logo-website
Jumat, 10 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Aksi Saling Serang Warnai Hari Pencoblosan di Puncak Jaya, Papua Tengah Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Aksi saling serang warnai hari pencoblosan di Kantor KPU Puncak Jaya, Papua Tengah, Rabu (27/11/2024) sekitar pukul 12.40 WIT. Hal tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, Rabu (27/11) malam. "Iya kejadian itu benar, aksi saling serang antar kedua kubu massa pendukung nomor urut 1 dan 2 dengan menggunakan alat perang berupa panah di perempatan kios Jimmy sampai menuju Kompleks kuburan 7," ucap Kabid Humas. Kabid Humas mengatakan aparat gabungan TNI-Polri langsung merespon cepat kejadian tersebut dan mencoba melerai massa namun massa dari arah bawah juga mencoba menyerang Aparat gabungan. "Aksi saling serang berhasil melerai namun aksi susulan kembali terjadi sehingga terjadi pembakaran rumah milik warga," tuturnya. Kombes Benny mengatakan setelah 2 jam kemudian, situasi berangsur-angsur kondusif dan massa kembali ke posko masing-masing. Untuk kerugian materiil, Benny menjelaskan bahwa ada 40 unit rumah dan 1 Honai juga ikut dibakar massa, sedangkan untuk korban luka panah sebanyak 94 orang. "Jumlah korban sebanyak 94 orang dan rencana akan dirujuk ke RSUD Jayapura sebanyak 14 orang guna dilakukan penanganan lebih lanjut," pungkasnya. Sementara itu, Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara, S.H, S.I.K., M.H mengatakan saat ini personil Polres Puncak Jaya sedang mendalami terkait dengan motif dari kejadian tersebut dengan mengumpulkan data dan keterangan saksi di Tempat kejadian perkara (TKP)."Situasi saat ini di Kabupaten Puncak Jaya berangsur kondusif, Polres Puncak Jaya kini siagakan personel gabungan TNI-Polri untuk mencegah aksi susulan," tutup Kapolres Puncak Jaya. PNO-12 28 Nov 2024, 19:34 WIT
Polres Paniai Lakukan Penyelidikan Tewasnya Tukang Ojek Akibat Penganiayaan Otk Papuanewsonline.com, Paniai – Personel Polres Paniai telah melakukan penyelidikan terkait penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya salah satu tukang ojek di Ujung Bandara Enarotali, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai.Peristiwa Penganiayaan ini terjadi pada Rabu (27/11/2024), dan dari peristiwa penganiayaan tersebut, Personel Polres Paniai telah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., saat dikonfirmasi telah membenarkan peristiwa penganiayaan tersebut."Benar, pada hari Rabu tanggal 27 November 2024, sekitar pukul 06.30 WIT, bertempat di Ujung Bandara Enarotali, Kampung Kogekotu, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, telah terjadi Aksi Pembegalan/penikaman oleh OTK Terhadap Tukang Ojek,” ucap Kabid Humas Polda Papua. Dan ditempat terpisah Kapolres Paniai, Kompol Deddy A. Puhiri, A.Md., S.I.K., menjelaskan kronologi yang telah diambil dari beberapa keterangan para saksi, yang menjelaskan bahwa pada saat Akbal Fetli (24) tiba di Gorong-gorong Daroto untuk melakukan konten tiktok, dirinya mendengar Mama-mama Papua berteriak dengan menggunakan bahasa Paniai, kemudian Ia spontan merekam kejadian tersebut dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Paniai Timur."Nurhaidin (40) yang merupakan rekan sejawat korban menjelaskan, bahwa pada saat dirinya berada di sekitar tempat kejadian perkara, dan setelah kejadian itu dirinya lah yang membantu mengamankan kendaraan SPM R2 milik korban ke Polsek Paniai Timur," jelas Kapolres.Lebih lanjut Mustrip (57) yang juga merupakan rekan korban menjelaskan bahwa pada saat itu dirinya sedang mengantar penumpang ke Pelabuhan Ujung Bandara, dan saat itu dirinya mendengar suara motor roboh, kemudian Ia menengok ke sebelah kanan, dan ternyata yang jatuh dari motor adalah rekan ojeknya dalam keadaan tergeletak dan di tebas oleh 2 (dua) OTK dengan menggunakan sebilah parang ke tubuh korban.Adapun beberapa barang bukti yang diamankan, berupa 1 (satu) unit Spm R2 Honda Revo warna hitam dengan No. Pol: PA 4955 KL, 2 (dua) buah jaket warna abu-abu dan biru, baju kaos warna ungu, celana kain panjang warna biru dongker, 1 (satu) buah peci warna biru hitam, 1 (satu) buah sebo warna hitam, 1 (satu) pasang sarung tangan, 1 (satu) pasang sepatu boots, 1 (satu) buah celana pendek warna merah maroon, dan 1 (satu) buah dompet.Kapolres Paniai mengatakan bahwa saat ini Pihak Kepolisian daerah Paniai telah melakukan pencarian terhadap pelaku, serta menghimbau kepada masyarakat setempat jika ada orang yang mencurigakan untuk langsung dapat dilaporkan ke Polres. PNO-12 28 Nov 2024, 18:14 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT