logo-website
Senin, 30 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Kapolri Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Tinggi Polri Papuanewsonline.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat tinggi (Pati) dan menengah (Pamen) Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025). Sertijab ini merupakan bagian dari proses regenerasi dan penyegaran organisasi guna memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas di berbagai satuan kerja maupun kewilayahan.Adapun pejabat yang melaksanakan sertijab hari ini antara lain:1. Irjen Pol. Helmi Santika, S.H., S.I.K., M.Si., menyerahkan jabatan Kapolda Lampung;2. Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H. (Dirtipideksus Bareskrim Polri) dilantik menjadi Kapolda Lampung;3. Irjen Pol. Drs. Rusdi Hartono, M.Si., menyerahkan jabatan Kapolda Sulawesi Selatan;4. Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo, S.H., M.H. (Dirtipidum Bareskrim Polri) dilantik menjadi Kapolda Sulsel;5. Irjen Pol. Drs. Hendro Pandowo, M.Si., menyerahkan jabatan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung;6. Irjen Pol. Dr. Viktor Theodorus Sihombing, S.I.K., M.Si., M.H., menyerahkan jabatan Kadivkum Polri dan dilantik menjadi Kapolda Kep. Babel;7. Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., menyerahkan jabatan Kapolda Sulawesi Tengah dan dilantik menjadi Kadivkum Polri;8. Irjen Pol. Endi Sutendi, S.I.K., S.H., M.H. (Waastamaops Kapolri) dilantik menjadi Kapolda Sulawesi Tengah;9. Brigjen Pol. Nanang Chadarusman, S.I.K., M.H., menyerahkan jabatan Kasetum Polri;10. Kombes Pol. Emi Sumijati, S.H. (Psikolog Kepolisian Madya Tk I SSDM Polri) dilantik menjadi Kasetum Polri.Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menjelaskan bahwa mutasi dan sertijab di tubuh Polri merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier yang terencana dan berkelanjutan.“Rotasi dan promosi jabatan ini adalah bentuk penyegaran organisasi sekaligus bagian dari komitmen Kapolri dalam memperkuat soliditas, profesionalisme, dan efektivitas kinerja Polri di seluruh lini,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.Ia menambahkan, dinamika jabatan ini juga menjadi upaya untuk memberikan ruang regenerasi kepemimpinan yang mampu menyesuaikan dengan tantangan tugas kepolisian di era modern.“Setiap pejabat yang dipercaya menduduki jabatan baru diharapkan dapat langsung beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sesuai dengan semangat Presisi yang menjadi pedoman utama Polri,” tegasnya.Upacara sertijab berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para pejabat utama Mabes Polri serta keluarga besar Polri. Momentum ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat. PNO-12 31 Okt 2025, 08:55 WIT
Karo Ops Polda Maluku Tekankan Respons Cepat Penanganan Situasi Kontijensi Papuanewsonline.com, Ambon – Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol Ronald Reflie Rumondor, S.I.K., M.Si menekankan kepada seluruh personel untuk dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam merespon cepat situasi kontijensi.Penekanan ini disampaikan Karo Ops dalam arahannya saat membuka kegiatan peningkatan kemampuan personel dalam penanganan kontijensi yang dihelat untuk mendukung program Quick Response Time.Kegiatan yang dilaksanakan di ruang video conference Markas Polda Maluku pada Rabu 29 Oktober 2025 ini dihadiri Kabag Ops dan Tim Quick Response Time Polres/TA jajaran melalui sarana zoom meeting.Karo Ops pada kegiatan itu menjelaskan mengenai alur respon cepat yang telah disepakati bersama. Ia menegaskan pentingnya kepekaan para operator Quick Response Time dalam memantau setiap perkembangan situasi di lapangan.“Sumber laporan bisa datang dari berbagai kanal, seperti Call Center 110, telepon, WhatsApp, media sosial, hingga email. Operator harus tanggap dan segera menindaklanjuti setiap informasi yang masuk,” tegas Kombes Rumondor.Ia juga mengingatkan agar setiap perkembangan situasi dilaporkan kembali kepada masyarakat pelapor, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kepercayaan mereka terhadap Polri.Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan teknis tahapan penanganan situasi kontijensi oleh Dit Samapta Polda Maluku dan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Maluku.Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan personel dalam merespons cepat setiap potensi gangguan kamtibmas semakin optimal, sehingga tercipta pelayanan kepolisian yang sigap, profesional, dan humanis. PNO-12 31 Okt 2025, 08:33 WIT
Polisi Inspiratif: IPTU Bastian Tuhuteru Menerima Hoegeng Corner Awards 2025 Papuanewsonline.com, Ambon – Sosok polisi inspiratif kembali hadir dari jajaran Kepolisian Daerah Maluku. IPTU Bastian Tuhuteru, S.Pd, Kapolsek Leklula Polres Buru Selatan, dinobatkan sebagai penerima Hoegeng Corner Awards 2025 untuk kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya yang luar biasa dalam melayani masyarakat di wilayah terpencil dan minim akses pendidikan maupun infrastruktur.Selama bertugas di kawasan pedalaman Kabupaten Buru Selatan, IPTU Bastian dikenal luas sebagai sosok polisi yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjadi penggerak sosial, pendidik, dan penolong bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau.“Bagi saya, menjadi polisi bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga soal kemanusiaan. Di mana ada kebutuhan masyarakat, di situ harus ada kehadiran Polri,” ujar IPTU Bastian dengan rendah hati.Selain menjalankan tugas sebagai Kapolsek, IPTU Bastian aktif menjadi polisi pengajar di sejumlah kampung yang tidak memiliki sekolah formal. Ia secara rutin mendatangi anak-anak di wilayah terpencil untuk memberikan pelajaran dasar, mengajarkan kedisiplinan, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan.Dedikasinya di bidang pendidikan ini bahkan mengantarkan dirinya meraih penghargaan Polisi Teladan Tingkat Nasional (2019) serta Polisi Pengajar Terbaik di lingkungan Polda Maluku.Tidak hanya di bidang pendidikan, IPTU Bastian juga dikenal karena respon cepatnya dalam menangani konflik sosial dan isu-isu SARA di wilayah hukumnya. Pendekatan humanis dan komunikasi yang intens dengan tokoh adat serta masyarakat membuat situasi keamanan di daerah rawan konflik tetap kondusif.Salah satu kiprah heroiknya adalah menyelamatkan korban laka laut di Desa Bala, Kecamatan Kepala Madan, dengan terjun langsung ke lokasi menggunakan perahu kecil bersama warga setempat. Tindakan ini mendapat apresiasi luas dari pimpinan dan masyarakat.Dalam kesehariannya, IPTU Bastian juga aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Ia kerap mengisi Mimbar Kamtibmas di gereja setiap Minggu serta menjalankan program Jumat Keliling untuk memberikan pesan-pesan kamtibmas di berbagai desa.Atas dedikasi dan pengabdian tanpa pamrihnya, IPTU Bastian telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya Satyalanacana Pengabdian 8 Tahun, Satyalanacana Dharma Nusa, serta penghargaan dari Kapolda Maluku dan Kapolres Buru Selatan atas kiprah nyata dalam pelayanan masyarakat.Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K, M.Si., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas penghargaan yang diterima oleh IPTU Bastian. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa pengabdian tulus anggota Polri di wilayah terpencil tetap menjadi perhatian dan inspirasi bagi seluruh jajaran.“Saya bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IPTU Bastian Tuhuteru. Ia adalah contoh nyata anggota Polri yang bekerja dengan hati, melayani tanpa pamrih, dan membawa nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tugasnya,” ujar Kapolda Maluku.“Penghargaan Hoegeng Corner Awards ini bukan hanya milik IPTU Bastian semata, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh jajaran Polda Maluku. Semoga semangat pengabdian dan ketulusan beliau dapat menjadi teladan bagi seluruh anggota Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, di manapun mereka bertugas,” tambahnya.Kisah pengabdian IPTU Bastian Tuhuteru menjadi cerminan semangat **Polri Presisi ; Profesional, Responsif, dan Humanis, yang hadir hingga pelosok negeri. Sosoknya membuktikan bahwa integritas dan kepedulian sosial adalah wajah sejati dari seorang polisi yang dicintai masyarakat.Melalui penghargaan Hoegeng Corner Awards 2025, dedikasi IPTU Bastian menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri untuk terus bekerja dengan hati dan menjadikan pengabdian sebagai panggilan jiwa, bukan sekadar kewajiban. PNO-12 31 Okt 2025, 08:27 WIT
Korsabhara Baharkam Polri Supervisi Fungsi Samapta dan Pamobvit di Polda Maluku Papuanewsonline.com, Ambon – Tim Supervisi dari Korps Samapta Bhayangkara (Korsabhara) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri melaksanakan kunjungan kerja dan supervisi di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Maluku, Rabu, 29 Oktober 2025. Kegiatan supervisi yang dihelat di Ruang Rapat PJU Lantai 2 Polda Maluku ini menyasar Satuan Kerja (Satker) fungsi Samapta dan Pengamanan Objek Vital (Pamobvit).Tim Supervisi dipimpin Ketua Tim Brigadir Jenderal Polisi Dr. Putu Putera Sadana SIK., M.Hum., M.M. Ia didampingi 4 personel pendamping dari Korsabhara Baharkam Polri.Kegiatan supervisi dihadiri Direktur Samapta, dan Direktur Pamobvit Polda Maluku. Turut hadir para Perwira dan Bintara dari kedua Satker yang menjadi objek supervisi.Ketua Tim Supervisi, Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, dalam sambutannya membacakan arahan Kepala Korsabhara Baharkam Polri. Ia menekankan terkait fungsi Korsabhara yang merupakan pilar utama dalam pemeliharaan keamanan."Tugas yang diemban oleh Korsabhara Baharkam Polri adalah menyelenggarakan fungsi Sabhara yang meliputi Samapta, Pam Obvit, dan Pol Satwa. Intinya adalah mengutamakan pemeliharaan keamanan, memberikan pelayanan, dan penegakan hukum terbatas, serta memberikan bimbingan teknis kepada seluruh jajaran di Indonesia," ungkapnya.Tujuan utama supervisi, lanjut Brigjen Sadana, dilakukan untuk mengukur sejauh mana kebijakan dan proses kinerja yang telah ditetapkan Mabes Polri diterapkan secara baik di tingkat Polda hingga Polres. Kebijakan yang diukur mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan dan evaluasi.Beberapa poin penekanan strategis yang disampaikan meliputi peningkatan kehadiran di lapangan; menanggapi adanya persepsi publik mengenai minimnya kehadiran Polri berseragam, personel diinstruksikan untuk mengimplementasikan Motto Kabaharkam: "Polisi Sang Penolong" dan Motto Korsabhara: "Polisi Siap, Terlihat, dan Bermanfaat" melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti patroli dan bantuan kemanusiaan.Ia juga meminta kepada anggota untuk mewaspadai berbagai potensi gangguan Kamtibmas, mulai dari tawuran, kejahatan jalanan (Curanmor, Penjamretan), hingga isu-isu politik, ekonomi, dan sosial yang berpotensi menimbulkan perpecahan.Terhadap jajaran Pamobvit, diperintahkan untuk melaksanakan pengamanan Objek Vital Nasional dan Objek Vital Tertentu secara profesional dan prosedural, serta bersinergi dengan Samapta untuk bantuan pengamanan.Setiap anggota Korsabhara diajak untuk mencintai tugas dan amanah dengan tulus dan ikhlas, serta menjaga kebanggaan institusi yang dimulai dari disiplin diri, kesiapan fisik, dan profesionalisme.Kegiatan supervisi dilanjutkan dengan pendalaman materi serta pengecekan fisik terhadap kesiapan personel, kendaraan taktis, dan Alat Material Khusus (Almatsus) Samapta dan Pamobvit Polda Maluku untuk memastikan semua sarana pendukung operasional dalam kondisi prima. PNO-12 31 Okt 2025, 08:20 WIT
Pemkab Dogiyai Salurkan Dana Otsus: Wujud Kepedulian Pemerintah Terhadap Masyarakat Papuanewsonline.com, Dogiyai – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran bantuan Dana Otonomi Khusus (Otsus). Bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung sektor pendidikan, kelembagaan sosial, dan pengembangan usaha masyarakat kecil, dengan harapan mendorong kemandirian ekonomi berbasis lokal.Penyerahan bantuan dilakukan pada Senin, 27 Oktober 2025, di Aula Koteka Moge, Moanemani, Kabupaten Dogiyai, dan dihadiri langsung oleh Bupati Dogiyai Yudas Tebai, jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, dan perwakilan lembaga penerima bantuan.Dalam sambutannya, Bupati Dogiyai Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Dogiyai.“Bantuan ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi untuk memperkuat fondasi masyarakat dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi,” ujar Yudas.Menurutnya, dana Otsus yang disalurkan mencakup bantuan bagi lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, kelompok usaha kecil, serta sekitar 400 warga penerima bantuan pendidikan langsung.Bupati Yudas juga mengingatkan agar seluruh penerima menggunakan bantuan tersebut secara tepat sasaran dan bertanggung jawab, guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.Bupati menegaskan bahwa Pemkab Dogiyai berkomitmen menjalankan pengelolaan dana Otsus secara transparan dan akuntabel, dengan melibatkan pengawasan publik serta lembaga terkait.“Penyaluran ini kami lakukan secara terbuka. Semua lembaga dan kelompok penerima sudah melalui proses verifikasi agar dana benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” tegas Yudas Tebai.Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana Otonomi Khusus, yang sering menjadi sorotan di berbagai daerah di Papua.Melalui penyaluran dana Otsus ini, Pemkab Dogiyai berharap dapat menghidupkan semangat pendidikan dan budaya kerja produktif di kalangan masyarakat. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi kreatif serta memperluas lapangan kerja lokal, terutama bagi generasi muda Dogiyai.Salah satu penerima bantuan, perwakilan dari Yayasan Kasih Bara Enakbaboo, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah daerah.“Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk mendukung pendidikan anak-anak di wilayah pedalaman. Kami akan manfaatkan dengan baik demi masa depan generasi Dogiyai,” ungkapnya.Dalam penutupannya, Bupati Yudas menegaskan bahwa tujuan akhir dari kebijakan ini adalah membangun Dogiyai dari akar masyarakat desa, memperkuat solidaritas sosial, dan mewujudkan kesejahteraan berkeadilan di seluruh distrik.“Dana Otsus bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi wujud kasih dan tanggung jawab pemerintah untuk memberdayakan rakyatnya,” tutur Yudas dengan tegas.Dengan semangat ini, Pemkab Dogiyai berkomitmen menjadikan dana Otsus sebagai alat perubahan positif, bukan sekadar bantuan finansial, tetapi investasi untuk masa depan generasi Dogiyai yang mandiri dan berdaya saing.Penulis: Hendrik Editor: GF  31 Okt 2025, 03:38 WIT
Provinsi Papua Raih Penghargaan Atas Kenaikan Signifikan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Papuanewsonline.com, Jakarta — Provinsi Papua kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, pemerintah provinsi tersebut menerima Penghargaan Pelayanan Kepemudaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) berkat keberhasilan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) secara signifikan dalam dua tahun terakhir. Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Kemenpora RI dalam malam apresiasi kepemudaan di Jakarta, Selasa (28 Oktober 2025), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, hadir secara langsung mewakili Pemerintah Provinsi Papua untuk menerima penghargaan tersebut. Dalam sambutannya, Aryoko menegaskan bahwa penghargaan ini bukan semata keberhasilan pemerintah daerah, tetapi hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat — terutama generasi muda yang telah menunjukkan semangat perubahan dan kemandirian. “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa anak muda Papua mampu bersaing, berprestasi, dan memberi warna positif bagi Indonesia. Kami akan terus membuka ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, berinovasi, dan memimpin di berbagai sektor pembangunan,” ujar Aryoko penuh semangat. Peningkatan IPP Papua dalam dua tahun terakhir dinilai sangat signifikan. Berdasarkan data Kemenpora RI, IPP Papua tahun 2024 mencapai angka 56,33, naik tajam dari capaian tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan di berbagai aspek, seperti: Pendidikan dan keterampilan: 70% Kesehatan dan kesejahteraan: 65% Gender dan inklusi sosial: 53,33% Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua, Sonya Monim, keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi lintas sektor antara pemerintah, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, serta komunitas lokal melalui Rencana Aksi Daerah (RAD) Pembangunan Pemuda yang disusun secara berkelanjutan. “Kami tidak hanya fokus pada angka statistik, tetapi juga pada dampak nyata bagi pemuda di akar rumput — terutama di bidang pendidikan, kewirausahaan, dan kepemimpinan sosial,” jelas Sonya. Pemerintah Provinsi Papua menilai peningkatan IPP ini membawa manfaat strategis bagi daerah, antara lain meningkatkan kepercayaan publik dan investor, terutama dalam sektor pendidikan dan pengembangan SDM, mendorong partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan daerah melalui inovasi dan kolaborasi lintas komunitas dan membuka peluang dukungan afirmatif dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan berbasis pemuda. Aryoko menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen untuk menjadikan pembangunan pemuda sebagai prioritas strategis dalam memperkuat fondasi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Papua di masa depan. “Generasi muda Papua bukan hanya penerus, tetapi pelaku utama transformasi. Kami akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada kreativitas, inovasi, dan kesejahteraan mereka,” tutupnya. Penulis: Jid Editor: GF   31 Okt 2025, 03:17 WIT
Mimika Terus Bergerak, Dua Distrik Baru Diresmikan untuk Dekatkan Pelayanan hingga Perbatasan Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah Kabupaten Mimika kembali mencatat langkah penting dalam sejarah pembangunan daerah dengan membentuk dua distrik baru: Distrik Mimika Gunung dan Distrik Mimika Utara. Langkah strategis ini merupakan bagian dari kebijakan pemerataan pembangunan dan perluasan jangkauan pelayanan publik hingga ke wilayah-wilayah perbatasan dan pegunungan yang selama ini sulit dijangkau. Pengumuman pembentukan dua distrik baru tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, di hadapan ratusan warga dari empat suku besar — Moni, Mee, Amungme, dan Kamoro — dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Jalan Trans Timika–Wagete, Kamis (30/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bupati Rettob secara resmi menunjuk Primus Wamoni sebagai Pelaksana Kepala Distrik Mimika Gunung, serta Jery Diwitou sebagai Pelaksana Kepala Distrik Mimika Utara. Keduanya akan segera menjalankan tugas perdana dalam rangka memperkuat tata kelola pemerintahan di wilayah hasil pemekaran dari Distrik Iwaka dan Kuala Kencana. “Hari ini saya datang lihat kamu. Saya mau bicara wilayah pemerintahan. Ini Kabupaten Mimika sampai di gunung. Bapa ibu semua orang Mimika,” ujar Bupati Rettob disambut tepuk tangan warga. Bupati menegaskan bahwa pembentukan dua distrik baru ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk mendekatkan layanan pemerintahan dan mempercepat pembangunan di daerah terpencil. Dalam dialog terbuka bersama masyarakat, Bupati Rettob juga menyampaikan sejumlah rencana konkret pemerintah untuk memperkuat pelayanan dasar, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pembuatan KTP di lapangan, serta pembentukan kampung-kampung persiapan sesuai usulan warga. “Sebulan sekali pegawai kita akan datang lakukan pemeriksaan kesehatan gratis di sini, juga buka pendaftaran KTP di tempat ini. Kita akan bentuk kampung-kampung persiapan sesuai masukan 22 kampung. Sementara akan dibangun satu pustu di wilayah ini,” jelas Rettob. Ia juga memastikan bahwa Distrik Mimika Utara akan mencakup wilayah hingga Kapiraya, dengan fokus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan serta meningkatkan konektivitas antarwilayah pesisir dan pegunungan. Langkah Pemkab Mimika ini disambut positif oleh para tokoh adat dan masyarakat yang hadir. Perwakilan dari keempat suku menyampaikan apresiasi serta aspirasi terkait pemekaran kampung, peningkatan layanan publik, dan pengelolaan lahan adat. Mereka berharap, kehadiran distrik baru ini tidak hanya memperpendek jarak layanan pemerintahan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. “Kami senang akhirnya pemerintah hadir langsung di sini. Dengan distrik baru, kami berharap pembangunan bisa lebih cepat dan anak-anak kami bisa sekolah tanpa harus jauh-jauh,” ujar salah satu tokoh masyarakat Moni. Pemekaran wilayah menjadi dua distrik baru ini merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kabupaten Mimika untuk mewujudkan pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan struktur pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat, Pemkab Mimika menargetkan peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar. “Pemerintah hadir bukan hanya di kota, tetapi juga di gunung dan pesisir. Semua warga berhak mendapatkan pelayanan yang sama,” tegas Bupati Rettob. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan masyarakat, Mimika kini melangkah menuju tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan berkeadilan, menjangkau hingga pelosok dan perbatasan daerah. Penulis: Jid Editor: GF 31 Okt 2025, 02:48 WIT
Mimika Siapkan Generasi Emas 2045: Pemkab dan UNCEN Luncurkan Grand Design Pendidikan Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika resmi meluncurkan Grand Design Pembangunan Pendidikan (GDPP) Kabupaten Mimika Tahun 2025–2045, sebagai tonggak penting dalam menyiapkan generasi emas yang siap bersaing di era global. Program ambisius ini dibuka dalam sebuah Workshop bertajuk “Urgensi Pengembangan Grand Design Pembangunan Pendidikan Mimika 2025–2045”, yang digelar di Hotel Horison Ultima Timika, pada Kamis (30/10/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Pusat Studi Kependudukan Universitas Cenderawasih (Uncen) ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, akademisi, serta perwakilan masyarakat. Workshop dibuka secara simbolis dengan pemukulan tifa bersama-sama, sebagai tanda komitmen seluruh peserta untuk bergerak dalam harmoni menuju transformasi pendidikan yang berkelanjutan dan berkeadilan di Bumi Amungsa. Mewakili Bupati Mimika, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, menyampaikan bahwa penyusunan Grand Design ini merupakan langkah strategis dan visioner untuk menata arah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terencana dan berkesinambungan hingga dua dekade mendatang. “Grand Design Pembangunan Pendidikan ini bukan hanya dokumen perencanaan, tetapi juga peta jalan yang akan menuntun Mimika menuju masyarakat yang cerdas, berdaya saing, dan berkarakter,” ujar Frans Kambu dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya pendidikan yang berbasis data, bukti, dan konteks lokal, sehingga kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Mimika secara menyeluruh. Menurutnya, arah kebijakan pendidikan yang kuat akan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan visi besar Gerbang Emas (Gerakan Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Adil dan Sejahtera), yang menjadi prioritas pembangunan daerah. Dalam kesempatan tersebut, Frans juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, lembaga riset, serta masyarakat. Ia berharap GDPP dapat menjadi pedoman bersama dalam memperkuat sistem pendidikan yang inklusif, adaptif terhadap teknologi, serta berorientasi pada pemerataan kesempatan belajar. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan pendidikan di Mimika memerlukan sinergi seluruh komponen masyarakat — dari dunia usaha, akademisi, tokoh agama, hingga pemuda dan perempuan. Semua punya peran penting,” tegasnya. Penyusunan GDPP 2025–2045 ini juga diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan daerah, mulai dari kesenjangan akses pendidikan antara wilayah pesisir dan pegunungan, hingga peningkatan mutu tenaga pendidik dan fasilitas belajar yang layak. Melalui workshop ini, Bappeda Mimika dan Universitas Cenderawasih sepakat untuk membangun sistem pendidikan yang tidak hanya menekankan pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan abad ke-21, serta kesiapan menghadapi perubahan sosial dan ekonomi global. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, para peserta menyepakati pentingnya menjadikan GDPP sebagai acuan lintas sektor dalam setiap program pembangunan, agar investasi di bidang pendidikan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat Mimika. “Jika kita ingin Mimika menjadi daerah maju dan sejahtera di tahun 2045, maka kuncinya adalah pendidikan. Inilah warisan terbaik untuk generasi penerus kita,” tutup Frans Kambu penuh optimisme. Penulis: Jid Editor: GF   31 Okt 2025, 00:21 WIT
Pemkab Mimika melalui Dinas Satpol PP Perkuat Sinergi penegakan Perda melalui Penyegaran PPNS Papuanewsonline.com, Timika — Dalam upaya memperkuat penegakan hukum dan ketertiban di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar kegiatan Penyegaran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2025, bertempat di Ballroom Hotel Horison Ultima Timika, dengan tema “Sinergitas dan Kolaborasi Pemerintah Daerah Bersama Stakeholder dalam Penegakan Peraturan Daerah Guna Mewujudkan Mimika Rumah Kita yang Aman, Nyaman, dan Tertib.” Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, yang hadir mewakili Bupati Mimika. Dalam sambutannya, Frans menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas dan profesionalisme aparatur, khususnya para PPNS sebagai garda terdepan penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada). “PPNS adalah ujung tombak dalam menciptakan ketertiban umum, ketenteraman masyarakat, serta perlindungan terhadap hak-hak warga yang dijamin dalam peraturan daerah,” tegas Frans Kambu di hadapan para peserta. Menurut Frans, penyegaran ini tidak hanya sekadar pelatihan teknis, tetapi juga sarana untuk memperkuat nilai integritas dan moralitas dalam menjalankan tugas. Ia menekankan pentingnya PPNS untuk mampu bekerja profesional, berwibawa, serta menjunjung tinggi etika pelayanan publik. “Peran PPNS bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga memastikan kebijakan daerah berjalan secara adil dan manusiawi. Integritas dan rasa tanggung jawab harus menjadi dasar dalam setiap tindakan,” tambahnya. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan PPNS dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Mereka mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber nasional yang berpengalaman di bidang penegakan hukum daerah dan tata kelola pemerintahan. Dua narasumber utama yang hadir dalam kegiatan ini adalah Kombes Pol. Endang Rasidin, S.I.K., Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Reskrim Polri Megamendung, serta Dr. Benhard Rondonuwu, S.H., M.Si., Direktur Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Kementerian Dalam Negeri. Keduanya menyoroti pentingnya sinergi antara PPNS, Satpol PP, aparat kepolisian, dan lembaga hukum lainnya dalam memastikan efektivitas penegakan peraturan daerah. Mereka juga menekankan perlunya pembaruan pemahaman hukum dan kemampuan investigatif bagi para penyidik agar dapat menghadapi dinamika penegakan hukum modern. “Koordinasi yang solid antarinstansi akan memperkuat kepercayaan publik terhadap aparat daerah. PPNS yang profesional dan berintegritas akan menciptakan iklim pemerintahan yang tertib dan berkeadilan,” ujar Kombes Pol. Endang Rasidin. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap koordinasi lintas sektor dapat semakin kuat, terutama dalam mendorong penegakan hukum daerah yang berpihak kepada masyarakat. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi bagi Mimika dalam mewujudkan visi daerah yang aman, tertib, dan nyaman untuk semua. “Mimika adalah rumah kita bersama. Untuk menjaganya tetap aman dan nyaman, PPNS harus menjadi pelindung masyarakat sekaligus penegak aturan yang humanis,” tutup Frans Kambu. Penulis: Jid Editor: GF 31 Okt 2025, 00:08 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT