logo-website
Senin, 13 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Polisi Selidiki Kasus Kebakaran Yang Dialami Kantor Dinas Pemerintahan Yahukimo Papuanewsonlime.com, Yahukimo – Polisi tengah mendalami kasus kebakaran yang menghanguskan Gedung Serbaguna yang menaungi Kantor Dinas BPMK, PTSP, dan Dispenda Kabupaten Yahukimo terjadi pada Kamis dini hari, sekitar pukul 00.48 WIT.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, membenarkan insiden kebakaran tersebut. Menurut Kombes Benny, laporan pertama kali diterima oleh aparat gabungan melalui komunikasi HT yang menyebutkan bahwa terjadi kebakaran di Kantor BPMK, Kantor PTSP, dan Kantor Dispenda Kabupaten Yahukimo.Tindakan respons langsung dilakukan oleh personel gabungan dari Polres Yahukimo, Anggota Satgas Damai Cartenz, serta Anggota Brimob Polda Papua Kompi III Yon D Pelopor. Mereka tiba di lokasi dengan segera, namun sayangnya, gedung tersebut sudah terlanjur dilalap api."Saat ini, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Yahukimo telah memasang police line di lokasi kejadian kebakaran. Namun, pada kondisi malam hari, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) belum dapat dilakukan," jelas Kombes Benny.Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Saat ini, penyelidikan intensif tengah dilakukan oleh aparat berwenang. Sayangnya, tidak ada saksi yang melihat langsung peristiwa terjadinya kebakaran ini, mengingat kejadian terjadi pada tengah malam.“Kami akan berupaya dengan maksimal untuk mengungkap penyebab kebakaran ini. Kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran ini sangat besar, dan kami juga akan bekerja keras untuk menghindari adanya insiden serupa di masa mendatang,” tutupnya. (PNO-12) 24 Agu 2023, 18:59 WIT
Polres Puncak Tangani Kasus Penembakan dan Pembakaran Yang Terjadi di Kabupaten Puncak Papuanewsonline.com, Puncak -Kepolisian Resor Puncak tengah melakukan penanganan kasus serangan bersenjata yang terjadi di Kompleks Pasar Tradisional Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Seorang warga bernama Lukman Ahmad (32) menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok separatis KKB.Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom menjelaskan bahwa penembakan terjadi di Kompleks Pasar Tradisional Ilaga dan Korban mengalami luka tembus pada bagian pelipis hingga belakang kepala.“Selain itu, Kelompok Kriminal Bersenjata juga diduga terlibat dalam melakukan aksi pembakaran bangunan di Jalan Pinggir, Kampung Jenggerpaga, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak,” ucapnya.Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia, S.Sos menambahkan kronologi kejadian berawal sekitar pukul 18.40 WIT saat korban sedang berada di kios miliknya, tidak lama kemudian korban mendengar suara langkah seseorang yang mendekatinya dan dengan cepat melakukan penembakan ke arah korban menggunakan senjata laras pendek.“Saat aparat keamanan TNI-Polri merespons suara tembakan, korban ditemukan terluka dan berdarah di kepala, namun kondisinya masih sadar. Meski aparat keamanan sudah melakukan penyisiran, pelaku tidak ditemukan di area TKP yang kemungkinan telah melarikan diri,” terangnya.Ia menyampaikan, setelah korban berhasil dievakuasi ke RSUD Ilaga untuk mendapatkan penanganan medis, tidak berselang lama aparat TNI-Polri mendapatkan laporan bahwa telah terjadi pembakaran terhadap bangunan Gudang Beras milik Pemda Puncak bersamaan dengan suara tembakan pistol yang diduga senjata yang sama untuk menembak korban.“Aparat gabungan hingga saat ini sedang melakukan pengamanan ketat di sekitar RSUD Ilaga dan patrol disekitar Kota Ilaga. kami juga tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku serta motif di balik 2 kejadian ini,” ujar Kapolres.Dalam menghadapi situasi ini, aparat keamanan gabungan TNI-Polri berkoordinasi dan menjaga situasi agar tetap terkendali. Terdapat kekhawatiran bahwa situasi di sekitar Kompleks Pasar Tradisional Ilaga masih rawan, sehingga tindakan pengamanan dan patroli terus dilakukan.“Rencananya korban akan dievakuasi besok pagi menuju RSUD Timika guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” tutup Kompol I Nyoman.PNO-11 24 Agu 2023, 07:29 WIT
3 Warga Sipil di Nduga Meninggal Akibat Ditembak KKB Papuanewsonline.com, Nduga - Kepolisian Resor Nduga tengah melakukan penyelidikan intensif terkait insiden penembakan yang terjadi di Komplek Yosoma, Jalan Batas Batu, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Rabu (16/8/2023). Tiga warga sipil diketahui tewas dalam kejadian ini, yang terdiri dari dua warga asli Papua dan satu warga pendatang. Selain itu, dua unit mobil juga dilaporkan terbakar dalam aksi yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut.Kasus ini pertama kali dilaporkan pada pukul 22.06 WIT, ketika personil gabungan TNI-Polri yang tengah melakukan patroli langsung merespon laporan adanya tembakan di Komplek Yosoma. Kontak tembak berlangsung selama beberapa saat antara personil gabungan dan kelompok bersenjata yang diduga sebagai KKB.Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, menyatakan bahwa sebelumnya terdapat tiga warga sipil yang diketahui bergerak dari Batas Batu menuju Kota Kenyam sejak sore hari namun belum tiba di tujuan hingga malam hari. Personil gabungan TNI-Polri segera merespon laporan tersebut dan melakukan penyisiran.“Ketika personil gabungan tiba di TKP, mereka menemukan tiga korban warga sipil dalam kondisi sudah meninggal dunia. Identitas ketiga korban adalah Steven Didiway, Michael Rumaropen, dan Samsul Ahmad. Polisi berhasil mengevakuasi jenazah para korban ke Puskesmas Kenyam untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.Sementara itu, Kapolres Nduga Kompol Vinsensius Jimmy Parapaga, S.I.K menyatakan bahwa situasi di Kota Kenyam dilaporkan masih dalam keadaan kondusif, meskipun personil gabungan TNI-Polri tetap berada dalam status siaga 1 untuk mengantisipasi kemungkinan aksi lanjutan. “Selain ditembak, para korban juga dianiaya hingga mengalami luka-luka ditubuhnya yang berawal saat truk yang ditumpangi para korban dihentikan dan dibakar. Kami menekankan bahwa pihak Kepolisian sedang berupaya mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang terlibat dalam insiden ini,” tegasnya.Kepolisian Resor Nduga berkomitmen untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengusut tuntas kasus ini untuk membawa pelaku ke pengadilan. Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap latar belakang dan motif di balik kasus ini.PNO-11 23 Agu 2023, 14:38 WIT
Konflik Internal KNPB, Saling Serang 2 Orang Alami Luka Tusuk Papuanewsonline.com, Jayapura - Pertikaian antara 2 simpatisan KNPB yang terjadi di BTN Purwodadi Sentani Kab. Jayapura. Jumat, 18/08 siang.Akibat dari pertikaian tersebut 2 orang simpatisan dari salah satu kubu berinisial OK (30) mengalami luka tusuk di bagian leher dan TS (27) mengalami luka tusuk dibagian bahu dan dada sebelah kanan.Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH saat dikonfirmasi membenarkan konflik yang berujung saling serang antar dua kubu simpatisan KNPB yang terjadi di BTN Purwodadi Sentani."Kasus ini berawal dari salah satu kubu yang sedang melaksanakan kegiatan syukuran dalam rangka pemindahan kantor sekretariat KNPB yang berada di BTN Purwodadi. Tiba-tiba datang salah satu kubu lagi yang mempertanyakan dan menuding bahwa kubu yang sedang melaksanakan syukuran mengambil uang sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) sehingga terjadi pertikaian dan saling serang antar kedua kubu tersebut," ungkapnya.Lebih lanjut Kapolres, mendapat laporan tersebut personilnya langsung turun ke TKP sehingga situasi dapat dikendalikan."Akibat dari pertikaian tersebut 2 orang mengalami luka tusuk, ada juga kerugian materil seperti 3 unit rumah yang mengalami kerusakan seperti kaca jendela pecah dan perabotan rumah yang hancur, tidak hanya itu ada 4 unit barang bukti sepeda motor yang dirusak salah satunya dibakar, korban sudah membuat laporan polisi sementara masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan kami, untuk diproses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku," Tutupnya. (PNO-12) 22 Agu 2023, 19:25 WIT
Dikejutkan Oleh Tembakan Dari KKB, Aparat Gabungan Lakukan Serangan Balasan Hingga Kuasai Markas Papuanewsonline.com, Puncak - Kelompok Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan penembakan terhadap Pos keamanan Raider 300/BJW di Distrik Gome, Kabupaten Puncak pada hari Selasa, 15 Agustus 2023, sekitar pukul 09.45 WIT.Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., Kabid Humas Polda Papua, Rabu (16/8/20230) memberikan keterangan perihal insiden tersebut.Dimana kejadian berawal pada pukul 09.00 WIT, saat Dansatgas Pamtas Yonif Raider 300/BJW bersama tim menuju Pos Gome untuk menghadiri acara bakar batu bersama masyarakat Distrik Gome. “Namun, suasana tenang mendadak terguncang oleh tembakan dari kelompok KKB yang diduga Numbuk Talenggen, mengarah ke arah Pos Gome dan Dansatgas Pamtas Mobile 300/BJW pada pukul 09.45 WIT,” jelas Kabid Huas.Respons segera dilakukan dengan tim Dansatgas Pamtas Mobile Yonif Raider 300/BJW melancarkan tembakan balasan dan memulai upaya pengejaran. Melalui drone, keberadaan dua orang dengan senjata panjang berhasil terdeteksi.Aparat gabungan TNI-Polri di Ilaga juga turut terlibat dalam pengejaran dan penanganan situasi. Kelompok KKB yang diduga melarikan diri kemudian dilacak ke berbagai titik. Aparat berhasil menguasai markas kelompok KKB Numbuk Talenggen, mengamankan sejumlah barang bukti. Dalam pengejaran tersebut, sejumlah barang bukti penting berhasil diamankan. Diantara 7 handphone genggam dari berbagai merk, kamera Canon EOS 1300D, pisau kecil, serta sebuah busur panah beserta 8 anak panah. Selain itu, juga ditemukan alat-alat seperti parang, gunting, teropong, charger, serta memori card yang berisi foto dan video KKB. Serangkaian upaya pengejaran terus berlanjut. Saat melakukan kontak tembak, tiga anggota KKB diduga terkena tembakan serta satu anggota Satgas Pamtas Mobile 300/BJW, Pratu Rizki juga terkena tembakan, namun kondisinya dalam keadaan sadar dan stabil.Sementara kerugian materi masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Pihak berwenang tetap komitmen dalam memulihkan situasi yang aman di wilayah tersebut. (PNO-12) 17 Agu 2023, 09:55 WIT
Polres Puncak Lakukan Penyelidikan Terkait Bunyi Tembakan Ditengah Lapangan Trikora Papuanewsonline.com, Puncak - Polres Puncak saat ini tengah mendalami kasus terdengarnya bunyi tembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Sabtu (12/8/2023) sekitar pukul 10.45 WIT di lapangan Trikora, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, pada Selasa (15/8/2023) memberikan penjelasan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan, suara tembakan mendadak terdengar dari arah selatan Lapangan Trikora, tepatnya di Rumah Warna Hijau yang berada di sebelah selatan lapangan. Sementara itu, para anggota Paskibraka berusaha mengamankan diri di Mapolres Puncak.“Saat itu, anggota Paskibraka sedang melakukan latihan pengibaran dan penurunan bendera di lapangan dalam rangka memperingati HUT ke 78 RI tahun 2023. Personil TNI-Polri yang berada di sekitar lokasi langsung melakukan tembakan balasan ke arah sumber tersebut,” ujar Kabid Humas.Setelah situasi aman, personil Polres Puncak kembali ke lapangan Trikora untuk melakukan identifikasi dan pengecekan terhadap bekas tembakan. Ditemukan lubang pada dinding panggung lapangan Trikora akibat tembakan tersebut.“Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, baik personil TNI-Polri maupun anggota Paskibra. Kerugian hanya bersifat materiil, yaitu kerusakan pada dinding panggung lapangan Trikora,” tambah Kombes Benny.Pihak keamanan TNI-Polri di Kabupaten Puncak saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait kasus penembakan ini.“Personel di laporan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan identitas pelaku. Kita berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi,” ujarnya. Kabid Humas juga mengimbau kepada masyarakat setempat untuk tetap tenang dan memberikan dukungan kepada aparat TNI-Polri dalam upaya menjaga situasi Kamtibmas di Kabupaten Puncak.PNO-11 16 Agu 2023, 23:38 WIT
Polda Papua Gelar Press Release Pengungkapan Kasus Praktik TPPO Papuanewsonline.com, Jayapura - Polda Papua menggelar press release pengungkapan kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Selasa (15/8/2023). Hadir dalam kegiatan tersebut, Kombes Pol. Arif Bastari, S.I.K., M.H., yang diwakili oleh Kasubdit IV Remaja, Anak dan Wanita (Renakta), Kompol Diaritz Felle, S.I.K., mengungkapkan perkembangan terbaru mengenai penanganan kasus ini.Pertama, Polda Papua telah menindaklanjuti laporan polisi terkait dugaan TPPO terhadap tersangka AH. “Berdasarkan kronologis kejadian, pelaku AH diduga terlibat dalam perdagangan orang dengan memfasilitasi pertemuan antara seorang korban, TM dengan seorang pemesan melalui pesan WhatsApp. AH kemudian membawa korban ke sebuah hotel di Jayapura, di mana transaksi uang terjadi,” jelas Kompol Diaritz.Tersangka dan barang bukti kini telah diamankan, dimana berkas perkara tersebut telah diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi Papua untuk diteliti. Perbuatan tersangka diduga telah melanggar pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) undang-undang RI no 21 tahun 2007 ttg pemberantasan TPPO. Kedua, kasus lain melibatkan GRS dan MJ yang diduga menjual jasa hubungan seks melalui salah satu aplikasi kencan. “Tim Opsnal Ditreskrimum Polda Papua berhasil mengamankan keduanya dan mengidentifikasi dua korban yang terlibat dalam transaksi ini. GRS dan MJ akan dihadapkan pada hukum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang TPPO,” tambahnya.Adapun modus operandi yang dilakukan kedua tersangka yakni dengan menggunakan salah satu aplikasi kencan dengan akun menggunakan foto profil para korban untuk menarik tamu akun yang ada di aplikasi tersebut.Saat ini berkas perkara kedua dari pelaku sementara masih dalam penyusunan oleh Penyidik untuk selanjutnya diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Papua.Terakhir, Polda Papua juga mengungkap kasus dugaan TPPO yang melibatkan tersangka AIS dan FS. Kedua tersangka ini diduga terlibat dalam merekrut perempuan untuk memberikan layanan seks kepada tamu melalui salah satu aplikasi kencan.“Penyelidikan telah mengungkap peran keduanya dalam tindakan tersebut, dan mereka akan menghadapi tuntutan hukum yang berlaku,” ucap Kompol DiaritzAdapun pasal yang disangkakan yakni Pasal 2 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 Jo Pasal 55 KUHPidana atau Pasal 296 KUHPidana, Pasal 2 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 yang berkaitan dengan pencegahan tindak pidana perdagangan orang, mengandung ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara, serta denda minimal 120 juta dan maksimal 600 juta rupiah. Selain itu, Pasal 296 KUHPidana mengancamkan hukuman 1 tahun 4 bulan.Semua kasus ini menunjukkan komitmen Polda Papua dalam memberantas praktik perdagangan orang yang merugikan banyak pihak.Para tersangka akan menjalani proses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku, dan penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap lebih banyak fakta yang mungkin terkait dengan praktik TPPO di wilayah hukum Polda papua. PNO-11 16 Agu 2023, 07:34 WIT
Polisi Lakukan Penyelidikan Terkait Kasus Penganiayaan Yang Terjadi Di Yahukimo Papuanewsonline.com, Yahukimo – Kepolisian Resor Yahukimo saat ini tengah melakukan penyelidikan kasus penganiayaan yang terjadi pada Sabtu, (12/8/2023), sekitar pukul 09.20 WIT, di Jalan Gunung, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., dalam keterangannya mengatakan, tindak pidana penganiayaan berat ini diduga dilakukan oleh anggota kelompok bersenjata Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Dekai. “Pada saat kejadian, korban yang bernama Jefri Limbong Allo, seorang masyarakat yang bekerja sebagai pengantar air galon, dianiaya secara fisik dengan parang dan senjata api rakitan oleh para pelaku. Pelaku sempat mengancam korban dengan senjata api rakitan sambil mengucapkan ancaman serius, namun korban tidak memberikan perlawanan,” tuturnya.Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka berat pada leher bagian kanan dan luka pada tangan kanan. Kejadian tersebut segera dilaporkan oleh masyarakat sekitar ke Pos Brimob Aman Nusa Pos Kali Buatan Dekai. Anggota Brimob Aman Nusa merespons laporan tersebut dengan menghubungi pos penjagaan Polres Yahukimo.Kepolisian yang datang langsung membawa korban ke RSUD untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah itu, anggota gabungan dari Polres Yahukimo dan satgas damai Cartenz melakukan pencarian terhadap pelaku yang diduga berada di wilayah sekitar TKP.Polres Yahukimo saat ini sedang melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap pelaku penganiayaan tersebut.“Penyelidikan sedang dilakukan secara intensif untuk mengusut tuntas kejadian ini,” tegasnya.Korban saat ini sedang menjalani perawatan medis di RSUD Dekai dan dalam kondisi sadar dan stabil. "Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondusifitas serta mendukung upaya penegakan hukum oleh aparat di wilayah setempat,” tutup Kombes Benny. (PNO-12) 13 Agu 2023, 11:12 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT