logo-website
Senin, 13 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Polisi Temui Titik Terang Empat Jenazah Yang Tak Utuh Di Lampung Papuanewsonline.com, Lampung - Polisi menyatakan mulai adanya titik terang dari upaya mengidentifikasi empat jenazah yang tidak utuh ditemukan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Satu dari 16 laporan polisi yang masuk diduga ada kecocokan dari ciri-ciri salah satu jenazah Me. X.Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi menyebut, seorang jenazah yang menggenakan kaos bertuliskan Mamae Zahra Mimie Attar dengan logo kapal bertuliskan Sinar Intan memiliki ciri sama dengan informasi dari Bapak Kayim dan Ibu Juni. Keluarga yang melapor tersebut berdomisil di Cirebon, Jawa Barat.Keduanya juga mengirimkan foto kedua anaknya Kasi (35) dan Tarsoni (25) yang mengenakan pakaian tersebut. Menurutnya, kedua anaknya satu bulan lalu pergi mencari cumi dengan kapal nelayan Bintang Mutiara Jaya di perairan Cirebon.Kemudian, ujar Kapolres, kapal anak Bapak Kayim dan Ibu Juni mengalami kecelakaan. Tiga orang nelayan di kapal tersebut selamat dan sembilan lainnya belum ditemukan hingga saat ini.Menurut Kapolres, tim Dokkes perlu memastikan dengan melakukan tes DNA. Kendati demikian, pihak keluarga menyatakan belum dapat berangkat ke Lampung Selatan karena keterbatasan biaya.“Untuk lebih memastikan kembali bukti bukti otentik apakah memang ini benar keluarganya ini perlu juga kajian secara ilmiah seperti tes DNA dan pencocokan lainnya di Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda” jelas Kapolres dikutip Selasa (19/9/23).PNO-11 19 Sep 2023, 15:54 WIT
Polisi Dalami Kasus Pemalangan Dan Penembakan Yang Dilakukan KKB Terhadap Seorang Anggota Satpol pp Papuanewsonline.com, Pegunungan Bintang - Kepolisian Resor Pegunungan Bintang saat ini tengah mendalami insiden pemalangan dan penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Polpp) di Jalan Poros SMA N 1 Oksibil, Kampung Yapimakot, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Selasa (19/9/2023).Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., dalam keterangan menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Dirinya mengatakan, korban Simon Petrus Sroyer (44) merupakan pegawai honorer yang saat kejadian hendak menuju ke tempat kerjanya. “Saat berada di Jalan Poros SMA N 1 Oksibil, korban tiba-tiba dihentikan oleh sekelompok orang yang merupakan bagian dari KKB. Tiga pelaku datang dari arah berlawanan sementara dua pelaku lainnya muncul dari arah Jalan Keluar SMA N 1 Oksibil. Mereka membawa senjata laras panjang yang mengancam,” jelas Kabid Humas.Korban pada saat itu ditanyai oleh para pelaku mengenai tujuannya, dan korban dengan jujur mengatakan bahwa dirinya sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya. Namun, tanpa ampun, salah satu pelaku menembak korban dari depan dengan jarak hanya sekitar 2 meter. “Korban, dengan refleks mencoba menghindari serangan tersebut, tetapi sayangnya, tembakan pertama mengenai telinga kanannya,” lanjutnya.Tidak berhenti di situ, lanjut Benny, pelaku terus mengejar korban dan menembaknya lagi, kali ini mengenai pinggang bagian kanan. Meskipun terluka parah, korban berhasil melarikan diri dari tempat kejadian dengan menggunakan kendaraannya menuju Pos Gereja Bethel Indonesia (GBI) untuk meminta pertolongan.“Pihak keamanan yang berjaga di Pos GBI segera merespons situasi ini dengan mengamankan korban dan membawanya ke RSUD Oksibil untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut. Selain itu, satu unit sepeda motor dan sebuah helm INK berwarna putih turut diamankan di Pos GBI sebagai barang bukti,” tambah Benny.Kabid Humas mengecam keras tindakan keji KKB yang telah mengganggu keamanan dan keselamatan warga Papua. Dirinya menegaskan bahwa pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku-pelaku di balik beberapa kejadian di Kab. Peg. Bintang.“Kasus ini masih dalam penyelidikan intensif oleh aparat kepolisian setempat,” tutupnya.PNO-11 19 Sep 2023, 15:44 WIT
Operasi Zebra Cartenz 2023 Polda Papua, Resmi Berakhir Papuanewsonline.com, Jayapura – Operasi Lalu Lintas yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Papua dengan sandi Zebra Cartenz 2023, resmi berakhir.Selama 14 hari pelaksanaan yang dimulai pada 4 September lalu, Direktorat Lalu Lintas Polda Papua dan Polres Jajaran mencatat terjadi peningkatan jumlah pelanggar baik roda dua maupun roda empat."Jika dibandingan tahun 2022 jumlah pelanggar sebanyak 6.118 pelanggar sedangkan di tahun 2023 sebanyak 8.178 naik 2.060 atau meningkat 34%," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo saat dihubungi melalui Whatsapp, Senin (18/9/2023).Untuk pelanggaran yang ditemukan terekam electronic traffic law (ETLE) statis dan mobile di tahun 2022 sebanyak 700 dan di tahun 2023 sebanyak 172, turun 528 pelanggar."Kami juga melakukan teguran terhadap pelanggar lalu lintas di tahun 2023 sebanyak 5.892. Jika dibandingan tahun 2022 sebanyak 4.846 berarti terjadi peningkatan sebanyak 1.046," ucap Kabid Humas.Selain pelanggaran, selama Operasi Patuh Cartenz jumlah kecelakaan Lalu Lintas di Tahun 2023 juga mengalami penurunan. "Di tahun 2022 jumlah kejadian sebanyak 27 kasus sedangkan di tahun 2023 sebanyak 21 kasus, turun 6 kasus," ujarnya.Untuk korban meninggal dunia di tahun 2022 sebanyak 3 korban, sedangkan di tahun 2023 sebanyak 3 sehingga tidak terjadi peningkatan ataupun penurunan. Sedangkan luka berat di tahun 2022 sebanyak 5 korban dan di tahun 2023 sebanyak 5 sehingga tidak terjadi peningkatan ataupun penurunan.Sementara untuk korban luka ringan di tahun 2022 sebanyak 33 korban dan di tahun 2023 sebanyak 24 korban sehingga turun 9 korban. Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan lalu lintas tersebut juga menyebabkan kerugiaan materiil di tahun 2022 sebanyak Rp. 157.400.000 jika dibandingan tahun 2023 sebanyak Rp. 19.000.000 turun sebanyak Rp. 138.400.000.Kombes Benny berharap, Operasi Zebra Cartenz tahun 2023 yang digelar terpusat itu dapat menimbulkan kesadaran lalu lintas bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan."Kami harap ada kesadaran masyarakat sehingga terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) di Provinsi Papua," harapnya. (PNO-12) 19 Sep 2023, 13:11 WIT
Kabid Humas: Aksi Penyerangan KKB Di Pegubin, Tewaskan 1 Personel Satgas Ops Damai Cartenz Papuanewsonline.com, Pegubin – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Pegunungan Bintang kembali menebar teror. Kali ini KKB melakukan penyerangan terhadap personel Satgas Operasi Damai Cartenz yang melakukan patroli di Kampung Yapimakot, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, Senin (18/9/2023) sekitar pukul 11.00 wit.Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.Kabid Humas mengatakan kejadian berawal dari saat Aparat Keamanan melakukan patroli di Kampung Yapimakot, Distrik Serambakon. “Saat tiba di jembatan tanjakan Kantor Distrik Serambakon, tiba-tiba terdengar bunyi rentetan tembakan yang dilakukan oleh KKB dari kiri dan kanan sehingga terjadi kontak tembak,” ucap Kabid Humas.Lebih lanjut, Kabid Humas mengatakan dari peristiwa tersebut personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2023 Briptu Rudi Agung Azhari yang merupakan Brimob Sulawesi Utara BKO Polda Papua meninggal dunia.“Briptu Rudi Agung Azhari gugur setelah mengalami luka tembak di bahu kiri atas tembus ke belakang,” ungkap Kombes Benny.Kombes Benny juga mengungkapkan saat ini Aparat gabungan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan tersebut.“Saat ini kontak tembak antara personel gabungan dan KKB tersebut sudah berakhir dan situasi telah aman terkendali. Korban telah berhasil dievakuasi menuju RSUD Oksibil,” tutupnya. (PNO-12) 18 Sep 2023, 22:13 WIT
Mantan Kasatresnarkoba Polres Lampung Selatan, AKP AG Bakal Dipecat Dari Kepolisian Papuanewsonline.com, Lampung - Kapolda Lampung Inspektur Jenderal (Irjen) Helmy Santika membenarkan itu adalah sanksi terberat yang mengancam AKP AG akibat keterlibatannya dalam jaringan Freddy Pratama."Sanksi kepada yang bersangkutan adalah pemecatan tidak dengan hormat atau PTDH sebagai anggota Polri, selain sanksi pidana yang nanti akan dijatuhkan oleh pengadilan," "Kita Tidak ada tebang pilih, Hal ini Sebagai efek Jera dan menjadi contoh agar yang lain tidak mengikuti."kata Helmy di Mapolda Lampung, Jumat (15/9/2023).Sanksi tersebut adalah bentuk komitmen Polda Lampung untuk tidak tebang pilih terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba."Ini sejalan juga dengan kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk menindak tegas siapapun yang terlibat kasus narkoba, meskipun itu sendiri adalah anggota Polri," kata Helmy.Helmy menambahkan, Polda Lampung akan segera menggelar sidang kode etik kepada AKP AG.Menurutnya, sidang kode etik profesi ini baru bisa dilakukan saat ini karena Polda Lampung sebelumnya masih fokus mengembangkan tangkapan terhadap jaringan Freddy Pratama."Kita fokus dahulu pengembangan kasusnya, alhamdulillah sudah 27 tersangka, sejumlah barang bukti dan mengkait juga ke pelaku yang ada di LP (lembaga pemasyarakatan) yang merupakan suami dari selebgram asal Palembang berinisial APS," kata Helmy.Secara sederhana, Helmy mengungkapkan peran AKP AG dalam jaringan narkotika tersebut adalah melancarkan pengiriman saat melewati Lampung melalui pelabuhan Bakauheni menuju pelabuhan Merak-Banten."Peran AKP AG membantu melancarkan pengiriman sabu-sabu yang melewati Pelabuhan Bakauheni. Ini juga sedang kami dalami," kata dia.Diketahui, peredaran gelap jaringan internasional Freddy Pratama, setelah dikembangkan dengan telah ditangkapnya sejumlah tersangka, yang juga melibatkan selebgram asal Palembang berinisial APS yang bersuamikan seorang terdakwa yang saat ini menjalani pemidanaan di Nusa Kambangan berinisial KDF dengan barang bukti 35 kg sabu.Tersangka AG yang sempat menjabat sebagai kepala satresnarkoba di Polres Lampung Selatan.AG menjadi kurir melancarkan pengiriman sabu yang dikendalikan oleh tersangka KF yang kemudian terangkap di Djohor Malaysia berkat joint operation Polri dengan PDRM. (PNO-12) 17 Sep 2023, 10:12 WIT
Satgas Yonif 122/TS Pos Waris Temukan Narkoba Jenis Ganja Seberat 462 Gram Di Perbatasan RI-PNG Papuanewsonline.com, Keerom - Setelah rutin pelaksanaan Patroli Jalur Tikus (Jalur Tidak Resmi) Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sektor Utara Yonif 122/TS, yang berada di bawah naungan Korem 172/PWY Pos Waris melaksanakan Patroli di sekitar Pos Lintas Batas Tradisional Waris menghubungkan ke Perbatasan RI - PNG berhasil temukan Narkoba jenis Ganja, Kp. Banda, Distrik Waris, Kab Keerom, Porvinsi Papua. Kamis kemain (15/09/2023).Kegiatan Patroli Jalur Pelintasan dilaksanakan bagi masyarakat yang melintas/ melewati Gapura Lintas Batas RI - PNG dikarenakan perbatasan tersebut sering dilintasi oleh masyarakat baik dari PNG ke RI dan sebaliknya dari RI ke PNG dengan tujuan berkebun ataupun menjual hasil kebunnya dari PNG ke Indonesia tanpa ada identitas apapun.Hal tersebut bermula pada saat berlangsung pemeriksaan dan dengan keberadaan kami di tempat tersebut ada 1 orang pemuda dari PNG (OTK) tidak berani turun jalan kaki bersama masyarakat lainnya ke depan Kantor Pos Lintas Batas Tradisional tempat kami melaksanakan pemeriksaan, pemuda tersebut hanya berdiri diam di seputaran Gapura Perbatasan, Adapun jarak tempat kami melaksanakan pemeriksaan di Kantor Pos Lintas Batas ke Gapura Perbatasan (Tempat berdiri OTK) kurang lebih 150 meter, Hal tersebut dikatakan Danpos Waris Letda Inf Hasan Basri.Lanjutnya menerangkan, karena merasa curiga keberadaan pemuda tersebut tidak berani melintasi sedangkan masyarakat lain mereka melintasi pemeriksaan," melihat hal tersebut timbul kejanggalan, dan kami berinisiatif untuk mendatangi pemuda tersebut berjalan kaki mengarah Gapura Perbatasan dengan tujuan berkomunikasi/bertanya, namun pada saat kami baru jalan ke arah Gapura, Pemuda (OTK) tersebut langsung kabur meninggalkan Gapura Perbatasan dengan berlari masuk wilayah PNG, kamipun melaksanakan pengejaran tetapi dikarenakan sudah tidak masuk wilayah negara Indonesia, kami mengejar OTK hanya sampai batas Gapura Perbatasan saja"Terangnya.Setibanya di Gapura Perbatasan, kemudian Danpos memerintahkan anggota untuk melaksanakan pemeriksaan/pembersihan disekitar Gapura tempat pemuda tersebut berdiri untuk memastikan apa ada barang barang yang ditinggalkan OTK tersebut dikarenakan setiap masyarakat yang melintas Gapura Perbatasan dan Kantor Pos Lintas Batas Tradisional Waris selalu membawa barang bawaannya dengan tas, karung yang dijinjing atau di pikul di badan, sedangkan pemuda tersebut lari tidak membawa barang apapun.Pada saat berlangsung pemeriksaan disekitar Gapura Perbatasan, anggota menemukan benda mencurigakan seperti karung beras warna kuning yg sudah kusam di sembunyikan atau tersamar di tumpukan rumput, kemudian anggota mengamankan karung dan dibuka untuk di cek isi dari karung tersebut dengan hasil terdapat bagian atas diisi dengan Daun ubi dan dibawahnya terdapat Ganja yang sudah di pelastik bentuk paketan berjumlah 9 bungkus.Dikarenakan barang tersebut merupakan barang terlarang jenis Narkoba (Ganja), maka diamankan dibawa ke Pos Waris dan dilaporkan hasil penemuan ke Komando atas serta ditimbang jumlahnya sebesar 462 gram.Pelaksanaan Patroli Jalur Pelintasan selesai pada Pukul 17.15 WIT dalam keadaan aman dan selama melaksanakan Patroli serta personel dan materil aman dan lengkap. (PNO-12) 15 Sep 2023, 16:18 WIT
Mangkir Dari Panggilan Saksi, Gugun Diamankan Tim Pusintelad Di Daerah Jatirangga Papuanewsonline.com, Bekasi - Gunun adalah saksi kunci dalam perkara tindak pidana pemalsuan surat-surat tanah milik Mabes TNI yang terletak di Kelurahan Jatikarya Kecamatan Jatisampurna Bekasi Kota, akhirnya pada hari Kamis 14 September 2023, pukul 15.00 WIB diamankan oleh Tim Pusintelad dari tempat persembunyiannya di daerah Jatirangga Kecamatan Jatisampurna Bekasi Kota.Sebelum Sdr. Gunun diamankan oleh Tim Pusintelad, Dandenma Mabes TNI Brigjen TNI Mar Nawawi, S.E., M.M. telah memberikan himbauan kepada Sdr. Gunun agar segera datang untuk memenuhi panggilan dari Bareskrim Polri, guna memberikan keterangan sebagai saksi dalam perkara pemalsuan surat-surat tanah milik Mabes TNI. Namun himbauan tersebut tidak pernah dipatuhi oleh Sdr. Gunun Sehingga Dandenma Mabes TNI selaku Dansatgas Anti Mafia Tanah membentuk 2 (Dua) tim untuk membantu Bareskrim Polri mencari Sdr. Gunun untuk bisa dihadirkan dan selanjutnya diserahkan kepada Penyidik Subdit II Dittipidum Bareskrim Polri.  Menanggapi Ditemukannya Sdr. Gunun pada sore hari ini, Satgas Tim Hukum Anti Mafia Tanah Mabes TNI Kolonel Chk Agus Hari Suyanto, S.H. membenarkan bahwa Tim Pusintelad dalam pencarian Sdr. Gunun telah memetakan lokasi keberadaan Sdr. Gunun selama yang bersangkutan mangkir dari panggilan Bareskrim Polri.Sementara itu, Tim Penyidik Subdit II Dittipidum Bareskrim Polri yang dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan tentang telah ditemukannya Sdr. Gunun dan telah hadir untuk menjalani pemeriksaan secara maraton mulai sore hingga malam hari di Subdit II Dittipidum Bareskrim Polri.Menanggapi hal tersebut, Komandan Detasemen Markas Mabes TNI Brigjen TNI Mar Nawawi SE MM, sangat mengapresiasikan kerja keras dari Tim Pusintelad dan Tim Satgas Anti Mafia Tanah Mabes TNI yang telah menemukan Sdr. Gunun di persembunyiannya guna memberikan keterangannya sebagai saksi, agar perkara mafia tanah yang sudah cukup lama yaitu selama 23 tahun dan telah menjadi perhatian masyarakat luas, dan penyelesaian perkara terlapor Sdr. Dani Bahdani segera mendapatkan Kepastian Hukum, keadilan dan memberikan Azas Kemanfaatan. “Kami akan terus mempertahankan sejengkal tanah Aset Mabes TNI seluas 485.030 M² (48,5) Hektar, yang dipermasalahkan oleh mafia tanah akan saya kejar dimanapun mereka berada karena telah merugikan Mabes TNI,” ujar Dandenma.Selaku Ketua Tim Anti Mafia Tanah Mabes TNI, Dandenma juga akan terus memantau proses perkembangannya, karena permasalahan ini sudah cukup lama sehingga diharapkan permasalahan ini dapat segera tuntas. “Kami juga berharap agar yang bersangkutan dalam memberikan keterangan kooperatif,” pungkasnya. (PNO-12) 15 Sep 2023, 16:00 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT