari Polres Buru dan Polsek Waeapo telah melakukan evakuasi terhadap warga Desa Grandeng, Kecamatan Lolong Kuba, Kabupaten Buru yang terkena dampak banjir akibat meluapnya Sungai Waeapo.Kejadian ini telah menarik perhatian banyak pihak mengingat dampak banjir yang cukup parah terhadap warga dan infrastruktur di desa tersebut.Banjir di Desa Grandeng terjadi akibat meluapnya Sungai Waeapo. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat sungai tidak mampu menampung debit air, sehingga mengakibatkan banjir di beberapa area pemukiman. Kejadian ini tidak hanya mengakibatkan kerugian material tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari warga.Peran Kompol H. Akmil Djapa S.Ag dalam Evakuasi Warga Sebagai Wakapolres Buru, Kompol H. Akmil Djapa S.Ag memimpin langsung aksi evakuasi. Beliau mengkoordinir penanganan cepat terhadap situasi, memastikan bahwa warga yang terdampak bisa dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Kepemimpinan dan tanggung jawab yang ditunjukkan oleh Kompol Akmil dalam peristiwa ini sangat krusial dalam menjamin keselamatan warga.Keterlibatan 40 personil gabungan dalam operasi evakuasi ini menunjukkan sinergi yang baik antara Polres Buru dan Polsek Waeapo. Personil gabungan tersebut bertugas tidak hanya dalam melakukan evakuasi, tetapi juga dalam memberikan pertolongan pertama dan menjamin kebutuhan dasar para korban terpenuhi.Solidaritas dan kerja keras mereka menjadi kunci keberhasilan operasi penyelamatan di tengah kondisi yang tidak mudah.Tantangan dan Hambatan selama Evakuasi Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Tim penyelamat menghadapi berbagai tantangan, termasuk akses jalan yang terputus akibat banjir, kondisi cuaca yang tidak menentu, dan risiko bencana susulan. Namun, dengan perencanaan yang matang dan kerja keras dari semua pihak, hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi, memastikan proses evakuasi berjalan lancar.Dampak banjir terhadap Desa Grandeng sangatlah besar. Banyak warga kehilangan tempat tinggal, sementara aksesibilitas dan infrastruktur penting seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan serius. Keadaan ini membutuhkan respon cepat dari pemerintah setempat dan dukungan dari masyarakat luas untuk pemulihan. (PNO-12)
06 Jul 2024, 17:42 WIT
Diterjang Badai, Kapal KM. Artomoro 2 Tenggelam Di Perairan Timor Leste
Papuanewsonline.com, NTT – Insiden tenggelamnya Kapal KM. Artomoro 2 jenis kapal besi dengan bobot muatan 637 GT yang ditumpangi 16 kru kapal saat mengangkut bahan bangunan, pada kamis sore (30/06) kapal tersebut berlayar dari pelabuhan Flores Propinsi NTT dengan tujuan Kabupaten Bade Propinsi Papua Selatan, kapal mengalami musibah diterjang badai dan gelombang ketika berada di selat Timor antara pulau Atauro (Negara Timor Leste) dengan pulau Lirang (Negara Republik Indonesia) pada Selasa (02/07) sekitar pukul 11.00 Wita, akibat insiden tersebut kapal terbalik dan tenggelam sementara ke 16 crew kapal berupaya menyelamatkan diri.Sesuai informasi yang dihimpun diketahui para kru kapal diselamatkan oleh petugas Polisi perairan Republik Demokratic Timor Leste (RDTL), Marine Timor Leste, Imigrasi Timor Leste bersama Walikota Atauro dengan menumpang kapal patroli, sejumlah 10 ABK ditampung di Pos UPM Pulau Atauro sedangkan 5 ABK lainnya dirawat di Rumah Sakit Atauro, untuk 1 orang ABK dinyatakan hilang terbawa arus dan masih dilakukan pencarian.Dari rincian jumlah 15 crew kapal yang selamat dengan identitas antara lain : Suhardi (Nakhoda), Ahmad Taukorohman, Mahadin, La Ode Muhamad Hafis, Derek Nunumete, Muhamad Irland, David Surya Perdana, I Ketut Harmono, Nofa Triswana, Paskalis Agung Hurek Makin, Rivaldi Ega Pratama, Ujang Rizki, Thomas Adi Sastra, Muhamad Rehan Dwi Putra Arrosaq dan Melkianus M. Supit, sedangkan 1 ABK yang hilang an. Purwanto.Upaya pencarian terus dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Wetar Barat maupun aparat TNI–Polri diantaranya Plh. Camat Corneles Makati, Dan Posal BKO Pulau Lirang Lettu Ardana bersama 2 anggota, Syahbandar Pulau Lirang Jhon Lela Dara, Kapospol Pulau Lirang Bripka Oktovianus, Bhabinkamtibmas Bripda A. Malau dan Babinsa Praka Reno Kakisina dengan menyusuri pesisir pantai Desa Ustutun bersama warga namun belum membuahkan hasil.Korban Purwanto terdampar ditepi pantai dan ditemukan oleh warga nelayan asal kota Mametang Kotamadya Atauro yang baru pulang melaut sekitar pukul 03.00 Wita pada Kamis subuh (04/07/2024), berita tersebut dilaporkan ke Pos UPM Pulau Atauro dan ditangani oleh Kepolisian setempat, jenasah korban akhirnya dibawa dan disemayamkan di Rumah Sakit Atauro.Terkait hal tersebut Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Pulung Wietono, S.I.K melalui Kapolsek Wetar Ipda Giovani B. M. Toffy, S.H saat dikonfirmasi mengatakan, adanya kejadian tenggelamnya kapal KM. Artomoro 2 di Selat Timor antara pulau Atauro (Negara Timor Leste) dengan pulau Lirang (Negara RI) merupakan sebuah fenomena alam yang tidak dapat dipungkiri, insiden tersebut kiranya sebagai pelajaran kepada kita untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktifitas di laut apalagi saat ini dengan kondisi cuaca laut yang ekstrim.“Informasi insiden tenggelamnya kapal KM. Artomoro 2 maupun peristiwa penemuan jenasah 1 ABK yang hilang tersebut kami dapatkan melalui koordinasi dengan Plh. Camat Wetar Barat Corneles Makati maupun pihak terkait lainnya, sebagai anggota Polri kami berkewajiban mengupayakan pencarian terhadap korban di pesisir pantai pada wilayah hukum kami namun korban berhasil ditemukan oleh warga Negara Timor Leste (RDTL) di pesisir pantai pulau Aturo. “ ujar Kapolsek Menurutnya, insiden tersebut dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain keadaan cuaca dilaut yang ekstrim/buruk dimana dipengaruhi oleh tingginya gelombang dan bertiup angin yang kencang, sementara itu kecelakaan laut diduga dapat dipicu karena adanya Over Capacity (Kelebihan muatan) sehingga menyulitkan kapal untuk melakukan manuver guna menghindar dari hantaman gelombang.“Sesuai hasil koordinasi kami dengan Plh. Camat Wetar Barat Corneles Makati diketahui bahwa pada pukul 09.00 Wita jenasah korban Purwanto dan 15 ABK lainnya akan di evakuasi oleh aparat Kepolisian Timor Leste dari pulau Atauro menuju ke Kedutaan Besar RI di Dili Timor Leste dengan menggunakan Kapal Cepat. “ tutup Kapolsek. (PNO-12)
05 Jul 2024, 13:55 WIT
Pencarian Hari Ketiga Korban Hilang, Dipimpin Kasat Pol Air Polres Buru
Papuanewsonline.com, Buru - Kasat Pol Air Polres Buru AKP Abdulrahman Sambas Pimpin Operasi pencarian Revan Wali, yang hilang di Sungai Waeapo pada hari Kamis, tanggal 4 Juli 2024, memasuki hari ketiga.Revan Wali, pelajar SMP berusia 13 tahun, dilaporkan hilang saat ia dan teman-temannya beraktivitas di sungai tersebut. Menurut keterangan Randi Rumbia, saksi mata kejadian, seekor buaya muncul dan menyerang Revan tidak lama setelah mereka mulai turun mandi di sungai.Pada hari ke-3 ini Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, diantaranya Personil Polsek Waeapo, Sat Pol Air Polres Buru, Basarnas, BPBD, dan masyarakat setempat, dengan jumlah personil gabungan mencapai lebih dari 70 orang. Pencarian dimulai dari Muara Sungai Waeapo di Desa Kaki Air, Kecamatan Kayeli, berlanjut ke Dusun Baman, Desa Ohilahin, Kecamatan Lolongguba namun karena Kondisi cuaca yang buruk, dengan hujan lebat dan banjir besar, menghambat operasi pencarian hari ke-3 ini.Meski menggunakan speed boat dan longboat, tim pencari mengalami kesulitan menjangkau lokasi tertentu karena arus sungai yang kencang dan adanya pohon-pohon yang turut hanyut terbawa arus sungai.Upaya pencarian intensif dari pagi hingga sore hari belum membuahkan hasil, korban Revan Wali belum juga ditemukan dan untuk mengantisipasi terjadinya bencana lainnya akibat keadaan Cuaca Ekstrim, Tim telah melakukan himbauan kepada warga setempat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan potensi banjir yang lebih besar.Karena kondisi alam yang tidak menunjang maka Operasi pencarian hari ke-3 dihentikan dan akan dilanjutkan lagi pada esok hari dengan harapan kondisi cuaca yang lebih baik.Pencarian di Sungai Waeapo merupakan tugas yang menantang mengingat variasi kedalaman dan keberadaan satwa liar seperti buaya.Sarana prasarana yang digunakan untuk menunjang proses pencarian diantaranya speed boat C3, long boat milik warga, mobil operasional Sat Polairud dan Basarnas serta 10 buah life jacket untuk keamanan personil pencari.Kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi dan banjir di Sungai Waeapo mengakibatkan luapan air hingga ke pemukiman warga. Kendala teknis seperti arus sungai yang kencang dan banyaknya rintangan berupa pohon hanyut, membuat area pencarian menjadi lebih sulit dijangkau. Keadaan ini menuntut kesiapsiagaan dan kehati-hatian ekstra dari tim pencari dan masyarakat setempat. (PNO-12)
05 Jul 2024, 13:47 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru