logo-website
Senin, 13 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Polisi Lakukan Olah TKP Kebakaran Di Kantor BKPSDM Dogiyai, Papua Tengah Papuanewsonline.com, Dogiyai - Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Dogiyai dengan sigap menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Dogiyai dilalap si jago merah pada Senin pagi (4/09/2023).Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, Selasa (5/9/2023) memberikan keterangan perihal kegiatant tersebut.Dirinya mengatakan bahwa olah TKP tersebut bertujuan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang nantinya akan digunakan dalam proses penyelidikan. “Anggota Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Iptu Syafri Jido, S. Hi, bersama dengan Ipda M. ZAID, S. Hi., M.Si, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti dan informasi yang diperlukan,” ucapnya.Sementara itu Kapolres Dogiyai, Kompol Sarraju, S.H, saat ditanya mengenai jumlah saksi yang dimintai keterangan, Kapolres Dogiyai mengungkapkan bahwa salah satu saksi mata, berinisial Y.A, telah memberikan keterangannya.“Y.A adalah seorang yang bertugas sebagai pengawas di Bank Papua pada malam kejadian. Menurut keterangan saksi, ia sedang menjalankan tugasnya saat Kepala Cabang Bank Papua, Sdr. Petrus Mote, memanggilnya dan memberitahu bahwa ada kebakaran besar di sebelah kantor Bank Papua. Y.A kemudian memeriksa kebakaran tersebut dari belakang kantor bank dan melihat bahwa api sudah membesar dan menghanguskan kantor BKPSDM. Saksi juga mendengar suara letusan dari dalam kantor BKPSDM,” ungkapnya.Kapolres juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan tindakan tak terpuji yang dapat merugikan banyak orang dan melanggar hukum. Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian sedang melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti dari kebakaran ini.“Penyelidikan masih terus berlangsung, dan masyarakat diminta untuk memberikan kerjasama dan informasi yang dapat membantu dalam mengungkap kasus ini,” tutup Kapolres. (PNO-12) 06 Sep 2023, 09:30 WIT
4 Orang Warga Di Dok IX Distrik Jayapura Utara, Meninggal Setelah Meminum Miras Oplosan Papuanewsonline.com, Jayapura - Empat warga di Dok IX Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura diduga kuat meninggal dunia setelah meminum minuman keras hasil oplosan. Ke empat warga Dok IX yang tewas ini adalah YW (42), AM (35), KlB (38) dan YB (43). Mereka menenggak barang haram tersebut diduga dengan bahan dasar berupa Alkohol 96 persen yang dicampur dengan air dan minuman lokal lainnya. Polisi masih menyelidiki minuman lokal yang dicampur. Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si didampingi Kasat Resnarkoba AKP Akhmad Alfian, S.I.K., M.H ketika diwawancarai wartawan di Mapolresta Jayapura Kota (Selasa 5/9 siang) mengatakan, selain empat korban, terdapat enam orang lainnya juga ikut meminum minuman keras tersebut. Mereka kini menjalani rawat jalan dan satu korban lainnya masih dirawat inap di rumah sakit.Dari kasus ini, Polresta juga telah mengamankan tiga orang terduga pelaku. Para terduga pelaku diamanakan di dua lokasi yang berbeda, dua orang yang merupakan suami istri yang ditangkap di daerah Doyo Sentani, Kabupaten Jayapura dan satu pelaku ditangkap di Polimak I Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. "Hasil pemeriksaan sementara, ketiga pelaku mengakui memberikan miras oplosan ini berupa alkohol 96 persen dan minuman lokal. Nanti kita sampaikan setelah kita dalami dan terungkap penyebab kematian korban," ungkap Kapolresta.Untuk memperjelas kasus ini, satu korban yang meninggal dunia tengah dilakukan autopsi di RS. Bhayangkara. "Iya dilakukan autopsi dan kami telah membawa bukti-bukti ke Labfor, sehingga akan memperjelas kandungan dalam miras oplosan," kata KBP Victor Mackon. Meninggalnya ke empat warga tersebut bermula pada Jumat (1/9) sore lalu.Ketika itu, para korban meminum minuman keras di Komplek Dok IX Kali, Distrik Jayapura Utara Kota Jayapura. Pesta miras berlangsung pada Sabtu (2/9) hingga Minggu (3/9) dini hari. Pagi harinya, korban mengeluh sesak napas, pandangan gelap. Sekitar pukul 11. 00 WIT, Para korban dilarikan ke RSUD Dok 2 Jayapura, namun korban dinyatakan meninggal dunia. Barang bukti yang diamankan Polisi yakni, satu jerigen lima liter berisi alkohol, dua buah jerigen lima liter, dua botol kaca bertuliskan anggur hijau, dua botol kaca brtuliskan Robinson Whiskey, satu botol kaca bertuliskan anggur merah, satu air kemasan 1,5 liter berisi sisa minuman keras, satu buah kompor merk Hock, satu buah penanak nasi, panci dan baskom warna merah. Para pelaku nantinya diancam dengan Pasal 136 huruf A dan B UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dan pasal 204 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP. Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. (PNO-12) 06 Sep 2023, 08:47 WIT
Polisi Tangani Kasus Penembakan Terhadap Warga Di Kampung Kago, Kabupaten Puncak Papuanewsonline.com, Puncak – Kepolisian Resor Puncak saat ini tengah mengambil langkah tegas dalam menangani kasus penembakan terhadap seorang warga di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak. Kejadian tragis ini terjadi pada Jumat (1/9) dan diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Puncak.Korban penembakan ini adalah seorang pria bernama Antonius Padang (33) yang saat itu sedang menutup kios miliknya. Penembakan ini diduga menggunakan senjata api rakitan dan terjadi sekitar pukul 18.38 WIT. Pelaku yang tiba-tiba muncul dari semak-semak dan menembak korban hingga mengenai bagian lutut kanannya.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, mengonfirmasi peristiwa tragis ini. "Kami sangat prihatin dengan insiden penembakan ini. Ini adalah tindakan kriminal yang sangat serius, dan kami akan melakukan penyelidikan mendalam untuk menemukan pelaku dan membawa mereka ke pengadilan sesuai dengan hukum yang berlaku," ujarnya.ia menayampaikan, saat peristiwa terjadi, aparat keamanan gabungan dari TNI-Polri segera merespons dan menuju ke sumber suara tembakan namun, saat aparat tiba di tempat kejadian, pelaku sudah melarikan diri. “Setelah dilakukan penyisiran, anggota dengan cepat mengevakuasi Antonius Padang ke RSUD Ilaga, Kampung Kago, untuk mendapatkan perawatan medis,” tuturnya.Sementara itu, Kapolres Puncak, Kompol I Nyoman Punia, S.Sos, korban hingga saat ini masih dalam keadaan sadar, meskipun proyektil tembakan masih bersarang di kaki korban. “Pada saat ini, telah dilakukan operasi pengangkatan proyektil yang tertanam di lutut korban. Direncanakan bahwa pada pagi hari tanggal 2 September 2023, Antonius Padang akan dievakuasi ke RS Karitas Timika, Kabupaten Mimika, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” terang Kapolres.Kapolres Punia juga menegaskan komitmen untuk mengejar pelaku dan memastikan bahwa mereka akan dihadapkan pada proses hukum yang sesuai. "Kami tidak akan tinggal diam dalam menghadapi tindakan kejahatan seperti ini. Kami akan mengejar pelaku guna memproses hukum dengan undang-undang yang berlaku," katanya.Sementara itu, Kepolisian juga mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk berhenti melakukan aktivitas di luar rumah sebelum pukul 17.00 WIT, terutama pada malam hari, sebagai langkah pencegahan tindakan kriminal di daerah tersebut. (PNO-12) 02 Sep 2023, 10:03 WIT
Kabidhum: Kami Masih Menyelidiki Dugaan Kasus Penembakan Yang Terjadi Di Jayawijaya Papuanewsonline.com, Jayawijaya - Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom memberikan tanggapan mengenai siaran pernyataan TPNPB yang menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penembakan terhadap Michelle Kurisi Ndoga di Kimbim, Kabupaten Jayawijaya, Pegunungan Papua, pada Selasa (29/08).Dalam narasi tersebut disebutkan bahwa Michelle Kurisi Ndoga adalah seorang agen intelijen Negara Indonesia yang menjadi target penembakan. "Pembunuhan ini terjadi setelah dia diinterogasi mengenai tujuannya dalam perjalanan menuju ke Kwijawagi, di mana dia bermaksud mengumpulkan data tentang pengungsi perang masyarakat Nduga," ungkapnya.Kabid Humas, dalam keterangannya pada Rabu (30/8/2023), menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pendalaman dan investigasi lebih lanjut guna memverifikasi kebenaran informasi ini. "Kami telah melakukan penyelidikan yang teliti untuk mengungkap kebenaran dari informasi ini," tegas Kabid Humas.Selain itu, Kabid Humas juga menekankan pentingnya menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum membuat kesimpulan atau mengambil tindakan lebih lanjut. "Kami mengajak seluruh masyarakat di Papua dan masyarakat luas untuk tidak terprovokasi propaganda oleh berita yang belum terbukti kebenarannya. Mari kita bersama-sama menunggu hasil penyelidikan yang akan memberikan klarifikasi yang jelas mengenai insiden ini," tambahnya.Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo juga menegaskan bahwa penegakan hukum dan keamanan adalah prioritas utama pihaknya di Papua. "Kami akan terus bekerja untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Papua, dan kami akan memastikan bahwa setiap pelanggaran hukum akan ditindak dengan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," ungkapnya.Untuk diketahui, korban Michelle Kurisi Ndoga merupakan aktivis sosial yang banyak dikenal masyarakat kerena kepeduliannya terhadap masyarakat dan anak-anak di pelosok-pelosok Papua. (PNO-12) 30 Agu 2023, 17:35 WIT
Menanggapi Pernyataan OPM, Kabidhum: Tewasnya Korban Penyerangan Bukanlah Anggota Kepolisian Papuanewsonline.com, Pegubin – Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom memberikan tanggapan terkait pernyataan Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom yang mengatakan bahwa pihaknya telah menewaskan 2 anggota Polisi, Selasa (29/08).Pernyataan Sebby Sambom tersebut dikatakannya mengenai kejadian penyerangan Camp Pendulang Emas di Kampung Kawe, Lokasi Minning Dokter 36, Kabupaten Pegunungan Bintang, Minggu (27/08) lalu.“Pada pernyataan Sebby Sambom yang banyak beredar di media sosial maupun media online menyampaikan bahwa, penyerangan tersebut dipastikan adalah ulah dari Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) pimpinan almarhum Bocor Sobolim,” terangnya.Sebelumnya, dua warga di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan tewas diserang orang tidak dikenal (OTK). Insiden itu turut mengakibatkan 5 orang yakni OB (45), JM (49), JFB (21), AL (29) dan R (56) dievakuasi ke Kabupaten Boven Digoel usai mengalami luka-luka.Namun dari beberapa pernyataan Sebby Sambom, menyebutkan juga 2 korban yang tewas akibat penyerangan tersebut adalah anggota Kepolisian dan serangan tersebut bertujuan untuk mengusir perusahaan asing dan pendatang di tanah Papua.“Dapat kami pastikan bahwa dari 7 korban serangan, 2 yang tewas adalah Masyarakat sipil dan bukan anggota kepolisian sepertinya yang disebutkan, hal ini telah kami lakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap para pelaku kejadian tersebut,” tegas Kabid Humas.Oleh karena itu, pihak Kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut, sehingga tidak terulang kembali yang dapat menganggu kenyamanan Masyarakat di Tanah Papua. (PNO-12) 29 Agu 2023, 20:19 WIT
Warga Perbatasan Serahkan Senpi Rakitan Jenis Lantak Kepada Satgas Pamtas Yonarmed 10/Bradjamusti Papuanewsonline.com, Sintang - Kegiatan pembinaan teritorial (binter) anjangsana ke dusun atau kampung binaan yang dilakukan Pos Kout Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonarmed 10/ Bradjamusti membuahkan hasil yang baik, Pos Kout menerima kembali penyerahan secara sukarela 1 (satu) pucuk senjata api rakitan jenis lantak dari salah seorang warga berinisial A(53) di perbatasan. Bertempat di Desa Senanning, Kec. Ketungau Hulu, Kab. Sintang, Kalbar. Senin(28/08/2023)Seperti yang telah diketahui, Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonarmed 10/ Bradjamusti senantiasa melaksanakan Pembinaan Teritorial salah satunya dengan selalu aktif gotong royong membantu pembangunan infrastruktur desa binaannya, pendistribusian pakaian serta memberikan pengobatan medis kepada masyarakat secara rutin sehingga dapat menciptakan hubungan kekeluargaan dan kekerabatan yang baik serta pendekatan yang tepat kepada masyarakat.Hal tersebut disampaikan Wadansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 10/ Bradjamusti Kapten Arm Prihandoko dalam keterangan tertulisnya di Pos Kout, Senanning, Kec Ketungau Hulu. Senin, 28 Agustus 2023.Wadansatgas mengatakan penyerahan secara sukarela senpi rakitan jenis lantak ini, sebagai bukti kedekatan antara anggota Pos Kout Satgas dengan masyarakat perbatasan yang merupakan hasil dari kegiatan Pembinaan teritorial (binter) yang setiap hari gencar dilakukan anggota Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 10/ Bradjamusti,ujarnya.“Dalam melaksanakan penugasan kami terus melaksanakan kegiatan teritorial dalam hal ini menjalin komunikasi sosial yang baik dengan masyarakat di wilayah penugasan. Selain itu juga dalam melaksanakan kegiatan anjangsana dan komsos dengan masyarakat kami memberikan pemahaman hukum tentang aturan kepemilikan senjata api secara pribadi, ” ungkap Wadansatgas.Ditempat terpisah, Danton Kes Satgas Yonarmed 10/ Bradjamusti, Lettu Ckm Nafi, mengatakan bahwa “Hal tersebut merupakan suatu kehormatan bagi personel Pos Kout karena kami dipercaya oleh masyarakat di wilayah penugasan. Kami akan terus berusaha menjalin hubungan yang baik dan juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahayanya memiliki senjata rakitan, karena hal tersebut dapat merugikan bagi diri sendiri dan juga orang lain apabila terjadi suatu hal yang tidak kita inginkan, ” pungkas Dantonkes. (Yonarmed 10/Bradjamusti).PNO-11 28 Agu 2023, 20:49 WIT
RRI Jayapura Lakukan Dialog Terkait Program Pembebasan Sanksi Administrasi Pajak Kendaraan Bermotor Papuanewsonline.com, Jayapura - Bertempat di Stasiun LPP RRI Pro I Jayapura telah dilaksanakan dialog interaktif dengan topik program pembebasan atau penghapusan sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor dan sanksi administrasi bea balik nama kendaraan bermotor serta pembebasan bea balik nama kendaraan bermotor tahap ke 2.Kegiatan yang berlangsung pada Senin (28/8/2023) pagi tersebut menghadirkan tiga narasumber yakni Dir Lantas Polda Papua Kombes Pol Abrianto Pardede SH., S.I.K., M.H, Kabid Pengembangan dan Penilaian Bapenda Provinsi Papua Ardi Ronald Benggu S.E., M.Si dan Kepala PT. Jasaraharja Cabang Papua Emil Feriansyah Latif S.E., M.A., CRMP., dan QCRO.Kabid Pengembangan dan Penilaian Bapenda Provinsi Papua dalam kesempatannya mengungkapkan pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu primadona atau sangat berkontribusi untuk pendapatan asli daerah.“Kami juga mendengar aspirasi dan masukan dari masyarakat untuk berharap kapan lagi program pembebasan pemerintah sehingga kami memberikan saran kepada pimpinan daerah dan gubernur papua untuk kali ini untuk tahap ke 2 memberikan atau melaksanakan program pembebasan denda pajak kendaraan bermotor dan bebas denda bea balik nama sekaligus bebas BBM 2,” ucap Ardi Arnold.Ia juga mengatakan bahwa program ini pada dasarnya sama dengan program yang tahap pertama yang dilaksanakan di tanggal 12 Juni 2023 sampai 12 Juli 2023 dimana antusias masyarakat cukup tinggi terutama di akhir-akhir masa pembebasan.Sementara itu, Dir Lantas Polda Papua mengatakan pihaknya sangat mendukung pembebasan denda pajak ini dimana lining adalah Bappenda dimana dukungan itu juga dilakukan di media sosial.“Kami juga melibatkan Bhabinkamtibmas yang sampai ke pelosok-pelosok di seluruh Papua untuk menyampaikan informasi ini yang sangat menguntungkan masyarakat, dimana kami juga melakukan koordinasi kepada Jasaraharja dan Bapedda secara internal untuk memerintahkan anggota kami di Kamsel, Gakkum, Binops, Reggiden, untuk masing masing mendukung program ini,” ungkap Kombes Pardede.Dikesempatan yang sama, Kepala PT. Jasaraharja Cabang Papua mengatakan Jasarahaja adalah badan usaha milik negara yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menjalankan undang undang nomor 33 dan 34 yaitu memberikan perlindungan kepada korban kecelakaan lalulintas jalan dan penumpang umum.“Jadi untuk masyarakat yang melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor sudah ada SUDKLnya, jadi apabila apa manfaatnya membayar pajak jadi itulah manfaatnya yang mana pajak tersebut menjadikan santunan kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan di jalan, baik biaya pengobatan, Biaya santunan meninggal dunia, biaya P3K, ambulance dan biaya penguburan dan biaya cacat tetap,” ujarnya.“Masyarakat harus memahami ketika membayar pajak kendaraan bermotor disitu ada perlindungan didalamnya disitulah manfaat yang diterima oleh masyarakat semua,” imbuhnya.PNO-11 28 Agu 2023, 14:24 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT